The Sweet Summer – After Story

The Sweet Summer (After Story)

Tittle                : The Sweet Summer (After Story)

Author             : Ichaa Ichez Lockets

Main Cast        : Shin Hye Rin, Shin Eun Kyo, Lee Taemin, Kim Ki Bum (Key), Choi  Minho, Kim JongHyun (Jjong), Lee Jin Ki (Onew).

Genre              : Friendship, Romance, Family.

Length             : Series (Chaptered)

Rating             : PG

Desclaimer      : This story is originally mine. This is only a FICTION, my IMAGINATION and the character is not real. Enjoy reading!

            “Hosh…hosh…” Taemin terus menambah laju sepedanya melewati jalanan yang sepi ditengah hamparan sawah yang menghijau. Meski namja itu sudah mulai lelah, ia tetap semangat mengayuh sepeda sambil sesekali membenarkan tas sekolah yang tergendong di punggungnya.

            Ia akan terus menambah laju sepedanya sampai pintu sanggojae Hye Rin mulai terlihat.

            “Noona!” teriak Taemin begitu sampai. Di jatuhkannya sepeda itu disembarang tempat.

Tanpa menunggu reaksi dari dalam, langsung saja Taemin masuk dan berteriak sekali lagi.

            “Noona!!” Taemin mulai berjalan cepat menuju ruang tamu.

            “Ada apa Taemin? Kenapa kau berteriak keras sekali?” tanya Hye Rin dari arah dapur, yang spontan membuat Taemin kaget.

            “Eh Hye Rin noona! Noona, ini aku membawa…” Sebelum sempat Taemin mengeluarkan sesuatu dari sakunya, Hye Rin justru memotong lebih dulu.

“Hey sini.” Ucap Hye Rin santai sambil mengajak Taemin menuju ruang makan. Disana ia bisa menemukan sosok Eun Kyo dan juga Onew yang tengah duduk di meja makan.

            “Duduklah disini.” Perintah Eun Kyo. “Ayo makan siang bersama kami.”

            Taemin pun mengikuti saran Eun Kyo dan duduk tepat disebelah Hye Rin.

            “Sebenarnya apa yang ingin kau sampaikan Taemin? Kenapa kau berteriak seperti tadi?” tanya Hye Rin sambil menata piring diatas meja.

            “Ah iya!” Taemin menepuk kepalanya karena sempat lupa menyampaikan sesuatu yang menjadi tujuannya kemari. Kemudian namja itu kembali mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menyerahkannya pada Hye Rin.

            “Apa ini?” tanya Hye Rin penasaran melihat sebuah amplop yang diberikan Taemin padanya.

            “Itu sebuah tiket. Seseorang mengirimkannya padaku melalui sekolah. Disitu tertulis kalau tiket itu diberikan untuk kita ber-empat.” Terang taemin.

            “Coba kulihat.” Onew pun mengambil selembar tiket itu dari tangan Hye Rin kemudian ia mengamatinya. Disana tertulis nama acara dan sebuah alamat tempat acara itu diadakan.

            “Kurasa aku tahu tempat ini.” Ucap Onew kemudian.

***

            (backsound : Four Season)

            Kali ini Hye Rin benar-benar dibuat terkesima dengan pemandangan yang 180 derajat berbeda dengan keadaan di desanya. Ia bisa melihat gedung-gedung tinggi, berbagai fasilitas umum yang canggih serta jalanan yang ramai dipenuhi kendaraan.

            Tentu saja. Kini Hye Rin bukan lagi berada didesanya. Melainkan tengah berada di ibukota Korea Selatan, Seoul.

            Sejak pagi tadi, Hye Rin, Taemin, Eun Kyo serta Onew sudah berencana pergi ke Seoul untuk menghadiri acara yang tertera di tiket misterius itu. Sebelumnya mereka telah menaiki kereta api selama kurang lebih 6 jam, disusul dengan bus kota yang tengah mereka tumpangi sekarang.

            Taemin yang duduk di sebelah Hye Rin hanya bisa tersenyum menatap sikap polos noona kesayangan ini. Taemin tahu benar, bahwa rasa cinta yang dulu pernah menghinggapinya telah perlahan memudar. Perasaannya terhadap Hye Rin maupun Eun Kyo sama saja sekarang. Dia sudah menganggap Hye Rin dan Eun Kyo seperti kakak perempuanya. Tidak lebih.

            Hanya saja Eun Kyo telah memiliki Onew. Dan Taemin merasa bertanggung jawab untuk menjaga Hye Rin.

            Berjarak lima bangku didepan Hye Rin dan Taemin, terlihat Eun Kyo serta Onew yang asik mengobrol. Sesekali Hye Rin tersenyum memandang ke arah unnienya. Namun sesekali pula ia kembali menatap ke luar jendela.

            Tak lama kemudian tiba-tiba bus terhenti. Onew dan Eun Kyo yang duduk dibarisan depan bisa dengan mudah turun dari bus. Tapi tidak demikian dengan Taemin dan Hye Rin yang kebagian tempat duduk paling belakang. Dengan susah payah mereka berjalan lewat bagian tengah bus yang penuh sesak.

            Belum sempat mereka mencapai bibir pintu bus, bus itu sudah kembali berjalan. Membuat keduanya terjebak didalam tanpa perlawanan yang berarti.

            “Berhenti ahjussi!” teriak Taemin pada supir bus itu. Bagaimanapun juga ini kota Seoul. Baik Hye Rin maupun Taemin tidak tahu sama sekali mengenai jalanan di kota ini.

            Sayangnya teriakan Taemin tidak diindahkan oleh supir bus. Bus itu justru melaju semakin kencang membelah jalanan kota Seoul yang ramai.

            “Bagaimana ini Taemin? Apa kita berhenti disini saja lalu berjalan kaki menuju depan gedung tempat unnie turun tadi?” tanya Hye Rin sambil menggantungkan tangannya di pegangan bus dekat pintu.

            “Tidak bisa noona. Onew Hyung bilang, kita harus turun di halte bus.” Jawab Taemin mencoba untuk tidak panik. “Kukira kita bisa turun di halte bus berikutnya dan mencari bus yang berjalan ke arah berlawanan.” Usul Taemin yang kemudian dibalas anggukan oleh Hye Rin.

            Sementara itu kepanikan juga dirasakan oleh Eun Kyo yang telah tiba di tempat tujuan. Eun Kyo dan Onew masih berdiri tepat didepan sebuah bangunan dua lantai yang bercat abu-abu dan bergaya minimalis.

            “Bagaimana ini Oppa?” tanya Eun Kyo khawatir.

             “Kita tunggu saja disini sebentar. Aku tahu Taemin pasti punya cara untuk kembali kesini secepatnya. Meski terkadang ceroboh, kupikir dia cukup cerdik…”

            Saat itu juga tiba-tiba hujan turun. Spontan keduanya langsung berlari menuju teras gedung untuk berteduh.

            Dari teras gedung, Eun Kyo bisa dengan jelas mendengar sebuah alunan lagu yang tidak asing lagi ditelinganya. Alunan yang begitu tenang dan membuat ia mampu mengingat sebuah memori yang sempat hadir dalam hidupnya.

            “Apa kita masuk kesana sekarang saja?” tanya Onew sambil menunjuk sebuah pintu auditorium tempat acara itu sedang berlangsung.

            “Tapi…”

            “Sudahlah.. percayakan dongsaengmu pada Taemin…”

            Akhirnya Eun Kyo pun mengangguk dan mereka berdua mulai berjalan masuk melewati sebuah pintu bertuliskan “The 1st Debut Kim JongHyun : My Soul”

            Tak salah lagi. Ini adalah sebuah konser debut Jonghyun. Jonghyunlah yang sengaja mengundang Onew, Eun Kyo, Hye Rin serta Taemin untuk menghadiri debut perdananya.

            Ketika Eun Kyo dan Onew berdiri tepat didepan pintu, mereka bisa melihat JongHyun tengah duduk dibelakang sebuah piano berwarna putih sambil menyanyikan sebuah lagu yang sebelumnya pernah di mainkan untuk Eun Kyo dari atas panggung.

            “Gamsahamnida…” Ucap JongHyun sesaat setelah ia selesai menyanyikan lagu itu. JongHyun sempat menghentikan kata-katanya saat menangkap senyum Eun Kyo terkembang ke arahnya. JongHyun pun membalas senyum itu dengan sangat manis.

            “Permisi.. apa kalian yang bernama Onew dan Eun Kyo?” tanya seseorang yang tiba-tiba berdiri didepan Eun Kyo dan Onew. Membuat keduanya terkejut dan hanya mampu saling menukar pandang.

***

Kurang lebih 10 menit kemudian bus yang ditumpangi Hye Rin dan Taemin menepi ke sebuah halte yang penuh dengan orang-orang berteduh. Merekapun langsung turun dan menunggu hujan reda disana.

            Rencana awal mereka gagal. Jangankan mencari bus yang berjalan kea rah berlawanan, berjalan meninggalkan halte ini saja tidak sanggup.

            BRESS…

            Hujan masih saja turun. Angin semakin kencang dan membuat udara semakin dingin. Sedikit demi sedikit Hye Rin melangkahkan kakinya mendekati Taemin. Dan saat lengan mereka berhimpitan, Taemin menoleh.

            “Hehehehe. Dingin Taemin…” ucap Hye Rin sambil tersenyum garing.

            Taemin jadi tertawa geli melihat tingkah Hye Rin. Sejurus kemudian ia justru melingkarkan tangannya ke pundak Hye Rin untuk berbagi kehangatan.

            Saat itu juga, Hye Rin tiba-tiba menangkap sesuatu yang membuatnya tertarik.

            Tepat di seberang jalan tempat Hye Rin berdiri sekarang terdapat sebuah bangunan dengan tiang-tiang besar serta anak tangga yang menambah kemegahan gedung tersebut. Mirip seperti sebuah museum, Hye Rin pikir. Tapi bukan itu yang membuatnya tertarik. Justru sebuah banner seperbesar dengan lebar kira-kira 7 meter yang menggantung diatasnya.

            Banner bernuansa kehijauan itu menampakkan sebuah danau kecil dikelilingi bukit serta sebuah dermaga di sisi kirinya. Diatas dermaga itu terlihat jelas ada seorang yeoja menggunakan kaos ketat dan sebuah rok mini bernuansa pink yang tampak memunggungi kamera sambil menunduk.

            Sejenak Hye Rin tertegun menatap banner itu sekali lagi. Benar-benar terlihat familiar, sampai ia mengenali sebuah sepatu polkadot berwarna pink yang dipakai yeoja itu.

            Astaga! Tak salah lagi… itu dirinya!

***

            “Silakan duduk disini.” Ucap seseorang sambil mempersilahkan Onew serta Eun Kyo duduk di backstage. “JongHyun akan segera kemari saat break. Dia meminta kalian menunggu disini sampai ia datang.”

            “Oh.. ne~ gamsahamnida ahjussi.” Jawab Onew kepada seseorang yang ternyata adalah salah satu panitia di acara itu.

            Setelah menunggu kira-kira sepuluh menit, akhirnya JongHyun benar-benar datang dan berjalan mendekati mereka berdua dengan wajah penuh keringat. Namun masih saja ada sebuah senyum yang terkembang di wajahnya.

            “Tadinya aku sedikit khawatir karena kukira kalian tidak akan datang.” Ucapnya sambil tersenyum.

            “Oh mianhe jika kami terlambat, namun kami akan berusaha untuk datang di debut pertamamu ini, JongHyun. Chukkae! Sudah kukira kau pasti akan menjadi musisi besar.”

            Lantas JongHyun tertawa, “Gomawo Hyung.”

            Tepat saat itu juga, tiba-tiba ada seorang yeoja yang menyelusup diantara mereka dan langsung mengapit lengan JongHyun.

            “Aigoo~ ternyata kau disini chagi? Aku mencarimu dari tadi.” Ucap yeoja itu, manja.

            Spontan Onew dan Eun Kyo dibuat heran karena belum pernah bertemu yeoja itu sebelumnya.

            “Oh mian, perkenalkan, ini Shin SeKyung.” Ucap JongHyun mencoba menjawab pertanyaan yang sempat menyelusup di otak Onew dan Eun Kyo.

            “Yeojachingumu?” tanya Onew.

            “Ne~” jawab SeKyung mantap sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Jabatan itupun disambut hangat oleh Onew serta Eun Kyo.

            Melihat senyum yang terkembang di wajah JongHyun, Eun Kyo jadi merasa lega. Setidaknya kesedihan namja itu tidak berlarut-larut karena pernah ditolak olehnya. Dan bahkan kini JongHyun telah menemukan pengganti dirinya.

“Ah iya, mana Hye Rin dan Taemin? Apa mereka tidak bisa datang?”

            “Um…” Onew tidak langsung menjawab. “Tadi mereka tertinggal di bus saat kami turun. Sepertinya mereka akan kembali kesini di halte berikutnya setelah hujan reda.” Papar Onew.

            “Halte bus berikutnya?” JongHyun tampak berfikir sejenak, lalu justru tertawa. “Hahaha, jika mereka sadar, kurasa mereka tidak akan kembali kemari meski hujan reda.”

            “Mwo?” Tanya Onew dan Eun Kyo kompak.

            “Kalian akan tahu sendiri. Dan aku berjanji akan mengantarkan kalian kesana setelah konser ini selesai.” Ucap JongHyun yang terdengar misterius.

***

            Ditempat lain, Hye Rin masih tidak percaya menemukan sosok dirinya sendiri berada dalam banner yang bahkan ia tak tahu kapan gambar itu diambil.

            Tanpa ia sadari ia melangkah maju mendekati gedung yang ada diseberang jalan itu. Padahal hujan masih sangat deras.

            “Chakkaman!” sergah Taemin sambil menarik lengan Hye Rin kembali berteduh di atap halte. “Kau mau kemana noona?”

            Hye Rin tak menjawab. Ia hanya menunjuk ke arah banner superbesar itu, dan spontan membuat Taemin terkejut saat menyadarinya.

            “Apa noona ingin pergi ke gedung itu?” tanya Taemin penasaran.

            “Aku hanya ingin memastikannya Taemin.”

            Tanpa bertanya lagi, Taemin langsung saja melepas jaketnya dan menangkupkan jaket itu diatas mereka berdua untuk melindungi tubuh mereka dari hujan.

            “Biar kuantarkan.”

“Gomawo Taemin.”

Taeminpun mengangguk sambil mengibaskan rambutnya yang tak luput dari hujan.

Ketika mereka melangkah masuk, sudah jelas terlihat gedung itu benar-benar megah dengan atap yang tinggi. Disetiap sisi dindingnya terdapat berbagai macam foto berukuran besar yang tertempel dengan rapi.

Hye Rin tahu bahwa ia sekarang tengah berada di sebuah pameran foto yang ramai pengunjung, namun yang ia tidak tahu kenapa gambaran dirinya bisa tiba-tiba ada disebuah banner depan gedung ini.

“Noona, lihat!” Taemin menunjuk sebuah foto didekat pintu. “Ini foto Eun Kyo noona.”

Hye Rin pun terkejut melihat foto yang Taemin tunjuk. Disana terlihat Eun Kyo sedang menulis di papan tulis kecil. Jelas sekali saat itu Eun Kyo sedang  mengajar di panti asuhan, seperti yang sering ia lakukan disaat musim panas.

Sejurus kemudian Hye Rin menebarkan pandangannya jauh ke setiap sudut ruang yang ramai ini untuk mencari tanda atau apapun yang sanggup menjelaskan semua ini.

Sampai Hye Rin terhenti pada sebuh kalimat yang tertera tepat diatas panggung kecil di sisi ruangan itu.

“The Sweet Summer”, itulah tema dari pameran foto ini. Terpampang begitu jelas namun sayangnya masih tak sanggup Hye Rin mengerti.

“Sudah kuduga kita akan bertemu lagi Hye Rin.” Ucap seseorang yang tiba-tiba berdiri diantara Hye Rin dan Taemin.

 “Minho?” Hye Rin terperanjat menemukan sosok Minho disana. Benar-benar diluar dugaannya.

Siang itu Minho tampak memakai sebuah jas abu-abu tanpa kancing dipadu dengan sebuah kaos berwarna putih. Meski menggunakan jas, penampilan Minho terlihat begitu santai.

“Apakah semua foto unnie ini kau yang mengambilnya?” tanya Hye Rin to the point.

Minhopun tersenyum mengalihkan pandangan ke arah foto-foto itu.

“Ne~ ini semua kuambil saat aku berlibur ke desa kalian. Maaf jika aku tidak memberitahukannya lebih dulu…”

“Tapi kenapa…” ucapan Hye Rin terhenti saat ada seseorang berpakaian seragam tiba-tiba datang dan mengajak Minho berbincang sejenak.

“Oh mianhe Hye Rin dan Taemin, aku harus ke atas panggung untuk memberikan sambutan pembukaan pameran foto ini.” Ucap Minho kemudian menunjuk ke salah satu sudut ruangan. “Tunggulah disana. Nanti aku akan menemui kalian lagi.”

Awalnya Hye Rin ingin bertanya lagi, namun Minho lebih dulu pergi bersama orang berseragam itu. Akhirnya Hye Rin dan Taemin hanya mampu menuruti saran Minho. Mereka berdua berjalan menuju sudut ruang itu kemudian mengamati setiap foto yang tertera di sisi dinding.

Saat melihat beberapa foto yang terpampang disana, seketika Hye Rin terkejut. Objek foto itu bukan lagi Eun Kyo. Melainkan dirinya!

Dari sisi kiri, terpampang foto Hye Rin dan Taemin saat mereka mengantar kue menggunakan sepeda. Kemudian ada foto dirinya tengah berjongkok di tepi danau sambil mencoret-coret pasir bertuliskan nama “TAEMIN”.

Disana bahkan ada juga foto ketika  Hye Rin dan Taemin tengah berpelukan di atas bukit kecil. Hye Rin ingat betul saat itu saat pertama kali ia mengetahui perasaan Taemin.

Hye Rin menoleh sejenak ke arah Taemin, namja itu justru tersenyum simpul. “Sepertinya banyak sekali kenangan yang terekam di dalam foto-foto ini ya noona.”

Hye Rin tak sanggup membalas senyuman Taemin, ia hanya mengangguk lalu kembali mengamati deretan foto-foto itu.

Terlihat jelas ada sebuah foto dirinya tengah kembali memeluk Taemin dengan spot yang berbeda. Menangis dalam pelukan Taemin di depan sanggojae karena waktu itu Key dan Minho pergi meninggalkannya.

Hye Rin sempat berfikir mungkin saja Minho yang juga mengambil semua foto candid ini. Namun anggapan itu seketika hilang saat ia melihat sebuah foto dirinya sedang bersama Minho di pinggir danau tempat di malam saat Minho mengutarakan perasaannya… saat dia pertamakali menangis…

Jika bukan Minho? Lalu?

Hye Rin mencoba menerka-nerka kemungkinan orang yang ada dibalik semua foto misterius ini. Sampai ia menemukan sebuah foto selca Key dan dirinya yang sedang tertidur di bahu Key sambil terduduk di atas lantai dapur.

Tak salah lagi, ini semua Key yang mengambilnya!

“Terimakasih untuk semua pengunjung yang bersedia datang ke pameran foto pertama kami…” ucap seseorang dari atas panggung.

Sebuah suara yang tidak asing tiba-tiba menyelusup di telinga Hye Rin. Spontan gadis itu menoleh. Ternyata itu Minho dengan seseorang yang berdiri disampingnya dan kini mulai berbicara.

“Aku dan Minho mendapatkan semua foto inspiratif ini dari sebuah desa kecil yang sangat indah dan memberikan banyak pengalaman…” lanjut sosok itu dari atas panggung.

Hye Rin sempat tak percaya akan apa yang ditemukannya. Sosok itu terlihat begitu familiar. Gaya bicaranya yang sedikit angkuh serta nada dari ucapannya yang terdengar khas membuat Hye Rin benar-benar yakin akan apa yang baru saja dilihatnya.

Siapa lagi kalau bukan Key. Key yang dulu sering mengusik kehidupan Hye Rin dengan omelan-omelannya dan justru harus pergi disaat Hye Rin mulai menyukai sosok itu.

 “Lewat lembar demi lembar foto ini, kami berharap kami mampu memberikan inspirasi serta menyampaikan arti dari sebuah ketulusan… harapan…” Key tiba-tiba menghentikan kalimatnya saat menangkap sosok Hye Rin tengah memandangnya dari kejauhan. “ dan…cinta…” ucap Key mengakhiri kalimatnya.

Rasanya tenggorokan Key benar-benar tercekat dan tak mampu berkata apapun lagi. Jantungnya tiba-tiba berdegup dengan kencang serta nafas yang tertahan.

Key tak sepenuhnya percaya sosok Hye Rin benar-benar didepannya sekarang.

Tatapan Key dan Hye Rin saling beradu dalam beberapa saat, sampai tanpa sadar Key mulai perlahan melangkahkan kakinya menuruni panggung.

Hye Rin hanya mampu berdiri mematung saat langkah Key semakin memperkecil jarak antara mereka berdua. Entah kenapa disaat moment yang paling ia tunggu-tunggu ini hadir, ia justru tak tahu harus berbuat apapun.

“Aigoo~ kenapa kau basah kuyup seperti ini bawel?” tanya Key tiba-tiba dengan nada bicaranya yang khas.

Hye Rin masih diam. Matanya masih menatap lekat ke arah Key yang memperhatikannya heran. Key berbicara seolah-olah tidak terjadi apapun diantara mereka… seolah-olah tidak ada waktu empat bulan dimana Hye Rin tak pernah berhenti memikirkan dirinya…

 “Hyung, ternyata kau penyelenggara pameran ini juga?” tanya Taemin mencoba memecahkan kebekuan. “Apa foto-foto disana itu Hyung yang mengambilnya?”

Key tersenyum sekilas kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke arah Hye Rin. “Apa kau baik-baik saja Hye Rin?”

Baik-baik saja? Bisa -bisanya Key masih bertanya demikian.

Mungkin itu pertanyaan terbodoh yang pernah Hye Rin dengar. Mana mungkin dia bisa baik-baik saja setelah sebelumnya Key berhasil mengusik kehidupan Hye Rin kemudian pergi begitu saja hanya dengan meninggalkan sebuah kalimat bertuliskan ‘Saranghae’?

Dan kini, setelah sebuah takdir yang aneh mempertemukan mereka, mana mungkin Hye Rin baik-baik saja?

Ingin rasanya Hye Rin memeluk Key atau bahkan meneriakkan ke seluruh isi ruangan kalau ia benar-benar mencintai sosok namja itu. Tapi sayangnya yeoja itu hanya terdiam membeku di tempat ia berdiri.

“Annyeong~” sapa seseorang dari arah pintu. “Mian aku datang terlambat. Konserku baru saja selesai…”

“JongHyun Hyung?” pekik Taemin melihat kedatangan JongHyun bersama Onew, Eun Kyo dan seorang yeoja yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

“Wah Taemin dan Hye Rin sudah lebih dulu sampai rupanya..” ucap Onew sambil tersenyum. Sedangkan Eun Kyo justru tampak heran dengan foto-foto dirinya yang terpajang disana.

Tepat saat itu juga ada segerombolan pengunjung berumur belasan yang tampak heran melihat ke arah Hye Rin serta Eun Kyo, sepertinya mereka mulai menyadari sesuatu.

“Ah! Bukankah mereka berdua itu yang menjadi objek dalam foto-foto disini?” ucap seorang yeoja berambut blonde. Suaranya terdengar sedikit keras, membuat pengunjung lain ikut menoleh ke arah Hye Rin dan Eun Kyo.

Hye Rin yang sebelumnya terdiam dan saling pandang dengan Key, kini mulai bereaksi. Bola matanya memutar ke arah pengunjung di sekitarnya. Astaga! Mereka semua kini tengah menatapnya aneh!

Spontan Hye Rin pun merasa malu dengan keadaannya sekarang. Dengan baju basah kuyup, rambut berantakan dan yang lebih penting dari semuanya, Hye Rin rela dengan penampilan aneh seperti ini hanya untuk memastikan keberadaan sosok namja yang ada dihadapannya sekarang. Bahkan namja itu tidak memberikan reaksi apapun, membuat Hye Rin akhirnya memutuskan untuk kembali melakukan kebiasaannya disaat galau seperti ini.

Segera saja Hye Rin berlari. Menabrak beberapa orang yang menghalangi jalannya, membuka pintu kaca dengan kasar kemudian menerobos hujan yang ternyata masih saja turun sangat deras.

Hye Rin sempat mendengar teriakan serta sergahan agar dia tidak meninggalkan tempat itu. Namun yeoja bebal ini masih saja melanjutkan langkahnya meski ada bagian dari dirinya yang menginginkan untuk tetap tinggal disana.

DEG!

Tepat di ujung tangga depan gedung itu, langkah Hye Rin tiba-tiba berhenti. Hanya saja Hye Rin merasakan ada dua tangan yang memeluk lehernya dari belakang. Seseorang yang jauh lebih tinggi darinya, namun ia masih tak tahu sampai suara namja itu mulai terdengar.

“Mianhaeyo Hye Rin…” ucap namja itu tepat di telinga Hye Rin untuk menyaingi kerasnya suara hujan.

“Aku tahu aku salah…” lanjutnya. “Aku hanya tidak ingin mengusik kehidupanmu lebih lama lagi…”

Hye Rin tertunduk dalam menyadari sosok Key lah yang ada tepat dibelakangnya sekarang.

“Kau boleh pergi setelah ini jika kau benar-benar tidak ingin bertemu denganku lagi… tapi aku hanya ingin kau tahu Hye Rin, kalau apa yang pernah kutulis dalam secarik kertas origami itu masih kurasakan sampai sekarang…”

Kalimat yang terlontar dari bibir Key itu spontan membuat Hye Rin terperanjat.

Hye Rin tak tahu apakah dia harus merasa senang atau sebaliknya. Yang jelas nafasnya mendadak terhenti sementara matanya kembali memanas.

“Saranghaeyo Hye Rin… jeongmal saranghae…”

Dan kini, Hye Rin tak sanggup lagi menahan air yang telah bergumul di kelopak matanya. Perlahan air matanya jatuh satu persatu berbaur dengan tetes-tetes air hujan.

***

“Semenjak kalian pergi dari sanggojae itu, sudah lama kita semua tidak makan bersama-sama.” Ucap Onew sambil tersenyum. “Aku benar-benar merindukan saat-saat seperti ini.”

            “Ne~ aku juga merindukannya Hyung.” Sahut JongHyun. “Apalagi masakan Hye Rin. Sudah lama aku tidak merasakannya.”

            Ucapan JongHyun langsung membuat Hye Rin tertawa, “Tentu saja Oppa. Masakanku memang yang paling enak.” Jawabnya sambil melirik ke arah Key yang duduk disampingnya.

            “Ya! Siapa bilang! Tentu saja masakanku lebih enak!” protes Key. “Iyaa tidak Taemin?” tanyanya mencoba mencari dukungan Taemin.

            Taemin yang penurut itupun hanya sanggup mengangguk-ngangguk dengan terpaksa. “Ne.. ne… ne..” jawabnya tidak ikhlas.

            Melihat tingkah lucu mereka, spontan membuat yang lain tertawa. Suasana makan malam saat itu menjadi terasa begitu hangat dengan canda yang sudah lama tidak mereka temukan.

            Minho bisa melihat dengan jelas sebuah kebahagiaan yang terpancar di wajah Eun Kyo dan Onew yang terlihat begitu serasi. Kemudian ada JongHyun yang telah menemukan sosok SeKyung yang berhasil menggantikan posisi Eun Kyo di hatinya. Ada pula Taemin yang selalu saja tersenyum tulus dan tampak begitu menyayangi kedua ‘noona-nya’ sekarang. Dan yang terakhir pasangan – Key dan Hye Rin – yang baru jadian beberapa jam lalu namun sekarang masih saja saling bertengkar, sama seperti saat mereka pertama kali bertemu.

            Minho pikir ini adalah moment yang sangat berkesan. Akhirnya dia meraih sebuah kamera dari dalam tasnya dan…

            “Say… KIMCHI!!”

            KLIK!

            Jadilah selembar foto dengan ribuan kebahagian yang terpancar didalamnya.

            Kebahagiaan yang mungkin tidak akan terjadi jika tidak ada insiden tabrak es krim ataupun kantung belanjaan yang robek. Dan kebahagiaan yang akan terus ada meski musim panas yang manis telah berganti dengan musim-musim lainnya…

-END-

            Fiuhh… akhirnya ending juga ni FF. kekekeke~ Gamsahamnida buat semua readers yang masih setia nunggu FF dari saya. *plak! Siapa juga yang nunggu XD

            Mian kalo part ini panjang banget dan ending of endingnya jelek. Maklum, saya author amatiran ^^v. jangan lupa komen!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “The Sweet Summer – After Story”

  1. nice, tapi eyd-nya… gitu deh, rada berantakan. apa lagi yang diatas, meliuk-liuk jadi rada mikir mau baca apa nggak #tapi akhirnya baca juga sih.
    heappy ending ya… ngerti lah alurnya dikit-dikit walau sama sekali nggak baca sequelnya. aku sebenernya juga rada enek klo denger kata romance. #kebanyakan disodorin romance, dari sinetron sampe ff. tapi yang ini bagus kok!
    keep writing ya, thor!

  2. baru baca part ini aja, tapi kayaknya ceritanya keren…
    #flashback dulu ah…
    ada satu kalimat yang ngganjel banget, “Hyerin merasakan ada dua tangan yang memeluk ‘lehernya’ dari belakang. dicekik donk???
    mungkin kata ‘lehernya lebih baik diilangin…

  3. Pingback: Apa Manfaatnya Petinggi CIA Masuk Islam Namun Tetap Membelakangi Tuhannya? | Universal Religion
  4. Pingback: Kalau Sebuah Benda Luar Angkasa Jatuh, Jadi Milik Siapa Ya..doc | SC-Neo's Web
  5. Pingback: Sepatu Termahal Hingga Kini | SC-Neo's Web

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s