My Friend is My Love [3.3]

My Friend is My Love Part 3 (END)

Backgroung FF

Title                 : My Friend is My Love

Author             : Dhie

Main Cast        : Bae Suzy, Choi Minho, Lee Ji Eun

Support Cast   : Choi Sulli, Shinee’s member.

Length             : Sequel

Genre              : Sad, Romance

Rating             : PG-15

N.B                 : Ini asli buatanku, tapi awalnya bukan FF sih cerita biasa. Jadi kalau masih ada nama lain yg luput dari penglihatanku, tolong di komen ya! Terus kalau menemukan cerita yang mirip itu bukan kehendakku. So, Check it out chingu..!! one two three…Happy reading….and respon please ya..!! Thanks!

Terlihat dari jauh Minho omoni berjalan tergesa-gesa bersama suaminya yang kebetulan sedang cuti dari kerjanya di Jepang.

“Suzy-ya, bagaimana keadaan Minho? Apa yang dikatakan dokter?”, tanya Minho omoni panik.

“Omoni, Aboeji, annyeong haseyo!”, sapa Suzy. “Dokter belum keluar dari ruangan, kita tunggu, semoga akan baik-baik saja!”, jawab Suzy berusaha menenangkan Minho omoni.

“Kau, Bae Suzy?”, Minho aboeji menatap Suzy.

“Ye!”, Suzy tersenyum manis walaupun matanya masih terlihat berkaca-kaca.

“Annyeong haseyo!”, sapa Lee Taemin.

Minho omoni hanya tersenyum membalas sapaan Lee Taemin, berbeda dengan Minho aboeji yang membalas dengan menanyakan kabarnya, dan mereka terbawa pembicaraan yang agak serius sepertinya.

# # #

Sekitar 30 menit, dokter yang menangani keadaan Minho keluar dari ruang ICU. Setelah menutup pintu, dokter tersebut seperti sedang mencari-cari seseorang. Lalu melihat kami yang sedang berkumpul menunggu kabar keadaan Minho.

“Siapa wali pasien Choi Minho?”

“Joneun, Choi Minho omoni. Kim Eun Hee”, cepat-cepat Minho omoni mendekati dokter tersebut ditemani oleh suaminya.

Dokter itu menatap Choi Soo Ro, ayah Minho, seolah ingin tahu siapa dirinya.

“Choi Minho aboeji, Choi Soo Ro!”, Choi Soo Ro yang mengerti arti tatapan sang dokter segera memperkenalkan diri.

“Ada yang ingin saya bicarakan pada anda berdua! Mari ikut saya!”, sang dokter berjalan menuju ruangannya diikuti oleh keduanya.

# # #

“Taemin sunbae, aku akan pergi melihat keadaan Ji Eun, apakah kau mau ikut?”

“Baiklah, aku juga belum mengunjunginya.”

Keduanya beranjak dan berjalan menuju ruangan di lantai bawah. Tak ada obrolan yang mengiringi mereka berdua. Entah apa yang dipikirkan mereka masing-masing.

# # #

“Umma, apa kau pernah menyesal memiliki anak sepertiku?”, canda Ji Eun pada ummanya.

“Kau tahu kapan umma-mu ini menyesal melahirkanmu?”

“Kapan?”

“Hari ini. Karena kau tak menjaga kesehatanmu dengan baik!”, Ji Eun Umma mulai menitikkan air mata seraya mengelus kepala anak kesayangannya itu. “Dasar kau gadis nakal!”

“Umma! Wae? Kenapa kau menangis? Baiklah, aku akan menjaga kesehatanku mulai detik ini! Umma tahu kan, anak perempuanmu ini selain cantik juga kuat melebihi baja.”, Ji Eun masih berusaha untuk tidak membuat suasana menjadi menyedihkan.

“Ji Eun-a, kau harus kuat. Kau tahu kan tugasmu? Kau harus membantu ummamu ini mengurus hotel peninggalan appamu. Oppamu itu tidak bisa diandalkan, kau tahu kan dia selalu payah dalam melakukan sesuatu.”, entah perasaan apa yang dirasakan Park Soo Young, ibu Ji Eun saat ini. Air matanya tak bisa dibendung. Namun ada firasat bahwa sesuatu akan terjadi.

“Geurae umma, aku sebagai anak yang berbakti akan selalu membantumu. Umma senang?”, Lee Ji Eun tersenyum manis. “Umma, tolong sampaikan pada Suzy. Aku selalu berterimakasih dan mencintainya untuk waktu yang diberikannya padaku. Oke umma?”, Ji Eun membuat dirinya tegar dan selalu tersenyum.

“Ya..! Kau pikir kau mau kemana? Sampai aku harus menyampaikannya pada Suzy. Kau harus sampaikan dari mulutmu sendiri. Karena umma, dan semua kawanmu akan menunggumu di sini. Arasseo?”, kali ini Ji Eun omoni yang berusaha membuat situasi tidak menyedihkan walaupun kebenarannya seperti itu. “Aigoo….uri Ji Eun neomu yeppeota…!”, ada senyum yang disunggingkan bibir ibunya. “Baiklah lima menit lagi kau akan masuk ruang operasi. Kau harus tahu bahwa umma, oppamu Lee Junho, Suzy dan Kibum-mu mencintaimu dan kau harus bertahan untuk kami. Arraji?

“Saranghe umma!”

# # #

Kamar tempat Ji Eun dirawat terlihat sepi. Hanya ada Kim Kibum di sana.

“Kibum sunbae! Ji Eun-I oedissoyo?”, tanya Suzy yang terlihat agak khawatir takut terjadi apa-apa pada Lee Ji Eun, sahabatnya.

“Ji Eun-I di ruang ICU!”

“Waeyo? Apa yang terjadi padanya?”

“Aku juga kurang tahu. Tadi aku sedikit mendengarkan pembicaraan dokter dan omoni, sepertinya ada komplikasi yang terjadi pada tubuhnya”, Kibum terlihat lemas.

“Ji Eun memang sudah lama mengidap TBC dan jantung, makanya kalau batuk pasti berdarah”, Suzy terlihat lemas lalu duduk di atas sofa yang ada di dalam kamar Ji Eun dirawat. Mengapa kedua orang yang disayangi harus berkondisi seperti ini di waktu yang bersamaan. Kedua tangannya menyentuh kepalanya yang terasa pusing.

Hari ini hari sabtu, Suzy teringat akan janjinya pada umma untuk pulang ke rumah. Dirogohnya kantong bajunya kemudian setelah menemukan ponselnya, segera dia menghubungi ibunya. Baru saja dia akan mencari nomor ibunya di kontak, lagu Funtastic Baby milik Big Bang terdengar. Nama “my mommy” berkelap-kelip di ponselnya.

“Yoboseo, nae umma. Tadinya aku akan pulang tapi mendadak Ji Eun-i masuk rumah sakit. Baiklah aku akan pulang besok pagi-pagi sekali. Geurae..hmmm!”

“Omoni?”, tanya Lee Taemin.

“Ye.”, jawab Suzy datar.

Tak lama datang Ji Eun omoni. Matanya terlihat berkaca-kaca, ada kesedihan disana. Langkahnya terhenti, kemudian menatap ke arah Bae Suzy, Lee Taemin dan Kim Kibum.

“Ottoekhayo?”, tanya Suzy cemas dan beranjak dari tempat duduknya..

Ji Eun omoni langsung memeluk Suzy dengan tangisnya, “ Jantungnya benar-benar sudah parah! Entah sampai kapan Ji Eun bisa bertahan! Tolong doakan untuk keselamatannya!”

“Ye omoni. Kami akan selalu mendoakan untuk kesehatan Ji Eun.”

Park Soo Young, ibu Lee Ji Eun melepas pelukannya, lalu membereskan barang-barang Ji Eun ke dalam koper.

“Omoni, kenapa kau masukkan barang-barang Ji Eun ke dalam koper?”, tanya Kim Kibum seraya mendekati Ji Eun omoni dan membantunya.

“Akan kubawa pulang.”, jawab Ji Eun omoni datar.

“Ajumma, apakah kami bisa menemui Ji Eun?”, Tanya Lee Taemin.

“Dokter mengatakan padaku agar tak seorang pun menemuinya terlebih dahulu. Kita hanya bisa berdoa untuknya saat ini. Semoga semuanya berjalan lancar.”, Ji Eun omoni berusaha menyunggingkan senyum, walaupun wajahnya tak bisa berbohong jika terlihat kesedihan di sana.

# # #

Park Soo Young, Bae Suzy, Lee Taemin dan Kim Kibum, mereka berempat kini sedang duduk di kursi tepat di depan ruang ICU selama kurang lebih 3 jam. Tak jauh dari mereka, keluarga Choi Minho melakukan hal yang sama, duduk dan sepertinya sedang menunggu sesuatu yang memang harus ditunggu. Suzy beranjak lalu menuju ke tempat Minho omoni dan keluarganya. Lalu menemani Minho omoni menemui Ji Eun omoni yang sedang duduk dengan badan yang lemas dan pikiran yang kacau balau.

“Aku permisi ke toilet dulu!”,ujar Suzy.

“Pergilah!”

Sementara Suzy ke toilet, Minho dan Ji Eun omoni sedang terlibat dalam pembicaraan yang serius di depan pintu ruang ICU. Tak ada yang mendengar pembicaraan mereka selain mereka berdua.

“Kami tak tahu harus berbuat apa untuk anda dan keluarga anda, Park Soo Young-ssi”, Kim Eun Hee memulai pembicaraan. “Kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan keluarga anda, sebenarnya saya berharap bahwa yang akan melakukan ini bukan dari saudara anda. Karena saya tahu baik, putri anda dan Suzy bersahabat lama. Dan itu pasti akan menyakitkan bagi Suzy untuk mendengar kabar ini.”

“Itu semua adalah keinginan uri Ji Eun. Dan saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya sebagai ibunya bahkan tidak tahu bagaimana otaknya berpikir dan itu membuat saya sebagai ibu merasa tidak berguna. Semoga saja semua berjalan dengan lancar!”

“Park Soo Young-ssi, anda tidak boleh berkata seperti itu. Lee Ji Eun pasti akan kecewa bila mendengar apa yang dikatakan umma-nya. ”

Baru saja Suzy datang, dokter yang menangani operasi Choi Minho dan Lee Ji Eun  keluar dari ruang ICU tersebut. Suzy memepercepat langkahnya, disertai dengan Lee Taemin dan Kim Kibum yang beranjak dari tempat duduknya.

“Wali Choi Minho dan Lee Ji Eun!”, panggil sang dokter. Ada rasa penyesalan tersirat di mata sang dokter.

“Joneun Lee Ji Eun omoni, bagaimana keadaan uri Ji Eun dokter?”, rasa cemas menyelimuti perasaannya.

“Kami keluarga Choi Minho. Kim Eun Hee, Minho omoni.”, Minho omoni terlihat lebih tenang, seolah siap dengan kabar dokter baik itu gembira atau pun duka.

“Choi Minho-ssi belum sadarkan diri, namun kami telah merawatnya dengan baik.” Keadaan hening sejenak, kemudian dokter melanjutkan perkataannya. “ Kami mohon maaf kepada anda Lee Ji Eun omoni………..”

# # #

Minho omoni melangkahkan kaki masuk ke dalam ruang operasi diikuti Suzy dan Lee Taemin dari belakang tanpa sempat mendengar bagaimana keadaan Lee Ji Eun.

Ada perasaan janggal yang dipikirkan Suzy. Kenapa satu dokter memberikan dua kabar pasien sekaligus, Choi Minho dan Lee Ji Eun. Apa mungkin dokter yang menangani di antara Minho dan Ji Eun menitipkan kabar? Bolehkah? Bukankah seharusnya hanya dokter yang menangani pasien itu lah yang memberikan kabar. Suzy akan menanyakannya nanti.

“Suzy-ya, sebaiknya kau melihat Lee Ji Eun terlebih dahulu!”, Minho omoni tiba-tiba menghentikan langkahnya.

“Ye?”, Suzy menanyakan kembali.

“Kau sebaiknya menemani Ji Eun omoni, dan Minho kami yang akan menjaga.

“Ah..ye…aku akan segera kembali.”, Suzy membalikkan badan dan berlari menuju ruang ICU.

# # #

Apa? Lee Ji Eun tidak dapat diselamatkan oleh tim dokter??? Berarti dirinya akan kehilangan sahabat yang selama ini selalu menemaninya dalam keadaan apapun, sahabat yang selalu bisa membuatnya tertawa, sahabat yang telah menjadi bagian dari hidupnya, dan sahabat yang bukan lagi sahabatnya tetapi sahabat yang telah dianggap bagian dari keluarganya bahkan jiwanya.

“Ji Eun-i! Kau tak ingin bangun melihat ummamu ini? Apakah kau akan benar-benar meninggalkan kami?”, tangisan keras dari Ji Eun omoni membuat keheningan di ruangan itu semakin terasa.

“Ji Eun-a…kau harus bangun! Setidaknya kau harus melihat kami dan mengucapkan selamat tinggal pada sahabatmu ini! Kau tidak mengucapkan selamat tinggal karena memang belum akan pergi kan Ji Eun-i?? Ya…Lee Ji Eun…ireona!! Ireonaa!!”, teriak Suzy yang masih belum bisa menerima kepergian sahabatnya itu. Air matanya mengalir begitu saja dan semakin deras. “Ji Eun-i….kau harus bangun! Aku tahu kau bukan gadis lemah tapi kau selalu kuat! Kenapa harus seperti ini? Kenapa kau tidak melihatku sebelum kau pergi dengan cara ini? Waeeee???”, Suzy terjatuh. Kakinya seakan tak kuat lagi menahan tubuhnya yang semakin lama semakin lemah dan gemetar dahsyat.

Kibum yang ada di samping Suzy hanya bisa berdiri dan menangis, bingung apa yang harus ia lakukan, gadis yang beberapa waktu dekat ini selalu membuatnya tertawa, gembira, kini terbaring lemah tak berdaya tanpa nafas. Tak bisakah dirinya menyumbangkan sedikit nafas agar bisa mengucapkan selamat tinggal sebelum akhirnya akan menjadi seperti ini?

Ji Eun omoni menarik nafas lalu menghembuskanya. Mencoba menerima kenyataan yang terjadi. Perasaannya memang mengatakan bahwa Lee Ji Eun, anak perempuan satu-satunya akan meninggalkannya sejak tadi. Walaupun dirinya selalu menepis, tapi inilah kenyataannya. Alya meninggalkan mereka dengan tenang untuk selama-lamanya.

“Kita harus ikhlas Suzy-a, semoga uri Ji Eun pergi dengan tenang dan bahagia”, ucap Ji Eun omoni pada Suzy yang ada di pelukannya.

“Omoni, Suzy tak pernah menyangka, Ji Eun harus pergi secepat ini, bahkan Ji Eun sama sekali belum menyampaikan pesan apapun untukku.”

“Kau tahu, Ji Eun tidak akan pernah melupakanmu. Sebelum operasi tadi, Ji Eun menitipkan ini untuk disampaikan padamu. Dan yang satu lagi untukmu Kibum”, Ji Eun Omoni memberikan bingkisan berwarna pink untuk Suzy dan Kibum. “Kita harus keluar dari sini, semoga Ji Eun pergi dengan tenang di alam sana!”, Ji Eun omoni mengecup pipi Alya untuk yang terakhir kalinya lalu beranjak keluar.

Suzy melakukan hal yang sama, namun dia lebih memilih mengecup Ji Eun di kening. “Lee Ji Eun, hiduplah dengan baik di alam sana! Aku di sini akan terus menganggapmu ada sampai kapanpun. Selalu, kau akan selalu bersamaku bersamaku dan aku juga akan selalu bersamamu……”, Suzy menyertai kepergian Ji Eun dengan tangisannya yang tak bisa dihentikannya sejak tadi. Ia pun berlalu menyusul Ji Eun omoni yang terlebih dahulu keluar dari ruangan tersebut.

Yang terakhir Kim Kibum, “ Kenapa harus disaat aku mulai merasakan kenyamanan bersamamu kau harus pergi secepat ini. Disaat aku menyadari aku menyukaimu dan aku mencintaimu bahkan aku belum membuatmu cukup bahagia bersamaku kau meninggalkanku dan membuatku jadi gila karena kehilanganmu, semoga kau selalu bahagia di sana, Ji Eun-a! Yang harus terus kau ingat aku Kim Kibum selalu mencintaimu”, ucap Kibum, kemudian dikecupnya kening Lee Ji Eun pelan dengan rasa kasih sayang. “ Aku mencintaimu, pergilah dengan tenang..!”, ada tangis di sana. Namun Kibum segera menghapus tangisan itu, dia tak ingin Ji Eun bersedih bila melihatnya menangis. Sebelum keluar, Kim Kibum menutup seluruh tubuh Ji Eun dengan kain putih yang sudah ada di sana.

# # #

Baru saja Suzy membuka pintu untuk keluar dari ruangan ICU, Minho omoni masuk dan mereka berpas-pasan.

“Omoni?”, sapa Suzy.

“Ah…Suzy-ya! Tolong tunjukkan dimana jasad Lee Ji Eun!”

“Baiklah.”, Suzy menununjukkan jasad Lee Ji Eun. Dia masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Namun dia acuh, mungkin Minho omoni hanya ingin melihat. Lalu Suzy keluar sambil menimang-nimang bingkisan dari Ji Eun, kira-kira apa isinya?

# # #

“Suzy unnie…!!!”, panggil Ha Na. Ternyata ada Ha Na dan Sulli di luar.

“Annyeong Ha Na-ya!”

“Unni, Minho oppa ingin bertemu denganmu. Ayo ikut denganku”, ujar Ha Na menarik tangan Suzy dengan senyumnya yang manis.

“Oh? Geurae…ayo!”

Choi Minho terlihat sehat sepertinya. Semoga saja begitu, karena Suzy tak ingin kehilangan orang yang disayanginya lagi. Minho tengah mengobrol bersama Lee Taemin dan appanya. Mereka bertiga masuk ke dalam, Suzy, Sulli dan Ha Na.

“Minho oppa…..!” panggil Ha Na manja.

“Annyeong uri Ha Na!”, Minho mengacak rambut Lala.

“Aku sudah membawakan Suzy unnie untukmu. Jadi kau harus memberiku coklat nanti. Arjji oppa?”, Ha Na berlagak menakut-nakuti.

“Hmm..arajji Ha Na-ssi!”, Minho mengiyakan saja ucapan adiknya dan menyunggingkan senyum.

“Baiklah, sepertinya kita harus meninggalkan mereka berdua agar bisa berbicara dengan nyaman satu sama lain!”, Minho appa menggoda.

“ Ah….kureyo! Kaja!”, Taemin menanggapi Minho oppa dan disambut tawa mereka.

# # #

Keduanya saling bersitatap. Tangan Minho menggapai tangan Suzy dan meletakkannya di atas dadanya. Suzy masih terdiam. Suzy masih terlihat sedih dan matanya berkaca-kaca.

“Aku tau kau pasti sedih karena kepergian Ji Eun sahabatmu. Aku turut berduka cita atas apa yang terjadi”, Minho membuka pembicaraan.

“Dan aku harap itu tak akan terjadi padamu, karena aku tak ingin kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya”, Suzy menatap mata Minho tajam. Ada harapan di sana.

“Kau mencintaiku?”, Minho menggoda Suzy.

“Kalau kau tak mencampakkanku untuk yang kedua kalinya”, Suzy membuat wajahnya menjadi sinis.

“Ya…Suzy-a aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, apapun yang terjadi. Dan mulai detik ini aku akan menjadi sosok Ji Eun yang selalu menemanimu disaat apapun”

“Mianhe oppa! Aku minta maaf atas kebodohanku selama ini, yang tak pernah mau mendengarkanmu.”

“Nadoo, selama ini aku membohongimu, walaupun sebenarnya Ji Eun tau apa yang terjadi.”

“Mwo? Lee Ji Eun tau? Bagaimana bisa?”, Suzy mengernyitkan dahi tak percaya bahwa sahabatnya mengetahui kebohongan Choi Minho selama ini.

“Tapi kau jangan menyalahkan dia, karena aku yang memohonnya untuk itu.”

“Aku takkan pernah menyalahkannya, dia terlalu baik untuk disalahkan”

“Ji Eun memang sahabatku yang baik, semoga dia tenang di sana!”

“Tapi ingat, aku tetap marah atas kebohonganmu oppa. Jadi aku akan menghukummu untuk semua kebohonganmu selama ini.”, tiba-tiba Suzy terlihat sinis.

Minho terheran. “Maksudmu? Kau akan menghukumku?”

“Geurae. Kau pantas untuk dihukum, oppa. Jadi siapkan saja mentalmu setelah kau keluar dari rumah sakit! Dan makanlah yang banyak sebelum kau bertemu denganku nanti. Araseo?”

“Ye….araseo yeobo-ya!”

“Mwoo?? Yeobo? Kau pikir aku anae-mu oppa? Aish…Jinjja!”, Suzy mencubit lengan Minho.

“Appo! Kau tahu aku masih lemah saat ini. Jadi jangan coba-coba menyentuhku lagi Suzy-ya! Kemarikan wajahmu!”, Minho jadi terlihat serius dengan perkataanya.

“Oppa…mianhe! Aku hanya bercanda! Bagian mana yang sakit? Coba aku lihat!”, Suzy terlihat khawatir.

“Shireo! Aku bilang kemarikan wajahmu!”

Suzy menurut saja. Ia pun mendekatkan wajahnya pada Minho dan memejamkan matanya. “Baiklah oppa, jika kau ingin mencubit pipiku tak apa. Cubitlah!”, ujar Suzy masih dengan wajahnya yang terpejam. Dan….

Cup!!

Bibir Minho mengecup bibir Suzy lembut. Suzy terkejut dan membelalakkan matanya, ia mendapati wajahnya hanya berjarak kira-kira 5 cm dari wajah Minho dan itu membuat jantungnya berdegup kencang seakan ingin berhenti begitu saja. Suzy mencoba menyadarkan dirinya dan menjauhkan wajahnya dari wajah Minho yang tampan itu.

“Oppa! Apa yang kau lakukan? Aish…!!”, Suzy hanya berpura-pura marah untuk menyembunyikan rasa deg-degannya itu.

“Wae? Tak bolehkan ku lakukan itu pada pacarku?”, kali ini wajah Minho menjadi wajah tampan tanpa dosa.

“Oppa, awas kau yaa!!”

Keduanya saling bercanda dan tertawa, dan itu menambah kenangan indah yang dulu pernah terjadi di antara mereka. Perasaan Suzy untuk Minho begitu kuat, itulah sebabnya dia tak pernah berniat untuk menggantikan posisi Minho dengan siapapun. Sesaat, kesedihan akan kepergian Ji Eun terlupa sejenak menjadi kebahagiaan. Dan Suzy selalu berharap, ini tak boleh berakhir. Karena dia tak ingin kehilangan orang yang berharga untuk kedua kalinya.

“Besok, aku tak bisa datang kesini, karena setelah pemakaman Ji Eun, aku harus pulang. Gwencana kan oppa? Uri umma menyuruhku untuk pulang.”, ujar Suzy.

“Hmm, gwencana! Pulanglah! Umma-mu pasti merindukanmu, sampaikan salamku pada ibu mertua ya!”, canda Minho dengan tawanya yang membuat dirinya semakin tampan terlihat.

“Shireo, kau harus memberinya salam sendiri!”

“Maksudmu kau ingin aku menghadap orang tuamu dan melamarmu? Baiklah akan kulakukan besok! Aku akan ikut pulang bersamamu”

“Oppa, badanmu tak panas tapi kenapa kau seperti orang gila tiba-tiba membicarakan hal aneh seperti itu? Siapa juga yang ingin kau lamar?”, Suzy memanyunkan bibirnya.

“Kau tak tahu, aku memang sudah gila Suzy ya!”

“Mwo? Oppa kau jangan menakutiku!”

“Aku gila karenamu, Bae Suzy!”

# # #

Setelah pemakaman selesai, Suzy bergegas menuju stasiun untuk menepati janjinya pada umma untuk pulang ke rumah. Untuk kepergian Ji Eun, dia tak akan pernah bisa menghentikan airmatanya. Ji Eun adalah belahan jiwanya, dan sudah menjadi bagian dari hidupnya yang selalu menemaninya.

“Omoni, aku harus pulang menemui umma di rumah. Tak apakah jika omoni kutinggal?”

“Pulanglah, Suzy-ya! Sampaikan salamku untuk ummamu”, mata Ji Eun omoni masih berkaca-kaca, namun masih diusahakan untuk bisa menyunggingkan senyum.

“Ye omoni. Akan ku sampaikan langsung begitu aku sampai di rumah.”, Suzy membalas dengan senyum yang manis.

Suzy berlalu pergi menuju stasiun. Perjalanannya menggunakan KTX (Korean Train Express) akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam untuk tujuan Seoul-Busan. Setelah mendapatkan tiket dan masuk ke dalam KTX, Suzy memakai headphone-nya yang telah tersambung pada Iphone yang ada di dalam tas ranselnya.

Annyeong Bae Suzy, saranghae….!!!! Kau pasti akan berteriak padaku, “Ya….Ji Eun-a kau sangat norak!”

Hmm…Aku sangat sangat sangat merindukanmu. Apa kau juga merindukanku? Pasti kau akan mengatakan tidak kan? Seperti sebelum-sebelumnya. Tapi sifatmu itulah yang selalu membuatku rindu padamu Suzy-ya, araseo?

Kau itu adalah sahabatku, belahan jiwaku yang terbaik di dunia ini. Bahkan aku selalu menganggap kalau kau adalah pacarku yang pertama… hehehehe….eits…tapi jangan berpikiran yang negativ oke!!! Karena kita selalu bersama kemana-mana. Dan walaupun itu saaaaangat membosankan untukku! Hahaha……ani, aku tak akan pernah bosan denganmu Suzy-ya karena aku mencintaimu lebih dari apapun bahkan dari umma dan Kimbum. Ssssst…..itu rahasia kita.

Mungkin saat kau mendengarkan ini, aku sudah pergi jauh, jauh sekali…

Mianhe Suzy-ya, aku tak bisa lagi berada di sampingmu seperti kemarin. Tapi aku selalu janji aku akan membuatmu merasakan kehadiranku diamanapun kau berada. Jadi ceritakan saja masalah yang kau hadapi dan aku akan mendengarmu Suzy-ya! Aku juga minta maaf, karena aku pergi begitu saja tanpa mengucapkan selamat tinggal padamu.

Ya,,,Bae Suzy….!

Walaupun aku pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal, tapi aku masih memiliki alasan untuk membuatmu tak marah padaku. Aku tak ingin kau  kesepian. Jadi ada Sesuatu yang aku titipkan pada Choi Minho agar sesuatu itu bisa menggantikanku walaupun dengan fisik tampan Minho bukan dengan fisik cantikku….hahaha.

Maafkan aku, bila sebelumnya aku tak pernah cerita tentang hal ini. Karena aku tak ingin kau ikut memikirkan ini. Dari awal, aku sudah tau jika Minho mengidap penyakit ginjal akut, dan itu membuatnya harus cuci darah seminggu sekali. Kau pasti sudah tau kan tentang penyakitku? Jantungku semakin lama, semakin parah dan itu membuat aku tidak bisa bertahan lama. Dan semenjak itu, aku berniat untuk mendonorkan ginjalku untuk Minho. Walaupun sebenarnya, aku tau ini bisa berakibat fatal  bagiku. Tapi aku berpikir, hidupku pun tidak lama lagi dan aku juga telah banyak merepotkan banyak orang karena penyakitku ini, terutama kau dan keluargaku. Akhirnya niatku pun menjadi kenyataan. Aku senang bisa menolong orang yang akan membuat sahabatku bahagia. Semoga Choi Minho bisa menggantikanku menemanimu Suzy-ya! Walaupun di hatimu, aku takkan terganti….hehehe…iya kan??

Oh iya, ini aku membelikan jam untukmu, keren kan wallpapernya foto kita berdua? Biar kau tak melupakanku, Suzy-ya hehehe….

Tenang saja…aku juga membawa jam ini dalam perjananku ke alam sana. Jadi kita kita memiliki barang yang sama lagi setelah banyak barang sama yang kita punya!

Geurae Suzy-ya, hiduplah dengan baik mulai saat ini bersama Choi Minho…!!

I love you Bae Suzy…saranghe….!!

From your beautiful darling Lee Ji Eun.

“I love you too Ji Eun-a, kau juga harus hidup dengan baik di sana!”, bibir Suzy bergumam, dan butiran jernih di pipinya itu sudah ada sejak pertama kali Ji Eun menyapanya dalam rekaman di Iphone nya.

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

30 thoughts on “My Friend is My Love [3.3]”

  1. Huwee,,,, pagi2 uudh terharu,,
    tissu mana tissu…
    Ternyata Ji eun nyumbangin ginjalnya tho…

    Huwaaaaa, Ming genittttt….
    Nyium2 sembarangan…
    Aku kan juga mau, *upps

    keep writing author-ssi…

    1. kalo minong genit sih gpp brharap author yg jdi suzy,,hahahhha #ditabokshawol
      makasih udah ngikutin ff ini dari awal mpe akhir ya nunadk-ssi.. 🙂

  2. Akhirnya, setelah sekian lama. Lanjutan dr ff ini muncul juga.
    Wah.. Mengharukan banget ceritanya, tapi kenapa ga di lanjutin sampe minho-suzy nya nikah. Apa engga minho sendiri yg cerita ke suzy kalo jieun donorin ginjal ke minho, pasti bikin ceritanya makin sedih, but overall udah bagus bgt ceritanya, salut for author.
    Keep writing and fighting for author.

    1. kamsahamnida annisa,,,,,
      pengennya sih dilanjutin chingu,,tapi apa daya otak udah mentok sampe situ doank. ntar deh pengen buat yg marriage life..hehhe
      thank for reading 🙂

  3. Sumpah, ini cerita keren + sedih
    Feel nya dapat banget waktu aku baca.

    Dari part 1 sampai end, aku nangis terus.
    Gomawo udah post ff sekeren ini. Hehehe

    1. iya..emang kehilangan sahabat itu….kyk kalo Minho ke Indonesia udah se-Negara tapi ga bisa ketemu,,,,sangat menyakitkan #authorcurhat
      mksih chingu udah ninggalin jejaak 🙂 🙂

  4. sedih bgt part ini (T_T)…..minzy emg happy ending berkat ji eun yv baik hati udh nyumbangin ginjalnya..keren bgt thor.feel nya brasa bgt…aq tunggu karya ff mu lainnya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s