Never Ending – Part 7

Title : Never Ending

Author : ViKey (ViKeyKyuLov)

Maincast : Kim Hyuna, Kim Kibum

Support Cast : Member SHINee and SM Artis other.

Genre : Romance,comedy,Family, Friendship,sad.

 

Rate : PG 16

Summary : ( haru e hanbeon man neol saenggakhae. deo isangeun andwae, akkyeo dul geoya. himdeul eobtdeon haru ye sunshine geudaeman)

Note : Terima kasih untuk Rahmi Eonni, alias mybabylion Onew yang udah mengoreksi kesalahan fatal di Part ini. Trims eonni, dan untuk semua. Happy reading ne.. maaf kalo masih ada typo. Chu~

Part 7 : A Day

Musim semi telah beranjak, hijau dedaunan menghias disepanjang jalan kota Seoul. Sungguh tatanan kota yang mengesankan hingga membuat mata enggan untuk beralih saat telah terjerat. Dan dibawah rimbunan pepohohan itu, seorang gadis dengan balutan baju simple hanya memakai sebuah t-shirt hijau lengan pendek dan denim kaos tiga perempat juga flat shoes berwarna coklat. Hyuna, -nama gadis itu- berjalan menunduk seraya menikmati alunan irama dari Iphone-nya. Sebuah lagu berjudul A Day yang dinyanyikan oleh boyband tenar Super Junior. Yah, akhir-akhir ini Hyuna sangat suka mendengarka suara Kyuhyun, Sungmin, Donghae, Yesung dan Ryeowook. Seolah lagu tersebut mewakili perasaannya saat ini.

Hyuna terus berjalan, hingga langkahnya terhenti tatkala dirinya sudah sampai disebuah gedung yang menjadi tempat pertunjukkan drama musikal Cathc Me If You Can, sebuah drama musical yang diadaptasi dari film berjudul sama. Dengan langkah sedikit ragu, Hyuna menapakkan langkahnya menuju pintu masuk. Memakai topi dikepalanya juga kacamata gelap untuk menutup identitasnya.

***

“Semua bersiap! Pertunjukkan dimulai 15 menit lagi!” seorang staff PH yang bertanggung jawab atas Drama musikal Cathc Me if you can berseru dengan toa kecil mengingatkan kepada seluruh kru dan para pemain.

Mendengar seruan itu, Kyuhyun yang merupakan salah satu pemeran karakter Frank, mengalihkan matanya dari PSP putih -yang merupakan kekasih sejati seorang Cho Kyuhyun Super Junior- kemudian menatap Namja lain yang duduk tak jauh darinya. Terlihat tengah menopang dagu dengan tatapan kosong menghadap cermin. Seharusnya Kyuhyun tidak ada jadwal di drama musikal ini karena peran Frank di gantikan Key, tapi entahla apa yang membuat maknae SUJU itu memutuskan hadir, untuk memberikan semangat pada hoobaenya kah?? Molla.

“Key. .” seru Kyuhyun kepada namja tadi. Namun tak mendapat sahutan.

“Hei. .” menepuk bahu Key pelan, membuat namja dengan mata kucing yang khas itu sedikit terlonjak.

“Eoh. . Kyuhyun hyung!” kaget Key.

“Jangan melamun terus. Pertunjukkan segera dimulai, fokus ne!” nasehat Kyuhyun. Tak banyak yang tahu, bahwa seorang Cho Kyuhyun, yang terkenal dengan Evilkyu ternyata menyimpan sifat dewasa dan bijak meski sangat jarang ditemui -bahkan nyaris hanya sesekali, tolong garis bawahi hanya sesekali.

“Ne hyung. . Gumawo sudah mengingatkan!” sahut Key lemah, tak memiliki semangat tinggi sejak beberapa waktu belakangan ini.

“Hwaiting Key! Jangan sampai debut aktingmu ini kacau, percayalah suatu saat Hyuna akan kembali. Kkajja!” lanjut maknae suju itu kembali, menarik lengan Key dan merangkul pundaknya seraya menyeret tubuh mereka menuju kerumunan pemain lainnya.

***

Hyuna POV

Melihatnya dalam gelap, bernyanyi dan berakting diatas panggung membuat rasa rinduku semakin membuncah. Rasanya dadaku sangat penuh dan sesak. Tenggorokanku tercekat melihat Key dari dekat tanpa bisa lebih mendekat dan menyentuhnya.

Sudah genap 2 bulan aku tak melihatnya langsung. Dia semakin terlihat kurus dan sedikit pucat, bahkan make up-nya tak mampu menyembunyikan lingkaran panda dimatanya. Key, apa yang terjadi padamu.

Tuhan, rasanya aku ingin berlari keatas panggung dan memeluknya saat ini juga. Menuntaskan rinduku padanya. Tanpa sadar, kedua tanganku bergerak menyentuh perutku. Sedikit mencelos saat menyadari bahwa diperut ini pernah tumbuh calon aegi kami. Meski tuhan belum mengijinkan dia untuk tumbuh dan lahir kedunia. Rasanya, ada yang tumpah dari kedua mataku. Ingin melangkahkan kakiku dan memeluk Key serta mengungkapkan semua kesedihanku atas keguguran ini. Mencari perlindungan dari rasa bersalahku yang telah kupendam sejak kejadian itu.

Tak mampu menahan perasaan, segera kulangkahkan kaki menuju pintu keluar, tak lagi memperdulikan umpatan kesal beberapa penonton yang merasa terganggu dengan ulahku.

Hiks. .

Hiks..

Hiks. .

Pecah juga akhirnya pertahananku, tubuhku merosot bersandar ditembok lorong yang terlihat cukup lengang. Menyembunyikan wajahku diantara lutut dan terisak dalam sepi. Appado, olyadoo, saranghae! Teringat sebait lirik penutup di lagu Quasimodo.

“Kim Hyuna!” sebuah panggilan membuatku panik, bersegera mengusap air mataku dan menemukan sesosok namja jangkung tengah berdiri tak jauh dariku.

“Op. . Oppa!” ternyata Kyuhyun oppa. Kenapa dia bisa mengenaliku.

Berusaha kulangkahkan kakiku menjauhinya saat Kyuhyun oppa semakin mendekat.

“Jangkaman!!” Kyuhyun oppa berhasil menahan lenganku, menarik tubuhku hingga menabrak tubuh jangkungnya.

“Hiks. . Hiks. .” tangisku makin pecah saat Kyuhyun oppa memeluk tubuhku begitu erat. Aku merindukannya, Key, SHINee memberdeul dan suju oppadeul juga semuanya.

***

“Tak kusangka aku bisa melihat dongsaeng evilku menangis histeris begini. Haha. . Ternyata kau masih seorang yeoja Na~ya!” ejek Kyuhyun oppa ketika kami sudah berada di sebuah taman tak jauh dari gedung pertunjukkan. Tak kusangka aku akan bertemu evilmaknae suju ini dan dengan baik hatinya dia malah mengejekku. Dasar maknae kejam!!.

“Ya! Cho Kyuhyun!” sebalku seraya memukul lengannya.

“Pletak”

satu jitakan mendarat di kepalaku.

“Itu balasan karena kau sudah membuat semua orang cemas dan khawatir. Bahkan si Ikan mokpo pernah kedapatan menangis karena menghilangnya dirimu.” tiba-tiba Kyuhyun oppa menahan bahuku dan menatap mataku dengan lembut. Sejauh aku mengenalnya, baru kali ini aku melihat Si evil ini begitu berbeda. Ish. . Pantas saja Sungmin oppa begitu menyayangi maknae suju ini bahkan menjulukinya baby Kyu.

“Op. . Oppa! Jangan menatapku seperti itu, kau tak pantas berkespresi seperti itu.” gerutuku.

” “Wae. . Kau terpesona kan dengan ketampananku?” sungguh, narsis sekali pria ini. Bahkan dia tak setampan Siwon oppa, terlebih nae Key. Bagiku hanya Key yang pantas ku sebut tampan meski dalam kenyataannya aku tak akan pernah mengakuinya dihadapan Key sendiri.

“Ish. . Menyebalkan!” geramku. Mengusap mataku yang sepertinya sudah mengebi.

“Setidaknya oppa senang bisa melihatmu lagi, kkajja kita temui Key!” lanjutnya seraya menarik tanganku, pria berjulukan gameKyu ini mengajakku berdiri.

“Anniyo oppa. . .” tolakku, berusaha melepaskan tangannya dari lenganku.

“Wae??” tanya Kyuhyun oppa dengan bingung.

“Aku belum bisa menemuinya oppa, belum sanggup!” lirihku seraya menunduk.

“Mworago!!” pekiknya lagi.

***

Author POV

Seorang namja berjalan lunglai sambil menenteng paper bag. Rambut blondenya terlihat acak-acak dengan peluh yang masih menetes dari dahi dan lehernya.

Key, mengalihkan papper bag-nya ketangan kiri karena tangan kanannya bergerak membuka pintu dorm SHINee.

“Osso eosse–” sapaan Key terhenti saat tak sengaja dia mendengar percakapan Jonghyun dan Taemin dari dalam.

“Kau yakin Tae!” terdengar lengkingan Jonghyun.

“Ne. . Sangat yakin hyung. Mana mungkin Leeteuk hyung bohong, Hyuna noona memang sedang di dorm SUJU sekarang. Tapi, dia belum bisa menemui Key hyung saat ini.” Key mendengar jawaban panjang Taemin. Tanpa menunggu lagi, Key segera berbalik. Setengah berlari menuju lift dan turun kembali, mengabaikan rasa lelahnya setelah menyelesaikan drama musikalnya beberapa waktu yang lalu.

“Kim Hyuna tunggu aku!” gumam Key sepanjang jalan, mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Tap

tap

tap

berlari dengan langkah yang terdengar menggema dilorong apartement yang merupakan dorm sunbaenya Super Junior.

“Tret. . Tret.” memencet bel lantai 11 tak sabaran.

“Hyungdeul. . Buka pintunya!” seru Key.

Pintu terbuka, munculah wajah Siwon dan menatap Key dengan terkejut.

“Ki. . Kibum!” sapa Siwon seraya mempersilahkan dongsaengnya masuk.

“Mana Hyuna hyung. . Kim Hyuna!” Key masuk, langsung mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis yang begitu dirindukannya.

“Hyu. . Hyuna? Apa maksudmu Key.” tegur Ryeowook sedikit gugup. Tak pandai berbohong ternyata member Suju yang satu ini.

“Jangan bohong hyung. . Aku tahu Hyuna disini. . Jebal. Kim Hyuna, keluarlah. . Aku sangat merindukanmu.” wajah Key sudah terlihat memerah, memendam perasaan begitu dalam.

Beberapa member Suju hanya bisa menatap Key dengan iba. Mencoba mengerti dengan apa yang dirasa hoobaenya itu.

“Kejarlah Key, Hyuna barusan turun diantar Kyuhyun.” ujar Donghae tiba-tiba. Mendorong bahu Key dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Sungguh tak tega melihat evil couple ini harus terpisah karena permainan nasib.

“Gumawo hyung.” sahut Key, langsung melesat menuju pintu keluar.

“Aku tak tega melihat Kibum dan Hyuna seperti ini terus Hyuk.” desah Donghae pada Eunhyuk disebelahnya.

“Sama Hae. . Kita harus cari cara untuk membantu mereka.”

***

Key terus berlari saat pintu lift terbuka. Namun terlambat baginya, tepat ketika Key sampai di tepi jalan raya. Taksi yang ditumpangi Hyuna telah melaju membelah jalanan. Menyisakan kepulan asap dibelakangnya.

“Hyuna. . Oddiseo.”  teriak Key ditengah jalan. Matanya terus mencari, berharap menemukan Hyuna diantara lalu lalang orang-orang yang tak begitu ramai disekelilingnya.

“Key. .” panggil Kyuhyun dari sebrang jalan.

“Khyuhyun hyung!!” seru Key seraya mendekat.

“Mana Hyuna Hyung . . Dimana?”

sedikit mengguncangkan tubuh Kyuhyun, saat Key tepat berdiri dihadapannya.

“Tenang Key, tahan dirimu! Hyuna sudah pulang, dia baik-baik saja.”

“Hyung. . Aku ingin bertemu dengannya. Kenapa kau tidak memberitahuku hyung. KENAPA?” teriak Key Sedikit menggertak dengan kesal.

“KARENA HYUNA YANG MEMINTANYA!” Balas Kyuhyun ikut berteriak, satu-satunya cara supaya Key mau mendengarkan omongannya.

“Apa hyung. . Hyu. . Hyuna?” lirih Key, menatap Kyuhyun nanar.

“Dengarkan aku, Bersabarlah Key. Ini belum saatnya untuk kalian bertemu. Masih banyak hal, yang harus Hyuna lakukan. Yang penting sekarang kita semua tahu bahwa Hyuna baik-baik saja. Bukankah itu sudah cukup.”

terjadi keheningan cukup lama. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing, duduk ditrotoar jalan yang mulai sepi. Untung saja, tak ada stalker yang mengetahui keberadaan dua namja idol itu.

“Kau benar hyung. . Yang penting sekarang, Hyuna baik-baik saja. Aku memang harus bersabar untuk akhir yang indah. Coba ceritakan padaku, bagaimana keadaan Hyuna hyung?” mengusap sudut matanya yang telah basah.

“perubahan yang sangat mencolok, dia memotong rambutnya pendek dibawah dagu. Yah, Hyuna juga cerita kalau dia sudah bertemu dengan nenek kandungnya.”

“Nenek kandungnya? Maksud hyung? Keluarga kandung Hyuna?” sedikit menyipitkan mata kucingnya, Key menatap Kyuhyun dengan kaget.

“Ne. . Dan satu hal yang harus kau tahu Key! Hyuna baru saja keguguran, yah dia baru kehilangan calon aegi kalian.” kyuhyun menepuk punggung Key setelah mengakhiri ucapannya.

“Calon aegi? Jadi, kemarin Hyuna hamil? HAMIl hyung?” seru Key sedikit tak percaya.

“Ne. .” angguk Kyuhyun.

“Percaya padaku Key. .  semuanya akan baik-baik saja.” Lanjut Kyuhyun lagi.

***

Hyuna merebahkan badannya di atas tempat tidur. Mengusap wajahnya yang terlihat begitu kusam. Sedikit memejamkan berusaha mengusir penat yang ia rasakan. Pikirannya kembali berputar, mengenang Key selalu saja membuatnya begitu rindu.

“Kreet” pintu kamarnya terbuka, menampakkan sosok wanita berusia cukup lanjut namun masih terlihat begitu segar.

“Baru pulang sayang?” sapa sang halmeoni seraya berjalan mendekat, duduk disamping Hyuna dan mengusap rambutnya dengan sayang.

“Halmeoni!” sapa Hyuna, mendudukkan tubuhnya dengan tegak.

“Kenapa sedih? Apa kau sudah bertemu abeoji dan eommoni-mu hem?”

“Belum. . Tadi Hyuna datang ke drama musikal Key.” ujar Hyuna, sedikit menundukkan wajah berusaha menyembunyikan kesedihannya.

“Kau tidak menemuinya langsung Na~ya?” tanya Lee halmeoni.

“Aku. . Aku belum sanggup bertemu dengannya halmeoni, takut tak bisa menahan diriku”

“Hah. . Kau pasti sangat merindukannya.” Lee halmeoni memeluk tubuh Hyuna, sangat mengerti dengan apa yang dirasakan oleh sang cucu yang lama terpisah darinya. Yah, Hyuna sudah menceritakan dengan jujur tentang hubungannya dengan Key kepada Sang nenek yang ternyata malah mendukungnya.

“Ne . . Hyuna sangat merindukan Key, halmeoni. Hingga rasanya dada ini sesak.” sedikit berkaca, saat Hyuna membalas pelukan sang nenek.

“Oh iya Na~ya. . Besok kita temui bumoniemmu, halmeoni akan memintamu agar bisa masuk dalam keluarga Lee dan mengganti margamu dengan marga Lee. Karena jujur saja, keluarga kita butuh penerus untuk kelangsungan klan kita.”

“Mengubah margaku? Maksud halmeoni, aku tak lagi memakai marga Kim? Tak lagi menjadi dongsaeng dari Kim Kibum?” ada sebuah harapan yang terbersit dalam hatinya, namun kembali redup.

“Tapi, apa itu artinya aku harus keluar dari kelurga Kim? Meninggalkan Minhyuk appa dan Miyoung umma?”

***

Malam kota Seoul, terlihat lengang saat pria itu melangkahkan kaki menuju pintu apartement. Key tak lagi memiliki tenaga untuk sekedar membuka pintu dorm. Memilih menyandarkan tubuh didepan pintu dan menundukan wajah dalam sepi. Cukup lama Key terdiam seperti itu, hingga Onew muncul dan menatapnya dengan iba.

“Kibum. .” panggil Onew pelan.

“Eoh, hyung!” sahut Kibum. Mengangkat wajahnya dan menemukan sang leader sudah berdiri dihadapannya.

“Wae? Kenapa berdiri saja didepan pintu?” tanya Onew.

“Gwenchana hyung.”

“Jangan bohong, apa yang terjadi padamu? Bagaimana dengan musikalmu?”

“Anniyo. . Musikalku lancar dan sukses.” kini Key sudah menegakkan tubuh.

“Kau merindukannya?” bukan pertanyaan sebenarnya, malah terdengar seperti sebuah pernyataan dari Onew.

“bagaimana hyung bisa tahu?”

“Tentu saja aku tahu, hanya Hyuna yang bisa membuat Almighty Key terlihat begitu kacau. Kkajja, masuk istirahatlah. Percaya bahwa suatu saat Hyuna akan kembali.” pelan Onew, menarik lengan Key dan merangkul bahunya.

“Dia sudah kembali, tapi masih enggan menemuiku. Sepertinya Hyuna membenciku sekarang hyung.”

“Mwo? Hyuna, dia sudah kembali. Dia disini?” pekik Onew.

“Hyuna tadi mampir di Dorm suju hyung dan menemui Kyuhyun hyung dan hyungdeul lainnya.”

“Gokjong hajima Key, mungkin Hyuna punya alasan kenapa tidak ingin menemuimu.” ujar Onew berusaha meredam risau yang dirasakan dongsaengnya.

***

Mata Hyuna mengerjap tak percaya. Menatap layar besar yang terpampang di gedung luar sebuah pusat perbelanjaan dijalanan Myungdeong. Disana, dilayar itu tengah menampilkan gambar seseorang yang selama ini sangat ia temui.

“Sejujurnya, jika bukan karena dia. Aku tidak akan berada disini dan dikenal sebagai SHINee Key, mungkin aku hanyalah seorang Kim Kibum biasa.” suara itu, suara dari orang yang menemani Hyuna selama lebih dari 15 tahun hidupnya.

“Key~ssi, bisakah kau bercerita tentang pengalaman sebelum debutmu dan bagaimana peranan seorang Kim Hyuna yang selama ini dikenal masyarakat sebagai adik angkatmu hingga dirimu bisa begitu menyayanginya.” saat ini Key dan member SHInee lainnya tengah muncul ditelevisi dalam acara TAXI. Dan kebetulan topik yang diangkat adalah seputar pengalaman sebelum mereka berdebut.

“Peranan Hyuna bagiku, melebihi apapun. Bahkan aku selalu berkata padanya bahwa Kim Hyuna tercipta untuk melengkapi Kim Kibum. Mungkin terdengar berlebihan. Namun begitulah adanya, karenanya aku menjadi seperti sekarang. Pada awalnya, Hyunalah yang mendukungku untuk menjadi traineer di SM.” Key mengambil jeda. Menghela nafas seraya tersenyum membayangkan sesuatu.

“Dia orang pertama yang berdiri dihadapanku saat appa menentangku menjadi artis, mengorbankan cita-citanya demi melindungi cita-citaku. Hyuna rela mengubur impiannya menjadi jurnalis hanya demi memenuhi keinginan appa meneruskan menangani perusahaan keluarga hanya agar aku bisa meniti karir didunia entertaint.” terjadi keheningan saat Key terdiam. Taemin yang duduk disamping Key, memeluk bahu hyungnya dan menatapnya dengan iba.

“Aku bukan apa-apa tanpanya.” tutup Key, menundukkan wajah saat merasakan matanya sedikit memanas.

“Wah. . Aku sungguh tidak menyangka dibalik kesuksesan seorang almighty Key ternyata dia memiliki seseorang yang selama ini menjadi poros dan mendorongnya untuk terus maju dan menjadi sosok Kim Kibum seperti sekarang ini.”

“Setelah mendengar cerita dari Key-ssi, mungkin semua pemirsa bertanya-tanya bagaimana tanggapan member SHINee lainnya tentang Key-ssi dan Kim Hyuna.” lanjut sang pembawa acara.

“Dimulai Onew-goon mungkin” sambung MC yang satunya.

“Ehm. . Tentang Key dan Hyuna. Yah, pada awalnya kupikir mereka itu saudara kembar. Sifat mereka tak jauh beda.” Onew menjawab sembari mengulum senyum.

“Iya. . Hyung dan Noona sama-sama galak.” celetuk Taemin.

Hyuna tertawa dalam tangisnya, tak mampu lagi menahan emosinya. Melihat kelima namja itu, sungguh membuat rasa rindunya tak lagi mampu di tahan.

Gadis berambut pendek itu menundukkan wajah. Mengais tanah dengan ujung sepatunya sambil menggigit bibirnya menahan isakkan.

“Satu hal yang ingin ku ungkapkan, Hyuna, kami sungguh merindukanmu. Bukan hanya Key, tapi kami semua, Onew hyung, Minho juga Taemin. Terlebih oppamu yang paling tampan ini, bling-bling Jonghyun.” saat kembali fokus melihat kearah layar. Hyuna malah mendapati wajah Jonghyun yang full screen, kemudian kamera menyorot member SHINee lainnya, Minho yang memeluk bahu Key, diapit Taemin dan Onew. Jonghyun sendiri menutup pintu taksi yang menjadi set acara mereka.

“Kembalilah Noona, kami ingin bertemu denganmu. Jika kau kembali aku berjanji akan bersikap manis padamu, dan memberikan semua banana milk milikku” sambung sang maknae, melakukan aegyo cute. Yang jika saja Hyuna tengah berada dihadapan Taemin, pasti tangannya sudah melayang untuk menjitak kepala maknae imut itu.

“Babo. .” bisik Hyuna. Tak mampu menahan isakkannya, Hyuna menutup mulutnya dan sedikit terisak. Berjalan menerobos gerimis yang kini mulai berjatuhan.

“Aku juga merindukan kalian, sangat.” gumam Hyuna. Baru beberapa langkah, dia kembali berhenti, tak mampu melanjutkan langkahnya. Memilih berjongkok menyembunyikan wajahnya ditengah rinai gerimis yang membasahi badannya.

“Sampai kapan kau akan bersembunyi seperti ini.” suara itu, membuat Hyuna kembali mendongak. Mengerjapkan mata yang basah karena air mata.

“Ke. . Key!” bisik Hyuna tak percaya.

 

Hyuna POV

Tidak, ini pasti mimpi. Aku hanya berhalusinasi, karena terlalu merindukannya.

Ku dirikan tubuhku dan menghapus air mata di pipiku. Masih menatap sosok yang kini berdiri dihadapanku. Bayangan itu mendekat saat aku memundurkan langkah sembari menggelengkan kepala.

“Kim Hyuna!” sapa bayangan itu.

“Tidak. . Aku hanya berhalusinasi. Tidak!” tetap tak percaya pada penglihatanku.

“Kenapa Na-ya. .”

Ya tuhan!! Benarkah ini Key.

Gerimis semakin deras, seiring dengan tubuhnya yang kian mendekat.

Greb!!

Kehangatan melingkupiku, saat Key memeluk tubuhku begitu erat. Tak mampu bereaksi, aku hanya bisa membeku ditempat.

“Aku merindukanmu Na~ya. . Sangat merindukanmu.”

Tetesan hangat berjatuhan dibahuku, juga merasakan tubuhku bergetar. Menangiskan namjaku ini.

“Ke. . Key.” akhirnya aku mampu bersuara. Tuhan, benarkah ini Key, nae Kibum.

Kubalas pelukannya, tak peduli walau gerimis telah berganti hujan. Meneteskan air yang kini mengguyur tubuh kami berdua.

“Hyuna. .” key melepaskan pelukannya, tangannya bergerak membingakai wajahku dalam genggaman hangatnya.

“Benarkah ini kau, benarkah!”

hiks. .

Hiks. .

Hiks. .

Tangisku berubah menjadi sedu sedan. Meletakkan tanganku dilengannya yang kini menangkup wajahku. Terasa begitu hangat dan menetramkan. Baru kuakui, bahwa Key terlihat begitu tampan. Gaya rambutnya berubah lagi, kini pendek dengan warna gelap, menampilkan kesan maskulin.

Tak ada kata-kata yang bias kuungkapkan padanya, hanya terus memandangi wajahnya. Melihatnya tiba-tiba tersenyum dan mengusap wajahku begitu lembut.

“Aku menemukanmu. . Kim Hyuna.” Bisiknya penuh dengan perasaan.

Still Hyuna POV

Setelah menyuruhku mengganti baju basah dengan baju yang ia belikan. Key langsung menarik tanganku masuk kedalam kereta gantung di kawasan namsan tower. Tak ada percakapan yang berarti diantara kami. Hanya saling terdiam saat kami duduk berdampingan dan merasakan genggaman tangan Key yang begitu erat. Kualihkan pandanganku, menatap kota Seoul dalam gemerlap lampu malam. Indah, sangat indah.

“Na-ya!” akhirnya, Key membuka suaranya. Sentuhan tangannya didaguku membuat wajahku berputar menatapnya.

“Aku tak percaya bahwa ini nyata, kau ada didepanku. Bisa menyentuh wajahmu seperti saat ini.” ujarnya lagi, sembari mengusap pipiku dengan lembut. Tubuhku bergetar, merasakan sentuhannya lagi.

“Key. .” sahutku. Menjatuhkan kepalaku dalam lekukan bahunya.

“Boghosippo-yo.. Jeongmal” isakku.

“Uljima Na-ya!!” Key mencoba menenangkanku. Membalas pelukanku lebih erat.

“jangan pergi lagi dariku Na-ya. . Jebal kajimara!!” Pintanya lagi seraya mendekatkan wajahnya hingga hidung kami bersentuhan. Membuatku memejamkan mata dengan nyaman, merasakan sentuhannya dipipiku. Terlebih saat merasakan sesuatu yang hangat dan lembut menyatu dibibirku. Tak ada hasrat yang berlebihan, hanya emosi, kerinduan yang membuatku meletakkan jemari-jemariku di belakang kepalanya saat bibir Key semakin menekan bibirku, manis dan lembut.

***

selama sisa perjalanan didalam kereta, hanya kami habiskan dalam diam dan tangan yang bertautan. Tak banyak kata-kata yang kami butuhkan, seolah dengan kedekatan kami ini sudah mengungkapkan banyak hal. Kerinduan, cinta dan kasih sayang.

“Na-ya.. . Tunggu sebentar!” tiba-tiba Key melepaskan gandengan tangannya saat kami tengah berjalan menyusuri jalanan didekat apartement SHINee. Kemudian, dia menghentikan langkahnya yang otomatis membuatku ikut berhenti.

“Ya! Apa yang kau lakukan Key” heranku saat melihatnya berbaring ditengah jalan.

“Coba kau ikutin Na-ya! Dari sini bintangnya terlihat indah.” pekiknya dengan senyum terukir. Tangannya menggapai ke atas seolah memetik bintang.

“Shirreo!! Kau jadi aneh Tuan Kim yang serba bisa!” cibirku padanya.

Tiba-tiba aku melihat sebuah mobil dengan kecepatan sedang meluncur kearahnya.

“Keyyy!!! Andwae!!” teriakku saat mobil itu makin mendekat. Dengan refleks kututp mataku menggunakan kedua tanganku.

“Na-ya. ” dapat kurasakan, Sebuah tangan mengguncangkan bahuku perlahan.

“Nappeun. .” tak mampu menahan isakkanku, rasa takutku seandainya mobil tadi benar-benar menghantamnya. Dengan kesal, kupukul tubuhnya melampiaskan ketakutanku.

“Pabbo! Pabbo. . Bagaimana jika mobil itu benar-benar menabrakmu, pabbo!! Kau bisa meninggal!”

“Na-ya. . Tenanglah!! Aku tidak akan meninggal secepat ini, tidak setelah aku melihatmu lagi. Bagiku, kau adalah sumber kehidupanku, hari-hari yang ku lewati tanpamu kemarin, sungguh membuatku merasa sepi. Bukankah aku pernah bilang Kim Hyuna tercipta untuk mengimbangi Kim Kibum.”

“Kau tahu lagu yang selalu kudengar akhir-akhir ini?” tanyanya yang kujawab dengan gelengan.

“Lagu punya suju hyungdeul, seolah Teukie hyung menciptakan lagu ini khusus untukku, lagu yang ini ku nyanyikan untukmu. Lagu yang membuatku kuat dan yakin bahwa pada akhirnya kau akan kembali padaku, karena akulah tujuan akhir hidupmu.”

Aku hanya bias terdiam membisu, karena tak menyangka bahwa kami mendengarkan lagu yang sama agar kami bias kuat menghadapi perpisahan ini, air mata ini kenapa tak hentinya mengalir seolah bendungan yang dibuka jalan airnya. Suara Key mengalun indah merasuk di telingaku. Lagu yang amat kukenal. Terima kasih untuk oppa-oppa tampanku Super Junior.

***

neon mudji, hangsang eolmana, neol sarang ha neunji

 Kamu selalu bertanya padaku, bagaimana aku bisa begitu mencintaimu.. 

gakkeumsshik, ajik meon, mirae kkaji buranhae haji

Disaat kamu gelisah karena memikirkan masa depan 

geokjeong hajima neol gwerob hajima, naegen wanbyeokhan saram ingeol

Jangan khawatir, jangan menyusahkan dirimu sendiri, bagiku.. kamu adalah orang yang sempurna

 

summan shwi eo do, hwajang anhaedo, neon areum dawo, nun busheo

Walaupun ketika kamu bernapas, walaupun dirimu tanpa make-up, kamu cantik dan mempesona

 

haru e hanbeon man neol saenggakhae

 

deo isangeun andwae, akkyeo dul geoya

Aku memikirkanmu setiap saat

Aku tidak bisa berbuat banyak, aku akan menjagamu 

himdeul eobtdeon haru ye sunshine geudaeman

 

isseo jun damyeon O.K. geugeollo dwae

Sinar matahari dihari yang berat (buruk)

Selama kamu ada bersamaku, it’s OK, aku akan menjalankannya

 

neol bomyeon, pyeonhae ireon mal, neon shilheo haetjiman

 Aku merasa nyaman saat aku menatapmu, walaupun kamu tidak suka ketika aku berkata seperti itu 

haengbokhae, hajiman, yeojeonhi neon buranhae haetji

Walaupun sebenarnya kita merasa senang, tapi kamu merasa gelisah sepertibiasa, bukan? 

ye shim hajima neol gwerob hijima, sashil sunjinhan saram ingeol

Jangan ragu, jangan menyusahkan dirimu sendiri, kamu begitu polos 

 

[sarang seureon nun useum neomchil ttae, neon areum dawo, nun busheo

Ketika senyuman dan sinar matamu memancarkan cinta, kamu cantik dan mempesona

 

haru e hanbeon man neol saenggakhae

 Aku memikirkanmu setiap saat 

deo isangeun andwae, akkyeo dul geoya

Aku tidak bisa berbuat banyak, aku akan menjagamu 

himdeul eobtdeon haru ye sunshine geudaeman

Sinar matahari di hari yang berat (buruk) 

 

isseo jun damyeon O.K. geugeollo dwae

Selama kamu ada bersamaku, I’ts OK, aku akan menjalankannya

 

meorissok ontong neoye saenggak ppun

 Dirimu memenuhi pikiranku 

mwonga dareun geoseul wonhaedo, jamshi meolli tteoreojyeo bwado

gyeolguk neo, gyeolguk neo, neomu shinbihae

Bahkan ketika aku merindukan sesuatu yang lain, bahkan ketika kita berpisah sebentar saja, pada akhirnya, pada akhirnya, aku (kembali) padamu

 

jamshi nun gamgo neol tteo ollyeo

 

You’re So Beautiful Girl, neo ppunya

Aku menutup mataku sejenak, dan kamu datang kepikiranku

Kamu adalah gadis yang sangat cantik, hanya kamu 

]jigeum geudaero ni moseubi

 

gajang areum dawo nun busheo (My Girl)

Sama seperti sekarang, dirimu

Adalah yang paling indah, paling mempesona (My Girl)

 

haru e hanbeon man neol saenggakhae (ohh)

 Aku memikirkanmu setiap saat 

deo isangeun andwae, akkyeo dul geoya (deo isangeun andwae, akkyeo dullae)

Aku tidak bisa berbuat banyak, aku akan menjagamu 

himdeul eobtdeon haru ye sunshine geudaeman

Sinar matahari di hari yang berat (buruk) 

 

isseo jun damyeon O.K. geugeollo dwae

Selama kamu ada bersamaku, I’ts OK, aku akan menjalankannya

 

haru e hanbeon man neol saenggakhae  (haru e hanbeonman, saenggakhae)

 Aku memikirkanmu setiap saat 

deo isangeun andwae, akkyeo dul geoya (andwae, akkyeo dul geoya)

Aku tidak bisa berbuat banyak, aku akan menjagamu 

himdeul eobtdeon haru ye sunshine geudaeman (himdeul eobtdeon haru ye sunshine geudaeman)

Sinar matahari di hari yang berat (buruk) 

 

isseo jun damyeon O.K. geugeollo dwae (isseo jun damyeon O.K. geugeollo dwae)

Selama kamu ada bersamaku, I’ts OK, aku akan menjalankannya

Ending. . . .

Or

TBC?????

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

18 thoughts on “Never Ending – Part 7”

  1. Akhirnya mereka brsama lg :’)
    Eehh jd ini udh end atau msh TBC?
    Tp klo end kcepetan aahh thor, msh gntung. appa nya key gmna? dia kn blm mrstui hbngnnya key-hyuna..
    Dilanjut lagi yaa thorr 😀

  2. Eeeehhh, end apa tbc nih? Kok udah abis aja? kan belum jelas Hyuna milih Kim atau Lee buat nama marganya… Terus reaksi orang tua mereka klo denger mereka bersatu lagi gmna… Reaksi anak2 Shinee juga belum keliatan…
    Mian Vie, saya kurang merasa lega klo endingnya begini, karena masalah merekakan ribet bgt, makanya mereka sampe pisah 2 bulan.. Jangan end ya… Tbc aja, atau ada epilognya deh… Selesain sampe tuntas masalah mereka dulu..
    Mian Vie, klo banyak permintaan.. 🙂

    1. Ini FF sebenarny sedikit terlupakan eonni… Kelamaaaaan hiatusnyaaaa…hahaha

      Tp tetep sampe ending kok… Tapi sabar nunggu ya eon…hehehe

      so’al epilog sih sempet ke pikir buat side story member shinee lainnya…. Tapi liat sikon juga sihhh….

      Pokoknya sippp.. Trims udah setia baca FF gaje ini… Terharuuuu.. #kumat dah nihhh…. 😛

  3. Bocaaahhh,,,,eon butuh ember lg!
    Knp bikin yg sad mulu siiii?
    Dr kmrn bc FFnya km malah nangis sesenggukan…
    Huwaa……

    END ajah,, gak sanggup klo mereka mesti dipisahin lg sm bumonim….

    1. BOCAH???? YA AMPUN EONNI….. sejak kapan namaku berubah jadi bocah cobaaaa???? Hahaha #brasaseumurYoogeun

      End aja ya?? End aja y?? Hahaa mianhe udah bikin eonni frustasi… Aq juga frustasi WA-ku juga error… Hiks, hiks,…

      Trims ya eon udah mau bergalau ria… 😛

  4. TBC aja deh… nanggung nih lo end-nya cuma gitu doang… lanjutin ya thor.. please, [maksa]!!! hehehe….
    aduh senangnya, mereka akhirnya bisa ketemu… jadi terharu, hiks..hiks…
    sumpah feelnya dapet banget, aku nyampe mau nagis gara-gar mbayangin key oppa segitu tersiksanya ditinggal evil couplenya, Na-ya, jangan tinggalin key oppa lgi ya?!!

    lanjutin ya thor… yar semuanya jadi jelas, lo gini kan, masih kabur ceritanya,, lanjut ya…
    next…next…next….

    Vikey< keep writing!!! pokoknya kutunggu part selanjutnya…

    FIGHTING!!!!

    1. Feel nya dapet?? Syukurlahhh… Sempet minder sih… Abis kebanyakan bikin FF gaje.. Hahaha

      dan semoga aq juga masih punya Feel buat lanjutin.. Okeh.. Okeh.. Ditunggu saja….. 🙂 trims udd mampir…;)

  5. Huaaaaaaa!! Eonnie, aku bacanya nyesek banget, berasa jadi hyuna huhu T-T

    TBC aja eon, soalnya kalo end kegantung, coba deh kalo hidup itu digantung pasti gk enak banget *nyambung kemana coba ?

    Lanjut ya eon!! Jebaaallll

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s