[FF PARTY 2012] Future Diary [2.3]

Future Diary

Title                           : Future Diary

(Is it  the beginning of the adventure?)

Author                      : Loemongga Khofifah

Main Cast                : Lee Jinki

                                      Choi Jina

Support Cast           : Choi Minho

Length                       :  Sequel

Genre                                    : Adventure.

Rating                       : PG-13

Summary                  : “First kiss ku..?” Jinki mengusap bibirnya dengan punggung

    tangannya. Ia tampak berfikir keras. First kissnya dicuri tanpa

    sepengetahuannya? Tapi, jika dia tidak menyadarinya, mungkinkah

    itu disebut first kiss?

A.N                             : Cerita ini terinspirasi dari film ‘death note’ Cuma kalian

  harus tau kalau alur cerita ini 100% berbeda dari ‘death 

  note’ sendiri. So, I’m not copying. Don’t be siders ne? Happy

  reading all^^

Ket                             : OP

Credit Poster          : ApreeLKwon eonni^^

-Jinki POV-

Seperti biasa, aku keluar ruang seniku menjalang malam. Dan tak terasa, dikampusku juga sudah sepi. Cuaca juga semakin dingin dan membuat bulu romaku berdiri seketika. Cepat-cepat ku langkahkan kakiku meninggalkan kampus ini.

 Keanehan yang semalam terjadi juga tak bisa kulupakan. Rumah itu sangat aneh. Apa perlu aku menyelidikinya? Aku bukan orang yang termasuk ‘suka mencampuri’ urusan orang lain. Tapi, kejadian kemarin sungguh membuatku penasaran. Tapi tidak! Aku tidak mau masuk kerumah aneh itu lagi.

“Mmmpphh” aku  mencoba berteriak ketika seseorang membekap mulutku dengan paksa. Tapi percuma. Tubuhku terus ditarik dengan paksa ke belakang. Aku tak bisa bernafas dan setelah itu pandanganku gelap.

-Author POV-

“Oppa..oppa…gwenchanayo?” Jina menepuk-nepuk pipi namja yang berada dipangkuannya.

“Oppa..Ireona..!!” dia menepuk pipi namja itu lebih keras, namun namja itu tetap tak bergeming.

“YA!!” Yeoja itu tampak kesal.

Ia memperhatikan kesekeliling, takut kalau ada orang yang mengetahui keberadaannya. Nafas buatan kah yang diperlukan namja ini? Ragu-ragu Jina mendekatkan wajahnya dan bibir mereka menempel dengan lembut (?) Pelembab bibir yang digunakan Jina kini sudah hampir berpindah semua ke bibir Jinki.

Jinki yang merasa ada sesuatu menempel dibibirnya langsung terbangun dan membelalakkan kedua matanya.

“Nggghhh…” rintih Jinki. Jina menyadari kalau Jinki sudah bangun langsung melepaskan ciuman itu.

“Jinki oppa, gwenchanayo?” tanyanya tanpa merasa bersalah.

“Jina, kau…?”

“Ne oppa, wae?”

Namja yang bernama Jinki itu langsung bangkit dari pangkuan Jina. Dia duduk menghadap yeoja itu.

“Jina, kau…?”

“Wae?!”

“First kiss ku..?” Jinki mengusap bibirnya dengan punggung tangannya. Ia tampak berfikir keras. First kissnya dicuri tanpa sepengetahuannya? Tapi, jika dia tidak menyadarinya, mungkinkah itu disebut first kiss?

“Haish! Kau ini!” Jinki men-ttakbam kening Jina. Yeoja itupun meringis kesakitan.

“Ya, appo..”

“Eh? Bagaimana bisa aku disini?” Tanya Jinki ketika menyadari bahwa iya sedang duduk diatas salju dan dibawah pohon besar. Tempatnya sekarang berbeda jauh dengan tempat dia sewaktu meninggalkan kampusnya tadi.

 “Tadi aku yang membekap mulut oppa. Aku ingin mengajakmu ketempat yang sunyi dan tak ada seorang pun yang dapat mendengar pembicaraan kita”

“Mwo? Membekap mulutku?” Jinki berusaha mengingat kejadian yang dimaksud Jina.

“Ye..” Jina mengangguk antusias.

“Oh iya, aku ingat! Apa maksudmu ‘tak ada seorang pun yang dapat mendengar pembicaraan kita’? Memangnya kau ingin mengatakan apa?”

Jina celingak-celinguk. Memastikan kalau disana hanya ada mereka berdua disana.

“Oppa, kumohon bantu aku keluar dari siksaan ini”

“MWORAGO?” Jinki mencoba membesarkan kedua matanya, walaupun pada kenyataannya matanya tak bisa membesar.

“Shhuuttt” Jina membekap mulut Jinki-lagi-

“Oppa, tenang lah dulu. Kita bicarakan pelan-pelan” setelah Jinki mengangguk, Jina membuka bekapannya.

“Apa maksudmu dengan siksaan? Bukan kah kau tampak sehat-sehat saja? Bahkan sekarang kau bebas bisa kemana-mana”

“Oppa, kau tau kenapa kemarin tiba-tiba perutmu menjadi sakit?”

Jinki tampak berfikir, kemudian menggeleng.

“Siksaan itu yang aku maksud oppa” Jina mengungkapkannya dengan nada sungguh-sungguh.

“Jina..Jujur, aku tak tau apa maksudmu. Bisakah kau menceritakannya lebih detail?”

“Huh..baiklah oppa. Kau melihat ‘ Future Diary’ yang dipegang suamiku-Minho- semalam?”

“Ne, aku melihatnya. Wae?”

“Diary itu, yang membuat perutmu kemarin menjadi sakit tiba-tiba. Diary itu bisa merubah masa depan semua orang, tergantung apa yang ditulis si pemilik.”

“Berarti maksudmu Minho sudah menuliskan masa depanku disitu?”

“Ye..Tapi kurasa dia hanya menulis masa depanmu hanya untuk mengeluarkan dirimu dari rumahku, itu saja. Minho, dia punya diary itu itu. Dia bisa menyiksa siapa saja yang dibencinya dengan diary itu. Dia juga bisa membuat orang yang sama sekali tak mencintainya tiba-tiba bisa menikahinya tanpa suatu alasan” Jina menundukkan kepalanya dalam-dalam. Jinki tau kalau yg dimaksud Jina adalah dirinya sendiri.

“Dan yang lebih parah lagi, dia bisa membunuh orang dengan diary itu oppa! Maka dari itu kita harus menghentikannya!”

“Tapi, bagaimana caranya?”

“Kau coba saja baca petunjuk tentang future diary itu di salah satu buku yang terdapat diperpustakaan gereja didepan rumahku”

“Kau gila? Pastur yang ada disana pasti tidak akan memberi izin aku masuk tanpa ada alasan yang spesifik!”

“Tidak ada waktu lagi oppa, kau harus melakukannya dengan cepat!”

“Baiklah, kapan?!”

“Besok! Kau harus melakukannya besok!”

“Ya!! Besok aku harus ke Busan untuk menemui keluargaku! Aku harus bersama mereka ketika natal tiba!”

“Maka dari itu oppa! Besok tanggal 24 Desember dan semua orang akan pergi ke gereja untuk kebaktian. Disitulah kesempatanmu. Ketika semua orang berdoa, kau masuk secara perlahan ke perpustakaan gereja itu. Sedangkan aku akan berdoa sepenuhnya demi keselamatanmu”

“Kenapa harus aku yang melakukannya? Kenapa bukan kau saja?”

“Karna kau yang menurutku lawan seimbang bagi Minho! Bahkan jika kau yakin pada dirimu, kau bisa menang darinya! Lagian, hanya orang keturunan ‘dewa Hades’ yang bisa menggunakan Diary itu”

Jinki mencoba mencerna perkataan Jina. Dewa Hades? Dewa yang dalam sepengatahuannya adalah dewa kematian dalam Mitologi Yunani. Apa maksudnya? Apa Jinki salah satu keturunan dari dewa hades?

“Oppa, tak banyak waktu yang tersisa, termasuk hidupku! Kumohon bantulah aku demi kelangsungan hidupmu dan berakhirnya kejahatan yang Minho perbuat” Jina melanjutkan kata-katanya.

“Maksudmu..? Hidupmu…?”

‘Teng..teng..’

Jam besar yang ada dipinggir kota itu berdetak dengan kencang menunjukkan pukul 9 malam.

“Ah, aku harus pergi dari sini. Minho akan segera pulang” Jina bangkit dari duduknya dan menepuk-nepuk bokongnya. Dia membersihkan salju yang mungkin masih menempel disana.

“Oppa, kuharap kau mau membantuku. Annyeong”

Jinki hanya menatap aneh kepergian Jina. Dia bingung, apa yang harus dia lakukan. Disatu sisi dia ingin membantu yeoja itu dan menyembuhkan penyakit yang telah Minho perbuat didalam tubuhnya. Lagian, merebut future diary itu tidak susah. Tapi di sisi lain dia tidak mau membuat keluarganya kecewa. Apalagi sudah setahun dia tidak pulang kerumah. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengirim pesan pada eommanya.

To : Eomma Sayang

Eomma, maafkan Jinki yang mengecewakanmu kali ini. Jinki tak bisa datang besok. Tugas kuliah sedang menumpuk dan tak bisa untuk ditinggalkan. Jinki berjanji, tahun baru nanti akan pulang. Maafin Jinki ya eomma

Jinki menutup layar handphonenya ketika tulisan ‘massage send’ tertera disana. Cepat-cepat dia bangkit dari duduknya dan langsung pulang ke apartementnya.

***

Semua orang sudah berada digereja sekarang dan mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Jinki tampak cemas karna sedari tadi dia tak melihat Jina disana, kemana Jina sebenarnya? Jinki mencoba memberanikan diriku memasuki sudut ruangan yang ada digereja itu.

“Huh” Jinki menghembuskan nafas lega ketika dia berhasil memasuki  sebuah ruangan tanpa diketahui oleh siapapun. Ruangan yang cukup besar, dengan dinding yang penuh rak buku menjulang tinggi. Terdapat meja besar dengan beberapa kursi di tengah ruangan.

Jinki mencoba berkeliling untuk memilih buku-buku yang ada disana. Iya berhenti disalah satu rak dan melihat sebuah buku yang tak asing. Tangannya meraih buku itu dan membaca judulnya ‘Future Diary’

Setelah mendapat buku yang dia rasa cocok, Jinki menggeser sebuah kursi yang ada ditengah ruangan kemudian duduk disana.

Buku itu ditulis dengan bahasa latin yang Jinki sendiri tak mengerti artinya. Dibukanya halaman buku itu selembar demi selembar. Kemudian dia menemukan sebuah bacaan yang ditulis dengan bahasa inggris.

“ah, akhirnya~”

Dibacanya perlahan isi dari buku itu.

How to use it:

Solum ex progenie deus inferus qui posset uti libro hoc.

(Only the offspring of the god Hades who could use this book)

 “Lalu, apa selanjutnya?” Jinki membalik buku usang itu. Dia terus membalik halaman buku itu. Tapi apa yang dia dapat? Hanya tulisan aneh berbahasa latin yang dia sendiri tak mengerti. Dihalaman terakhir, ada tulisan besar berwarna merah darah-masih dengan bahasa latin- Dia penasaran dengan maksud tulisan itu, karena tulisannya berbeda dengan halaman yang sebelumnya.

‘ceklek’

Pintu ruangan perpustakaan terbuka. Jinki kaget bukan main. Habis sudah riwayatnya. Dia tertangkap basah!

“Kau sudah menemukannya oppa?” Jina muncul dari balik pintu.

“Ah, ternyata kau Jina. Mengagetkanku saja”

“Sudah, tapi Jina ada yang tidak aku pahami. Bagaimana caranya aku merebut diary itu?”

Jina masuk dan duduk disebelah Jinki.

“Ntahlah, kapan menurutmu waktu yang pas saja. Biasanya Minho selalu membawa diary itu kemana-mana. Dia selalu menyimpannya disaku dalam jacketnya”

“Oh, aku mengerti. Jina, bisakah kau ceritakan padaku hubungan apa sebenarnya yang terjalin antara kau dan Minho. Dari sorot matamu, aku tak melihat kalau kau mencintainya”

“Bukan waktu yang pas jika aku menceritakannya sekarang. Cepatlah pergi oppa, sebentar lagi kebaktiannya sudah mau selesai”

Jinki melihat jam yang melingkar ditangannya.

“Ya, kau benar, sepertinya aku harus pergi”

Jinki bangkit dari tempat duduknya kemudian memasukkan buku panduan future diary itu kedalam ranselnya.

“Doakan aku ya” Dia mengacak-acak rambut Jina.

Jina hanya tersenyum memandang punggung namja yang menjauh itu.

***

Jinki berjalan dipinggiran kota dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku jacketnya. Dia melihat seseorang yang berjalan lawan arah dengannya dikejauhan. Ia merasa tak asing dengan orang itu, wajahnya sangat familiar.

“Minho?” Jinki mempertajam pengelihatannya.

“Tak salah lagi, itu dia!”

Jinki segera memakai kacamata minusnya, kemudian menundukkan kepala dan semakin mempercepat langkahnya. Jantungnya berdetak lebih cepat. Jaraknya dengan Minho semakin dekat. Tiba-tiba

‘Bruk’

Jinki sengaja menabrak bahu Minho hingga namja itu hampir jatuh. Cepat-cepat Jinki memegang kedua lengan Minho agar dia tak sepenuhnya jatuh. Setelah Minho berdiri tegak, Jinki mengelus-elus pelan dada-dimana tempat penyimpanan ‘future diary’- Minho.

“Sorry bung!” Jinki tersenyum kemudian pergi meninggalkan Minho.

Jinki berjalan lebih cepat dari yang tadi. Setelah dia merasa aman, segera dia bersembunyi di balik pohon tengah kota itu.

“Huh, I got this!” Jinki melihat future diary yang ntah bagaimana caranya kini berada ditangannya.

“Jadi, kau salah satu keturunan Dewa Hades?”

DEG!

Jinki menoleh kesumber suara. Suara bass Minho mengagetkannya.

Jinki memeluk diary itu erat-erat kemudian lari sekencang yang dia bisa. Minho terus mengejarnya.

“hhh…bagaimana ini? Dia mengetahuinya! Ottoke? Ottoke? Ottoke?!! hhh” Jinki bergumam disela-sela lariannya. Dia menoleh kearah belakang, jarak antara dia dan Minho semakin dekat. Jinki mempererat pelukannya terhadap diary itu.

“Future Diary? Aissh! hhh”

“Apa yang harus aku lakukan?” Jinki bertanya pada dirinya sendiri. Dia berlari sambil membuka lembar-lembaran diary itu. Yang dia tau, Minho hanya menuliskan beberapa rencana di diary itu. Berarti dia juga harus menuliskan rencana disana? Tapi rencana apa?

“Apa..apa..apaa?! Tuhan, kenapa aku mendadak jadi bodoh?!” Dia frustasi, hampir saja dia terjatuh karna menabrak pejalan kaki yang lainnya. Semua orang terlihat bingung akibat adegan action yang dilakukan Minho dan Jinki.

“Ah, aku tau!”

Segera Jinki mengambil pena yang ada di kantung jaketnya dan memulai menuliskan sesuatu rencana disana. Sebenarnya Jinki belum sepenuhnya yakin kalau dia akan berhasil. Lagian dia juga belum terlalu percaya kalau dia sebenarnya keturunan dewa hades.

‘Minho yang sekarang lagi mengejarku tiba-tiba terkena serangan jantung dan pingsan mendadak!’

Setelah menulis kalimat itu, Jinki menoleh kebelakang. Dia heran melihat Minho yang kini sudah tak mengejarnya lagi. Dia berhenti berlari, kemudian melihat segerombolan orang yang mengelilingi satu objek. Jinki merasa aneh karena setiap orang yang dilihatnya mempunyai angka-angka yang mengelilingi kepala mereka. Angka apa itu? Disela-sela keramaian, dia bisa melihat tubuh Minho yang kini telah tergeletak di tengah jalan. Dia? Apa dia Benar-benar keturunan dewa hades?

*To be continued*

Aneh banget ya?._.v Oke, Don’t be siders ne?!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

17 thoughts on “[FF PARTY 2012] Future Diary [2.3]”

  1. Kalo hanya keturunan dewa Hades yg bs menggunakan buku itu, berarti Minho juga sama?

    Angka di atas kepala?jd keinget Angel of the Death, bedanya kl disitu pke jam.

  2. bukan komedi ya? tapi gimana nih, aku ketawa coz tiba-tiba minho pingsan begitu. hahaha…
    oh ya, mereka sama-sama bisa menggunakan buku itu, bedanya Jinki nggak perlu menggunakan darahnya, sedangkan Minho memakai darah, kan? bener nggak? trus kenapa Jina bisa tahu kalo jinki keturunan dewa?

    -dikampusku. diikuti kata tempat, jadi harus dipisah. >di kampusku Jinki
    -Jinki menghembuskan nafas. bukan nafas, tapi napas
    -kedalam. di ikuti nama tempat jadi> ke dalam.

    eyd-nya harus banyak yang diperbaiki. sebaiknya khofifah lebih banyak belajar masalah yang satu itu. aku juga masih belajar juga kok. semangat, ya!

  3. Khofifah-ssi, baru tau nih klo cowo’ juga kepikiran first kiss-nya diambil 😉
    Ada kemungkinan gak ya Jinki dan Minho bersaudara? Kenapa Minho nulis di Future diary pake darah, sementara Jinki pakai pena aja bisa? Jadi penasaran nih endingnya akan seperti apa. apakah Jinanya jadi sama Jinki?
    Ok Khofifah-ssi, ditunggu part akhirnya.. 🙂

  4. 1. seperti biasa aku keluar dari ruang seniku menjelang malam. bukan menjalang malam. wkwkwkw part ini kok kayaknya pendek bgt ya? tapi ceritanya makin seru. i like it^^

  5. Wah . . . .
    Sorry ya baru comment di part ini . Ceritanya keren . Penuh teka-teki dan misteri . Suka suka
    Fighting buat jinki oppa (ง’̀⌣’́)ง . Semangat juga buat author yg nulis ☺

  6. “kenapa aku jadi mendadak bodoh?”
    bwahahaha disaat lari jg msh aja besangtae(?),,
    lagi tegang tegang liat aksi kejar”an kodok dan ayam,eh
    langsung ngakak pas bca bgian itu…

    Wah wah wah sprtny bnr jinki kturnan dewa hades,tp kok g usah nulis pke darah? Apa jbatan(?) kturunan(?) jinki lebih tinggi dr minho…
    Jd dia g usah nulis pke darah…

    Ditunggu next chapnya..
    Suka suka suka

  7. aah, ngebayangin gaya si Jinki nubruk si Minho itu gubrak banget..aku malah kebayang sangtae nya =___=”
    tapi gitu2 kece looh..haha..gmna bisa dengan mengusap saku jaket dari luar, trus buku berpindah tangan *o*
    aku sih mikirnya napa si minho pake darah, si jinki bisa pake pena karena pas si minho pengen nyatet itu lagi ga ada pena di dekatnya, makanya pake darah ujung jari aja..haha.. #ngayalbebas

    lanjut aah, butuh kepastian ttg ke dewa hades-nya Jinki nih *?*
    😀

  8. Ooh keren author, lebih keren dari part 1 author.
    Buat sequelnya panjang-panjang author
    Keren-keren (งˆ▽ˆ)ง
    Semangat

  9. yah… part ini kependekan u,u
    hahaha saya rasa ini agak sedikit humor ya.
    si jinki sangtaenya XD

    hmm.. jinki dewa hades? kenapa dia nulis ngak pake darah?
    apakan jinki versi angel dan minho versi devilnya? makanya beda.
    ntahlah… ditunggu part akhirnya…

  10. eh jadi jinki juga keturunan hades? aigoo semakin keren saja
    penasaran sama next’nya 😀
    eh itu, si minong langsung pingsan thor? wkwk jinki hebat
    lanjutannya ditunggu thor, aku harap jina sama jinki kkk

  11. Nggak nyangka Jinki bakalan mudah banget ngambil Future Diary dari tangan Minho. Hahaha, mendadak bodoh. Dalam situasi panik karena dikejar-kejar gitu emang wajar sih nggak bisa mikir apa-apa. Tapi kan akhirnya Jinki mendadak pintar lagi dengan tahu apa yang harus dia lakukan.

    Nice story.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s