The Wedding Day – Cellphone Number

THE WEDDING DAY –CELLPHONE NUMBER-

Author : Zee^^

Main Cast :

  • Kim Jonghyun
  • Han Hye Byeul

Support Cast :

  • Key SHINee

Length : Oneshoot

Genre : Romance

Rate : General

Ini FF baru kelar pas awal liburan tahun baru ini, sebelumnya sudah setengah jalan, tapi ga tau ngilang kemana. Ya kali aja lumayan pantas untuk dibaca.

Jonghyun P.O.V

“Hoaaam….” Aish bau apa ini? Harumnya. Seperti bau soup buatan oemma. Apa? Oemma? Oemma kesini? Aduh mampus, bisa gawat kalau beliau tahu masalah pernikahanku yang sebenarnya. Kubuka selimutku dan segera keluar dengan kaus dalam dan celana kolorku, seragam tidur tercinta yang setia menempel menemaniku di kasur. Kudekati daerah soup berada melalui harumnya yang kucium, yakni dapur. Dari tempatku berdiri, kulihat seorang perempuan berambut panjang diikat kuda dengan rok tidur selutut memunggungiku. Kucium aroma soup bercampur aroma perempuan tersebut lewat tengkuknya yang terbebas. Aroma seorang Hye Byeul, perempuan yang telah menjadi istriku 1 minggu ini. Istri sekaligus fangirl-ku.

Ya, akhirnya kujalani hidupku juga setelah hari pernikahan itu bersama fangirl anehku, Han Hye Beul yang kunikahi saat pertama kali aku bertemu dengannya. Kami tinggal bersama di rumah yang sebelumnya telah kubeli demi menyiapkan hidup dengan keluarga kecilku kelak. Dan selama seminggu itu, kami sama sekali tak pernah melakukan hubungan layaknya pasangan suami-istri, bahkan bersentuhan pun tidak dengannya, kecuali malam itu. Malam dimana dia mencium dan melumat bibirku dalam keadaan mabuk, tapi dia menyadarinya juga pada akhirnya. Ya Tuhan sangar sekali wanita ini malam itu, betapa tidak sedangkan dia meracau sendiri sambil memelukku yang pada akhirnya terjadilah pertemuan dua bibir anak manusia ini. Dasar wanita.

Namun, setelah malam itu, dia malah bukanlah fangirlku yang begitu sangat mengelu-elukan diriku lagi sebagai idolanya. Dia lebih banyak diam, bungkam dan hanya bicara padaku seperlunya, begitu halnya dengan diriku. Kami pun tidak sekamar, dan hal itu sudah barang tentu. Aku di kamar utama dan Byeul-aku biasa memanggilnya seperti itu- di kamar tamu. Kehidupan kaku yang sama sekali tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Hubungan ini tidak jelas, walau sah menjadi suami-istri dan dia pun tak lepas dari tugas rumah tangga yang ia jalani tiap hari tanpa mengeluh. Dibilang hubungan antara fans dan idola pun sudah tidak lagi.

Hei, hari ini untuk kesekian kalinya kudapan yang ia masak membuatku rela berpisah dengan kasur empukku. Namun, pagi ini masakannya berbeda dari biasanya dan berdiri tepat di belakang tengkuknya membuat kami terasa sangat dekat. Dan,…..

“Yaaaaaaaaaaaaaaakz..”

~End of Jonghyun P.O.V~

Han Hye Byeul P.O.V

Akhirnya selesai juga, tinggal kutata lagi mejanya. Pasti sebentar lagi nampyeon-ku bangun dengan celana kolornya. Hahahahaha… oh indahnya hidup, celana kolor celana kolor. Walaupun, aku sering  memintanya untuk mandi terlebih dahulu, tapi sebenarnya aku suka sekali melihatnya saat  bangun tidur. Dia jelek tapi tampan, dia bau tapi harum, dia menyeramkan tapi menyenangkan dipandang. Huh..Jong Jong, meskipun sekarang kau suamiku, kau tetap kuanggap idola yang kucintai. Sekali idola tetap idola, MERDEKAA!..upss maksudku SEMANGAT! Ayolah Hye Byeul jangan menyerah untuk mengidolakannya! Kau harus semangat. Fighting!! Ya Tuhan kenapa aku jadi begitu bersemangat begini? Lagipula aku kan bukan mau perang, aish lupakan sajalah.

Akan tetapi, sejak malam mamalukan itu aku tak berani menunjukkan kegilaanku saat melihatnya seperti dulu. Aku juga heran, kenapa aku begitu bisa menahannya? Sedangkan dulu, aku pasti akan berteriak histeris hanya dengan mendengar namanya. Kini, aku hanya mengaguminya diam-diam. Memang aneh kali aku ini. Huft, sudahlah, yang jelas aku sudah tak sabar melihatnya pagi ini, melihatnya keluar kamar dengan mata sayu-sayu, tangan kanannya mengacak rambutnya yang berantakan dan tentu saja dengan badan yang hanya terbalut celana kolor tidurnya.

“ Yaaaaaaaakz……” Ya Tuhan, jantungku mau copot, untung masih ada tulang-tulang rusukku yang menahannya. Bagaimana tidak kalau ternyata makhluk yang baru saja kupikirkan ada di depanku secara tiba-tiba. Tapi kenapa dia ada di depanku sekarang? Hei, kenapa bisa? Jangan katakan kalau sejak tadi Jonghyun ada di belakangku? Ya Tuhan sekali lagi aku bertanya, sedang apa dia?

“ Jonghyun-sshi, kau mengagetkanku. A-da ap-a? “

“Ah mianhaeyo. Umh, ku mandi dulu “ katanya dengan sedikit gugup. Dia pergi, dan ya itu saja. Kami memang tak banyak mengobrol. Sayang sekali bukan? tapi ya apa mau dikata.

Setelah mandi pun, kami berdua sarapan dalam diam. Entah siapa di antara kami yang memang pendiam atau memang tidak mau atau tidak bisa memulai pembicaraan. Hingga makan pagi berakhir dan Jonghyun pun berangkat.

Dorm SHINee

Jonghyun P.O.V

“Ada apa sih hyung? Sejak tadi kau sibuk sekali disitu? Apa sih yang sebenarnya yang kau cari? Kegiatanmu menggagu sekali, tahu?” Tanya Key.

“Aku mencari draft lagu yang akan dirapatkan dengan produser hari ini. Apa kau melihatnya, Key?”

“Benarkah? Hohoho, sayangnya aku tidak melihatnya, hyung.”

“Hah kau ini, Ya sudah kalau begitu bantu aku mencarinya. Kajja!”

“Draft itu kan kau kerjakan di rumah, kalau di tasmu tak ada itu berarti tertinggal di mobil atau bahkan mungkin tertinggal di rumah”

“Yeah kau ada benarnya juga. Baiklah, biar kucek saja di mobil”

“Hem..”

~Selang beberapa menit~

“Ada hyung?” Tanya Key sekembalinya aku ke dorm

“Tak ada juga, padahal sudah kucari ke setiap sudut”

“Harus ada yang mengantarnya kesini kalau memang itu tertinggal di rumah, waktumu setengah jam lagi dan kau tahu sendiri jarak rumahmu dan dorm membutuhkan waktu lebih dari itu. Bagaimana kalau kau minta tolong anae-mu saja, hyung!”

“Ah ya….” Kubuka flip handphoneku dan saat akan men-search nomor hp-nya, aku baru ingat kalau aku tidak punya nomor ponselnya. Ya Tuhan bodoh sekali aku ini. Jeongmal paboya.

“Key-ah, apa aku boleh minta tolong?”

“apa itu hyung? Kalau aku bisa tentu kubantu.”

“apa kau bisa ke rumahku?”

“Oh, aku rasa aku menolaknya hyung. Yang benar saja hyung, ini saja aku sudah mau berangkat rekaman. Hyung kan belum mencoba menelepon Hye Byeul. Sudah sana ayo telepon dia!”

“Sebenarnya aku tak punya nomer ponselnya”

“Mwoya? Jeongmalyo, hyung?”

“Ne”

“Kau gila hyung, nomer ponsel anae-mu saja kau tak tahu. Ck ck ck ck Jonghyun hyung. Kau ini sungguh terlalu. Benar-benar kelewatan menurutku kau hyung, walaupun bukan dia wanita yang benar-benar ingin kau nikahi, tetapi berterima kasihlah karena Hye Byeul noona menolongmu, iya kan? Setidaknya hargai dia sedikit dengan mengenalnya atau ya itu paling tidak kau meminta nomer ponselnya. Hyung, dia pun pasti tidak ingin menikah denganmu, walaupun dia itu fans beratmu. Pastinya dia juga ingin menikahi laki-laki yang ia cintai benar-benar dari hatinya. Aissh, Sudahlah sekarang bukan saatnya mendengar ocehanku(padahal Key udah ngoceh). Sebaiknya hyung telepon ke rumah saja! Tapi ya hyung, aku benar-benar gemas denganmu. Aduh hyung nomor ponsel saja tak punya. Ck ck ck..”

“Key-ah…”

“Sudah, aku pamit dulu lah. Mian hyung, aku tak bisa menolongmu.”

Setelah Key keluar, ku-dial no telepon rumahku. Namun berkali-kali kucoba menghubunginya, tak ada satupun yang berhasil. Yang lebih parah aku sudah tak punya banyak waktu lagi. Satu-satunya jalan adalah mengulur waktu pertemuan dan kuambil sendiri draftnya di rumah. Kini jari-jariku beralih menekan beberapa angka, menghubungi produser yang akan kutemui hari ini. Dengan nada yang sedikit kecewa, tapi dia menyetujuinya. Dan yeah, sekarang tugasku adalah meluncur ke rumah dan mencari draft lagu itu.

Rumah Jonghyun

Aku mencoba membuka pintu rumah, tapi yang kudapat adalah pintu yang terkunci. Ya Tuhan kemana anak itu? Kuambil ponselku dan saat akan men-dial-nya, aku baru ingat aku tak punya nomor hp-nya di contact-ku. Sial, ah aku jadi teringat semua yang Key katakan tadi. Aku akui bahwa aku ini begitu bodoh. Nampyeon macam apa aku ini?

Karena pintu sampai sekarang pun tak bisa dibuka, aku segera menghubungi pihak keamanan apartemen agar membantu membukanya, karena sialnya aku juga tidak membawa kunci rumah. Beruntungnya aku, karena tak mesti menunggu lama pintu pun terbuka dan secepat kilat aku masuk untuk mencari apa yang aku cari. Rumah sepi, tak ada satu orang pun, menandakan Byul sedang keluar. Aku segera masuk ke kamarku, karena seingatku aku meninggalkan draftnya di laci meja kerjaku.

~End of Jonghyun P.O.V~

Saat Jonghyun sibuk mencari draft-nya, tak sengaja tangan Jonghyun menyenggol hiasan meja berbahan kaca dengan cairan di dalamnya(saya ga tau namanya). Dan bisa dipastikan cairan tersebut tumpah tersebar mengotori lantai. “Aissh, ada-ada saja yang terjadi. Padahal aku sedang diburu, ah sudahlah biarkan nanti saja membersihkannya, biar Byeul saja.” tutur Jonghyun pada dirinya sendiri.

Namun, tanpa disadari, hal tersebut menjadi petaka tak terduga. Saat Jonghyun berhasil menemukan draft-nya, ia begitu girang dan lupa bahwa ada bekas cairan di lantai yang seharusnya ia lompati. Kim Jonghyun pun ceroboh dengan menginjaknya dan berjalan di atasnya. Dalam satu langkah, keseimbangan tubuhnya luntur lalu  terjadilah ia limbung dan jatuh. Diperparah dengan kepalanya terbentur kaki meja. Sesaat kemudian Kim Jonghyun tak sadarkan diri.

Hye Byeul P.O.V

Ya Tuhan kenapa susah sekali mencari pekerjaan? Harusnya dengan pengalaman kerja yang kupunya, aku bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Aduh lelah juga hari ini, Jong sudah pulang belum ya? Haha semoga saja capeku akan segera hilang begitu melihat wajahnya.

“Hai, Jang ahjusshi..” walau lelah aku harus tetap menyapa orang lain dengan ceria. Yup, Jang ahjusshi adalah salah satu keamanan di apartemen tempatku tinggal. Dia adalah seorang yang ramah, baik, dan kurasa sangat menyayangi keluarganya. Kenapa aku bisa tahu? Karena selama seminggu aku tinggal di sini, dengannyalah aku suka bercanda, atau sekedar mengobrol menemani hari-hari sepiku di sini, di samping aku sibuk mencari pekerjaan. Oiya, sebenarnya aku adalah lulusan desain komunikasi visual, dulu aku pernah bekerja sambilan di penerbitan buku. Tapi sebenarnya cita-citaku adalah bekerja di stasiun tv. Aaaaaa….tapi sampai sekarang hal itu belum juga kesampaian. Kuharap tak akan lama. Ya sebenarnya cita-cita ini muncul karena aku mengidolakan oppa-oppa SHINee, terkhususkan Jonghyun oppa. Yupz, agar aku punya kesempatan melihatnya lebih dekat dan lebih sering. Dan walaupun sekarang bisa melihatnya setiap hari, aku sulit untuk melepaskan cita-cita tersebut.

“Hai, Byeul-ah” yup, seperti biasa dia juga akan membalas sapaanku

“emm.. Byeul, tadi sua-…” sepertinya dia akan memberi tahu sesuatu, akan tetapi karena aku sedang kesal dan ingin rasanya membuka kulkas lalu menenggak semua air, aku tak acuh. Alah masa bodolah, mianhae Jang ahjusshi.

Akhirnya sampai juga, setelah menapaki tiap anak tangga dengan bantuan mantra penguat kaki, karena lift apartemen yang sialan sekali harus rusak dan membuat macet..cet..cet. Ketika akan kubuka pintu yang terjadi adalah aku mendapatinya sudah tidak terkunci. Yakz, apa ada pencuri? perampok? aissh bodo kali aku, Ya Tuhan aku harus bagaimana? Ottoehke? Ini tidak hilang, ini juga, itu tidak, kamar-kamar, benar di kamar, kamar Jonghyun. Mwoya? Kenapa kamar Jonghyun terbuka? Apa jangan-jangan?

“Yakzz, Jonghyun…Jonghyun..Jonghyun” Aduh ottoehke? Dia tak sadarkan diri, Ya Tuhan aku harus bagaimana? Sebaiknya kuangkat saja dan membawanya ke kasur.

“Ouch…ouch…beratnya tubuhmu” Astaga, ini bocah berat sekali, kasihan sekali tubuh kecilku ini mengangkat buldoser, eitss bukan, mana mungkin tubuh sekseh begini kubilang buldoser. Upss..apa? bukankah sekarang aku sedang skinship dengan seorang Kim Jonghyun. Yakzz, aku gugup sekali, sumpah sangat gugup. Bagaimana kalau dia tahu jantungku sedang sangat berdegup? Bagaimana ini? Degupannya sudah dapat menghancurkan gendang telinga. Huwaa..Dia kan sedang sangat dekat denganku. Aissh ottoehke? ottoehke? Hei tunggu tunggu, dia kan sedang tidak sadar. Han Hye Byeul kenapa kau panik sekali dengan detak jantungmu padahal dia sedang tidak sadar.  Tidak sadar, Kim Jonghyun tidak sadar. Benar keselamatan Jonghyun ada di tanganku, aku malah berpikir yang bukan-bukan.

“Aaah…akhirnya.” Kuletakkan tubuh Jonghyun di atas kasurnya. Kupandangi wajahnya, garis tiap garisnya kutelusuri. Ya Tuhan, aku tak tahu kalau sedekat ini aku bisa melihat wajahnya dengan sangat jelas. Bahkan hembusan nafasnya terasa harum menyeka pipiku. Dan sumpah baru kusadari bahwa dia huwaaaaaaaa sangat sangat tampan. Kau tahu beribu kali lipat sangat tampan dari yang kau lihat di TV, media cetak, konser, atau saat kau berteriak-teriak di bandara. Percaya atau tidak, hal itu yang kulihat dan kurasakan saat menatap tiap inchi lekukan wajahnya. Dan ketahui saja, aku jadi sangat bersyukur untuk menyukainya, menikahinya, bahkan ya ampun aku malu mengatakannya, ya aku pernah menciumnya. Aku tahu, aku tahu itu tidak sengaja dan dalam keadaan tidak sadar. Hal itulah yang aku sayangkan, bukan sebuah ciuman romantis di malam pertama dengan orang yang kita cintai.

Hei, sekali lagi jantungku berdegup sangat kencang. Benar sekali, tiap dia memandangku saja, aku hanya akan memikirkan jantungku yang benar-benar susah dikendalikan. Namun, kali ini bukan karena itu atau hal yang lebih dari itu. Ini karena suatu hal yang sepertinya begitu sangat mengggangguku. Kurasa aku tak mungkin salah dengar, karena baru sesaat yang lalu dari mulut seorang Kim Jonghyun keluar nama Lee Hae Ra, tunangannya dulu yang kabur-kupikir- ke luar negeri. Dan bukan hanya sekali dia mengucapkannya. Terus selang beberapa menit dan beberapa menit selanjutnya dan selanjutnya hingga dokter datang memeriksa dan memberikan obat penenang. Menurut dokter lukanya tak terlalu parah, tak perlu dibawa ke rumah sakit, cukup istirahat dan perawatan rutin. Dokter memintaku menjaga dan merawatnya dengan baik. Dan ya lagipula aku adalah istrinya, jadi sudah sewajarnya aku melakukan hal itu.

Malam ini aku menungguinya, mungkin saja saat dia bangun ada yang dia butuhkan. Aku duduk di sofa panjang yang ada di kamarnya. Sambil duduk aku memikirkan hal tadi. Apa Jonghyun masih mencintai Lee Hae Ra? Sepertinya masih, karena dia pergi belum lama ini. Ditambah Hae Ra adalah kekasihnya yang Jonghyun sangat ingin nikahi. Kehadiranku bukanlah apa-apa. Aku hanya fangirl yang ia mintai bantuannya untuk menyelamatkannya dari tuduhan pers. Hem, jadi Han Hye Byul jangan berharap lebih. Kau tak punya hak untuk cemburu dan marah pada Lee Hae Ra dalam posisinya di hati Kim Jonghyun. Cukup menjadi seorang fangirl yang mencintainya dan memberinya semangat seperti kebanyakan orang.

~End of Hye Byeul P.O.V~

Jonghyun P.O.V

Ya Tuhan kenapa rasanya berat sekali kepalaku. Kubuka mataku perlahan dan berusaha mengenali sekitarku. Agak lama memikirkannya hingga akhirnya aku tahu bahwa aku tengah bebaring di ranjangku, tentu saja di kamarku. Aku cukup bingung dengan apa yang terjadi dan kenapa aku merasa kepala dan kakiku nyeri sekali. Kuedarkan pandangan, mencari seseorang yang bisa kutanyai. Dan bingo, aku menemukan Byeul sedang tertidur dengan posisi duduk di sofa. Apa yang dia lakukan dengan posisi tidurnya? Kasihan sekali dia karena kelihatannya sangat tidak nyaman.

“Byeul..Byeul..” aku memanggilnya dari ranjang dengan posisiku sudah duduk kali ini. Namun dia tak kunjung bangun. Sepertinya dia sangat lelap. Apa dia begitu lelah? Lelah menungguiku? Tapi ada apa denganku sebenarnya? Coba biar kuingat. Tapi usahaku gagal, jadi Byul kupanggil lagi karena aku benar-benar ingin tahu ada apa denganku.

“Byeul..Byeul..” akhirnya dia bangun juga dengan aku sedikit mengeraskan suaraku daripada tadi.

“Kim Jonghyun, kau sudah sadar?” dia buru-buru menghampiriku.

“sadar? Memang ada apa denganku, Byeul?”

“aku tidak tahu persis kejadiannya, tapi kemarin siang aku menemukanmu tergeletak di dekat meja situ” jelasnya sambil menunjuk meja kerjaku.

“tapi kurasa kau terpeleset Jonghyun-ssi. Karena tubuhmu berada di atas air dan pecahan kaca. Mungkin kau tidak sengaja menyenggol vas yang kemudian jatuh dan pecah. Apa masih nyeri, Jonghyun-ssi?”

Ah, benar, kemarin aku sedang terburu-buru mencari draft lagu. Ngomong-ngomong tentang draft lagu, bagaimana pertemuanku dengan produser?

“Byeul-ah, bisa kau tolong ambilkan ponselku?”

“Kau mau telepon siapa Jonghyun-ssi?”

“Aku harus menjelaskan kepada produser lagu mengenai kejadian ini. Aku kan tidak sengaja untuk tidak bertemu dengannya. Ppalli Byeul-ah!”

“Gwenchana Jonghyun-ssi, aku sudah memberi tahu Key-ssi keadaanmu dan dia menjelaskannya padaku lalu mengatakan bahwa dia akan menjelaskannya kepada si produser. Kupikir sebaiknya kau istirahat saja. Lalu apa yang kau butuhkan? biar aku mengambilkannya dan kemudian akan membiarkanmu sendiri istirahat.”

“Byeul-ah, apa kau menjagaku semalaman disini? Lalu siapa yang mengangkatku dari lantai sana ke atas ranjang?”

“Aku hanya tidur disini jika mungkin saja ada yang kau butuhkan saat bangun. Dan aku mencoba menggendongmu, tapi susah jadi mungkin kau terseret-seret. Mungkin karena tubuhku terlalu kecil. Mianhae Jonghyun-ssi.” katanya sambil tersipu.

“Oh begitu. Byeul-ah gomawo.”

“Gwenchana, Jonghyun-ssi. Aku senang kau sudah sadar. Ayo, ada yang kau butuhkan?”

“Ada”

“Mwoya?”

“Tetaplah disini menjagaku…”

~End of Jonghyun P.O.V~

Han Hye Byeul P.O.V

“Tetaplah disini menjagaku…” apa? Ohmigod apa aku tak salah dengar? Ya Tuhan aku akan melayang. Seseorang tolonglah aku. Tapi jangan Jonghyun karena aku akan menghilang malah. Benarkah seorang Kim Jonghyun memerlukanku?

“Duduklah disini!” katanya sambil menepuk kasur yang masih kosong di sampingnya. Lalu yang kulakukan ya duduk di sampingnya. Sungguh aku sangat gugup. Tak bisa kujelaskan, maaf.

“Byeul-ah”

“hem, ne”

“Mianhaeyo, jeongmal mianhaeyo” eh, kenapa dia meninta maaf? Apa dia bersalah padaku?

“Waegureyo?”

“Apa aku tak memperhatikanmu? Apa kau senang menikah dan tinggal denganku? Atau mungkin ada yang ingin kau sampaikan? Apa kau tak setuju dengan pernikahan ini? Apa Byul? Katakan padaku?” hei, kenapa dia bertanya seperti itu padaku sekarang? Aku juga bingung menjawabnya.

“katakan saja Byul! Katakan saja yang jujur.” Dia memang tidak begitu memperhatikanku, tapi aku tidak begitu keberatan dengan pernikahan ini. Hanya saja aku sedikit tidak nyaman dengan hubungan yang membingungkan ini.

“Tidak. Aku setuju saja dengan pernikahan ini. Lagipula kita sudah sampai sini kan? Apa ada hal yang mengganjal dalam pikiranmu, Jonghyun-ssi?”

“Ya, aku rasa aku kurang menghargaimu. Maaf untuk itu, dan aku berpikir mengenai hubungan kita ini. Terima kasih karena telah menolongku. Untuk selanjutnya aku akan lebih mengenalmu dan lebih sering berkomunikasi denganmu. Kau mau bersabar kan?”

“bersabar untuk apa?”

“Pada saatnya nanti mungkin kita akan bercerai, karena akupun harus memikirkan kehidupanmu. Kau pasti ingin menikah dengan laki-laki yang kau cintai. Bukan menikah dengan cara seperti ini. Kuharap kau bersabar sedikit. Mau kan Byeul-ah?”

Untuk sesaat tadi saat dia bilang akan lebih mengenalku dan menghargaiku, aku merasakan perasaan lain. Perasaan senang, namun bukan senang yang biasa kugambarkan. Perasaan senang yang lain. Akan tetapi saat mendengar kata bercerai, aku merasa ada guntur yang amat besar di luar. Aku kaget, tak percaya.

“Byeul-ah?”

“ah, ne..ya tentu saja. Kau kan masih mencintai siapa namanya? Oh iya Lee Hae Ra. Kau akan mengejarnya ya? Iya kan? Semalam saja kau menggigau dan menyebut namanya beberapa kali. Dan untuk aku nanti akan menemukan pangeran berkuda putihku. Haha iya benar.”
“Hei, benarkah aku menggigau dan menyebut namanya?” tanya Jonghyun

“ne..”

“aku tak percaya, padahal dia sudah begitu menyakiti hatiku. Entahlah apakah aku akan mengejarnya lagi? Tapi yang jelas sekarang di sini, di sampingku, di hidupku ada seorang fangirlku yang paling aneh yang dengan sangat baik selalu menolongku, jadi aku juga harus memperhatikannya.”

Fangirl. Ya aku kan cuma seorang fangirl. Cukup seorang fangirl. Dan catat Kim Jonghyun mengataiku aneh. Awas kau Kim Jonghyun, kapan-kapan akan aku balas kau. Namun untuk sekarang ini tidak, karena kau mengatakan aku baik. Yeah, aku cukup senang, Kim Jonghyun, karena kau tahu kita memecahkan rekor untuk berbicara sangat lama. Tidak hanya sekedar mengobrol tak ada semenit. Tapi kali ini kita mengobrol dan mengutarakan perasaan masing-masing. Huwaa rekor sumpah..Gomawo Kim Jonghyun. You’re my best biased.

“Byeul-ah..”

“Ne..”

“jangan panggil aku Jonghyun-ssi lagi!”

“lalu?”

“oppa..”

“eeh..?”

“iya oppa..kkajja oppa!”

“ani,,”

“wae? Bukankah kalian para fans suka sekali memanggil bias-nya dengan sebutan oppa? Kenapa sekarang tidak mau? Ayo panggil aku oppa! Aku sedang memaksa, Han Hye Byeul.”

“emm..op-op-pa”

“kenapa terbata? Yang jelas, oppa.”

“oppa”

“Jonghyun oppa”

“Jonghyun oppa”

“Bagus”

“Jong oppa”

“hei, kenapa begitu? Umh, tapi tak apa lucu juga, Jong oppa. Oya, Byeul-ah..”

“ne,”

“boleh aku memelukmu?”

“eh”

“hanya untuk ungkapan maaf dan terima kasih. Bolehkah?”

Aku benar gugup tapi aku mengangguk. Kemudian tubuh Jong oppa-kenapa aku malu menyebutkannya, padahal biasanya aku sering meneriakkannya- maju perlahan dan akhirnya memelukku. Rasanya sungguh berbeda, hangat.

“Byeul-ah, boleh aku minta nomor ponselmu?”

“eh…?”

~END~

GOMAWO CHINGU~~~~~~~~~~~~~~~~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

14 thoughts on “The Wedding Day – Cellphone Number”

  1. End? O.o
    wah… kurang jelas nih.
    sequelah biar kehidupan suami-istrinya ngak gitu2 doang. kasihan si jong sama byeul. sama2 nyimpen perasaan suka.

    ffnya bagus. si byeul ternyata lebay juga ya… lucu… XD

    1. iya end..maaf ya kalau kurang jelas,,tapi ini bukan part sebenernya,,the wedding day uda pernah keluar ko seri awalnya..jadi niatnya bikin seri beda-beda,,hehe makasih ya udah baca dan suka lg,,makasih banget

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s