The Cruel Marriage – Part 3

Title : The Cruel Marriage

Author: Chinchi a.k.a Kim Sujin + ReeneReenePott

Cast:

  • Choi Minho
  • Jung Soojung
  • Choi Younghyeon (covered by Shanon William)
  • Bae Suzy

Minor cast:

  • Shim Syerin (OC)
  • Kim Heechul
  • Kim Soohyun
  • (Other still hidden in the story)

Genre: Romance, AU, sad, a little bit fantasy.

Rating: PG-16

Length: Sequel

Disclaimer: The story pure belonged to me, but all of the casts belong to themselves. Don’t be a plagiator or reblog my fanfic without permission–chinchi–

RESPONSE PLEASE and HAPPY READING!!

PART 3

‘sakit ketika tidak ada yang mencintai, dan dapat dicintaimu…’

-Krystal POV-

Ada rasa sakit dan pedih yang sekarang memenuhi rongga-rongga hatiku, sesaknya bahkan membuatku sulit bernafas dengan benar. Hidup bahagia yang kuidam-idamkan bersama keluargaku sekarang layaknya serpihan abu yang terbang dibawa angin, meninggalkan sepasang telapak tangan yang selama ini selalu terbuka untuk menaunginya, menaungi serpihan abu harapan itu.

Sakit melihat 3 buah makam berjajar rapih di depanku, sakit mengetahui hanya tinggal dirimu yang tersisa di dunia ini. Yeah, aku sedang berkunjung ke makam orang tua dan kembaranku itu. Setelah pembicaraan beberapa hari lalu yang berhasil menguak misteri masa laluku kini terungkap.

Meski sakit dan pedihnya hatiku, aku tak sanggup mengeluarkan satupun air mata. Benda bening itu sudah mengering sejak kemarin, karena kupakai menangis seharian meratapi kepergiaan mereka. Yang bisa kulakukan sekarang adalah berdiri tegak, dan berdoa untuk mereka yang kini sudah pergi ke nirwana sana.

“Halbeoji…” kakek yang berdiri di sampingku maju selangkah.

“aku..aku akan melakukannya, tapi halbeoji harus berjanji?” kataku.

“Kau mau halbeoji lakukan apa?”

“Ketika keselamatan Minho dan anak Soojung sudah tidak terancam, aku akan mengakhiri semuanya dan kembali pada Soohyun. Jadi yang kuminta agar aku dan Soohyun tetap berhubungan.” Kakek langsung menegak ditempatnya, namun sirat wajahnya masih cukup tenang untuk mampu kukatakan dia terkejut dengan perkataanku.

“Tidak akan semudah yang kau pikir Krystal, halbeoji sudah bilangkan kau akan dijodohkan? Dan maksud halbeoji menyuruhmu menjadi Soojung adalah untuk mempermudah kalian bersama!” sentak beliau.

“Halbeoji…aku bukan Soojung, aku Krystal. Kami berbeda, dan lagi aku tidak mau mengambil nampyeon kembaranku sendiri!”

“Kau tidak mengambil apa-apa Krystal-ah, dia adalah nam—calon nampyeonmu.”

Aku mengernyit, ada yang aneh dalam pembicaraan kakek. Tapi, kuputuskan untuk kembali diam dan merenungi segalanya. Soojung, beritahu aku apa yang harus aku lakukan..

# # #

Author’s POV

Krystal dan kakeknya baru saja kembali dari makam, kecanggungan masih terasa diantara keduanya setelah pembicaraan penuh emosi tadi. Wanita itu memutuskan untuk meninggalkan sang kakek masuk ke kamar. Sedangkan tuan Jung sendiri masih berdiam.

“Mianhae, Krystal-ah.”

Sedih melihat cucu kesayangannya menderita sepanjang sisa hidupnya ini, beliau tahu betul masa lalu Krystal sebagai Soojung yang sangat buruk, yang kakek Jung bersyukur Krystal lupakan karena amnesianya. Namun rentetan penderitaan itu semakin bertambah, tatkala tuan Jung membohonginya perihal masa lalunya.

Tidak semua yang kakek Jung katakan salah, hanya satu fakta. Kembaran Krystal bukanlah Soojung melainkan Soomin.

Lamunannya terinterupsi oleh suara dering handphonenya, ia melihat kontak dalam benda itu. ‘Mr. Choi’ ayah dan suami dari orang-orang yang membuat kehidupan Krystal menderita, dan rasanya dendam itu kian membara di dada pria berusia separuh abad itu.

“Yeobosaeyo?”

“….”

“Oh, joayo. Kutunggu kau di tempat biasa.”

Begitu sambungan terputus, kakek Jung kembali melangkah pergi keluar pintu. Salah seorang bodyguardnya membukakan pintu Ferrari merah untuknya, kemudian melaju menembus jalanan. Hal itu ternyata tak luput dari perhatian Krystal yang kini tengah duduk di windowsill kamarnya. “Halbeoji? Mau kemana dia?”

Wanita itu menyambar sweeter ungunya serta kunci mobil, ada dorongan dalam dirinya yang menyuruhnya mengikuti kemana kakeknya pergi.

# # #

Pria itu memandang keras pada pria di depannya yang duduk dalam sebuah kursi roda, raut wajahnya pucat dan matanya terlihat sayu. “Ada apa Mr. Choi?” kakek Jung tampak tak mau beramah tamah dengan mertua dari cucunya itu, ia ingin segera pulang. Rasanya muak melihat wajah pria di depannya ini, ia jadi teringat kembali dengan masa lalu Krystal.

“Aku ke sini ingin memberitahukan bahwa rencana pertunangan Minho hendak dipercepat oleh anaeku,” ceritanya. Kakek Jung agak terkejut namun masih mampu menguasai diri.

“Kita harus bergerak cepat tuan Jung!” katanya kembali, tuan Choi mengangkat cangkir tehnya. “Lalu, apa rencanamu, Choi Siwon-ssi?” tanya Tuan Jung pada Siwon. “Aku ingin, Soojung kembali ke rumah kami!”

“Hal itu tidak akan semudah apa yang kau katakan Siwon-ssi! Kau tahu sendirikan, bagaimana anaemu dulu memperlakukan cucuku, dengan kejinya dia membuang Soojung bahkan hendak membunuhnya dalam kebakaran panti itu?!” seru tuan Jung setengah geram. Emosinya kian menguat, walau dirinya tahu. Melampiaskan seperti apapun, masa lalu tidak akan kembali terulang.

“Mianhamnida tuan Jung, atas nama keluarga besar Choi aku mohon maaf atas kesalahan itu! Maka dari itu, aku meminta Soojung kembali ke rumah kami untuk memberi Tiffany pelajaran. Aku tahu anda marah karena kesalahan anaeku, tapi aku juga tak tega melihat Younghyeon dan Minho yang menderita. Mereka ingin bertemu Soojung!” Siwon masih membungkuk dalam duduknya, tuan Jung mendesah keras.

“Aku punya ide Siwon-ssi, mungkin ide ini bisa membuat Soojung aman selama berada dalam rumahmu. Tapi, aku pinta agar Soojung selalu kau awasi. Jangan biarkan tangan anaemu yang bejat itu kembali menyentuhnya, arraseo?”

“Ne, arraseo tuan Jung!”

Sementara tak jauh dari meja mereka, Krystal mendengarkan semua kata-kata kakeknya dengan sangat jelas. Jadi selama ini Soojung diperlakukan dengan buruk oleh keluarga Choi? Lalu, mengapa kakeknya ingin dia masuk ke dalam keluarga Choi sementara yang menyebabkan Soojung menderita adalah mereka?

“Soojung? Sebenarnya ada apa dengan masa lalumu?” bisik Krystal. Gadis itu mengambil handphonenya, kemudian menghubungi seseorang yang sangat dikenalnya.

“Yoebosaeyo? Syerin-ah, bisa kita bertemu?”

# # #

Syerin kembali mematut dirinya di depan cermin seukuran tubuhnya, hari ini adalah hari spesial baginya. Heechul mengajaknya pergi ke suatu tempat yang iapun tak tahu. Padahal Heechul mengajak keluar adalah rutinitas yang biasa bagi Syerin, namun kali ini terkesan berbeda.

Bila dulu ia sering menolak mentah-mentah permintaan Heechul, hari ini dia malah berdandan super cantik bahkan sampai berkali-kali bercermin. Sudah merasa puas, dia keluar dari kamar tepat saat sebuah klakson mobil memberikan serentetan bunyi di depan rumahnya yang begitu sepi.

“Heechul?” kaca mobil turun perlahan, Syerin dapat melihat wajah seorang pria yang selama ini suka sekali mengganggunya.

“Annyeong, babe!” gadis itu memasang muka galaknya dan mendesis sebagai jawaban bahwa ia tak suka panggilan ‘khas’ dari Heechul itu. “Aku bukan yeojachingumu, seenaknya saja memanggilku begitu!” kata Syerin setelah dia duduk rapih di dalam mobil tepat di samping Heechul.

“Memang bukan.” Ujarnya santai. Rasanya ada yang perih dalam dada Syerin, tapi apa? Dia tidak tahu, hanya saja mendengar jawaban Heechul itu membuatnya—sedih.

“Tapi, kau adalah calon anaeku!” pipi Syerin merona merah, merasakannya gadis itu menunduk sedalam mungkin hingga sebagian rambutnya yang tergerai maju menutupi wajahnya. “Ya! Shikureo!”

Heechul terkekeh pelan mendengar bantah kecil tapi terkesan malu-malu dari Syerin. Ia tahu, sepertinya usahanya selama ini mengejar gadis keras seperti Syerin akan membuahkan hasil. Hanya butuh sedikit lagi kesabaran.

“Hari ini kita akan kemana, Princess?” tanya Heechul, mencoba mencairkan some awakward situation antara mereka.

“Lho, bukankah kau yang mengajakku pergi?”

“Ne, aku memang mengajakmu pergi tapi, mengajakmu pergi ke tempat yang kau inginkan.”

“Oh, kemana ya? Eng, bagaimana kalau ke Museum teddy bear?” usul Syerin, agak ragu dengan keputusannya. Dia bukanlah gadis yang suka berjalan-jalan, kalau ada waktu break maka akan digunakannya untuk istirahat selepasnya bekerja berat di kantor.

“Museum teddy? Joa, Miss Shim aku akan antarkan kau kemanapun yang kau mau hari ini. Silahkan, eratkan sabuk pengaman anda dan kalau boleh ku sarankan kau memelukku karena kita akan, NGEBUT!!!”

“HEECHUL-AH!!! JUKEOSIPHO!!! KEUMANHAE~!”

# # #

Syerin melihat penasaran pada Namsan Tower yang kini menjulang tinggi di depannya, sudah berapa lama ia tak ke sini terakhir bersama kakak laki-lakinya namun, itu sudah bertahun-tahun yang lalu.

Heechul menyadari kalau Syerin tengah menatap ke Namsan Tower dengan pandangan menerawang, lelaki itu menepuk lembut bahu Syerin.

“Apa, kau ingin ke sana?”

Seulas senyum yang terkesan pahit mengembang di wajah Syerin dan itu membuat Heechul meringis dalam hati. “Aniyo, kajja kita pergi saja ke tempat lain!” Syerin tidak bergerak di tempatnya ketika Heechul menarik tangan Syerin dan tersenyum simpul pada gadis itu.

“Shireo, tiba-tiba aku ingin ke Namsan Tower. Bagaimana jika kita naik gondola? Atau membuat gembok-gembok?” Syerin hanya mampu pasrah ketika Heechul menarik tangannya memasuki Namsan Tower, dia tak sebal justru tersenyum senang.

‘Heechul selalu tahu apa yang kuinginkan.’ Batinnya.

Setelah puas seharian berkeliling daerah Namsan, Heechul membawa Syerin makan dikedai Naengmyeon terdekat. Wajah gadis itu tidak selayu tadi pagi, senyuman terus saja terpeta di wajah manisnya membuat Heechul tiada lelahnya memandang wajah itu.

“Ya! Heechul-ah!”

Sebuah pukulan kecil bersarang di dahi Heechul, menghentikan eufaporia dalam lamunan Heechul betapa beruntungnya ia bisa mengajak ‘kencan’ Syerin hari ini. “Ugh! Appo, kau ini galak sekali Syerin-ah,” yang merasa pernyataan itu untuknya hanya memutar bola matanya kesal.

“Makananmu dari tadi sudah datang dan kau saking sibuknya melamun sampai membiarkannya dingin. Apa mau besok tak bekerja karena sakit perut!” omel Syerin.

“Arraseo, yeobo. Jangan marah terus nanti mukamu tidak yeppo lagi?” godanya.

“Ish! Dasar lansia genit, sudah cepat habiskan atau aku akan pulang!”

Heechul terkekeh geli, ia mengambil sumpitnya kemudian memakan naengmyeon sementara Syerin sibuk menyembunyikan senyum serta rona merah di balik buku menu.

Ponsel gadis itu tiba-tiba terasa bergetar dalam saku celananya, ia merogoh sakunya melihat nama Krystal di sana. “Yeobosaeyo? Krystal-ah wae?”

“…”

“Oh, joayo. Kau ke Tea House di Insadong saja, aku akan menyusul nanti. Bye!”

“Nuguyeyo?” tanya Heechul posesif. Dia merasa akan ada hal yang merusak kencan mereka hari ini.

“Krystal, dia ingin bertemu denganku. Heechul-ah bisa tidak sepulang dari sini kau antarkan aku ke Insadong?” benar, pikir Heechul. Padahal Heechul berharap seharian ini dia bisa bersama dengan Syerin, tapi kalau sudah menyangkut Krystal pasti Syerin akan mengutamakan gadis yang berstatus sahabatnya itu terlebih dahulu. Meski Heechul sendiri berteman baik dengan Krystal karena pacarnya adalah adiknya sendiri namun, kali ini dia kesal gadis itu dengan sukses menghancurkan kencannya.

“Keureyo.” Syerin menangkap adanya nada sedih dalam kata-kata Heechul, apa pemuda itu marah?

“Heechul-ah, mianhae kau tidak marah’kan?”

“Marah? Tentu saja tidak, untuk apa aku marah kaukan tidak melakukan kesalahan apa-apa.”

“Ne, aku tahu itu. Tapi, aku minta maaf karena tidak bisa menemanimu jalan-jalan. Saat ini keadaan Krystal sedang buruk dan sebagai sahabat ak—“

Telunjuk Heechul membuat Syerin bungkam, pemuda itu tersenyum lembut mendaratkan sebuah kecupan di pipi kanan Syerin singkat. Heechul segera menjauhkan diri dari Syerin takut kalau gadis itu mengamuk karena kelancangannya tapi tidak, Syerin malah tersenyum lebar pada Heechul dan berlalu duluan ke meja kasir untuk membayar pesanan mereka.

# # #

“Foto siapa ini?” Krystal belum bersuara. Kini di hadapan gadis itu duduk Syerin, sahabatnya.

“Mungkin kau tidak akan percaya ini, but this picture said that  I have a twin sister!” ceritanya dengan suara yang kedengaran cukup frustasi. Shok, jelas sekali terlihat di wajah Syerin. Ia memandang foto dua bayi kembar itu secara seksama.

“Itu, apa benar?” tanya Syerin masih meragukan.

“Of course, halbeoji sendiri yang bilang kalau dua bayi itu adalah aku dan kembaranku yang sudah—yeah, katakan saja sudah tiada.” Syerin membekap mulutnya sendiri, dia kembali melirik foto di atas meja dengan pikiran menerawang.

>>>>FLASHBACK<<<<

“Oppa, kau mau kemana?” gadis itu menarik jas almameter pemuda yang dipanggilnya ‘kakak’. Matanya sembab dengan warna merah yang masih tergenang air mata, keadaannya sungguh membuat siapa saja termasuk kakaknya yang berdiri itu ingin merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya.

“ Mianhae, Syerin-ah. Oppa harus pergi, ini demi menyelamatkan appa dan juga keluarga Jung. Telah banyak kesalahan yang keluarga kita buat, dan biarkan oppa menyelesaikan ini semua.” Lelaki itu sedikit menunduk untuk melihat wajah sang adik yang masih terisak, tak hentinya ia hujami kening adiknya itu dengan ciuman hangat khas seorang kakak.

“Hajiman. Kenapa harus meninggalkanku?”

“Ada tugas lain di sini untukmu, oppa ingin kau menjaga Soojung. Kau ingat cerita oppa tentang kembaran Soomin yang menghilang? Yeoja itulah kembarannya, setelah ini mungkin banyak bahaya yang akan terjadi di antara kalian berdua. Oppa minta jadilah kuat dan lindungi terus Soojung selagi kalian masih mampu bersama, arraseo?”

“Arraseo. Changmin oppa.”

>>>>END OF FLASHBACK<<<<

‘Apa maksud tuan Jung menceritakan perihal kembaran Krystal? Apa beliau memutuskan untuk membongkar semuanya sekarang?’ batin Syerin.

Entahlah, apapun yang direncanakan Tuan Jung, Syerin tidak berani menebak atau mengatakan apapun yang diketahui pada Krystal. Dia tidak mau ucapannya malah menjadi bumerang bagi mereka semua. Satu-satunya orang yang harus mengatakannnya adalah kakek Jung sendiri.

“Lalu, sekarang apa yang akan kau lakukan?” Krystal memandang kosong jendela yang berembun karena sekarang tengah turun hujan. Ia memilin sweeter yang dikenakannya, dan Syerin hapal betul kalau Krystal sedang bingung saat ini.

“Mungkin, aku akan mengikuti kemauan Halbeoji. Sekaligus membalas apa yang mereka lakukan pada kembaranku.” Kali ini Krystal menoleh, matanya masih tetap memancarkan kekosongan namun bibirnya mengeluarkan seulas smirk yang begitu dingin.

“Maksudmu? Jangan katakan kau akan melakukan hal gila Krys, I don’t like it!”

“Me too, but you should know the fact. They make my twin life like hell, separate her from her child and husband, kill those orphans who don’t know anything, send her to the asylum, and as their wish. She was died. Now, I’m here and I will get her revenge.”

“You can’t, it’s will hurt everyone around you. Like your niece, your twin’s husband, your grandpa, and of course your twin.”

“I don’t care, the person who start it will be the one who should feel the hurt.”

Syerin menyerah, dia memutuskan untuk diam dan mengikuti apa yang Krystal mau. Toh, memang benar selama ini hidup Soojung juga hancur karena keluarga Choi tapi, apa hubungannya keluarga Choi dengan Soomin?

“Krys, whose your twin’s name?”

“Soojung, waeyo? Did you know her?”

DEG.

Apa-apaan ini? jelas Soojung itu adalah Krystal sendiri, tapi mengapa gadis itu bisa mengatakan kalau kembarannya bernama Soojung? Tuan jung apa yang sebenarnya kau rencanakan? Batinnya lagi.

“Rin-ah?”

“Oh. Sorry, I don’t know her.”

Krystal menatap aneh Syerin beberapa saat, tapi memutuskan untuk tidak mempertanyakannya lagi.

Semua semakin rumit di sini, kebohongan terus membenamkan kenyataan dan fakta-fakta yang ada. Dan Syerin merasa semakin jauh terseret di dalamnya, Krystal yang mengatur rencana untuk menghancurkan Tiffany, dan Minho yang dilanda kebingungan karena pertunangannya yang hendak dipercepat.

Namun, pada akhirnya sebuah penyesalanlah yang tertinggal dari setiap kesalahan yang tercipta.

# # #

Minho menatap jendela kamarnya dengan sendu, seorang gadis kecil tengah bermain dengan anjing kecilnya di sana. Namun, Minho tahu gadis itu bahkan tak bersemangat sekali hari ini. Younghyeon hanya melempar asal-asalan Frisbee-nya saat anjing golden red rivers bernama Appolo mengibas-ngibaskan ekornya dengan semangat.

Semenjak kejadian kemarin, Younghyeon berubah dingin pada siapa saja termasuk dirinya. Dia tidak lagi mau makan semeja dengan Minho, ia hanya mau makan di kamarnya. Bermain di halaman dengan Appolo, kadang membaca buku di perpustakaan. Hal itu ia lakukan semata-mata demi menjauhkan diri dari Minho.

Biasanya gadis itu pasti bermanja-manja dalam pangkuan lelaki itu, menceritakan apa saja yang dilakukannya hari ini.

Rasanya Minho menyesal sekali telah membentak Younghyeon kemarin, saat ini hanya Younghyeonlah yang dirinya punya. Melihat anak itu selalu menghidarinya, membuat hatinya sebagai seorang ayah sakit dan sedih.

Lalu Minho mengalihkan pandangannya pada sebuah undangan di atas meja yang baru saja ibunya serahkan. Undangan pertunangannya dengan Suzy. Ini semakin membuatnya pusing, ibunya bilang pertunangan keduanya akan dipercepat tapi Minho merasa belum siap.

Dia tidak mencintai Suzy sama sekali, karena hatinya sudah penuh oleh orang lain. Minho bangkit berdiri, ia mengambil undangan itu dan membuangnya kasar ke arah sebuah kaca hingga benda itu hancur berkeping-keping.

“AKU BENCI PADAMU SOOJUNG!!!! AKU BENCI PADAMU!!” teriaknya nyalang.

Diluar pintu kamar Minho, Suzy berdiri sambil menyandarkan tubuh tingginya pada tembok. Tangannya bermain-main diujung rambut ikal-kecoklatannya, “seharusnya eomma-mu yang kau benci Minho, bukan anaemu. Dia yang memulai semua permainan ini.” gumam Suzy dengan nada dibuat-buat.

# # #

Krystal duduk menghadap kakeknya saat ini, dia memutar bola matanya dengan tidak tertarik. “Aku sudah tahu semua rencana halbeoji.” Katanya santai dan terdengar agak kurang sopan di telinga kakeknya.

“Bagus kalau begitu, halbeoji tidak perlu menjelaskan lagi bukan.”

“Bukan masalah bagus atau tidaknya halbeoji, tapi apa kau gila ingin mengirimku ke ‘neraka’ itu? Mereka bahkan sudah menyebabkan Soojung meninggal!”

“Halbeoji tahu hal itu, tapi kau tidak tahukan niat yang sesungguhnya dibalik rencana, ini?”

“Memangnya apa? Bukankah Halbeoji bilang ini termasuk perjodohan, sementara namja yang ingin dijodohkan denganku sudah terlebih dahulu bertunangan dengan yeoja lain?”

“Bila kau memang tidak mau dijodohkan dengan Minho, halbeoji tidak keberatan. Tapi, dengan satu syarat.” Merasa tertarik, Krystal mulai mencondongkan tubuhnya lebih maju ke arah kakeknya.

“Maksud Halbeoji? Syarat apa?”

“Sudah jelaskan, kau tidak perlu berpisah dengan Soohyun. Dengan syarat, kau harus mengeluarkan anak Soojung dari rumah itu.”

“Hanya, itu?”

“Itu tidak akan mudah Jung Krystal, karena halbeoji ingin anak itu keluar dari rumah keluarga Choi berdasarkan kemauannya sendiri, dan halbeoji ingin anak itu menatap penuh benci ketika melihat appa-nya sendiri untuk terakhir kali.”

Seperti baru saja tersambar petir, Krystal menatap kakeknya tidak percaya. Selama ini yang ia pikir kakeknya adalah sosok tua yang baik, namun pikiran sepicik itu saja mampu keluar dari mulut kakeknya. Tidak membuktikan bahwa selamanya orang baik akan selalu baik.

“Kau sanggup?” tawar kakek Jung lagi.

“Kalau itu mampu membuat halbeoji senang dan aku tidak kehilangan Soohyun, I’ll do anything.”

“Ok, I’ll called Jessica. She will help you in this plan.”

“Jessica eonni? Tapi untuk apa Halbeoji?” tanya gadis bermata coklat itu heran.

“Halbeoji tidak bisa mengambil resiko terjadi sesuatu yang buruk padamu ketika menjalankan rencana ini, you need a partner young lady!”

# # #

Denting-denting piano itu terkesan menakutkan dan penuh emosi bagi gadis ber-dress hitam dalam lorong itu. Kaki-kakinya yang bertelanjang tanpa alas terus melangkah entah kemana, membawanya sampai ke penghujung lorong gelap dan dingin itu.

Krystal—melihat seorang gadis ber-dress hitam sama sepertinya, terduduk di depan piano memainkan fur ellise dengan kesan marah dan terburu-buru. Ia menangkap raut sedih serta air mata yang mengalir keluar dari pelupuk mata si gadis pemain piano.

Kenapa melihatnya saja mampu membuat Krystal merasa terluka dan sedih? Padahal mengenal pianist itupun tidak.

Lalu permainannya terhenti, si pianist mendongak menatap Krystal dengan kilatan mata yang tajam. Perlahan, ia berdiri dan menunjuk Krystal dengan sebilah pisau bermata tajam.

“KENAPA? KENAPA KAU JAHAT?! KAU MENGECEWAKAN AKU KRYSTAL!! KENAPA?!”

Krystal hanya menatap horror gadis di depannya dengan perasaan yang terbilang bingung, kenapa? Memang salahnya apa? Dan dia siapa? Hanya pertanya itu yang berputar-putar dalam kepala Krystal.

“Mianhae, tapi kau siapa? Aku bahkan tidak mengenalmu, lalu kesalahan apa yang aku perbuat?”

Entah sejak kapan, gadis itu sudah berdiri di depan Krystal. Ia sadar air mata yang keluar dari gadis yang menodongnya dengan pisau bukanlah air mata, namun darah yang berbau amis dan berwarna hitam pekat.

“Aku, adalah kau, Jung Krystal..”

Gadis itu menusukkan pisau di tangannya ke arah dada Krystal. Sementara Krystal panik, ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, semuanya terasa kaku. Hanya pita suaranya yang masih berfungsi.

“AAAARRRRRGGGGGGGGGHH—“

To Be Continued…

A/N : As you know, this fiction not pure mine. Part 1-5 setengah ditulis oleh author aslinya (Chinchi atau dhinta unni) , sementara aku hanya melanjutkan. Hehehe😄 Responnya yak, bantu saya ngumpulin nyawa untuk mood buster bikin FF SHINee lagi juseyo (?) (SHINee kelamaan ga nongol jadi seringnya corat-coret pake cast BB laen huakakaka XD) Thankies yang udah mau baca apalagi komen, jongmal kamsahamnida!!

©2011 SF3SI, reenepott

signaturesf3siOfficially written by reenepott, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

51 thoughts on “The Cruel Marriage – Part 3

  1. hyah.. Semuanya bertambah rumit…
    Masing2 dgn rencananya sendiri2…
    Kbohongan yg lg2 dibuat bikin semuanya semakin sulit..
    Next ditunggu..

  2. naaah.. udah kutebak sih Soojung -Kristal itu orang yg sama..
    Ya ampun kakek Jung apa siy niat sebenernya, kok Kristalnya dibohongin gitu.. apa biar Kristalnya gk trauma lagi kali ya?
    hehe, sok tau saya.
    Reene, saya tunggu part selanjutnya..🙂

    1. ya.. sebenernya Kakek Jung itu kepegen cucu-nya membalas dendam, karena gak fer banget kan sama dia.. hahaha.
      Gomawo yaaa😄

  3. jd kakek jung brbohong soal saudara kembar kristal. G sepenuhnya bohong sihh.. Soojung = kristal dan saudara kembarnya adl soomin. Soomin sdr angkat suzy. trus soojung-Soomin udh trpisah dr kecil.
    Syerin trnyata tau msa lalu krystal. tapi tapiii apa hbgn keluarga syerin dg kluarga jung? aaahh ato jgn² ajhussi yg udh nyuruh suzy bls dendam it appa nya syerin?*soktau
    Sbenernya aku suka soal rencana bls dendam krystal tp aku g suka rncna si kakek jung yg mau misahin minho & Younghyeon.
    Ihhh jd makin rumit ><
    lanjut! lanjut!!

    1. Bukan, ahjussi yang di pihak suzy itu bukan siapa-siapanya syerin, karena kakak laki-laki dan appa-nya syerin itu sudah meninggal. Hehehe.
      Yeah, terkadang cerita emang bikin kesel kan? muahahaha.
      Oke oke, tunggu aja yaaa😄

  4. Kakek Jungnya minta digigit-_- apa sih maksud lo kek!? Mau ribut lo ama gue!? *siapin barbel* #stop

    Oke, masih rumit dan banyak konflik, partnya banyak nggak nih kira-kira? ._.a

    Kalau begitu saya tunggu lanjutannya~

    1. hiks, kesian bener kakek-kakek digigit u,u
      Hemm.. aku pengennya ga lebih dari 15 part. sumpah huakaaa😄 #yahh bocor deh
      sip, tengkiuh ya😄

  5. daebak.. daebak..
    hehe

    .tp sdkt bingung ma cratana cz lama kgk muncul nie ff.
    hrs bca pelan smbil inget2 crta sblumnya..

    jng lama2 lnjtn ne/.

  6. story.nya bikin pusing dehh.. kya sinetron* gituu.. tp.. karna cast.nya minstal.. aku nunggu ajja dehh.. eh,, tp aku kaya pernah baca dehh.. lupa baca cerita ini dmna?? yg jelass.. udah chapter 5.nn kalo gak salah..
    truss krystal ama jessica juga udahh masuk kerumah choi family ,, ahh.. ribett aku nunggu ajja dehh
    lanjutt.nya cepett yahhh..

  7. keren waaa ~ ternyata krystal ama soojung sama ._. Jadi yg soomin itu kembarannya ya ? Cus kenapa ortu mereka buang soojung & malah suzy yg jadi kakaknya soomin ? .=.

    1. soojung nggak dibuang sama ortunya kok. Haha. Dia diculik sama pamannya yang sekarang jadi ahjussi yang memainkan suzy…
      gomawo ya udah komen🙂

  8. Cerita di part ini aku bener2 bingung, yg bisa aku tangkep di otak cuma beberapa bagian doang yg aku ngerti, mian.
    Di part sebelumnya kan si krystalnya terkesan ga ngerti b.ing ya pas dia nolongin younghyeon, tp di part ini dia debat sama syerin pake b.ing itu bikin aku shock, tp aku suka hahaha *plak
    Di part ini bagian minho sama younghyeon nya cuma dikit doang, padahal aku suka bgt kalo mrka ngobrol pake b.ing hahaha..
    But overall it’s nice fanfic. Thanks to author. Keep writing and fighting ya thor. Ditunggu kelanjutan partnya^^

    1. Hahaha. Memang agak njelimet cerita FF ini hahaha. Lah, kan dia sempet kuliah di London apa di Paris gitu (udah lupa-lupa-inget) hehe
      Thankyou ya. Tapi author aslinya bukan aku loh hahaha😄
      sip sip. Makasih udah komen😄

  9. Pingback: S-Neo's Web
  10. Pingback: Kunci Otomatis | SC-Neo's Web
  11. Pingback: SC-Neo's Web
  12. Pingback: Wuih … Beratnya Baju Antariksa | SC-Neo's Web
  13. Pingback: Rambutku Mahkotaku | SC-Neo's Web
  14. 😯 omo ini ceritanya makin complicated aja deh… kalo diperhatiin disini udah ga ada org baik, semuanya punya tujuan masing2 kecuali minho, younghyeon, dan syerin tentunya.
    next chapter juseyoooo😀

  15. ceritanya sukses bikin orang kesel dan muter-muter otak@.@ aku harap nextnya ga lama-lama supaya entar kagak lupa gimana alurnya dan masih nyambungxD

  16. Astaga semuanya semakin complicated
    Suzy ternyata tahu akan masalah itu.
    Artinya Suzy diangkat oleh keluarga Jung.
    Secara tidak langsung Suzy adalah saudara SooJung.
    SooJung benar” lupa ingatan.
    Apa campur tangan ChangMin dan Syerin?
    Menegangkan, membingungkan, seru, penasaran, semuanya.

  17. Makin penasaran nih …
    Krystal ko ketemu krystal?? Apa itu cuma mimpi?? Ck …
    Konflik’nya dan bahasa benar – benar bagus eon. Jadi bacanya gak bingung ..
    Menegangkan ,, perasaan campur aduk ._.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s