Just You [2.2]

Title            : Just You Part 2 [end]

Author        : EShyun

Main Cast   :

  • Kwon Yuri
  • Choi Minho
  • Choi Siwon

Other Cast  :

  • Lee Jinki
  • Kim Jonghyun
  • Kim Kibum a.k Key
  • Lee Taemin

Length        : Twoshoot

Genre         : Romance and litle sad

“Yuri?” Siwon sedikit kaget mengetahui yeoja yang berada di depannya.

“Kalian sudah saling kenal?” Jonghyun yang sedikit bingung bertanya pada keduanya.

“Ne, aku mengenalnya, bahkan sangat mengenalnya.” Siwon menjawab pertanyaan Jonghyun.

“Kau mengenal Yuri? Bagaimana bisa?”  Minho bertanya, namun tak satupun yang menjawab. Hening. “Yuri, apa benar kalian berdua saling kenal?” Minho bertanya pada Yuri. “Yuri, apa yang membuatmu menangis seperti ini? Apa ada yang salah disini? Dan apa kau benar-benar mengenal Siwon? Bagaimana bisa?”Minho mulai menaikkan volume suaranya.

“Minho-ah, ne aku memang mengenalnya.” Yuri mulai membuka suara. “Bahkan aku sangat mengenalnya, tapi…”

“Bagaimana bisa kalian saling kenal? Kata Jonghyun hyung, Siwon bersekolah di Amerika dan semalam ia baru saja sampai disini. Apakah sebelumnya kalian pernah bertemu? Atau dia salah satu kakak tingkatmu saat bersekolah? Tapi kenapa kau harus menangis seperti ini?” Minho sedikit emosi menjawab pertanyaan Yuri.

“Aku,, aku memang mengenalnya.. Jauh,, sebelum aku mengenalmu Minho.”

“Maksudmu? Sungguh, aku tidak mengerti dengan semua ini.”

“Minho-ah, aku dan dia….”

“Yuri-ah, jangan kau buat aku bingung seperti ini! Sebernarnya apa yang telah terjadi diantara kalian berdua? Mengapa kau menangis saat kau melihatnya? Ceritakan semuanya padaku Yuri-ah!” Minho semakin emosi dan mulai membentak Yuri.

“Minho, tahan sedikit emosimu. Biarkan Yuri menenangkan diri, jangan kau paksa dia seperti ini. Emosi sesaat hanya akan memperkeruh keadaan, bersabarlah sedikit Minho.” Jonghyun menenangkan Minho.

“Minho-ssi, bisakah kau sedikit sabar dan jangan membentak Yuri seperti itu didepanku. Apa seperti itu sikap seorang namja pada yeojanya?” Siwon membentak Minho

“Siwon-ssi, apa hakmu melarangku? Aku hanya ingin tau kebenarannya, kau tidak perlu ikut campur masalah ini.” Minho balik membentak Siwon.

“Ya! Sudahlah, disaat-saat seperti ini tidak ada gunanya kalian berkelahi. Sebaiknya kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin, bukan dengan emosi.” Jonghyun kembali menjadi penengah.

“Yuri-ah, apa kau bisa menjelaskan kepada aku dan Minho, sebenarnya apa yang terjadi antara kau dan Siwon?” Jonghyun mencoba bertanya pada Yuri.

“Oppa,, Siwon itu, dia adalah…..”

“Aku adalah tunangan Yuri.” Belum sempat Yuri menyelesaikan kata-katanya, Siwon dengan segera memotong perkataan Yuri.

Minho dan Jonghyun yang mendengar perkataan itu merasa terkejut. Dengan tatapan tidak percaya ia segera menanyakan kebenaran itu pada Yuri.

“Yuri-ah, apakah benar kau dan Siwon telah bertunangan?”

Hening.

“Yuri, jawab aku! Apa itu benar?” Minho menunggu jawaban dari Yuri. “Yuri! Jawab aku!”

“Minho… yang dikatakan oleh Siwon itu adalah benar.” Yuri dengan terisak-isak menjawab pertanyaan Siwon.

“Kau? Bertunangan dengannya? Bagaimana bisa? Apa selama ini kau menghianatiku Yuri?” emosi Minho sudah mencapai puncaknya.

“Minho, sebaiknya kita duduk dulu dan menyelesaikan ini dengan kepala dingin, kau perlu menenangkan fikiranmu dulu Minho-ah.” Jonghyun menasihati Minho.

Merekapun memutuskan untuk kembali ke tempat duduk mereka. Jonghyun yang berjalan bersama Yuri, mencoba menenangkannya sedangkan Minho mulai menunjukkan ketidaksukaannya pada Siwon. Setelah sampai ditempat, Minho mulai membuka suaranya.

“Yuri-ah, sekarang tolong kau jelaskan semuanya padaku. Aku sungguh sangat tidak mengerti dengan semua ini.” Minho berusaha bebicara dengan lembut.

“Minho, aku dan Siwon memang bertunangan, tapi itu 4 tahun yang lalu, sebelum dia pergi meninggalkanku.” Yuri memulai cerita dengan berlinang air mata. “Dia memang pernah menjadi bagian dari hidupku, dan dialah orang yang  sangat aku sayangi, tapi itu dulu sebelum dia menggoreskan luka dihatiku. Dia, orang yang selalu membuatku tersenyum dan dia yang selalu ada disaat aku membutuhkannya. Tapi setelah pertunangan itu, ia malah pergi meninggalkanku tanpa mengucapkan apa-apa, dan aku merasa seperti seorang yeoja bodoh yang telah dipermainkan oleh namja kaya seperti dia.”

“Yuri, dengarkan aku dulu. Saat itu aku dipaksa oleh kedua orangtuaku untuk melanjutkan study di luar negeri. Aku fikir itu memang untuk kebaikanku, tapi ternyata itu hanya alibi yang digunakan untuk memisahkan kita berdua.” Ujar Siwon.

“Apa yang kau katakan oppa? Tidak mungkin kedua orangtuamu bertindak seperti itu. Saat di depanku mereka sangat baik sekali, bahkan mereka jugalah yang menyiapkan segala sesuatunya untuk acara pertunangan kita, oppa. Kau jangan mencari-cari alasan yang tak masuk akal seperti itu oppa. Aku tau betul dengan kedua orangtuamu, sangat mustahil mereka melakukan itu padaku.” Yuri membela.

“Didepanmu mereka memang bersikap manis, Yuri-ah. Tapi dibelakangmu, mereka telah merencanakannya. Awalnya mereka berkata bahwa aku hanya perlu melanjutkan study selama 1tahun disana, tapi kemudian entah bagaimana caranya, aku jadi bertahun-tahun disana. Bahkan aku sama sekali tidak diberikan alat komunikasi dan mereka telah menyewa beberapa orang untuk mengawasiku. Mereka bilang, kau ada bersama mereka dan mengetahui tentang kepergianku.”Jelas Siwon panjang lebar.

“Tapi oppa, aku sama sekali tidak mengetahui semua ini. Bahkan saat kau mulai sulit untuk dihubungi aku datang kerumah orangtuamu dan saat aku kesana, orang-orang sekitar mengatakan bahwa pemilik rumah itu telah pindah.” Yuri kembali terisak.

“Yuri, aku telah mengatakan kebenarannya dan aku sama sekali tidak ada niat untuk meninggalkanmu. Aku sungguh sangat mencintaimu Yuri-ah, aku sangat kehilanganmu saat aku mengetahui semua ini. Mereka memang jahat Yuri, mereka tega memisahkan kita berdua. Jebal Yuri, mianhae, jeongmal mianhae.” Siwon berlutut di hadapan Yuri sambil menggenggam tangannya.

Yuri hanya bisa memejamkan matanya untuk membuat dirinya sedikit tenang. Sedangkan Minho yang sedari tadi terdiam melihat keduanya merasa sangat terasakiti. Minho merasa telah dibohongi oleh Yuri, sudah 2 tahun mereka bersama, namun masih ada rahasia diantara mereka. Minho tambah muak saat melihat Siwon dengan beraninya memegang tangan yeojanya itu dihadapannya dan tanpa berkata apa-apa lagi, Minho segera melayangkan tinjunya tepat mengenai rahang Siwon. Seketika itu Siwon tersungkur dan darah segar keluar dari sudut bibirnya.

“Minho, apa yang kau lakukan?” Jonghyun berteriak sembari membantu Siwon berdiri. “Aku tau kau sangat emosi saat ini, tapi kekerasan bukanlah jalan untuk menyelesaikan setiap masalah, berfikirlah sedikit dewasa Minho.” Jonghyun menyambung ucapannya.

“Hyung, tapi dia sudah menyakiti hati Yuri, dan sekarang sesuka hatinya ia meminta maaf dan kembali menyatakan cinta. Dia anggap aku ini apa hyung? Aku ini namjachingu Yuri, pantaskah ia berkata seperti itu dihadapanku?” Minho terlihat sangat emosi. “Dan kau Yuri, mengapa kau tak menceritakan ini padaku sebelumnya? Apa kau tak menganggap aku ini ada? Atau aku ini hanya sebagai pelarianmu? Apa kau tulus mencintaiku atau kau hanya ingin memainkan hatiku ha?” kali ini Minho berkata pada Yuri.

“Minho-ssi, aku hanya ingin memperbaiki hubunganku dengan Yuri karena aku memang masih sangat  mencintainya. Kejadian dulu hanya sebuah kesalahpahaman yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik.” Ujar Siwon.

“Ya! Apa kau pantas menyatakan cinta pada seorang yeoja yang jelas-jelas telah kau sakiti Siwon-ssi? Dan bahkan sekarang kau telah mengetahui bahwa yeoja itu telah memiliki namjachingu yang tepat berada dihadapanmu. Apa kau tidak memiliki rasa sungkan atau kau memang telah tidak memiliki perasaan, sehingga dengan mudahnya kau menyatakan cinta setelah bertahun-tahun kau meninggalkannya tanpa alasan yang jelas?”

“Saat itu aku tidak mengetahuinya, dan apa salahnya sekarang aku berusaha untuk memperbaiki semuanya. Toh, sepertinya itu belum terlambat, dan ingat Minho-ssi statusmu saat ini hanyalah seorang namjachingu dan aku adalah orang yang pernah menjadi tunangannya, bahkan sampai saat inipun aku masih mengenakan cincin tunanganku sebagai bukti bahwa aku benar-benar tulus mencintainya.”

“Siwon-ssi, walaupun saat ini aku hanyalah seorang namjachingunya, tapi aku benar-benar mencintainya dan tak ada sedikitpun niat untuk menyakitinya apalagi sampai meninggalkannya, itu takkan pernah aku lakukan padanya.”

Keadaan menjadi semakin tegang sampai akhirnya Yuri memutuskan untuk membuka suaranya.

“Minho, Siwon oppa, sudahlah. Tak ada gunanya jika kalian terus-terusan bertengkar seperti itu. Siwon oppa, mianhae. Aku tidak bisa kembali lagi padamu. Memang aku dulu sangat mencintaimu tapi itu dulu sebelum kau membuat luka dihatiku, sebelum kau pergi dari hidupku. Minho-ah, mianhae, aku tak berkata jujur dari awal padamu, aku tau aku salah, tapi aku tak bermaksud untuk mempermainkanmu, aku hanya tidak menyangka bahwa aku akan bertemu lagi dengannya. Maafkan aku yang telah membuatmu khawatir, dan maafkan aku karena tak sepenuhnya menceritakan semua padamu.” Yuri mencoba berbicara dengan tenang.

“Jadi, aku tak ingin kembali padaku Yuri?” Siwon yang masih tak percaya kembali bertanya.

“Ne oppa, maafkan aku. Kau sudah sangat terlambat. Sekarang aku telah memiliki Minho yang dengan tulus mencintaiku. Aku takkan menyia-nyiakannya oppa. Aku rasa, aku bukan yeoja yang pantas untukmu, masih banyak yeoja lain yang setara denganmu dan akan bisa mencintaimu lebih tulus. Kau namja yang baik oppa, aku tau itu. Tapi untuk sekarang aku takkan kembali padamu. Jika saja saat ini aku masih sendiri, mungkin aku masih akan mempertimbangkannya tapi sekarang semua berbeda. Aku bukanlah aku yang dulu lagi oppa, aku yang sempat menjadi hancur dan rapuh karenamu, sekarang telah bangkit dan kembali bersemangat menjalani kehidupan bersama namja yang aku cintai dan mencintaiku.”

“Yuri-ah, jika memang itu sudah menjadi keputusanmu, aku akan menerimanya dengan lapang dada. Perkataanmu memang benar, saat ini akulah yang bersalah, aku yang telah meninggalkanmu dan aku yang telah membuatmu merasakan sakit yang seharusnya tak pernah kau rasakan. Mungkin Minho memang lebih baik dariku, disaat kau sedang rapuh, Minho yang ada untukmu, bukan aku. Aku terima semua keputusanmu Yuri. Dan kau Minho, untuk saat ini aku mengalah padamu. Jagalah Yuri selagi kau mampu, buatlah ia bahagia dan jangan sekali-kali kau menyakitinya. Jika aku mengetahui kau melukainya, maka aku takkan segan untuk menghajarmu dan merebut Yuri dari pelukanmu. Kau mengerti Minho?”ujar Siwon.

“Ne, itulah kenyataan pada saat ini oppa, dan sekarang aku sangat nyaman berada di pelukan Minho.” Yuri menyeka air matanya dan kemudian mendekati Siwon.

“Aku mengerti Siwon-ssi, sampai kapanpun aku akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi yeojaku dan kau tak perlu khawatir, Yuri akan seantiasa aku lindungi dan kau takkan pernah bisa merebutnya dari pelukanku Siwon-ssi.”

“Ehemm, seperti kataku tadi, semua masalah akan ada jalan keluarnya jika diselesaikan dengan kepala dingin tanpa emosi sedikitpun. Sekarang semua selesai, dan sebaiknya kalian saling memaafkan. Ada kalanya manusia memiliki sesuatu yang ingin ia simpan sendiri karena mungkin itu terlalu menyakitkan jika diingat lagi, namun ada kalanya pula kita tak boleh merahasiakan hal-hal yang mungkin akan ada pengaruhnya dalam kehidupan kita. Yuri-ah aku tau kau saat ini berada pada posisi yang membingungkanmu, tapi pada akhirnya kau memang harus menetapkan sendiri jalan hidupmu karena itu kaulah yang menjalaninya. Baik buruknya kehidupan, itu ada ditanganmu dan terbukti sekarang kau telah menentukan pilihan yang menurutmu itulah yang terbaik. Aku tau, kau pasti bisa menghadapi semua ini Yuri-ah.” Jonghyun berkata dengan bijak.

“Ne oppa, semoga saja pilihanku tepat dan gomawo, kau telah banyak membantu untuk segera menyelesaikan masalah ini oppa.”

“Iya hyung, gomawo kau telah banyak membantu. Aku tak menyangka kau yang playboy bisa menghadapi masalah dengan bijak.” Ujar Minho pada Jonghyun.

“Ya! Keadaan seperti ini pun kau masih sempat mengatai hyung mu ini playboy?”

“Hahaha, santai hyung, aku hanya bercanda.”

“Minho-ssi, gomawo karena kau telah menjaga Yuri dengan baik selama ini, aku fikir dengan kehadiranku kembali akan membuatnya bersamaku lagi, tapi ternyata aku salah, kau namja beruntung yang menjadi pilihannya, jangan pernah kau sia-siakan itu dan jangan pernah kau lakukan hal bodoh sepertiku. Mungkin lusa aku akan kembali ke Amerika, tujuanku kembali kesini hanyalah Yuri, namun aku sudah sangat terlambat untuk memperbaiki semunya. Kau harus menjaga Yuri dengan baik.”

“Ne, Siwon-ssi, aku tau apa yang harus aku lakukan. Aku takkan bertindak bodoh sepertimu Siwon-ssi. Semoga kelak kau mendapatkan yeoja yang lebih baik darinya, kau kan sangat tampan dan tentu saja kau sangat mudah untuk mendapatkan seorang yeoja yang sepadan denganmu.”

“Iya, aku akan berusaha untuk melupakanmu Yuri-ah. Minho-ssi aku meminta izin padamu, apakah aku boleh memeluk Yuri untuk terakhir kalinya? Sebagai salam perpisahan, karena setelah ini aku takkan berada disini dan takkan menganggu hubungan kalian lagi.” Siwon meminta pada Minho.

“Yuri-ah, apakah kau…”

“Minho, izinkanlah ini hanya untuk yang terakhir kalinya. Kau mendengarnya sendiri bukan? Yuri memotong perkataan Minho.

Minho menghela nafas sejenak, ia ragu namun tak ingin menyakiti hati yeojanya. Ia takut jika ia mengizinkannya maka bisa saja Yuri merubah pilihannya. Tapi, ia tak ingin menjadi egois dan ia tentu saja mempercayai Yuri, dan akhirnya ia menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa ia memberikan izin pada mereka.

“Gomawo Minho-ah.” Yuri mengecup pipi kiri Minho sebelum ia berjalan menuju Siwon dan memeluknya untuk yang terakhir kalinya.

“Gomawo Yuri-ah. Sekarang kejarlah namja yang menjadi pilihanmu dan bahagialah bersamanya.” Ucap Siwon lalu melepas pelukannya.

“Kau memilih keputusan yang benar Minho, aku salut padamu. Kau telah sedikit dewasa dan mulai tidak mementingkan egomu lagi.” Ujar Jonghyun.

“Ne hyung, ini semua berkat nasihat-nasihatmu.”

“Jonghyun, sekarang aku pamit dulu. Seperti kataku tadi lusa aku akan kembali ke Amerika, jadi aku harus bekemas-kemas dulu. Barang-barangku masih banyak yang tertinggal disini dan aku akan membawa semuanya tanpa meninggalkan apapun disini. Kemungkinan aku takkan kembali lagi kesini. Sekali-kali kau harus mengunjungiku disana, aku akan menunggumu Jonghyun. Kau sahabat terbaikku.” Siwon memeluk Jonghyun sebentar.

“Ne, pasti itu. Tapi jika aku menikah nanti, kau harus hadir, jika tidak maka aku akan menculikmu dan menyeretmu, kau mengerti?” canda Jonghyun.

“Ah ara, tentu saja. Tapi memangnya ada yeoja yang mau dengamu heh?”

“Ya! Kau jangan remehkan aku seperti itu. Banyak kok yeoja yang mengantri untuk menjadi yeojachinguku.”

“Hahaha, kau tetap seperti yang dulu.”

“Tentu saja, akukan tidak bisa berubah-ubah sepertimu.”

“Hahaha, kau memang selalu begitu.”Siwon tertawa. “Yuri, Minho aku pamit dulu ya. Aku masih harus mengemasi barang-barangku. Gomawo untuk semuanya dan mianhae telah merepotkan kalian. Annyeong.”

“Ne, annyeong, lusa aku akan mengantarkanmu ke bandara, jangan lupa hubungi aku.” Ucap Jonghyun.

“Ne, tentu saja.”

Setelah Siwon menghilang dari pandangan mereka, Jonghyun segera meninggalkan Minho dan Yuri untuk memberi privasi pada keduanya. Minho yang tadi merasa sangat emosi telah kehilangan nafsu makannya dan memutuskan untuk mengajak Yuri pergi dari café itu. Sebelum mereka pergi, mereka berpamitan dengan Jonghyun dan Onew yang kebetulan sedang mengobrol didekat tempat kasir. Sesampainya didalam mobil, Minho melajukan mobilnya menuju apartemen Yuri dan setelah itu ia kembali menuju apartemennya.

Besoknya, Yuri terbangun karena merasakan sinar matahari yang mengintip dari celah tirai kamarnya. Yuri terduduk dan sedikit merengangkan tulang-tulangnya, setelahnya ia segera menyambar handuk yang tergantung rapih di dekat lemarinya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. 10 menit kemudian, Yuri telah selesai mandi. Setelah selesai berpakaian, Handphone Yuri berbunyi menandakan ada sebuah panggilan masuk.

“Yeoboseo, kau dimana chagi?”

“Aku di apartement. Kenapa Minho-ah?”jawab Yuri.

“Aku berada dibawah, bisakah kau turun? Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat.”

“Sekarang? Baiklah tunggu sebentar.”

Yuri menuruni anak tangga dengan hari senang dan senyum yang terkembang di bibirmya. Dilihatnya mobil Minho dan dihampirinya. Setelah sampai, dia mengetuk kaca jendela mobil Minho.

Tok tok tok

“Minho-ah, aku disini. Ayo bukakan pintunya.”

“Ne, sudah. Silahkan masuk tuan putri.”

“Gomawo. Ah, kita mau kemana?” tanya Yuri.

“Lihat saja nanti, yang penting saat ini kita akan bersenang-senag Yuri-ah.”

“Kau selalu membuatku penasaran Minho.”

Diperjalanan, mereka terlihat sangat gembira. Tawa selalu menghiasi wajah mereka. Terlebih Yuri, seakan semua masalah yang terjadi kemarin lusa tak pernah ada dihadapan mereka. Mereka memang pasangan yang sangat serasi, selalu ada saat suka dan duka.

30 menit kemudian, sampailah mereka disebuah taman yang sangat indah. Yuri bertanya-tanya didalam hati, karena sebelumnya ia sama sekali tak pernah mengunjungi tempat itu. Setelah Minho mematikan mesin mobilnya, ia bergegas turun dan membukakan pintu untuk Yuri. Dan kemudian meminta Yuri untuk menutup kedua matanya dengan sehelai kain yang dibawa Minho. Yuri yang kebingungan kembali bertany pada namjanya itu.

“Minho-ah, mengapa aku harus menutup mataku?”

“Tuan putri, untuk kali ini kumohon kau mengikuti semua ucapanku. Jangan bertanya lagi dan ikuti saja, tenang aku tidak akan mencelakaimu.”

“Tapi…..”

“Sudahlah, kau akan aman bersamaku, aku berjanji.”

“Huh, geurae. Kali ini aku akan mematuhimu.”

Minho mengandeng tangan Yuri dan membantunya berjalan. Sebelumnya, Minho telah merencanakan ini semua, ia telah membuat sebuah kejutan untuk yeojanya. Tentu saja rencananya itu tak ia lakukan sendiri. Ia telah meminta bantuan Onew hyung, Jonghyun hyung, Key dan Taemin untuk menyiapkan segala sesuatunya selagi ia sedang menjemput Yuri.

“Nah, sebentar lagi kita akan sampai Yuri-ah, sekarang kau langkahkan kakimu perlahan, dan usahakan kau sedikit mengangkat kakimu.”

“Ah, kenapa ini terasa merepotkanku. Sebenarnya apa yang akan kau lakukan Minho-ah? Kau jangan berbuat yang tidak-tidak Minho.”

“Tenang saja, aku takkan berbuat macam-macam padamu, kau hanya perlu mengikuti setiap perkataanku saja tuan putri. Nah sekarang kita sudah sampai kau boleh membuka matamu.”

Yuri membuka matanya. Perlahan-lahan hingga dia melihat pemandangan yang sangat indah. Berbagai macam bunga ada dihadapanya dan telah dirangkai menjadi “Would You Marry Me”. Sedangkan saat itu ia berada didalam sebuah rangkaian bunga berbentuk hati, tentu saja ia bersama Minho. Seketika itu juga, Yuri merasa takjub dan dengan sendirinya air mata haru jatuh dari kedua matanya. Ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.

“Minho, kau… kau yang telah membuat ini semua? Untukku?” ucap Yuri.

“Ne, tentu saja ini semua untukmu. Tapi aku tak sepenuhnya membuat ini semua, teman-temanku juga ikut membantuku Yuri.”

“Minho, aku tak menyangka kau bisa seromantis ini, kau… ah, aku tidak percaya dengan semua ini.”

“Yuri-ah, ini memang untukmu chagi. Percayalah.”

Setelah menyelesaikan ucapannya, Minho berlutut dihadapan yuri. Tangan kanannya merogoh kantung celananya dan mengeluarkan kotak kecil dari dalamnya. Kemudian ia membukanya dan terlihatkah sebuah cincin yang indah didalamnya. Minho menarik tangan kanan Yuri dan menyematkan cincin tersebut ditangannya. Seketika suasana menjadi sangat hening, sampai Minho membuka suaranya dan berkata.

“Yuri-ah, would you marry me?”

“Minho, kau melamarku?” Yuri masih tidak percaya dengan apa yang baru dikatakan oleh Minho.

“Ne chagiya, aku melamarmu. Would you marry me?” Minho mengulang kembali pertanyaannya.

“I do….” Terdengar suara Yuri mengiyakan pertanyaan Minho.

“Jeongmal?”

“Ne,  Minho-ah.”

“Gomawo Yuri-ah, gomawo. Saranghae.”

“Nado, Minho-ah.”

Tak lama, terdengar suara tepukan tangan yang ternyata berasal dari Onew, Jonghyun, Key dan Taemin yang sedari tadi menyaksikan mereka dari balik pohon. Senyuman terukir indah diwajah mereka semua.

“Ya! Mengapa kalian berdua terdiam? Minho, tidakkah kau beinisiatif untuk mencium yeojamu itu? Bukankah ia telah menerimamu menjadi calon suaminya?” celetuk Jonghyun.

“Hyung, aku bukan namja mesum sepertimu.” Jawab Minho menahan malu.

Mendengar perkataan Minho mereka semua tertawa, kecuali Jonghyun tentu saja. Perlahan, Onew, Jonghyun,Key dan Taemin meninggalkan mereka untuk memberikan sedikit privasi mereka.

“Akhir  yang bahagia. Seperti yang aku inginkan.” Ujar Minho sambil mengenggam erat tangan Yuri.

“Ne Minho. Kau memang yang terbaik untukku. Gomawo, kau telah memberikan warna dihidupku dan kau telah ada disampingku hingga saat ini.”

“Itu sudah menjadi kewajibanku Yuri. Dan aku takkan pernah menyia-nyiakanmu. Saranghae Yuri-ah.”

“Nado saranghae, Minho.”

Cinta dengan penuh ketulusan akan membuat semuanya berakhir dengan bahagia. masalah bisa saja terjadi, dan musti kita hadapi dengan sebaik-baiknya. Bukan dengan emosi, melainkan dengan fikiran yang jernih. Karena emosi tak akan bisa menyelesaikan suatu masalah.

END….

Mianhae, Typo semakin banyak TT…

Happy ending… walaupun rada gaje..

Ayo ayo ditunggu komennya ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

13 thoughts on “Just You [2.2]”

    1. iya tuh si minho main pukul aja 😀
      jjong hbs author racuni tuh, makanya jadi bijak gitu #dibunuhblingers

      ne, gomawo ^^

  1. sbnar nya siwon juga gk salah. krna itu bkn kemauan nya tapi.. tapi ngpa juga dia gak ada ksii kbar -_- yasudh lah yg penting happy ending 🙂

    wise banget tuh jjong. kesambet apa? :p

    1. sebenarnya yg salah sih authornya ngapain juga buat cerita kyk gini (?) 😀

      itu jjong kesambet cintanya author #plaakk

      kamsahamnida ne, ^^

  2. Ciehh thor keren ff nya(y) banyak kata kata mutiara tuhh/? (¬̯-̮¬) apalagi pas end nya.asli ntu bijak bener thorr.semua cast nya bijak ya thor.wkwkwkk=))) daebak! Keep writing thor~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s