Yoona’s Regret

Title: Penyesalan Yoona (Yoona’s regret)

Author: angangels aka Jung Byulgi

Main cast: Kim Jonghyun, Im Yoona

Support cast: Choi Sooyoung, Choi Siwon, Jung Byulgi

Lenght: One-shot

Genre: Romance, Angst, School life, Sad

Rating: General

Credit song: Sk8er boys by Avril Lavigne

Cover credit: makasih buat QuinAegyoMin yang udah mau bikinin cover FFku di ART factory

Summary: Saranku, jangan pernah merendahkan orang lain. Karena roda kehidupan ini berputar, Nona. Terima kasih sudah menolakku waktu itu karena gara-gara ditolak itulah, aku bangkit dan menjadi Kim Jonghyun yang baru.

A.N: FF ini bukan songfic. Cuma, gara-gara ngedenger lagu sk8er boys aku jadi terinspirasi bikin FF ini. Makna lagu sk8er boys bagus banget loh

Oh iya FF ini juga aku publish di WP pribadiku dan SOFF.

Happy reading and don’t forget to leave comment ^^

 yoona-regret

ALL AUTHOR POV

***

“Yoona-ya, itu! Pangeran ‘tinggi’-mu datang…”

Yoona hanya memutar kedua bola matanya malas. Aish, kenapa Jonghyun harus mengikuti terus sih? pikir Yoona dalam hati.

***

“Yoona-ya, apa kau dan Jjong berpacaran?”

Yoona buru-buru menggeleng keras, “Aniyo, mana mungkin kami pacaran!”

Eo. Begitu kah?, Tapi kau tahu kan kalau Jjong itu menyukaimu? Oh, seriously it’s too obvious Yoona-ya.

Yoona mengangguk pelan, “Kenapa sih si pendek itu harus menyukaiku?”

***

Jam 21.00 KTS

Yoona baru saja keluar dari tempat lesnya. Walau belum terlalu malam, tapi jalanan ini begitu sepi. Yoona buru-buru mencari ponselnya dan mendial nomor eommanya.

Yeobseyo, eomma. Eomma wae? Kenapa belum menjemputku?”

Omo, mianhae sayang. Eomma lupa bilang bahwa eomma tak bisa menjemputmu, adikmu tiba-tiba demam, sayang. Kali ini saja, kau pulang sendiri tak apa kan?”

Arraseo, yasudah.”

“Ok. Hati-hati ya sayang…”

Yoona mengakhiri sambungan telepon itu dan perlahan melangkahkan kakinya keluar dari gedung tempat lesnya.

***

Bulu kuduk Yoona berdiri sepanjang jalanan sepi ini. Ah, andai saja eomma-nya menjemputnya seperti biasa!
Yoona memasuki gang sempit nan gelap dengan ragu. Semoga tak ada hal buruk yang terjadi padaku, gumamnya dalam hati.

Rupanya, kali ini Yoona kurang beruntung. Dari ujung jalanan terlihat seorang ajusshi yang membawa botol sambil berjalan sempoyongan melangkah semakin dekat dengan Yoona.

Yoona hanya bisa membeku di tempat. Rasanya kakinya tak mampu digerakkan sedikitpun.

Namun sialnya ajusshi itu semakin mendekat. Yoona sudah pasrah. Tubuhnya serasa lumpuh— tak mampu digerakkan sedikit pun. Bahkan hanya untuk menarik napas pun rasanya sungguh berat.

“Hey, anak manis. Cantik sekali kau, sayang…”

Uh! Bau alkohol! Tamatlah riwayat Yoona.

“SESEORANG TOLONG AKU! KU MOHON!!” Yoona berteriak kencang. Berharap Tuhan akan memberikan keajaiban, mengirimkan seseorang yang akan menolongnya dari ajusshi yang tengah mabuk ini.

Hyaa, gadis bodoh! Kau minta tolong pada siapa uh? Jalanan ini sepi dan hanya ada kita berdua.”

Yoona semakin ketakutan, “SIAPA PUN! AKU MOHON TOLONG AKU!!!” Yoona berteriak sambil menangis dan menutup matanya karena ia amat ketakutan.

Hyaa! Ajusshi! Menjauhlah dari chingu-ku!” teriak seseorang.

Yoona membuka matanya perlahan. Jjong? Jonghyun? Kim Jonghyun datang untuk menolongnya!

Hyaa, namja cebol! Sok sekali kau! Jangan coba-coba ikut campur. Ck, kau pikir kau bisa melawanku?”

Jonghyun buru-buru menarik Yoona–menjauhkan Yoona dari jangkuan ajusshi itu–. Yoona hanya bisa berlindung di belakang pundak Jjong.

Bukk! Satu tinju melayang di wajah Jjong. Jjong yang belum siap akan serangan tiba-tiba itu kontan langsung terjatuh. Seakan belum puas, ajusshi itu menendang Jjong bahkan tak lupa menghadiahkan beberapa pukulan kesuluruh badan Jjong.

***

Setelah Yoona menjerit melihat Jjong ambruk, orang-orang berdatangan untuk menolong. Yoona buru-buru melingkarkan lengan Jjong kebahunya.

“Jonghyun-a, wae irae? Gara-gara aku kau jadi babak belur begini. Neo ppabo-yya! Hiks. Jelas jelas kau itu tak bisa bela diri apapun, malah dengan sok menantang ajusshi itu. Hiks,” Yoona mengomel sambil menangis.

Jjong hanya tersenyum kecil dan mengelus-elus kepala Yoona.

“Yoona-ya, sudah malam. Mau ku antar pulang?” tawar Jjong.

Yoona memukul kepala Jjong, “Hyaa! Neo ppabo? Badanmu sudah remuk begini kau mau mengantarku? Yang ada aku yang harus mengantarmu pulang. Dimana rumahmu?”

***

Yoona sampai dirumahnya dengan selamat setelah eomma-nya menjemput Yoona dirumah Jjong.

Hyaa, Yoona-ya! Mengapa senyum-senyum sendiri?” tanya eomma-nya.

Yoona sontak kaget. Tak menyadari bahwa semenjak pulang dari rumah Jjong, lengkungan di bibirnya itu tak lepas dari wajahnya, “Sejak kapan aku tersenyum? Omo! Jangan-jangan aku sudah gila!”

***

Yoona tak kunjung bisa tidur. Dikepalanya kini hanya ada Jonghyun dan Jonghyun. Otaknya memutar kembali kejadian saat Jjong menolongnya tadi. Walau berat untuk mengakuinya, dalam hati Yoona senang sekali saat Jjong bersikap heroik seperti tadi. Rasanya Yoona seperti seorang putri yang diselamatkan oleh pangerannya.

Drrrt…Drrt…

Ponsel Yoona berdering, menandakan ada pesan baru di inbox-nya.

From: Jonghyun Kim

Yoona-ya, maafkan aku yang telah membuatmu kesusahan. Maksudku padahal ingin menolongmu, apa daya aku malah babak belur >///< Jeongmal mianhae, Yoona-ya T^T

Yoona tersenyum membaca pesan lucu dari Jjong. Setelah membalas ‘gwaencanha’ pada Jjong, Yoona pun akhirnya bisa tertidur. Tentu saja sambil memimpikan Jjong dalam tidurnya ^^

***

Esoknya Yoona datang hampir berbarengan dengan Jjong. Jjong tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Yoona. Wajah Yoona sontak memerah saat mengingat kejadian semalam.

“Yoona-ya, annyeong!” sapa Jjong.

A-annyeong,” jawab Yoona ragu.

***

“Yoona-ya, sore ini mau pulang bersamaku tidak?” tanya Jjong.

Yoona hampir menjawab ‘ya’ ketika sahabatnya datang.

“Hah? Apa aku tak salah dengar? Kau mengajakku pulang bersama? Hahahaha tentu saja aku tidak mau,”

Jjong menatap sedih dan pergi meninggalkan Yoona.

Selang satu menit kemudian, ponsel Jjong bergetar. Ada satu pesan baru dari Yoona.

Jjong, kita pulang bersama ok? Kita bertemu di gerbang belakang sekolah. Setengah jam setelah bel pulang.

Jjong mengerutkan keningnya–bingung–. Bukankah Im Yoona tadi jelas jelas menolak ajakan pulangnya? Lalu, apa maksunya pesan Yoona ini?

***

Sudah seminggu ini Yoona dan Jjong tak pernah absen pulang bersama. Namun, Yoona ini seperti punya kepribadian ganda. Jelas-jelas hubungan Jjong dan Yoona cukup dekat, tapi Yoona selalu pura-pura tak kenal Jjong saat berada didekat sahabatnya.

“Yoona-ya, kemarin aku melihatmu pulang bersama dengan Jjong.”

Yoona buru buru menggeleng, “Anio. Mana mungkin aku pulang bersama dia? Hahaha. Kau pasti salah lihat.”

Geuraeyo? Oh. Padahal tidak apa loh kalau kau memang ada hubungan dengan Jjong hihi. Kau membalas cinta Jjong, apa salahnya?”

Namun Yoona tetap mengelak dan tak mau mengaku.

***

Sore ini, Jjong dan Yoona pulang bersama lagi. Perlahan tapi pasti, Jjong mencoba memegang tangan Yoona. Diluar dugaan, Yoona menyambutnya. Mereka pun berjalan sambil berpegangan tangan.

“Yoona-ya, a-aku. Bolehkah aku menyatakan sesuatu?” tanya Jjong.

Yoona mengangguk, “Marhaebwa…

Jjong menarik napas pelan, “Aku menyukaimu, Im Yoona. Aku tahu pasti kau sudah tau ini sejak lama. Hanya saja aku belum menyatakannya langsung kan? Yoona-ya, maukah kau jadi yeojachingu-ku?”

Yoona senang bukan kepalang. Beribu kali pun Yoona menepis kenyataan bahwa ia sudah mulai menyukai Jjong, hati Yoona tak bisa dibohongi. Yoona juga tak tahu jelas kapan persisnya ia mulai menyukai Jjong.

N-na…” hampir saja Yoona akan mengakui bahwa ia juga sejujurnya menyukai Jjong. Tapi ia teringat sahabatnya. Apa yang akan dikatakan sahabatnya dan orang-orang lain kalau Yoona menerima cinta Jonghyun? Yoona gengsi. “Aku akan menjawabnya besok, Jjongie,

***

Malamnya, Yoona tak bisa tidur. Ia dilema. Dia bingung apa yang harus ia lakukan. Apakah ia harus mengedepankan gengsi atau memilih perasaanya?

Ia sungguh mencintai Kim Jonghyun. Hanya saja ia malu dan gengsi untuk menyatakannya.

Bagaimanapun Yoona dan Jonghyun adalah dua sosok yang sangat bertolak belakang. Berbeda. Yoona merasa ia terlalu sempurna untuk Jjong.

Yoona adalah primadona di sekolahnya. Sedang Jjong adalah anak yang suka bolos. Yoona sangatlah cantik. Yoona adalah siswi terpintar disekolah, sedang Jjong siswa dengan peringkat terakhir dikelasnya.

Semua guru menyenangi Yoona, Yoona adalah anak emas yang selalu dielu-elukan. Sedangkan Jjong? Bad boy yang hobinya cabut pelajaran.

See? Yoona merasa Jjong tak pantas untuk mendapatkan Yoona yang hampir sempurna. Tapi, hatinya berkata lain. Hatinya menerima Jonghyun apa adanya. Tak peduli kalau Jjong itu bad boy atau apapun.

***

Saat istirahat, Jonghyun mengagetkan sekolah mereka. Jjong ‘menembak’ Yoona di depan umum.

Well, sebenarnya semua orang sudah tahu kalau Jjong menyukai Yoona. Tapi mereka salut pada Jjong yang berani menyatakan cintanya di depan umum.

“Im Yoona, aku… Kim Jonghyun, menyukaimu. Aku tahu aku sangat tak pantas untukmu. Namun, bisakah kau memberikanku satu kesempatan? Aku bersedia berubah untukmu,”

Teriak ‘uuuuuuu’ terdengar dimana-mana. Namun Yoona tetap mematung.

“TERIMA ! TERIMA! TERIMA!” jerit koor dadakan yang sedang menonton pernyataan cinta secara live itu. Yoona masih dilema.

Sejujurnya, semalam Yoona sudah memutuskan akan menerima Jjong. Tapi dengan syarat mereka akan backstreet. Tapi jika Jjong menembaknya di depan umum seperti ini, Yoona harus bagaimana? Yoona terus memikirkan pendapat-pendapat sahabatnya jika ia menerima Jjong.

Akhirnya, Yoona mengenyampingkan perasaan dan hatinya. Gengsi Yoona terlalu tinggi.

Hyaa, kau berani menyatakan cinta padaku? Daebak. Berani sekali kau. Tapi dengar ya, Kim Jonghyun. Aku, Im Yoona, tak pernah mencintaimu. Tak akan pernah. Jangan bermimpi!”

Jawaban Yoona begitu menusuk hati Jjong dalam. Jonghyun sakit hati. Ia tak menyangka Yoona bisa sekejam ini padanya. Jadi apa maksud sms-sms Yoona selama ini? Kenapa juga Yoona mau pulang bersama Jjong? Dan kenapa kemarin Yoona menyambut genggaman tangannya jika ia tak punya rasa apapun pada Jjong?

Hati Jjong terlanjur sakit. Luka yang Yoona torehkan terlalu dalam. Dalam hati Jjong menyesal telah menyukai gadis angkuh bermuka dua itu. Cih.

***

“Yoona-ya, aku rasa kau terlalu kasar pada Jjong tadi. Kata-katamu sungguh menusuk. Aku rasa kau harus minta maaf Yoona-ya,”

Perkataan sahabatnya tadi terngiang-ngiang di kepala Yoona. Yoona merutuki kesalahan fatalnya tadi.

Iya sungguh berlebihan dan sudah keterlaluan. Ia yakin Jonghyun pasti sakit hati.
Sudah puluhan kali Yoona mencoba menghubungi Jjong. Namun hasilnya masih tetap sama. Ponsel Jjong tak bisa dihubungi.

Yoona menangis deras. Ia menyesal. Menyesal karena telah mementingkan ego dan membohongi dirinya sendiri.

Hatinya sama sakitnya dengan Jjong–atau mungkin lebih?–.

***

Esoknya Yoona datang kesekolah pagi-pagi buta. Yoona ingin segera bertemu Jjong. Ia ingin menelan ludahnya sendiri. Ia sudah berpikir matang-matang semalam, ia akan menarik kembali seluruh perkataannya. Ia tidak akan lagi memikirkan ego dan apa kata orang.

Ia yakin, Jjong akan menerima dirinya kembali. Bukankah Jjong begitu mencintai Yoona?

Tak terasa bel masuk sudah berbunyi. Bangku Jjong masih kosong tak berpenghuni. Tak biasanya Jjong datang terlambat.

***

“Sooyoung-ah, kok seharian ini aku tak melihat Jjong ya? Apa ia sakit?” tanya Yoona pada sahabatnya.

“Oh? Kau tak tahu? Jjong pindah sekolah. Ia pindah ke sekolah seni. Tadi pagi songsaengnim bilang padaku.”

Yoona membelalakan matanya–kaget–, “Kau pasti bercanda kan, Soo? Kenapa aku bisa tidak tahu?”

Sooyoung hanya mengangkat bahunya tak perduli, “Kukira kau tak peduli pada Jonghyun..”

***

Lima tahun kemudian…

Yoona sudah menikah dengan Choi Siwon. Namja yang bahkan tak ia cintai. Mereka menikah karena hal basi–perjodohan–.

Hidup Yoona datar. Dan sesungguhnya Yoona benci hidupnya.

Bosan, ia menyalakan TV. Kebetulan TV itu sedang memutar MV. Lagunya enak didengar. Yoona sampai memejamkan mata saking terhanyutnya dengan suara lembut penyanyi namja ini.

Penasaran, Yoona membuka matanya dan melihat MV itu. Matanya membelalak ketika melihat sosok namja yang sampai detik ini masih ia cintai–Kim Jonghyun– ada di dalam MV itu.

Aah, paling juga Jjong hanya jadi model di MV itu, pikir Yoona.

Yoona tersenyum-senyum sendiri melihat acting Kim Jonghyun di TV. Dalam hati ia mengagumi Jjong yang sekarang sudah berubah menjadi namja yang sangat amat tampan.

Saat MV selesai, lagi-lagi Yoona dikejutkan. Di akhir MV tertulis di layar: Kim Jonghyun – My Perfect Girl

Omo? Jadi lagu ini Jjong yang menyanyikan?

***

Buru-buru Yoona browsing di internet dengan keyword: Kim Jonghyun

Tak sampai lima belas detik, info-info tentang Jonghyun berebut memenuhi LCD laptopnya.

Kim Jonghyun, penyanyi muda berbakat yang melegenda dengan suara tiga oktafnya

Kim Jonghyun, pria tampan bersuara emas

Kim Jonghyun, penyanyi terkaya se-Korea Selatan

Kim Jonghyun mulai menjajal kemampuan acting-nya

Tak ada satu pun artikel yang menarik perhatian Yoona, sampai ia mengklik tombol next berkali-kali dan menemukan sebuah artikel:

Lagu terbaru Kim Jonghyun, “My Perfect Girl” yang ditulis langsung oleh Jonghyun, terinspirasi dari kisah cinta semasa SMA-nya

Buru-buru Yoona membuka link itu. Ternyata itu sebuah video wawancara langsung dengan Jjong.

“Benar, aku memang terinspirasi dari kisahku sendiri. Kisah cinta pahit, sebenarnya. Dia cinta pertamaku.”

“Omo, Jonghyun-ssi maukah kau menceritakannya pada kami?”

“Baiklah. Yeoja itu, cinta pertamaku. Seperti yang kalian tahu dari lirik lagu baruku, dia hampir sempurna. Dan karena ia merasa sempurna itu, dia menolak cintaku.”

“Omo! Mengapa dia bisa menolakmu Jonghyun-ssi? Bukankah kau juga hampir sempurna? Kau tampan, bersuara merdu, mapan dan genius dalam hal musik?”

“Hahahaha anio, dulu aku culun. Aku bodoh dalam hal akademik. Kurasa karna itu ia menolakku.”

“Jeongmalyo? Sudahlah, tidak usah berlarut-larut dalam masa lalu. Saatnya kau melanjutkan kariermu yang tengah menanjak.
Bolehkah kami tahu inisial yeoja yang sudah pasti menyesal karena menolakmu itu?”

“Ne. Marganya Im, inisialnya IY.”

“Adakah yang ingin kau padakan pada mrs. IY ?”

“IY, gamsahamnida sudah menolakku. Anio, aku tak menyindir. Aku sungguh benar-benar berterima kasih. Gara-gara dirimu, aku memutuskan untuk pindah ke art school dan menemukan bakatku. Lihat, aku mungkin bodoh dalam hal akademik, tapi aku genius dalam hal musik kan? Kkkkk~
Saranku, jangan pernah merendahkan orang lain. Karena roda kehidupan ini berputar, nona. Terima kasih sudah menolakku waktu itu karena gara-gara ditolak itulah, aku bangkit dan menjadi Kim Jonghyun yang baru.
Lagu ini, kupersembahkan untukmu dimanapun kau berada. Lagu ini menceritakan aku yang dulu mencintaimu, my perfect girl. Namja nothing yang menyukai yeoja yang hampir sempurna.”

Yoona tak kuat lagi kala Jjong menyanyikan lagu my perfect girl-nya. Yoona amat menyesal dan menginginkan Jjong kembali padanya. Ia sungguh merindukan Jonghyun.

***

“Sooyoung-ah, yeobseyo?” sapa Yoona di telepon.

Omo! Im Yoona? Apa kabar?” pekik Soo girang.

“Aku baik. Soo-ah, apa kau tahu sekarang Jjong sudah jadi penyanyi nomer satu se-Korea?”

Hyaa! Tentu saja aku tahu. Mungkin kau yang baru tahu? Kau kan setelah tamat SMA langsung pindah ke Belanda dan baru kembali bulan lalu kan? Dua hari lagi Jjong akan mengadakan world tour concert. Dan sebagai opening, ia akan melakukannya di Seoul. Aku diberi tiket gratisnya. Kau mau ikut?” tanya Soo.

“Soo-ya, apa kau punya nomer Jonghyun? Aku ingin menghubunginya.” ujar Yoona mengalihkan topik.

“Aku punya, aku kirimkan ya,”

Tak lama pesan dari Soo pun sampai. Tanpa keraguan, Yoona men-dial nomer Jjong.

“Jonghyunnie, yeobseyo? Ini aku Im Yoona,” ujar Yoona di telepon.

“Im Yoona? Kau siapanya Jonghyun oppa? Kok kau memanggilnya dengan sebutan ‘Jonghyunnie’ sih?”

Yoona kaget. Mengapa yang mengangkat teleponnya bukan Jonghyun. Tapi sepertinya Sooyoung tak salah memberikan nomer.

Mianhaeyo, apa aku salah sambung?” tanya Yoona.

“Jika kau mencari Jonghyun oppa, kau tak salah sambung. Aku, Jung Byulgi. Aku tunangan Jjong oppa. Eh, ania maksudku aku calon istrinya. Seminggu lagi kami akan menikah…”

Yoona menjatuhkan ponselnya ke lantai. Ia tak peduli bahkan jika ponselnya rusak sekalipun. Yoona menyesal menolak Jjong dulu. Ia terlalu angkuh menganggap dirinya terlalu sempurna untuk Jonghyun yang baginya bukan apa-apa.

Dan, penyesalan sayangnya selalu datang terlambat.

***end^^***

Eotte?

Dapet kah moral valuenya?

Mohon maaf juga udah menistakan Jjong oppa + Yoona eonni. Aku gak maksud kok (TuT)

Karakternya aku buat demi kepentingan cerita. Gak ada maksud menjelek-jelekan mereka. Aslinya dua-duanya bias aku kekekekeke~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

21 thoughts on “Yoona’s Regret”

    1. kalau ga terlambat namanya bukan penyesalan. iya ga? hehe
      siapa juga yang bakal nolak Jjong? wkwk sok diambil jjongnya. gratis! #plak

      makasih yaaaa 🙂

  1. Aa byulgi-ya jd ini ff km.. td aku g mrhatiin authornya. tp pas nemu nama km muncul aku br sadar hha..
    Yoona pabo ._.V nyesel kn sekarang ckckk…

    Bagus baguss… aku suka ^^

  2. Moralnya dapet….

    Tp kesan badboynya agak kurang kuat, dikisahkan, dy suka bolos kelas, nakal dsb, tp gak bs beladiri.

    Keep writing author!
    Ditunggu karya yg lain…

    1. alhamdulillah kalau moralnya dapet 🙂
      iya aku ga ngejelasin rinci badboynya.
      iyahaha kayanya aku pas ngetik mabok (?) masa iya bad boy gabisa berantem O.o maaf ya hehe

      makasih ya 🙂

  3. Yoona pabo. Hah! Siapa peduli sama harga diri kalo yang nembak se-perfect Jjong? Aih, gregetan bacanya :\

    Keren, keren. Keep writing yaa ^^

  4. Mwahahaha, aku ngakak pas ada kata ‘cebol’
    Astaga, dibilang pendek udh sering liat, tp baru kali ini kata ‘cebol’ digunakan,wkwkwk

    Hmm, sok gengsi sih ya. Nyesel deh tuh 🙂
    Yaelah Yoon #asal panggil, demen mah demen aja, pake gengsi dan ngehina segala. Tp syukur deh, nyesel=sadar ^^

    Keep writing ya 😀

    1. waaaaaaa ada bibib eonni!

      aduh terlalu kasar ya eon? maaf ._.v #sujud di kaki Jjong oppa
      iya tuh eon, Yoonanya gengsian banget.

      makasih komen+jempolnya ya eon 🙂

  5. Omo! Keren FFnya, Author-ssi! Dan memang penyesalan selalu datang terlambat. T^T

    Deskripsinya simpel, tapi aku suka. Keep writing!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s