My Life With You, Lee Taemin Sequel – Part 2

My Life with you, Lee taemin (sequel part 2)

Author: Lee mincha

Main cast: choi Nara and  Lee taemin

Support cast:  jinki, chichi, nara umma, key dll….

Length: sequel

Genre: romantic and fullsadness

Rating: general

Summary: asalakan bisa selalu bersama dan saling memiliki, kita tidak akan pernah merasa bosan.

Ini sequel dari ff pertamaku yang judulnya sama, kalau g sebagus yang pertama mian ya readers….

Ff ini terinspirasi dari songnya SHINee yang “graze” . jadi aku memutuskan memakai lagu itu sebagai soundtracknya kekekekekeke

 

Nara pov

Aku hanya terdiam heran, kemudian ia mendekat.

Jinki: apa kau masih mengingatku?

Nara: kau siapa?

Jinki: sepertinya kau sudah melupakanku.

Nara: ne?

Jinki: apa kau tidak ingat? Aku adalah orang yang selalu mengantarkan makan siang untukmu dan yougun dulu.

Nara: jinki oppa… apakah ini benar-benar kau?

Jinki: sepertinya kau sudah mulai mengingatku

Nara: tentu saja, kau selalu bilang nenek memaksamu memberikan makanan itu agar ia tak melaporkan kebiasaanmu cabut.

Jinki: kau banyak berubah sekarang…

Nara: ne…

Kemudian kami duduk di kursi taman yang ada di sisi trotoar, aku menceritakan semua kisah hidupku yang sangat rumit padanya, bagimana nasib yougun, bagaimana pahitnya aku menghadapi oemmaku, dan tentu saja tentang pernikahanku. Ia juga menceritakan bagaimana ia ketahuan oleh oemmanya dan ia di suruh pindah ke amerika. Ia juga menceritakan tentang kisahnya berjuang menamatkan pendidikannya di sana agar ia bisa cepat kembali di sini. Sejujurnya hubungan kami cukup dekat, selain mengantarkan makanan untukku, dulu ia juga sering membantuku mengantar yougun ke sekolah jika aku terlambat. Dan kami juga sudah berteman jauh sebelum yougun menjadi adikku karena kami bertetangga. Aku juga heran kenapa ia tiba-tiba menghilang, ternyata ia pindah.

Jinki: aku sudah dengar tentang nenek. Sedih sekali tak bisa mendengar ancaman konyolnya lagi

Nara: ne….

Jinki: bagaimana rasanya menikah di usia muda?

Nara: tidak seburuk yang ada difikiranmu

Jinki: apa kau mencintai nampyongmu?

Nara: tentu saja, aku sangat-sangat mencintainya…

Jinki: sepertinya aku sudah terlambat

Nara: ne??

Jinki: anyia… sudahlah ayo kita temui chichi…

Kami berjalan berdua ke tempat chichi, saat bertemu chichi aku melihat ekspressi shock di wajah yeoja itu. mungkin ia terkejut melihat jinki oppa.

Chichi: oppa, bagaimana bisa kau ada di sini?

Jinki: aku sudah kembali, apa kau tidak senang?

Chichi: tentu saja, hanya saja….

Nara: hanya saja apa?

Chichi: apa kalian sudah mengobrol banyak?

Nara: ne, aku sudah ceritakan semuanya pada jinki oppa…

Chichi: ne?

Nara: YA! ada apa denganmu? Kenapa kau jadi aneh begini?

Chichi: anyio… ayo kita duduk

Kami duduk dan mengobrol sangat lama, melakukan reunian masa kecil kami dulu. Rasanya sangat menyenangkan dan sanga lucu jika mengingat kebodohan-kebodohan yang dulu kami lakukan.

Nara: oh iya oppa, kau sendiri apa sudah menikah?

Jinki: belum…

Nara: kalau begitu bagaimana dengan yeoja chingumu?

Jinki: aku masih sendiri…

Nara: aish… kau tahu, sebaiknya kau segera mencari pendamping hidup.

Jinki: aku harap juga begitu.

Nara: aku rasa aku harus segera pulang, sebentar lagi taemin pulang.

Jinki: yasudah aku juga, biar aku antar kau pulang. Sekalian aku ingin tahu rumah barumu.

Nara: baiklah…

Chichi: hati-hati ya…

Aku dan jinki oppa pulang menaiki mobilnya, saat di mobilnya kami masih sibuk berbicara tentang kisah hidup kami.

Drt…drt…drt…

Nara: yeoboseo…

Taemin: yeobo eodieso?

Nara: aku sedang dalam perjalanan pulang, wae?

Taemin: palli!! Aku sudah di rumah…

Nara: ne? kenapa kau bisa pulang lebih cepat?

Taemin: aku ingin makan malam denganmu…

Nara: baiklah..

Bipp….

Jinki: suamimu?

Nara: ne…

Aku melihat senyuman yang sangat aneh di wajah jinki oppa atau mungkin hanya perasaanku saja?

Kami sudah sampai di depan rumahku

Nara: apa kau ingin mampir sebentar?

Jinki: aku rasa tak masalah…

Taemin pov

Aish… padahal aku sudah bersusah payah pulang lebih awal…

Aku mendengar pintu rumahku dibuka

Taemin: yeobo kenapa lama sekali ak……..

Tiba-tiba kalimatku terhenti saat aku melihat istriku pulang dengan seorang namja. Siapa namja ini? Aku bahkan seumur hidupku tak pernah melihat nara berteman dengan namja.

Nara: yeobo mianhae…

Taemin: dia siapa?

Nara: perkenalkan ini jinki oppa, dia teman masa kecilku…

Aku bersalaman dengan namja bermata sipit itu, entahlah perasaanku sedikit tak enak melihatnya.

Jinki: kau terlihat sangat muda…

Taemin: gumawo…

Nara terlihat sangat senang dengan namja itu, tapi aku. Sedari tadi aku tidak bisa menghilangkan ekrpessi penasaranku.

Jinki: sepertinya kalian akan ada acara, sebaiknya aku segera pulang. Nara, sampai bertemu lagi.

Ia tersenyum sangat manis pada nara, kemudian melambaikan tangannya dan pergi.

Nara: yeobo wae? Kau sangat aneh…

Taemin: yeobo… siapa namja itu?

Nara: tadi kan sudah kubilang dia teman masa kecilku. Kau kenapa? Apa kau sakit?

Ia memegang jidatku, aku menarik tangannya dan menggenggamnya, menatap dalam ke matanya.

Taemin: yeobo, aku merasa sedikit tidak nyaman jika kau dekat-dekat dengannya…

Nara: kau juga katakan hal itu tentang key oppa, kenapa kau jadi posesif seperti ini ckckckckckck

Taemin: jika key hyung aku mungkin tidak terlalu mempermasalahkannya, hanya saja namja itu sepertinya sedikit berbeda

Nara: yeobo, sudahlah, aku merasa kau meragukanku jika kau terus seperti ini. Aku mencintaimu dan hanya dirimu, kita sudah menikah dan hidup bersama tidak hanya satu atau dua hari. Aku tidak punya alasan apapun untuk mengkhianatimu, aku bahkan meninggalkan oemmaku demi dirimu.

Taemin: arraso…

Aku kemudian memeluknya erat, tidak ingin melepaskannya meski sedetikpun. Dia milikku dan hanya milikku, kenapa aku harus mencemaskan namja itu??

Nara: jadi ada apa kau tiba-tiba pulang cepat?

Taemin: apa kau melupakan sesuatu?

Nara: eobso….

Taemin: dasar kau, selalu seperti itu. selain hari pernikahan kita, hal apa lagi yang kau lupakan?

Nara: ommona… mianhae yeobo…

Taemin: ya sudah, mandi sana. Dandan yang cantik, kita akan makan malam di luar.

Nara: OK 😉

Aku menunggu  nara cukup lama sampai-sampai aku menamatkan satu level permainan di PSP ini. Aku sudah sangat lapar dan sekarang sudah mulai malam tapi ia belum juga selesai. Akhirnya aku memutuskan menyusulnya ke kamar, aku penasaran hal apa yang membuatnya menjadi sangat lama.

Aku membuka pintu kamarku dan melihat nara sedang berdiri di depan kaca mengenakan gaun ungu selutut yang sangat indah, rambutnya terurai indah dan kakinya yang indah terekspos dengan tepat. Aku terdiam beberapa saat mengagumi kecantiknnya, beruntungnya aku memilikinya.

Aku terus mendekat ke arahnya karena sedari tadi ia tidak menyadari kehadiranku dan masih sibuk mematut dirinya di cermin.

Aku memeluknya dari belakang, mengecup singkat lehernya yang tak tertutupi rambut. Aku bisa merasakan tubuhnya menegang, kekekekekeke

Nara: yeobo,kau mengangetkanku

Taemin: apa lagi yang kau khawatirkan? Kau sudah sangat cantik.

Aku melepaskan pelukanku dan ia berbalik menghadapku

Nara: aku rasa aku kurang cocok dengan gaun ini, gaun ini terlalu bagus untukku

Taemin: anyio, ini cocok sekali denganmu… kaja…

Aku merangkulnya menuju mobilku membukakan pintu untuknya, ia  hanya tersipu malu.

Kami suda sampai di sebuah restoran yang aku pesan khusus untuk kami. Kami duduk di sebuah meja dan tataan yang sangat romantic. Aku bisa lihat nara sangat terpesona dengan hasil kerjaku.

Kami menghabiskan makan malam yang indah ini sambil mebicarakan masa lalu kami yang terasa sangat panjang.

**************

Taemin pov

Aku menghempaskan tubuhku di kasur, meski hanya pergi makan malam aku merasa sangat lelah karena siang ini aku bekerja dua kali lipat dari biasanya agar dapat pulang lebih awal.

Nara: yeobo…

Aku tersenyum, entahlah aku suka caranya memanggilku, sangat manis. Aku merubah posisiku menjadi duduk.

Nara: aku punya sesuatu untukmu.

Aku melihat ia menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya.

Taemin: apa?

Ia kemudian duduk di sebelahku

Nara; tada….

Ia mengeluarkan sebuah kotak yang aku yakin adalah kado yang dibungkus sangat rapi dan indah.

Taemin: igemoya?

Aku membuka kotak itu dan melihat sebuah shall yang sangat indah, berwarna kuning dan sangat lembut.

Nara: kau fikir aku melupakan hari penting kita begitu saja? Aku tidak sekejam itu honey…

Taemin: apa kau yang merajutnya?

Nara: ne, oemma yang mengajarkanku, aku menghabiskan waktuku untuk belajar dan membuatnya. Kau bisa memakainya di musim dingin nanti.

Taemin; aigo,… keopta. Gumawo…

Aku memeluknya sebagai ungkapan terima kasihku…

Taemin: tapi sepertiny ini tidak cukup

Nara: ne?

Taemin: aku ingin hadiah lain…

Aku mengeluarkan senyum nakalku dan kulihat wajahnya berubah merona seketika.

SKIPPPPPPP…….

Mian author g bisa bikin adegan ini….

*******

Nara pov

Sinar matahari menyilaukan mataku memaksaku untuk bangun, aku merasa pegal disekujur tubuhku. Aku melihat taemin masih terlelap di sebelahku dan naked…

Aku tersenyum-senyum sendiri mengingat semuanya. Tak ada niat sedikitpun untuk membangunkannya, lagi pula sekarang libur kan?

Aku berlari ke kamar mandi berusaha secepat mungkin agar taemin tidak melihatku. Aku menyalakan shower dan kurasakan air membasahi tubuhku, sangat nyaman berada di bawah siraman air hangat seperti ini.

Aku duduk di counter dapur menikmati secangir coklat hangat faforitku memandang jauh ke luar jendela yang ada disisi kanan dapur.

Tak lama berselang aku melihat taemin berjalan ke arahku dengan mata masih setengah terpejam, ia hanya memakai boxernya. Ia terus mendekat dan

Greb…

Ia memelukku, menyandarkan kepalanya di bahuku…

Nara: kau sudah bangun? Kenapa tidak langsung mandi?

Taemin: aku harus menagih jatahku dulu…

Ia menatapku dan

Chu~

Pagi ini selain sarapan dengan coklat hangat aku juga sarapan dengan sebuah French kiss bersama taemin. Ia tidak pernah melewatkannya setiap pagi, ia selalu menagihnya bahkan ketika kami menginap di tempat orang tuanya.

Nara: sekarang mandilah… hari ini aku akan bertemu dengan oemmaku…

Taemin: kau ingin aku menemanimu?

Nara: aku rasa seperti itu.

********

Aku turun dari mobil taemin, berjalan menuju sebuah rumah yang tidak terlalu besar. Di sana banyak sekali anak-anak yang sedang sibuk bermain. Aku juga melihat beberapa ahjuma yang tengah sibuk membersihkan pekarangan rumah itu.

Aku melihat sesosok ahjuma yang sangat aku kenal, ia sedang sibuk menjemur pakaian .

Aku hanya memandanginya tak berani memanggilnya, terus mendekat ke arahnya. Tak beberapa lama kemudian ia berbalik dan melihatku…

Aku terdiam begitupun dia, aku memberanikan diri mendekatinya dan….

Aku memeluknya, entahlah aku sangat merindukan wanita ini. Aku sangat merindukan tangan-tangannya meski tangan itu dulu selalu memukul dan menyiksaku, aku merindukan wajahnya meski ia tak pernah tersenyum padaku, aku merindukan semua tentang dirinya.

Nara; oemma…

Aku menangis dalam pelukkannya, meluapkan semua rasa rinduku padanya. ia membelai sayang rambutku, sesuatu yang selalu aku mimpikan.

Beberapa saat kemudian kami saling melepaskan pelukan. Aku merasakan tangannya dengan lembut menghapus air mataku, menatapku dengan penuh kasih sayang, hal yang selalu aku harapkan.

Nara: oemma… pogoshipo…

Entah dari mana kepandaian ini aku dapat tapi aku benar-benar mengucapkannya dengan manja.

Oemma: aigo… oemma juga merindukanmu. Bagaimana kabarmu?

Nara: aku baik-baik saja…

Oemma; kau sangat cantik…

Aku tersenyum mendengar pujiannya, melihatnya yang sekarang sangat berbeda saat ia berniat menjualku dulu. Sebuah kenangan yang sangat menyakitkan.

Oemma: kau datang dengan suamimu?

Nara: ne…

Aku melihat taemin membungkukkan badannya memberi hormat.

Taemin: oemma, mianhae, kami baru datang berkunjung sekarang.

Oemma: kuenchana… ayo masuk, oemma akan siapkan makan siang untuk kalian.

Aku dan taemin mengekori oemma ke dalam rumah itu, kami disuruh menunggu di ruang makan tapi aku justru berkeliaran. Aku melihat figura-figura yang tersusun rapi dan di sana aku melihat foto anak-anak bersama oemmaku. Mereka terlihat sangat bahagia.

Taemin: sepertinya oemmamu sudah banyak berubah

Nara: iya, aku merasa oemmaku sudah kembali lagi…

Taemin: aku ikut senang.

Nara: yeobo, bolehkah aku menginap di sini?

Taemin: ne?

Nara: aku ingin menghabiskan waktu bersama oemmaku…

Taemin: baiklah, besok malam aku akan menjemputmu sepulang dari kantor.

Nara: gomawo…

Oemma: makan siang sudah siap. Ayo kita makan…

Kami duduk melingkar, di meja makan ini. Menghabiskan makan siang sambil tertawa.

Taemin: oemma, aku pulang dulu, besok pagi aku harus bekerja. Aku akan menjemput nara besok malam.

Oemma: baiklah…

Taemin memelukku tanpa segan dihadapan oemmaku, aku hanya diam karena aku malu dan bingung.

**********

Aku duduk di kasur oemmaku, menatap ke sekeliling ruangan ini. Aku melihat sebuah foto yang terletak diatas sebuah meja kecil. Aku mengambil foto itu, foto keluarga kami. Keluarga yang sudah hancur di mataku. Appa yang sangat tampan dengan senyumannya serta yeogun yang sangat imut dalam pelukannya.

Oemma: kau merindukan mereka?

Aku merasakan oemma duduk di sebelahku, ia menarikku dalam pelukannya.

Nara: ne, aku juga sangat merindukanmu oemma…

Oemma: mianhae.. aku selalu menyakitimu

Nara: jangan pernah mengungkit hal itu lagi, semuanya sudah berakhir sekarang.

Oemma: aku bersyukur aku masih memilikimu…

Oemma memegang kedua pipiku, mengelusnya lembut dan menatap hangat mataku.

Nara: oemma, aku lapar…

Aku merengek padanya, layaknya seorang anak kecil. Senyumnya merekah,

Oemma: kaja, oemma sudah siapkan makan malam untukmu.

Aku melihat makanan yang sudah tersaji di meja kecil di ruangan ini.

Oemma: Aaaaa…..

Aku membuka mulutku lebar menerima suapan dari oemmaku. Kau tahu bagaimana perasaanku saat ini? Aku bahkan lebih bahagia dari pada saat ketika aku berhasil kabur darinya.

**********

Nara pov

Hari ini taemin kembali memintaku untuk mengantarkan makan siang.sebelumnya aku menyempatkan diri mengunjungi chichi dan kami sempat mengobrol sebentar. Semua percakapan kami terngiang jelas difikiranku

Chichi: nara ada satu hal yang selama ini tidak aku ceritakan padamu

Nara: ne? jadi kau menyimpan rahasia dariku?

Chichi: aku tidak menyangka akan jadi seperti ini

Nara: apa maksudmu?

Chichi: ini tentang jinki oppa…

Nara: ada apa dengannya?

Chichi: sebenarnya saat dulu ia pergi ia sempat berpamitan padaku

Nara: chincha? Dia kejam sekali. Ia bahkan tidak memberitahuku

Flash back

Chichi: mwo? kau akan pindah?

Jinki: ne, aku tidak bisa lagi memberikan makan siang untuk nara

Chichi: berapa lama kau pergi?

Jinki: aku akan belajar keras agar aku bisa cepat menyelesaikan sekolah dan kuliahku, setelah itu aku akan kembali lagi untuk menjemput nara dan membebaskannya dari kehidupannya. Sebelum aku kembali aku memohon padamu agar kau dapat menjaganya untukku. Hanya kau yang bisa aku andalkan.

Saat perjalanan aku singgah di sebuah mini market dan membeli banana milk kesukaan taemin.

Flash back end

Drt….drt…drt… getaran ponselku membangunkanku dari lamunanku tentang jinki oppa

Nara: yeoboseo…

Taemin: yeobo odieso?

Nara: aku sedang di supermarket.

Taemin: yasudah, tunggu aku di depan kantor, kita makan di luar saja.

Nara: makan di luar? Tapi aku sudah memasak untukmu

Taemin: kita piknik…

Nara: baiklah, tapi jangan salahkan aku jika nanti key oppa mengamuk.

Taemin: arraso…

Aku keluar dari super market menuju kantor taemin yang berada di seberang jalan. Aku bisa melihat namja itu sedang melambaikan tangannya padaku.

Taemin pov

Hari ini pekerjaan sedikit longgar karena kami baru saja selesai meeting. Rasanya sangat bosan melihat ruangan ini terus, sebaiknya kuajak nara piknik untuk menghabiskan waktu makan siang kami, pasti sangat romantic.

Aku berdiri di depan kantor dan bisa kulihat nara baru saja keluar dari super market yang tepat berada di depan kantorku. Aku melambaikan tanganku padanya dan ia tersenyum sangat manis. Ia mulai berjalan untuk menyeberangi jalanan itu, namun kulihat sebuah mobil datang dari arah kiri dengan kecepatan sangat tinggi .

Taemin: NARA!!!!!!!!!!!!!!!!!

Braaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkk………………………

Aku melihat tubuh nara terhempas jauh ke sisi jalanan dan berlumur darah, aku berlari menghampirinya. Tubuhnya berlumur darah dan penuh luka, aku bisa melihat matanya yang perlahan tertutup. Aku terus berteriak-teriak memanggilnya tapi tak ada jawaban yang aku dapatkan. Aku memeluk tubuh istriku itu, dan terus berteriak-teriak memanggilnya.

*************

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “My Life With You, Lee Taemin Sequel – Part 2”

  1. yaaahh, kok akhirnya begitu.. Jangan sampe Jinki jadi orang ketiga antara Taemin-Nara.. Mereka baru aja berbahagia, udah ada musibah baru..
    Ok Mincha, ditunggu part selanjutbua, mudah2an happy end ya.. 🙂

  2. Aduh NaRa ceroboh
    Sekali lagi masuk rumah sakit lagi.
    JinKi jangan masuk jadi pengganggu rumah tangga Nara TaeMin. Kasihan 2 orang itu. Cinta JinKi hanya bertepuk sebelah tangan.
    Biarkan Nara untuk bahagia

  3. jinki jangan jadi orang ketiga disini ya
    q g mau jinki jd jahaaat
    aduch nara saking terpesonanya sama Taemin sampai g liad ada mobil gt
    ditunggu lanjutannya yaaa

  4. huwaaaaa,,, aku terharu pas bagian Nara-eomma, jadi rindu eommaku….

    author-ssi, aku lihat tulisan k makin rapih,

    ditunggu part3nya yaaaa///

  5. Andwe….jangan sedih begini dong thor*mewek ditempat
    Jangan nyampe jinki ngambil kesempatan buat deketin nara

  6. Lho lho lho… author, Minchan…. apa-apaan ni???
    Kenapa Naranya ketabrak mobil…???? andweee…..

    Dia kan lagi bahagia2nya sm Taemin….
    Eommanya sdh berubah sayang sama dia…
    Teman masa kecil, Jinki, yg ternyata memendam cinta jg sdh kembali…

    #interupsi…, kalo poin yg satu ini berpotensi mengancam kelanggengan
    pernikahan mereka…. #gak jadi disebut…
    Habisnya… Temen masa kecilnya Jinki ku yang mempesona itu…
    Taetae pasti kelabakan…

    Balik lagi ke masalah kecelakaan, aku harap gak ada yg terlalu buruk
    yang bakal terjadi ma Nara… Kesian Taeminnya lg manja2nya ma Nara..
    Mungkin Taemin lagi ngidam… O.O

    Author…, ceritanya bagus… aku lanjut, yah…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s