Scream – Part 1

Title (*)           : Scream (Part 1)

Author (*)        : Sung Tae Jin

Main Cast(*)   :

  • Jang Eunra (OCs)
  • Lee Taemin (SHINee)
  •  Lee Jinki ‘Onew (SHINee)
  • Kim Taeyeon (SNSD)
  • Kevin Woo (U-KISS)

Support Cast    :

  • Lee Gikwang (B2ST)
  • Yang Yeosob (B2ST)
  • Shin Dongho (U-KISS)

Length(*)         : Sequel

Genre(*)          : AU, Horror, Mystery, Romantic

Rating(*)         : PG – 13

Summary         : You Scream, You Die..

Disclaimer       : Jang Eunra is OCs.. SHINee, B2ST,U-KISS, SNSD, they not mine.. they belong to god..

Author’s Note :Kalo emang mirip sama film Dead Silence , emang aku ngambil darisana ya.. tpi aku ubah gmn2nya..

Langsung aja jgn kbanyakan bacotny, tp klo udh baca jangan lupa RCL..

Happy reading^^

scream (part 1)

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

Cuaca tidak begitu bersahabat mengingat awan yang menangis sepanjang hari dan angin yang menghempaskan beberapa pohon – pohon yang akarnya sudah tak tertanam dengan baik. Seorang yeoja yang berniat pergi ke sekolahnya pagi ini terpaksa menumpuk bersama manusia – manusia lain yang menunggu datangnya bus di halte. “ Kenapa hari ini tidak membiarkanku untuk menjalani hidupku yang tenang? “ keluh yeoja itu sambil memaksakan dirinya menghentakkan kaki kecil namun senjangnya itu walaupun tempat tak memungkinkannya.

“ Eunra, is that you? “ Seorang yeoja yang baru saja memaksakan dirinya masuk ke kerumunan yang semakin merapat memanggil yeoja yang sedari tadi terjebak disana. “ Ya! Taeyeon – ah! Biasanya kau.. “ “ Diantar menggunakan mobil yang berisi 2 namja berotot yang kau tahu itu sebagai bodyguardku? Aku tak akan melakukannya lagi! Aku benci hal itu. Dan mungkin Appa sudah tahu akan hal itu. Tapi sepertinya, cuaca bahkan melarangku. “

“ Kau tahu, cuaca akan menuruti voting terendah di kehidupan. Sama halnya dengan keberuntungan. “

“ Kau selalu bisa menghancurkan kata demi kata bijak menjadi sesuatu yang logika. “

“ Adalah kemampuanku menghancurkan kata bijak dengan waktu singkat. “

“ Ne.. Arasso.. Bus sudah datang. Palli! “

********************

“Ya! Eunra! Tadi chagimu mencarimu. Katanya ia ingin mengajakmu juga beserta chingumu yang satu ini liburan musim panas bersama. “ Ujar Yeosob yang setengah berlari ke arah dua yeoja yang baru saja tiba. “ Just us? Maksudku.. Tak ada yeoja lagi yang akan ikut? “ Tanya Eunra menunjuk dirinya dan Taeyeon. “ Siapa lagi yang akan kau ajak? Ibumu? Pembantumu? Atau orang tua yang sedang menjual makanannya disana? “ Tanya Yeosob menunjuk kantin yang ramai. “ Baiklah.. kapan dan kemana? “ Tanya Eunra.

“ Besok, dimana hari pertama libur, ke Jeju lah pastinya! Kau tahu bahwa Appa Taemin baru membeli villa disana ‘kan? “ Yeosob memastikan bahwa chagi chingunya ini tahu luar dalam dari chingunya ini. “ Tentu saja. Aku bahkan sudah tahu saat villa itu direncanakan dibeli. “ Dengan sombongnya Eunra menjawab dengan pasti seolah membalas ujian Yeosob. “ Baguslah bila begitu. Kajja. Temui chagimu. “ Ujar Yeosob sambil berjalan disusul kedua yeoja dibelakangnya.

“ Chagiya! “ Suara Eunra yang seperti anak TK ini ditoleh oleh Taemin yang sedang santainya duduk bersama 3 chingunya itu. “ Wae, nae aegi? “ Tanya Taemin sambil merangkul lalu mencium pipi chaginya ini. “ Ya! Kau sangka sekolah adalah rumahmu? Kau menciumku di depan banyak orang. “ Keluh Eunra. “ Sesekali. “ Taemin menjawab dengan santai sembari mencubit pipi Eunra yang semakin melar karena setiap hari dicubiti oleh Taemin.

“ Chagi, nugu? “ Tanya Eunra yang perhatiannya tertarik pada wajah manis dari namja yang baru ia lihat itu. “ Ah.. Dia Kevin. Baru beberapa hari ini masuk disini. Kupikir ia menarik, jadi kuajak bersama kami saja. “ Ucap Taemin.

“ Kevin imnida. Aku sebangku denganmu. Bangku kosong yang di ujung sana, punyamu ‘kan? “ Tunjuk Kevin pada bangku dekat jendela paling belakang. “ Akhirnya ada juga yang menemaniku di bangku itu. Aku kesepian. “ Kata Eunra sambil memainkan jari Taemin yang sedari tadi merangkulnya. Kevin hanya tersenyum kecil. “ Hah.. Aku lapar. Ada yang mau ikut? “ Semuanya diam melihat satu sama lain ketika Taeyeon memutuskan untuk memberi apa yang perutnya inginkan. “ Ya sudah.. “ Taeyeon akhirnya pergi sendiri.

“ Onew-ah.. Kau bilang kemarin, kau suka dengan Taeng ‘kan? “ Onew yang tidak perlu aba – aba ini mukanya seketika memerah mendengar pernyataan Yeosob. Untung saja Taeyeon sedang pergi membeli makanan di kantin. “ Akan kupastikan liburan ini menjadi momen penting. “ Ucap Taemin sambil tertawa. “ Maksudmu apa? “ Tanya Onew. “ Maksudnya, kami akan membuat kalian menjadi benar – benar menjadi kekasih. Lagipula Taeng bilang ia juga suka padamu. “ Sambung Eunra. Onew hanya mengangkat kedua bahunya dan pasrah. Karena bila chingunya ini sudah bertindak, tak ada lagi yang bisa menghentikan mereka.

********************

Eunra’s House, 08.00 A.M KST

“ Kalian ingin liburan, atau ingin pindah? “ Tanya Eunra yang heran karena barang bawaan para namja, termasuk Taemin, bahkan melebihi barang bawaan seorang yeoja. “ Chagi, ini bukan barang bawaan kami. Ini titipan dari Appa. Karena rumah itu masih agak kosong dengan barang – barang hias dan orang yang menjaga disana pun kekurangan alat – alat memasak. “ Jelas Taemin sambil membuka salah satu tas yang berisi alat – alat masak. “ Jadi disana ada yang menempati? “ Tanya Eunra penasaran. “ Setidaknya itu kata Appa. Aku saja belum pernah bertemu dengan penjaga villa disana. “ Jawab Taemin lalu masuk kedalam mobil yang mengantarkan mereka ke kapal milik Taemin yang sudah menunggu.

Sesampainya di dermaga, Eunra dan Taemin yang lebih memilih untuk duduk diatas kapal dan yang lain hanya menikmati angin laut di bawah kelihatan sangat tak sabar menuju villa Taemin. “ Yang diatas, tak bisakah mereka sehari saja tak bermesraan? “ Ujar Taeyeon. “ Mereka memang begitu Taeng. Sudahlah.. Sebentar lagi juga kau akan merasakannya. “ Yeosob sedikit menggoda Taeyeon yang sama sekali tidak sadar dan mengerti akan makna dari perkataan yang terlontar tadi.

“ Chagi, kira – kira disana tempatnya strategis tidak ya? “ Tanya Eunra. “ Aku tak tahu chagi, tapi yang pasti kau akan senang disana. Aku mengajakmu kesana untuk lebih sering berduaan denganmu. “ Jujur Taemin sambil mengelus lembut kepala yang bersandar di dadanya itu. “ Kekeke.. Iya juga. Kita tak pernah berduaan walaupun sering berdua kemana – mana karena mereka yang ada di bawah sini selalu ada di sekitar kita. “ Eunra menunjuk ke bawah sambil tertawa. “ Jadi silahkan berduaan sebelum waktu liburan habis ya! “ Teriak Onew dari bawah. Baik yang ada di atas maupun yang di bawah semuanya tertawa.

Cuaca yang kemarin sempat tak bersahabat itu kini menunjukkan kebaikannya pada makhluk bumi untuk menikmatinya. Pana matahari yang tidak terlalu menyengat serta angin yang menerpa seakan mendukung mereka untuk melakukan kegiatan sesampainya nanti di Jeju.

********************

Jeju Island, 07.00 P.M KST, Night After arrived

“ Kemana saja kau hari ini bersamanya? “ Tanya Taeyeon yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat chingunya yang juga baru datang ke kamar setelah terakhir kali ia melihatnya diajak mengelilingi Jeju bersama Taemin. “ Berjalan di sekitar pantai. Akhirnya aku bisa berduaan. Dan kau tahu, untuk pertama kalinya kami.. Kisseu. Karena selama ini kalian pasti mengganggu kami. “ Taeyeon yang terkejut langsung mendekati Eunra. “ Jeongmal? Ceritakan! “ Taeyeon seketika itu juga tertarik. “ Kukira ia bukan pencium yang handal, mengingat akulah yeoja pertama yang ia pacari, namun.. “ Eunra memotong pembicaraannya karena mendengar Yeosob berteriak memanggil mereka. “ Eunra! Teruskan dulu! “ Taeyeon berteriak mengejar Eunra yang memang sudah lapar. “ Dan kau percaya? “ Tanya Eunra sambil berjalan pelan menuruni tangga. “ Jadi itu bohong? “ “ Tentu saja! “ Eunra mengeluarkan mehrongnya dan berlari ke meja makan.

Suasana malam itu seperti suasana kerajaan. Meja yang panjang dengan makanan yang berlimpah yang belum tentu akan dimakan serta lilin – lilin yang menghiasi meja itu menambah kesan masa kerajaan yang jarang ditemui sekarang. “ Chagi, mana Gikwang? Kasihan ‘kan dia makan sendiri. Kita ajak disini saja ya? “ Cakap Eunra yang hendak duduk disebelah Taemin. “ Kami tadi sudah menawarinya, tapi ia menolak dan memilih makan di dapur ketimbang dengan kita. “ Jelas Taemin. “ Hmm.. Arasso. Ayo makan. “ Ajak Eunra yang disusul dengan keributan khas makan. Semuanya terdengar ribut hanya karena alat – alat makan yang saling bertemu. Terlalu sunyi karena tak ada seorang pun yang berbicara.

“ Kevin-ah. Dari terakhir kali kita berbicara di kelas, kau tidak pernah berbicara lagi denganku. “ Eunra mencoba memecahkan keheningan. “ Hmm.. Anni. aku hanya.. Aku memang tidak banyak bicara dari kecil dulu. Aku tak terbiasa untuk berbicara langsung pada orang. “ Kevin sembari makan, menjawabnya dengan suara yang pelan dan agak malu – malu. “ Satu hal yang harus kau penuhi bila kau menjadi teman kami, cobalah untuk membiarkan seseorang mempercayaimu dan biarkan kau mempercayai orang lain. “ Ujar Yeosob dengan mulutnya yang penuh. “ Dan.. Kau harus bersikap ramah. “ Sambung Onew yang kedua tangannya dilengkapi oleh ayam.

“ Arraso. Aku akan mencobanya. “ Kevin sedikit menunduk yang disusul dengan anggukan dari yang lain. Suasana kembali hening beberapa detik, setelah sesaat kemudian Taemin mengajak bermain. Hangat, mungkin itulah rasanya sekarang.

Namun dibalik kehangatan, ada sesuatu yang mengganjal dari masing – masing perasaan mereka. Seperti ada orang lain yang sedang ikut makan bersama mereka. Karena mereka sedari tadi mendengar suara lain yang sedang makan. Dan itu terdengar jelas sekali. Mereka memutuskan untuk berpikir bahwa itu adalah Gikwang dan menyimpan kejanggalan itu sendiri – sendiri.

Acara makan memakan dilanjutkan dengan acara berkumpul. Kali ini sepertinya Gikwang lebih memilih ikut. Gikwang rupanya lebih diam daripada Kevin. Kevin yang mulai bisa beradaptasi dengan keadaannya berteman dengan sekumpulan orang yang tak pernah habis suara untuk terus berbicara fakta maupun fiksi itu. Gikwang hanya sesekali tertawa menunjukkan giginya yang besar. “ Gikwang, kau sekolah ‘kan? “ Tanya Eunra kemudian. “ Ha? Anni.. Aku tak sekolah. tuntutan perut membuatku berhenti sekolah. apalagi aku hanya sendiri sekarang. “ Gikwang menjelaskan. “ Maksudmu tinggal sendiri? “ Tanya Taeyeon.

“ Ne, aku tinggal sendirian sekarang. Orang tuaku sudah meninggal dan saudaraku yang lain sudah menikah dan mempunyai rumah sendiri. Mereka bahkan tak pernah menghubungiku lagi dan aku tak tahu lagi mereka dimana. “ Cerita Gikwang membuat semuanya diam.

KREKK

Bunyi kayu terdengar. Semuanya tambah diam. “ Apakah ini film horror atau sebagai macamnya? “ Tanya Yeosob. Api yang berada di ruang tengah yang diketahui sebagai api elektronik itu meredup. Lampu – lampu disana juga ikut meredup perlahan. “ Aku akan mengecek lampunya. Kalian tinggalah disini. “ Ujar Gikwang lalu pergi keluar ruang tengah. “ Ya.. Kau tak pernah bicara bila villa ini adalah villa tua. “ Keluh Taeyeon yang tanpa disadari tangannya sudah melingkar di tangan Onew karena efek ketakutan. “ Kevin, coba kau susul Gikwang. “ Perintah Onew. Tanpa basa – basi, Kevin langsung pergi berbekalkan cahaya ponselnya.

Waktu demi waktu berlalu. Kevin belum juga kembali sejak terakhir Onew menyuruhnya untuk menyusul Gikwang. Begitu juga dengan Gikwang. Mereka berlima memutuskan untuk menyusul kedua namja yang membuat jantung mereka berdetak dua kali lebih kencang.

“ Kevin-ah! Gikwang-ah! Eodieya?! “ Teriak Onew menggema di seluruh ruangan. Eunji berjalan lebih cepat untuk sampai ke gudang dimana kendali rumah, baik api, lampu maupun penghangat ruangan berkumpul. Sesampainya di gudang, tidak seperti gudang pada fungsinya, gudang disini sangatlah kosong tanpa ada satupun barang disana. Yang terlihat hanyalah ruang kosong dengan dua pintu kecil, pintu keluar dan pintu kendali. “ Kalian tunggu saja disini. Aku yang masuk. “ Eunra yang kesal karena keetiga orang chingunya itu ragu – ragu dalam melangkah. Taemin yang ingin mencegahnya memutuskan untuk diam dan merapat kedua orang yang sedari tadi saling merangkul. Sementara Yeosob lebih baik menjauh dari ketiga orang yang ketakutan.

“ Gikwang-ah.. Kevin-ah.. “ Eunra berjalan dengan perlahan setelah ia baru saja sampai di ruang kendali. Ternyata ruang kendali berbentuk seperti lorong. Terlalu banyak pintu dan gelap. Ia terus berjalan sampai terlihat kabel – kabel dan seorang namja sedang jongkok disana. “ Gikwang-ah.. Itukah kau? “ Tanya Eunra. Suaranya bahkan tak terdengar oleh dirinya sendiri. “ Gikwang-ah.. “ Ia memperkeras volume suaranya sambil terus berjalan.

Namja itu berdiri. Dia terlihat seperti siluet dengan palu yang ada di tangan kirinya. Suara Eunra seperti tercekat. Ia menutup mulutnya dengan satu tangannya yang tak memegang apa – apa. Ia mengarahkan lampu ponselnya dan bernapas lega karena yang ia lihat adalah Gikwang. Seketika itu juga lampu menyala. “ Gikwang-ah! Jangan mengagetkanku. “ Keluh Eunra. “ Mian.. Kukira siapa. “ Ujar Gikwang.

“ Mana Kevin? “ Tanya Eunra sambil melirik – lirik. “ Yeosob? Bukannya dia dengan kalian tadi? “ Pernyataan Gikwang membuat mata Eunra melebar. Ia menarik Gikwang keluar dari lorong menakutkan itu.

“ Taemin-ah! Kevin bersama kaliankah? “ Namun yang Eunra lihat hanyalah emat orang yang bernapas lega.

“ Kevin? Bukannya ia menyusulmu? “ Tanya Taemin yang terlonjak kaget bahkan ia belum sempat menanyakan keadaan aegi kesayangannya itu. “ Dia bahkan tak menemuiku tadi. “ Jawab Gikwang yang sama – sama kebingungan karena hilangnya Kevin. “ jadi dimana dia?! “ Bentak Taeyeon yang juga tambah panik. “ Taeyeon-ah.. Calm down.. “ Onew refleks mengelus lembut pundak Taeyeon. “ Kita tidak bisa mencarinya sekarang. Lampu juga akan redup dua puluh menit lagi. Kita bisa cari besok saja. “ Jelas Gikwang. “ Kau gila?! Kau menunggu keselamatan teman kami demi lampu?! Bagaimana jika kau yang ada disana, babo?! “ Nada suara Eunra semakin meninggi seperti emosinya yang sama sekali tidak bisa dikontrol olehnya. “ Tapi.. Gikwang benar, chagi. Kita tidak bisa mencarinya dengan keadaan gelap gulita. “ Usul Gikwang disetujui oleh Taemin. “ Tak apalah.. Bila kita mencari sekarang, keselamatan kita yang akan terancam. “ Ujar Taeyeon. “ Arasso.. Tapi pastikan bahwa besok kita akan mencarinya. “ Yang lain kemudian kembali ke kamarnya masing – masing.

“ Aku mengawasimu, Gikwang.. “ Bisik Eunra pada Gikwang. Gikwang terlihat bingung dan heran pada Eunra.

Someone’s POV

Tak kusangka ia begitu cepat memutuskan yang salah dan yang benar. Aku salut padanya. Namun nae Eunra, kau terlalu polos untuk bisa mencari jawaban dari semua teka – teki yang telah kusiasati untuk membalas dendamku pada orang tuamu dulu, Jang Eunra.. Ini baru awal.. sebentar lagi kau akan menemui hal yang lebih daripada ini.

Someone’s POV End

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

28 thoughts on “Scream – Part 1”

  1. some one ntu siapakah????
    apakah Gikwang???menurut aq sih bgt…
    apa ada sangkut pautnya dgn kematian orang tua gikwang dgn orang tua eunra????
    aaaahhhhhh molla,terseraj athour nya deh…
    Next Part nya ya thor….
    🙂
    🙂
    🙂

  2. aaah, dah lama gak nemu cerita dengan genre ini..
    mulai mencekam pas di akhir… tapi belom bisa nebak someone-nya siapa. otak detektifku lagi lumpuh sepertinya =_____=”
    lanjutannya ditunggu~~~~

  3. Siapa someone POVnya.
    Ga mungkin Kevin, tapi mungkin Kevin. Atau YooSeob, TaeMin, atau Gi Kwang.
    Entahlah, yang penting author lanjutin
    Seru author. Lanjutannya di tunggu (งˆ▽ˆ)ง

  4. eh, thor, kirain ada Donghonya.. tapi kok ga ada ya? Padahal udah berharap2 ada Donghonya.. Ato jangan2 yang Someone POV itu Dongho.. tapi ga jelas juga sih Dongho itu sapa nya dia jadi bingung sendiri :3

  5. thor… dialognya kok nyatu-nyatu gtu sih? paragrafnya tebel-tebel, saya jadi susah bacanya, kadang ampe ngulang dua kali. maklum, otak saya lagi lelet.
    main tebak-tebakkan, ya? tunggu clue ke duanya dulu deh.

  6. waw angst ya? Baru nemu.. Kereen

    Aku ngebut dulu ya? Bist liat cerita ini setelah liat ada part end.. Haaa

    ga papakan thor? Heee[- _-]

  7. waw angst ya? Baru nemu.. Kereen

    Kyanya ci someone pov itu si taem taem y? felling aza loch,#sok tahu

    Aku ngebut dulu ya? Bist liat cerita ini setelah liat ada part end.. Haaa

    ga papakan thor? Heee[- _-]

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s