Shocking Change – Part 2

Shocking change part 2

Author : Lee mincha

main Cast : Tiara Komanichi, Lee jinki, Monic stroch, Choi minho cast

support cast: lee taemin, minho appa, and anothers

Genre : fantasi

Length: sequel

Genre: romance, imagination

Rating : General

Summary: ini ff buat tiara chingguku tersayang kekekekekekeke

Tiara  pov

Aku memasuki kamar apartemen monic, yeoja itu sedang mandi rupanya. Akupun mengeluarkan kasur dan selimut bersiap-siap untuk tidur. Kubaringkan tubuhku di kasur tipis yang aku beli kemarin. Tak seempuk kasur yang di istanaku, tapi aku bisa merasa sangat nyaman. Bagaimana mungkin aku bisa nyaman? Apa karena ada monic? Apa dia menyayangiku seperti yang onew oppa katakan? Molla….

Aku masih sibuk berguling-guling ria karena mataku tak kunjung mau tidur, pasti karena tadi aku minum kopi. Tak lama kemudian aku mendengar monic sedang kasak-kusuk di sebelahku, sepertinya insomnianya kambuh.

Tiara: kau insomnia lagi?

Monic: ne…

Tiara: pasti karena kau hanya makan mi instan setiap hari, tidak ada makanan bergizi.

Monic: apa hubungannya insomnia dengan mi instan?

Tiara: mungkin saja berhubungan, mana aku tahu apa hubungannya, aku kan bukan dokter.

Monic: sudah kerjakan tugasmu? Besok kita belajar matematika.

Tiara: sudah, aku tidak sanggup terkena lemparan penghapus papan tulis lagi karena tidak kerjakan tugas rumahku.

Monic: baguslah.

Tiara: YA! Apa kau kau sudah jadian dengan taemin?

Monic: kata siapa?

Tiara: aku fikir kalian sudah pacaran

Monic: tidak, aku tidak pacaran dengannya

Tiara: dia sudah bilang dia mencintaimu?

Monic: belum.

Tiara: apa kau akan menerimanya nanti?

Monic: sepertinya tidak…

Tiara: wae? Dia sangat menyayangimu…

Monic: aku tidak menyayanginya seperti dia menyayangiku, aku tidak mencintainya seperti dia mencintaiku. Aku sudah pernah mencoba mencintainya, tapi aku tidak bisa. Aku tidak akan menerimanya, bukan kah itu jauh lebih baik dari pada nanti dia tambah terluka saat tahu bahwa aku tidak mencintainya?

Tiara: kau benar….. kasihan sekali namja itu, cintanya bertepuk sebelah tangan.

Monic: YA! Jangan buat aku terlihat jahat!

Tiara: mianhae….

Monic: kau tahu?ia bahkan sudah mengenalkanku pada semua member SHINee dan orang-orang terdekatnya.

Tiara: benarkah? Apa kau sudah bertemu dengan minho?

Monic: tentu, wae?apa kau fansnya?

Tiara: tidak! Tentu saja tidak! Tidak mungkin!

monic: reaksimu sungguh berlebihan…

Tiara: YA! Apa kau menyayangiku?

Monic: kenapa kau tanyakan hal seperti itu?

Tiara: kau tidak pernah bilang kau menyayangiku

Monic: aku kan masih normal

Tiara: bukan itu maksudku.

Monic: kau itu sahabatku, ah tidak, aku sudah mengangkatmu jadi saudaraku.

Tiara: sejak kapan aku jadi saudaramu?

Monic: sejak kau tinggal bersamaku. Sejak saat itu kau sudah jadi saudaraku, saudara sebangsa dan setanah air INDONESIA hahahahahahaha

Tiara: tapi kenapa kau tidak bilang kau menyayangiku seperti saudaramu sendiri?

Monic: haruskah aku mengungkapkan dengan kata-kata? Menurutku rasa sayang dan cinta tidak butuh kata-kata untuk mengungkapkannya, lewat tindakan dan sikap saja sudah cukup, bukankah bibir itu bisa berbohong?

Tiara: benarkah?

Monic: apa aku terlihat sedang berbohong?

Tiara: anyi.. aku tidak bakat bohong. Kau tahu? Sejak bunda pergi tak ada yang menyayangiku maupun aku sayangi. Aku sangat kesepian

Monic: tapi sekarang kau punya aku, kita saling memiliki satu sama lain karena kita adalah saudara.

Tiara: ne, berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku.

Monic: aku janji!

Author pov

Tiara dan monic berjalan menuju gerbang berniat untuk pulang, tapi saat tiba di gerbang mereka bertemu dengan taemin.

Taemin: hai….. kalian mau pulang ya…

Tiara: kata siapa? Kita mau ke surga!

monic: HUSH!!!!

Tiara: kekekekekeke

Taemin: bareng denganku saja, sebentar lagi onew hyung akan menjemputku.

Monic: tidak usah, kami naik bis saja.

Tin…tin…..

Onew sudah berhenti di depan mereka dan membuka kaca mobilnya.

Onew: ayo berangkat.

Tanpa basa-basi taemin langsung menarik tangan monic dan duduk di bangku belakang. Sementara tiara hanya diam keheranan dengan tingkah taemin yang semakin hari semakin aneh saja.

Onew: kenapa kau diam saja? Kau tidak pulang? Naiklah!

Taemin: YA! Tiara! Kau duduk di depan dengan onew hyung ya…..

Akhirnya tiara masuk dan duduk di sebelah onew sementara itu monic dan taemin duduk di belakang.

Onew: jadi kita akan kemana?

Taemin: menurutmu kita sebaiknya kemana monic?

Monic: memangnya kau tidak ada show hari ini? Sekarang kan weekend

Onew: kami tidak ada show karena minho sedang Shooting CF, key sedang pentas drama musical dan jonghyun sibuk dengan SM The Ballad. Jadi kami berdua tak ada jadwal untuk hari ini. Kau mau kita kemana?

Taemin: sebaiknya ke tempat yang sepi saja, siang-siang begini para fans pati sedang wara-wiri mencari kita.

Tiara: tapi kami harus ke supermarket.

Onew: untuk apa?

Tiara: kami harus belanja untuk masakan makan malam.

Monic: untuk apa? Bukankah persediaan makanan kita masih banyak?

Tiara: tapi itu semuanya mi instan. Sampai kapan kau akan makan malam dengan mi instan setiap hari? Apa kau mau insomnia terus? Sebentar lagi kau tidak hanya akan insomnia saja tapi juga busung lapar! Kita bisa masak makan malam dengan waktu yang kita miliki sekarang.

Onew: kau baik sekali, aku tidak menyangka kau sangat baik. Berbeda sekali seperti yang taemin ceritakan.

Tiara berbalik dan melotot kearah taemin

Taemin: bukankah kau memang tidak pernah baik padaku? kau marah-marah terus saat aku bersama monic.

Onew: dia pasti cemburu padamu.

Monic: kekekekekeke ada – ada saja

Onew: yasudah, kita ke super market lalu masak dan makan bersama, pasti lebih menyenangkan. Bagaimana?

Taemin: ide bagus hyung……..

Tiara: tapi kau harus bayar semua tagihan belanjanya, kami tidak punya banyak uang untuk mentraktir dua namja dengan porsi makan untuk 4 orang.

Monic: YA!

Onew: itu bukan masalah.

Saat di super market taemin sibuk menarik-narik monic ke sana kemari, sementara tiara hanya berputar-putar tak tentu arah

Onew: wae? Kau bingung?

Tiara: aku sudah menyerahkan daftar belanjaan pada monic. Aku hanya melihat-lihat.

Onew: ini, aku punya es krim untukmu.

Tiara: gumawo…

Onew: kenapa kau selalu jutek saat taemin bersama monic? Bukankah seharusnya kau senang?

Tiara: aku hanya tak mau taemin terlalu berharap kepada monic, jika aku mendukungnya ia akan semakin bersemangat mendekati monic.

Onew: wae?

Tiara: monic  tak mencintainya seperti yang ia harapkan, monic hanya menganggapnya sahabat. Ia pernah mencoba dan berusaha untuk mencintai taemin, tapi tidak berhasil.

Onew: benarkah? Kasihan sekali taeminku, dia kan baru pertama kali jatuh cinta.

Tiara: mungkin belum saatnya sekarang taemin memiliki cintanya.

Onew: sebaiknya aku katakan pada taemin

Tiara: tidak usah! Biarkan saja, biarkan dia tahu sendiri. Tidak baik jika kau yang bilang, dia akan berfikir kau berusaha menjauhkannya dari monic. Tenang saja, monic tak akan menyakitinya. Monic juga menyayangi taemin meski tak sebesar sayang taemin padanya. Hanya aku dan  taemin yang ia miliki, tak ada alasan baginya untuk menyakiti taemin.

Onew: baiklah….

Mereka pergi k apartemen monic dan tiara dan masak bersama lalu menghabiskan makan malam sambil tertawa dan bercerita banyak hal.

Taemin:monic, bisakah kita bicara sebentar?

Monic; bicara apa?

Taemin menarik tangan yeoja itu dan membawanya ke lorong apartemen yang sepi

Monic: kau mau bicara apa?

Taemin: aku tidak pandai berbelit-belit dan bersilat lidah seperti namja lain, jadi aku langsung saja.

Monic: ne….

Taemin: kita sudah berteman sejak setahun yang lalu, mungkin belum genap setahun tapi hanya tinggal beberapa hari saja.kau tahu?aku tidak pernah dekat dengan orang lain selain hyung-hyungku, dan kau adalah yang pertama mau menerimaku dan dekat dengaku. Aku senang sekali, aku selalu berfikir untuk bangun pagi lalu pergi ke sekolah dan bertemu denganmu. Aku sangat senang bersamamu aku tidak pernah merasa sepi seperti sebelumnya.

Monic: lalu…

Taemin: aku ingin kau jadi yeojachinguku, selalu disisiku dan tersenyum untukku. Neol saranghae…

Wajah taemin berubah serius dan menatap monic dalam.

Monic: mianhae taemin, aku menyayangimu tapi sebagai sahabatku. Aku sudah pernah mencoba untuk mencintaimu tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa mencintaimu seperti kau mencintaiku, aku tidak mau membohongimu dan diriku sendiri dengan berpura-pura mencintaimu, hanya akan melukaimu saja. Aku masih bisa selalu ada di sisimu dan tersenyum untukmu, aku akan selalu seperti itu. tapi tidak sebagai yeojachingumu melainkan sahabatmu. Mianhae, jeongmal mianhae.

taemin: ne…..  aku mengerti..

monic: kau masih maukan jadi sahabatku? Aku tidak punya siapapun selain kau dan tiara. Bagiku kalian sangat berharga kalian adalah sahabat terbaikku.

Taemin: ya… menjadi sahabatmu tidak terlalu buruk bukan?…..

Taemin memaksakan sebuah senyuman muncul di bibirnya.

Tiara: sebaiknya sekarang kau menghampiri saengmu itu, jangan sampai dia pingsan karena sedih. Bawalah dia pulang dan suruh beristirahat dengan baik.

Onew: piuh….. aku sedih melihatnya seperti itu.

Tiara: jangan bicara seperti itu! kau membuat monic terlihat jahat!

Onew: anyia…… ya sudah aku pergi dulu. Anyeong!

Onew melambaikan tangannya pada tiara dan menghampiri taemin lalu membawanya pulang.

Keesokan harinya keadaan kembali seperti semula, seolah tak terjadi apapun semalam.

Taemin: ini untukmu….

Monic: apa ini?

Taemin: itu sandwich buatan key hyung, dia memintaku untuk memberikannya padamu. Tak baik jika terus makan mi instan.

Tiara: untukku mana?

Taemin: kau beli saja sendiri! Kekekekekekeke

Pulang nya Tiara dan monic berjalan menuju apartemen, saat mereka menyebrangi jalan tiba-tiba ada sebuah truk yang berjalan dengan kecepatan tinggi ke arah mereka, spontan mereka pun berteriak sekeras-kerasnya tapi…………………………..

BRAK….

Kecelakaan itu tak dapat dielakkan, orang-orang yang ada di sekitar tempat itu langsung membawa keduanya ke rumah sakit.

Terjadi benturan keras di tubuh mereka tapi syukurlah mereka masih bisa selamat

Tiara pov

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, seluruh tubuhku serasa remuk, aku merasa sakit di seluruh sendiku. Aku berusaha mengingat-ingat kejadian yang aku alami sehingga aku bisa sampai di sini.

Tiara: pantas saja rasanya sangat sakit, aku menabrak truk.

Aku kembali teringat kejadian itu dan aku teringat pada monic, dimana monic? Apa dia masih selamat? Dimana dia sekarang?

Aku berusaha menggerakkan tubuhku untuk duduk, namun kemudian perhatianku teralih pada seorang yeoja di sebelahku yang ternyata juga sedang berusaha duduk. Aku menatapnya, dan betapa terkejutnya aku., aku melihat diriku sendiri di sana, dan dia juga terkejut melihatku. Bagaimana bisa aku melihat diriku sendiri? Apa aku sudah mati? Apa itu jasadku?

Aku pun mencubit pipiku untuk memastikannya,

Aw… sakit..

Lalu aku melihat gelang pasien di tanganku di sana tertulis “MONIC”

Aku melihat tubuhku di sana juga melakukan hal yang sama, ia juga terkejut melihat nama di tangannya. Apa yang terajadi, bagaimana bisa tubuh kami tertukar???

Monic: ada apa ini? Bagaimana bisa tubuh kita tertukar?

Tiara: aku juga tidak tahu, aku bahkan belum pernah mendengar hal seperti ini sebelumnya.

Monic: lalu bagimana skarang ini?

Cklek….

Aku mendengar orang membuka pintu

Monic: berpura-puralah menjadi aku, dan aku akan berpura – pura menjadi dirimu!

Ah… sial ternyata yang datang adalah SHINee, dia pasti melihat tubuhku dan mengenaliku, monic bahkan tidak tahu tentang oppa. Ah….. …… michi gata….

Taemin: monic!!! Kuenchana? Aku dengar kau ditabrak truk.

Haruskah aku bersikap baik pada taemin seperti monic? Tapi sekarang aku monic

Monic (aka tiara): aku tidak apa-apa, sekarang aku sudah hampir sembuh.

Onew: YA! Tiara….. kau baik-baik saja? Kau tidak mati kan?

Tiara(aka monic): aku tidak apa-apa…….

Aku melihat minho oppa mendekati monic alias tubuhku, mati aku … dia pasti akan melapor pada appa.

Minho: YA! Choi Ara…….

Tiara(aka monic): siapa itu choi ara?

Minho: kau lupa dengan namamu sendiri?

Aku berusaha memberi kode pada monic yang terlihat kebingungan, bodohnya aku tak sempat cerita tentang minho dan memberitahu namaku sendiri. Tapi syukurlah ia mulai mengerti

Tiara(aka monic): ah.. mianhae oppa… aku sedikit lupa pasti karena terkena benturan keras.

Aish….. bagaimana mungkin dia meminta maaf pada minho? Aku melihat semua orang jadi memperhatikan monic, mereka pasti heran Karena selama ini aku bahkan malas sekali menyapa minho oppa sekarang tiba-tiba bersikap manis dan meminta maaf.

Monic (aka tiara): oppa! Dia terkena amnesia, ingatannya terganggu. Ia sebenarnya tidak mengingatmu tadi aku baru saja menceritakan tentang dirimu padanya.

Aku bisa melihat ekspresi aneh monic dan mulutnya membentuk huruf O, dia pasti berkata MWO? aku menautkan alisku berusaha menyampaikan telepatiku padanya. “ lakukan saja apa yang aku katakan!”

Minho: benarkah? Bagaimana bisa kau tahu tentang aku monic?

Monic(aka tiara): dia yang ceritakan semuanya, kami sudah jadi saudara sekarang. Dia bilang aku adalah saudaranya dan hanya aku yang dia miliki.

Onew: aku tidak tahu jika tiara adalah adikmu choi ara itu

minhO; kalian pasti tidak mengenalinya karena dia memotong rambutnya dan memakai nama Indonesianya.

Syukurlah kami bisa melewati semua cobaan ini sampai mereka semua pulang. Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya lega.

Monic: kenapa aku harus pura-pura amnesia?

Tiara: ada banyak hal dalam hidupku yang tak kau tahu. Mian aku belum cerita padamu, aku hanya terlalu terluka .

Monic: aku rasa sekarang kau akan ceritakan semuanya.

Tiara: minho itu adalah oppaku yang pernah aku ceritakan padamu, dan nama koreaku choi ara, jujur aku benci sekali nama itu.

Monic: tapi itu nama yang manis.

Tiara: sebaiknya sekarang kita pergi.

Monic: tapi kita belum diizinkan pulang

Tiara: apa kau mau kita di diseret ke rumahku?

Monic: bagiamana bisa kita kabur? Kita masih pakai baju pasien….

Tiara: serahkan semuanya padaku.

Kami melepaskan infuse yang masih terpasang di tangan kami. Aku bisa melihat monic meringis kesakitan, aku tidak begitu sakit, wae? Apa karena ini bukan tubuhku? Tapi kenapa monic terlihat sangat kesakitan?

Tiara: kenapa? Apa sebegitu sakit?

Monic: tanganku luka di dekat infuse nya, jadi sakit sekali… hiks…

Tiara: kenapa kau menangis? Bukankah aku yang seharusnya begitu?

Monic: molla, sepertinya aku mulai jadi seperti dirimu.

Akupun menariknya segera pergi sebelum ada yang mendengar, rumah sakit sangat ramai karena sekarang masih siang. Kami mengendap-endap pergi ke belakang rumah sakit dan menemukan jemuran para suster dan mencurinya, mengganti baju pasien ini dengan baju curian itu. aish.. aku jadi bad girl sekarang.

Kami berhasil lolos dan sampai di rumah dengan selamat. Tubuhku belum begitu pulih masih sangat sakit terutama di lengan.

Tiara: apa yang terjadi pada bahumu saat kecelakaan? Sakit sekali..

Monic: aku memiringkan tubuhku untuk melindungimu supaya kau tidak terbentur terlalu keras ke aspal. Sepertinya bekerja efektif karena sekarang aku tidak sakit ditubuhmu ini.

Tiara: gumawo…

Monic: untuk  apa berterima kasih? Bukankah kau juga yang merasakan sakitnya?

Tiara: sebaiknya sekarang kita istirahat saja.

Hoaaaam………………………..

Aku menguap, tubuh ini masih sedikit sakit. Aku melihat monic alias tubuhku sedang sibuk belajar.

Monic: sebaiknya sekarang kau belajar lebih rajin lagi dan tak boleh pesimis, kau tahu kan aku seperti apa?

Tiara: iya onnie….

Monic: apakah semuanya akan baik-baik saja?  Mungkin aku akan aman karena aku punya alasan amnesia, tapi kau? Apa kau bisa jadi aku?  Hidupku sangat melelahkan, aku harus bangun pagi dan mengantar susu, lalu ke sekolah dan sepulangnya ke café sampai larut malam, setelah itu belajar dan baru tidur.

Tiara: aku sudah tahu, tenang saja, aku sangat kuat!

Monic: hahahahahaha…..

Author pov

Minho: appa, apa kau sedang sibuk?

Appa: tidak, appa sedang menonton TV. Ada apa? Bagaimana kabarmu?

Minho: aku baik-baik saja.

Appa: tumben sekali kau menelfon appa malam-malam begini, ada apa?

Minho: hari ini aku bertemu Ara, dia masuk rumah sakit karena kecelakaan. Sepertinya kecelakaannya parah karena dia amnesia.

Appa: benarkah? Appa tidak tahu… bisa kau beritahu appa nama rumah sakitnya? Aku akan suruh orangku besok menjemputnya.

Minho: sepertinya dia sudah pulang, dia tak punya banyak uang untuk menginap lama-lama di rumah sakit.

Appa: apa kau tahu dimana dia tinggal? Appa sudah stress mencarinya.

Minho: aku tahu,akan aku kirimkan.

Keesokan harinya monic duduk di depan apartemen menantikan tiara, ia cemas apakah tiara bisa melakukan semuanya dengan baik?  Sementara itu tiara berjalan gontai menuju apartemennya, menjadi seorang monic memang melelahkan.

Tiara pov

Aku sudah hampir sampai dan tubuhku serasa mau mati karena kelelahan. Aku melihat  monic sedang tersenyum padaku, apa dia menungguku? Aneh sekali rasanya melihat tubuhmu sendiri tersenyum padamu, seperti melihat di cermin. Tapi tiba-tiba aku melihat 3 orang namja menghampirinya, aish… itu suruhan appa,aku pun bersembunyi di dibalik pohon. Aigo…. Babonya diriku, sekarang aku bukan Tiara tapi monic, dan tiara ada di sana.  Aku pun menghampiri mereka yang tengah membujuk monic.

Monic( aka tiara): apa yang kalian lakukan?

Namja1: appanya menyuruhnya pulang, dia sedang sakit . dia juga amnesia kan? Jadi dia harus di bawa pulang agar tak lupa dengan keluarganya.

Monic( aka tiara): keluarga?

Tiara (aka monic) : aku akan ikut tapi dengan syarat yeoja ini harus ikut denganku, harus selalu bersamaku, kalian tidak boleh memisahkan kami, jika kalian memisahkan kami aku akan kabur

Namja2: terserah nona saja, yang jelas tuan menyuruhku untuk membawamu pulang.

Dengan terpaksa aku dan monic pergi ke rumahku lagi. sekarang aku tidak bisa kabur karena mereka sudah menemukan tempat persembunyianku, butuh waktu lama untuk berfikir tentang  tempat kabur yang baru.

Monic pov

Aku dan tiara di bawa ke kediaman tiara, aku bisa lihat wajah kesalnya. Saat tiba di rumahnya betapa terkejutnya aku, rumah ini tidak seperti rumah, lebih mirip istana….

Aku dan tiara masuk dan duduk di ruang tamu, tak lama kemudian aku melihat seorang namja yang sudah mulai tua keluar dan duduk di hadapanku. Pasti ini appa tiara, syukurlah aku pura-pura amnesia jadi kupasang saja wajah polosku kekekekekekeke

Appa: bagaimana keadaaanmu? Appa sangat mengkhawatirkanmu… appa dengar kau kecelakaan.

Monic( aka tiara): ahjusi.. dia tidak mengingatmu….

Appa: appa tahu kau amnesia, yasudah jangan dipaksakan. Kau bisa tidur di kamarmu dan temanmu bisa tidur di kamar tamu.

Tiara (aka Monic): aku ingin dia tidur denganku saja, bukankah kau sudah janji tidak akan memisahkan kami?

Appa: terserah kau saja…

Namja itu pun pergi meninggalkan aku dan tiara yang terlihat sangat membencinya. Aku heran bagaimana bisa ia membenci orang sebaik itu. appaku saja tak pernah menanyakan keadaanku seperti itu.

Monic pov

Kami memasuki kamar tiara, kamar itu sangat besar. Tiara langsung menghempaskan tubuhnya kekasur, bukan itu bukan tubuhnya tapi tubuhku. Sepertinya ia sangat kelelahan jadi kubiarkan saja. Aku melihat-lihat seisi kamar dan kemudian keluar. Saat aku baru saja keluar dari pintu seorang pelayan sudah menghampiriku

Pelayan: kau mau kemana nona? Apakah aku perlu mengantarmu?

Tiara(aka monic): anyi… aku pergi sendiri saja, aku sedang berusaha mengingat masa laluku

Lalu aku pergi meninggalkan pelayan itu, aku sangat tidak suka di buntuti jadi kubohongi saja dia. Rumah ini sangat luas tapi pemiliknya hanya bertiga, jumlah pelayannya bahkan jauh lebih banyak dari murid di kelas kami.

Kriuk……

Arg…. Aku lapar. Aku pergi menuju dapur yang sepi mencari-cari sesuatu untuk di masak sebagai makan malamku. Tapi malangnya tak ada apapun yang kutemukan.

Minho: apa yang kau lakukan di sini?

Aku terkejut saat menyadari bahwa pemilik suara itu minho, namja itu sedang berdiri di depan kulkas mencari minuman dinginnya.

Tiara(aka monic): aku lapar, aku ingin masak makan malam.

Minho: Mwo? sejak kapan kau bisa masak?

Tiara(aka monic): molla….. bukankah aku amnesia?

Minho: aku lupa akan hal itu.

Tiara(aka monic): oppa sudah makan malam?

Minho: uhuk…uhuk…

minho tersedak mendengar perkataan itu, ia heran bukan main melihat dongsaengnya berubah 180derajat menjadi baik padanya.

Tiara(aka monic): oppa kuenchana?

Aku menepuk-nepuk pelan punggungnya tapi ia justru malah semakin tersedat. Aigo, aneh sekali

Minho: apa kau yakin kecelakaan itu hanya berdampak amnesia? Kenapa kepribadianmu jadi berubah juga?

Tiara(aka monic): molla, mungkin saja (tersenyum) jadi apa kau sudah makan malam?

Minho: belum….

Tiara(aka monic): yasudah aku akan masak untuk kita.

Minho:baiklah.

Tiara(aka monic): tapi di mana semua peralatan dan bahan-bahannya?

Minho: sebentar lagi pelayan  datang mereka tadi pergi berbelanja saat aku datang ke sini.

Tak lama kemudian pelayan datang

Pelayan: apa yang nona lakukan?

Tiara(aka monic): aku ingin masak makan malam.

Pelayan: tapi nona itu tugasku.

Minho: biarkan saja, ia bukan tiara yang dulu. Aku penasaran hal mengejutkan apa lagi yang akan ia lakukan. Tenang saja aku akan mengawasinya agar ia tidak membakar rumah ini.

Akhirnya sang pelayan meninggalkan aku dan minho. Aku asik dengan aktivitasku memasak sementara namja itu sibuk memperhatikanku, aku tahu ia pasti heran dengan sikapku, tapi biarlah toh di dalam benaknya aku sedang amnesia, jadi apapun yang aku lakukan ia tidak mungkin mencurigaiku. Lagi pula jika aku ceritakan kenyataannya aku yakin dia akan menganggapku gila.

Selesai memasak aku menghidangakan makananku dan tepat saat itu juga tiara datang sambil mengucek-ngucek matanya.

Tiara(aka monic):kau sudah bangun? Tepat sekali aku sudah selesai memasak.

Monic (aka tiara): kau masak apa hari ini? Bukan mi instan kan?

Tiara(aka monic): tentu saja tidak. Cucilah dulu wajahmu setelah itu baru makan malam.

Monic(aka tiara) baiklah…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

3 thoughts on “Shocking Change – Part 2”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s