[FF PARTY 2012] Nobody Knows [2.2]

Title                 : Nobody Knows

Author             : Bella Jo

Main Cast        : Lee [Onew] Jinki | Choi Minho | Lee Jinri | Park Hyunyo

Suport Cast     : The rest of SHINee’s member

Genre              : Romance, incest, family

Type/Length    : twohots/ 2 of 2

Rating                         : PG 16

Summary         : ” Jinri, semua sudah berubah… aku merindukanmu…”

Ket                  : OP

A/N                 : yups, part 2 here… mohon commentnya, y, chingu… your comments are oxygen gor me~~~

 

Nobody Knows

By. Bella Jo

 

Jinki terdiam. Tangannya mengambil tangannya menerima es krim yang disodorkan padanya sementara gadis bernama Hyunhyo itu duduk di sampingnya. Gadis itu mencoba mengerti, sambil tersenyum dia berkata, ”Kukira kau sudah menerimaku karena hanya orang sepertiku yang bias masuk di antara kalian berdua…. Yaaah, aku juga satu-satunya orang yang yang tahu akan hal ’itu’…”

Suasana di anatara mereka hening. Jinki terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri dan tanpa sadar membiarkan es krrim dalam genggamannya mencair. Hyunhyo sadar akan hal itu dan langsung menjilat lelehan es tersebut dengan cepat. Jinki tersentak kaget melihat pemandangan itu.

“Aaaah… dingin….”

Jinki tersenyum melihat tingkah dongsaeng kembar dengan wajah serupa tapi tak samanya itu. Dia menyeka pinggiran mulut dongsaengnya yang dipenuhi es krim, ”Apa kau sebegitu inginnya memakan es krimku, Jinri? Kenapa kau langsung melahapnya begitu? Dasar!”

Jinri tersenyum manis ke arah oppanya, ”Karena aku pengen dapet makanan atau minuman yang baru dimakan oppa…” Jinki mengangkat alisnya, ”Untuk apa?”

”Ra-ha-si-a!! Hal seperti ini lagi beken di kalangan anak-anak perempuan. Harus dari orang yang ditaksirnya.”

”Kau naksir aku, Jinri-ah? Oppa kembarmu sendiri?”

”Tentu. Hanya oppa. Selamanya hanya oppa.”

”Ya, aku juga. Selamanya hanya dirimu seorang.”

 

“ Jinki Oppa?”

Jinki lagi-lagi tertegun, kali ini karena mendengar suara yang memanggil dirinya. Itu nada yang sangat dirindukannya. Dia langsung menoleh dan tergagap,” Jin..Ri…-ah…?” Namun sinar harapan di matanya langsung sirna saat melihat sosok orang yang ada di depannya. Hyunhyo tersenyum maklum.

“Aku tahu kalian begitu saling mencintai…,” Hyunhyo menghela nafas, ”Semua semakin terasa saat aku melihat kau yang masih berharap mendengar panggilan itu keluar dari bibir dongsaengmu….” Hyunhyo mendongak menatap Jinki dengan tatapan lembut yang tegas. Jinki terdiam saat sadar dia pernah menemui ekspresi di wajah Hyunhyo itu sebelumnya.

”Tapi berjanjilah satu hal padaku…,” lirih Hyunhyo.

”A… apa itu?” tanya Jinki.

”Jangan pernah tinggalkan aku…”

Jinki tertegun lagi, ”Kata-kata itu……”

Kami kira semua akan berjalan mulus

Tapi ternyata tidak mereka yang tidak tahu, bukan?

Atau malah kami yang tidak mengerti?

                        Apa karena kami belum dewasa?

Atau mungkin hanya kesoktahuan orang dewasa

Jangan gerakkan hati kami

Karena kami tetap takkan berubah

 

***

 

 

”Jinri!” panggil Minho penuh semangat. Jinri menoleh dan hanya tersenyum sepenuhnya. ”Apa kau sudah makan, jagi?” tanya Minho begitu ia sudah berhadapan dengan gadis itu. Jinri menggeleng pelan, ”Belum. Nanti saja, aku belum lapar….”

”Kenapa begitu? Bagaimana kalau kau sakit? Ayo makan!” ucap lelaki berkulit putih itu dengan nada setengah memaksa. Tangannya menarik lengan Jinri yang mengikutinya dengan benar-benar enggan.

”Laki-laki ini aneh. Dia bukan tipeku, jauh sekali. Dia pemaksa, ceria dan agak jorok. Kadang-kadang dia berteriak kegirangan hanya karena hal kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan. Dia memang sangat menyayangiku…. Tapi dia tetaplah bukan tipeku! Aku tidak mau dengannya. Jinki oppa, kembalilah padaku…,” batin Jinri berseru-seru namun tetap tanpa suara pada kenyataannya.

Baginya, Jinki dan Minho sangatlah berbeda. Jinki berhati lembut, kalem, sering memberinya kejutan yang menyenangkan, sangat mengerti dirinya maupun keinginannya, dan satu hal yang pasti Jinki sangat mencintainya. Minho sangat bertolak belakang dengan Jinki. Tapi ada satu hal yang sama, satu hal yang sangat disadari Jinri, kedua lelaki itu menyayanginya. Karena itulah Jinri tetap bertahan sebagai tunangannya selama empat bulan ini.

Makanan sudah terhidang lengkap di atas meja, tapi Jinri tidak menyentuhnya sedikit pun. Ia hanya menyesap pelan jusnya. Minho menatapnya dengan semakin cemas dan bingung.

” Jinri-ah, neo gwaenchana?? Apa kau sakit?”

Jinri menggeleng,” Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Hanya agak lelah…” Gadis itu ingin sekali pergi dari tempat itu dan kembali ke kamarnya. Tapi reaksi Minho berkata lain.

HAP

Jinri kaget begitu sepotong kentang sudah menyusup masuk ke mulutnya. Matanya menangkap tangan Minho yang menyuapkan benda itu dengan tiba-tiba. Ia menatap Minho seakan bertanya-tanya.

” Kenapa? Kalau orang lelah, harus makan banyak! Kau bagaimana sih?!” ucap Minho santai sambil menyuapkan sepotong kentang lagi ke mulut Jinri. ”Tenang saja. Aku akan menjagamu. Apa pun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu…”

***

”Apa Eomma yakin dengan keputusan Eomma ini?” tanya seorang pria paruh baya dengan cemas sambil melihat catatan rencana pesta pernikahan Jinki dan Jinri. Wanita yang ditanyai mengangguk pasti, ”Tentu. Eomma sangat yakin. Setidaknya ini akan jadi pertemuan terakhir mereka sebelum melepas masa lajang. Pertemuan terakhir sebelum perpisahan…”

” Tapi kalau begini Appa tidak setuju!!”

”Appa mau tidak mau harus setuju. Karena kita sudah banyak berbuat salah pada mereka. Ini cara terakhir kita menebus dosa…”

***

Dua minggu kemudian, Hyunhyo dan Jinki sudah berada di suatu ruangan dalam satu gedung resepsi yang telah lama mereka nantikan. Hari ini tepat satu tahun sejak pertunangan mereka. Dan ini saatnya mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Hyunhyo tahu sekarang Jinki sudah berubah, tidak sekaku maupun sedingin dulu lagi. Benih sayang sudah tumbuh di antara keduanya. Dan itu membuat keduanya berhubungan hangat.

” Jinki Oppa sayang, apa kau baik-baik saja?” tanya Hyunhyo cemas saat melihat wajah pucat Jinki. Tangan, wajah, dan tubuh lelaki itu terasa dingin. Jinki tersenyum dan memeluk gadis itu perlahan,” Jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Setidaknya sampai acara ini selesai….”

Tangis Hyunhyo terdengar pelan. Ia melepaskan pelukan Jinki dengan lembut,” Baiklah, tapi jangan paksakan dirimu, Oppa! Kalau kau tidak bisa, tidak masalah.”

Jinki mengerutkan keningnya,” Kenapa kau berkata begitu? Hari ini hari penting bagi kita berdua. Aku tidak akan mungkin menghancurkannya…” Tapi kemudian Jinki terbatuk-batuk dan ia segera bergegas ke luar menuju toilet. Hyunhyo semakin takut sesuatu terjadi pada calon suaminya itu. Namun ia segera menata hati, merapikan gaunnya yang agak kusut, dan memoles kembali riasannya yang tadi luntur karena air mata.

Ia menatap cermin besar di hadapannya dan menghimpun seluruh tenaga dan semangatnya. “ Hari ini hari pentingku! Ini hari di mana kebahagiaan kami dimulai, walau semua ini tidak akan bertahan lama…”

Jinri mematut dirinya di depan cermin hias. Wajah ovalnya yang cantik tampak suntuk dan tidak bersemangat. Di sampingnya berdiri dua orang yang sudah lama tidak ia temui.

” Kenapa Eomma dan Appa membarkan pernikahanku dilakukan bersamaan dengan pasangan lain? Setidaknya biarkan aku mendapatkan hari pernikahanku sendiri!” keluh Jinri tanpa menatap kedua orang tuanya. Sebenarnya ia sedang menahan tangis keengganannya untuk menikah.

” Jinri, apa kamu mencintai Minho?”

” Tidak.”

” Lalu, kenapa kau setuju dengan perjodohan, pertunangan, dan pernikahan ini?”

Tangis Jinri sudah tidak terbendung lagi.denagan pipi yang basah dengan genangan air mata, ia berbalik an berseru dengan suara serak,” Karena aku tidak bisa bersama Oppa! Karena kebahagiaanku sudah kandas sebelumnya! Jadi, apa gunanya aku menolak, heh?! Kalian tidak akan merubah apapun, kan? Jawab Appa, Eomma!!”

” Jinri…….”

Jinri segera menghapus air matanya dan menenagkan dirinya. Gadis yang sudah hendak menjadi isteri orang itu berucap,” Karena itu, semua sama saja bagiku. Sejak dulu kalian telah membekukan hatiku, tapi sekarang kalian malah mebuatnya menjadi panas. Lebih baik ini cepat berakhir… kalian sudah berjanji akan mempertemukanku dengan oppa, kan? Maka aku akan melakukannya…”

” Pengantin wanita segera bersiap-siap! Sebentar lagi acara akan dimulai!” ucap salah seorang staf pengatur pernikahan dari balik pintu. Jinri menelan liurnya,” Sekarang sudah saatnya…”

***

Jinri berdiri di balik pintu yang nantinya akan terbuka dan mengantarkannya ke depan altar. Wajahnya kusut tak karuan. Sementara itu, di sampingnya berdiri seorang gadis yang juga bergaun putih. Ia tidak sadar kalau gaun yang dipakainya sama persis dengan gaun gadis itu. Berbeda dengan Jinri, wajah gadis itu tampak begitu bahagia sekaligus tegang.

” Kau siap, Jinri-ah ?” tanya Appanya sambil mempersilakan tangan Jinri bergelayut di lengannya. Jinri hanya menganggu pelan tanpa semangat. Wali pria gadis yang satunya juga sudah tiba di sana. Pintu mulai terbuka dan kenyataan pahit pun terungkap.

Saat ini aku memandangmu

Aku telah menemukanmu

Tapi kenapa daada ini terasa sakit?

Kenapa hatiku malah melayu?

 

Tidakkah kau menungguku?

Lalu apa arti penantianku?

Sekarang kau berdiri di sana

Tapi bukan untukku…

 

” Kenapa dia berdiri di sana? Kenapa dia berada di samping Hyunhyo? Apa ini lelucon? Semua hanya lelucon Appa dan Eomma?”

“ Kenapa dia berada di depan altar sana? Kenapa dia di samping Minho? Ini bohong kan? Jangan-jangan… gadis ini…”

Jinri dan Jinki saling pandang dalam diam. Tubuh keduanya membeku kaku. Tapi Jinri mau tak mau terus berjalan beriringan dengan ayahnya. Jinki berusaha mengendalikan pikiran dan kesadarannya. Lelaki itu mengalihkan pandangannya ke arah Hyunhyo dan mengulas senyum kepada gadis yang tampak bahagia itu. Melihat itu hati Jinri seperti tertusuk ribuan pedang. Tanpa ekspresi dan pandangan kosong, air mata mengalir dari sebelah matanya.

” Jinri, semua sudah berubah… aku merindukanmu…”

Hyunhyo dan Jinri mengakhiri langkah mereka saat keduanya tepat berada di samping pasangan masing-masing. Posisi Jinri berada di antara Jinki dan Minho. Gadis itu mencuri pandang dengan iri ke arah Hyunhyo yang tangannya digenggam Jinki dengan begitu hangat. Semakin iri lagi saat menyadari bahwa ia sudah tidak ada dalam tatapan Jinki. Sementara itu, acara janji suci dimulai.

” Oppa, aku tidak mau menikah dengannya. Aku mau denganmu…,” bisik Jinri dengan suara bergetar. Tak ada reaksi dari Jinki. Jinri menggapai tangan Jinki yang berada di sampingnya,” Kak, kumohon…”

” Hentikanlah. Kita sudah cukup sampai di sini. Aku sudah menemukan kebahagiaanku dengan gadis ini. Semua sudah berakhir…,” balas Jinki berbisik juga. Jinri tercekat. Tangannya melemas dan akhirnya melepaskan tangan Jinki yang digenggamnya. ” Oh, begitukah? Berarti kekerasan hatiku selama ini sia-sia? Baiklah….” Kata-katanya terhenti saat Jinki berbalik menggenggam tangannya.

” Kau akan mengerti alasanku nanti…”

***

Dua minggu telah berlalu sejak hari pernikahan keempat orang itu. Jinri sama sekali tidak bisa tersenyum sejak hari itu. Padahal, Minho sudah mengusahakan berbagai cara untuk mengembalikan senyuman di wajahnya. Hari ini gadis yang sudah menjadi istri orang itu duduk di balkon tempat mereka menginap selama bulan madu di Jepang. Matanya menunjukkan seakan tubuh itu tak berjiwa. Ingatannya kembali ke hari dua minggu lalu…

“ Oppa serius dengan semua ini?” Tanya Jinri pada Jinki, matanya menerawang. Jinki tampak bingung, atau mungkin pura-pura bingung,” Apa maksudmu, Jinri-ah?”

” Janji kita. Oppa mengingkarinya? Janji yang membuat Jinri tetap hidup sampai sekarang oppa ingkari?”

” Oppa tidak mengingkarinya. Oppa tetap bersamamu walau kau sudah menikah. Oppa tidak meninggalkanmu, kan?” jawab Jinki santai. Jinri terdiam mendengarnya. Beberapa saat kemudian, Hyunhyo datang menghampiri dan mengajak Jinki untuk menyalami tamu-tamu yang hadir dalam acara itu. Jinri sudah mau berbalik dengan tatapan yang semakin nanar, tapi tangan Jinki menahannya perlahan. Lelaki itu berbisik,” Ini juga demi kita, Jinri-ah. Kau…,” lelaki itu menghela nafas,”… Kau akan mengerti suatu saat nanti.”

Walau dua minggu sudah berlalu, Jinri masih belum menemukan jawaban yang disebut-sebut Jinki saat itu. Gadis itu merapatkan dirinya ke dinding dan kembali tenggelam dalam pikirannya lagi.

Tiba-tiba Minho datang dengan tergesa-gesa. Saat sampai di hadapan Jinri, nafasnya tersengal-sengal namun Jinri tetap tidak peduli. Minho buka suara,” Jinri-ah, ada berita buruk…,” ucapnya. Jinri menjawab dengan reaksi datar,” Apa?”

” Orang dari keluargamu tadi menelpon. Katanya oppa kembarmu…,” Minho kembali sibuk mengatur nafasnya. Jinri langsung menoleh dengan penuh takut ke arahnya,” Ada apa? Apa yang terjadi dengan Jinki Oppa?” tanyanya panik.

” Jinki hyeong… meninggal tadi siang…”

Katakan padaku…

” Apa?” Jinri terperanjat kaget dan langsung menunjukkan wajah tak percaya,” Kau… bohong ’kan? Hal itu tidak mungkin…. Tidak mungkin!!”

Bukankah kau sudah berjanji padaku?

Minho semakin mendekati Jinri dan menarik paksa bahu gadis yang sedang panik itu. Ia berkata tegas,” Tidak, Jinri-ah. Itu semua kenyataan. Kamu harus percaya padaku!” Minho berusaha tenang,” Dia meninggal tadi siang di rumah sakit yang ada di Singapura. Dia menderita anker hati sejak dua tahun yang lalu…” Lelaki itu menhentikan ucapannya dan mengerutkan alisnya dengan heran. Ia bertanya dengan nada yang sangat hati-hati,” Kau… tidak tahu?”

Bukankah kau sudah berjanji padaku?

Jinri menggeleng tetap dengan tidak percaya. ” Semua itu bohong. Kau bohong! Aku mau ke sana sekarang!” pekiknya berurai air mata. Sebenarnya ia sedang menentang kata hatinya sendiri. Ia punya firasat bahwa hal yang dikatakan Minho itu memang benar. Jinri memang sudah merasakan sakit yang terus menjalar di sekitar organ dalamnya, terutama hati sejak dua tahun lalu, namun dokter mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Rasa sakit itu juga mencapai puncaknya pada siang tadi, dan sejak siang ia tidak merasakan rasa sakit itu lagi. Ia merasa bahwa itu merupakan hasil dari kontak batin dengan oppa kembarnya itu.

Dengan kaki lemas, Jinri melangkahkan kakinya menuju luar. Minho tidak tahu apa ia harus menghentikan gadis yang sedang panik itu atau bagaimana. Akhirnya ia berujar,” Semua sudah berakhir, Na. Dia sudah pergi, dan kau harus percaya ini…”

Kepala Jinri terasa sangat sakit, dadanya sesak. Tubuhnya semakin lemas. Dia hendak berbalik ke arah Minho untuk kembali menyangkal perkataan lelaki itu. Tapi, begitu ia berbalik, kesadarannya hilang.

Jangan pernah tinggalkan aku…

***

Seorang wanita berpakaian serba hitam memasuki wilayah pemakaman. Di tangannya ada sebuket bunga bakung yang dihias indah. Di tangannya yang satu lagi digenggam tas tenteng warna merah-hitam. Dia berhenti tepat di depan kuburan dengan nisan yang bertuliskan nama Lee Jinki. Wanita itu menatapnya penuh arti, lalu meletakkan buket yang ia bawa di atasnya. Wanita itu tersenyum,” Jinki oppa, apa kabar? Jinri datang lagi. Jinri rindu oppa lagi…”

Jinri mengelus lembut nisan tersebut, bibirnya tersenyum,” Sudah lama Jinri tidak datang ke mari. Sudah enam bulan lebih. Apa oppa rindu Jinri?” Dia mengambil sepucuk surat dari tas tangannya,” Sekarang Jinri sudah mengerti alasan oppa berbuat begitu, berkat surat yang oppa tuliskan sebelum meninggal.”

” Oppa tidak mau aku menderita terus karena takdir yang mengikat hidup kita. Oppa ingin aku tetap bahagia dan mendapat pasangan walau kita tidak bisa bersama. Oppa ingin aku melnjutkan hidupku dengan seorang teman yang setia bersamaku. Oppa ingin keluarga kita punya keturunan. Oppa ingin memenuhi permintaan Eomma dan Appa untuk terakhir kalinya. Oppa ingin bisa bertemu ladi denganku setelah sekian lamanya…..,” semakin lama suara Jinri semakin bergetar. Titik-titik air mata perlahan mengalir turun dari pelupuk matanya. ” Dan oppa ingin agar Jinri bahagia….”

Jinri menghentikan ucapannya. Ia meraih sapu tanfan berwarna merah-hitam dari dalam tas tangannya. Ia menarik nafas dan berusaha mengendalikan dirinya kembali. Ia menatap nisan itu semakin dalam., kelihatannya ada rasa yang begitu terpendam di hatinya. ” Tapi Jinri belum mengerti, kenapa Oppa tidak mau membagi rasa itu denganku? Bagaimanapun kita bersaudara kan? Bahkan kita ini saudara kembar. Perbuatan oppa itulah yang menyakitiku…”

” Tapi tak apa. Sekarang Jinri sudah bisa menerima Hyunhyo sebagai kakak ipar. Apa dia sebegitu miripnya denganku? Oh, Jinri juga bisa menyayangi Minho dengan sepenuh hati sekarang. Ternyata dia juga lelaki yang baik, tak kalah baiknya dengan oppa. Hanya Hyunhyo yang tahu sakitmu dan kau juga begitu menyayanginya kan? Maka Jinrilah yang akan menjaganya untukmu.”

Jinri bangkit dan beranjak pergi. ” Oppa, ini genap tahun ketiga sejak kepergianmu. Aku sudah bisa menerimanya dengan ikhlas. Oh, aku baru saja memberikanmu seorang keponakan. Aku harap Oppa merasa senang di sana.”

Wanita itu meletakkan selembarkart di samping bunganya. Kemudian ia melangkah keluar dari area pemakaman itu. Minho sudah menunggunya di luar. ” Sudah selesai?” tanya Minho ramah. Jinri tersenyum,” Sudah. Ayo kita pulang. Aku akan masak enak malam ini.”

Minho tersenyum riang,” Benarkah? Ayo kita pulang!” ajaknya sambil merangkul bahu Jinri. Wanita itu teringat akan sesuatu,” Kita ajak juga Hyunhyo makan bersama kita malam ini. Pasti tidak menyenangkan jika ia sendirian saja menikmati makan malamnya.”

” Itu ide bagus. Ayo!” Minho dan Jinri bejalan bersamaan masuk ke dalam mobil dan segera pulang.

Di kartu yang diletakkan di samping bunga itu ada bebeapa baris kalimat yang tertulis dengan tinta merah-hitam. Kata-kata penuh perasaan yang diukir dengan goresan pena.

Big bro, they don’t know how big we hate them

They don’t know how big we love them

But, the outsiders are not outsiders anymore

 

No one knows how we feel

No one knows how we hurt

No one knows how we cry

 

But I know something now

I love you, you love me

They love us too

This is a kind of eternal love

 

I have my immortal love for you,

Just for you

 

                                                With love,

                                                  Jinri

 

FIN

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

39 thoughts on “[FF PARTY 2012] Nobody Knows [2.2]”

  1. eeehh, udah abis aja.. Tangannya mengambil tangannya menerima es krim, baru baca udah ada typo dan beberapa typo yang lain^^. Ooh, jadi Jinkinya meninggal ya, perasaanku cepet banget alur ceritanya. Ok Bella-ssi, ditunggu karya lainnya, keep writing.. 🙂

    1. author mohon maaf karena ada banyak typo d sini. ff ini dikebut dalam editanny bahkan ada beberapa yg terlupakan untuk diedit… hiks…*peluk Key oppa*

      yg bagian pertama itu maksudnya mau nulis:
      “Tangannya menerima es krim yang disodorkan padanya*

      mian, eonni. ttg alurnya yg cepat, sebenarnya cerita ini didesain untuk jadi oneshot, sayangnya ga bisa karena jumlah halaman yang gak memenuhi aturan oneshot, makanya diubah jadi twoshots. dan untuk beberapa typo lain, kykny Bella harus rajin ngecek pemakaian bahasa ms. word yg lg digunain waktu ngetik cerita.

      anyway, jeongmal gamsahamnida, eonni…
      udah mau baca FF abal2 yg nekat2an dikirim ini. krn ini cerita pertama Bella dalam tulis-menulis dulu, smg ajaBella makin baik lagi dalam tulis-menulis ini… *Amiiin*

  2. hmm.. ada beberapa kalimat yg kurang efektif deh menurut aku. dan ada beberapa typo juga dikit. but over all it’s good^^

    1. gamsahamnida, Anggis-ssi… *bow dalam2*

      kali ini author akan belajar untuk lbih hati2 dalam mengedit cerita lama. author harap typony bisa ilang dari muka bumi ini… hiks… hiks… *nangis d pojokan*

      semoga lain kali author bisa memberikan cerita yg lebih baik lagi d waktu berikutnya.

  3. end??
    Padahal masih pengen baca.. Hehe..
    Jadi jinkinya sakit? Hyunhyo kasian.. Dimadu aja sama jinri..#duagh
    keep writing!

    1. mianhae, awalnya ini memang didesain untuk oneshot….
      *oneshot gagal malah jadi twoshots*

      hihi… Hyunhyo ga dimadu, soalnya kan Jinki ttp nikah sama dia doang… hehe.

      gamsahamnida, chingu~~ *muach*

    1. wah? kepotong?

      ntar author cek lagi. jwoisonghamnida, Jenny-ssi.

      iy, awalny ini oneshots, makanya part 2 ini cuma sekedar ending scene aja…

      gamsahamnida, Jenny-ssi… *terharu*

    1. wah, Taemfalin-ssi…

      kl Jinri ikt meninggal, pesan akhirnya g dapat, dong. maksud dari cerita ini adalah ga semua cinta bisa didapatkan walau perasaan terasa amat dalam sekalipun, dan saat hal berat terjadi, kita harus tetap move on walau terjadi hal buruk sekalipun.

      tapi, makasih banyak dah mau baca n komen di cerita ini… *bow dalam2*

  4. Wah… Kasihan banget jingki oppa-ku.

    Emmm… Rada ruwet baca bagian awal, apa mungkin karena aku ol lewat hp? Hehe #lupakan

    ada apa bella-ssi, kenapa typonya banyak? Kamu pasti ngebut ngerjain part ini, pengen cepet selesai. Begitukah? Alurnya juga jadi cepet banget, keliatan kesan terburu-burunya. Details cerita jadi kurang deh..
    Oh, aku rasa kurang sreg dg satu kata ‘kembar’ teruma klo di kalimat ‘….oppa kembarnya….’ aku rasa lebih enak pake ‘kembaran’. Otthe? Gag tau juga sey. Aku cuma ngerasa aneh ajah kalo baca. Hehe #bow

    tapi intinya, KEREN BADAI…
    Akhirnya mereka bisa terpisah dengan cara salah satu dari mereka mati. Tsk… Sedih banget. Seperti cinta terlarang yang harus dibayar nyawa. Aigoo…
    Hol… Aku dengar da FF kolabmu. Aku menanti

    1. kayaknya bukan ruwet karena itu tp emg krn ceritany…. *bow dalam2*

      jeongmal jwoisonghamnida, Chanyeon-ssi~
      ini memang diedit dengan kecepatan laju cahaya *lebai* tapi alurnya mmg begini krn awalny ini berupa oneshot yg akhirny dipisah jadi dua bagian. aq cuma mau menekankan endingny aja d sini… mian karena terlalu ngebut jadinya~~

      kalimat yg chanyeon-ssi sebut tadi itu rada aneh karena aq cuma mereplace kata2 yg awalnya bahasa indonesia. lagi2 author minta maaf. terima kasih atas masukanny.

      gamsahamnida dah komen dan baca ff abal2 satu ini…
      iya, cerita ini hanya untuk meramaikan FF party-nya. cerita andalan yg kumasukin d sini itu ya FF collab sama Euncha eonni itu. aq jg menantikanny, hehe….

  5. Bella-ssi typonya bertebaran.mianhe…

    Pas jinki muntah” aku dah nyangka pasti dia sakit, dan pasti ada yg meninggal d antara mrka..
    Huhuks skrg aku jd ksian ke Hyunhyo nya,dia sndri…

    Dtunggu ff lainnya Bella-ssi FIGHTING

    1. gwaenchana, Hikma-ssi. justru author berterima kasih atas masukannya.

      hihi… dah ketebak di tengah ceritanya, y? iy, sih, Hyunhyo jadi sendiri. tapi Hyo-Jinki sempat saling mencintai, kok. jadi agak impas baginy.

      gamsahamnida, Hikma-ssi…. Fighting!!

  6. Kyaaa… Komen eonni gak masuk. Grrr…. X_X

    gak nyangka Jinkinya meninggal…
    Huweee….T.T
    yg jadi Lee Jinri-nya, eonni kebayang Choi Jinri. Kkk~

    sprti biasa, gak mau komentar typo/eyd..
    Hihi,, gak mudheng juga begituan.

    Alhamdulillah ya,, gak Incest! Horeee! *L
    Happy ending menurut eonni, perasaan Jinri tetep terbalaskan sm Jinki. Hyunhyo juga, walo cm sebentar.

    Ditunggu FF yg lain ya Bella,,,,,,

    1. wah, Bella kelamaan balas komenny, nih…

      Jinkiny mmg ditakdirkan utk meninggal dgn tenang d FF ini. kekekek….
      Choi Jinri itu tokoh di FF mana, eonn? Bella krg banyak baca, makany masih blm bgt familiar dgn tokoh2 OC terkenal blog ini… #plaaak

      mmg g diniatkan utk incest, tapi bromanceny dapet, kn? kekekek

      1. Nde…. Dapet banget Bromance-nya ato Brother Complex(?).

        Choi Jinri bukan OC sayang…
        Itu nama asli dr Sulli F(x).

        Ditunggu karya lainnya ya, Bella..^^

        1. pantesan kayak pernah denger, ternyata Sulli, toh. tapi nama asli Sulli sering dijadikan nama untuk OC juga, eonn… *setahu Bella, sih…*

          makasih, banyak, eonni~~

  7. typo g usah dibahas lagi lah ya. yah, aku kayaknya udah rada feeling nih pas mereka pengen nikah si jinki pucet. yah begini deh akhirnya. aku kok nggak terlalu bisa terima ya oppaku mati begitu aja. hiks! hiks!
    keep writing ya thor!

    1. wah, g bisa terima, jadi harus gimana, dong? justru ending yg menusuk itu lebih terasa kn? #author sotoy

      btw, gomawo udh baca FF culunku yg satu ini…. #bow dalem2

  8. kenapa endingnya harus ngebunuh Jinki??? hiks T.T…
    n kebanyakan bromance yang aku baca selalu akhirnya salah satu ada yang mati. tapi tetep keren kok. pesannya juga dapet. terus berkarya yah…

    1. kenapa? supaya lebih menggigit *?* endingny… #plaak
      dibuat ada yg mati supaya perasaan antara saudarany lebih terasa lagi. kebanyakan manusia menyadari hal2 yg tidak disadariny setelah kehilangan hal yg ternyata amat berarti baginy, kn? makany karena itu…

      gomawo udah mau baca n komen~~

  9. pasti lucu banget ya kembaran jinki. Jinki versi cewe. Jadi keinget yang school of rock ._.

    Tapi aku lebih kebayang yang punya kembaran cewe itu key. Kebayang banget cantiknya kaya apa wkwk.

    Aku sering baca cerita incest dan entah kenapa mostly castnya selalu onpa ._. Tapi baru kali ini baca yang kembar gitu. Ceritanya menarik tapi endingnya… agak gimana gitu (?) #plak

    overall aku suka 🙂

    1. kekekekek… kalau kembaran Onew persis dia versi cewek di school of rock kayakny bakalan bikin ngekeh berat, deh.. kalo Key ama Taaem mmg pasti punya kembaran super cantik… hihihi… sayangny mereka g punya, y….

      mungkin biasa dipilih Onpa karena Onpa punya sisi kebapakan *?* n keabangan *?* yang cucok untuk disayang…. hihi… orang kan rada2 segen gt kl onpa udh menunjukkan superioritasny sebagai kakak tertua….

      gomawo udh baca n komen~~~

  10. Holaaaa, hai blorza…
    Part 1-nya bagus banget. Narasi kamu bagus, dan rapi pula cara nulisnya.

    Tp di part ni sayang banget banyak salah ketik.

    Awalnya aku benci sama sepasang sodara kembar ini. ish macem apa itu cinta sama sodara kandung sendiri. Tp akhirnya aku setuju juga, wajar krn sama2 saling menemani di tengah kesepian.
    Eum, kayakna km sering salah di sini deh:
    ”(Tanpa spasi harusnya) Pengantin wanita segera bersiap-siap! Sebentar lagi acara akan dimulai!”

    Ff ini oke menurutku ^^b

    Eh betewe ff km yg laen ada ga? Aku mau dong baca klo lg senggang

    1. wah, bibib eonni tumben komen, nih #plaaakk
      iya, nih, eonn. seharusny aq jauh lebih teliti dalam pengetikan art 2. mungkin karena terlalu terburu2, mungkin mmg akuny sendiri yg lg g mudeng waktu itu…

      wah, sempet benci? tapi syukurlah eonni setuju juga ama ide cerita ini… kekek…

      oh, karena cerita ini kuketik sekitar dua tahun lalu, aku masih blm begitu paham mengenai cara pengetikan dialogny. untung sekarang udh gak lagi *kyk d cerita Devil’s Game, Him In The Mirror n Unconcious Case udh gak dikasih spasi lagi*. tapi makasih atas masukanny, eonni. salah satu pihak yg ngajarin Bella buat bikin cerita dgn benar adlh keluarga SF3SI juga… #hug uri big family

      gomawo atas pujianny, Bella seneng banget. Bella akan mengusahakan yang lebih baik lagi d cerita selanjutnya.

      oh, y, ada FF lain juga, lho, eonn~~ Judulny Devil’s Game, ada di daftar sequel completed blog ini. *tapi Bella lupa eonni dah baca atau blm* kalau blm baca, Bella tunggu tanggapan eonni, deh.

      gomawo, eonni~~

      1. wueh? Aq slalu komen kq kalo hbs baca, apalagi kl bagus atau ada yg mau kupertanyakan,hehe. yang jarang itu baca ff, itu baru fakta. Wkwk… Devil’s game pnah baca skilas waktu lg bertugas jd admin. Ada org yg ngerekomendasiin him in the mirror ke aq. Pasti kubaca kl ada kesempatan 😀

        sama2 blajar lah bel, bukan ngajarin. kritik dan masukan itu penting bgd *ktauan doyan kritik* smangat terus yaw nulisnya 😀

        On 2/14/13, SHINee Fan Fiction From SHAWOLINDO

        1. hohoho… iy, tadi Bella cek Devil’s Game lagi n kayakny eonni blm komen *blm komen means blm baca, kekekek…*

          Bella tunggu eonni siap baca ceritany, d… hehehe…

          iya, eonni! eonni juga semangat terus, y~~ *penge baca namja lagi*

  11. Annyeong. ^^
    Ceritanya bagus. Kisah cinta yang miris. Aku terharu pas bagian akhirnya. 😦
    Ah, komenku mirip lah sama Bibib. Penggunaan tanda petik harusnya gak perlu pakai spasi. Karena kamu kasih spasi, ada yang tanda petiknya di akhir baris, trus kata-katanya baru mulai di baris berikutnya. Jadi aneh bacanya. hehehe. Soal EYD dipelajari lagi, ya. Nice story. Sayang kalau gak didukung penulisan yang oke. ^^b

    1. gomawo atas masukannya, Lumina-ssi~~~

      iya, Bella usahain yg lbh baik lagi d lain kesempatan. inilah asyikny kl ngirim cerita dan diberi masukan yang membimbing seperti ini…. kekekek…

      again, gomawo dah mau baca n komen, Lumina-ssi~~

  12. Bellaaaa…. ah! aku baru baca lanjutannya *mianhae*
    pas bagian dua minggu seteah pernikahan, pas Jinri lagi ngelamun mikirin Onew itu, ga tau knpa aku sedih banget deh. berasa pengen nangis juga *lebai*

    Ra-ha-si-a!! Hal seperti ini lagi beken di kalangan anak-anak perempuan. Harus dari orang yang ditaksirnya.”

    ”Kau naksir aku, Jinri-ah? Oppa kembarmu sendiri?”
    .hahah. suka sama dialog itu.

    Terus, soal EYD aku ga ngerti, cuma typo-nya lumayan bnyk, Bella. ^^v
    sama menurutku, soal penyakit Onew itu agak terburu-buru *ini pendapat aku ajh loh yh Bella. mudah2an ga marah ^^ *
    mgkin bklan lebih oKEY kalo sebelum mereka nikah itu, dibuat adegan yg menunjukkan bahwa Onew lagi sakit.

    oKEY, sekian dariku. FFmu bagus as always b^^
    Tetap semangat u/menulis b^^d

    1. ga papa, kok, eonn… ini Bella juga baru sempet balasin komenny.

      mmm… EYD mmg harus Bella lebih pelajari lagi. typos… itu mmg super parah di part ini, rasany pengen ulang lagi satu cerita ini dan ngirim balik waktu Bella baca ulang di sini… hiks hiks…

      Bella gak marah, kok. krn awalny cerita ini didesign singkat, makany penyakit Onew itu gak terlalu dijelaskan. tapi kayakny lebih baik dijelaskan aja, y? hihihi…

      gomawo dah mau baca n komen, eonn~~ you’re still one of my best readers as always too…

  13. Hai^^
    Well, aku sedih waktu baca bagian Jinri dikasih tau tentang Jinki yang meninggal
    Apalagi kalimat yang dibold itu, semakin buat hati miris waktu bacanya..
    Selain typo, ada beberapa tanda baca juga yang menurutku salah
    Penggunaan titik tiga (…) juga bisa dikurangi mungkin
    terakhir, Orang dari keluargamu kok rasanya agak janggal yah waktu bacanya?? heheh
    Semoga tidak keberatan dengan komentar ini
    Tetap semangat, terus berkarya^^

    1. oh, masukan baru, nih… maksih banyak, Yuyounji-ssi. Bella masih blm bgt paham mengenai pemakaian titik tiga yg ideal.

      terima kasih banyak atas masukanny.
      jeongmal gomawo udah mau baca n komen~~

  14. Nde…. Dapet banget Bromance-nya ato Brother Complex(?).

    Choi Jinri bukan OC sayang…
    Itu nama asli dr Sulli F(x).

    Ditunggu karya lainnya ya, Bella..^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s