Refraction

REFRACTION

Author            : HaninB

Main Cast       : Jonghyun SHINee as Kim Jonghyun

Support Cast  : Han Yong Hwa (OC)

Key SHINee as Kim Ki Bum

Mr. Kim (OC)

Mrs. Kim (OC)

Length            : Ficlet

Genre              : Life, Romance

Rating                         : PG-13

Summary        : “Walaupun tak kupungkiri bahwa aku masih mencintai Yong Hwa dan rasa cintaku padanya tidak seperti cahaya yang mudah dibiaskan—dibelokkan, aku akan tetap mencintainya sampai aku menemukan penggantinya kelak.”

+++++

Jonghyun POV

Bagi kalian yang sudah mempelajari ilmu fisika lebih dalam pasti pernah mendengar katarefraction kan? Ya, refraction atau pembiasan cahaya adalah suatu keadaan dimana berkas cahaya melewati bidang batas dua medium yang berbeda indeks biasnya.

Namun walaupun aku tidak seperti cahaya yang sinarnya mudah dibelokkan ketika melewati bidang batas dua medium yang berbeda indeks biasnya, aku akan tetap menghargai apa yang juga dirasakan Kibum.

+++++

“Ya, semuanya sudah lengkap. Tidak ada yang tertinggal.” Kibum, adikku, yang sudah memasukkan segala perlengkapannya ke bagasi mobilnya kemudian tersenyum puas.

Ia hendak masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi. Namun, niatnya itu diurungkannya setelah eomma mengingatkan, “Ya Kibum-ah! Kau tak mau berpamitan dulu kepada eommamu? Walaupun kau mau berbulan madu seharusnya kau juga berpamitan kan?”

“Ah ne Eomma!” Kibum menepuk dahinya, “Aku lupa.” Dia hanya meringis kemudian berbalik menuju rumah. “Seperti biasa Kibum terlalu bersemangat,” sahut Yong Hwa, anaenya.

Ia memeluk eomma sangat erat, seakan-akan mereka akan berpisah lama sekali. “Eomma aku pergi dulu ya, aku hanya sebentar di Italia. Doakan aku juga agar selamat selama perjalanan menuju ke sana.”

Eomma sedikit terisak kemudian berkata, “Ne, jangan lama-lama ya. Eomma pasti akan merindukanmu. Doaku pasti akan selalu mengiringimu.” Tangisan eomma semakin pecah, ia memeluk Kibum semakin erat.

“Sudahlah Eomma aku bahkan pergi tidak akan sampai satu bulan.” Kibum masih berusaha menenangkan eommanya. Sesaat kemudian pelukan mereka terlepas. Barulah Yong Hwa berpamitan.

Ne Eomonim, kami tidak akan sampai satu bulan di Italia. Mengingat urusan perusahaan Kibum juga masih banyak.” Yong Hwa mencoba meyakinkan ibu mertuanya itu. “Ne, aku pasti akan merindukan kalian saat kalian pergi,” kata Eomma kemudian memeluk Yong Hwa.

Kini giliran Kibum berpamitan pada appa. “Appa, aku pergi dulu ya. Doakan aku juga ya.”Appa kemudian memeluk Kibum. “Jaga dirimu dan anaemu baik-baik. Italia bukanlah tempat yang dekat dan juga pasti masih terasa asing bagi kalian. Semoga kalian dapat menikmati bulan madu kalian disana.” Setelah mengutarakan nasihat-nasihatnya appa melepaskan pelukan mereka dan dilanjutkan Yong Hwa yang berpamitan.

Kemudian Kibum menghampiriku, “Hyung aku pergi dulu ya, doakan aku juga ya Hyung.” Aku kemudian memeluknya dan berkata, “Ne, aku pasti akan selalu mendoakanmu. Jangan lupa ‘oleh-oleh’nya ya,” aku terkekeh pelan.

Kibum melepaskan pelukan kami dan dengan raut wajah kesal yang dibuat-buat ia berkata, “Ah kau paling akan meminta kaset musik orang-orang Italia kan? Kau memang maniak musik Hyung, tapi tak apa, aku pasti akan membelikannya untukmu.”

Aku tertawa tertahan, “Bukan oleh-oleh itu Ki, tapi….” Aku menggantungkan kalimatku, membiarkan Kibum untuk menerka apa maksud kata-kataku itu sendiri.

Kini Kibum mengerutkan dahinya tanda tak mengerti, wajah polosnya seolah penuh dengan tanda tanya. Aku memberikan sedikit petunjuk dengan melirik Yong Hwa penuh arti, kemudian aku tertawa lagi.

Seketika wajah polos Kibum berubah menjadi merah padam menahan malu, pasti ia sudah mengerti maksudku. Begitu pula Yong Hwa yang hanya bisa tersenyum malu-malu.

“Ya Hyung! Aku mengerti maksudmu sekarang, kau membuatku malu. Tapi kau tak perlu khawatir Hyung aku pasti membawakannya untuk kita semua. Bukan begitu Yong Hwa?” Yong Hwa tidak menjawab. Hanya wajahnya yang semakin memerah yang menunjukkan jika ia sedang menahan malu.

Ne Kibum, kami semua pasti menunggu kehadirannya diantara kita.” Ne, aku tahu itu. Appasangat mendambakan seorang cucu.

“Sejujurnya aku menginginkan keponakan perempuan Kibum, apa aku bisa memesan?” Tanyaku, kemudian aku tertawa. Menyenangkan sekali meledek adikku satu-satunya ini.

“Ya! Memangnya makanan bisa dipesan?! Lagipula aku takut kalau anakku nanti perempuan kepolosannya hanya akan dimanfaatkan untuk hal yang tidak-tidak olehmu.” Kibum mendelik sebal kearahku, seketika appaeomma dan Yong Hwa tertawa.

“Yasudah, lebih baik kita berangkat sekarang Yong Hwa. Lama-lama kita di sini hanya akan semakin diledek oleh Jonghyun Hyung.” Kibum kemudian masuk ke dalam mobil–duduk dibelakang kemudi.

Yong Hwa terkekeh perlahan, “Ne, kalau begitu aku dan Kibum pergi dulu ya Oppa.” Tak lama kemudian Yong Hwa menyusul dan duduk di sebelah kursi kemudi yang sudah diduduki Kibum terlebih dahulu.

Mesin mobil dinyalakan, kemudian Kibum berteriak dari dalam mobil, “Sampai jumpa semuanya! Aku pasti akan cepat kembali!” Sambil melambaikan tangannya. Kaca mobil pun ditutup, kemudian mobil BMW hitam itu membawa pergi Kibum dan Yong Hwa ke tempat tujuan mereka.

Setelah mobil itu hilang dari pandangan kami appa dan eomma masuk ke dalam rumah, namun aku lebih memilih untuk berada di tempatku berdiri sekarang. Mengenang kepergian adikku dan Yong Hwa beberapa menit yang lalu.

Mungkin inilah saat terakhirku melihat Yong Hwa sedekat ini. Karena pasti setelah mereka pulang dari Italia mereka akan segera pindah ke rumah baru mereka yang cukup jauh dari rumah keluargaku tinggal sekarang.

Ya, kadang kita memang harus merelakan sesuatu yang berharga milik kita untuk orang yang menurut kita juga berharga. Seperti aku ini. Aku jadi ingat beberapa bulan yang lalu saat Kibum meminta maaf kepadaku karena ketidaktahuannya.

Ya, Yong Hwa yang sekarang telah sah secara agama menjadi istri Kibum dulunya adalah orang yang setiap hari selalu kuceritakan kepada Kibum. Aku selalu bercerita padanya betapa aku mengaguminya. Begitu juga Kibum yang menceritakan wanita pujaannya yang katanya memiliki banyak kesamaan dengan wanita pujaanku itu.

Namun, karena kurang terbukanya kami satu sama lain membuatku dan Kibum tidak tahu bahwa orang yang kami cintai adalah orang yang sama. Saat itu aku cukup dilema, aku mencintai Yong Hwa dan aku juga menyayangi Kibum.

Namun akhirnya akupun merelakan Yong Hwa. Bagaimanapun rasa sayangku pada Kibum ternyata mengalahkan rasa cintaku pada Yong Hwa. Walaupun tak kupungkiri bahwa aku masih mencintai Yong Hwa dan rasa cintaku padanya tidak seperti cahaya yang mudah dibiaskan–dibelokkan, aku akan tetap mencintainya sampai aku menemukan penggantinya kelak.

-END-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

30 thoughts on “Refraction”

  1. trus yonghwa cintanya sm siapa?
    eh.. hahaha
    ya jls lah ya sm kibum. nikah aj sm kibum. wkwkwk
    kynya nih jjong pemuja rahasianya yonghwa ya.. hahaha #asal nebak

    keep writing~~

  2. hwaaa walaupun singkat tapi cukup buat aku agak gimana gitu
    kasian banget deh bang jjong
    tenang bang masih ada blingers yg mencintaimu *apa deh
    buat haninB…..
    aku manggilnya apa ya?
    *bingung
    suka ff-nya
    keep writing yah

  3. Huwaaa~ *terbang*
    Jjong oppa kasian, sini aku peluk.. *ditabok blingers*
    Biar agak singkat tapi feelnya dapet banget eon,
    Daebak!
    Keep writing and Ganbatte!!!

  4. Waaah pemikiran si jjong dewasa ya. Demi kibum tercinta lhooo.. merelakan wanita yg dicintainya, pasti berat ya oppa *nepukbahu jjong XD

    Singkat tapi inti cerita bisa tersampaikan . Joha!joha! 🙂

  5. Jjong baik hati deh, jadi makin sukaa ❤

    Eh, terus ini hubungannya sama fisika apa dong? Mian, nggak terlalu ngeh ._. Tapi suka sama ffnya. Keep writing yaa ^^

    1. jadi kalo cahaya kan mudah dibiaskan/dibelokkan nah kalo cintanya jjong ke yonghwa itu ngga kaya cahaya yang gampang dibelokkin. intinya si susah move on’-‘ maaf ya kalo pendeskripsiannya jelek, ini FF pertama soalnya hehe btw makasih udah baca n komen^-^

  6. Keren! Aku suka penulisannya, rapih terus gampang dimengerti juga (meskipun yang pas fisika itu aku nggak ngerti, maaf, belum belajar sampe situ._.)

    Jjang! Keep Writing!

  7. Jujur, saya suka fisika. Tpi, ngaaakkk pernah ngerti
    Ini ff bagus. Pertama kalinya ada ff yg mengandung unsur fisika.

    Jadi, kali ini ceritanya tokoh utama ngenes nih..
    gpp jjong, masih ada para blingers hehehehe

    Nice FF. Ditunggu karya lainnya..

    1. maaf yaa kalo ceritanya kurang seru, habis masih amatir sih hehe dg komen yerin-ssi semoga nanti aku bisa nulis yang lebih bagus lagi, makasih ya udah baca n komen (:

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s