Forever Friend, Forever Love

Title : Forever Friend, Forever Love

Author : Ekikum

(Main Cast : Kim Jonghyun (SHINee), Lee Ji Kyo (OC)

Support Cast : Kim Nana (OC), other member of SHINee

Lenght : Oneshot

Genre : Fluffy, Romance, Friendship

Rated : General

A/N : FF kedua saya disini. Maaf buat FF kemarin yang sempet buat bingung para reader sekalian. Semoga FF kali ini lebih baik dgn cover buatan aku sendiri. Silahkan dibaca. FF ini pernah di publish di FB ku >>

 http://www.facebook.com/HilddaEky

Cover

Seorang gadis dengan seragam SMU-nya berlari tergesa-gesa menuju ruang kelas. Menerobos kerumunan siswa-siswi yang tengah bergelut dengan kesibukan mereka masing-masing. Kakinya terus melangkah kuat, seakan tak ada yang mampu menghentikannya meskipun ada badai topan sekali pun.

Perlahan ia menghela nafasnya yang berat, melihat tiap sudut ruang kelasnya yang kosong, kecuali seorang namja yang duduk di sudut ruangan dengan buku komiknya. Gadis itu mendengus pelan kemudian berlari menghampiri satu-satunya orang yang berada di dalam kelas tersebut.

Ne chingu-ya!” pekik gadis itu.

Mwo? Kau baru datang? kemana saja kau, Piggy?” namja itu kini terfokus dengan lawan bicaranya.

“Sepedaku bocor, terpaksa aku tinggal di bengkel. Kau sendiri? Masih sibuk dengan komik Fairy Tail-mu. Mana yang lain?”

“Mereka sedang ke laboraturium, Mr. Park sedang meremidi siswa yang tidak lulus ujian biologi kemarin,” namja itu kembali berkutat dengan komiknya.

“Wah.. berarti kau satu-satunya yang tidak ikut remidial? Bagaimana denganku?”

“Lee Ji Kyo yang manis, Kau kan mencontek pekerjaanku, tentu saja kau lulus!” dipukulnya pelan kepala gadis yang ada di depannya itu.

“Uh.. Jonghyun-ah, appo!” rengek gadis dengan panggilan piggy itu manja.

Mereka berdua adalah Kim Jonghyun dan Lee Ji Kyo, sahabat sehidup semati dari bangku sekolah dasar. Jonghyun adalah seorang yang jahil, namun dibalik kejahilannya, tersimpan kehangatan yang hanya sahabat dekatnya saja yang tahu. Walaupun sedikit playboy, tapi urusan berteman, dia adalah yang paling setia.Ia adalah salah satu siswa tercerdas di kelasnya, itulah mengapa Ji Kyo kerap memanfaatkan kecerdasan Jonhyun.

Ji Kyo sendiri punya sifat yang bijaksana dan sedikit ceroboh, Jonghyun Sangat tidak suka dengan sifat ceroboh Ji Kyo yang sering di bodohi teman-temannya. Tidak jarang pula tangan Jongyun mendarat ke kepala Ji Kyo untuk sekedar menyalurkan rasa dongkolnya dengan kebodohan sahabatnya itu. Sepertinya bisa kita simpulkan, mereka berusaha saling melengkapi.

***

Cinta dan Sahabat

 

Ji Kyo POV

Aku menatap langit biru yang kini memayungiku dari sinar matahari yang begitu terik di siang ini. Aku pikir kali ini awan sedang berbaik hati kepadaku karena melindungiku dari sinar matahari yang sangat menyengat. Kepalaku terus berputar seakan mencari keberadaan seseorang yang aku pun tidak tahu siapa itu. Hatiku terus mengharapkan soksok yang kini terlintas di benakku.

“Ya, Piggy! Kau sedang apa?” suara yang terdengar familiar itu memekakan telingaku.

“Jonghyun-ah, berhenti memanggilku ‘Piggy’! Kau mau mati?!”

“Tidakkah kau sadar, wajahmu berubah menjadi merah muda seperti babi ketika kau berbicara denganku,” Jonghyun duduk dan menyandarkan tubuhnya di bangku yang tidak jauh dariku.

Benarkah begitu? Ada apa denganku?

“Kau tahu rasanya jatuh cinta tidak?” spontan mataku mendelik ke arah Jonghyun tajam. “Mana aku tahu, sepertinya aku belum pernah merasakannya,” jawabku asal.

“Aku rasa aku sedang jatuh cinta.”

MWO?” aku terjatuh dari bangkuku sendiri karena terkejut dengan kalimat yang baru saja terlontar dari bibir Jonghyun.

“Ekspresimu berlebihan,” matanya berpaling ke arah lain.

“Memangnya kau sedang jatuh cinta dengan siapa?” aku membenarkan posisi dudukku kembali.

“Seorang gadis, sebenarnya aku juga bingung mengapa aku bisa menyebutnya ‘cinta’ kalau aku tidak tahu definisi dari kata itu sendiri. Dia orang yang baik dan cukup dekat denganku. Dia sering membantuku walau semua orang menjauhiku, aku menyukainya,” dengan penuh antusias Jonghyun menceritakan soksok gadis yang ia sukai.

Bodohnya, kenapa aku harus mendengarkan ceritanya? Ada rasa cemburu yang terselip di dalam benakku. Siapa gadis beruntung itu? Aku pikir satu-satunya gadis yang dekat dengannya hanya aku atau…. ada yang lain?

“Aku akan menyatakan cinta padanya pada waktu dekat ini, jadi aku mohon dukungan darimu ya, ne chingu, Lee Ji Kyo?” mata Jonghyun memancarkan harapan yang lebih kepadaku. Aku hanya mampu mengangguk pelan.

“Pertama-tama, aku akan membelikannya sebuah kado ulang tahun karena sebentar lagi dia akan merayakan ulang tahunnya, kira-kira kado apa ya? Ada saran, Ji Kyo?”

Apa dia tidak sadar bahwa ada orang yang tersakiti disini? Apa dia mencoba membakar hatiku dengan korek kecil? Ini membunuhku perlahan. Aku pikir aku telah jatuh ke lorong cinta yang salah, lorong cinta tiada ujung.

“Ji Kyo-ah, aku sedang berbicara. Jika kau ulang tahun, kau akan meminta kado apa dari seorang pria yang kau cintai?”

“Aku akan memintanya untuk tetap disampingku, aku tidak mau kehilangan dia,” kupalingkan wajahku ke arah lain, aku takut nantinya Jonghyun akan melihat air mataku yang akan jatuh ini.

“Begitu ya,” Jonghyun hanya mendengus pelan, tampaknya ia tengah memikirkan sesuatu.

***

Author POV

Kini Jonghyun tengah duduk diantara 4 temannya, Taemin, Key, Minho, dan sunbae-nya, Onew. Mereka asyik menatap kerumunan gadis yang tak jauh dari tempat mereka. Gadis-gadis itu tampaknya tak sadar ke-lima pria tampan itu tengah menikmati paras mereka yang anggun.

Yeppo! kau mau pilih yang mana, Taemin?” Minho menyenggol lengan Taemin pelan.

“Tentu saja aku memilihmu, Minho hyung. Kekekeke,” Taemin membalasnya dengan pukulan ringan di pundak Minho, membuat Minho sedikit merintih.

“Kalian ini… menjijikkan,” Key yang masih sibuk dengan PSP barunya terganggu dengan candaan Taemin dan Minho.

“Ah… sudah sudah, kalian ini tidak waras ya? lihat disana, kau lihat, huh? Banyak gadis cantik tapi tidak ada satu pun yang mau berkencan dengan kita, seharusnya kalian prihatin!” Onew menjitak kepala temannya satu per satu, saat tiba giliran Jonghyun, tangannya terhenti karena Jonghyun sudah berhasil menggenggam tangannya terlebih dahulu.

“Ada yang mau berkencan denganku kok,” Jonghyun menhempaskan tangan sunbae-nya itu. Sontak seluruh temannya terkejut dan penasaran dengan gadis bodoh mana yang mau berkencan dengan Jonghyun.

“Nanti, tunggu minggu depan ya kekekeke,” Jonghyun pergi meninggalkan teman-temannya yang masih menganga dengan pernyataan Jonghyun tersebut.

It Hurts

 

Ji Kyo POV

BANG!

Sebuah bola basket berhasil menambah poinku yang tadinya 4 menjadi 5. Ya, kepuasan tersendiri aku bisa bermain basket di tengah keterpurukan diriku. Rasanya aku bisa menyelesaikan masalah dengan poin-poin yang aku raih, tapi rasanya tidak… aku masih bisa merasakan air mataku mengalir melewati pipi yang kini bercampur peluh. Sulit kuungkapkan apa yang baru aku rasakan.

Aku hanya ingin menangis. Kau tahu? Menangis tanpa alasan. Terdengar sangat konyol tapi aku baru saja melakukannya.

Aku menjatuhkan tubuhku di tepi lapangan, mengamati suasana sekitar lapangan basket SMU Myongju, sepi… Hanya tiupan angin yang menemani soreku. Aku merogoh saku dalam ranselku, mencari ponselku yang sepertinya terus berdering.

Yoboseyo,” suara yang aku rindukan sejak siang tadi meyapa sore kelabuku.

Nde, ada apa?”

“Kau ini dimana? aku mau mengajakmu pergi malah kau tidak menjawab panggilanku.”

“Jonghyun-ah, aku sedang bermain basket, aku sibuk,”

“Jadi kau belum pulang? Aku akan menyusulmu kesana, arrachi? tunggu sebentar ya..” Jonghyun segera menutup ponselnya.

Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, aku masih tidak mengerti.

30 menit berlalu, Jonghyun tidak kunjung datang. Kenapa aku masih menunggunya? Sudah tahu dia suka membual, kenapa aku terus menunggunya? Ah.. dia pasti sedang beromong kosong. Bodohnya aku!

Aku melempar bolaku dengan asal dan berbalik mengambil ranselku yang tergeletak di tanah.

HAP!

Sepertinya bolaku tertangkap oleh seseorang. Tidak terdengar suara pantulan dari bola basket itu. Aku menengok ke belakang dan mendapati Jonghyun sedang berdiri di bawah ring dan menggenggam bola basket yang aku lemparkan.

“Masih menungguku?” Jongnhyun tersenyum licik ke arahku.

“Kau pikir kita sedang bermain? Lupakan!” permainan macam apa ini, beraninya dia mempermainan perasaanku.

Mianhada, aku harus pergi ke rumah Onew terlebih dahulu,” Jonghyun menggenggam pergelangan tanganku.

“Makan alasanmu, lepaskan!” ku hempaskan tangan Jonghyun dan kembali meneruskan langkahku.

“Kau ini marah seperti orang pacaran saja,” langkahku terhenti, ada sesuatu yang menahan tenggorokanku untuk berkata. Sesuatu yang ingin aku teriakkan di depan Jonghyun.

“Kau pikir sahabat tidak boleh marah?” aku berkata masih dengan posisi yang sama.

“Em.. ya boleh lah,” ku dengar langkah Jonghyun yang semakin mendekatiku dan kemudian…. mendekapku dari belakang.

“Sahabatku, jangan marah ya. Maafkan aku,” dia berbisik tepat disamping telingaku. Aku menumpahkan air mata yang sedari tadi menggenang di pelupuk mata, kalau Jonghyun sudah berbicara lembut seperti ini, lidahku terasa kelu.

Gwaenchana, aku mau pulang,” aku melepas dekapannya dan berlari menjauh darinya.

***

Author POV

Pagi itu, langit tampak redup. Cahaya matahari yang biasanya menembus jendela kamar Ji Kyo kini tak terlihat. Ji Kyo menghampiri ranselnya yang tersampir di kursi belajarnya, beranjak menuju sekolah. Saat tiba membuka pintu rumahnya, ia melihat seseorang sudah berdiri di depan pintu. Lengkap dengan seragam sekolah dan ranselnya yang Ji Kyo kenal selama ini.

Annyeong haseyo, Piggy!” seru seseorang yang tidak lain adalah Jonghyun. Ji Kyo hanya membalas dengan senyum paksa dan berjalan melewati Jonghyun.

Wae ire? sepertinya ada masalah denganmu,” Jonghyun menyamakan langkahnya di samping Ji Kyo.

“Bukan urusanmu,” kata Ji Kyo dengan nada enggan.

“Kau kan sahabatku, kita harus saling berbagi benar, kan? Kau masih marah ya?” Jonghyun menghadang Ji Kyo dengan berdiri di depannya.

Anni, aku hanya tidak mood berbicara,” Ji Kyo mendorong tubuh Jonghyun pelan.

Jonghyun hanya berdiri mematung menatap kepergian Ji Kyo.

***

Jam istirahat sudah tiba, seluruh siswa keluar dari kelasnya untuk sekedar membeli makanan ringan dan menghapus penat suasana di kelas. Namun, berbeda dengan Ji Kyo. Ia hanya duduk termenung sendiri memandang kosong ke arah luar jendela. Matanya memang menatap ke luar tapi, pikirannya sudah jauh melewati batas angannya. Ia hanya memikirkan persahabatannya dengan Jonghyun yang mungkin sebentar lagi akan berakhir. Mengingat mungkin sebentar lagi Jonghyun akan memiliki kekasih, sehingga ia harus menjaga jarak dari sahabatnya itu agar tidak muncul kesalah pahaman di pikiran kekasih Jonghyun nantinya.

“Ji Kyo-ah, kau tidak ke kantin? Ada makanan baru buatan Bibi Jung loh! Rasanya lezat, kau tidak mencoba?” suara Nana membuyarkan lamunan Ji Kyo.

“Tidak, aku sedang tidak lapar.”

Musseun ilisseo? Apa ada sesuatu yang mengganggumu? Tidak biasanya raut wajahmu seperti ini,” Nana mengambil kursi di depan Ji Kyo dan duduk disitu.

Amugodto annio, apa aku terlihat seperti itu ya?”

“Pasti Jonghyun lagi ya? ah… pria itu, kenapa selalu menusukmu dari belakang?”

“Siapa yang menusuk dari belakang?” suara seorang pria mengalihkan percakapan Ji Kyo dan Nana. Mata Nana melebar seketika ke arah pria yang berjalan mendekati mereka, ia kemudian berlari keluar kelas.

“Kau membicarakanku di belakang ya, geurae?” Jonghyun menepuk pundak Ji Kyo pelan. Ji kyo memandang Jonghyun sekilas kemudian berkata, “Tadi Nana yang membicarakanmu, aku tidak merespon kok.”

“Aku butuh saran lagi, Ji Kyo,” Jonghyun duduk di tempat Nana tadi.

“Katakan saja,” Ji Kyo menjawab tanpa menoleh ke arah Jonghyun.

“Kalau berkencan, bagusnya di tempat seperti apa?”

Ji Kyo menelan ludahnya pelan, lagi-lagi tentang gadis pujaan itu, gumam Ji Kyo.

“Em.. sepertinya Namsan Tower salah satu pilihannya.”

“Itu terlalu biasa, yang lain?” Ia kembali meminta pendapat yang lain.

“Pikirlah, aku tidak pernah berkencan,” Ji Kyo beranjak pergi dari tempatnya namun, tangan Jonghyun sudah mencengkramnya terlebih dahulu.

Seakan sadar dengan tatapan Jonghyun yang tajam itu, Ji Kyo mulai membuka mulut, “Apa lagi?”

“Bagaimana kalau kita bermain ke Lotte World?” ajak Jonghyun.

“Boleh, kapan?”

“Nanti sepulang sekolah, ya ya ya? Sudah lama aku tidak bermain bersama ‘Piggy’-ku ini,” Jonghyun mencubit pipi Ji Kyo.

“Ya! Baiklah, sampai jumpa nanti.”

***

Be Mine

 

Jonghyun masih duduk di salah satu kursi pelanggan di ‘Kafe Senorita’, tujuannya tidak lain ialah menunggu sahabatnya, Ji Kyo. Sesekali ia menyeruput cairan cokelat di dalam cangkir kuning yang masih panas. Ia mengedarkan pandangannya ke tiap sudut Kafe dan berakhir dengan helaan nafasnya.

“Sudah lama menunggu?” suara yang sedari tadi ia tunggu akhirnya datang.

“15 menit yang lalu, lagi pula aku ditemani secangkir kopi panas ini, jadi tidak masalah,” Jonghyun tertawa kecil, “Minumlah punyamu.”

Ji Kyo meneguk kopinya yang mulai dingin, “Lebih baik kita segera ke wahana bermain saja, kajja!”

Sepasang sahabat itu mulai mencoba wahana kursi terbang, gondola, bom bom car, dan berakhir di bianglala. Saat mencapai puncak, mereka dapat melihat matahari tenggelam di ufuk barat. Ji Kyo sangat menikmati pemandangan itu, tak sadar bahwa Jonghyun sedari tadi mengamatinya.

“Ji Kyo-ah, kau senang?”

Ji Kyo mengangguk perlahan, “Tentu saja, apalagi bersama sahabatku baikku ini,” ia mengangkat kepalanya lalu menatap Jonghyun yang sudah menatapnya lebih dulu.

Saengil chukka, Ji Kyo!” Jonghyun tersenyum penuh arti kemudian menyerahkan sebuah kotak yang dibungkus kertas kado merah muda dan ikatan pita dengan warna senada.

“Ulang tahun? memangnya ini tanggal berapa?”

“Ya, Piggy! Kau sendiri lupa tanggal ulang tahunmu? Bagaimana dengan ulang tahun namjachingu-mu nanti?!” ujar Jonghyun masih dengan senyumnya.

Ji Kyo menatap Jonghyun sebentar kemudian membalas senyuman Jonghyun.

“Sebagai hadiah yang kedua, aku tidak akan meninggalkanmu dan tetap disisimu sebagai… ne sarang.”

“Jonghyun-ah, kau…”

Saranghae, Ji Kyo. Would you be my JoJo?”

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

15 thoughts on “Forever Friend, Forever Love”

  1. waah daebak!! jonghyun jadi murid pintar..baru kali ini baca ff yg jjong nya jd anak pintar…biasanya dia bodoh..
    daebak!! bener2 forever friend forever love…
    terus berkarya ya chingu…. 😉

  2. Hwaaaa jjong XDD
    sempat juga nebak kalau jjong bakal nembak jikyo. Tapi ceritany bagus, sweet :3
    Hhe, kalau aku lihat masih ada dikit typo. Terus kalau aku bilang alurnya kecepetan. Atau aku yang bacanya kecepetan? Hwhe, abaikan aja pendpt terakhirku ini keke.

    Tapi aku suka karakternya jjongie di sini XD
    joaaa!!? Keep writing yaa

  3. Aw…ff sahabat jadi cinta slalu jdi salah satu favoritq!!bikin envy to the max T_T #sabarmblo#pukpuk#abaikan -_-” nice ff author~ n so sweet ^_^

  4. makasih banget yang udah pada comment. yang pada kritik aku jadiin koreksi buat FF selanjutnya hehehe. Jinjja, waiting list disini sampai 2 bulan 😦

    Tunggu FF selanjutnya ya readers ^^
    Jeongmal gamsahamnida ♥♥

  5. iiiihhhh….. sweet bgt, thor…
    aku sukaaa… sederhana tp sweet….
    bahasanya pas….
    Keep writing, yah…
    Fighting!!!

  6. sebenernya sampe sekarang aq msh bingung. jojo itu apa sih? yah.. aq tahu itu lagu shinee, tp td jjong ngomong jojo kan?

    ciee jjong ank pintar. kok gk bisa ngebayangin ya?? biasanyakan jjong jd ank kece dan berandalan. tp jln cerita udh bisa ketebak author, coba lbh diperpanjanh 🙂

    1. jojo itu kalo di lagu shinee, nama orang yang mereka cintai. Dan dicerita ini aku menggambarkan jojo sebagai seorang wanita yang dicintai jjong.

      Aku merubah image Jjong disini kekeke ^^
      Makasih sarannya ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s