Secretly Love – Part 4

secretly-love-1

Title  : Secretly Love -Part 4 (The Clue Of White Light In Heart)

Author  : Shin Fujita

Main cast  : Park Hye Ra, Choi Minho

Support cast   : Krystal Jung [F(x)], Kim Jonghyun, Kim Ahjussi

Length  : Chaptered

Rating   : General

Genre :  Romance, Frienship

A/N : Horee!! akhirnya dipublish juga ^o^ . gomawo buat admin yang baik karna nge post ff gaje ku ini ^^v . Btw ada yang beda dengan covernya ya? Yah aku cuma mau edit dikit aja biar dilihat lebih sergg gimana gitoooh. Dan juga aku nambahin judulnya, sub grup sih (?) . Dan aku harap admin gak keberatan jika aku nambahin judul gaje ini *bow* sebenarnya judul utamanya tetep ‘ Secretly Love’ gak akan di ganti tu judul. Terus apa sih maksud dari The Clue Of White Light In Heart ? Singkat cerita maksudnya adalah tentang seseorang yang mendapakat kesulitan dan tiba – tiba aja datanglah sebuah petunjuk bagaikan cahaya putih yang timbul dari hatinya itu. Hingga ia melakukan semua pentunjuk itu menurut kata hatinya sendiri. Nah disinilah si Minho akan memilih….. Yaaa pada ngerti gak? *gaaak! . Oke! lupain tentang itu judul! Yang ngerti syukur2 aja, yang gak? Lompat ke lau aja sono! :p *author di bakar reader ._.

BACKSOUND >>

Sunny and Luna – It’s Me ( To The Beautiful You OST)

Taemin – U ( To The Beautiful You OST)

Starship Planer – White Love

IU – You And I

F(x) – Love Hate

Author.pov

“Ya! Kita mau kemana?”, Hye Ra mengikuti Minho yang berjalan duluan darinya. Minho tidak mempedulikan dan terus berjalan hingga mereka berada di koridor sekolah. Karna Hye Ra merasa teracuhkan ia berlari kecil dan menyamakan langkahnya dengan Minho.

”Kau yang mengajakku, tapi kenapa kau juga yang tidak memberi tahu tujuan kemana?”, tanya Hye Ra sambil berjalan disamping Minho. ” kan kubilang ke mall, kau ini banyak tanya!”, protes Minho lalu mengehentikan langkahnya. Minho melihat lihat murid – murid yang berlalu lalang didepannya, berharap kalau Taemin dan Jonghyun tidak mengetahuinya bersama Hye Ra. Tapi sepertinya dua namja itu tidak berkeliaran disekitar sekolah ini. Jadi ia tidak mungkin ketahuan oleh kedua sahabatnya itu.

Author.Pov.END

Park Hye Ra. Pov

Entah kenapa aku mau diajak Minho pergi ke mall. Yah, meskipun seharusnya aku pergi bersama Krystal, tapi tak apalah, untung – untung Minho yang traktri! >.< Jadi aku bisa berbelanja sepuasnya. Tapi kenapa ini terasa aneh ya? Seorang Minho yang pelit mau mengajakku ke Mall dan ditraktri pula. Ada apa dengannya? Apa… Jangan jangan karna kemarin ia merasa bersalah, dan menembusnya dengan mentraktirku? Yah walaupun sebenarnya aku masih kesal padanya karna sudah merebut first kiss ku! Tapi yang benar saja, aku merasa rugi diciumnya. Aku tidak sudi kalau dicium yang bukan orang yang kucintai, tapi….. malah orang pelit dan jangkung ini yang menciumku!!! Huaaa!! ><

”Hye Ra- ssi? Kenapa bengong? Kau tidak mau pergi denganku?”, oh aku tidak sadar kalau aku melamun karna first kiss bodoh itu! Malah Minho menatapku aneh karna aku bengong gak jelas -_- . ”Hmm, bukan begitu aku hanya memikirkan sesuatu”, jawabku seadanya. ”Oh, kalau begitu lebih baik kita pergi sekarang” , tanpa aba – aba dari ku Minho langsung menarik lenganku (lagi) dan menyeretku untuk mengikutinya.

Minho membawaku sampai ke halte bus. Kami hanya butuh beberapa menit untuk menunggu kedatangan bus. Hingga akhirnya bus itu datang. Aku yang masih terpatung, tiba tiba saja didorong oleh calon penumpang yang ada dibelakang. Tubuhku terasa ingin jatuh karna terdorong tadi, tapi….. Eh! Kok belum jatuh sih? Seharusnya aku udah jatuhkan?

”Ya! Kau harus berhati hati”, aku mendengar suara yang dekat kearah telingaku. DEG! Aku melototkan kedua mataku. Aku rasa ada yang memopongku.

”Minho?”

”Apa?”

”kau menahanku?”, tanyaku dengan tampang polos.

GUBRAK! Badanku terhuyung jatuh ketanah. Auh! Sakit! Dasar namja itu! Sudah baik kalau ia sudah memopongku kenapa dilepaskan sih?

”Sudah jelas aku menahanmu, pake tanya segala!”, Minho melepaskan tangannya yang merangkul pinggangku tadi. Alhasil bokongku sangat sakit karna terbentur dengan aspal T.T

”Auh! Kenapa jahat sekali, eoh?”, kesalku dan berusaha untuk berdiri sendiri. Ingat itu! SENDIRI! T.T

”Kau sendiri yang bego! Pake adegan sok dramatis saat ku bantu tadi. Kau tau? Aku tidak suka dengan drama queen mu itu!”, hina Minho sambil meninggalkan aku sendiri disini. Catat itu! SENDIRI! T_T.

Baiklah Park Hye Ra, sepertinya kau harus berlatih untuk bersabar jika bersama Tuan arogant Choi Minho. Ha? Tuan? Ah! Amit – amit aku memanggil si tiang listrik berjalan itu tuan! :p *jelas – jelas dia sendiri yg bilang tuan -_-. Salahkan authornya!*

Beberapa saat kemudian

Sekarang aku berjalan masuk kedalam bus, yah sebenarnya agak terlambat sih, kan itu karna adegan tak berpri kemanusiaan Minho tadi -_-. Bikin bokongku mau retak karna dihempaskan ke aspal T_T

”Sudah datang rupanya”, aku mendapatkan sahutan yang amat sangat menjengkelkan dari Minho. Baru saja aku menghampirinya di bus, malah ia sok sok gak peduli lagi. Hei! Choi Minho! Yang mengajak aku kesini adalah kau! Minho! Choi Minho! Sadar diri dong!

”Bagaimana dengan bokongmu? Apa rasanya sangat nikmat tadi?”, aku melirik Minho dengan kedua mataku yang mulai berkilat petir. What do you say??? Nikmat? Hahahaha rasanya sangat nikmat Minho babo! -_-

”Apa bokongku seperti santapan makananmu hingga kau menanyakan rasanya , ha?” , jawabku strakis! Emosiku ingin meluap! Lihat saja Choi Minho, di dunia berikutnya akan kuhabisi dirimu! *ni author juga ikut ikutan emosi nih -_- . ” Terserah kau! Tapi lihat! Karna adegan drama queenmu tadi kita tidak kebagian tempat duduk!”, Minho menatapku kesal, begitu juga denganku. Tapi.. kalau diliat liat, juga benar. Tidak ada satupun bangku  yang tersisa untuk kami. Yah mau tak mau kami harus berdiri saja.

”Ah! Minho..bisa kau minggir sedikit? Disini sangat sempit!”, entah ini cobaan apa. Aku terasa di kepung oleh segerumbulan manusia yang ada di bus ini. Kiri kanan ku di penuhi oleh ahjussi –ahjussi yang berbadan besar, sedangkan Minho tepat di belakangku. ” Aku juga sempit disini!” runtuknya dari belakang. Hahh.. mau gimana lagi.. ini memang nasibku T_T.

”Auh!”, aku tergeserkan lagi oleh ahjussi di sebelahku. Tubuhku terimpit oleh kedua ahjussi berbadan besar ini. Nafasku tiba tiba sesak karna tidak bisa bernafas di tempat ini.

”Minho… aku sulit bernafas.. disini sempit”, dadaku makin sesak karna tidak terbiasa dengan bus ini dan juga oleh orang orang disekitar ku ini. Tubuhku jadi lemas.

“Hye Ra! Gwenchana? Busnya akan jalan, kau pegang erat erat!”

Aku mengangguk pelan, dan tiba tiba bus itu mendadak melaju, hingga diriku hampir terjungkal kebelakang.

“Hye Ra!”, aku mendapati tubuhku di tahan  Minho, lagi. Ia segera merangkul pinggangku dan melindungiku dari ahjussi – ahjussi tadi. Mataku sontak mengerjap karna terpesona! Upps! Jangan bilang kalau aku terpesona oleh wajah Minho! >.< Huaa ! Tidak! Hye Ra masih normal! . ”gwenchana?”, Minho menatapku cemas. Tunggu! Wajahnya sangat panik! Tumben sekali. ”aku baik baik saja” balasku sedikit gugup. Ya. Sekarang aku gugup! Terutama dengan wajahku kini yang sepertinya sudah memerah. Wae? Apa ada yang salah.

”Kau sepertinya, sangat lemah. Lebih baik kita turun dari bus ini”, tiba tiba saja Minho menyeretku. Memberiku jalan keluar dari bus yang berdesakan ini. Aku tentunya terheran heran padanya. Wajahnya panik dan  kelihatan khawatir. Apa aku benar? Ia khawatir padaku?.

”Minho-ssi, tidak usah.. disini saja” elakku saat kami sudah di depan pintu bus.

”gwenchana, biar aku minta pada sopirnya untuk menghentikan bus ini, pinta nya masih bersi keras. Aku mendengus pasrah dan mengikuti intruksinya.

Author.Pov

Akhirnya Minho dan Hye Ra turun di pemberhentian. Minho masih mengawasi Hye Ra jalan, karna nanti bisa bisa gadis itu terhuyung dan jatuh lagi.

”Sudahlah, aku bisa jalan sendiri! Kau anggap aku nenek – nenek ,ha?”, Hye Ra menepis tangan Minho yang sedari tadi menyeretnya.

”Aish! Sudah dibantu tapi masih juga galak!”, desis Minho kesal, lalu mengalihkan pandangan. Ia sendiri bingung kenapa ia begitu panik melihat wajah Hye Ra yang mendadak pucat karna berdesakan. Tapi, tidak salah bukan kalau ia mengkhawatirkan Hye Ra? Hye Ra kan seorang perempuan, dan perempuan itu seharusnya dilindungi.

”Jadi apa yang bisa kau lakukan di tempat sepi ini? Apa kita tidak jadi ke Mal?”, tanya Hye Ra ikutan kesal

”Ya! Jangan marah dulu! Siapa dulu yang telat masuk bus? Semuanya adalah salahmu!”

”Salahku? Ya! Kau sendiri yang menjatuhkan saat di halte tadi! Dan sekarang kau minta berhenti di tempat tidak jelas ini!”, murka Hye Ra yang kemarahannya mulai berkoar koar. Minho hanya terdiam, tidak mempedulikan ocehan Hye Ra. Lebih baik ia menacari ide untuk keluar dari masalah ini.

”Ya! kenapa diam saja?”, Bentak Hye Ra keras.

”Kau yang diam! Berisik!”, kesal Minho hingga membuat Hye Ra diam seribu kata.

“Sekarang, kau jangan banyak omel dulu! Diam dulu sebentar! Ne?”, dengan berat hati Hye Ra mengangguk dan beransumsi untuk diam *kasian ni anak, poor Hye Ra XD*

Dan akhirnya Minho mendapatkan suatu usul

”Nah.. kau tak ingin kita berlama lama disini kan?”, tanya Minho memecah keheningan.

”ne!”, angguk Hye Ra.

”Kau mau ke mal dan shopping kan?”, tanya Minho lagi

”NE!”, jawab Hye Ra lebih semangat

”Kalau begitu, Aku akan menghubungi sopirku ,kita tunggu sopir pribadiku yang akan mengantarkan kita ke mal ”, ucap Minho tegas dan berwibawa *ciee ehm*. Minho pun langsung mengambil Hp yang ada disakunya dan menekan beberapa nomor yang tertera di balik Hp layar sentuhnya itu. Namun… tidak dengan Hye Ra. Ia mengerutkan keningnya saat mendengar kalimat Minho tadi. Tiba tiba saja Hye Ra kembali ingn berkoar, layaknya gunung yang sudah lama tidak meletus (?)

“Apa? Sopir? Ya! Kenapa tidak dari tadi saja? Kenapa kau malah mengajakku pergi dengan bus? Bilang dong kalau punya sopir! Kan aku gak sesial saat di bus tadi! Dasar namja pabo!”, murka Hye Ra  dengan menunjuk nunjuk wajah Minho. Minho terkesiap dan terbawa emosi.

”Ya! Mana ku tahu? Salah sendiri kenapa tidak menolak saat aku ajak ke halte tadi! Dan ingat! Yang pabo  itu kau!”, cerocos Minho yang tiba tiba saja ikut ikutan berkoar -_-.

”Mana ada dipikiranku untuk menolak? Kau aja yang terlalu asik menyeretku sana sini! Kau kira aku koper apa? Seenaknya main seret seret! Dasar tiang listrik berjalan!”, hina Hye Ra hingga bibirnya tidak henti untuk mengoceh.

”Terserah!”, ucap Minho menyerah karna tak sanggup lagi berkicau dengan yeoja bermulut pedas seperti Hye Ra.

Hingga akhirnya. Sudah beberapa menit menunggu , tibalah sopir yang dipanggil Minho tadi dengan Mersedes Benz nya. Sopir yang seperti lelaki paruh baya itu keluar dan langsung membukakan pintu untuk Minho

Namun , karna keberadaan Hye Ra yang bersama Minho. Sopir pribadi Minho yang sering dipanggil Kim ahjussi itu merasa curiga dengan keberadaan Hye Ra

”Tuan, siapa agashi itu?” , tanya Kim ahjussi pada Minho

”Kenapa bertanya? Cepat bukakan pintu untuknya!”, suruh Minho tegas. Lalu Kim ahjussi itu membukakan pintu buat Hye Ra . Hye Ra masih terheran heran, dan dengan berat hati ia masuk kedalam mobil. Ia sudah mengubur rasa jengkelnya tadi, dan mencoba untuk lebih bersabar jika berhadapan dengan Minho *bukannya Minho yang seharusnya lebih bersabar? O.o?*

Dan disaat mobil itu mulai melaju. Mulut Hye Ra tertutup rapat. Ia lebih tertarik untuk melirik pemandangan jalan yang ia lihat dari jendela kaca disebelahnya. Sedangkan Minho duduk tenang di sebelah kirinya. Dalam dan diam , Minho melirik Hye Ra dari sampingnya. Ia melihat wajah damai Hye Ra itu. Ujung bibirnya melengkung seketika saat  mengingat beberapa keping keping peristiwa yang belakangan ini dipenuhi oleh sosok Hye Ra. Sosok yeoja yang pertama kali ini mengisi harinya. Bukan! Mungkin beberapa harinya. Namun , sepertinya Minho lebih merasa ia mempunyai jarak yang sangat jauh dengan Hye Ra, entah jarak apa itu.. tapi seperti yang dipikirkannya, Hye Ra sangat susah didekati oleh orang sepertinya.

Apa yang telah kupirkan?- batin Minho bertanya sendirinya. Didalam otaknya penuh dengan buing – buing yeoja  itu, Hye Ra. Sementara ia sendiri mendapatkan sesuatu masalah yang berat. Iya, Masalah yang berat! Dan lain dan tak bukan adalah soal perusahaan dan pernikahannya itu. Dalam jangka waktu dekat ini ia harus menemukan seorang calon istri untuknya. Bukan begitu. Tapi, seorang yeoja yang mau menjadi pasangannya saat di pesta besar keluarganya. Keluarga Choi. Namun ia belum menemukan sosok yeoja itu. Ia belum menemukan gadis yang dapat memikat hatinya.

Memikat hatinya?

Kalimat itu pantas digaris bawahi. Memikat hati? Minho kembali melayang di alamnya yang sangat dalam. Ia menutupkan kedua matanya dan merenungkan kalimat barusan. Dan ketika pandangan gelap yang ia dapatkan. Tiba tiba saja ada sebuah cahaya putih  yang menyulusup. Cahaya itu kini makin terang, mungkin sekarang tidak seperti cahaya lagi, namun berwujud seseorang. Iya! Seseorang yang lebih tepatnya adalah seorang gadis. Gadis ’itu’ berpakain serba putih. Sangat suci. Gadis ’itu’ berjalan menuju hayalan Minho. Pakaian yang dipakainya panjang hingga melebihi batas kakinya. Tangannya memegang sebuah buclet bunga melati yang sama putihnya. Dan ketika Minho perhatikan gadis itu lagi. Gadis ’itu’ tersenyum, senyumnya sangat tulus hingga orang yang melihatnya pasti akan terpesona. Terutama Minho yang sedang melihatnya. Jantung Minho berdebar, ia melihat gadis itu mendekat dan berhadapan dengannya. Dan disaat Minho ingin menyentuh wajahnya…

”Ya! Kau tertidur?”, GLEK! Mata Minho langsung terbuka lebar. Ia mengerjapkan matanya. Ia tak sadar kalau barusan ia habis menghayal. Menghayal? Tapi di lubuk hati Minho itu bukan seperti hayalan. Ini seperti sebuah kepingan kehidupannya kelak. Yah..Mungkin.

”Minho? Kau tidak gila kan?”, sebuah tangan melambai tepat didepan wajah Minho. Namja itu menggelengkan kepalanya. Dan langsung melirik gadis yang disampingnya tadi.

”Hye Ra? Kau Hye Ra?”

”mwo? Iya ini aku! Waeyo? Apa kau sakit?”, tanya gadis itu . Hye Ra.

”Barusan kau berdiri dihadapanku dan memakai.. ah! Kenapa aku ini?”, Minho memegang kepalanya. Ia bingung! Sangat bingung.

”wae? Sedari tadi aku didalam mobil. Kau ini kenapa? Habis mimpi ya?”, tanya Hye Ra aneh. Namun Minho membalas dengan gelengan pelan.

”eopseo, jangan dipikirkan. Mungkin aku lagi tidak enak badan”, sergah Minho dan memalingkan wajahnya dari Hye Ra.

”Tuan.. kalau tidak enak badan lebih baik tuan pulang saja” ,saran Kim ahjussi. Dari kaca spion tadi ia bisa melirik Minho yang kelihatan aneh. Ia juga merasakan kalau akhir – akhir ini selalu sering berpikir.

”Tidak usah.”, tolak Minho dingin. Dan saat itu lah semuanya hening. Minho pun ingin melupakan pikiran , hayalan, mimpi atau apalah namanya itu. Sedangkan Hye Ra? Ia terbuat bingung sendiri dengan kalimat Minho. Berdiri dihadapannya? Kapan? Itulah kalimat yang diragukan Hye Ra. Namun tampaknya ia terlalu tidak peduli.

***

Mobil yang dikendari oleh sopir pribadi Minho itu sudah terhenti tepat didepan lobi depan Mal besar itu. Kim ahjussi turun dan mempersilahkan Minho dulu untuk turun. Ia membukakan pintu Minho dan menganbil tas sekolah Minho untuk berjaga jaga

“Kenapa hanya saya? Bukakan pintu untuk gadis itu!”, perintah Minho tegas pada Kim ahjussi..”Jwe- songhamnida, akan saya bukakan tuan”,, Kim ahjussi membungkuk dan langsung memebukakan pintu untuk Hye Ra.

“kamsahamnida” Hye Ra tersenyum simpul dan berjalan menuju Minho berdiri. Ia terkesiap saat melihat Mal besar yang ada diahadapannya. Setaunya, Mal ini adalah milik perusahaan ‘HoHyun Comunity’ yang dikenal sangat kaya se Korea. Dan sekarang ia berada di Mal ini, terbesit dipikiran Hye Ra untuk bertanya sesuatu pada Minho.

“Mal.. ini bukannya milik…”

“sudahlah, ayo masuk”, sela Minho berusaha menangkas kalimat Hye Ra. Hye Ra hanya pasrah dan mengiuti Minho masuk kedalam Mal. Berbeda dengan Mal lainnya, Mal ini lebih terkesan classic dan dilantunngi oleh music classic pula. Suasananya tidak terlalu ribut, karna hanya pengunjung istimewa yang dapat mengunjungi Mal ini. Secara barang barang yang dipromosikan adalah barang impor yang kalah tanding dengan barang di Korea. Begitu juga dengan pakaian disini, lebih mengarah pada designer dunia dan berkelas tinggi.

”Beli saja apa yang kau mau , aku yang bayar”, sahut Minho dingin seraya menyapu pandangan keseluruh sudut Mal .

”Ya! kau kira sebelumnya aku mengemis untuk dibayar apa? Ingat usul ini adalah usul dari mu! ”, protes Hye Ra karna merasa direndah kan dengan kalimat Minho. Gini gini Hye Ra juga keluarga kaya, hanya saja ia terlalu maniak shopping jadi ia bersedia untuk ditraktir, lumayan… kan gratis.

”Jangan banyak omong! Oh ya, ini kartu kreditku. Kau bisa menggunakannya”, Minho mengeluarkan kartu kreditnya dari dompet kulitnya. Tampak Hye Ra melongo, karna dengan semudah itu Minho meminjamkan kartu kreditnya pada orang sepertinya. Tahu- tahu uang Minho akan habis disedot Hye Ra semua😄.

”Dan satu lagi, kalau lapar kau hubungi aku saja . Nanti akan kuajak ke restaurant milik Appaku disini”, tawar Minho lagi tampa menatap Hye Ra karna sibuk dengan ponselnya. Minho sengaja sibuk sendiri, karna tidak mau dibilang aneh oleh Hye Ra seperti di dalam mobil tadi.

”ne” ,ucap Hye Ra patuh. Lalu ia masih tertarik untuk melirik Minho yang sibuk dengan sendirinya. Bukannya pergi.

”Ya! Kenapa masih disini? Pergi sana! Aku mau ke sesuatu tempat”, Minho menyadari Hye Ra masih terpatung didepannya. Hye Ra pun memanyunkan bibirnya dan akhirnya menghilang dari pandangan Minho. Gadis itu berjalan sendirian melewati beberapa stand disamping kiri kanannya. Hye Ra tampak kecewa, karna tidak ditemani berbelanja, hanya mentraktirnya saja. Jelas jelas ia punya uang yang cukup untuk berbelanja.

Choi Minho. Pov

Aku pura pura sibuk didepannya. Aku tidak ingin ia memanggapku seperti orang bodoh seperti tadi. Sepertinya aku banyak berpikir hingga pikiranku melayang terlalu jauh hingga aku bertemu dengan gadis.. yang aku anggap sebagai.? Ah sudahlah! Lama – lama muak membahas itu.

“Tuan, ngomong – ngomong kenapa Tuan mengajak agashi itu kesini?Apa ia kekasih tuan?”, aku mendongak. Menatap Kim ahjussi sejenak. Aku tertawa hambar , lalu menjawab. “ Tidak, dia bukan kekasihku, aku mengajaknya karna kemarin aku berbuat kesalahan padanya”

“Apa ini sebagai tanda minta maaf?”

”Ya.. bisa dikatakan begitu. Aku pernah membuatnya menangis dan ketakutan, aku kasihan, jadi aku menagajaknya kesini untuk membayar kesalahanku”, entah kenapa, aku jadi terbuka seperti ini. Biasanya aku tidak pernah menceritakan hal seperti ini kepada orang – orang, apalagi pelayan seperti Kim ahjussi.

”Oh begitu.. tapi tuan.. soal perusahaan presdir Choi, apa tuan benar benar menggantikpewaris Cho Kyuhyun?”, lagi lagi aku melirik Kim ahjussi. Kenapa masalah perusahaan ini selalu dibahasnya?. ” kata Appa dan Eomma begitu. Kenapa?” ,tanyaku kesal.

”Maaf Tuan, hanya saja saya berpikir tentang penerima saham itu. Kabarnya tuan akan menikah dan diharuskan mempunyai keturuan untuk mengamankan saham presdir Choi. Tapi setau saya, tuan tidak pernah disamping seorang gadis manapun. Dan sekarang saya bisa melihat tuan begitu perhatiannya kepada agashi  tadi, atau jangan – jangan…”

”Diam! Lama lama kau sudah kelepasan bicara! Ingat siapa lawan bicara mu! Jaga statusmu yang hanya sebagai pelayanku! Sudahlah aku mau pergi!”, Aku sangat kesal jika ada orang yang rendah dibawahku yang ingin tau banyak tentang masalahku. Tau apa dia? Apa dia mau mengatur hidupku? Oh? Atau mau mengejekku begitu?.

Karna terlanjur kesal, aku berjalan bergegas. Entah kemana tujuanku sekarang. Yang penting aku pergi menjauh. Tapi tiba tiba saja , langkahku terhenti saat aku melihat gadis yang tengah asik menatap sebuah dress dengan tatapan terpesona. Aku tersenyum simpul melihat orang itu.

”Hye Ra! Kenapa berdiri saja? Tidak mau beli?”, teriakku dari jauh. Gadis yang berdiri tadi membalikkan badannya dan memberikan bibir manyunnya padaku -_-.

”Aku mau lihat saja.. harganya sangat mahal. Bisa bisa uangmu akan habis jika aku membeli dress ini”, ucapnya seperti orang yang mengeluh. Aku hanya mangut- mangut dan ikut memperhatikan dress yang terpajang didepan butik itu. Dressnya indah, panjangnya sekitar selutut dan warnanya pink soft. Jika dipakai oleh seorang wanita, pasti akan kelihatan girly dan feminim.

”ngomong- ngomong kenapa kau bisa ada disini? Bukannya mau pergi kesuatu tempat?”, aku mendongak kepalaku. Melirik Hye Ra sejenak.

”Kebetulan saja aku lewat kesini. Wae? Tidak suka aku disini?”, tanyaku melotot. Hye Ra menggeleng, kemudian ia tersenyum? Apa dia tersenyum padaku?

”Ani..aku malah senang kalau kau ada disini”, ucapnya tanpa menghilangkan senyumnya. Aku mengerjap, aneh sih kalau yeoja ini mendadak bertingkah manis. Apalagi padaku. Ah! Sudahlah! Untuk apa aku memikirkannya?.

”Jadi setelah ini kau mau kemana?”, tanyaku membuatnya kembali menatapku.

”Aku ingin melihat dress ini, aku sangat menyukainya”, jawabnya dengan terkagum – kagum . Tapi.. kalau ia memang suka kenapa tidak beli saja? Memangnya seberaba mahalnya dress itu hingga dia enggan membeli?.

”Kenapa tidak beli saja?” ,tawarku lagi.

”kau tidak lihat? Ini dress asli rancangan designer ternama di Paris! Lihat saja, motifnya sangat rapi, indah, dan sangat cantik. Jika aku membeli ini, bisa bisa uangmu kuhabiskan semua” ,Hye Ra menatap dress itu dengan tatapan melemas.

” kau tau berapa harganya?”

”pelayan itu bilang 50 juta won”, aku mengerjapkan mataku. 50 juta won untuk dress sependek itu? Bahannya aja sedikit kenapa harganya berbanding jauh?.

“Benarkan.. kau tak akan mengizinkan aku membelinya” ,lagi lagi Hye Ra menatapku melemas. Wajahnya kelihatan seperti orang yang tidak bersemangat lagi. Aku meliriknya yang sedang menatap dress itu. Tiba tiba saja aku merasa…. Err sediiiiiiiiikit kasihan. Yah. Hanya sedikit.

“Ayolah, lebih baik pindah ke butik yang lain saja” ,Hye Ra membalikkan tubuhnya dan berjalan lebih dulu dariku. Sebelum aku mengikutinya, sekali lagi aku mengarahkan pandanganku ke dress pujaan yeoja itu. Apa Hye Ra benar benar menyukai pakaian itu? Apa ia akan senang lagi jika ia menggunakan dress itu?.

***

Keesokan Harinya

Park Hye Ra.pov

Hye Ra! Cepat kemari! Kau ingat besok remedi matematika kan? Awas jika kau terlambat!!!

Minho.

Aku membaca Sms yang menyebalkan dari Minho. Dasar orang itu! Hanya bisa mengancam! Lihat saja nanti kalau aku sudah di rumahnya, ingin sekali aku menjambak rambutnya itu.

”Hye Ra –ah? Sms dari siapa?”, aku menoleh pada Krystal yang ada disebelahku. Ya. Saat ini Krystal ada di rumahku. ”Biasalah.. namja arogant” jawabku asalan. Krystal hanya mangut mangut gak jelas kemudian senyam senyum padaku.

”Ya! Kau jangan terlalu membencinya Hye Ra..”

”Emang kenapa? Wajarkan aku membenci namja menyebalkan itu?”, tukasku tajam.

”Kalau kau terlalu membencinya, dewa cinta akan mengutukmu! Ia akan membuatmu menyukainya”,

”MWO? kau masih percaya dengan hal begituan Krystal? Hahahaha iya tidak mungkinlah.. aku tidak akan menyukai Minho…”, Aku tertawa renyah (?) mendengar ucapan Krystal tadi. Menyukai Minho? Hahaha boro – boro! Tunggu lebaran monyet sekalipun aku gak bakal suka sama Minho.

”Ya! Hye Ra!  Sekarang ini kau boleh bilang tidak percaya, tapi lihat saja karma akan berpihak padamu”, sahut Krystal dengan tampangnya yang agak dihororkan (?) . Aku masih tertawa. Merasa sangat lucu dengan ancaman karma dari Krystal.

”Krystal-ah.. aku hanya suka sama Jinki! Lee Jinki! Kau tahu kan? Aku sudah menaksir nya saat kita baru masuk ke sekolah ’Shining High School’?”

”Iya aku tahu… tapi rasa sukamu itu hanya ababil! Alias LABIL dan ABAL ABALAN! Kau hanya suka, tidak lebih dari itu. Cinta dengan rasa suka itu berbeda Hye Ra –ah” , Krystal menatapku dalam. Aku terhanyut dalam topik ini. Iya.. betul juga..

”Kau pikir selama ini aku tidak tahu? Beberapa hari yang lalu Minho merebut firs kiss mu, kemarin kau juga berkencan dengannya. Oh ya! Aku melihat ia juga memelukmu di halte dan di dalam bus. Apa itu tidak cukup Hye Ra?”, aku terkejap mendengar ucapan Krystal. Dari mana ia tahu tentang Mal , halte, dan bus itu? Tapi yang dikatakan Krystal gak sepenuhunya betul. Aku tidak berkencan dengan Minho, ia hanya mentraktirku belanja saja, dan juga Minho tidak memelukku, ia hanya menolongku yang hapir jatuh. Ah! Kenapa aku ambil pusing mengenai ini?.

“Aaaa!! Terserah!! Yang penting aku tidak akan menyukai Minho!”, teriakku yang mulai histeris.

“Park Hye Ra, kau ini keras kepala -_-“ ,hahaha begitulah. Aku memang Hye Ra yang keras kepala😀

”Krystal!”

”ne! Apa Hye Ra -_- ? ”, wah? Kenapa tampang yeoja ini jadi bete begini ya?

”Sebentar lagikan aku ke rumah Minho, bagaimana kalau kau ikut juga denganku?” ,sepertinya aku sudah melupakan tentang topik tadi. Dan sekarang entah usul dari mana aku berniat  mengajak Krystal untuk ke rumah Minho. Ya.. sebenarnya niatku ingin membuat Minho tidak nyaman karna ada Krystal😄 , lumayankan.. aku bisa melihat wajah jengkel dari namja itu nanti.hahaha

”Kau serius?”

”Iya! Bagaimana? Ikut ya?” ,aku memasang senjataku *puppy eyes* . Dan saat itu Krystal mendesah.

”Karna kau sahabatku, baiklah~ kajja!”, Krystal menarik tanganku. Aku hanya tertawa dan segera turun dari rumah.

Minho house

Minho tampak gelisah. Ia berjalan bolak balik mengelilingi kamarnya. Sesekali ia mengintip keluar dari kamarnya dan melihat para pelayan – pelayannya sibuk mempersiapkan pesta untuk nanti malam. Ya. Pesta yang kini membuat Minho tidak nyaman. Minho pun berjalan menuju cermin yang tergantung dekat lemari pakaiannya. Ia memperhatikan bayangannya yang terlihat sangat rapi. Dengan tuxedo hitam dan dasi yang bewarna silver. Rambutnya ditata sedemikian rupa hingga terlihat lebih tampan.

”Gawat! Gawat!” gumam Minho yang gusar. Ia melirik jam tangannya. Lalu melirik HandPhonenya. Tidak ada balasan sms dari Hye Ra. Iya, sebelumnya ia mengirim pesan singkat pada gadis itu agar segera datang ke rumahnya, karna hari ini mereka akan bimbel lagi. Sebetulnya Minho tidak yakin dengan rencana ini, tapi kebetulan besok Hye Ra akan remedi matematika, dengan terpaksa ia harus melakukannya.

Tok! Tok!

”masuk!” seru Minho. Ia sudah yakin tamu yang akan masuk kedalam kamarnya ini

”Ya! Choi Minho! Kudengar di rumah mu ada pesta besar besaran ya?” namja yang bertubuh kekar dan lebih pendek dari Minho itu masuk dan langsung loncat ke ranjang Minho (?) . Minho yang melihat itu langsung menyeret kaki namja itu

”Kim Jonghyun! Sudah berapa kali kubilang, jangan main – main dengan ranjangku!” seru Minho yang merasa terganggu. ”Panggil aku hyung! Baru aku akan menyingkir!” ucap sahabat Minho – Jonghyun.

”ne.. Jonghyun hyung~ puas?” sahut Minho jengkel lalu ia langsung duduk di tepi ranjangnya dan diikuti dengan Jonghyun. ”Mana Taemin?” tanya Minho.

”Sebentar lagi ia akan datang, jangan cemas dengan dongsaeng kesayanganmu itu” goda Jonghyun

”Terserah” sahut Minho dengan suara datar. Melihat sahabatnya lagi sumpek, Jonghyun jadi curiga pada Minho yang akhir-akhir ini sedikit berbeda. Tapi Jonghyun tahu apa sebabnya. Ia mengerti apa yang dirasakan sahabatnya itu. Ia tahu seberapa berat masalah dan tanggung jawab yang dipikul oleh Minho.

”Ya! Kau sudah mendapatkan yeoja mu itu? Hari ini kan kau harus memperkenalkan pada keluargamu” tanya Jonghyun yang kini tampak serius. Ia menatap mata sayu Minho. Minho menghembus nafas pelan dan membalas dengan gelengan.

“MWO?BELUM JUGA??” pekik Jonghyun tak percaya, hingga Minho menutup kedua telinganya. “Minho..kenapa mencari seorang yeoja  saja sangat susah bagimu? Lagian kau juga tampan, tapi lebih tampan aku sih -_-. Makanya, Itu akibatnya kau menolak bantuanku, aku punya banyak teman yeoja yang cantik – cantik! Apa aku mencarikan satu untuk mu?” tawar Jonghyun. Minho menatap Jonghyun datar lalu ia menggeleng.

Minho menekurkan kepalanya. Dan saat ia mendongak keatas, ia melirik pada sebuah bingkisan yang terletak diatas meja belajarnya. Bingkisan itu dibungkus dengan kotak kado yang bewarna pink dan terdapat pita ungu yang melilit kotak itu. Minho mendesah lalu berjalan menuju meja belajarnya. Disentuhnya bingkisan itu. Matanya ia sengajakan tertutup dan merasakan hawa yang hangat disekujur tubuhnya. Jantungnya juga berdebar hingga ujung bibirnya melengkung. Minho tersenyum.

“Ya! Kau kenapa? Senyum sendiri? Neo micheso?” Jonghyun yang melihat itu langsung mengikuti Minho dan melihat bingkisan pink itu. “ige mwoya?” tanya Jonghyun dengan tatapan anehnya. Minho pun membuka matanya,lalu melihat Jonghyun sudah ada disampingnya dan bahkan menyentuh bingkisannya.

“Jangan sentuh!” seru Minho seketika.

“wae? Aish! Ya! Jangan buat aku terkejut!” Jonghyun mengelus dadanya, karna mendadak saja Minho merebut bingkisan atau apalah namanya itu darinya.

“Kau ini kenapa, eoh? Aneh sekali!”

“Jonghyun hyung..” panggil Minho pelan.

“Ne!”

“Aku sudah menemukannya” ucap Minho lengkap dengan senyumnya. Jonghyun mengkerutkan keningnya, berusaha mengolah kalimat Minho tadi.

”Menemukan apa?”

”Aku sudah menemukan orang itu, aku ingin memilihnya” Kini Minho menatap Jonghyun penuh dengan keyakinan. Tapi si Jonghyun malah terkejut, ia menutup mulutnya yang ternganga.

”nugu? Siapa yeoja itu?”

Minho menelan ludahnya, menghembuskan nafasnya dan bersiap siap menajawab pertanyaan Jonghyun tadi.

”Dia… dia …”

Drrrt!Drrrt!

T.B.C

Hahaha gimana bagian akhirnya? Ngegantung kah? Atau kalian bingung di bagian ini? Oke! Whatever! Yang penting sudah baca langsung komen ya?

Gomawo ^ ^v

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Secretly Love – Part 4

  1. Mian Fujita-ssi, saya lupa ini cerita yg mana, atau saya yang belum baca dari awal…
    Tapi sesudah baca part ini saya langsung ngerti jalan ceritanya.. kesimpulan saya, Minho bakalan jadi pewaris parusahaan keluarganya, dan dia harus punya calon pendamping/istri, dan klo tebakan saya calon istri yang dipilihnya itu Hye Ra, bener gak??
    Maaf nih sok tau.. yang pasti saya penasaran kelanjutannya…🙂

  2. waa.. Aku lupa sama ff ini.. Pas kim ahjussi ngomong ttg perusahaan barulah aku sadar..
    Ya! Please krys jgn ikut hyera ke rumah minho dong…
    Next..

  3. Wah.. Akhirnya muncul juga part 4 nya setelah sekian lama menunggu.
    Makin menarik nih kisah cintanya minho-hyera yg mulai tumbuh dikit demi sedikit.
    Endingnya itu gantung bgt, bikin penasaran Щ(ºДºщ)
    Itu si hyeranya ke rumah minho kan ngajak si kystal dan sedangkan si minho kan nyuruh hyera kerumahnya kan krna ada pesta itu kan, trs gmn tuh???
    Wah, pokoknya di tunggu banget banget banget lah next partnya.
    Keep writing and fighting for author, thanks

  4. Nih, Minhonya kebanyakan mikirrr….!!!
    Udah, ajak Hyera aja….
    gak usah bnyak pertimbnagan…
    Lanjut, thor…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s