Shocking Change – Part 4

Shocking change part 4

Author : Lee mincha

main Cast : Tiara Komanichi, Lee jinki, Monic stroch, Choi minho cast

support cast: , lee taemin, minho appa, and anothers

Genre : fantasi

Length: sequel

Genre: romance, imagination

Rating : General

Summary: ini ff buat tiara chingguku tersayang kekekekekekeke

Tiara pov

Aku terus melangkahkan kakiku, hujan sudah mulai reda dan tubuhku mulai menggigil, pandanganku mulai kabur, kepalaku pusing dan sesaat kemudian semuanya gelap tak ada apapun yang terlihat tapi aku bisa mendengar suara klakson mobil yang sangat keras aku tidak tahu apa yang terjadi.

Beberapa saat kemudian aku mulai tersadar lagi, aku merasa aneh karena tubuhku kering padahal aku baru saja terkena hujan deras. Namun aku kemudian berdiri dan berjalan lagi tapi aku mulai menyadari bahwa aku tidak berada di tempat tadi aku berada. Aku memandangi seluruh tubuhku di kaca sebua toko. Aku bisa melihat tubuhku di sana, ini tubuhku bukan tubuh monic, tubuhku sudah kembali. Aku senang sekali, tanpa fikir panjang aku segera lari karena jika aku menunggu terlalu lama penjaga akan menemukanku karena sekarang aku adalah tiara.

Aku melepaskan sepatu hak tinggi yang melekat di kakiku hal yang menyulitkan langkahku. Rasa lelah mulai menyerangku, aku duduk di halte bis dan tertidur di sana.

Orang: hai bangunlah!! Ini sudah siang, kau bisa ditangkap polisi jika ketahuan tidur di halte nona.

Aku terbangun dan berdiri meninggalkan halte itu, kemana aku harus pergi? Aku tidak tahu.

“MENERIMA KARYAWAN BARU”

Aku melihat tulisan besar itu di depan sebuah toko ramen, tak bisa kupungkiri perutku memang lapar. Aku memasuki toko itu dan dengan mudah mendapatkan pekerjaan karena hanya menjadi pencuci piring. Aku mengerjakan tugasku dengan baik dan mendapat upah yang tak banyak.

Pemilik toko: datanglah lagi besok! Pekerjaanmu sangat bagus, aku suka meski kau hanya mencuci piring tapi kau melakukannya dengan baik.

Tiara: ne ahjuma, gumawo…..

Pemilik toko: sekarang kau mau kemana dengan pakaian seperti itu?

Tiara: molla, aku tidak tahu harus kemana, kemarin saja aku tidur di halte

Pemilik toko: aigo, gadis manis sepertimu tidur di halte? Bagaimana jika ada preman yang mengganggu?

Tiara: aku baik-baik saja

Pemilik toko: yasudah kau tinggal di toko ini saja, kebetulan tidak ada yang menjaga toko di malam hari.

Tiara: benarkah? Kau baik sekali ahjuma, gumawo

Pemilik toko: tapi kau harus bekerja sampai malam di sini

Tiara: itu tidak masalah

Inilah kehidupanku yang baru, aku tak perlu ke sekolah cukup bekerja di toko sampai malam. Aku punya cukup uang untuk makanku, aku sudah sangat bersyukur untuk itu. apalagi aku sekarang bebas…

Monic pov

Aku terus berusaha mengejar tiara sampai akhirnya aku sudah tak sanggup lagi,  tiba-tiba aku merasa pandanganku gelap dan kemudian saat aku membuka mataku aku melihat sebuah mobil berjalan dengan kecepatan tinggi ke arahku dan

BRAK……

Author pov

Saat itu juga monic kembali pada tubuhnya begitupun sebaliknya. Tapi sungguh sayang sebab monic tak sempat menyadari hal itu karena ia sudah tergeletak penuh darah di aspal yang dingin.

Drt….drt…..drt……

Ponsel taemin bergetar..

Taemin: yeoboseo

RS: selamat malam, kami dari rumah sakit, apakah anda mengenal monic stroch?

Taemin: ne, dia temanku..

RS: sekarang ia ada di rumah sakit, ia mengalami kecelakaan dan sekarang kondisinya kritis.

Taemin: ne, gumawo telah memberitahuku

Minho: siapa?

Taemin: monic kecelakaan….

Minho: apa itu berarti tiara yang kecelakaan?

Taemin: sepertinya begitu….

Minho, taemin dan appa bergegas menuju rumah sakit dan berlari menuju UGD. Saat mereka sampai dokter sudah keluar dari ruangan operasi.

Dokter: apa kalian keluarganya?

Appa: ne…

Dokter: sekarang keadaannya sedang kritis. Kita harus menunggu sampai dia sadar.

Taemin segera berinisiatif menelfon tiara karena dia fikir monic masih ada di dalam tubuh tiara.

Taemin: monic, kau di mana?

Tiara: aku bukan monic! aku sudah kembali pada tubuhku! Jangan pernah sebut nama itu lagi padaku!

Bip……………

Tiara melempar ponselnya ke sungai, sementara itu taemin diam terpaku dan  ponselnya terjatuh ke lantai.

Minho: YA! Taemin… wae??

Taemin: itu bukan tiara, itu monic. Tubuh mereka sudah tertukar lagi!

Minho: bagimana bisa?

Appa: pasti karena salah satu dari tubuh itu terkena benturan keras seperti saat dulu mereka tertukar.

Taemin melangkah gontai menuju tubuh monic yang terletak di kasur pasien dan sedang kritis..

Taaemin: kenapa hanya kau yang selalu menderita?

***********

Onew: YA! Minho, apa yang terjadi?

Minho: hyung, sekarang aku sudah mengerti maksud pembicaraan taemin  waktu itu.

Onew: ceritakan padaku!

Minho menceritakan semuanya…

Onew: jadi yang pergi denganku malam itu adalah tiara? Pantas saja aku sangat menyukainya.

Minho: tapi hyung, yeojamu itu sudah membuat monic diambang kematian

Onew: apa maksudmu?

Minho: ia membuat tubuh monic kecelakaan dan disaat itu juga tubuh mereka kembali tertukar. Apa tiara sengaja?

Onew: aku tahu betul tiara, ia sangat menyayangi monic, ia bilang ia hanya memliki monic. Mungkin ini memang kecelakaan.

Minho: entahlah hyung, aku tidak tahu.

Onew: kau tahu? Tiara bilang monic memiliki mata biru yang indah. Dari matanya kau bisa lihat dunia begitu indah. Dan monic bilang tiara memiliki mata yang menyejukkan, kau bisa merasakan ketenangan meski hanya memandangi matanya saja. Menurutku, mereka itu sama, saling membutuhkan satu sama lain. Semua ini akan segera berakhir, percayalah padaku

Minho: aku percaya padamu hyung sangat percaya, aku tahu kau selalu benar. Gumawo hyung.

Onew berfikir banyak hal dan kemudian ia berusaha menghubungi tiara tapi ponselnya tidak aktif. Kemana lagi ia bisa mencari yeoja itu?

Onew baru saja pulang dari SHOWnya, lapar sudah tak dapat lagi ia bendung. Tanpa sengaja mobil yang ia kendarai melewati sebuah kedai ramen, tak ada salahnya makan di sini.

Onew pov

Aku menunggu di bangku paling belakang restoran ini agar tak ada fansku yang melihat. Meski pemandangan yang bisa kulihat hanya para pelayan yang hilir mudik, tak apalah yang penting aku bisa makan dengan tenang. Tak lama kemudian makananku datang, aku melahapnya dengan cepat. Makan sendiri sungguh tak menyenangkan, minho dan taemin sedang sibuk memikirkan monic, key pulang tempat ummanya dan jonghyun sibuk dengan latihannya bersama SM the Ballad sedangkan aku? Aku sedang memikirkan tiara, seandainya saja ia ada di sini dan menemaniku makan pasti jauh lebih menyenangkan.

Aku medengar suara seorang yeoja yang membangunkanku dari lamunanku

Tiara: maaf tuan, toko kami akan tutup. Bisakah anda keluar lebih awal? Sudah tidak ada pelanggan yang lain

Suara itu tidak asing di telingaku, aku segera berbalik dan menemukan tiara yang juga terkejut melihatku.

Onew: apa yang kau lakukan di sini?

Tiara: aku bekerja disini, kau sendiri kenapa makan malam-malam begini, mau gendut ya?

Onew:  sayang sekali toko ini sudah tutup padahal aku masih ingin mengobrol denganmu.

Tiara: yasudah, kita ngobrol di luar saja, aku tidak enak dengan pemilik toko jika aku menerima tamu malam-malam begini.

Senang sekali bisa melihat wajahnya lagi, menatapnya tersenyum padaku sangat manis. Tepat seperti yang monic katakan, matanya sungguh menyejukkan meruntuhkan segala lelah di tubuhku.

Onew: hmm… sudah lama sekali tidak seperti ini.

Tiara: seperti ini?

Onew: ne, pergi denganmu tengah malam kekekekekeke

Tiara: aku mulai curiga kau bukan manusia…

Onew: wae?

Tiara: kita selalu bertemu tengan malam, seperti vampire saja.

Onew: ne, aku vampire yang haus darah arg……….

Tiara: percuma saja aku tidak takut, kau tidak punya taring panjang melainkan gigi kelincimu

Onew: araso…

Tiara: kenapa kau pergi sendirian?

Onew: bukankah biasanya aku pergi denganmu?

Tiara: bukankah kita sudah lama tidak bertemu?

Onew : anyi… kita sudah bertemu 2 minggu yang lalu…

Tiara: ne??

Onew: aku sudah tahu semuanya, dan aku tidak peduli kau di tubuh manapun. Asalakan itu kau aku akan tetap suka. Kau tahu aku pusing sekali mencarimu, ponselmu tidak bisa di hubungi

Tiara: aku sudah memberikan ponselku ke sungai

Onew: kau membuangnya?

Tiara: aku membuang ponsel dan semua kenanganku…

Onew: MWO??? bagaimana denganku?

Tiara: kau bukan kenanganku..

Onew: lalu aku apa? Masa depanmu?

Tiara: mungkin saja kekekekekeke

Onew: apa kau tidak merindukan monic?

Tiara: oppa jhebal, jangan diungkit lagi, bukankah barusan kubilang sudah membuangnya?

Onew: apa kau yakin bisa membuangnya? Membuang kenangan indahmu bersama monic? Bukankah kau bilang ia saudaramu?

Tiara: aku sudah putus dengannya….

Onew: meskipun kau berusaha menghapusnya, kau tidak akan pernah bisa

Tiara: wae?

Onew: tutup sebelah matamu

Tiara: untuk apa ?

Onew: lakukan saja

Tiara: ne..

Onew: apa kau bisa melihatku?

Tiara: tentu saja tidak, kau kan ada di sebelah kiri, mata kiriku tertutup

Onew: sekarang tutup kedua matamu…

Tiara: ne…

Onew: apa yang kau lihat?

Tiara: eopso…..

Onew: kau tahu? Saat kau menutup sebelah matamu  kau hanya bisa melihat ke satu sisi saja. Kau yang menutup sebelah  Matamu yang adalah dirimu. Dirimu yang berusaha meninggalkan saudaramu dan memilih kegelapan, sementara kau yang membuka  matamu yang adalah monic, dan ia hanya bisa melihat satu sisi dunia tanpamu. Merasa dunia  Sepi, kecil  dan sempit. Saat kau menutup kedua matamu, saat itulah monic juga meninggalkanmu, kau akan menyesal karena kau tidak bisa melihat apapun di kesendirianmu, gelap dan tanpa tujuan hingga akhirnya kau terjatuh. Aku tahu kau sangat membutuhkan monic sejak awal, kau terikat dengannya dan kau juga pernah menjadi bagian dari diri monic.

Tiara: tapi aku sudah membulatkan tekadku, aku akan melupakan semuanya termasuk monic

Onew: baiklah jika memang itu keputusanmu aku juga tidak berhak terlalu mencampuri hidupmu. Tapi aku sarankan padamu, sebelum monic juga menutup sebelah matanya lagi dan meninggalkanmu, sampaikanlah salam terakhirmu sebelum akhirnya dunia benar-benar gelap.

Aku bisa melihat tiara berfikir keras, aku yakin dia tidak tahu perihal keadaan monic yang sekarang masih kritis di rumah sakit.

Tiara: tapi, aku takut saat aku melihatnya lagi aku tidak mampu mengendalikan amarahku padanya.

Onew: tenang saja, aku yakin kau tidak akan marah padanya. Aku tahu kau bisa mengendalikan dirimu

Tiara:baiklah oppa….

Onew: baiklah?

Tiara: besok antarkan aku ke tempat monic…

Aku senang mendengar ucapan tiara, tapi apakah ia sanggup melihat keadaan monic yang sesungguhnya?

Minho pov

Aku memasuki ruangan tempat monic di rawat, tak ada yang menemaninya. Pasti kesepian sekali hidup sendirian. Yasudah besok aku juga tak ada schedule aku temani saja.

Aku duduk di sebelahnya dan menatap wajahnya, aku ingin sekali melihat keindahan dunia dari mata birunya, tapi saat ini matanya tertutup. Mungkinkah aku bisa melihatnya? Aku sungguh penasaran akan hal itu entah untuk alasan apa.

Minho: apa kau kesepian? Apa kau marah pada appaku yang memaksamu memilih pilihan rumit itu?

Diam…. Ya memang diam karena ia sedang koma. Aku menggenggam tangannya lembut, kuku-kukunya mulai memanjang. Cepat sekali, padahal baru seminggu ia berada di sini.

Sudah seminggu, sudah cukup lama. Sampai kapan kau akan tertidur? Apa mimpimu begitu indah?

Aku pergi ke luar menuju meja resepsionis, ia sedikit heran saat aku meminjam gunting kuku padanya tapi ia tetap meminjamkannya karena aku adalah choi minho, minho SHINee. Beruntungnya aku memiliki SHINee, keluarga sekaligus sahabatku yang selalu ada untukku.

Aku kembali ke kamar itu dan mulai menggunting kuku-kukunya yang panjang. Kemudian menyibakkan rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya. Sekarang aku bisa melihat wajahnya, wajahnya yang sangat damai. Bisakah aku juga melihat wajahnya yang tersenyum padaku?

Pantas saja taemin tergila-gila padanya, melihatnya saja sudah membuatku tertarik apalagi mengenalnya.

Tiara pov

Onew oppa aneh sekali, katanya mau mengajakku bertemu dengan monic tapi kenapa jadi ke rumah sakit?

Aku terus bertanya tapi dia hanya diam dan terus menarik tanganku sampai akhirnya aku melihat taemin keluar dari sebuah kamar pasien, kami pun menghampirinya. Semakin dekat aku semakin ngeri melihat ekspresi taemin. Ada apa dengannya?

Taemin:apa yang kau lakukan di sini? Mau apa lagi? apa belum puas? Kalau kau ingin benar-benar puas masuklah dan bunuh dia, dia tidak akan melawanmu! Lagipula kau tanggung sekali menghabisi temanmu..

Onew: YA! TAEMIN! KEUMANHAE!

Akupun memasuki ruangan itu dengan kesal untuk menghindari kecerewetan taemin.

Tut…tut…tut..

Aku mendengar suara mesin penghitung detak jantung itu dan kemudian berbalik. Betapa terkejutnya aku saat melihat monic terbaring lemah di atas kasur rumah sakit dan tubuhnya di penuhi alat-alat medis. Aku tak sanggup menahan air mataku perlahan aku mendekat dan semakin mendekat

Minho: ia kecelakaan di saat tubuh itu masih kau pakai. sudah seminggu dia tidak bangun…

Aku terdiam menatap tubuh monic yang diam, kemudian aku kembali memutar memoriku, memori terakhirku di dalam tubuh monic.

Aku ingat!

Aku ingat saat itu aku mendengar suara klakson mobil yang sangat keras….

Ini semua salahku, aku yang menyebabkan monic jadi begini. Sungguh aku tak mampu membendung perasaanku, sedih dan menyesesal bergelayut di hatiku. Aku yang menyebabkan semua ini terjadi….

Jika saja saat itu aku masih ditubuhnya maka akulah yang sekarang berada di posisinya. Aku….

Aku…aku… aku jahat sekali….

Tiara: monic, irhona!! Irhona!!!!

Aku menguncang-guncang tubuhnya, tapi ia diam saja tetap diam.

Monic pov

Aku mendengar suara yang memanggil namaku dan meminta aku bangun. Siapa itu kenapa ia menangis? Apa ia menangisiku?

Perlahan aku membuka mataku dan kemudian aku bisa melihat seorang yeoja sedang menangis dan ia memeluk tubuhku

Minho: dia membuka matanya!

Siapa namja ini? Kenapa ia begitu excited saat aku membuka mataku? Aku kan baru tidur sebentar.

Kemudian aku melihat segerombolan dokter menghampiriku dan memeriksa keadaanku, aigo seluruh tubuhku sangat sakit.

Kenapa aku bisa sampai di rumah sakit?

Monic: apa yang terjadi? Kenapa aku ada di sini?

Minho:kau kecelakaan seminggu yang lalu

Monic: mwo??

Aku kecelakaan dan sudah seminggu koma, tapi di mana orang tuaku?

Aish.. babo bukankah aku kabur dari mereka? Mana mungkin mereka tahu aku sekarang ada di korea.

Tiara: monic mianhae…

Yeoja ini terus meminta maaf dan memelukku, memangnya kesalahan apa yang telah ia lakukan padaku? rasanya aku tidak mengenalnya dan orang-orang ini.

Tunggu…. Aku rasa aku mengenal 5 namja ini, wajahnya sangat familiar…..

Monic: kalian SHINee?

Taemin: kau sudah sadar? Bagaimana keadaanmu?

Monic: aku baik-baik saja…. YA! Berhentilah memelukku! Aku tidak mengenalmu! Untuk apa minta maaf? Aku tidak merasa kau bersalah padaku!

Tiara pov

Terimakasih tuhan sudah mengembalikannya agar aku bisa menebus dosaku…

Monic: aku baik-baik saja…. YA! Berhentilah memelukku! Aku tidak mengenalmu! Untuk apa minta maaf? Aku tidak merasa kau bersalah padaku!

Aku terkejut mendengar ucapannya, dia tidak mengenalku?

Dokter: ternyata benar dugaanku…

Key: dugaan apa?

Dokter: ia amnesia…

Taemin: MWO???

Minho: kemarin dia pura-pura amnesia, sekarang jadi amnesia sungguhan.

Tiara:Amnesia? Itu artinya ia tidak mengingatku?

Taemin: kau juga tidak mengenalku?

Monic: aku mengenalmu, kau kan sangat terkenal…..

Taemin: anyia… bukan itu maksudku. Apa kau tidak ingat kita bersahabat?

Monic: benarkah aku bersahabat dengan seorang lee taemin? Bagaimana bisa?

*******

Tiara pov

Dia tidak mengingat semua hal yang telah aku lakukan dengannya, sedih sekali rasanya tapi aku masih bersyukur dia bisa menemaniku lagi.

monic: hari apa sekarang?

minho;sekarang hari senin..

monic: mwo? aku harus wawancara siswa baru hari ini…

taemin: tidak perlu, minggu depan kita sudah pesta kelulusan.

Monic:Mwo? lulus? Bagaimana bisa?

Key: tadi kan sudah di katakana bahwa kau amnesia

Monic: sayang sekali…. Bagaimana bisa aku melupakan momen-momen SMAku?

********

Tiara pov

Aku kembali ke rumahku dan membawa monic, awalnya ia menolak. Tapi setelah semua orang membujuknya akhirnya ia menyerah. Aku kembali pada appa dan menjalani hidupku sungguh-sungguh. Aku tidak seperti dulu lagi yang egois dan tidak tahu diri . sekarang aku sadar bahwa kesempatan yang kumiliki untuk hidup adalah keberuntungan terbesarku, meski sekarang aku jadi sangat sibuk aku tak pernah mengeluh, karena aku sudah sadar bahwa appa dan oppa sangat menyayangiku. Mereka sudah berkorban selama ini untukku, dan sekaranglah saatnya aku membalas jasa mereka.

Lalu monic???

Sampai sekarang ia masih amnesia, tak bisa kubayangkan bagaimana ekspresinya nanti jika ia mengingat semuanya. Aku senang ia masih seperti dulu, tak ada yang berubah dari sikapnya.

Oppaku??

Dia sekarang sibuk mendekati monic, mengantarnya ke kampus, kemudian menjemput lagi. ia bahkan meluangkan waktunya yang sangat padat hanya untuk melakukan hal itu. ia selalu mengajak monic kemana ia pergi, aku sedikit kesal karena monic menghabiskan waktu lebih banyak bersamanya dari pada bersamaku, tapi mau bagaimana lagi, aku juga sangat sibuk dengan perusahaanku. Menjadi wanita karir di usia muda memakan banyak waktu.

Aku mulai khawatir membiarkan monic tinggal satu atap dengan oppa, aku takut mereka melakukan hal aneh, makanya aku meminta oppa untuk tinggal di dorm dan tidak boleh tinggal di rumah. Oppa protes, tapi beruntung appa membelaku.  Aku juga mengancamnya, “jika oppa ingin tinggal di sini, oppa harus menikah dulu dengan monic”. Ancaman itu selalu sukses, aku tahu oppa mau saja menikah dengan monic, tapi ia masih ada kontrak jadi tak bisa menikah sembarangan, kasihan juga oppaku tapi biarlah ini kan juga untuk kebaikannya

Onew oppa???

Namja satu ini mulai aneh-aneh, dia mulai sibuk berbicara tentang pernikahan. Dia bilang tidak mau menikah di usia terlalu tua, memangnya dia tidak ingat dengan kontrak kerjanya?

Aku selalu memperingatinya tentang hal itu, tapi ia tetap bersikeras mengancamku, dia bilang jika aku terus protes tentang pernikahan yang ia rencanakan, maka ia tidak jadi menikahiku”

Dasar oppa babo! Memangnya dia fikir aku percaya dengan ancaman itu? dia bahkan menelfonku tiap menit saat aku ada rapat di jepang dan kami harus berpisah selama seminggu.

Aku sangat suka kepribadiannya, ia selalu bisa membuat lelahku hilang, mebuatku selalu merasa nyaman dan tertawa dengan tingkah lucunya

Taemin???

Kau tahu? Jika kau ada di posisiku saat melihat wajah taemin yang marah, aku jamin kau tidak akan mampu bergerak karena ketakutan. Sejak saat itu aku jadi tak berani mencari masalah dengan taemin lagi. kasihan taemin karena ia harus menyerahkan yeojanya itu pada oppaku, tapi dia bilang itu jauh lebih baik dari pada monic bersama namja lain yang tidak ia kenal, jika itu terjadi ia tidak akan memberi monic restu. Dasar taemin! Emangnya dia appanya monic????

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

3 thoughts on “Shocking Change – Part 4”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s