Miracle – Nothing is Impossible [3.3]

miracle - by depoyers

Title                         :  Miracle – Nothing is Impossible

Author                    :  Qiink Yheoh

Poster                      :  Depoyers.wordpress.com

Casts                       :

  • Choi Minho – SHINee
  • Krystal Jung – F(X)
  • Choi Sulli – F(X)
  • Lee Taemin – SHINee

Genre                      : AU, Friendship

Rating                     :  PG-15

Length                    :  Three Shots

Summary               :  Choi Minho yang dikenal sebagai murid yang berandalan ternyata menutupi kemampuannya sebagai seorang anak pintar. Lantas alasan apa yang membuatnya seperti itu?

Notes                       : 

  • Cerita ini terinspirasi dari kisah nyataku , jadi apabila terjadi persamaan alur, itu hanya kebetulan belaka, tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun ^.~
  • Cerita ini sebelumnya sudah pernah post di blog Hyeah (Masuk finalis 35) dan juga WP pribadiku, jadi, apabila kalian pernah membaca FF ini tanpa nama author “Qiink Yheoh”, tolong menghubungi aku ya ^^
  • Jika anda ingin, maka tidak ada yang tidak bisa. Nothing is impossible!

 

Part 3

 “Apakah Minho oppa tidak akan datang? Kita akan tampil sebentar lagi, aku mengkhawatirkannya, Sehun-ah,” ucap Victoria sembari meremas jemarinya sendiri untuk menghilangkan kegugupannya.

Sehun mendongakkan kepalanya menatap Victoria dan tersenyum. “Aku percaya hyung akan datang dengan membawa sebuah keajaiban untuk kita semua, dia akan datang! Percayalah!” timpal Sehun sebelum mereka berdua beranjak dari tempat duduknya untuk menuju ke panggung setelah mendengar seruan dari Taemin.

Kini Sehun dan Victoria sudah berdiri di atas panggung dengan kedua tangan mereka yang masing-masing memegang sebuah mic. Mata mereka menyapu keseluruh arah ruangan ini. Semburat kekecewaan tercipta di wajah mereka. Senyumannya yang tadinya masih mengembang seketika pula sirna.

Mereka kecewa karena tidak melihat sosok seorang Choi Minho berada di sini untuk mendukung mereka. Mereka sedih.

Namun, tidak tahukah mereka, kini Minho masih dalam keadaan tidak sadar? Ia sudah tidak memiliki begitu banyak waktu untuk menemani mereka. Lantas apa yang akan mereka lakukan setelah mendengat informasi ini? Mungkin mereka akan sangat sedih sekaligus kecewa. Hal itulah yang membuat Krystal, Sulli dan Taemin tidak memberitahu mereka.

Sehun dan Victoria mendengus kesal. Namun tidak ingin merusak suasana hati para penonton, mereka segera menyunggingkan sebuah senyuman yang manis. Mereka mulai menyanyikan sebuah lagu ballad yang berjudul ‘Nae Ge Oh Get Ni’. Lagu yang menceritakan kisah penantian seseorang akan kekasihnya. Sebenarnya lagu ini ditujukan untuk orang tua mereka namun apakah orang tua mereka mengetahuinya? Tidak! Mereka yang disebut sebagai orang tua tidak pernah lagi memberikan mereka kasih sayang.

Tanpa para penonton sadari, Sehun dan Victoria sudah meneteskan air mata. Mereka berharap orang tua mereka dapat hadir di sini dan melihat mereka bernyanyi. Satu-satunya bakat yang dimiliki mereka sekarang. Apa itu susah? Tidak tahukah orang tua mereka bahwa hati mereka sudah tergores oleh berbagai luka yang membuat mereka merasa sangat pedih,. sesak didada?

Tiba-tiba sebuah pintu yang berada di belakang kursi penonton terbuka, membuat semua orang yang berada di sana menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang datang. Seketika pula mata Sehun dan Victoria membulat begitu juga dengan Krystal, Sulli dan Taemin yang berada di belakang panggung. Bahkan mulut mereka sudah menganga lebar.

Kini Minho berserta kedua orang tua Sehun dan Victoria sudah berada di kursi barisan pertama. Mereka tersenyum ke arah Sehun dan Victoria yang berdiri terpaku di atas panggung. Minho mengepalkan tangannya dan diangkat ke udara.

Victoria dan Sehun masih bingung. Mereka terdiam dengan mata yang masih menatap orang tua mereka sebelum mereka melihat isyarat dari Minho yang menyuruh mereka untuk melanjutkan nyanyinya. Kali ini, mereka tampak lebih semangat daripada tadi. Mungkin mereka ingin menunjukkan kemampuannya di hadapan orang tua mereka.

-*Qiink Yheoh*-

Krystal naik ke atas panggung diikuti Sulli dari belakang. Mereka tersenyum kearah Sehun dan Victoria yang masih berdiri tak jauh dari mereka. Krystal mengambil alih mic yang dipegang oleh Sulli. Krystal menatap Minho sebentar sebelum memulai pidatonya.

“Pertama-tama, kami ingin mengucapkan terima kasih untuk pihak entertainer yang sudah meluangkan waktunya untuk menghadiri konser ini dan menyumbangkan acara. Kedua, kami ingin mengucapkan terima kasih untuk anak-anak yang sudah bersedia untuk menyumbangkan beberapa acara untuk konser ini. Walaupun tubuh mereka sangat lemah, mereka tetap semangat untuk berlatih. Mereka hanya ingin menunjukkan bahwa mereka juga bisa. Mereka juga seperti anak-anak yang lain. Mereka juga punya bakat. Ketiga, kami ingin mengucapkan terima kasih untuk Choi Minho, ketua panitia. Dialah yang pertama kali mengusulkan untuk mengadakan konser amal ini. Selain untuk berbuat amal, ia juga ingin menunjukkan bakat-bakat anak-anak yang tersembunyi ini. Ia tidak pernah mengeluh walaupun  ia juga seperti anak-anak yang di sini. Mungkin kalian akan bingung dengan kata-kataku bukan?”

Krystal kembali tersenyum namun kali ini air matanya yang sedari tadi ditahannya kini sudah mengalir keluar. Sulli mendekatinya sembari menepuk punggung dengan pelan. “Beberapa hari ini, Minho mengalami masa-masa kritis. Kami sempat menduga bahwa dia tidak akan menghadiri konser ini namun Tuhan masih menyanyangi kami semua. Kini Minho….” Krystal tidak lagi melanjutkan kata-katanya karena ia sudah tidak bisa menahan isakkannya yang semakin lama semakin kuat.

Sulli yang sedari tadi diam juga ikut menangis. Ia baru tahu ternyata Minho memaksa diri untuk keluar dari rumah sakit hanya untuk melihat Sehun dan Victoria dan mereka juga tahu akibat apa yang akan ditanggung oleh Minho yang sudah nekat keluar dari rumah sakit. Hatinya seperti teriris oleh pisau. Pedih sekali. Dadanya begitu sesak. Apakah Minho akan meninggalkan mereka? Sungguh, mereka masih belum siap.

Taemin membopong tubuh lemah Minho untuk naik ke atas panggung. Orang tua Sehun dan Victoria juga mengikutinya dari belakang sedangkan Victoria dan Sehun sendiri mendekati Minho. Mereka sudah terisak sedari tadi. Hatinya begitu perih begitu menyadari Minho yang begitu lemah dihadapan mereka.

Minho tersenyum kearah mereka namun mereka sama sekali tidak membalas senyumannya. Hatinya begitu sakit. “Krystal­-ah­­, jangan menangis. Kau terlihat sangat jelek,” ledek Minho dengan suara yang lirih. Bukannya berhenti menangis, Krystal semakin kuat menangis. Ia segera berhambur ke dalam pelukan Minho. Minho membalas pelukannya dengan erat. “Kau bodoh sekali! Kenapa kau nekat keluar dari rumah sakit? Kenapa? Apa kau tidak tahu kami semua sangat mengkhawatirkanmu?”

Minho tidak membalas pertanyaan Krystal. Ia melepaskan pelukannya dan menyuruh Sehun dan Victoria untuk mendekatinya. “Lihatlah, keajaiban benar-benar sudah terjadi bukan? Orang tua kalian sudah berada di sini untuk melihat pertunjukan kalian. Kalian akan kembali mendapatkan kasih sayang dari mereka,” lirihnya.

Victoria dan Sehun kemudian menatap kedua orang tua mereka. Sedetik kemudian mereka sudah berada di dalam pelukan kedua orang tua mereka sembari menangis tersedu-sedu. Minho kembali tersenyum. Dadanya semakin sesak. Ia semakin kekurangan oksigen namun ia tetap berusaha untuk tersenyum.

“Taemin-ah, Sulli­-ah, Krystal-ah, terima kasih untuk kalian yang sudah membantuku, terima kasih untuk selalu menemaniku di saat aku sedang sakit, terima kasih untuk kalian yang sudah setia menunggu kesembuhanku dan terima kasih untuk menerima aku apa adanya. Mungkin inilah saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada kalian, kalian semua adalah sahabat terbaikku. Apakah kalian bersedia untuk menggantikan posisiku untuk menemani mereka?” Minho menunjuk kearah segerombolan anak-anak yang menangis melihat dirinya.

“Tidak! Kami tidak ingin menggantikan posisimu, Minho­-ah.  Kau tidak boleh meninggalkan kami. Tidak!” ucap Taemin yang diikuti oleh anggukan Sulli dan Krystal.

“Taemin-ah. Waktuku tidak akan lama lagi. Kumohon,” lirih Minho yang tanpa disadarinya, setetes air mata keluar dari salah satu pelupuk matanya. Ia tahu sekarang bukan saat yang tepat untuk meminta sahabat-sahabatnya untuk menggantikan posisinya tapi ia sudah tidak memiliki banyak waktu lagi.

“Kami tidak akan menggantikan posisimu tapi kami tetap akan melindungi mereka, menjaga mereka, menemani mereka. Kami tidak akan dan tidak pernah mau menggantikan posisimu. Hanya kau yang pantas berada di posisi itu. Hanya kau seorang,” ujar Krystal sembari tersenyum getir. Dadanya begitu sesak seolah bumi menghimpitnya. Ia tahu ini terlalu berlebihan tapi yang namanya perasaan tidak akan ada yang bisa mengontrolnya.

Gomawo! Aku tidak tahu harus mengucapkan apa lagi pada kalian semua. Kalian yang selalu menjadi penyemangatku ketika aku hampir sekarat. Kalian yang membangun kesadaranku. Kalian yang telah menjadi penyandarku selama ini. Jeongmal gomawoyo!”

“Kau tidak boleh berkata seperti itu, Minho­-ah. Kau yang selama ini mengajarkan kami tentang pentingnya hidup ini,” ujar Sulli yang kembali menahan tangisannya.

Minho tidak membalas pernyataan Sulli namun dengan perlahan, ia memenjamkan kedua matanya. Ia tersenyum begitu damai. Wajahnya begitu tenang. Ia – Minho telah menghembuskan napas terakhirnya, meninggalkan semua yang sudah pernah menjadi bagian dari hidupnya.

Tubuh Taemin merosot ke bawah seiring dengan tangannya yang menggenggam erat tangan Minho yang kini menjadi dingin. Ia menangis tersedu-sedu, mengingat kembali kenang-kenangan yang pernah dilewatinya bersama Minho. “Bangunlah Minho-ya! Kenapa kau tega meninggalkan kami semua? Apakah kau tidak tahu kami masih belum siap untuk ditinggalkan? Minho-ah! Choi Minho! Apa kau tidak mendengar kata-kataku? Cepatlah bangun! Atau kau harus menanggung akibatnya!” Taemin mengguncang-guncang tubuh Minho yang sudah tidak bergerak itu.

Sulli menghampiri Taemin. Ia berjongkok di hadapan Taemin dan kemudian memeluk tubuh Taemin dengan erat. Taemin membalas pelukannya dengan erat. Mereka saling menumpahkan segala perasaan mereka dalam bentuk pelukan. Sulli terisak begitu juga dengan Taemin.

Tubuh Krystal juga merosot ke bawah. Ia menangis dalam keheningan namun sedetik setelah Sehun dan Victoria yang memeluk tubuhnya, ia terisak dengan kedua tangan yang melingkar tubuh Sehun dan Victoria. Mereka terisak dalam pelukan ini.

Para hadirin bangkit dari duduknya untuk memberi hormat terakhir pada Minho begitu juga dengan kedua orang tua Sehun dan Victoria yang berada di panggung. Diam-diam mereka semua terharu atas apa yang sudah dilakukan oleh Minho. Perjuangan Minho akhirnya membuahkan hasil. Minho telah berhasil.

-*Qiink Yheoh*-

 

“Terus kenapa dia menutupi kemampuannya dari kita semua?” tanya Taemin.

“Alasan yang sangat sederhana. Dia tidak ingin orang-orang yang berada di sekitarnya selalu membangga-banggakannya dan memujinya. Itu hanya membuat namanya selalu dikenang,” jawab Krystal.

“Dan sekarang dia sudah berubah pikiran?”

Krystal menganggukkan kepalanya. “Betul sekali. Sekarang dia ingin semua orang mengingat namanya dan dia juga ingin membawa sebuah keajaiban untuk sekolah ini dan juga anak-anak yang menderita kanker seperti dirinya.”

-*Qiink Yheoh*-

Hyung, terima kasih untuk membawa orang tuaku kembali padaku. Kaulah yang menciptakan sebuahn keajaiban untukku. Walaupun hidupku juga akan berakhir seperti hyung, tapi aku  tidak akan menyesal lagi. Aku tidak akan merasa takut lagi. – Oh Sehun

Terima kasih, oppa! Terima kasih untuk membawa sebuah keajaiban untukku. Di saat terakhir seperti ini, aku masih bisa mendapatkan kembali kasih sayang dari orang tua. Jika tidak ada oppa yang selalu memberiku semangat di sampingku, aku sudah tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Aku tidak akan lagi menyia-nyiakan waktu-waktu berhargaku. Aku ingin seperti oppa. – Victoria

Kau telah berhasil membuat mereka selalu mengenang namamu. Kau telah menjadi sosok seorang pahlawan untuk kami semua. Bukan hanya itu, kau juga telah berhasil membuat para guru bangga padamu. Mengharumkan nama sekolah kita. Kau telah berhasil meraih juara pertama di tingkat nasional. Aku juga bangga padamu, saudaraku. – Krystal Jung

Waktu yang singkat tidak menjadi masalah bagiku. Buktinya kita menjadi sahabat hanya dalam hitungan bulan, bukan? Kaulah yang membuat kedua mataku terbuka dengan lebar. Di mana ada pertemuan, di situlah ada perpisahan. Perpisahan tidak berarti lupa namun perpisahan berarti diingat. Kami akan selalu mengingatmu. Terima kasih untuk semua ini.  – Choi Sulli

Ternyata benar apa yang sering diucapkan oleh Krystal, tidak ada yang tidak mungkin. Asal memiliki tekad, memiliki niat maka segala sesuatu yang tidak mungkin juga akan terjadi. Mungkin inilah yang disebut dengan keajaiban. Kau tahu, aku lulus dengan nilai yang sangat memuaskan bahkan guru-guru yang di sekolah juga memujiku. Ini semua berkat usahamu. Kau yang tidak pernah lelah untuk menjawab pertanyaanku. Terima kasih Minho-ah. Kau sahabat terbaikku! – Lee Taemin

 

The End

Halloha! Berhubung ini adalah part terakhir, jadi silahkan keluarkan unek-uneknya ya? Saran dan Komentar nya , aku tunggu loh ^^ Aku akan terima dengan senang hati ^^

Ingin berkenalan denganku? Silahkan difollow twitterku saja ^^ @QiinkYheoh

Kunjungi WP ku juga boleh ^^ Qiinkyheoh.wordpress.com

Dadahhh semuanya , sampai jumpa di FF berikutnya ^^

=’colf�lc�f�0�mecolor:text1′>Sulli melirik kearah Taemin dan mengedipkan sebelah matanya. “Benarkah? Kalaupun begitu, biarkan kami menunggunya di sini, kau tidak keberatan bukan?” Taemin tersenyum penuh arti. Mereka berdua kemudian berjalan ke arah salah satu bangku kursi yang ada di ruangan tersebut dan mendudukinya.

-*Qiink Yheoh*-

“Ada apa, Krystal-ah?” tanya Sulli setelah menekan tombol hijau pada ponselnya. Taemin melirik Sulli meminta jawaban.

“Minho.. Minho..”

“Minho kenapa? Kau tenang dulu, baru jelaskan apa yang terjadi padanya.”

Terdengar jelas hembusan berat dari seberang. “Minho, dia masuk rumah sakit lagi. Tadi saat sedang bertemu dengan Tuan Song, tiba-tiba sakit kepalanya kambuh lagi dan pingsan. Sekarang, dokter sedang memberikan pertolongan padanya, kalian cepatl datang,” jelas Krystal dengan suara yang serak. Sepertinya, ia barusan menangis.

Sulli buru-buru memutuskan teleponnya dan menarik Taemin untuk keluar dari ruangan Tuan Oh. Namun sebelum mereka membuka pintu, Tuan Oh menghentikan langkah mereka. “Ada apa dengan Choi Minho?” tanyanya.

Sulli melirik Tuan Oh dengan tatapan kecewa, marah sekaligus sedih. “Minho, dia juga seperti anakmu, Tuan Oh. Namun orang tuanya tidak sepertimu, kau tahu? Dia berusaha menyempatkan dirinya untuk menemani Sehun dan anak-anak lainnya yang juga sepertinya. Mereka masih bisa tertawa walaupun nyatanya mereka menderita penakit ganas yang sewaktu-waktu akan membawa mereka pergi dari sini dan mereka masih bisa saling menyanyangi walaupun mereka tidak lagi mendapatkan kasih sayang dari orang tua mereka. Dan kini, di saat daya tubuh Minho yang semakin melemah, dia masih…” Sulli tidak lagi melanjutkan kata-katanya karena air mata yang sedari tadi ditahannya kini keluar membentuk isakkan kecil. Taemin segera memeluknya dan menenangkannya di dalam pelukannya.

“Kau tahu, Tuan Oh, Minho masih ingin membuat keajaiban untuk mereka di sisa-sisa waktunya. Dia ingin melihat anak-anak itu tertawa dan mendapatkan kasih sayang dari orang tua lagi. Apa itu salah, Tuan Oh? Sehun itu anakmu bukan? Waktunya tidak akan lama lagi Tuan Oh, kenapa kalian tidak memberikan kasih sayang yang lebih kepadanya? Sehun bukan anak yatim, dia juga ingin seperti anak-anak yang lain yang bermain diluar, tertawa bersama sahabat-sahabatnya serta keluarganya. Apakah harapan kecil dari anak-anak sepertinya juga tidak dapat dikabulkan? Pikirkan itu baik-baik, Tuan Oh, kami permisi,” timpal Taemin yang masih memeluk Sulli, kemudian mereka berdua segera keluar dari ruangan Tuan Oh dan mengunjungi Minho yang masih berada di ruang Unit Gawat Darurat.

Mereka hanya dapat berdoa dalam hati supaya Minho dapat melewati masa-masa kritis dan melihat keajaiban yang dibuatnya sendiri. Minho telah berkoban untuk mereka. Namanya akan terus dikenang. Choi Minho, sang pahlawan yang berhasil meluluhkan hati Tuan Oh dan Tuan Song.

-*Qiink Yheoh*-

“Kalian masih gugup?” tanya Krystal sembari menatap anak-anak yang berada di ruang tunggu satu per satu. Anak-anak yang lain hanya mengangguk-angguk. Lain dengan Sehun dan Victoria yang terlihat biasa-biasa saja. Krystal berjalan menghampiri mereka. Tangannya terulur untuk menepuk punggung mereka. “Tunjukkan kemampuan kalian pada semua orang yang telah hadir di sini, tunjukkan kalau anak-anak seperti kalian juga patut dibanggakan.”

Sehun menatap Krystal dengan pandangan yang sulit diartikan. Kemudian ia menghela napas dan membuang muka. “Noona, apakah Minho hyung akan datang?” tanya Sehun tanpa memandang Krystal.

“Iya eonnie, Minho oppa akan datang bukan? Kami berharap dia akan datang. Bagaimanapun dialah yang mendorong kami untuk menunjukkan bakat kami di hadapan banyak orang, dia adalah guru kami, malaikat kami,” timpal anak-anak yang lain. Victoria bersama yang lain hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.

“Apakah kalian percaya akan keajaiban?” tanya Sulli yang tahu-tahu sudah berada di antara mereka. “Percayalah, hari ini akan terjadi banyak keajaiban. So, anak-anak, mari kita siap-siap. Acara akan dimulai sebentar lagi,” lanjutnya dengan nada yang antusias.

-*Qiink Yheoh*-

TBC! RCL!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Miracle – Nothing is Impossible [3.3]

    1. gomawo udha membacanya chingu ^^

      lagu itu ost dari sad love story,
      chingu pernah menontonnya? filmya bagus loh .. ahahha
      lagunya juga, jadi, aku menggunakan lagu ini sebagai backsong FF ini ^^

    1. gomawo udha membacanya ..
      hahhah

      jangan sedih yaa ..
      hahahha

      oh, silahkan membaca karya-karyaku di WP pribadiku saja ..
      soalnya, jarang aku menggunakan cast yang hnya di SHINee😛
      pdhal aku shawol loh #plak *cpha yang tanya?*😛

      haha

  1. Waaah.. Setelah sekian lama, akhirnya muncul juga part 3 nyaaa. Ga nyangka bgt kalo minhonya bela2in keluar rumah sakit dengan kondisi yg msh lemah. Makna ceritanya dalem banget..
    Daebak for Author.. Keep writing and fighting..

    1. iyaa ..
      aku sengaja mengangkat makna ini dalam FF ini ..
      entah bagaimana ceritanya sampai-sampai aku bisa membuat cerita seperti ini ..
      hahhah
      aku juga bingung sndiri😛

      gomawo udha membaca FF ini ^^

    1. ini udha part trkhir kok .. hehe ..
      sbnarny ni hnya sbuah longshoot yngg kubagi jd 3 part buat post d snhi ..

      jk ingin baca ff ku yngg lain, bs kunjungi WPku .. qiinkyheoh.wordpress.com

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s