Heaven

Heaven

Song fan fiction

Author : Min_nki

Maincast : Onew, Minki

Support cast : Jonghyun

Genre: sad (maybe)

Lenght : One shoot

Rating : General

Song : Heaven by Ailee

A.N : ini FF pertama aku yang aku posting di SF3SI, maaf kalo ada thypoo dan yang lainnya. Oh iya aku minta kritik dan saran ya buat kedepannya nanti aku buat FF lagi, oh iya pas bacanya sambil dengerin lagu Ailee yang Heaven ya.. gomawo.. ^_^

Author Pov

Pagi yang indah untuk seseorang, karena tepat pada hari ini tanggal 17 desember genap 6 tahun mereka bersama. “ sungguh Indahnya dunia ini bersamamu.” Ucap sang Yeoja yang bernama Minki, “ ne, sungguh indah.” Jawab sang Namja, “ Apakah kau ingat tanggal berapa ini?” Tanya Minki kembali, “ Tentu aku ingat.” Jawabnya, hening beberapa saat, “ pasti kau ingat karena kau tak pernah melupakannya.” Kata Minki, “apa yang akan kau berikan padaku?” lanjut Minki,”mungkin sebucket bunga.” Jawab sang Namja, Minki kemballi diam, “apa kau ingat aku tak suka bunga?” Tanya Minki, “yang kutahu, dibenakmu itu setiap perayaan kebersamaan kita ataupun perayaan lain, kau selalu memberiku bunga, dan kau juga tahu sendiri aku tak menyukainya.” Lanjut Minki, “ aku akan sangat senang saat kau memberikannya padaku, tapi saat di rumah aku akan mencampakkannya, aku sangat menyesal akan hal itu.” Lanjutnya lagi, tanpa terasa air mata mengalir begitu saja membasahi pipi Minki, “Uljima, uljima Minki-ah.” Kata sang Namja, “ Ah, ne aku tak boleh menangis dihadapanmu.” Kata Minki sambil mengusap air matanya, “oh iya oppa, aku teringat saat tahun pertama kita bersama, kita sering membuat video berdua, aku membawanya untuk kita lihat kembali.” Kata Minki sembari mengeluarkan Laptopnya dan mencari folder video mereka, “ jinjja, kau masih menyimpannya.” Ucap sang Namja. Minki pun asyik mencari-cari foldernya, “Ah, Ketemu. Untung tak terhapus.” Kata Minki sambil membuka foldernya, “ Oppa, apa kau ingin lihat?” Tanya Minki sambil menekan Tombol Play, “Tentu aku ingin.” Jawab sang namja.

***

Minki dan sang Namja pun asyik menonton video saat mereka bersama saat tahun-tahun pertama mereka bersama, “ Kau lihat, ini saat kita berjalan-jalan berdua di taman, kau selalu membawa choco bersamamu dan mengajaknya lari. Aku tak akan melupakan itu.” Kata Minki, tak terasa air mata kembali menetes dipipinya lagi, “aigoo, air mata itu tak pernah bilang permisi bila ingin keluar. “kata Minki sambil mengusap air matanya, “ Minki-ah. Cukup, jangan lanjutkan lagi.” Kata sang Namja yang sudah cukup melihat Minki menangis, “ Oppa, apa kau ingin melihat video saat hari wisudamu, aku masih menyimpannya. “ kata Minki dan membuka Video saat acara wisuda, “ Kau lihat, kau sangat lucu saat memakai baju itu, kau sangat tampak senang akan hal itu, kau sangat bahagia saat itu.” Kata Minki menunjuk ekspresi sang namja yang ada di Video tersebut, “ aku memang sangat senang saat itu, karena di saat aku lulus, aku akan melamarmu waktu itu. “ kata sang Namja.

***

Minki pun terhanyut dengan berbagai Video yang dia putar, “Jeongmal Mianhae Oppa.” Kata Minki, dia pun menangis tanpa terbendung lagi, “ Uljima Minki-ah, Uljima. Nan Gwenchana.” Jawab sang Namja, “ Mianhae, aku tak bisa menjaga janjiku padamu saat itu untuk tak berpaling padamu. Aku sungguh menyesalinya.” Kata Minki sambil sesegukan. “ Uljima Minki, aku sudah memaafkanmu kan.” Kata sang Namja itu menenangkannya. “ saat ku mengetahui Kondisimu setelah mengetahui aku berpaling, aku sangat menyesalinya. Jeongmal.” Kata Minki, “ Minki-ah, jangan lakukan ini lagi padaku. Arrachi.” Kata sang Namja dengan raut muka sedih, “ Tapi, dengan baik hatinya kau mau memaafkanku dan melupakan semuanya, dan saat itu kita memulai kembali, membangun kembali hubungan kita berdua. Keunde,,” Kata-kata Minki terputus dengan isak tangisnya, “ Minki-ah.” Ucap sang Namja Lirih, “ Kau meninggalkanku, dengan satu senyuman dan ucapanmu yang tak akan pernah bisa aku lupakan.” Lanjutnya dengan mengingat kembali masa-masa lalunya. “ Minki-ah, kau masih mengingatnya.” Kata sang Namja, “ aku tak akan pernah melupakan kata-kata itu. Yang selalu terngiang ditelingaku.” Kata Minki, Namja itu hanya terdiam melihat Minki yang tertunduk menahan isaknya dan menghapus air matanya. “ ‘teruslah tersenyum untukku, dan semoga kau hidup dengan bahagia dan aku akan terus berada di sampingmu.’ “kata Minki dan sang namja bersamaan.

***

Minki pun langsung tertunduk menangis kembali, “ Minki-ah, ku harap kau terus bahagia.” Kata sang Namja. “ Oppa, meskipun kau tak bersamaku. tapi aku tahu kau selalu disampingku kan.” Kata Minki, “ Ne, that’s right.” Jawab sang Namja, “ bahkan meskipun Jonghyun sudah mengisi hariku, aku tahu kau pasti berada disampingku. Tapi kau sudah menyampaikan pesanku kan?” Tanya Minki menatap Lurus kedepan pada sebuah Batu Nisan yang bertuliskan ‘yang telah meninggal Lee Jinki’ , “tentu aku sudah menyampaikannya.” Jawab sang Namja yang ternyata itu Jinki yang kasat mata oleh Minki, “ aku titip pesan pada Tuhan untuk selalu menjagamu dan siapkan tempat untukku tepat disampingmu di Surga, agar suatu hari nanti, saat aku di panggil Tuhan aku bisa bertemu denganmu dan bisa hidup bersamamu di lain kehidupan, tentunya lebih lama waktu untuk kita bersama.” Kata Minki sambil mengelus-elus Batu Nisan itu, “ Keunde, apa kau ada disini saat ini, saat aku bertanya tadi, saat aku memutar Video kita bersama dan yang lainnya, apakah kau disini bersamaku saat ini?” Tanya Minki sambil berkaca-kaca, “Minki-ah, Mianhae. Jeongmal Mianhae sudah membuatmu bersedih dengan kepergianku untuk selamanya, Mianhae tak memberitahu penyakitku padamu, Mianhae telah membuat hari-harimu menjadi sulit karena terus memikirkanku, Mianhae saat kau mengakui perbuatanmu dan aku memaafkannya dan membuat Harapan Palsu padamu untuk memulai hubungan kita lagi, yang aku tahu sendiri aku tak bisa bertahan lama saat itu. Jeongmal Mianhae, apakah kau mendengarnya sekarang. Apa penyesalanku saat ini akan mengobati rasa pedihmu yang teramat atas kepergianku, katakan Minki, katakan padaku apa kau memaafkanku.” Kata Jinki menyesali perbuatannya saat hari-hari terakhirnya, itu yang telah membuat Minki banyak berharap akan hubungannya akan berjalan baik lagi, tapi hasilnya Jinki pergi meninggalkan Minki untuk selamanya.

***

Minki pun hanya tertunduk dan menangis sepuasnya di pusara Jinki, Jinki hanya bisa memperhatikan minki tanpa bisa menyentuh, memeluk, dan memberikan kekuatan pada Minki, “keunde Oppa, aku sudah sedikit-sedikit merasa baikan sekarang. Jadi kau bisa tenang disana, aku tak bersedih lagi karena masa lalu itu, mungkin saat aku sangat merindukanmu aku akan datang padamu dan menangis seperti tadi padamu, ini tepat dua tahun Oppa tak disampingku, kau pergi tepat disaat perayaan kebersamaan kita, saat itu aku sungguh terpukul, depresi, tak tahu harus berbuat apa lagi tanpa kau disampingku. Tapi saat itu Jonghyun datang dan memberiku setitik harapan untukku bangkit kembali. “ kata Minki, “Minki-ah aku selalu merestuimu dengan Jonghyun. “ bisik Jinki pada Minki, yang sebenarnya diapun tahu itu tak akan terdengar oleh Minki, mungkin bisikan itu akan menjadi sebuah angin lewat oleh Minki, “ Jonghyun selalu menemaniku, memberiku kekuatan untk bertahan, tapi pernah aku benci padanya karena dia menyukaiku.” Lanjut Minki meminum champagne yang disiapkannya, “ aku sungguh membencinya saat itu, hingga saat itu kau datang dalam mimpiku dan menasehatiku agar bisa membuka hatiku padanya, dan sekarang aku sudah akan menikah dengannya, kuharap kau merestui kami Oppa, tanpa restumu aku tak tahu harus berbuat apa lagi.” Kata Minki menatap lekat Batu Nisan Jinki, “ tadi sudah kubilang Minki-ah, aku merestui Kalian berdua.” Kata Jinki setengah kesal, “aish, Jinki Pabo. Mana bisa dia mendengarmu.” Lanjutnya sambil memukul kepalanya lagi, “ tolonglah beri isyarat bahwa kau merestui kami.” Kata Minki Berharap Jinki memang mendengarnya, Jinki tampak berpikir apa yang harus dilakukan agar itu bisa menjadi isyarat bagi Minki bahwa dirinya merestui mereka. Lalu muncul ide untuk meniupkan angin pada pohon yang menjadi payung bagi pusara Jinki, Jinkipun meniupkan angin pada daun pohon yang berada di atas kepala Minki, Minkipun diam dan melihat sekeliling apakah angin memang datang atau hal lain, tapi Minki melihat pohon-pohon yang lain sama sekali tidak ada yang bergerak, “ Oppa, jeongmalyo? Kau merestui kami?” Tanya Minki mengetahui bahwa itu sinyal bahwa Jinki ada di sekitarnya, ditiupkannya lagi angin itu oleh Jinki agar Minki tahu dia setuju, “ Oppa, Gamsahamnida, Jeongmal. Oppa saranghae.” Kata Minki mengetahui bahwa Jinki menyetujuinya dan Minkipun  menangis tapi kali ini menangis dengan rasa bahagia karena ternyata Jinki masih berada disampingnya.

***

Seseorang datang menghampiri Minki dengan sangat gagah, diapun menyentuh pundak Minki dengan hati-hati agar tak membuatnya kaget. “ Minki-ah, apa kau sudah selesai?” Tanyanya yang ternyata Jonghyun, “ne, dan dia merestui kita. “ jawab Minki penuh semangat,” Jeongmal. “ kata Jonghyun tak percaya dengan perkataan Minki, Jonghyunpun menyadari bahwa tak seluruh cinta Minki untuknya, Minki terus menyimpan rasa cintanya untuk Jinki, dan dia tak ingin melarang Minki karena masih menyimpan rasa cintanya pada Jonghyun, karena dia tahu pasti ia akan mendapatkan cinta Minki seutuhnya, “ Hyung, jeongmal Gamsahamnida. Aku tak akan menyia-nyiakan restumu yang sangat berharga ini.” Kata Jonghyun sambil terduduk di samping pusara Jinki. “ ne, Kuharap kau tidak menyakiti Minki seperti aku, jaga dia baik-baik, kalau tidak, aku akan menghantuimu.” Jawab Jinki dengan sedikit gurauan yang hanya bisa dia dengar sendiri, “ Minki-ah, kajja. Kita pulang, ini sudah sore, aku takut Umma mencari kita.” Kata Jonghyun, “Ne.”jawab Minki, “ Oppa, kami pulang dulu ya. Kuharap kau bisa datang ke acara pernikahan kami, tapi sebelum hari-H, aku akan datang lagi. Yaksok.” Lanjut Minki dan mencium Batu Nisan Jinki, “ aku akan menunggumu, bahkan aku akan datang.” Kata Jinki, “ aniyo, bila Jinki Hyung datang, pasti tamu kita lari karena melihat hantu.” Kata Jonghyun dengan tampang serius. “ Aish, Jonghyun Pabo, kita saja tak bisa melihatnya, bagaimana dengan yang lain. Pasti sama saja, tapi mungkin agak sedikit berbeda bila mereka mempunyai indera ke-6.” Kata Minki memukul pelan lengan Jonghyun, “aish, kalian ini jadi tidak sih mengundangku?” Tanya Jinki Kesal sendiri dengan tingkah laku mereka yang masih kekanak-kanakan padahal sudah mau menikah. “aku sih berharap Hyung datang, tapi jangan datang pas kami sedang malam pengantin, itu sangat dilarang.” Kata Jonghyun dengan nada sedikit menggoda, “Aish, Jonghyun Pabo, kajja kita pulang, tak akan selesai-selesai kalau seperti ini terus.” Kata Minki sedikit malu dan menarik Jonghyun untuk pulang, “Jonghyun Pabo, tentu aku tak boleh datang dan tak akan datang saat malam pengantin kalian. Neumu-neumu pabo” kata Jinki geleng-geleng kepala, “ Oppa, kami pamit pulang dulu, annyeong.”kata Minki dan berlalu pergi bersama Jonghyun, Jinkipun Hanya melihat mereka berlalu pergi dengan sebuah senyuman antara bahagia dan sedih, “ Coba Tumor itu tak datang di Kepalaku, pasti saat ini yang berada disamping Minki bukan Jonghyun, tapi aku.keunde no proble, mungkin dilain kehidupan aku bisa bersamanya.” Kata Jinki dan menghilang.

Tamat

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

20 thoughts on “Heaven”

  1. Kyaaa,, jadi si Onew oppa sebagai hantu?
    Sereaaamm…
    Hahaha

    ngebayangin kalo Jinki menampakkan diri di hari pernikahan, pasti lgsg kalang kabut tuh tamunya,,

    kkk

  2. Waa… Onppa jadi hantu?
    Aku juga berpikir sama ama DK eonni. Ga ngebayangin kalau di pesta pernikahannya Jjong-Minki ada hantu, wkwkw

    ceritanya sebenernya bagus, tapi aku agak pusing bacanya soalnya paragraf barunya jarang. Tapi gapapa, keep writing yaa :3

  3. Aduh kasihan, alur ceritanya sama persis dengan MV Heaven. Tapi di akhir rada lucu.
    ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​ Semangat author baut berkarya (งˆ▽ˆ)ง

    1. emng JJong ma usil udah sambung menyambung menjadi satu…
      hahahaha
      klo hantu indonesia kayak Jinki Oppa malah pada pengen ketemu hantu itu mah….hhhee

  4. Daebaaak!!! Onew itu hantu penasaran ya? kok gentayangan?
    sad, humor, dan agak mistis bergabung menjadi satu!

    Keep writing and Ganbatte!!!

  5. eeh, Jinkinya udah meninggal? sangkain lagi ngobrol bareng sambil mengenang love story Jinki-Minki.. Walaupun Jinki udah jadi hantu pasti tetep tampan deh 😀
    Ok Min_nki, ditunggu karya lainnya 🙂

  6. Gyahahaa like it! Onew oppa jadi hantu hahaa, tadi pas baca gak nyangka banget kalo Onew oppa ceritany udah meninggal, kirain masih hidup.
    Ditunggu ff selanjutnya! ‘-‘)/

  7. Sweett… humornya terasa…
    aaaa…. jinki jd hantu mau aku mah digentayangin terus XD

    Overall ffnya udah bagus. Cuma saran dialognya kalau bisa bikin baris sendiri, biar ngak pusing.
    Tpi, kembali lg pd authornya bisanya seperti apa.
    Keep writing ya..
    Ditunggu karya lainnya ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s