[Special Event For Jonghyun B’day] : The Story

Jonghyun Special Event

Jonghyun B-day (Waktu permainan: tanggal 17 – 23 Maret)

Rules:

  • Permainan sambung kata ini boleh diikuti oleh siapapun tanpa terkecuali. Admin dan main author juga boleh ikutan main.
  • Silahkan menyambung cerita lewat box komen dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Setiap komen, si A maksimal hanya membuat satu paragraph. Boleh Dialog, boleh narasi, boleh deskripsi. Jangan menyambung komen yang lebih dari satu paragraf kalau mau komenmu dianggap. Engga peduli berapa banyak yang udah nyambung, kalo dari atas udah nyambung komen yang salah, maka yang bawah-bawahnya akan dieliminasi ya ^^
    2. Untuk komen lagi, si A harus menunggu 2 orang komen dulu baru diperbolehkan lagi. Jadi, si A harus menunggu sampai si B dan C komen, baru A boleh komen lagi.
    3. Buat komen baru, artinya saat ingin menyambung cerita, jangan me-reply komen orang lain.
    4. Kalau ada si A dan B yang kebetulan komen di waktu yang bersamaan, maka pemain berikutnya (si C) bebas memilih mau melanjutkan komen siapa). Catatan: si C harus menyebutkan dia mau melanjutkan komen punya A atau B.
    5. Terus, maksud rules nomor 4 itu, misal A dan B komen barengan (ditandai dengan jeda waktu komen A dan B yang ga lebih dari 8 menit), maka si C boleh memilih nyambung komen A atau B.
    6. Terus nih… misal ada A komen, B komen 5 menit kemudian (A dan B barengan), trus C milih nyambung punya A…dan D nyambung punya B, maka si E boleh nyambung punya C dan D. Si E ga bisa nyambung yang A atau B.
      Supaya apa sih? Ya supaya si F,G,H dst ga bingung mau lanjutin komen yang mana.
    7. Kalo ada kasus di mana komen A udah disambung sama B. Maka si C ya nyambung komennya B, kecuali kalo B dan C itu komennya ga sengaja barengan. Soalnya tadi ada kasus, si C komen 10 menit setelah B. Asumsinya si C ini komennya ga barengan sama si B, kan? Eh tapi si C nyambungnya malah punya A, padahal udah jelas komennya A udh disambung B. Si C ini bakal bikin bingung si D yang mau komen nanti
    8. Dilarang membuat adegan yang menjurus pada NC-17 dan SARA. Kissing masih diperbolehkan.
    9. Tidak terikat genre. Dalam artian, cerita bersambung ini terserah akan dibawa ke arah mana. Tapi tetep harus ingat main cast dan karakter dasar.
    10. Boleh membuat support cast
    11. Jangan menyingkat-nyingkat kata ya…
    12. Dilarang memberi komentar lain yang tidak berhubungan dengan games ini. Terkecuali admin, dia berhak memotong untuk menyatakan bahwa sebuah komen milik seseorang dieliminasi karena menjurus pada ponografi tingkat akut (NC-17) dan SARA. Admin akan me-reply komen yang melanggar tersebut.
    13. Admin juga boleh mengeliminasi komen yang tidak mematuhi aturan di atas.
    14. Agar tidak membingungkan, setelah cerita bergulir lama, komen-komen yang tidak disambung oleh yang lain berhak admin hapus.

Pada hari terakhir games, cerita akan disudahi setiap pukul 23.59 WIB. Mau endingnya seperti apapun tetap disudahi dan jika perlu boleh diberi beberapa paragraph terakhir oleh admin. Hari berikutnya sudah masuk masa pengeditan oleh editor yang ditunjuk.

Karakter Dasar

Minhye:

Bad liar, sabar, engga tegaan, berhati-hati dalam memutuskan, pekerja keras

Jonghyun:

Pemikir, sensitif, sulit memaafkan, sering menyimpan pikirannya sendiri, kalau marah nyelekit, obsesif, memperhatikan detail

Story

“Aku juga mencintaimu,” ujar Minhye sebelum meninggalkan apartemen pacarnya.

Jonghyun membalas ucapan Minhye dengan sebuah senyuman yang bagi sebagian orang sangatlah memesona. Pintu apartemen berbunyi pelan saat
tertutup. Senyum di wajah Jonghyun segera memudar. Ia terus menatap pintu yang kini tertutup seolah sosok Minhye masih terlihat di sana.

Sudah berapa lama mereka menjalin hubungan? Tiga tahun? Yah, kurang lebih selama itu. Hampir selama itu pula Jonghyun terus bersandiwara tentang perasaannya. Ia bisa melihat bagaimana sinar di mata Minhye meredup pada beberapa bulan hubungan mereka. Rasa cinta Minhye memudar bahkan musnah, tapi toh hubungan mereka masih berlanjut sampai sekarang. Mengapa? Mungkin karena Minhye tidak tega memutuskannya, entahlah. Bagi Jonghyun sendiri, ia senang melihat rasa bersalah Minhye. Hal itu semacam bayaran atas rasa sakit yang ia rasakan.

Yupz, make your own story, SSF ^^

162 thoughts on “[Special Event For Jonghyun B’day] : The Story

  1. Melanjutkan diyawonnie:

    “Maafkan aku Jjong! Maafkan aku.” Minhye terus-menerus mengucapkan kata maaf sambil menangis. Jinki mencoba untuk menenangkan Minhye, dan akhirnya mendapatkan pukulan keras dari tangan kanan Jonghyun tepat di pipinya. “Hentikan Jjong!” Jerit Minhye sambil menutupi badan Jinki dengan tubuhnya. “Ini semua salahku! Aku sudah lelah membohongi perasaanmu, bahkan perasaanku. Aku ingin semua ini berakhir!” Ucap Minhye parau.

  2. Menyabung Coconna:

    Jonghyun tersentak melihat perlakun Minhye kepada Jinki “Aishhh!!! Aku telah membuang-buang waktuku disini, aku pergi, Minnji dan Minna sudah menungguku di sana, maaf sudah mengganggu waktu kalian.” Uca Jonghyun dengan nada yang di paksakan.

  3. Jonghyun pergi meninggalkan mereka berdua. Minhye dan Jinki menatap jonghyun hingga dirinya lenyap dari pandangan mereka. Minhye mengalihkan pandangannya pada Jinki yang, “Neo gwaenchanha?” tanyanya dengan raut wajah khawatir, Terlihat di pipi jinki luka lebam berwarna merah dan agak kebiruan, Jinki hanya tersenyum agak dipaksakan, “Gwaenchanha…”Jinki memegangi pipinya yang luka, “Tapi apa tidak apa-apa kalau kamu tidak mengejar Jonghyun?” Katanya. Minhye menggeleng, sebenarnya dia tidak tega membiarkan Jonghyun tapi dia berpikir kalau Jonghyun pasti tidak mau menemuinya lagi

  4. Menyambung jenny0rachmat:
    Jonghyun menghentakkan kakinya kasar. Ia tak tahu apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Pergi dan menjauh dari tempat itu, hanya itu yang Ia inginkan. Tak ada lagi yang Ia rasakan. Ia bahkan tak biasa membayangkan seperti apa bentuk hatinya sekarang. Entah masih bisa disatukan atau tidak. “Minhye-ya, kau harus membayar semua ini!” lirihnya sambil menerobos jalanan tanpa tau arah.

  5. Menyambung Chandra Shinoda [1:18 pm]

    Setelah Jonghyun keluar dari rumah Jinki Ia segera menuju ke sekolah putrinya. Perasaannya yang sedang tidak menentu membuat pikirannya kalut. Sesampainya di sekolah putrinya Ia segera menemui wali kelas putrinya. Ia menyampaikan bahwa ada keperluan yang amat penting sehingga Ia harus mengajak putrinya pergi. Ya, Jonghyun telah merencanakan sesuatu.

  6. menyambung haninb:
    setan sperti sedang merasuki jonghyun.. “minji, minyoung, sekarang kalian ikut appa ya, kita akan pergi ke tempat yang jauh kita akan berpetualang” jonghyun berbicara kepada dua putrinya sambil berjongkok untuk menyamakan tingginya. “kita mau kemana appa?” kata dua gadis kecil itu berbarengan sambil menjilati eskrim yang diberikan appanya. jonghyun tidak menggubris pertanyaan anaknya itu, ia hanya tersenyum tipis, lalu menuntun anaknya masuk kedalam mobil. ia mulai meainnya kemudianya, tatapannya memang menuju jalan, tapi pikirannya?

  7. Menyambung chandra shinoda:

    Pikirannya sudah benar-benar kacau. Melintas di pikirannya untuk menghapus seseorang yang dibela istrinya beberapa menit yang lalu. Ia berusaha keras untuk melawan pikiran jahat untuk membunuh Jinki, tetapi ia mengingat-ingat perbuatan Jinki yang semakin membuatnya murka. “Dengar Lee Jinki, sekarang tidak ada lagi Jonghyun yang baik dan pemaaf, aku akan menghilangkanmu dari dimensi ini, lihat saja!” Ucapnya sambil terengah-engah karena emosi yang meluap-luap.

  8. Menyambung choconna:

    Meliaht apanya berbicara sendiri tidak jelas Minnji yang duduk di jok belakang mobil melihatnya dari kaca spion. “Mmmm..Appa, gwaenchana?, wae?” tanya putrinya Minnji dengan suara khas anak kecil seperti biasanya. Jonghyun melirik kaca spion seraya tersenyum tipis “Ehmmm? appa baik-baik saja,” jawabnya mengalihkan perhatiannya lagi pada laju mobil yang sedang di kendarainya, “Emm? eomma, kenapa dia tidak ikut appa?” Tanya Minji lagi, “Eomma?” Jonghyun hany tersenyum simpul dengan terpaksa mendengar pertanyaan putrinya demi menyembunyikan apa yang telah terjadi beberapa jam lalu antara dirinya Minhye dan Jinki, melihat respon yang seperti itu dari appanya Minnji mendengus kesal. Jonghyun tersenyum manis melihat tingkah putrinya yang begitu mengemaskan, sekilas bayang-bayang tentang Minhye menghilang.

  9. Menyambung Ticca-shining [5.44 pm]

    Jonghyun kini telah sampai di tempat tujuannya. Ya, rumah besar dengan gaya tradisional khas Korea yang ada di depannya kini adalah rumah orangtuanya. Ia berniat menitipkan Minna dan Minyoung pada ibunya. Setelah itu, Ia berniat untuk berbicara sekali lagi pada Minhye. “Annyeonghaseyo, Eomma,” panggil Jonghyun.

  10. menyambung haninb:
    setelah menitipkan minna dan minyoung. jonghyun pamit pulang kepada ummanya. iya berdiam diri sejenak di dalam mobil, memeriksa handphonenya dan mendapati 14 misscall dan 1 pesan dari orang yang saat ini sangat ingin di jauhinya. ”ini masalah kita, jangan libatkan mereka, ayo bicara” jonghyun membaca pesan itu, ya hanya membacanya, lalu mencopot batrai handphonenya, ia mulai menyalakan mesin mobilnya dan dan menginjak gasnya kencang kencang

  11. Menyambung ramatokobabo:

    Ia mengendarai mobilnya tanpa arah, hanya mengikuti nalurinya yang liar. Akhirnya ia sampai di sebuah hutan kecil di pinggir kota, tempat dimana Minhye dan Jonghyun pertama kali bertemu. Bayangan Minhye kembali menghantui pikirannya, bayangan isterinya yang ternyata tidak mencintainya. Hasrat membunuhnya kembali. Dengan seringai seram di wajahnya, Jonghyun kembali masuk ke dalam mobilnya dan menuju ke rumah Jinki

  12. Jonghyun menginjakan kakinya di halaman depan rumah Jinki, dengan perasaan penuh amarah antara nafsu dan bencinya kepada Jinki dan istrinya yang selama ini telah menghianati dirinya. Selama bertahun-tahun Jonghyun mencoba untuk mencintai dan membuka hatinya sedikit demi sedikit untuk Minhye, tapi kenapa dia tidak bisa melakukan itu padanya. ‘Kenapa disaat kami sudah berkeluarga? kenapa Minhye, kumohon jangan lakukan ini padaku!’ ucap Jonghyun lirih.

  13. “CUT! Yah, Kim Jonghyun!! Ekspresimu kurang sedih, ulang dari awal!!” Tiba-tiba sutradara Lee berteriak sambil memukul-mukulkan kertas dialog itu di kursinya, “Hyung! Toleransi dong, ini sudah diulang 5 kali tahu!!” Jonghyun berteriak kembali sambil menunjuk sutradara itu, “Heh, pokoknya ulang! Kalo ratingnya turun awas kamu!” ancam sutradara lee lalu kembali duduk di kursinya.

  14. menyambung Ticca-shining:
    jonghyun mulai melangkahkan kakinya kedalam rumah jinki. ” aku tau kau akan kesini ” ternyata jinki sudah menunggu jonhyun di teras rumahnya. lalu ia berdiri dan
    BUGH, tinju dilayangkan sebagai wujud amarah jonghyun yang tak tertahankan ke pipi yang lebih mirip bakpao itu. darah segar mengalir dari ujung bibir jinki, ia sedikit meringis, tengannya terkepal keras, ingin rasanya lelaki bermata segaris itu membalas pukulan jonghyun tetapi ia sadar bahwa api yang sedang membara itu bisa fatal kalau di siram bensin. ia berdiri dan malah memaerkan senyuman hangat kepada jonghyun

  15. Menyambung ramatokobabo:

    Jonghyun tidak terhanyut dalam senyuman hangat dari Jinki, dia melampiaskan amarahnya dan mendaratkan pukulannya sekali lagi pada pipi merah Jinki yang mulai melebam. kegiatannya terhenti seketika setelah melihat bayangan seorang yeoja jauh dari dalam rumah Jinki samar-samar semakin mendekat. “Chagi~kau? kau tidak apa-apa kan?!, YA! lepaskan dia, Hentikannn!” pekik seorang yeoja yang statusnya belum Jonghyun kenali sama sekali, tapi yang pasti dirinya terkejut saat dia mengatakan ‘chagi’ pada Jinki, siapa sebenarnya yeoja ini? kenapa dia bisa ada di rumah Jinki. ‘Apa jangan-jangan dia itu…, Oh tidak mungkin, Minhye kau bodoh!!’ rutuk Jonghyun dalam hati terus memperhatikan gerak-gerik seorang yeoja yang kali ini sedang mencoba untuk menghentikannya.

  16. menyambung Ticca-shining:

    “Minhye, kau keterlaluan!” ucapnya disusul dengan tamparan di pipi kiri Minhye. Jinki yang melihat kejadian tersebut sudah tidak dapat menahan diri lagi. Diraihnya kerah kemeja Jonghyun dan meninju pipi kirinya. “Kau yang keterlaluan Jonghyun! Menampar seorang yeoja adalah perbuatan yang hanya dilakukan oleh seorang pengecut!” Teriak Jinki tepat di depan wajah Jonghyun. minhye hanya bisa menangis melihat perkelahian itu sambil memegangi pipi kirinya. “Dengar Jonghyun, ini semua salahmu! Kau ingat saat aku memohon padamu untuk tidak menikahi Minhye, tapi kau mengabaikannya!” Ucap Jinki parau. Jonghyun terdiam sesaat, mengenang kembali kata-kata Jinki beberapa hari sebelum pernikahannya dulu.

  17. Menyambung Choconna [10:19 pm]

    Terlanjur, nasi sudah menjadi bubur. Jonghyun baru menyadari apa yang dikatakan Jinki dulu. Sekarang baik Minhye maupun Jinki sudah terlukai hatinya. Pikiran Jonghyun semakin tak menentu, rasa bersalah kini mulai tumbuh dalam hatinya. Bersalah telah melukai Minhye dan Jinki tadi. Tidak tahan dengan suasana yang dibuatnya sendiri, Jonghyun pun segera keluar dari rumah Jinki, lalu ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi—rumah Key-lah tujuannya.

  18. Menyambung choconna:

    Jonghyun diam terpaku mencerna ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Jinki padanya, setelah cukup lama terdiam Jonghyun menarik tangan Minhye dan membawanya nuntuk masuk kedalam mobil. “Lepaskan! Kau ingin membawaku kemana, huh?” tanya Minhye sinis mecoba untuk berontak namun kekuatan Jonghyun tidaklah setara dengannya, “Bicarakan masalah ini dirumah, kau pikir dirimu itu seorang wanita lajang apa? kenapa kau tidak mengatakannya dari dulu, huh?” ucap Jonghyun dengan cepat Jonghyun menutup pintu dan menjalankan mobilnya, Minhye mendelikan matanya “Tapi kau yang memulai terlebih dahulu, kenapa saat acara perjodohan kita, kau malah memutuskan untuk menikahiku secepatnya.” jawab Minhye. .

  19. menyambung haninb:
    “apa?! kau gila hyung! aishh!” key kaget setelah mendengar cerita jonghyun yang telah memukul jinki serta menampar minhye. iya kemudian berdiri dari duduknya membelakangi jonghyun. “kau tau hyung? selama ini eonni ku itu sudah sangat menderita karnamu, hanya jinki yg bisa mengerti perasaannya, kau pasti tidak tau sudah berapa kali dia menitikan air matanya karnamu kan? aku tau kau hanya menikahi dia karna dendam masa lalumu. kau terlalu naif hyung. jika saja kau mau membuka hatimu dan melihatnya bukan karna dendam, kau pasti akan merasakan betapa hangatnya eonniku itu hyung. cobalah, buka hatimu, dan cobalah cintai dia dengan hati bukan karna dendam” key akhirnya beranjak masuk ke kamarnya meninggalkan jonghyun yg hanya diam mematung

  20. menyambung ramatokobabo
    Setelah key meninggalkan Jonghyun sendirian di ruang tamu,Jonghyun langsung pergi dan menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi,ia pun tak tahu harus pergi kemana. Akhirnya Jonghyun memutuskan untuk menyendiri di sungai Han. Jonghyun duduk di tepi sungai Han yang saat itu sedang sepi. Ia masih memikirkan perkataan key, benarkah yang key katakan bahwa aku harus membuka hatiku dengan tulus dan menghilangkan rasa dendamku ini,dan belajar untuk mencintai Minhye?pikir jonhyun.

  21. menyambung Hilari_shawol:

    “Semuanya sudah terlambat, Minhye sudah terlanjur mencintai Jinki.” Desah Jonghyun sambil melempar sebuah batu kecil ke dalam sungai Han. Ia merenungkan masa lalunya, saat dimana ia membalas dendam dan menikahi Minhye. Pikirannya melayang-layang, ia kembali mengingat Minna dan Minji, anak-anak Jonhyun dan Minhye yang masih kecil. “Apakah mereka tidak berarti bagimu, Minhye? Apa karena kau membenciku, kau juga akan membenci Minna dan Minji?” Teriak Jonghyun. Suaranya terbawa oleh gema di tepi sungai yang sepi. Ia memutuskan untuk menjemput kedua buah hatinya. Jonghyun benar-benar merindukan mereka sekarang.

  22. menyambung Choconna:

    Dengan langkah gontai aku menjauh dari sungai itu dan masuk ke dalam mobil. Mengingat semua benang kusut yang diakari dari sebuah rasa dendam membuatku penat. “Minhye, tidak kah kau bisa melihat Minna dan Minji di tengah-tengah keluarga kecil kita?” Kupejamkan mataku dan menarik napas dalam-dalam untuk membuatku lebih tenang. Kukendarai mobilku menuju rumah eomma. ‘Minna, Minji.. maafkan appa sudah membuat semuanya semakin parah, tapi appa janji.. appa akan terus berusaha membuat kalian tersenyum dan menyelesaikan semua masalah ini’

  23. Menyambung Himahimawari:

    Jonghyun menarik nafasnya dalam-dalam dan bersiap melangkahkan kaki menuju kedua putrinya Minji dan Minna yang kini dilihatnya sedang menunggu kedatangan dirinya, mereka sedang berduduk manis di bangku halaman depan rumah halmeoninya, dengan cepat Jonghyun mendekati kedua putrinya “Annyeong~” sapa Jonghyun lembut disertai dengan lambaian dari tangannya, namun tidak ada respon dari Minji dan Minna mereka mendengus kesal seraya melipat kedua tangannya di dada, “Hmmm~ apa kalian tidak suka dengan kedatangan appa kemari huh?, kalian tidak rindu sama appa? heyy…tidak ingin memeluk appa?” tanya Jonghyun kepada kedua putrinya seraya membuka tangannya lebar berniat untuk memeluk kedua putrinya yang masih tidak menanggapi usahanya, “Huh, appa jahat!” akhirnya Minji mengeluarkan suaranya, “Ne, appa jahat, appa tega meninggalkan kami berdua di sini, appa dan eomma sudah tidak sayang lagi pada kami, huh!” lanjut Minna dengan suaranya yang melengking, “Ah~ maafkan appa Minji-ah Minna-ya, appa tidak bermaksud seperti itu, ada urusan pekerjaan yang mendesak dan harus di selesaikan.” Jelas Jonghyun ditariknya Minji dan Minna kedalam pelukannya, “Kalian tidak boleh seperti itu, Ne? appa dan eomma sayang pada Minji dan Minna, arracie, hmmm??” lanjutnya, tanpa disadari cairan bening menetes dari pelupuk matanya.

  24. menyambung himahimawari:
    jonghyun akhirnya membawa kedua malaikat kecilnya itu pulang.
    “ummaaaaa!!” teriak minna dan minji saat sampai rumah dan langsung menghampiri ibunya. minhye melihat kedua anaknya itu dan tersenyum lega, ia memeluk kedua anaknya dengan erat, matanya berkaca kaca. minhye menyuruh kedua anaknya masuk. jonghyunpun hendak menyusul kedua anaknya tapi lengannya di tahan minhye ” termakasih telah menegembalikan mereka” minhye melayangkan senyumnya, senyum yang sangat berbeda dari biasanya, senyum yang hangat, tulus dan tanpa kebohongan, jonghyun memandang minhye dan seperti menyadari sesuatu.

  25. menyambung ramatokobabo:

    “Apa aku tidak salah lihat? mengapa dia tersenyum seperti itu? apa dia tidak ingat kejadian di rumah Jinki tadi?” batinku. Kutatap Minhye datar. “Ada apa denganmu? Mengapa tersenyum seperti itu?” tanyaku sinis. “Ayo kita bicarakan masalah ini.. dengan kepala dingin tentunya. Aku tidak ingin kau seperti tadi siang di rumah Jinki.”

  26. Menyambung Himahimawari:

    “Tidak ada yang perlu dibicarakan.” Jawabku datar–menatap Minhye dengan sarkastis. Minhye balas menatapku. Dan sebuah senyuman manis masih terpasang dibibirnya. “Ikut aku, Jjong-ah.” Desis Minhye. Ia menoleh ke arah kedua putrinya yang masih sabar menunggunya. “Minna, Minji, eomma dan appa ada urusan sebentar. Kalian tunggu sini ya.” Ucap Minhye.
    “Ah! Eomma dan appa meninggalkan kita lagi!” Seru Minna sebal sembari mengerucutkan bibir mungilnya itu.
    “Sebentar saja. Janji.” Ucap Minhye, berusaha membujuk putri kecilnya ini.
    “Tidak.” Ucap Jonghyun tiba-tiba. Minhye, Minna dan Minji menoleh ke arahnya bersamaan. “Aku akan pergi. Tidak ada yang perlu dibicarakan.”

  27. menyambung himahimawari
    Akhirnya Minhye menuruti perkataan Jonghyun dan mereka duduk berhadapan di ruang tamu.”kau ingin kuambilkan minum untuk menemani kita berbincang?” kata Minhye menawari.
    ”ani,tak usah berbasa basi denganku Minhye!”nada bicara Jonghyun mulai meninggi.
    Minhye yang mendengar Jonghyun berkata seperti itu langsung diam mematung dan mengurungkan niatnya untuk membuat minum.”kau ingin bicara apa?”kata Minhye membuka pembicaraan.”aku ingin kau tahu” tiba-tiba Jonghyun menarik tangan Minhye dan mendorong Minhye ke tembok dan menahannya.”apa yang ingin kau lakukan padaku?”tanya Minhye panik.

  28. Menyambung Ticca-shinning

    lalu setelah itu, jonghyun mengajak ke dua putrinya masuk ke dalam rumah. “sudah malam. Sebaiknya kalian tidur” ucap jonghyun kepada kedua putrinya. “baik, appa. tapi, appa juga harus tidur” kata kedua putrinya bersamaan. “iya, appa akan tidur. sudah, ayo kita masuk” ucap appanya sambil tersenyum kecil. “baik, appa” kata kedua putrinya. dan mereka masuk kedalam rumah. Sementara jonghyun masih memikirkan minhye. kedua putrinya sudah tertidur pulas, jonghyun menatap kedua putrinya sebentar lalu memejamkan matanya

  29. menyambung Merlyn-ParkHyeonShin
    Beberapa menit kemudian berlalu, ia masih memejamkan mata. Meskipun sebenarnya ia tidak bisa terlelap. Bayang-bayang masalah demi masalah yang semakin rumit membuat ia susah untuk tidur. Akhirnya ia membuka mata dan bangkit hendak keluar dari kamar. Ia harus meluruskan semuanya sebelum semua semakin rumit dan terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.
    “Minhye, jika kau disuruh memilih siapa yang kau pilih antara aku dan Jinki? Atau jika itu membingungkan pilih kedua anak kita atau hidup bersama Jinki?” ucapnya saat kini berhadapan dengan Minhye. Minhye terkejut. Pernyataan Jonghyun membuatnya shock. Bagaimana mungkin ia harus memilih diantara dua pilihan yang begitu berarti di kehidupannya.

  30. Menyambung Pearlshafirablue ya: ^^

    Belum sempat Jonghyun melangkahkan kakinya, sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya menghentikan langkahnya, Jonghyun tersentak mendapati itu dan diam terpaku. ‘Ada apa dengannya kini?’ batin Jonghyun, “Jonghyun-ah, tidakkah kau ingin tahu alasannya?” tanya Minhye dengan suaranya yang parau, masih dengan posisinya, “Ne?” ucap Jonghyun bingung “K..Kau mencintaiku, bukan?” ucap Minhye kembali setelah beberapa menit terdiam, Jonghyun membalikan tubuhnya, dan kini Minhye tepat berada di hadapannya, “Kau, Minhye-ah, kalau kau ingin mengatakan kau tidak ingin melanjutkan hubungan ini, katakan saja. tidak perlu menanyaiku, apakah aku mencintaimu, apakakah-“, belum sempat Jonghyun melanjutkan perkataanya Minhye memeluk Jonghyun erat, Jonghyun semakin tidak mengerti dengan keadaan, ‘Sungguh Minhye-ah, aku mencintaimu, tapi apa ini? kenapa kau bersikap seolah-olah ini merupakan pertanda perpisahan’ ucap Jonghyun dalam hati, “Jinki…Jinki..dia,-” ucap Minhye sesenggukan, Jonghyun semakin mengerutkan alisnya, ada apa ini? apa yang terjadi? beberapa pertanyaan melintas di pikirannya.

  31. menyambung yanluwritinganything :
    “kenapa bertanya seperti itu?” minhye menjawab jonghyun dengan tatapan nanar. “jawab saja, mana yang kau pilih” jonghyun terus mendesak minhye. “tidak ada yang harus kupilih, keduanya begitu penting. jika kau tidak suka aku dekat dengan jinki dan jika kau tidak suka aku terus berada disisimu, maka aku yang akan pergi.” minhye beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya meninggalkan jonghyun tapi langkahnya terhenti sejenak “satusatunya alasan aku bertahan disisimu sejak awal adalah karna rasa bersalahku yang selalu meneyelimutiku jjong” minhye berbicara pelan membelakangi jonghyun, dan meneruskan langkahnya.

  32. Menyambung Ticca-shining:

    -Author POV (Flashback)-

    Minhye dan Jinki hanya terdiam melihat Jonghyun yang pergi menuju mobil dan meninggalkan tempat itu. “Chagi, ayo kita masuk ke dalam. Lukamu harus segera diobati.” Minhye hendak menarik tangan Jinki, namun Jinki menahannya. Minhye menoleh kearah Jinki. “Minhye, tidak kah kau terbesit untuk memberinya kesempatan memperbaiki semua ini?” Jinki menatap Minhye dalam. “A-aku… apa maksudmu?”.”Aku… aku akan berangkat ke UK lusa. Aku pikir, tidak seharusnya aku mengganggu rumah tangga kalian. Belum lagi sudah ada 2 malaikat kecil di dalamnya. Kalau seperti ini, masalahnya tidak akan berujung. Belum lagi aku tidak bisa membayangkan bila Minna dan Minji tahu kalau orang tuanya sedang dilanda masalah seperti ini… bisa kah kau memberinya kesempatan?” Mata Minhye berkaca-kaca. “Jinki.. aku…”

  33. Menyambung himahimawari:

    “Aku mencintaimu, Minhye, tapi aku tidak bisa terus merusak hubungan antara kau dan Jonghyun. Aku tahu kau tidak mencintai Jonghyun, tapi cobalah untuk mulai mencintainya dan melupakanku. Kau sudah menjadi istrinya, Minhye.” Sela Jinki. Minhye terdiam mendengar ucapan Jinki. Kata-kata itu adalah sebuah tamparan keras bagi Minhye, bagi seorang istri yang meninggalkan suaminya dan mencintai orang lain. “Jinki, aku mengerti sekarang. Maafkan aku jika selama ini aku melukai hatimu, semoga sukses di UK.” Ucap Minhye. Ia menatap mata Jinki sebentar, lalu meninggalkannya dan masuk ke dalam mobil.

    -Flashback Off-

  34. Menyambung Choconna [1:57 pm]

    Keesokan harinya Jonghyun bangun dengan kondisi lehernya yang sakit karena semalam ia tidur di sofa. Ia melirik ke arah jam dinding, sudah pukul 8:17 KST. Ia masih duduk di sofa, meredakan pusing yang tiba-tiba melandanya. Rupanya efek alkohol yang ia minum tadi malam masih tersisa. Beberapa menit kemudian ia bangkit menuju kulkas untuk minum. Sesampainya di depan pintu kulkas ia terpaku. Mendadak ia lupa tentang niatnya untuk minum tadi setelah melihat secarik kertas yang tertempel di pintu kulkas. “Mi…Minhye…pergi ke UK?”

  35. menyambung haninb:
    mata jonghyun yang tadinya hanya terbuka setengah seketika membesar dengan sempurna saat melihat pesan itu. ia segera mengambil jacketnya dan memacu mobilnya menuju bandara dengan kalut. sesampainya di incheon airport jonghyun segera berlari sesosok istrinya. “minhye kenapa seperti ini, kenapa kau harus begini? tolong beri aku kesmpatan, sekali ini saja, jangan pergi” jonghyun bergumam dalam hati sambil terus berlari menyusuri setiap tempat di bandara itu, saat itu pula ia sadar bahwa ia memang mencintai minhye, cinta yang memang tulus dari dalam hatinya

  36. Menyambung ramatokobabo:

    Ia berhenti sejenak untuk mengambil nafas dan membaca jadwal keberangkatan. “Oh tidak! Keberangkatan menuju UK tinggal 5 menit lagi! Ia pasti sudah di dalam pesawat!” seru Jonghyun sambil melanjutkan larinya yang tertunda. Tanpa sadar, ia mulai meneteskan air matanya karena takut kehilangan Minhye. Ia berhenti tepat di sebuah dinding kaca besar. Mencari pesawat dengan tujuan UK. Tiba-tiba pesawat yang ia cari melewati dinding kaca dan membuat kacanya bergetar. “Mengapa harus seperti ini Minhye? Apa kau benar-benar mencintai Jinki sampai kau harus ikut dengannya?” Isaknya. Sambil menghapus air matanya ia berjalan kembali ke tempat parkir. ia telah memutuskan akan langsung pergi ke UK keesokan harinya.

  37. Menyambung Choconna:

    Jonghyun masuk ke mobil dengan langkah gontai, air matanya kini tidak bisa mengikuti benaknya untuk tetap tenang. “Arrrrrgh!” teriaknya frustasi. Stir mobil menjadi sasaran dari tangannya yang gatal ingin memukul Jinki. “Minhye… aku ingin memperbaiki semua ini, tapi mengapa kau tidak memberiku kesempatan juga?” Setelah cukup lama menangis Jonghyun memutuskan untuk kembali ke rumah. Setelah sampai, suara seorang wanita yang berasal dari dalam apartemennya. “Mi-Minhye? Kau kah itu?” Jonghyun tidak percaya akan seseorang yang berada didepan matanya sekarang. “Memangnya siapa lagi kalau bukan aku? Kau darimana sa-” “Bukankah kau berangkat ke UK?” Jonghyun memotong ucapan Minhye. Minhye mengerutkan keningnya karena heran. “Aku tidak pernah bilang ingin berangkat ke UK Jonghyun.” Minhye mengerucutkan bibirnya. “Tapi.. tadi pagi.. di kertas itu-” “Kertas apa? Kertas ini?” Minhye mencabut kertas yang ia tempel di kulkas tadi pagi dan berjalan ke arah Jonghyun. “Dengarkan aku, Kim Jonghyun, suamiku. Di kertas ini tertulis jelas ‘aku ingin menyusul Jinki ke bandara untuk melihatnya sebelum dia pergi ke UK’.” Tubuh Jonghyun beku seketika. “Jadi dia… tidak pergi?” benak Jonghyun . “Berapa botol yang kau habiskan semalam? Sebaiknya kau tidak minum lagi.” Minhye berjalan ke dapur, meninggalkan Jonghyun yang masih terheran-heran dengan apa yang sedang terjadi.

  38. menyambung Choconna:
    “kenapa kau harus seperti ini minhye? haruskah aku menyusulmu kesana? tapi bagaimana dengan minna dan minji?” jonghyun berbicara sendiri sambil menyetir mobilnya dan manatap kosong pada jalan. seketika pikiran jonghyun berkelebat dengan munculnya satu persatu kenangannya dengan minhye dari awal hingga saat ini. matanya berkaca kaca mengingat itu semua sampai ia tidak menyadari bahwa jalan yang ia lewati itu melawan arus. telinga jonghyunpun seakan tidak mendengar suara klakson truk gandeng di depannya,begitu ia sadar dari lamunannya dan melihat kedepan, ia hanya melihat lampu mobil truk yg menyilaukan matanya dann…BRUKKKKKK seketika pandangannya gelap

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s