The Rule

Before Story:

Cause Were Together ǀ God Must Be Hate Me 1.3 ǀ God Must Be Hate Me 2.3 ǀ God Must Be Hate Me 3.3 ǀ

 

Rasa benci sudah tertanam begitu dalam, hingga kata maaf tak pernah sekali pun menyentuh patrinya. Kenyataan terlalu memuakkan, ketika ia masih harus menapaki jalan yang sama. Tak pernah memiliki kesempatan untuk menyembuhkannya, hingga luka itu semakin membusuk. Membuat dirinya berpura-pura buta akan kenyataan bagaimana ia menghancurkan hidupnya dalam sekejap, setelah hal terakhir yang disebutnya kebahagiaan terenggut karena dirinya sendiri, atau bahkan akan menyalahkan takdir yang  tergariskan dalam hidupnya.

Oh, ia selalu benci jika kenangannya kembali bernostalgia. Membayangkan masa lalu yang seharusnya Continue reading The Rule

Advertisements