[FF PARTY 2012] Reverie

reverie

Title : Reverie

Author : Keyz Wima (@keywimz)

Main cast : Lee JinKi (SHINee), Lee JinYoung (OC), Yoo Seung Min

Other Cast : etc

Genre : AU, Family, Brothership, Friendship

Type /Lenght: Oneshoot

Rating : T

Summary : Angan – angan memang jauh lebih indah dari kenyataan. Tapi tak bisakah angan – angan itu menjadi kenyataan? Walau hanya sedikit dari penggalan angan – angan itu.

Ket : OP

A/N : Annyeong!! Langsung aja ya, silahkan dibaca. Hope you like it and don’t forget to comment. ^_^ Mianhae kalo gaje plus nggak dapet feel-nya.

=======REVERIE=======

Hyung, ayo nonton film!”

Onew menatap curiga sosok di depannya. Sosok yang merupakan salinan dirinya, dan dirinya adalah salinan sosok itu. “Film apa? Kamu dapat dari mana?”

Young menjawab pertanyaan hyung yang lahir tujuh menit dari dirinya dengan tenang, “Film action, hyung. Kau kan juga suka film action. Tadi Henry memberiku film ini, katanya, dia sudah bosan melihat film ini. Meskipun bukan film baru, tapi kita kan belum melihatnya.”

“Hmm, baiklah. Nyalakan sendiri DVDnya,” putus Onew melihat ekspresi memelas terpasang di wajah dongsaengnya

“Kau ini selalu saja menonton film,” komentar Onew seraya melanjutkan membaca bukunya yang sempat tertunda.

Dahi Young berkerut, “Bukankah akhirnya kau akan ikut menonton juga.”

Well, karna filmnya menarik,” elak Onew tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku.

Gelak tawa Young menggema di ruang keluarga mungil keluarga Lee. “Hyung – hyung, kau tidak perlu mengelak. Aku sudah tau, kau sama sepertiku. Kita kan sudah mengenal hampir empat belas tahun beberapa minggu lagi.”

“Ya ya ya. Kau jadi menonton tidak? Lihatlah, kau sudah menyalakan DVD namun belum TVnya.”

“Tiada hari tanpa berdebat,” komentar Tuan Lee dengan suaranya yang berwibawa.

Appa!” seru Onew dan Young bersamaan melihat Tuan Lee memasuki ruang keluarga. Mereka kemudian saling pandang dan terkekeh mendengar kesamaan suara dan nada bicara secara tanpa sengaja.

“Astaga. Meskipun sering berdebat kalian kompak juga ya.” Tuan Lee ikut tertawa mendengar dua putranya.

=======REVERIE=======

Matahari sedang melaksanakan tugasnya dengan bersemangat pagi ini, padahal biasanya Sang Raja Siang malu – malu menampakkan diri dari balik awan. Beberapa anak banyak yang bermain basket atau sekedar jalan – jalan pagi. Namun kakak beradik kembar tetap bergeming di dalam kamar.

“Kau lihat apa, hyung?” suara Young memecah kesunyian

“Bukan apa – apa. Hanya pemandangan biasanya. Aku haus,” ucap Onew seraya melangkahkan kaki keluar kamar setelah meletakkan bukunya.

“Kau harus membayar hutangmu hari ini, JinPyo-ssi.”

“Tapi aku belum memiliki uang.”

“Bagaimana bisa kau tak mempunyai uang? Bukankah kemarin karyawan mendapatkan gajinya?”

“Itu.. Itu untuk membelikan kado putraku.”

“Kado? Semahal apa hingga kau menggunakan seluruh gajimu?”

“Sebenarnya tidak mahal, hanya saja itu karna putraku ada dua. Aku akan segera membayarmu. Beri aku tenggang waktu lagi, Park-ssi.”

Onew yang sedang berdiri di balik lemari pembatas ruang tamu dan dapur, tercekat. Rasa hausnya hilang tiba – tiba namun shock melandanya. Appa-nya menghabiskan gajinya hanya untuk kado kedua putranya. Punggungnya bersandar sepenuhnya pada lemari dan meluruh di sana.

“Kenapa kau memaksakan diri, Appa? Seharusnya kau membayar hutang dulu,” gumam Onew selirih hembusan angin sehingga hanya dirinya sendiri yang dapat mendengarnya.

“Onew? Sejak kapan kau di situ? Apa … apa kau mendengarnya?”

=======REVERIE=======

Young sedang berbaring telentang di atas genting saat seorang namja yang diduganya brumur tiga puluh tahunan lebih dengan berpakaian jas rapi datang. Namja itu tak menyadari ada sesosok yang mengamatinya. Ia segera masuk ke dalam ruang tamu setelah Tuan Lee mempersilahkan.

“Young!” Suara yang tak lain milik Appanya memanggil.

Setelah melompat turun, Young memperhatikan bahwa Onew sudah duduk manis di samping Appa, meski masih berkutat dengan bukunya.

Wae?” tanya Young penasaran.

“Onew, Young. Ini Appa kandungmu.”

Young tertohok, “Ba… bagaimana mungkin.”

“Kenapa begitu?” Onew ikut bertanya setelah menutup bukunya.

“Karena kalian bukan putra kandungku. Aku hanya merawat kalian sesuai permintaan Eomma kalian sebelum meninggal,” terang Tuan Lee. “Oh ya, Appa kandungmu juga bermarga Lee. Bukan begitu, Chan Doo-ssi?”

“Ne. Jika kalian mau, aku ingin kalian tinggal di Seoul agar tak merepotkan JinPyo-ssi lagi. Aku harap kalian mau.” Suara Chan Doo terdengar agak serak.

Onew balas memandang Lee Jin Pyo dengan sorotan yang seolah mengatakan Apa-itu-benar-Appa-?

Anggukan sekilas dan singkat Lee Jin Pyo membuat Onew yakin ini bukan main – main. Tatapan Onew masih terfokus pada Lee JinPyo seakan memberi tanda Aku-ikut-dengannya-Appa.

Diletakkannya sembarangan buku yang semula dipegang. Onew beranjak dan mencengram pergelangan tangan Young menariknya keluar dari ruang tamu ke dalam kamar sebelum Young sempat menyuarakan pendapatnya.

Hyung, apa yang terjadi? Aku tidak mengerti,” ungkap Young.

“Artinya, kita akan tinggal di Seoul.” Onew berusaha membuat suaranya terdengar biasa.

Wae?”

Tak ada sahutan karna pikiran Onew sudah tak di tempatnya melainkan melayang entah kemana.

=======REVERIE=======

Pendar bintang menerangi belahan bumi yang sedang membelakangi matahari. Sang Dewi tak hadir karna terhalang awan kelabu. Butiran – butiran salju mulai turun perlahan. Membuat suasana malam semakin dingin. Meski malam semakin gulita, Onew masih tenggelam dalam keseriusannya memandangi bintang. Tak menghiraukan tulangnya terasa ngilu.

Mianhae, Appa tidak mengatakan dari awal.”

“Bukan salah Appa. Appa tidak mengerti siapa Appa kandungku dan Young sampai orang itu datang. Benarkan kan?”

“Kau tidak kedinginan Onew?”

Onew menghembuskan nafasnya yang terlihat seperti kabut tipis di sekitar wajahnya. “Setelah aku dan Young pergi. Kau tidak akan kerepotan lagi untuk membiayai kami. Gomawo karna mau merawat kami meski kami bukan siapa – siapamu, Appa. Ehm, apa aku masih boleh memanggilmu Appa?”

“Kalian tidak merepotkanku. Eommamu dan aku adalah sahabat dan aku sudah menganggapmu putraku sendiri. Tentu saja boleh. Sampai kapanpun. Oh ya jangan mengatakan apapun tentang apa yang kau dengar pada dongsaengmu ya.” Senyum mengembang di wajah Tuan Lee.

“Aku tidak bisa janji, Appa.”

“Oh ya, aku tidak tau apa aku bisa memberikannya tepat hari ulang tahun kalian. Jadi aku memberikannya sekarang saja.” Tuan Lee menyodorkan kotak kado kecil dengan hiasan pita warna favoritnya dan Young.

Onew membuka perlahan kotak kado itu dan melihat dua buah jam tangan berbeda warna. Jam tangan keluaran terbaru merek ternama. “Gomawo, Appa.”

“Jangan berlama – lama di luar. Ayo masuk!” ajak Tuan Lee kemudian memasuki rumah berukuran sedang miliknya.

Senyum simpul Onew terlukis di wajahnya. Sebuah angan – angan muncul di benaknya. Membuatnya kembali membandingkan kenyataan dan khayalan. Apa kasih sayang seperti ini bisa aku dapatkan bersama Appa kandungku?

 =======REVERIE=======

Awan kelabu menutupi keindahan senja. Young tak berkutik, walau butiran salju perlahan turun. Ia mencium aroma tanah bercampur salju bersamaan dengan butiran pertama yang menyentuh tanah.

“Apa yang kau lakukan?” tanya seorang yeoja sebaya dengannya dengan nada lembut.

Young menyeka air matanya dan menoleh ke arah  yeoja itu.

“Saljunya semakin tebal. Apa kau masih tetap ingin berdiri di situ?” Yeoja itu bertanya lagi.

Young membenarkan perkataan yeoja itu dan melenggang dengan santai ke beranda rumah barunya yang mewah.

“Kau senang di bawah salju ya?”

“Tidak juga,” cetus Young.

“Apa kau putra Lee sajangnim?”

 “Cih, aku masih tak percaya dia Appaku.”

“Namaku Yoo Seung Min tapi dipanggil Yumin. Namamu?” Yumin mengulurkan tangannya.

“JinYoung.” Young membalas jabatan tangan Yumin singkat.

“Sepertinya kau tidak menyukai Lee sajangnim.”

Ne, aku tidak menyukainya. Aku sedang hidup nyaman di daerahku. Tapi dia membuatku terpaksa mengetahui kebenaran yang tak kuinginkan dan datang kemari,” keluh Young.

Yumin memandang Young sekilas lalu kembali memperhatikan rinai. “Kau sebenarnya mirip dengan Lee sajangnim.”

Young membuang muka menghindari tatapan Yumin. “Bukankah mengetahui kebenaran lebih awal lebih baik.”

“Tidak jika itu tidak ingin kau tau,” ketus Young.

“Bagaimanapun juga, kita hidup menjalani kebenaran akan lebih menyenangkan daripada kita terbelenggu dalam kebohongan. Bukan begitu?” jelas Yumin sabar.

“Sebenarnya kau siapa? Bagaimana bisa kau di sini?”

Yumin menggeleng, “Aku putri dari sekretaris pribadi keluarga Lee. Karna itu aku bisa di sini. Mereka baik padaku dan Oppaku.”

“Benarkah?” Young tertawa sinis

“Yap. Dan oh ya kalau kau tidak segera mengetahui kebenaran. Orang yang membohongimu akan semakin bersalah, jika itu orang baik.”

“Bisakah kita tidak membahas masalah ini? Aku muak.” Young memutuskan untuk menghentikan obrolan tak menyenangkan.

“Baiklah. Lalu kau mau membahas apa?”

“Terserah. Asal bukan topik itu lagi.”

=======REVERIE=======

“Hai!” seru Yumin menepuk bahu Onew. Onew tersentak kembali dari lamunannya dan menoleh.

Yumin mengamati Onew sesaat. “Mian, kau bukan Young ya?”

Onew mengangguk, “Aku memang bukan Young. Tunggu. Kau putri bungsu sekretaris Yoo?”

Yumin mengangguk dan duduk di samping Onew. “ Namaku Yumin. Bagaimana kau tau aku?”

Ahjussi itu pernah membicarakanmu.”

Ahjussi siapa?”

Namja yang sudah kelihatan tua itu,” jawab Onew polos.

“Astaga. Itu bukan ahjussi. Itu Harabeojimu.”

“Benarkah?” Onew mengernyit.

Tatapan bingung terpampang jelas di wajah Yumin, “Bukankah Lee sajangnim sudah mengenalkan padanya?”

“Sepertinya sudah tapi aku tak ingat. Oh ya, namaku Onew.”

“Bukan JinKi?”

“Itu nama asliku. Onew nama panggilanku.”

“Boleh aku tau? Arti Onew apa?”

“Entahlah. Appaku yang memberiku panggilan ini. Eehm, tapi bukan Appa yang ini.”

Yumin tertawa ringan, “Memang Appamu ada berapa?”

Molla.” Onew mengendikkan bahu. Membuat Yumin semakin tergelak.

“Oh ya, kenapa kau melamun tadi?”

“Bukan melamun, tapi berangan – angan.”

“Sama saja.”

“Beda. Kalau melamun diawali huruf M. Kalau Berangan – angan diawali huruf B.”

=======REVERIE=======

“Sepertinya, kau akrab dengan hyungku.”

“Benar. Memangnya kenapa?”

“Aku menyesal berteman denganmu.”

Young meninggalkan Yumin dalam kebingungan. Ditundukkannya kepala dan berusaha memahami ucapan Young.

Mian.”

Yumin menatap sosok di depannya ragu, “Onew?”

“Ne. Ini aku, Onew. Mianhae, karna aku. Young marah padamu.”

“Sebenarnya kenapa Young seolah tak menyukai aku berteman denganmu? Apa dia marah padamu, Onew?” tanya Yumin sambil mengikuti Onew berjalan berkeliling taman belakang rumahnya.

“Karna dia tak mau tinggal di sini. Sebenarnya dia sangat baik.”

“Baik sepertimu?”

Onew tersenyum miris dan memandang Yumin dengan tatapan tak dimengerti Yumin, “Memangnya aku baik ya?”

“Tentu saja. Jadi kembar tidak selalu berbeda ya?”

“Tentu saja tidak.”

Hening. Pikiran Onew kembali terpisah dari raganya. Ia menatap kosong kolam ikan dengan pelangi di permukaan airnya akibat pembiasan cahaya. Rasa bersalah memenuhi relung hatinya. Rasa bersalah yang tak akan ada akhirnya, jika Young masih belum menjadi kembali dirinya sendiri.

“Kau berangan – angan?” tanya Yumin membuyarkan lamunannya.

“Tidak. Aku melamun.”

=======REVERIE=======

Suasana ruang keluarga semestinya penuh kehangatan dan canda tawa. Tapi, tidak untuk keluarga bermarga Lee itu. Hanya ada keheningan berkepanjangan. Karna tak ada yang membuka mulut. Untuk berbicara meski hanya sepenggal kata.

“Jinki, Jinyoung. Appa bermaksud untuk menyekolahkan kalian di London.”

Sepi. Tak ada sahutan dari yang disebutkan.

Lee Chan Doo menatap kedua putranya bergantian. “Kalian mau kan?”

“Aku tidak mau!”

Onew mencengkram lengan Young. Menariknya untuk duduk namun sia – sia. Young menepis cengkraman Onew dan melontarkan sorotan mata kebencian pada Onew. Kebencian yang semakin menusuk luka menganga di hati Onew, menggoreskan keperihan mendalam melihat apa yang tidak dijelaskannya membuat dongsaengnya kehilangan dirinya yang sebenarnya.

“YOUNG!” bentak Onew. Otaknya tak lagi bisa menghasilkan pemikiran cepat yang tepat untuk membujuk Young.

“Kau berubah, hyung! Aku tidak peduli, kau menerimanya sebagai Appa. Tapi aku tidak. AKU TIDAK MAU!”

PLAKK!!

Sebuah tamparan melayang dari tangan Onew. Young terhuyung mundur. Seumur hidupnya, Onew tak pernah menamparnya seperti itu. Meski tamparan itu tergolong tak terlalu keras, bagi Young itu tamparan yang menyakitkan.

Mata Young merebak. Ia memegang pipi kanan mulusnya yang menjadi sasaran empuk tamparan Onew. Panas dan perih terasa di pipinya dan terlebih di hatinya. Ia menelan ludah dengan susah payah. Ditatapnya Onew dengan air mata yang menghalangi pandangannya.

“Kau benar – benar berubah, hyung!” Ia tak peduli dengan keluarga barunya dan berlari masuk kamar. Dibantingnya pintu berukiran rumit. Dan menghempaskan tubuh di kasur. Air matanya tak bisa dibendungnya apalagi ditahannya untuk tak mengalir deras.

Sementara di ruang keluarga, Onew masih menatap ke arah menghilangnya Young dari hadapannya. Penyesalan menggerogotinya, membuat tubuhnya seakan mati rasa. Ia terhuyung mundur setelah kaki yang menopang dirinya tak lagi kuat.

“Jinki?” Lee Chan Doo beranjak dari tempatnya duduk melihat kondisi Onew.

Langkah mundur Onew terhenti seketika setelah membentur dinding dengan keras. Ia meluruh disana. Tangis tertahannya pecah. Pertahanan emosinya hancur. Ia menggenggam tangan yang menjadi penampar Young.

Lee Chan Doo mendekati Onew. Namun Onew tetap tak merasakan kehadiran Appa sesungguhnya itu. “Jinki?”

Panggilannya sia – sia. Karna Onew tak lagi menyadari sekitarnya. Lee Chan Doo melihat kedua putra yang baru ditemukannya sama – sama kacau karna tidak akur lagi. Namun ia sadar, Onew terlihat lebih kacau. Sebab ada yang tersembunyi di balik ketegarannya. Meski baru beberapa hari mengenal putranya, ia tahu ada yang dipendam Onew.

Ia menyadari ada kesalahan untuk memutuskan sekolah putranya.

“Jinki.”

=======REVERIE=======

“Sebenarnya, apa yang kau lamunkan Onew? Setiap hari kau melamun.” Suara lembut Yumin menyentakkan Onew kembali pada kenyataan.

“Hanya sebuah angan – angan indah,” jawab Onew tanpa ekspresi.

“Apa itu?”

Dongsaengku kembali seperti dulu.” Onew menunduk. Ia tak sanggup harus menangis di depan yeoja. “Semua salahku. Aku seharusnya mengatakannya. Seharusnya aku tak menyimpannya sendiri.”

“Onew. Memangnya apa yang kau sembunyikan?”

Onew menghirup nafas dalam. Sebuah senyuman terkembang. “Tidak ada.”

Yumin mengernyit. Beberapa detik yang lalu, ia melihat wajah sedih Onew namun dalam sekejap, ekspresi itu berubah. Apakah senyum itu adalah senyum kepalsuan. “Palsu.”

“Apanya?”

“Senyummu.”

“Benarkah?” Onew berjalan meninggalkannya.

“Kau hebat. Aku tahu senyum itu palsu, tapi berhasil menipuku beberapa kali,” celetuk Yumin pada sosok Onew yang sudah tidak duduk disampingnya.

=======REVERIE=======

Onew menghentikan aktifitasnya membaca buku saat melihat Young berjalan melewatinya. Di lompatinya meja kaca di depan sofa. Tangannya mencekal bahu Young. “Mau kemana?”

“Bukan urusanmu,” jawab Young dengan nada yang terdengar sadis. Bukan perkataan yang membuat hati Onew tergores lagi. Melainkan emosi tertahan Young-lah yang menorehkan luka.

Onew mencengkram bahu Young dan membalikkan badan Young menghadapnya. Young memberontak namun Onew memeluknya dengan erat. Perlu mengerahkan seluruh tenaganya untuk menghentikan usaha Young untuk melepaskan diri.

“Dengarkan aku Young! Aku tidak menjelaskan semuanya karna Appa melarangku. Sekarang, aku akan jelaskan. Kenapa aku tidak membantah Appa untuk tinggal ke Seoul? Karena aku tak mau Appa kerepotan membiayai kita yang bukan siapa – siapanya. Aku mohon mengertilah, Young.”

Suara Onew terdengar sangat lembut di telinga Young. Semua keingintahuan Young terjawab sudah. Young menangis. Ia membiarkan Onew menopang tubuhnya yang seolah kehilangan tenaga. Dekapan Onew terasa hangat bagi Young.

Hyung,” ujar Young lemah. Onew tak menjawab. Tak ada lagi kekuatan untuknya berbicara.

=======REVERIE=======

“Young! Onew! Aku tau kalian tak segera bisa menerimaku sebagai Appa kalian. Karna itu semua juga kesalahanku. Aku meninggalkan Eommamu dulu. Hingga akhirnya kalian pindah rumah. Sekarang terserah kalian – kalian mau tinggal di Seoul atau di rumah JinPyo-ssi,” putus Lee Chan Doo pada kedua putranya yang duduk di sofa kamar.

“Aku…” Young memotong perkataannya karna ragu. “Aku di sini saja. Tapi kami boleh sering main  ke rumah JinPyo-ssi kan, ehmm Appa?”

Senyum di wajah Lee Chan Doo terkembang. Ia mengacak – acak rambut Young, “Kalau tidak biasa memanggilku Appa juga tidak apa apa. Tentu saja boleh. Saat malam tahun baru, aku akan meminta sopir mengantarkan kalian ke sana.”

Gomawo,” ujar Young.

“Onew!”

“Sejak kapan memanggilku Onew? Biasanya Jinki,” tanya Onew namun fokusnya masih pada buku yang dibacanya.

“Karna Onew lebih unik.”

“Jawaban yang sama seperti yang lainnya.” Lee Chan Doo menepuk pipi Onew gemas sebelum meninggalkan kamar mereka.

=======REVERIE=======

Aneka tetabuhan bergemuruh saat jarum jam tepat menunjukkan pergantian tahun. Suara terompet memecahkan keheningan malam. Cahaya kembang api menerangi malam yang biasanya gelap. Sang Dewi Rembulan juga ikut menampakkan diri bersama bintang – bintang.

Onew, Young dan Lee JinPyo duduk di beranda rumah memandangi langit yang tak hanya dihiasi bulan atau bintang seperti biasanya. Ada cahaya kembang api berwarna – warni menghiasi langit di malam tahun baru

 “Onew! Young!” seru seorang yeoja tak lain adalah Yumin. Di sampingnya berdiri sosok namja dengan postur tubuh atletis.

“Yumin!” seru Onew dan Young bersamaan sesaat setelah menghampiri Yumin dan namja di sampingnya. “Bagaimana bisa kau di sini?”

“Ehmm, tidak bisakah salah satu dari kalian saja yang bertanya. Tidak perlu sekompak itu. Ini bukan paduan suara.”

“Yee, siapa yang paduan suara.”

“Nah tuh, jawabnya bareng.”

“Itu spontan!” detik itu juga Onew dan Young saling pandang dan tergelak. Yumin dan namja di sebelahnya ikut tertawa.

“Kenalin ini, oppaku. Yoo Ah In.”

“Onew dan ini dongsaengku Young!”

Yoo Ah In tersenyum simpul melihat tak ada perbedaan yang jelas antara Onew dan Young. Senyuman yang membuatnya terlihat mirip dengan Yumin.

“Kenapa kalian ada di sini?” tanya Onew yang juga mewakili pertanyaan Young.

“Rumah Harabeojiku di daerah ini,” jelas Yumin.

“Kalian mau ke lapangan? Ada pesta kembang api di sana. Ya kan?”

“Tidak. Kami mau pulang. Lagipula yeodongsaengku sepertinya sudah mengantuk tadi. Tapi setelah bertemu kalian. Sepertinya kantuknya hilang,” goda Yoo Ah In membuat rona merah di wajah Yumin.

Oppa!”

Young yang mengerti ucapan Yoo Ah In ikut tergelak sementara Onew menatap Young bingung, “Kenapa tertawa?”

“Kau ini tidak paham juga, hyung.”

Onew beralih melontarkan tatapan bertanya pada Yumin. Yumin justru menunduk salah tingkah. Sementara dari beranda rumah, Lee JinPyo tersenyum mengamati mereka.

Tak perlu lagi aku berangan – angan… Meski tak seluruh angan – anganku terwujud… Ini lebih dari cukup… Kenyataan lebih menyenangkan… Meski tak sesempurna angan – angan… ~Onew~

= END =

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

25 thoughts on “[FF PARTY 2012] Reverie”

  1. Setuju sama comment nunadk. Brothersipnya kental banget, dan saya suka xD

    Ahh~ ini FF keren, penggunaan bahasanya juga udah rapi meskipun ada satu typo kalau nggak salah._.a

    Aku juga suka quote-quotenya. Ahh pokoknya daebak! Keep writing dan semoga menang FF Partynya~!

  2. aaaah…setuju juga sama komen di atas..brothershipnya kece…hehee…
    dialognya Jinki itu menggelitik banget menurutku. gimana yaa? ya gitulah pokoknya… santai, tapi ada maksud tersembunyi di dalamnya..hoho..
    ah, aku juga suka quote terakhirnya. Dalem bangeet…

    eum, mungkin krna deskripsi pergantian scenenya kurang, aku jadi pelan2 bacanya biar bisa kebayang situasi dalam ceritanya.
    Trus kalimat ini : Appa tidak mengerti siapa Appa kandungku sampai…
    nah, mungkin kata ‘mengerti’ bisa diganti dengan kata ‘tahu’. menurutku sih gitu..hehe ._.v
    e tapi feelnya tetep dapet kok…mgkn ini karena dibikin oneshot makanya deskripsinya jadi minim di awal2. Tapi pas bagian si Jinki dan Young baikan, narasinya udah bagus lagi 😀

    keep writing ya Keywimz! terus berkarya! ^o^/

  3. Hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi asikk banget kalo Ά̲̣̥​ϑǎ̜̣̍​ 2jinki
    Hmmmmm bayanginnya ja udah seneng
    Brothership mereka so sweet bangett

  4. Dibanding quote-nya, aku lebih suka deskripsi sama beberapa scene disini. Terutama waktu Onew habis nampar Young dan waktu Yumin tanya, “Kau berangan-angan?” “Tidak, aku melamun.” Entah kenapa dialog itu asyik banget, haha 😀

    Ide ceritanya simpel, tapi penyampaiannya keren. Sukaa deh ^^

  5. aku suka tuh klo onew sama young lagi ngobrol sama yumin. kata-katanya gimana gitu. tapi feel sad-nya kurang.
    but keep writing ya thor!

  6. awal aku baca aku kira young itu yeoja (-_-)v

    LOL banget–> Beda. Kalau melamun diawali huruf
    M. Kalau Berangan – angan diawali
    huruf B.

    dasar onpa sangtae wkwk. Overall bagus (^^)b

  7. Annyeong. ^^
    Ah, satu buat aku dong. Onew boleh, Young juga boleh. Hehehehe.
    Sedikit masukan ya:

    Tanda hubung kata ulang seperti malu-malu tidak perlu pakai spasi.

    Lee sajangnim harusnya S-nya besar.

    Kalau ada kata ya. Harusnya diberi koma dulu sebelumnya, ya. Atau Ya, ya, ya.

    Dalam penulisannya, kamu lebih banyak menggunakan dialog dan sedikit narasi. Bukannya tidak bagus, tapi kalau diimbangi mungkin bisa lebih baik lagi. ^^

  8. Hai hai, aku dateng berkunjung ^^

    Setuju ama lumie, aku ngerasa ff ini minim narasi dan kebanyakan dialog. Jadi kalo yang baca lagi ga berimajinasi, serasa ga kegambar scene2nya dan feelnya ga sampe.
    Kalo yang laen suka sama bromance-nya, entah knp aku ngerasa persaudaraan mereka kurang ngena. Bisa jadi krn aku baca ini dalam keadaan pikiran kusut sih, atau akunya emang bebal mati rasa.
    Justru aku lebih suka scene onew sama cewe itu, ga tau kenapa, hehe…

    Mmm, menurutku ada beberapa yang kurang tepat, ga semuanya aku inget krn baca dari hape. Boleh saran ya?

    “Film action (italic), (H)hyung. Kau kan juga suka film action. Tadi Henry memberiku fil(sebuah DVD), katanya,dia sudah bosan melihat film ini. Meskipun bukan film baru, tapi kita kan belum melihatnya.”

    kar(e)na
    “Hyung – hyung —> Hyung, Hyung
    namun belum TV(-)nya
    Beberapa anak banyak yang bermain basket atau sekedar jalan – jalan pagi.—> Beberapa anak terlihat asyik bermain basket atau sek(a)dar jalan – jalan pagi.
    “Kau lihat apa, (H)hyung?” (S)suara Young memecah kesunyian
    “Itu..Itu untuk membelikan kado putraku.”—> “Itu… (titiknya tiga) kupakai membeli kado untuk putraku”

    Dan aku ngerasa janggal bgd. ada ya ayah yang begitu, gaji abis demi kado. Trus mau makan apa coba? Klo ibu masih wajar krn wanita pake hati. Klo cowo biasanya lebih realistis dan pake otak sih menurutku/
    shock (italic)
    “Bagaimanapun juga, kita hidup menjalani kebenaran akan lebih menyenangkan daripada kita terbelenggu dalam kebohongan.—>“Bagaimanapun (pun=juga), hidup dengan menjalani kebenaran akan lebih menyenangkan daripada kita terbelenggu dalam kebohongan.
    Dan(,) oh ya(,) kalau kau tidak segera
    “Hai!” seru Yumin menepuk bahu Onew. (Pria itu)tersentak kembali dari lamunannya dan menoleh.

    Maaf kalo komenku kurang berkenan ya say ^^
    Ada beberapa lagi yang ga kusebut di komen krn ga inget
    Terus berkarya dan menghasilkan tulisan2 yang kece.

  9. Huwahh, keyeeeen 😀

    Onew punya saudara kembar wkwkwk 😀

    Suka sama ceritanya
    keep writing thor 😀

    Salam kenal juga 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s