Shocking Change – Part 3

Shocking change part 3

Author : Lee mincha

main Cast : Tiara Komanichi, Lee jinki, Monic stroch, Choi minho cast

support cast: , lee taemin, minho appa, and anothers

Genre : fantasi

Length: sequel

Genre: romance, imagination

Rating : General

Summary: ini ff buat tiara chingguku tersayang kekekekekekeke

Minho pov

Tuhan jika aku sedang bermimpi bangunkanlah aku segera!

Aku melihat perubahan drastic dalam diri dongsaengku, apakah amnesia juga menyebabkan perubahan sikap yang begitu parah? Dongsaengku jadi sangat perhatian sekarang apalagi setelah melihat sikapnya pada monic. Anehnya aku jadi merasa monic lebih mirip dongsaengku…

Ia menyiapkan makan malam, mengambilkan piring, minum, meletakkan sumpit dan sendok lalu duduk di hadapanku.

Tak lama kemudian monic datang dan duduk di sebelah tiara.

Tiara(aka monic), monic(aka tiara): selamat makan!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Aku pasti sudah gila.

Setelah selesai makan dia mengemasi semuanya dan membungkukan badannya padaku sambil tersenyum

Tiara (aka monic): selamat malam oppa, jangan tidur terlalu larut tidak baik untuk kesehatan.

Minho: ne…

Kemudian ia pergi ditarik oleh monic.

Minho:dia tidak seperti dongsaengku dulu yang sangat menyebalkan. Dia sangat baik dan manis.

Taemin pov

Monic aneh sekali, ia jadi sedikit menyebalkan. Ada apa dengannya? Apa dia membenciku? Aku ingin hubunganku dengan monic seperti dulu lagi, bukankah dia yang bilang begitu ?

Aku termenung di atap sekolah ini sendirian menatap lurus kedepan, tak lama kemudian aku mendengar suara dua orang yeoja yang mengobrol di sisi lain atap, mereka tak bisa melihatku karena ada dinding pembatas tapi aku bisa mendengar pembicaraan mereka dengan sangat jelas.

Tiara(aka monic): aku tidak tahu jika sikapku benar-benar membuat oppamu terkejut.

Monic(aka tiara) : jangan terlalu manis padanya!

Tiara(aka monic): wae? Bukankah dia fikir aku amnesia? Lagi pula mana ada orang yang percaya jika kenyataannya tubuh kita tertukar karena kecelakaan itu. sangat konyol bukan? Aku saja yang mengalami masih tak bisa menerimanya.

Monic(aka tiara): kau tahu? Aku bingung harus bersikap bagaimana pada taemin? Dia pasti masih berfikir bahwa aku ini adalah kau, dan aku rasa dia sedikit kesal karena aku tidak memperlakukan dia seperti yang kau lakukan.

Tiara(aka monic): taemin? Kau tahu? Aku iri sekali melihatmu ngobrol dengannya, padahal dulu kami sering bercerita tentang banyak hal dan sangat menyenangkan berteman dengannya.

Monic(aka tiara): wae? Kau cemburu?

Tiara(aka monic): ne, aku cemburu sebagai sahabatnya.

Aku terkejut bukan karena dia cemburu padaku tapi aku sungguh terkejut pada kenyataan bahwa tubuh mereka tertukar. Hal konyol macam apa itu?

Aku tahu, mungkin aku bisa mengujinya. Kemudian aku keluar dan berpura-pura tak mendengar pembicaraan mereka.

Tiara(aka monic): taemin…..

Aku bahkan belum mengujinya tapi aku sudah yakin saja pada kebenaran yang barusan aku dengar, menatap diri tiara yang sangat berbeda dan aku bisa merasakan kehangatan monic di sana. Aku berpura-pura terjatuh dan pingsan.

Tiara(aka monic): YA! Taemin… kuenchana… taemin!!! Irhona!!!!!!

Ia mengguncang-guncang tubuhku dan terus memanggil namaku, ini memang monic meski yang aku lihat adalah wajah tiara, aku bahkan bisa melihat tubuh monic yang hanya berdiri cuek. Aku membuka mataku perlahan dan  menatap wajah tiara. Itu bukan mata biru indah yang selalu aku sukai selama ini, tapi mata itu sama menakjubkannya saat dulu aku menatap monic. Sekarang aku memang benar-benar percaya pada kenyataan konyol itu.

Taemin: aku tidak pingsan, aku hanya berpura-pura.

Tiara(aka monic): untuk apa?

Taemin: aku sudah tahu semuanya tentang tubuhmu yang tertukar denga tiara, sulit memang untuk di percaya tapi kenyataannya mengatakan bahwa aku percaya.

Monic(aka tiara): Jadi kau percaya?

Taemin: tentu saja, monikku tak pernah membuatku kesal seperti dirimu.

Tiara(aka monic): syukurlah aku tidak perlu berbohong lagi padamu.

Monic(aka tiara): jangan katakan pada siapapun!!

Taemin: tenang saja, aku tidak akan rela orang berfikir aku gila.

Tiara(aka monic): syukurlah……

Taemin: sekarang kalian tinggal di rumah minho hyungkan? Apa dia tidak curiga?

Monic (aka tiara): tentu saja tidak, Ia berfikir tiara komanichi memang amnesia. Lagi pula dia tidak mengenali monic sebaik kau mengenal monic.

Taemin: aish…. Semua ini benar-benar membingungkan.

Author pov

Onew mengotak atik ponselnya ia seperti ingin mengetik sms tapi kemudian di hapus lagi. ia kelihatan ragu-ragu, tapi rasa aneh dihatinya terus memaksanya untuk mengirim pesan itu.

Together make it love!

Forever make it your smile!

neoui hwanhan miso gadeukhi

Together make it love!

Forever make it your smile!

ije naesoneul naesoneul jaba

Stand by me nareul barabwajwo ajik sarangeul moreujiman

Stand by me nareul jikyeobwajwo ajik sarange seotungeot gata

Ponsel tiara berdering.

Tiara (aka monic):  ponselmu bordering aku rasa ada pesan baru.

Monic(aka tiara): tapi sekarang itu jadi ponselmu.

Tiara(aka monic): kau yakin tak mau membacanya? Ini dari onew oppa.

Tiara bergegas mengejar monic dan mengambil ponsel itu.

Tiara(aka monic) : ckckckckckck kau jadi ganas sekali jika berhubungan dengan onew oppa.

From onew oppa:

Tiara apa kabarmu? Minho bilang sekarang kau tinggal di rumahnya bersama monic. Sudah lama sekali kita tidak mengobrol, aku ingin mengobrol denganmu datanglah ke taman di depan apartemenmu dulu malam ini, aku tunggu…

Tiara(aka monic): jadi kau akan pergi?

Monic(aka tiara): tentu saja tidak, kau yang harus pergi.

Tiara(aka monic): dia bilang ingin mengobrol denganmu bukan dengan tubuhmu.

Monic(aka tiara): bagaimana jika ia tidak mau?

Tiara (aka monic): taemin bilang onew oppa bukan orang yang seperti itu, sudah kau pergi saja, jangan sampai onew oppa jadi tertarik padaku bukan padamu kekekeke.

Monic(aka tiara): baiklah.

Onew pov

Aish,…. Bodohnya aku, mana mungkin dia mau pergi denganku. Inilah akibatnya jika aku tak pernah dekat dengan yeoja.

Taemin: onew hyung, kau kenapa ? sedari tadi aneh sekali

Onew: anyi… aku akan pergi keluar malam ini.

Taemin:dengan siapa

Onew: dengan tiara

Taemin: MWO???

Onew: wae?

Taemin: anyi….

Aku meninggalkan taemin sendirian dan pergi beranjak ke kamar mandi. Aish… ini kan bukan date tapi kenapa aku gerogi setengah mati? Lagi pula bukankah kami sudah pernah mengobrol sebelumnya?. Atau apa karena aku menrindukannya? Mwo? sejak kapan aku merindukan yeoja selain ummaku?

Aku duduk di taman menantikan yeoja itu, entah kenapa aku datang setengah jam sebelum waktunya, aku benar-benar sudah tak sabar melihatnya lagi. tak lama kemudian aku melihat monic berjalan ke arahku. Monic? Apa yang ia lakukan di sini?

Perlahan monic mendekatiku.

Monic(aka tiara): hai oppa, mian aku yang datang. Tiara tidak bisa datang karena dia sibuk belajar jadi dia meminta aku yang menggantikannya.

Aku kecewa setengah mati mendengar ucapan monic, hilang sudah semangat 45ku.

Onew: yasudah tidak apa-apa.

Monic(aka tiara): oppa aku lapar…

Onew: ne?

Monic(aka tiara): kita makan dulu ya? Di sana di restoran ayam kesukaanmu.

Onew: baiklah, tapi bagaimana kau tahu aku suka makan di sana?

Monic(aka tiara): aku tahu karena aku tahu

Jawaban macam apa itu? . kemudian kami makan malam dan menyusuri taman yang sepi, mengobrol tentang banyak hal. Entahlah apa aku sudah tidak waras atau apa, aku merasa rasa rinduku terobati meski aku pergi dengan monic bukan dengan tiara, yeoja ini sama menyenangkannya dengan Tiara Bahkan jauh lebih menyenangkan.

Tiara pov

Aku tidak akan membiarkan onew oppa menyukai monic meski ia ada ditubuhku, aku akan berusaha membuat ia menyukai diriku meski bukan tubuhku. Perlahan aku akan menjelaskan semuanya padanya, tapi untuk saat ini biarlah aku akan menjalani semuanya dulu dengan sabar dan menjadi diriku sendiri.

Aku melihat ekspresinya yang berubah  saat melihatku datang, apa karena ia berfikir yang datang adalah monic? Mungkinkah ia begitu berharap aku yang datang? Tapi kenapa? Kami bahkan tidak punya hubungan special.

Perlahan-lahan sikapnya berubah padaku, begitu cepatkah ia berubah ? apa karena ia telah merasakan siapa aku yang sebenarnya?. Pasti sekarang ia sangat bingung, kasihan sekali oppaku.

Oppaku? Sejak kapan dia jadi oppaku?

Onew: kenapa kau melamun? Apa yang sedang kau fikirkan?

Monic(aka tiara): oppa, apakah kau membenciku?

Onew: untuk apa?

Monic(aka tiara): molla…..

Onew: tentu saja tidak, kau sama menyenangkannya dengan tiara.

Monic(aka tiara): kau senang bersama tiara?

Onew: ya, aku senang sekali. Menghabiskan banyak waktu dengannya rasanya hanya semenit saja. Waktu terasa begitu pendek jika aku lalui bersamanya. Kau tahu? Sebenarnya aku sangat berharap tiara yang datang karena entah mengapa aku sangat ingin bertemu dengannya.

Monic(aka tiara): benarkah?

Onew: tapi bertemu denganmu juga tidak buruk. Apakah kalian kembar?  Aku merasa kalian itu sangat mirip.

Monic(aka tiara): tentu saja kau berfikir kami mirip, kau kan belum pernah mengobrol dengan monic,jadi kau tidak tahu monic itu seperti apa(bergumam)

Onew: kau bicara apa? Aku tidak dengar.

Monic(aka tiara); anyi… di sini dingin sekali.

Onew: kau benar, sini….(menarik tangan tiara) kalau begini pasti tidak akan terlalu dingin.

Aku menggandeng tangannya, entah apa yang aku fikirkan aku jadi berubah haluan sekarang. Aku tidak bermaksud menjadi seorang playboy tapi aku memang menyukai yeoja ini, ia sangat menyenangkan. Haruskah aku meninggalkan tiara ? mungkin saja, hubungan kami tidak ada ikatan lagipula ia menolak pergi denganku.

Aku melihat rona merah dipipinya, apakah dia malu? Tapi taemin bilang mereka sering berpegangan tangan. Apa dia juga menyukaiku?

Jam di arlojiku sudah menunjukkan pukul 23, tidak terasa sudah malam. Aku sudah terbiasa terjaga hingga subuh tapi aku tidak akan merepotkannya sebaiknya sekarang ku antarkan dia pulang.

Onew: besok kau harus sekolah kan?

Monic (aka tiara): ne oppa,

Onew: tidak baik jika kau tidur terlalu larut. Sebaiknya sekarang kuantarkan kau pulang.

Saat tiba di rumah minho dia sudah tertidur pulas, sepertinya sangat kelelahan. Aku mengusap pipinya pelan dan ia segera bereaksi.

Monic(aka tiara): sudah sampai ya… mian oppa aku tertidur di mobilmu.

Onew: kuenchana….

Monic( aka tiara): aku pergi dulu oppa, hati-hati di jalan ya, anyeong.

Sepanjang perjalanan pulang aku memikirkan banyak hal, banyak hal tentang keanehan yang terjadi pada monic dan tiara. Sepertinya jika aku Tanya member lain akan memberi petunjuk baru.

Setibanya di dorm semua member masih terjaga dan duduk di depan tv

Key: dari mana saja hyung?

Onew: aku pergi dengan monic….

Taemin:bukankah kau pergi dengan Tiara?

Onew: dia tidak bisa datang, kau aneh sekali. Kenapa jadi cerewet begini?

Minho: tapi tak secerewet key

Onew: taeminie, aku ingin tanyakan satu hal padamu

Taemin: tentang hal apa?

Onew: rasanya aneh sekali, aku merasa monic jadi mirip sekali dengan tiara. Apakah mereka memang mirip? Bukankah kau bilang mereka sangat berbeda?

Minho: aku juga merasa aneh dengan sikap dongsaengku, ia jadi sangat baik, perhatian, dan manis sekali

Taemin: YA! CHOI MINHO! Dia itu dongsaengmu!!!!

Minho: YA! Kenapa dengan kau? Sejak kapan berani seperti itu padaku?

Jonghyun: sejak  aku memberikan popo untuknya di SWC2 #kekekeke tau fotonya kan?

Taemin: onew hyung tidak perlu merasa jahat karena mencintai 2 yeoja sebab sebenarnya kau mencintai yeoja yang sama, dan kau minho hyung, kau harus berusaha keras karena yang satu yeoja itu sangat sulit untuk ditaklukkan

Onew: YA! Taemin, jangan berbelit-belit aku tidak mengerti yang kau bicarakan…

Taemin: ckckckckckckck sabarlah hyung, nanti kau juga akan tahu

Minho: lalu apa hubungannya denganku?

Taemin: hyung, kau tidak bisa bohong padaku, kita sudah bertahun-tahun bersama. Aku tahu benar saat-saat kau sedang jatuh cinta.

Minho: siapa yang kau maksud?

Taemin: siapa yang merasa saja kekekekeke

Onew: sejak kapan kau jadi seperti orang dewasa?

Taemin: hyung aku ini sudah dewasa, aku sudah 20 tahun.

****

minho pov

aku tidak berniat tidur di dorm malam ini karena besok aku libur jadi aku ingin menikmati liburku di rumah dengan beristirahat. Saat aku sampai di rumah malam sudah larut, aku memasuki rumah dan langsung menuju dapur untuk minum. Aku melihat lampu dapur masih menyala terang, siapa yang masak malam-malam begini?

Aku melihat dongsaengku duduk di meja makan dan dia tertidur di sana. Aku duduk di sisinya menatap wajahnya lekat-lekat, seolah sadar sedang diperhatikan dia terbangun dan menatapku ditengah kesadarannya yang belum sempurna. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali lalu mengangkat kepalanya kemudian menggaruk-garuk kepalanya seperti orang kebingungan. Ekspresinya lucu sekali, beberapa saat kemudian aku yakin kesadarannya sudah sempurna karena ia sudah tersenyum padaku.

Tiara(aka monic): oppa sudah pulang?

Minho: apa yang kau lakukan di sini?

Tiara(aka monic): aku menunggu tiara…

Minho: menunggu tiara??? Menunggu dirimu sendiri?

Tiara(monic): maksudku monic, apa dia sudah pulang?

Minho: sudah dari tadi..

Tiara(aka monic): kenapa dia tidak membangunkanku?

Minho: tentu saja, ia pasti tidak melihatmu karena kau menunggunya di dapur.

Tiara(aka monic): yasudah oppa, aku ngantuk sekali besok juga harus sekolah. Aku ke kamar dulu ya oppa, oppa tidurlah jangan main PS dan begadang terus. Oppa bisa sakit nanti, sekarang saja wajahmu sudah pucat. Jangan lupa matikan lampu dapurnya, hemat!

Aku terdiam mendengarkan kata-katanya dan lupa bahwa pada tujuan awalku ke dapur.

Paginya aku sudah terbangun karena aku tidur lebih awal dari biasanya mengikuti saran saengku. Aku duduk di meja makan saat saengku sedang sibuk menyiapkan sarapan sementara monic hanya duduk diam memperhatikannya.

Monic(aka tiara): kenapa harus repot –repot menyiapkan sarapan? Untuk apa menggaji pelayan jika pada akhirnya kau yang mengerjakan segalanya.

Tiara(aka monic): kau tahu sendirikan aku sudah  terbiasa dengan hal seperti ini, jadi jangan ngomel-ngomel terus.

Minho: kenapa kau tidak membantu chinggumu?

Monic(aka tiara): aku tidak terbiasa melakukan hal itu, lagi pula yeoja itu akan marah-marah jika aku membantunya.

Minho: yasudah biar aku saja yang membantunya. Kau sedang masak apa?

Aku berjalan ke arahnya dan berdiri di sampingnya, sementara dia sibuk mengaduk supnya. Ia mendiamkanku seolah tak melihatku, menyebalkan sekali, belum ada yeoja yang memperlakukan aku seperti ini selain dongsaengku, aish… babo, dia kan dongsaengku.

Minho: sini biar aku bantu…

Tiara (aka monic); shiro!!! Pergi sana! Duduk saja!

Monic(aka tiara): sudah kubilang kan? Dia bisa sangat mengerikan jika pekerjaannya di ganggu.

Aku terkejut melihat ekpresi marahnya, matanya membesar dan ia mengacungkan sendok pengaduk itu padaku, mengerikan sekali…

Tiara pov

Aku rasa oppaku menyukai monic, tidak sadarkah dia sekarang yeoja itu dongsaengnya? Apa dia fikir aku rela menyerahkan chinguku padanya? Tidak hanya aku yang akan marah tapi juga taemin. Monic menyebalkan sekali, kenapa ia begitu baik pada minho oppa? Bukankah sudah kubilang aku tidak suka? Biar bagaimanapun itu adalah tubuhku!

***

Monic pov

Appa tiara memanggilku, haruskah aku beritahu tiara? Tapi ia melarangku mengajak tiara. Yasudah nanti saja kuceritakan pada tiara.

Tok…tok…tok..

Aku mengetuk pintu ruangan itu

Appa: masuk..

Aku membuka pintu perlahan dan duduk di sofa berhadapan dengan ahjusi itu bersama beberapa orang asisiten pribadinya.  Aku sungguh takut tak berani mengangkat wajahku apalagi setelah mendengar cerita tiara tentang dirinya.

Appa: wae? Kau takut padaku? padahal putriku yang dulu sangat pemberani bahkan berani menunjuk wajahku dengan telunjuk kirinya.

Tiara(aka monic): aku tidak tahu tentang hal itu

Appa: tentu saja, karena kau tidak mengalaminya. Karena kau bukan Choi Ara

Tiara(aka monic): ne?

Aku terkejut mendengar kata-katanya,apa maksudnya?

Appa: aku sudah tahu semuanya, tentang ara yang kabur ke rumahmu, tentang ia menyamar menjadi tiara dan sekolah di tempatmu, tentang kecelakaan yang kalian alami dan tentang tubuhmu yang tertukar dengannya.

Tiara(aka monic): bagaimana kau tahu?

Appa: aku tahu segalanya tentang putriku.

Tiara(aka monic); maafkan aku, aku tidak bermaksud membohongimu.

Appa: tidak apa-apa, lagi pula ini bukan salahmu kau tidak berbohong hanya terjebak di tubuh putriku.

Tiara (aka monic): gumawo….

Appa: aku ingin minta bantuanmu.

Tiara(aka monic): bantuan apa?

Appa: malam ini ada pertemuan penting dengan seorang klienku, dia ingin bertemu putriku karena ini menyangkut masa depan ara.

Tiara(aka monic): tiara tidak akan mengizinkanku pergi

Appa: karena itulah aku memintamu untuk tidak beritahu dia.

Tiara(aka monic): maaf ahjusi aku tidak bisa, aku tidak akan membohonginya, meskipun kami tak punya ikatan darah tapi kami sudah terikat. Aku tidak akan merugikannya…

Aku berdiri dan berniat pergi…

appa: jika kau tidak datang masa depan ara terancam, ia tidak akan mendapatkan haknya sebagai anakku karena malam ini ada agensi asuransi keluargaku, mereka tidak bisa memasukkan nama ara dalam garis keluargaku dan tidak berhak atas warisanku. Jika hal itu terjadi ara akan dikenanakan denda karena penipuan menjadia salah satu anggota keluarga choi, selain itu ia juga akan di deportasi dari korea dan Indonesia dan tidak akan diterima di Negara manapun, dengan demikian ara akan ditahan selama 2 tahun. Dan bundanya tidak akan diakui sebagai istriku.

Tiara (aka monic): apa-apaan itu? bagaimana bisa seenaknya mereka mendeportasi karena hal bodoh semacam itu?

Appa: aku juga tidak menginginkan hal itu, maka aku memintamu untuk datang karena sekarang kau adalah choi ara putriku.

Tiara(aka monic): tapi aku tidak mau merusak hubunganku dengan tiara.

Appa: kau boleh memilih, mementingkan hubunganmu dengan ara, atau masa depan ara?. Aku sangat menyayangi ara meski ia sangat membenciku. Ia hanya salah paham padaku, ia tidak tahu betapa terlukanya aku saat melihat bundanya pergi meninggalkanku bersama ibu minho. Ara tidak mengerti betapa rumitnya hubungan kami. Aku sudah melakukan segalanya agar ara bahagia, tapi tetap tidak berhasil, Karena itulah aku membiarkannya tinggal denganmu. Namun kali ini aku tidak punya daya lagi kecuali kau mau membantuku.

Aku berfkiri sangat keras memilih keputusan yang paling tepat hingga akhirnya aku mengikuti kata namja itu.

Saat pergi aku tidak melihat tiara, sepertinya sekarang ia sedang di café, jahatnya aku. Dia sudah menjadi diriku dengan sangat baik, sementara aku justru sebaliknya.

Minho: appa menyuruhku menjemputmu.

Aku mendengar suara berat minho oppa mengagetkanku dari lamunanku sekaligus menghentikan tangan para pelayan yang sedari tadi sibuk mendandaniku.

Aku dan minho oppa pergi bersama sementara ahjusi itu sudah sampai duluan. Selama perjalanan aku hanya diam, bingung dan takut.

Minho: tidak perlu gerogi seperti itu, kita hanya pergi makan malam.

Tiara(aka monic); oppa, mianhae….

Minho: wae????

Tiara(aka monic): anyi….

Minho: kau aneh sekali…

*******************

tiara pov

aish… lelah sekali, syukurlah besok aku libur. Monic pasti senang karena aku mengerjakan tugasnya dengan baik.

Aku menatap arlojiku, sudah jam 10 malam sebaiknya sekarang aku pulang.

Aku membuka pintu kamar, tak ada monic di sana. Kemana dia malam-malam begini? Akupun menelfon taemin.

Tiara: apa monic bersamamu?

Taemin: anyi… kau mengganggu saja, aku sedang tidur. Sudah ya…

Bip……

Dasar taemin!!! Ia jadi menyebalkan sekali apa lagi setelah tahu aku bukan monic.

Aku berjalan menyusuri lorong rumah ini dan tanpa sengaja mendengar pembicaraan para pelayan.

Pelayan 1: aish… nona jadi cantik sekali setelah didandani ya..

Pelayan 2: tapi tumben sekali dia mau pergi, padahal itu sangat berpengaruh. Aku dengar dia akan menyutujui tentang pengalihan tahta keluarga choi ketangannya, bukankah itu berarti kebebasannya benar-benar berakhir???

Aku terkejut mendengar pembicaraan itu dan segera bergegas turun. Kebetulan sekali saat tiba di bawah aku bertemu mereka, monic, minho dan appa.

Monic(aka tiara): dari mana kau???

Minho: kami pergi makan malam dengan orang penting dan ara sudah setuju. Senang sekali akhirnya aku tak perlu stress memikirkan karirku yang ribet sekali jika ia tak mau datang

Monic(aka tiara): MWO??? kenapa kau melakukan semua itu? kenapa tidak Tanya pendapatku? Kau tidak berhak atas hidupku, meskipun sekarang kau ada di dalam tubuhku. Lagipula bukankah kau tahu aku pasti akan menolak???

Aku berteriak pada monic dan tak memperdulikan appa dan minho oppa yang menatapku.

Minho: YA!!! Kenapa kau marah-marah padanya??

Monic(aka tiara): kau menghancurkan hidupku!!!!  Kau merusak segala hal yang selama ini aku perjuangkan! Kau memperlakukan minho dengan baik padahal kau tahu aku membencinya! Kau mengabulkan keinginan appa, padahal kau tahu aku sangat jijik melihatnya!!!! Kau bilang kita saudara! Kau bilang akan selalu melindungiku! Tapi apa yang kau lakukan???

Air mata membasahi pipiku, aku marah, sedih dan kecewa. Aku berlari meninggalkan rumah itu tak memperdulikan monic yang terus berteriak memanggil dan mengejarku. Aku bisa melihat ia ingin mengejarku tapi  aku tidak peduli aku sangat membencinya sekarang.

Aku terus berlari tak peduli malam yang semakin larut dan hujan yang semakin deras. Bukankah itu bagus, tak akan ada yang melihat air mataku. Aku terus berlari dengan hati yang sangat kesal. Aku sungguh kecewa pada monic, aku sangat menyayanginya bahkan terlalu menyayanginya,  kenapa dia melakukan semua ini padaku?  apa aku punya salah padanya? Tuhan kenapa semua orang jahat padaku? apa salahku? Aku tidak pernah minta terlahir ke dunia ini dan menjadi beban semua orang. Kenapa mereka semua tidak ada satupun yang tulus padaku???

Aku ingin pergi, pergi sejauh mungkin aku ingin langkah kakiku ini membawaku jauh sejauh-jauhnya.

Author pov

Tiara terus berlari meninggalkan tubuhnya yang tengah ditempati monic itu, sementara monic terus mengejari tiara dan  minho mengikutinya.

Drt…drt…

Minho: aish… taemin.. untuk apa dia menelfonku di saat darurat ini?

Taemin: hyung! dimana tiara? Apa dia bersamamu?

Minho: ne, dia bersamaku sekarang kami di rumah.  Semuanya sedang rumit sekali.

Taemin: aku sudah di depan aku masuk hyung!

Tak lama kemudian taemin melihat minho dan tiara (aka monic) berlarian sampai akhirnya mereka berhenti.

Monic  terus memanggil-manggil tiara, ia terduduk di depan pintu dan air matanya mengalir deras.

Taemin: monic… kuenchana? Apa yang terjadi?

Tiara(aka monic): aku bodoh, aku jahat, aku tidak berguna. Sekarang tiara marah padaku, ia membenciku……

Monic tersu menangis, ia terus berjalan sendirian dan meninggalkan minho dan taemin

Minho: aku tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau menyebut-nyebut dirimu sendiri? Apa yang terjadi antara monic dan tiara? Aku sungguh tidak mengerti.

Taemin pun mulai menjelaskan semuanya pada minho.

Minho: hal macam apa itu?

Taemin: terserah hyung mau percaya atau tidak, yang jelas memang seperti itulah kenyataannya.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “Shocking Change – Part 3”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s