[FF PARTY] Another Nutcracker Story [3.3]

Title                       : Another Nutcracker Story

Author                   : qL^^ (wp: mystorymyfictionworld)

Main Cast  :

Choi Minho as Nutcracker / Lee Jaeha,

Kim ShinYoung as herself (covered by IU)

Lee Hwon as Mouse King /Jaeha Step brother

Support Cast         :

Park Hyeki as Shinyoung’s cousins

Lee Jinki as Palace Head Department of Eksternal Relations

Lee Inhwa as shaman and palace doctor

Lee Taemin as bachelor Taemin

Kim Jonghyun as monk Kim

Genre                    : Advanture, Fantasy, Romance

Type/Length          : Sequel/ 3 Chapter

Rating                   : PG-13

Summary   : Boneka kayu Shinyoung mendadak hidup dan bertarung melawan tikus-tikus. Shinyoung yang tubuhnya mengecil terpaksa mengikuti boneka kayunya ke suatu zaman yang hanya pernah dilihat Shinyoung di drama saeguk. Bisakah Shinyoung membantu mengembalikan bonekanya menjadi pangeran dan kembali ke asalnya? Another nutcracker story! Find your fairytale J

Ket                        : OP

————————————————————————————————–

Another Nutcracker Stories

Another Nutcracker Story

Part 3

Di langit hanya boleh ada satu bulan dan satu matahari. Saat langit memiliki dua matahari, maka keseimbangan akan terganggu. Bulan akan membantu Matahari mengembalikan segalanya ke tempat semula.

* * *

Minho, Shinyoung dan Taemin berhasil mencapai ibukota dalam waktu dua hari. Mereka masih memilki waktu dua hari untuk menghimpun pasukan dan menghadapi gerhana matahari. Kuda-kuda mereka mulai mendekati gerbang Ibukota. Prajurit tikus berwajah garang menahan kuda mereka dan memeriksa.

“Kenapa kalian membawa satu kuda yang tidak ditunggangi?” tanya prajurit itu membentak.

“Kami membutuhkan tunggangan untuk membawa perbekalan,” jawab Taemin tenang.

Prajurit tikus itu menatap tak percaya, tapi Taemin lebih pintar bernegosiasi. Taemin menyerahkan setengah bungkusan makanan untuk tikus-tikus itu dan mereka diperbolehkan lewat. Sementara Taemin membujuk prajurit-prajurit tikus itu, Minho dengan mudah melompati dinding perbatasan dan menunggu Taemin serta Shinyoung lewat.

Shinyoung mendesah lega ketika menemukan Minho berdiri santai, terlindung dalam kegelapan bayangan tembok perbatasan. Shinyoung kembali menunggang kuda bersama Minho menuju kediaman keluarga Lee.

“Sudah kubilang tak perlu khawatir. Para prajurit itu pada intinya memang mudah dibodohi,” seru Minho ringan.

Shinyoung memutar bola matanya, kesal dengan sifat Minho yang menggampangkan sesuatu.

Mereka tiba di kediaman keluarga Lee dan langsung disambut oleh Inhwa dan Jinki. Wajah keduanya khawatir apalagi ketika melihat bebat di lengan Minho dan wajah Taemin dengan beberapa luka kecet. Apalagi melihat Minho yang sudah kembali menjadi boneka kayu.

“Astaga! Jeonha, Taemin-ah, apakah kalian baik-baik saja?” tanya Jinki cemas.

Taemin dan Minho mengangguk dan mereka semua memasuki rumah.

“Aku dan Taemin hanya luka kecil, tapi Shinyoung tertusuk di perut. Kau harus memeriksanya, Inhwa,” perintah Minho pada Inhwa.

Inhwa mengangguk. “Tapi Jeonha, aku melihat bahwa gerhana matahari akan terjadi dua hari lagi, apakah itu benar? Apakah biksu Kim memberitahu sesuatu?” tanya Inhwa.

“Benar. Itulah sebabnya aku kembali lebih cepat. Kita tidak akan menunggu ‘bulan’ lagi, kita akan memulainya sendiri,” tukas Minho.

Jinki dan Inhwa terdiam.

“Baiklah, Jeonha. Besok saya akan meminta pengikut kita berkumpul dan mengatur strategi,” usul Jinki.

“Aku percayakan padamu, Jinki-ssi,” ujar Minho.

Rencana perang akan segera dimulai.

* * *

Inhwa lalu mengajak Shinyoung mengikutinya ke ruang kerja. Inhwa meminta Shinyoung melepaskan hanboknya dan memeriksa luka tusuknya.

“Hmm, lukanya mulai sembuh. Biksu-biksu itu pasti merawatmu dengan baik,” ujar Inhwa puas dan menyuruh Shinyoung mengenakan kembali hanboknya.

“Wuah, bagaimana kau tahu?” tanya Shinyoung.

“Aku melihatnya,” jawab Inhwa, “Di sini,” sambungnya sambil menunjuk pelipisnya.

Shinyoung hanya mengangguk-angguk. Dia memang selalu melupakan fakta bahwa Inhwa juga seorang shaman yang memiliki kekuatan gaib.

“Kau harus ikut pertemuan untuk membahas strategi,” cetus Inhwa tiba-tiba.

Shinyoung menoleh. “Aku?”

“Tentu saja. Kau bisa membantu mereka. Bukankah kau sudah dua kali melihat sendiri pertarungan tikus-tikus itu?” ujar Inhwa.

“Tapi…”

“Hwang Teja membutuhkan bantuanmu, Kim Shinyoung,” timpal Inhwa.

Shinyoung menunduk menatap lantai. Bagaimana caranya dia bisa membantu?

* * *

Minho berdiri di tengah keremangan malam di halaman kediaman keluarga Lee. Dia menatap bayangannya sendiri di bawah pantulan sinar bulan. Minho melihat tubuhnya. Lengan yang kaku yang disambungkan dengan mur satu sama lain. Ekspresi wajahnya yang kaku. Gerakan tubuhnya yang kaku. Dia benar-benar sebuah boneka kayu.

Pertemuan dengan para pengikutnya sudah selesai dilakukan. Minho masih bisa mengingat bagaimana mereka terkesiap ketika melihatnya dengan wujud boneka kayu. Syukurlah Jinki bisa meyakinkan mereka untuk mempercayai Minho, sehingga misi mereka bisa berjalan.

Besok akan terjadi bulan penuh dan gerhana matahari total. Langit akan gelap gulita. Saat itulah misi Minho akan berjalan. Besok akan jadi puncaknya, apakah dia akan bisa mengembalikan semuanya atau dia harus menunggu gerhana berikutnya untuk menyelesaikan semuanya.

Minho menoleh ketika mendengar langkah-langkah kaki. Bibirnya langsung melengkung membentuk senyuman ketika melihat Shinyoung yang datang.

“Bukannya Jinki sudah memperingatkanmu untuk tidak berdiri di halaman malam-malam begini? Bagaimana kalau mata-mata Hwon melihatmu?” tegur Shinyoung.

Minho tertawa kecil. “Kau lupa Inhwa sudah menanamkan jimat di sekeliling rumah ini. Tidak akan ada yang bisa melihat ke dalam rumah,” jawab Minho ringan. Kebiasannya selalu memperkirakan sesuatu itu mudah. Ya, kecuali misi mereka besok.

Shinyoung berdiri di samping Minho, ikut menatap sinar bulan.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Minho heran.

“Aku? Aku tidak bisa tidur,” jawab Shinyoung pendek.

“Kau memikirkan hari esok?” tanya Minho lagi.

Shinyoung menatap Minho dan tersenyum getir. “Tepat sekali,” sahutnya.

Minho menatap Shinyoung dengan pandangan menyesal. “Maafkan aku melibatkanmu dalam hal ini,” ujarnya.

“Tidak apa-apa. Aku hanya cemas memikirkan bagaimana aku kembali dan bagaimana nasib boneka kayuku,” kata Shinyoung dengan nada bercanda.

Minho ikut tertawa. Awalnya dia sangat heran mendengar permohonan Inhwa untuk membiarkan Shinyoung ikut serta, tapi kemudian dia mengerti. Dia mengingat dengan jelas saat Inhwa menyebutkan ulang ramalannya dan apa yang dilihatnya sebagai seorang shaman.

Lagi-lagi Minho menatap Shinyoung. Cahaya bulan memantul di wajahnya sehingga wajah gadis itu terlihat jelas. Mereka bersama hanya beberapa hari dan Minho sudah menyadari perasaannya pada gadis itu. Entah apa yang merasukinya, Minho memutuskan dia harus mengatakannya sebelum semuanya terlambat.

“Aku menyukaimu,” ujar Minho pelan. Dia menatap Shinyoung sungguh-sungguh. “Aku benar-benar menyukaimu, Kim Shinyoung.”

Shinyoung balas menatap dengan ekspresi terkejut. Dia tidak siap menerima pernyataan Minho.

“Tidak perlu dijawab. Kau dan aku memang takdir yang sia-sia,” timpal Minho lagi.

“Ani, bukan seperti itu. Aku hanya bingung,” sahut Shinyoung tak enak hati.

Minho tersenyum tulus dan Shinyoung bisa merasakan jantungnya mulai berdebar-debar lagi. Minho mengulurkan tangan kayunya dan membiarkan Shinyoung menyambut uluran tangannya. Perlahan, Minho menarik Shinyoung mendekat. Cukup dekat hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja.

“Sekali ini saja, aku minta maaf,” ujar Minho, lalu dia mencium Shinyoung.

Shinyoung tersentak saat kulitnya dan kulit kayu Minho bersentuhan. Bukan saja karena dia kaget dirinya sedang dicium sebuah boneka kayu tapi juga karena kulit Minho tidak terasa seperti kayu.

Minho melepaskan ciumannya, lalu menatap Shinyoung.

“Aku akan memastikan kau pulang dengan selamat,” ujarnya lagi. Walaupun aku tidak akan bisa merelakanmu kembali, batinnya dalam hati.

* * *

Lapangan memanah di belakang istana akan menjadi lokasi perang mereka. Menurut Jinki, Hwon mengadakan latihan memanah setiap hari di sana. Apalagi siang ini akan terjadi gerhana total. Hwon sangat menyukai gerhana.

Pasukan Minho, termasuk Jinki dan Taemin sudah bersiap dengan persenjataan mereka. Prajurit tikus di dalam lapangan tidak akan seramai di perbatasan atau di luar tembok istana. Minho sendiri sudah siap dengan pakaian perangnya. Dia masih mengingat jelas petunjuk Inhwa. Gerhana matahari akan terjadi selama tujuh menit dan hanya tujuh menit itulah kesempatan Minho untuk menumbangkan Hwon.

Shinyoung sendiri saat ini sedang bersama Inhwa di ruang doa khusus shamannya. Inhwa mengenakan hanbok merah khas shaman dan Shinyoung mengenakan hanbok mewah seperti putri mahkota. Inhwa meminta Shinyoung untuk membantunya memberikan energi tambahan selama gerhana matahari berlangsung.

Perlahan-lahan langit mulai menggelap. Bulan mulai terlihat di langit dan bergerak menutupi cahaya matahari. Pasukan Minho menyerbu memasuki lapangan dan menawan seluruh prajurit tikus yang ada di sana. Hwon tidak terlihat kaget. Dia hanya tersenyum mengejek ketika melihat Minho.

“Oh, Jaeha-ya. Kau datang juga rupanya,” serunya sombong. Minho bahkan masih bisa melihat seringaian di wajah tikus Hwon.

“Aku pasti datang untuk mengambil milikku,” balas Minho tenang.

Sementara itu, di kediaman keluarga Lee, di dalam ruang doa, Inhwa mulai menjelaskan kepada Shinyoung.

“Saat bulan mulai menutupi cahaya matahari, langit akan menggelap. Saat itu istana akan bersih dari pengaruh energi negatif dan saat itu pula kita harus memasukkan energi positif kita,” ujar Inhwa.

Shinyoung mengangguk. “Apa yang bisa kulakukan?”

“Duduk saja di sini dan berkonsentrasilah untuk mengalirkan energi positifmu keluar. Aku akan membantu mengalirkannya ke dalam istana,” jawab Inhwa.

Walaupun Shinyoung sama sekali tidak tahu bagaimana cara mengalirkan energi, tapi dia mengangguk. Dia akan berusaha membantu Minho.

Lapangan memanah mulai gelap. Bulan saat ini benar-benar sudah menutupi matahari. Gerhana matahari sudah terjadi. Mata orang awam tidak bisa melihat perubahan energi di istana, tapi mata Jinki dan Taemin bisa. Lee bersaudara ini bisa melihat gelombang asap hitam yang meliuk-liuk yang ditarik dari istana.

Tapi mata siapa pun pasti bisa melihat perubahannya. Saat gerhana matahari terjadi, kegelapan menyiram Minho dan seluruh manusia yang ada di sana. Saat mata-mata mulai bisa melihat di dalam kegelapan yang diterangi obor, mereka bisa melihat Minho yang kembali sebagai manusia dan Hwon serta pasukannya yang tidak lagi berwujud tikus. Inilah mengapa Hwon sangat menyukai gerhana. Hanya kegelapan gerhana yang bisa mengembalikan mereka seperti semula.

Wajah Hwon memang menyerupai Minho. Mereka sangat mirip untuk disebut sebagai saudara tiri. Namun sayangnya wajah Hwon lebih sering dihiasi seringaian licik. Hwon meraba wajahnya yang tidak lagi berbulu tikus dan dia tersenyum miring. Puas dengan wujudnya.

Hwon menyeringai, lalu berteriak, “SERANG!!”

Peperangan pun terjadi. Pasukan demi pasukan saling membantai. Pedang-pedang diayunkan menebas bagian tubuh musuh. Darah berceceran dimana-mana. Jinki dan Taemin berhasil membunuh beberapa orang. Minho sendiri menebas beberapa musuh saat dia berusaha mencapai Hwon. Dan duel tidak terelakkan lagi.

Pedang Minho dan Hwon saling beradu menghasilkan bunyi metal yang khas. Hwon menusuk ke arah kiri Minho yang berhasil ditahan Minho dengan sarung pedangnya. Minho menyikut Hwon lalu memukul bagian wajahnya. Darah segar mengucur dari hidung Hwon.

Hwon tersulut amarah. Dia menyerang lagi sisi kanan Minho dan Minho berkelit ke kiri. Dia menyabet kaki Hwon membuat keseimbangan Hwon terganggu. Hwon kembali menyerang dan Minho lagi-lagi menghindar. Mereka terus saling menyerang hingga Hwon lengah sesaat karena kakinya terluka. Pedang Minho mendarat dengan mulus di leher Hwon.

Gerhana matahari masih terjadi dan langit masih gelap.

Para prajurit Minho berhasil membunuh sebagian prajurit Hwon dan menahan beberapa orang. Sekarang semua mata di lapangan menatap Minho dan Hwon.

“Bunuh saja,” tukas Hwon mengejek. “Kau tidak berani melakukannya kan anak manja?”

Minho menggenggam erat pedangnya. Meletakkanya tepat di lekukan leher Hwon.

Hwon terkekeh mengejek. “Kau bisa saja memiliki tahta, tapi kau tidak akan bisa mengubah wujudmu,” seru Hwon lagi. “Siapa yang mau memiliki raja boneka kayu?” ejeknya lagi.

Minho menggeram.

“Dengarkan aku Lee Jaeha! Kalau kau pergi dengan tenang, aku tidak akan membunuhmu. Kerajaan ini akan aman,” kata Hwon.

“Aman? Kau menyiksa rakyatku yang ketakutan,” geram Minho.

Hwon hanya terkekeh mengerikan. Tiba-tiba Minho mendadak merasakan tubuhnya sakit. Minho jatuh berlutut dan harus menggunakan pedangnya untuk menahan tubuhnya. Hwon berbuat curang. Dia pasti mengguna-guna Minho.

Jauh di kediaman keluarga Lee, Inhwa bisa merasakan energi yang memaksa Minho untuk jatuh. Energi itu berusaha menyerap kekuatan Minho sehingga Minho bahkan tidak memiliki tenaga untuk bangkit.

“Saatnya sudah datang, mulailah mengalirkan energi positifmu,” seru Inhwa pada Shinyoung.

Shinyoung menurut, berusaha memaksa seluruh sel tubuhnya untuk memberikan energi positif agar memastikan Minho bisa kembali dengan selamat. Dia ingin bisa melihat Minho lagi.

Sementara itu Hwon tertawa melihat Minho yang terlihat tidak punya tenaga. “Lihatlah kalian pengikutnya! Putra mahkota kalian bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menghadapiku dengan berdiri,” komentar Hwon mencemooh.

Para prajurit Hwon yang menjadi tawanan juga meneriakkan cemoohan mereka, membuat prajurit Minho mengencangkan letak pedang mereka di leher para tawanan.

Inhwa berusaha memusatkan seluruh kekuatan spiritualnya untuk mengambil energi positif dari Shinyoung. Benar, apa yang dilihatnya dalam visi shaman-nya memang benar. Gadis ini adalah bulan. Energi gadis ini memberikan kekuatan untuk menolong Minho yang sekarat karena diguna-guna.

Istana yang bersih dari energi negatif memudahkan aliran energi positif yang dikirimkan Inhwa untuk Minho. Perlahan-lahan Minho mulai merasakan kembali kendali yang ada di tubuhnya. Minho mulai menggerakkan tangannya yang mencengkram pedang. Lututnya tidak lagi goyah. Minho sekarang menyadari bahwa Inhwa pasti sudah melakukan sesuatu untuk menghalangi guna-guna shaman Hwon.

Minho memutuskan tidak berdiri dulu. Dia membiarkan Hwon terus menerus mencemoohnya di hadapan para pengikutnya. Waktu tujuh menit Minho hampir hampir. Bulan perlahan mulai bergeser dari tempatnya.  Jinki dari kejauhan memberi Minho tatapan memperingatkan.

Dengan mendadak, Minho bangkit berdiri dan berlari menyerang Hwon kembali. Hwon berkelit dan membalas menyerang Minho. Duel dilanjutkan, namun rupanya kondisi kaki Hwon yang terluka sedikit menyulitkannya. Minho mendapatkan kesempatan baik dan langsung menghunus pedangnya. Pedang Minho menusuk Hwon tepat di jantungnya dan Minho bergetar. Guna-guna itu kembali lagi.

Di dalam ruang doa, Shinyoung bisa merasakan Inhwa kesulitan dan memaksa dirinya untuk mengalirkan lebih banyak energi lagi. Minho di lapangan mendadak mulai kembali melemah. Dia mengerang namun berusaha tetap menggengam pedangnya erat-erat. Hwon menjerit dan darah menyebur dari mulutnya.

Bulan mulai menjauhi matahari dan langit perlahan-lahan mulai kembali terang. Energi yang dikirimkan Inhwa dengan bantuan Shinyoung perlahan-lahan kembali mengembalikan kontrol tubuh Minho dan menjaganya tetap stabil. Bukan hanya menjaga Minho tapi menjaga seluruh istana agar energi buruk tidak kembali.

Cahaya matahari perlahan mulai menerangi lapangan itu. Hwon masih menggeliat di ujung pedang Minho tapi Minho memantapkan pegangannnya. Sinar matahari yang menerangi lapangan membuat mata-mata menjadi silau. Langit kembali terang seperti biasanya dan para prajurit terkesiap.

Di tengah lapangan, Hwon terbaring melintang dengan pedang Minho masih menancap di jantungnya. Wujudnya sudah kembali menjadi tikus, begitu pula dengan prajuritnya yang mati maupun yang menjadi tawanan. Minho berdiri di dekat mayat Hwon terpaku menatap dirinya sendiri.

Lengan dan kakinya sama sekali tidak memiliki gurat kayu lagi. Minho meraba wajahnya. Hanya terasa kulit halus yang sama seperti manusia biasa. Minho tidak bisa menahan diri untuk tersenyum sementara para pengikutnya berteriak-teriak heboh atas kemenangan mereka.

Jinki dan Taemin berlari mendekat, lalu keduanya membungkuk, diikuti oleh seluruh pasukan yang lain. Memberi hormat pada raja yang baru. Putra mahkota yang seharusnya.

Setelah penghormatan, Jinki mendekati Minho. “Jeonha, hamba mengingatkan pesan Inhwa untuk kembali ke kediaman keluarga Lee setelah anda berhasil,” ujarnya.

Minho tentu saja ingat, tapi dia tidak bisa meninggalkan lapangan yang kacau balau ini. Jinki seakan bisa membaca pikirannya.

“Hamba dan Taemin akan membantu memindahkan mayat-mayat dan mengurus para tawanan, Jeonha. Pergilah,” saran Jinki.

Minho menatapnya sekilas, lalu mengangguk. Dia berlari menuju kudanya dan memacunya secepat mungkin menuju kediaman keluarga Lee. Minho tiba di sana dan segera menghambur ke ruang doa. Dia terkejut mendapati Inhwa yang memeluk Shinyoung yang pucat dan gemetar.

“Shinyoung-ah,” panggil Minho khawatir. Dia menggantikan Inhwa memeluk Shinyoung di lengannya.

Wajah Shinyoung pucat pasi.

“Maafkan hamba, sepertinya Shinyoung memaksa menegularkan seluruh energinya untuk menyelamatkan Anda dari guna-guna Jeonha,” ujar Inhwa memberitahu. Inhwa juga terlihat sama khawatirnya.

 “Kau berhasil?” tanya Shinyoung lemah.

O, tentu saja. Kau tidak melihat aku sudah berubah menjadi normal,” sahut Minho.

Shinyoung tertawa, tawa yang lemah. “Kalau begitu, aku bisa pulang,” ujar Shinyoung lagi.

Andwae, Shinyoung-ah,” Minho menggenggam tangan Shinyoung erat.

“Kita akan kembali bersama bukan?” Shinyoung mengingatkan janji mereka. Rasanya janji itu sudah lama sekali.

Minho tidak menjawab, dia hanya menggenggam tangan Shinyoung. Perlahan wajah Shinyoung yang pucat mulai mengabur. Tubuh Shinyoung mulai tidak terasa dalam pelukan Minho. Bahkan telapak tangannya yang digenggam erat juga mulai mengabur. Dalam sekejap tubuh Shinyoung menghilang, menyisakan udara yang digenggam Minho dengan erat.

Minho menunduk dalam-dalam. Dia meninju lantai.

“Padahal aku belum memberitahumu. Kau adalah bulan yang dilihat Inhwa,” sesal Minho. “Kita berdua ditakdirkan bersama.”

* * *

Sinar matahari yang menyilaukan menyentak Shinyoung. Shinyoung terduduk cepat dan baru menyadari bahwa dia duduk di kamarnya. Di atas tempat tidurnya yang nyaman. Ada Hyeki di sana sedang menyibak gorden kamarnya membuat sinar matahari menerobos masuk.

“Hyeki? Apa yang kaulakukan di sini?” tanya Shinyoung kaget.

“Membangunkan putri tidur yang cantik,” jawab Hyeki menyindir.  “Ayolah, kau harus bangun pagi. Nanti malam tahun baru, kau tidak ingin melewatkannya begitu saja bukan?” sahut Hyeki yang sudah terlihat rapi.

“Apa? Tahun baru?” tanya Shinyoung bingung.

Hyeki balas menatap Shinyoung heran. “Hei, nona Kim. Lebih baik sekarang kau mandi, kalau tidak bibi akan mengomel. Kau tidak lupa kan kalau kita harus ke salon sebelum menghadiri kencan butamu?” Hyeki menjawab.

Shinyoung tersentak. Dia buru-buru menoleh ke mejanya dan boneka kayunya sudah menghilang.. Minho menghilang!

“Minho? Kau lihat Minho?” tanya Shinyoung panik. Dia turun dari tempat tidurnya dan memeriksa kolong tempat tidur. Shinyoung bahkan mengecek gerbang kecil di sudut dinding kamarnya tapi nihil.

“Ah, kalau yang kau maksud boneka kayumu, aku menyimpannya di lemari koleksi barbiemu,” Hyeki menggelengkan kepalanya. “Boneka itu aku beli dengan harga mahal, jadi tidak boleh diletakkan sembarangan di meja,” ujar Hyeki.

Shinyoung berlari mendekati lemari koleksi barbienya dan memang benar Minho ada di sana dengan pakaian kebesaran magistrate-nya. Shinyoung menghela nafas. Jadi itu semua hanya mimpi? Ciuman pertamanya dan segala hal tentang petualangannya hanya mimpi?

Hyeki menatap Shinyoung yang menghela nafas berat. Sepupunya itu terlihat terpukul dan Hyeki tidak suka melihatnya. Jadi Hyeki mendorong punggung Shinyoung dan menyerahkan handuk.

“Mandi! Setelah itu aku akan menemanimu ke salon,” paksa Hyeki galak.

Shinyoung hanya mengerjap pasrah dan melangkah memasuki kamar mandi.

“Ya ampun! Aku sudah mau gila karena harus mengomel pagi-pagi,” seru Hyeki frustasi, lalu meninggalkan kamar Shinyoung.

* * *

Tepat pukul 6 sore, Hyeki dan Shinyoung keluar dari salon. Shinyoung terlihat cantik dengan dress dan rambutnya yang ditata rapi. Hyeki menemani Shinyoung berjalan menuju kafe tempat kencan buta akan dilakukan.

“Astaga! Bibi bahkan menyuruhku menemanimu sampai ke kafe,” gerutu Hyeki.

Shinyoung tidak menyahut, hanya memperhatikan orang yang berlalu lalang di sekitar mereka. Wajahnya murung seperti kehilangan sesuatu. Dia masih memikirkan segala hal yang terjadi kemarin.

Mereka tiba di kafe itu dan memesan minuman hangat. Hyeki bisa menangkap wajah Shinyoung yang tetap murung.

“Hei, Shinyoung-ah, apakah terjadi sesuatu padamu? Kau sedang PMS ya?” tanya Hyeki bertubu-tubi.

Dan dia hanya mendapakan gelengan sebagai jawaban dari Shinyoung.

Hyeki menghela nafas. “Kau bisa menceritakan padaku, kita sepupu kan?” ujar Hyeki lagi.

Shinyoung menatap kepulan asap cappucinonya dan mendongak menatap Hyeki. “Tapi kau harus berjanji akan mempercayai ceritaku dan tidak tertawa,” ujarnya.

Hyeki mengangguk dan memasang wajah berjanji.

Shinyoung menarik nafas dalam dan menceritakan semuanya pada Hyeki. Tentang boneka kayunya yang hidup. Tubuhnya yang mengecil. Petualangannya. Ciumannya. Semuanya. “Tapi saat aku terbangun pagi ini boneka itu tidak hidup dan entahlah aku merasa kecewa,” ujar Shinyoung mengakhiri ceritanya.

Hyeki menatapnya dengan wajah takjub. “Wuoaah, daebak!! Ceritamu bisa dijadikan sebuah skenario film,” ujar Hyeki sungguh-sungguh.

Keduanya menyeruput minuman mereka. Shinyoung menatap jendela kaca kafe. Di luar ada lampu-lampu yang berkerlap kerlip. Beberapa anak kecil bahkan sudah mulai membakar kembang api kecil-kecil.

“Kenapa kau merasa kecewa? Kau benar-benar jatuh cinta pada boneka kayu itu?” tanya Hyeki prihatin.

Shinyoung tahu jawabannya akan sangat konyol, tapi dia mengangguk.

Hyeki mendesah, lalu mengulurkan tangannya dan mendukung Shinyoung. “Apa pun perasaanmu, kau harus mengendalikannya. Himne! Kau akan kencan buta malam ini dan sayang sekali kalau make up cantikmu tertutup wajah mendung,” kata Hyeki memberi dukungan.

Shinyoung tersenyum kecil. Hyeki benar. Dia tidak boleh hidup dalam dunia mimpi.

“Ah, aku rasa orangnya sudah datang. Bukankah dia bilang dia memakai tuksedo putih? Itu ada orang yang memakai tuksedo putih,” seru Hyeki tiba-tiba.

Shinyoung memang duduk membelakangi pintu jadi dia tidak bisa melihat siapa yang datang. Hyeki melambai pada orang itu dan Shinyoung bisa merasakan orang itu mendekat.

“Ah, selamat malam. Bibi Kim bilang kau akan ditemani seseorang,” sapa pria itu. Shinyoung tersentak dan segera berdiri. Suara itu.

“Oh, benar sekali. Anda Tuan Choi?” tanya Hyeki ramah. Dia menjabat tangan pria itu.

“Ya dan kau pasti Hyeki,” jawab pria itu dan menoleh menatap Shinyoung. Shinyoung yang berdiri di sebelah Hyeki hanya menunduk tidak berani menatap pria itu hingga pria itu berbicara lagi.

“Dan kau pasti Kim Shinyoung. Senang berkenalan denganmu,” sapa pria itu ramah dan mengulurkan tangannya.

Shinyoung ragu-ragu mengulurkan tangannya dan menjabat tangan pria itu. Sensasi sentuhan yang familiar. Shinyoung mendongak dan menatap wajah pria itu. Dia harus menahan rasa terkejutnya.

Di hadapannya berdiri Minho. Minho, sang putra mahkota dan jelmaan boneka kayunya..

“Aku Choi Minho,” ujar Minho menyebutkan namanya.

Hyeki menyikut Shinyoung. “Ya! Bukankah itu nama yang sama dengan nama bonekamu?” bisik Hyeki.

Shinyoung hanya mengangguk kaku. Dia tidak bisa memberitahu Hyeki bahwa mereka bahkan memiliki wajah dan suara yang sama.

Hyeki tersenyum ramah. “Kalau begitu tugasku sudah selesai. Aku pamit dulu dan tolong jaga sepupuku ini ya, Tuan Choi,” ujar Hyeki berpamitan. Gadis itu segera berdiri dan meninggalkan kafe itu. Meninggalkan Minho dan Shinyoung berdua.

Shinyoung harus berusaha keras menenangkan debaran jantungnya karena Minho.

“Kau harus menjaga ekspresimu, hampir saja aku ketahuan,” ujar Minho tiba-tiba.

Mwo?” Shinyoung tersentak. “Jangan bilang…..”

Minho tertawa. “Tentu saja. Kau adalah bulanku. Kalau saja Hyeki jeli, dia pasti tahu kalau aku Minho si boneka kayu,” ujar Minho ringan. Lagi-lagi menggampangkan sesuatu.

Shinyoung mendadak merasa ingin menangis. “Kau jahat, kupikir semuanya hanya mimpi,” ujar Shinyoung lirih.

“Aku menepati janjiku. Bukankah kita akan kembali kemari bersama-sama?” tanya Minho sambil tersenyum tulus.

Shinyoung menatap Minho dengan senyumnya. Bagaimana pun cara Minho kembali, Shinyoung sangat bersyukur karena itu berarti kisahnya berakhir bahagia.

* * *

“Apa? Kau bilang kau akan pulang setelah pesta kembang api tahun baru selesai?” ulang Hyeki di seberang.

Minho dan Shinyoung sekarang sedang duduk di taman, menunggu detik-detik pergantian tahun baru. Menunggu pesta kembang api setelah tadi menghabiskan berjam-jam di kafe untuk makan malam dan mengobrol banyak hal. Termasuk kehidupan Minho di dunia ini. Di taman itu, ada banyak orang yang juga duduk di sana bersama pasangan mereka. Shinyoung sedang menelpon Hyeki, mengabarkan bahwa dia akan pulang terlambat.

Hyeki mendesah di telepon. “Hei, hei, kupikir kau saat ini sedang patah hati, Kim Shinyoung?” tanya Hyeki setengah menyindiri. “Apa kau begitu terpesonanya pad kharisma Tuan Choi Minho itu?”

Shinyoung hanya tertawa mendengar celotehan. “Aku akan menceritakannya ketika tiba di rumah,” ujarnya lalu menutup telepon.

Minho menoleh pada Shinyoung.

“Kau menceritakannya pada Hyeki?” tanya Minho tak percaya.

Shinyoung mengangguk.

“Memangnya dia percaya?” tanya Minho lagi.

Shinyoung kembali mengangguk. “Hyeki itu seperti Inhwa, perasaannya tajam mendeteksi hal-hal yang tidak biasa,” jawab Shinyoung.

Shinyoung meletakkan kepalanya di pundak Minho. Satu detik lagi akan terjadi pergantian tahun. Kembang api mulai meledak di angkasa menambah keindahan langit Seoul di malam hari. New year eve bersama orang yang paling dicintainya membuat Minho sangat bahagia.

“Mulai tahun depan dan seterusnya, aku akan memastikan kita terus bersama,” bisik Minho di telinga Shinyoung.

“Kau berjanji?” Shinyoung mengacungkan kelingkingnya.

Kali ini Minho kembali mengaitkan kelingkingnya, bukan karena jiwanya sebagai pria. Tapi karena rasa cintanya pada Shinyoung. “Aku berjanji,” sahut Minho.

Shinyoung tersenyum puas. “Aku akan menjawab pernyataanmu, aku mencintaimu,” ujarnya.

Minho mencium puncak kepala Shinyoung. “Aku juga sangat mencintaimu,” sahut Minho.

Dan keduanya menghabiskan waktu memandang kembang api tahun baru bersama. Boneka kayu hadiah tahun barunya adalah takdirnya. Mereka berdua tersenyum bahagia dalam akhir cerita mereka.

*END*

 

Author’s note : pertama-tama, aku mau ngakak dulu. Hahaha, akhirnya selesai juga FF ini dalam waktu tiga hari mengebut beserta bannernya, wkwk.

Entah kenapa pas ngerjainnya aku senyam senyum sndiri, hihi. Ga bisa nulis dialog chessy sih. Maafkan aku atas pernyataan cinta minho yang sama sekali ga romantis itu, fufufufu. Daan this is my first ff yang ada kiss scene-nyaaa. Tidaaak! Lain kali ga ada deh, di skip aja yaa bagian yang itu.

Yaah, semoga kalian semua menyukai FF ini yaa. Dan jangan lupa ninggalin komentar.

Terakhir buat, Mr Minho and my lovely biased, Onew oppa, sangiel cukha hamnida. Tenang saja, kami aka terus mencintai kalian. Teruslah bersinar. Shining SHINee!!! J

Leave comment please,

Xoxo

qL^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

62 thoughts on “[FF PARTY] Another Nutcracker Story [3.3]”

  1. waaahhh..akhirnya, they lived happily ever after, ketebak sih minho yang jadi pasangan shinyoung di blind date 😀
    nggak cheesy kok, kalau menurutku, mungkin karena setting kerajaan, jadi berasanya wah gitu, tulus dari hati
    adegan pertarungannya mantap, makanya hwon, jangan semena-mena *eh*
    ah, pokoknya ff ini keren, berasa nonton film karena adegan-nya kebayang 🙂

    1. waah syukur deh kalau ga cheesy hehe aku ga bisa nulis yang bener2 romance soalnyaa.. seneng deh imanjinasi kita bisa nyambung 😀

      kita doakan semoga hwon tenang di alam sana #eh

      gomawo :*

  2. Kyaaaa,,,jgnkan authornya, readernya juga senyum2 pas baca!
    🙂

    menurutku emg scene Minho-Shinyoung kurg banyak,, kkk~
    tp kalo dibanyakin, entar gak selesai2 ya..
    XD

    moga menang, qL-ssi!

    1. haha, kurang banyak yaa?
      iyaa, soalnya ada batasan halamannya jadi nulisnya harus dipadat2in hehe

      aamin. gomawo udh baca dan komen dari awal :* #hug

  3. yaah! itu bikin merinding, pas mereka ketemu lagi di kencan buta. udah tahu sih. tapi tetep aja merinding. kayak ada kata-kata ‘takdir yang menakjubkan’. tapi pas perangnya sih buat aku nggak terlalu tegang, padahal mah adegannya dah jelas. maklum kebanyakan nonton film actionnya angelina jolie. #thumb4u

    1. hehehe, fate is somewhat scary :p
      iyaa sebenarnya adegan perangnya emg kurang sadis kali yaa, abisnya ga tega ngebantai sodara tiri minho wkwkkwk

      gomawo udh baca dan komen :*

  4. wahh sama thor, aku jg baca nya sambil senyum” sendiri kkk~
    “Di langit hanya boleh ada satu bulan
    dan satu matahari”
    ini sma dgn ramalan di TMTETS
    wkt mrk perang, yg aku byangin bkn minho, tp jung il wo ama kim soo hyun wks XD
    aku suka endingnya kerenn ^^)b

    1. ehehe, itu emang sengaja disamain kalimatnya karena emang ceritanya ga boleh ada dua raja kan?
      haha, popularita minho tergantikan jung il woo dan kim soohyun wkwk. gpa2 deh yang penting bs negbayanginnya.

      gomawo udh baca dan komen :*

  5. woa.. Shinyoung bener2 beruntung dapet boneka kayu yg lalu menjadi jodohnya..
    Huwah, nutcracker versi saeguk asik juga..
    Keep writing..

  6. ide ceritanya kreatif. pembawaan ceritanya juga mudah dipahami. tapi kok ga ada suamiku ya disini? hehehe. good job author!!

    1. wuaah makasih pujiannya 😀 sebenarnya versi awal nutcracker ini adalah key, hehe. tapi akhirnya aku rombak total, karena key kan beda jauh karakternya sama Minho
      lain kali aku coba bikin ff key yaa 🙂

      gomawo udh baca dan komen ::*

  7. Uwah mati deh in melelehhh….
    Pengen si pny nutcracker ky minho…
    Dpt bgt feel ny pas lg peranggg…

    Daebak thorrr~ terus berkarya yah..
    Dtunggu FF brikutny hehehe

    1. aeheh kirain gagal romancenya
      semoga dapet yaa, Hyeki aja harus keliling london biar ketemu Miinho hhe

      makasih dukungannya 🙂
      gomawo udh baca dan komen :::::::::::*

  8. Walah, aku udah mengira kalau Mino bakal menang wkt perang #eh
    habis itu dia kembali jadi manusia n jadian ama shinyoung.
    Tapi aku ga nebak kalau Mino bakal jadi pasangan kencan butanya shinyoung.

    Kerennn XD aku suka ceritanyaaa keep writing yaa

  9. Awal2 part ini aku tegagng baca bagian perangnya… Pas blind date, aku senyam-senyum gag jelas. Haduh… Sweat banget

    awalnya aku kira min ho pas blind date bukan si min ho negeri dongeng, eh dia juga ternyata. Hehe

    jjang… Daebbakkk story
    seandainya ada kelanjutan kisahnya, hehe
    keren author

    1. hehe just a simple twist
      anyway senang kamu suka ceritanyaa

      wah wah ga ada ide nih kalau ini dijadin sequel
      mgkn aku coba nulis fairytale lagi

      gomawo udh baca dan komen :*

  10. Waaahh.. Endingnya bagus banget thor. Daebak..
    Sesuai harapan aku, akhirnya mrka berdua ketemu di jaman sekarang. Jadi pingin punya kisah kayak shinyoung hhe.. Apa lagi putra mahkotanya minho wah.. Aku mau banget..
    Keep writing ya thor..

  11. OMOOOO!! BENERAAN KEREEEEEEEEN!!!!! SEBANYAK FF FANTASY YANG ‘PERNAH’ AKU BACA, FF INI YANG PALING BAGUS, KEREN, SERU, DAEBAAK DEH!! OMOOO GATAU APA AKUNYA YANG TERLALU LEBAY ATAU KURANG MENJELAJAH (?) FF FANTASY, YANG AKU TAU AKU SUKA BANGET FF INI!!!! ADUUH THOR BIASANYA AKU BACA FF FANTASY ITU SERING BOSEN, AKU LEBIH SUKA YANG ROMANCE TAPI UNTUK FF YANG INI GA ADA KATA BOSEN! POKOKKNYAA KEREEEEEEN!! UDAH ITU AJA! kepanjangan kah komen ku? sebenernya pengen lebih panjang #eh hahahaha aku menanti ff author yang lain, kalo bisa cast nya minho ya thor heheheheh salam kenal juga thor 😀

    1. wuoaah, caps lock semua saking bersemangatnya haha. aku seneng deh baca komenmu bikin aku semangat dan senyum2 sendiri.

      salam kenal juga lutfi
      another Minho bias detected hehe

      okeeh, lain kali dicoba yaa
      gomawo udh baca dan komen 😀 :*

  12. Waw….ending.a bgz
    Bgt.gx rugi gw udh bc ‘n mantangin dr awl.ea walaupun ne fanfìc hampir sm jln crita.a kyk film yg gw tonton.
    Sekali lg selamat buat author.a yg udh nyelesain ff.a;-)

    1. hai minri-ssi, sebenarnya aku masih penasaran sama film yg kamu nonton. kalau ntr udah inget, tolong dikomen yaa hehe

      gomawo udh baca dan komen :*

  13. Angh .~ kereeeeeen =D
    Pikiranku sih si orang yg kencan buta sama shinyoung si Minho, tapi bukan jelmaan boneka.
    eh tapi.. Kekekekeke ~ happy ending =D kerennyaaaa =D

    1. harusnya di cerita barbie yang asli emang gtu, tapi entah kenapa aku pengennya itu Minho yang sama, jadi deh begini #dasar author semaunyaa

      ahaha, this is for happy ending lover
      gomawo udah baca dan komen :*

  14. Udah baca dr kemarin, n hampir lupa komen, mianhe *bow*
    Aaaaaaa~
    Saya suka sm ff ny. Sm dgn salah satu komentar di atas, sy malah bayangin Soohyun sm Ilwoo yg lagi bertarung. Dua”ny aktor paporit saya sih *gananya*
    Suka sm deskripsi bertarungny, berasa di depan sy benar” kejadian perang.
    Endingny, omo! Sweet as sugar, beneran deh. Suka sama ff ini (y)

    1. it’s okay, yg penting kan sekarang udah dikomen 😀

      yey! seneng deh kalau ada yang bilang suka sama FFnya. dan emang efeknya soohyun dan ilwoo susah ilangnya fufufu
      eits, gpa, sweetnya ga akan bikin kamu diabetes

      gomawo udh baca dan komen yaa :*

  15. Eonnie atau noona…(karena aku setengah namja)*eh?. Ceritanya daebak!! Noemu noemu daebak!! Ceritanya kerasa bngt fantasy n romance nya. Kalo jadi novel jg bagus. Dijadiin novel aja, Eonnie atau noona… Yakin bngt kl cover depannya bagus remaja bnyk yg beli *halahmalahpromosi. Aku jg penulis novel walau bru. Ini twitter ku @RealHyeonAh15 d follow ya….
    #readersgila

    Oya, mianhae aku bru komen d part ini. Aku males komen d tengah jalan *ketauandeh. Maafkan salah satu readers-mu yang ayan ini…

    1. aheey, aku jadi bingung mau dipanggil apa hehe. wuah aku berbangga hati FFnya dikomen sama penulis novel. Haha, bannernya jelek ya? :p aniya, aku nulis FF bener2 cuma hobi di sela kuliah, ga niat dibikin komersil #malahcurhat
      mgkn ntr sekali2 boleh dicoba, oke, akan kufollow ntr

      haha, gpa2 yg penting aku tahu komen skrg
      gomawo udh baca dan komen :*

  16. wow dae to the bak DAEBAK. Keren banget, apalagi scene minho sama hwon perang. Latarnya dan dari narasinya kerasa banget cerita kerajaan gitu, aku bisa ngebayanginnya. Walaupun yg pas blind date itu kaya ketebak banget itu pasti minho.

    1. hai april, i guess you was born in april, just like me 🙂
      aku emang hobi bikin narasi panjang bin ga penting haha

      gomawo udh baca dan komen yaa 🙂

  17. aaah….kenapa kece beginii???!!!
    jujur aku bikin pengakuan. aku cuma baca setengah part 1 awal dan setengah part 3 akhir. aku bukan tipe yang suka fairytale soalnya, makanya aku mengurungkan niat lanjutin baca full ampe akhir.

    trus aku penasaran karena kakakku manas2in aku buat baca cerita ini. pas laptop kakakku kebuka dan part ini terpampang di mozillanya, aku iseng2 baca pas bagian penyaluran kekuatan Shinyoung.

    apa yang terjadi? beneran mata aku berkaca2 saking gregetnya cerita ini. huwaa, itu menegangkan sekali. entah kenapa kebayang banget si Minho menopang badannya pada pedang punyanya saat dia kehilangan tenaga itu..aww :”)
    dan endingnya sweet banget sumpah. omoo~~~ aku gak nyangka si shinyoung back to the true life *?* dan semuanya cuma mimpi. aah, so sweeet~~~

    di lain waktu aku sempetin baca ff ini lagi deh. soalnya aku gak tau gimana plotnya si Taemin ma Jinki. hahaha..xD #gubrak. okedeeh, good job buat ff ini. nulisnya rapi banget.

    keep writing yaa~~ ^o^/

  18. your sister? #lirik readers. siapa kakakmu? penasaran deh

    sama banget, aku juga kalau baca FF suka milih-milih kok, tapi aku tersanjung loh (eaa) abis kamu baru baca dikit tapi udahh bilang kece hehe. semoga kamu tetep akan berpikiran FF ini kece kalau udh baca keseluruhannya haha

    ditunggu komentar lengkapnya kalau udh baca 😀
    gomawo udh bersedia membaca FF yg bukan genre-mu ini :*

  19. thor endingnya keren banget, maaf belum sempet comment di sebelumnya u,u
    pertama lihat cerita ini ku kira ini based on barbie langsung persis gitu, eh ternyata enggak
    keren banget thor, apalagi ceritanya si minong jadi bonekanya hihi
    untunglah endingnya mereka ketemu lagi, udah di tebak sih tapi overall awesome thor 😀

  20. APAAAN?!?! KISS SCENE NYA KURANG MBAK! #digetok
    (piss mameeen)
    Aduh my lovely qL^^ (??) Ini bener-bener Barbie and the Nutcracker deh. Kalo yang di sini Tahun baru kalo yang di film Natalan buahahahaha. Sempet tahan napas pas perang itu. Dan…. senyum-senyum pas Shinyoungnya hilang kayak di Barbie gitu huakaka. Ketemunya romantis deh. pake jas putih kayak photoshoot zaman Heelo muahahaha
    Sukaaaaaa. Fairytale romantis kayak gini unyu deh XD
    this is very nice fic!! XD

    1. REEEEN!!! ZZZZ, aku tidak sejago dirimu buat bikin kiss scene ;p

      ahaha, aku ga tau kamu puas atau ga bacanya tapi aku seneng kamu udh jadi pembaca setia dengan komen di setiap part.
      yep! paling suka minho di hello karena potongan rambutnya cuakeeeep!! dan plus dia dapat part nyanyi di sana kekekek

      gomawo reeen #peluksampegabisanafas

  21. Tehehehe, baru aja ngebut bacanya dan cuma bisa bilang…….. W-O-W!!
    Sebagai pecinta barbie dari sd, apalagi nutracker itu dvd bajakan pertama yang dipunya, ini ceritanya unyuuuuu bangetss =3
    Entah kenapa aku gampang banget ngebayangin tiap adegannya. Apalagi pas perang, terus transfer energi itu. Dan endingnya… hehe, aku gak berenti senyum ngebacanya. Karena emang cerita fairytale pasti selalu happy ending yah kk Beruntung sekali mereka bukan takdir yang sia-sia XD
    Hehehehe, pokoknya ini keren d^-^ Kapan2 nulis ff genre gini lagi yak XD /maksa/

    1. senengnya dapat pujian dari penggemar barbie heheh. ini juga film favoritku kok, dulu aku koleksi hamipir smua serinya dan sampai sekarang masih hobi hunting jugaa haha.
      syukur deh kalau kebayang dan soal transfer energi itu sebenarnya karanganku. habisnya aku bingung shinyoung bisa bantu dengan cara apa lagi hehe.
      ne, they are tied up by fate )
      haha, doakan saja aku masih punya ide nulis genre ini lagii :P;

  22. Kyaaaaa, aku suka banget ff ini. Idenya unik, narasi oke punya, rapi, dan EYD juga oke. cuma beberapa aja salah ketik atau kurang tepat, tp aku lupa sebelah mananya ^^v
    Terus berkarya dan nulis ff2 yang bagus ya ql ^^b

    1. sebenarnya ide inii pop up gtu aja stlh nonton cinderella story versi selena gomez lagi haha. Iyaa banyak typo yaa, aku juga jadi sebel sendiri pas dibaca ulang. kurang cukup nih waktu editannya huhuhu

      makasih semangatnya yaa bibid 😀

  23. Hai^^
    WAAAAH ini keren! meski ada satu hal yang mengganjal di hati di bagian ending, tapi sebaiknya tidak ditanyakan, kkk
    Perubahan sett saeguk ke jaman sekarang saat Shinyoung terbangun, emang cuma terasa sedikit perubahannya tapi menurutku itu udah oke banget, karena sekali lagi menurutku, khas film saeguk selain dari pakaian, setting tempat juga dari tutur kata mereka yang mana hal ini sulit dituliskan dalam bahasa indonesia, jadi menurutku ini udah oke banget!
    dan dialognya gak cheesy kok, menurutku semuanya udah sesuai pada tempatnya^^b

    1. Yaaah eooon, aku penasaraan. diemali aja gmna bagian yang menganjal? biar aku bisa banyak belajar hehe
      hehe, skali lagi mengakui emang itu kekuranganku jadi yaah gtu deeh rada2 failed.
      syukur deh, seneeeng
      makasih udh komen dari awal eon #hug

  24. Pingback: Pesan Twitter Paus Benediktus | Universal Religion
  25. Pingback: Apakah Benar NASA Pertama Kali Mendarat di Bulan? | SC-Neo's Web
  26. Endingnya sweet :):) aah suka banget kata-kata minho “Aku menepati janjiku. Bukankah kita akan kembali kemari bersama-sama?” Waaggh merindinggg. Udh sempet nebak siih akhirnya pasangan blind date shinyoung itu minho, tapi sempet ragu ini si minho yg melewati beberapa hari sama shinyoung ato bukan. Ternyata iyaa :’ dan seneng banget waktu minho bilang “aku hampir ketahuan” aaaaaaaa!:’
    Dari awal, pas baca tentara hwon jadi tikus dan pake hanbok hanbok itu, yg aku bayangin malah teddy bear museum yg di namsan itu-_-
    Bahasa penyampaiannya juga enak, aku menikmati alurnya banget. Berasa ada disitu wkwkw
    Suka banget ff nya!:D keep writing!
    Bikin fantasy lagi ya kaak hehehehe

  27. Daebak ff nya thor , aku terus penasaran sama setiap chap nya dan akhirnya happy ending aku seneng bgt bacanya 😀
    Bias aku choi minho lucu bgt ngebayanginnya kalo emang beneran jadi boneka kayu ㅋㅋㅋ‎​‎​
    Lanjutkan buat karya ff nya ya thor 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s