Luky Wings – Part 2

LUKY WINGS part2

Author : Lee mincha

Main Cast : Park Min cha, Lee gi ump, kim sanbi, SHINee Minho, key, onew,

Support Cast: taemin , jonghyun, chaejin

Genre : NC 17+,imajination, romance

Rating : General

Summary : ff ini tentang harapanku, berharap bisa ketemu minho yang itu semua g mungkin terjadi sehingga mulai ngelantur dan berimajinasi aneh dan menciptakan ff ini. And ini ff special buat kedua chinguku semoga sesuai dengan yang mereka harapkan kekekekekeke

Minho asik memainkan bola basketnya, cha masih memiliki sebuah harapan kecil. Ia ingin sekali melihat minho tersenyum padanya. Dengan mengumpulkan segenap keberanian ia pun menghampiri minho. Namun hampir saja bola basket menimpa kepalanya.

Minho: apa yang kau lakukan, hampir saja aku melemparmu.

Cha: aku punya sedikit permintaan untukmu.

Minho: permintaan apa???

Cha: aku punya seorang teman yang merupakan fansmu.ia memintaku mengambil fotomu.

Minho: ya sudah foto saja. Aku tidak keberatan.

Cha: dia menginginkan fotomu sedang tersenyum karna ia sangat suka melihatmu tersenyum.

Minho: baiklah

Minho pun berpose sambil tersenyum, cha sangat senang melihat wajah itu karna sekarang impiannya terkabul,

********

Mereka mulai terbiasa dengan SHINee, rasa gerogi berhadapan dengan SHINee lenyap sudah.

Minho sedang asik memainkan PSnya, cha duduk di belakangnya.

Cha: ternyata benar, kau sangat gila dengan permainan itu.

Minho: ini sangat menyenangkan bisa memberikan hiburan.

Cha: tapi kau bisa terkena radiasi.

Minho: aku masih terlalu muda untuk terkena radiasi.

Tiba-tiba ponsel minho berdering, ia pun bergegas pergi meninggalkan ruang tengah yang berserakan.

Cha: dasar laki-laki, bisanya Cuma bikin berantakan.

Saat cha mengemasi tempat tersebut ia melihat sebuah gelang, cha tahu itu adalah gelang milik minho. Gelang  itu sering di pakai minho.

Malamnya cha sibuk mencari minho untuk mengembalikan gelangnya, ia melihat minho duduk di taman belakang dengan wajah sedih.

Cha: maaf menggangu, aku hanya ingin mengembalikan benda ini.

Minho: ambil saja aku sudah tidak butuh.

cha tahu ada yang salah di sini, ia duduk di sebelah minho untuk menghapus rasa penasarannya.

Cha: aku rasa benda ini sangat penting untukmu, karna aku selalu lihat kau memakai gelang ini.

Minho: ya, tapi itu dulu.

Cha: apa kau sedang sedih???

Minho: tidak, aku baik-baik saja.

Cha: kau tahu, bersedih dan menangis itu adalah manusiawi.

Menurutku orang yang berpura-pura kuat adalah orang lemah yang sebenarnya.karna ia takut pada kesediahannya sendiri.

Minho: ya,kau benar.

Cha: kalau kau sedih menangislah,

Minho: aku memang sedih, tapi aku tidak akan menangis karna yeoja.

Cha: apa kau punya yeojachingu???

minho: dia belum jadi kekasihku, aku masih pendekatan dengannya.

Cha; apa dia seorang noona??

Minho: ya benar,

Cha: apakah dia menolakmu dengan alasan dia hanya menganggapmu sebagai adik selama ini, perhatiannya padamu hanya sebatas itu tidak lebih?.

Minho: bagaimana kau bisa tahu???

Cha: aku adalah perempuan, aku tahu apa yang difikirkannya. Biasanya perempuan seperti itu lebih tertarik pada laki-laki yang cukup dewasa.

Minho: aku rasa aku sudah cukup bersikap dewas selama ini.

Cha: itulah sebabnya, kau terlalu memaksakan diri untuk menjadi lebih dewasa, dia pasti merasa kau tidak mencoba menjadi dirimu sendiri. Menurutku orang yang benar-benar dewasa adalah orang yang bisa menjadi diri sendiri dan bangga dengan itu, tidak mencoba meniru orang lain, dan tidak terpengaruh dengan orang lain.

Minho: bagaimana bisa???

Cha: kau tidak akan bisa paham karna semua perempuan di tempatmu dan tempatku berbeda. Di tempatku perempuan tidak bersifat agresif dan cenderung lebih suka menunggu, mereka akan bersabar menanti, selama itu mereka akan berusaha menunjukan jatidirinya yang sebenarnya.

Minho: memangnya kau berasal dari mana???

Cha: aku masuk dulu, sudah larut.

Keesokan harinya cha terbang ke atas atap karna di dalam rumah tak ada orang jadi ia bisa bebas terbang ke sana ke mari. ia duduk sambil memandang langit malam, tiba-tiba ponselnya berdering. Ump tak di rumah ia menelfon dan bilang pergi bersama key. Diantara ump, cha dan fby hanya cha yang tidak memiliki perkembangan dengan minho, ump dan fby sepertinya sudah mulai akrab dengan biasnya masing – masing. Tak lama kemudian ponselnnya berdering lagi, entah siapa cha tak tahu karna namanya tak ada. Cha mengangkat dengan salam yang sopan,

Chaejin: tidak usah basa-basi.

Cha: kau rupanya. Kenapa harus memakai ponsel? Kenapa tidak datang langsung??? Bukankah tidak ada yang bisa melihatmu???

Chaejin: apa kau mau disangka gila karna berbicara sendiri di atas atap???

Cha: ya, aku tahu.

Chaejin: sepertinya hubunganmu tidak berkembang pesat seperti ump dan fby. Kenapa kau tidak berusaha mendekatinya???? Apa kau akan membiarkan waktumu terbuang sia-sia???? Ingatlah, waktu terus berjalan,kau tidak akan selamanya ada di sana, jadi berusahalah memberi kesan yang baik.

Cha: apa yang harus aku lakukan??

Chaejin: mana aku tahu.

Namun tiba-tiba minho pulang ia melihat cha duduk di atas atap sendirian.

Minho: YA!!! apa yang kau lakukan??? Apa kau mau bunuh diri???

Cha: tidak, aku hanya ingin duduk saja.

Minho: tapi itu tinggi sekali, bagaimana kau bisa naik ke sana??

Cha bingung mencari jawaban atas pertanyaan itu, ia belum siap minho tahu jika ia memiliki sayap dan terbang ke atas atap itu konyol sekali bukan? Mana mungkin minho percaya

Cha: aku memanjat untuk mencari signal, tadi temanku menelfon karna sinyalnya putus-putus aku mencari tempat yang lebih tinggi.

Minho: apa kau sudah selesai menelfon???

Cha: sudah.

Minho; turunlah!!!! memangnya kau tidak kedinginan di atas sana?

Cha berfikir keras bagaimana ia bisa turun, ia bahkan tak tahu jalan mana yang harus di lewati.

Minho: kenapa kau diam saja, ayo cepat turun!!! Sebentar lagi hujan!!!

Cha: aku tidak tahu bagaimana caranya turun

Minho: tunggulah!! Aku akan ambilkan tangga.

Tak lama kemudian minho datang membawa tangga, akhirnya cha turun. Setibanya di bawah

Minho: kau gadis yang nekad, hanya untuk mencari signal ponsel saja kau rela manjat keatap. Memangnya yang menelfonmu orang yang sangat penting ya???

Cha: tidak juga, ia adalah temanku.

Minho: aku kira pacarmu

Cha: pacar???

minho: kenapa menjawab dengan aneh seperti itu???

Cha: aku tidak punya pacar.

Minho: apa itu mantanmu???

Cha: aku belum pernah pacaran.

Minho: terserah kau saja. Aku lapar buatkan aku makanan!

Cha: semua bahan makanan habis. Ump belum pergi belanja hari ini. Yang ada hanya mi instan

Minho: ya sudah buatkan satu untukku.

Minho duduk di meja makan menikmati mi nya. Cha duduk di hadapannya.

Minho: kenapa masih di sini??

cha: aku menunggumu selesai makan agar aku bisa segera mencuci piringnya.

Minho: ya sudahlah.

Cha: apa masalahmu dengan noona itu sudah selesai???

Minho berhenti makan.

Minho: aku sudah putuskan untuk melupakannya.

Cha; apa kau benar –benar mencintainya???

Minho: aku menyukainya karna ia sangat perhatian, baik dan selalu membuatku merasa nyaman.

Cha: jadi kau tidak berusaha untuk mendapatkannya??

Minho: ada apa denganmu??? Kemarin kau suruh aku melupakannya, sekarang suruh aku mengejarnya.

Cha: aku tidak menyuruhmu, aku hanya memberi saran. Aku kira kau frustasi karna noona itu.

Minho: aku sudah sembuh!!

Cha: tapi sekarang masih belum terlalu malam semua orang di rumah ini masih belum pulang. Tapi kau sudah datang.

Minho: kau sendiri kenapa di rumah?

Cha: aku tidak tahu harus kemana, lagi pula pergi sendirian tidak menyenangkan. Lebih baik aku tunggu ump dan fby saja.

Minho: jika ump pergi bersama key, dan fby pergi bersama onew hyung mereka akan pergi sampai larut.

Cha: memang benar, tapi aku tidak punya pilihan. Lagi pula taemin oppa tak ada di rumah.

Minho: taemin???apa kau juga berteman dengannya??

Cha: yups. Dia baik sekali, dia mengajakku ke sekolahnya, mengajakku ikut ke acara kalian, mengajakku bermain dan masih banyak lagi.

Minho: taemin sulit sekali dekat dengan orang baru, berarti kau sangat hebat.

Cha: trimakasih.

Minho: YA! Mi instan ini tidak pakai piring, kemasannya tidak perlu dicuci, kenapa kau harus menungguku??

Cha: oh iya. Dasar bodoh.

Minho: kau memang bodoh, mengumpat diri sendiri!! Aku ada latihan untuk dream team malam ini, apa kau mau ikut??? Kau bisa membantuku membawa barang-barangku.

Cha: apa barang-barangmu banyak??

Minho: kenapa??

Cha: aku hanya malas membawa beban berat.

Minho: ya, barangku ada banyak. Bukankah aku mengganjimu untuk membantuku??

Cha; bukan kau yang membayar gajiku, tapi menejer.

Minho: terserah saja. Ayo berangkat!!

Saat akan pergi ternyata minho hanya membawa satu tas.

Minho: bawa ini!

Cha; hanya ini kah???

Minho: kau fikir aku pergi berperang membawa banyak barang???

Selama di perjalanan cha asik melihat-lihat lewat kaca jendela mobil.

Minho:kau seperti orang yang baru pertama kali ke seoul saja.

Cha: memang benar, walau sudah beberapa hari aku masih belum sempat untuk jalan-jalan.

Minho : memangnya kau dari mana???

Cha; masih jauhkah???

Minho: hanya beberapa menit saja.

Sesampainya di gedung olahraga di sana sudah ada pelatih minho. Minho latihan dengan sangat keras dan penuh semangat, cha hanya duduk diam menyaksikannya. Namun tiba-tiba minho terajatuh, sontak cha menghampirinya.

Cha: apa kau tidak apa-apa???

Minho: kakiku keseleo.

Pelatih: aku rasa latihannya cukup untuk hari ini, jangan lupa kompres otot kakimu agar lebih cepat sembuh.

Minho: baiklah.

Cha: apa kau bisa menyetir??

Minho: memangnya kenapa?? Apa kau bisa nyetir???

Cha mengucapkan mantra di hatinya

Cha: Aku adalah driver yang hebat!!!

Cha: aku bisa.

Minho: siapa yang mengajarkanmu???

Cha: aku ikut kursus.

Setibanya di rumah cha langsung mencari kompres untuk minho, tapi minho bahkan tidak peduli dengan dirinya sendiri.

Minho:untuk apa itu??

Cha: bukankah pelatih menyuruhmu untuk mengompres kakimu yang keseleo???

Minho: sudah, nanti juga akan sembuh.

Cha: kau memang sangat sulit diberi nasehat. Berikan kakimu, aku akan mengobatinya. Tanganku ini punya khasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

Minho: baiklah.

Minho menjulurkan kakinya diatas sofa, cha mengopres kaki itu ditambah dengan kekuatannya, “sembuhlah kaki ini” mantra sederhana penuh khasiat.

Minho; Kau beri apa air kompresnya??? Rasa sakitnya benar-benar hilang.

Cha: bukankah sudah kubilang, tanganku punya khasiat menyembuhkan. Jika kau sakit katakan saja padaku, aku akan menyembuhkanmu. Aku bahkan lebih hebat dari dokter, aku tak butuh waktu lama untuk menyembuhkan orang.

Minho: cih… memangnya ada yang lebih hebat dari dokter dalam hal menyembuhkan?

Cha: ada…..

Minho: apa itu kau?

Cha: anyi… tapi tuhan.

Minho; itu sih sudah pasti….

Cha: tidurlah, aku akan tunggu member lain pulang dulu. Kau harus banyak istirahat selagi kau ada waktu, jangan gunakan waktu berhargamu untuk hal-hal yang tidak penting

Minho: sejak kapan kau jadi cerewet seperti menejer?

Cha: dasar! Udah untung ada yang peduli! Tidak tahu terima kasih…

Minho: ne… gumawo.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Luky Wings – Part 2”

  1. Daebaaaak 😀
    Tpi sayangnya part ini kok pendek bgt sih?,Onew Oppa jga gk kliatan di Part ini.
    Ditunggu part Slanjutnya (^∇^)

  2. aaaa, molla!
    santai tapi seru. lanjut thor.
    bener kayak yang di atas, pendek, padahal saya belum puas bacanya.
    nggak sabar kelanjutannya.

  3. (っ‾̣̣̣﹏‾̣̣̣)っ sepertinya bakal jadi cerita cinta
    JongHyun dan TaeMin ga muncul-muncul
    Keren juga fantasi author, hidup enak selama 72 hari. Keren author
    Semangat buat lanjutinnya (งˆ▽ˆ)ง

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s