The Undercurrent Love

640px-i-city_park_at_night

Tittle                      : The Undercurrent Love

Author                  : Loemongga Khofifah

Main Cast            :

– Lee Hyo Sung

– Lee Taemin

Support Cast      :

– Kim Yeon Ju

– And Others

Lenght                  : One Shoot

Genre                   : School life, Sad, Romance

Rating                   : General

Summary             : Terkadang ada suatu hal yang memang lebih baik untuk dipendam.

***

Malam ini, seperti biasa aku membuka sebagian jejaring sosialku dengan laptop. Aku sedikit terkejut melihat beranda facebook-ku dipenuhi dengan status Taemin -adik kelas yang aku suka.- Dia mengupdate tentang pertandingan club sepakbola favoritenya yang sedang berlangsung malam itu. Seperti layaknya reporter sepakbola, semua yang terjadi dilapangan hijau pun di update olehnya.

Aku memberanikan diri untuk mengirimnya sebuah pesan

‘Taemin’ tulisku dalam kotak chatting. Tak sampai 2 menit aku menunggu, dia sudah membalas pesanku.

‘Ne noona’ tulisnya.

‘Enggak, noona cumi doang hehe’ balasku garing

‘Yah, noona-_-oiya, tadi ada orang ketabrak semut!’

‘Iyakah Terus gimana? Udah dibawa ke RS belum?’

Tak lama kejadian itu, dia mengupdate sebuah status yang bertuliskan

‘Hyosung noona aneh, masa orang ketabrak semut dibawa ke RS sih-_-‘

Aku tertawa membacanya. Untuk kedua kalinya dia menyebut namaku dalam statusnya, setelah sebelumnya dia menulis ‘Seru gangguin Hyosung noona, sama-sama lemot’

Jujur aku emang suka padanya. Namun, aku hanya bisa menjadi secret admirernya. Cuma satu orang yang tau akan hal ini. Yeonju, sahabatku..

Saat aku sedang terbang diatas awan akibat status Anggara, tiba-tiba Mama berteriak dari lantai bawah

“Hyosung…Ada telpon tuh dari Yeonju”

“Iya Ma, sebentar”  aku langsung bergegas menuruni anak tangga.

“Hallo Yeonju, ada apa lo nelpon gue?”

“Ngg…Hyosung, gue rasa lo nyerah ajadeh buat dapetin Taemin”

“Kenapa?”

“Ya, pokoknya lo nyerah aja deh!”

“Iya, tapi kenapa?”

“Kalo gue bilang nyerah, ya nyerah!”

“Ya, lo nya aneh sih, masa buat statement tanpa alasan.”

“Yaudah, kalo lo gak mau dengerin saran gue, it’s OK. But, if you broken cuz him, jangan cari gue!”

“Ya lo nya aneh masa”

“Iya, gue tau gue emang aneh. Udah ah, gue tutup, ntar biaya telpon gue kemahalan!”

“Ye siapa suruh lo nelpon gue?”

tut tut tut…

Dasar nih anak! Kalo gamau rugi mah jangan nelpon gue. Aku kembali ke kamar melanjutkan kegiatanku berchatting ria dengan Taemin. Hingga sampai dia tidak membalas pesanku lagi, barulah aku tidur, pergi ke alam mimpi dan berharap bisa menemukannya disana.

***

Hari ini, aku, Yeonju, dan Key berencana untuk menjenguk Jinki dirumah sakit. Jinki dan Key adalah teman sekolahku dibangku sekolah dasar. Namun karena Key sekarang berbeda sekolah dengan kami, jadi aku dan Yeonju berjanji bertemu Key disalah satu Mall dekat sekolah sebelum akhirnya kami menjenguk Jinki yang kini tengah menjalani oprasi usus buntunya.

Di Mall aku dan Yeonju berkeliling sambil menunggu Key. Tibalah kami disalah satu pusat permainan di Mall. Aku mengerjapkan mataku tanda tak percaya. Bukannya itu Minho dan Jjong? Temen deketnya Taemin? Biasanya dimana ada mereka, disitu ada Taemin. Oh God, jangan sampe ada Taemin! Bisa-bisa aku mati ditempat.

Aku dan Yeonju duduk dibangku yang tersedia disana sambil memperhatikan orang-orang yang sedang menari diatas salah satu mesin permainan.

“Eh, ada bidadari cantik” sapa Minho pada kami. Minho adalah adik kelas ter-playboy yang pernah aku kenal. Ya, wajahnya yang tampan dan dompetnya yang tebal membuatnya pantas di krumuni oleh cewek-cewek. Terlebih, emang hobbynya adalah ngegombal, seperti apa yang dilakukannya barusan.

“Please deh Choi, gombalan lo itu buat telinga gue budeg!” balas Yeonju cuek. Yeonju emang suka manggil Minho dengan marganya, bukan namanya. Terkadang aku suka geli sendiri mendengarnya. Ya walaupun Yeonju lumayan dekat dengan Minho, tapi dia bukan cewek yang gampang dirayu dengan omongan-omongan seperti itu.

“Gue kan ngerayu Hyosung noona, bukan elo Kim!” balas Andre sambil menjulurkan lidahnya. Spontan Yeonju buang muka, mungkin dia malu. Jujur kalo ngeliat mereka, seperti ada benih-benih cinta disana. Tapi apa daya? Mereka yang lebih tau perasaan masing-masing.

“Yah, lo kok marah sih Kim? Gue kan cuma becandaan doang” bujuk Minho. Aku hanya bisa memperhatikan mereka sampil tertawa kecil. Tiba-tiba

“BBOOO!!” seseorang mengagetkanku dari belakang. Aku menoleh, Taemin…..Wajahnya yang kini hanya berjarak 10 senti denganku, membuat jantungku berpacu lebih cepat daripada waktu aku dikejar oleh anjing liar seminggu lalu. Wajahnya yang putih bersih tanpa jerawat, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang merah selalu saja membuat jantungku seperti habis lari marathon. Terlebih ketika mata kami beradu, seperti ada malaikat pencabut nyawa yang akan mengambil jiwaku saat itu juga.

Taemin mengambil posisi duduk disebelahku. Ingin rasanya aku berlari kencang menjauh. Berada didekat Taemin dalam waktu yang lama akan membuat umurku memendek, atau aku bisa terkena serangan jantung diumur jagung seperti ini. Oh tuhan, jangan sampe itu semua terjadi. Tapi aku gak boleh menjauh terlebih berlari. Karena jika aku melakukan itu, Taemin akan tau kalau aku menyukainya. Ini gak boleh terjadi! Aku menekan dadaku untuk meredam gempa besar disana.

“Noona cuma berdua aja?” tanya Taemin sambil menunjuk Yeonju yang lagi asik sama Minho dengan ekor matanya.

“Ngg, iya hehe” aku tertawa garing

“Oppa, kita makan yuk! Aku laper nih!” sapa seorang wanita kepada Taemin Aku yakin itu bukan Yeonju. Dia tidak mungkin memanggil Taemin dengan sebutan ‘Oppa.’ Karena penasaran, aku mencoba untuk melihat wajahnya.

Sulli…….?? Bisikku dalam hati.

Sulli adalah adik kelasku juga. Dia berada di tingkatan paling bawah disekolah. Kenapa dia ada disini? Ada hubungan apa antara Taemin dan Sulli? Bukannya Sulli sudah mempunyai pacar?

“Noona, aku pergi dulu ya?” izin Taemin

“Eh, iyaa…”

Sulli kemudian menarik tangan Taemin pergi dan menuntunnya kearah tempat makan yang ada di Mall. Aku hanya bisa menatap mereka sambil bertanya-tanya pada diriku sendiri

“Kenapa Sulli?” “Bukannya Sulli udah punya pacar?”  “Kenapa….”

“Taemin aneh sih, sementang punya gebetan baru, kita malah ditinggal. Padahal tadi perginya rame-rame” ungkap Jjong yang datang ntah darimana. Sontak semua mata menoleh kearahnya.

“Udah ah, daripada mikirin Taemin, mending kita karokae di box itu” ajak Minho yang diikuti oleh anggukan kami semua.

Aku dan Yeonju termasuk orang yang friendly. Makanya kami mempunyai banyak teman. Dari yang satu angkatan, adik kelas, orang yang lebih tua, bahkan anak-anak dari sekolah lain juga mengenal kami.

Hampir dua jam kami bermain-main di box karokae. Tiba-tiba aku teringat!

“Yeonju, Key gimana? Udah jam segini kok dia belum dateng? Coba lo BM deh!” seruku pada Yeonju.

“Wait” Yeonju langsung ngeluarin henponnya dari kantong.

Gak berapa lama..

“Hyosung, Key bilang dia gak bisa dateng, mendadak ada Try Out disekolahnya”

“Yaampun ni anak kenapa gak bilang daritadi coba? Kita batalin aja ya, lain kali kita jenguk Jinki. Cabut yuk, laper gue”

***

 Setelah diselidiki, Taemin emang suka sama Sulli, begitu juga Sulli. Yeonju menyarankanku untuk menyerah. Tapi bukannya aku emang mau mencintai tanpa berharap untuk menjadi pacarnya? Aku memutuskan untuk bertahan.

Satu minggu berlalu..

Aku melihat Taemin dan Sulli semakin dekat. Terlebih belum lama ini mereka bertukar hadiah. Hatiku semakin hancur kala mengetahui kalau mereka mempunyai panggilan khusus.

Aku dan Yeonju pergi ke kantin untuk memanjakan perut. Kulihat disana sudah ada Taemin dan Sulli. Aku menarik nafas panjang, sedangkan Yeonju hanya memberiku semangat lewat tepukan pelan dibahuku.

Kami berjalan mencari bangku kosong dengan tangan yang penuh dengan piring berisi nasi goreng dan gelas berisi jus jeruk. Tiba-tiba seseorang berseru

“Hyosung noona, duduk disini aja!” aku melihat kearah sumber suara, dan ternyata Taemin sudah melambai-lambaikan tangannya. Haruskah aku menjadi kambing congek diantara mereka?

Aku menatap Yeonju, sedangkan dia mengangguk meyakiniku.

“Daripada kita makan dilantai bawah kantin, lebih baik duduk bareng Taemin kan?” seru Yeonju sambil berlalu mendahuluiku. Huh, dengan berat hati aku pun mengikutinya.

Yeonju mengambil tempat duduk disebelah Sulli, hanya satu kursi yang tersisa. Dengan rasa terpaksa aku pun duduk disebelah Taemin.

5 menit berlalu. Sungguh aku tak sangup berada didekat mereka. Apalagi mendengar tawa mereka bedua yang membuat telingaku panas! Menyadari hal itu, Yeonju langsung mengajakku ngobrol

“Ngg..Hyosung! Menurut lo, gimana rasanya mencintai seseorang yang mencintai orang lain?” pertanyaan Yeonju membuatku terdiam, begitu juga dengan Sulli dan Taemin, tawa mereka langsung berhenti mendengar pertanyaan Yeonju.

Mereka semua menatapku menanti jawaban. Apa maksudnya ini? Apa Yeonju mencoba memancingku untuk mengunggapkan perasaanku? Yeonju sedikit melotot, memberikan isyarat kalau ‘inilah waktunya!’

Ehem, aku menatap mereka semua yang masih menunggu jawabanku. Aku menghela nafas, meletakkan sendok yang tadi ditanganku ke atas piring, meneguk sedikit jus jeruk melalu sedotan, dan menopang daguku di kedua tangan sebelum menjawab

“Rasanya seperti memeluk pohon kaktus! Semakin eras kamu memeluk, maka semakin sakit rasanya~”

Semua orang yang ada dimeja itu kini menatapku penuh tanda tanya. Oh tuhan, jangan paksa aku untuk menjelaskan semuanya. Aku tak akan bisa menjelaskan itu semua. Ntah kenapa cairan hangat dimataku kini memaksaku untuk mengeluarkannya. Aku bingung mengartikam perasaanku. Malu karena cintaku bertepuk sebelah tangan atau lega karena secara tidak langsung telah mengungkapkan perasaanku padanya?

Aku tidak mungkin membiarkan mereka melihat air mataku. Aku beranjak dari tempat duduk dan akan bergegas ke toilet. Tapi, belum sampai satu langkah aku beranjak, Taemin menahan tanganku. Tuhan, jangan sampe dia tau apa maksud ucapanku tadi. Kumohon.

‘BRAK’

Yeonju bangkit dari tempat duduknya sambil memukul meja. Semua yang ada dikantin itupun menatap kearah kami. Aku dapat mendengar sebagian dari mereka berbisik

“Apa yang terjadi?” dan “Kenapa dengan mereka?” dan masih banyak lagi.

“Taem! Lepasin tangan Hyosung sekarang juga!” ujar Yeonju sambil melepaskan pergelangan tanganku dari genggaman Taemin. Dia menarikku sambil berjalan ntah kemana. Aku hanya dapat menundukkan kepalaku untuk menahan air mata. Kali ini, semuanya kuserahkan pada Yeonju, sahabatku.

***

Hanya dengan mencium aroma sekitar aku tau kalo Yeonju membawaku ke UKS. Tempat yang aman untuk mengeluarkan semua air mataku.

Aku hanya menatapnya sendu, kemudian dia memelukku. Seketika cairan itu tumpah. Aku menangis dalam pelukannya.

***

Setelah hampir satu jam aku menangis, Yeonju menyuruhku duduk disisi tempat tidur UKS.

“Kalo gue saranin sih, lebih baik lo lupain Taemin deh”

aku terdiam memandangnya.

“Untuk sekarang, lo serius aja dengan Ujian Nasional yang kini udah didepan mata. Buat apa lo buang-buang waktu, tenaga, pikiran, cuma buat orang yang GAK nganggap lo special? Terlebih, gue gak suka ngeliat lo nangis cuma gara-gara dia” lanjut Yeonju.

“Di dunia ini, kita tak hanya mencintai satu orang. Jadi, please pandang orang yang mencintai lo! Buka hati lo untuk mereka! Please, coba untuk mencintai mereka dan lupakan Taemin!” Tasya berhenti sambil mengatur napasnya yang kini tidak karuan karena emosi.

“Gue pengen sendiri” ucapku tanpa memandang kearah Yeonju.

“Oke. Gue akan bilang ke Seongsam kalo lo gak enak badan. Tapi tolong pikirin lagi apa yang gue bilang barusan. Gue cuma gak mau liat lo sakit hati. Itu aja!” Yeonju pergi meninggalkanku sendirian.

Aku berfikir keras, mungkin Yeonju ada benarnya. Lebih baik aku serius dengan Ujian Nasional ku terlebuh dahulu. Buat apa aku mencintai seseorang yang menganggapku NOTHING?!

Terkadang ada suatu hal yang emang lebih baik untuk dipendam.

Huh, aku akan ngelupain Taemin walopun itu gak gampang. Tekatku!

***

5 bulan berlalu…

Kini aku telah duduk dibangku Universitas. Kejadian ketika aku duduk ditahun ketiga SMA pun tak pernah ku lupakan. Seperti saran Yeonju, aku benar-benar melupakan Taemin. Jujur, aku ingin berterima kasih padanya. Karena dia, aku tau gimana rasanya mencintai seseorang yang mencintai orang lain, aku tau rasanya tersakiti, aku tau rasanya pengorbanan, dan aku tau gimana cara melupakan someone special in mylife. Walaupun gak mudah, tapi aku bisa melakukannya.

Sekarang, aku akan kembali kesekolah lamaku untuk mengambil ijazah. Kuharap aku gak bertemu Taemin disana. Aku takut kalau hanya dengan menatap matanya, memandang wajahnya, atau hanya mendengar suaranya, usahaku selama ini akan hancur seketika. Tuhan, jangan biarkan itu terjadi.

***

Ah, aku lega karena setelah berjam-jam aku mengurus ijazahku, aku belum malihat Taemin. Sebenarnya, aku merindukannya. Sejak kejadian dikantin lalu, aku tak pernah melihatnya lagi. Aku sangat merindukan suaranya, senyum, dan wajahnya. Tapi apa daya? Untuk sementara aku tak bisa bertemu dengannya sebelum aku benar-benar bisa melupakannya. Aku melangkahkan kakiku pergi dari sekolah itu.

“Noona kenapa berubah?”

DEG! Itu adalah suara yang paling aku rindukan~

-FIND-

Gimana? Aneh bgt kan? Ckckck. Ini FF terakhirku sebelum aku serius ke UN. Huhuhu. Jangan lupa komen yaa^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

640px-i-city_park_at_night

14 thoughts on “The Undercurrent Love”

  1. Waaa kasian hyosung…

    Oh iya, alurnya agak cepet. Masih banyak typo dan bbrp nama yg bikin bingung. Dan endingnya gantung 😦 tapi kayaknya emang lebih baik sampai sini aja ceritanya, hehe. Ini sih pendapatku loh, 🙂

    Yah, masa taem g sadar sih kalau hyosung suka ama dia? Ckk #abaikan

    keep writing yaa :3

  2. Anggara? Andre? Tasya?
    eerh, endingnya kok begitu? bakalan lanjut gak niy?
    Khofifah, apakah ini dari ff/cerpen dengan penokohan/cast yang berbeda?
    Ok Khofifah, selamat menempuh UN, semoga sukses ya… 🙂

  3. waduuhh chinguu butuh lanjutaaannnn!! 😀
    oia menurutku sih aksen lo gue itu kurang gimana gitu keke kurang nyaman buat fanfic korea.. just it.. ketotalan ff seru!

  4. Kasihan HyoSung, tapi apa daya. HyoSung adalah noona, jadi ganjil bila TaeMin harus menyukai HyoSung.
    HyoSung malang (TT_TT)
    Kenapa ada tokoh baru dalam FF yang ga nyambung author?
    Semangat buat menciptakan karya FF lainnya (งˆ▽ˆ)ง
    Sorry author buat commentku yang ga bagus, soalnya aku lebih suka member SHINee pasangan ama yang lebih muda

  5. Hai ^^
    wah authornya mana nih? Udah sibuk sama ujian ya?
    ni ff kayaknya curhatan pribadi yah? #sotoy
    hehe
    kalau aku liat tadi, kayaknya ini fiksi yang di adaptasi jadi FF ya?
    masih ada beberapa nama tokoh yang gak keganti
    buat alurnya, setuju sama yang lain agak terlalu cepet. kayaknya baru A tau-tau udah G 🙂
    endingnya, walaupun gantung tapi emang kayaknya lebih baik gantung. bikin geregetan hoho

    Semangat untuk UN nya ^O^
    habis itu nulis lagi yaaaa~

  6. aku agak bingung sama namanya, tapi ceritanya bagus kok 😉
    jalan ceritanya anak remaja banget! sugoi!!!
    daebak thor, daebak

  7. Kok ada nama yang aneh ya??? Ayo coba cek lagi thor 🙂
    Kayaknya agak kependekan deh, alurnya luar biasa, gantung tapi aku suka banget!!!
    Daebak, Keep Writing and Ganbatte!!!

  8. hmm, baru kali ini baca FF dg bahasa informilnya banyak banget, mungkin karena ini adaptasi dari cerpen yah?

    anyway, aku suka jalan ceritanya, Ya ampuuun, itu si Ming, hobi nge gombal!
    hahah,
    selamat ujian yaaaaa!!!!

  9. Aigoooo… Critanya keren.. Nan choa.. But need sequel n buat author mga lulus deh.. Amin! ^^v doakan jga akuh yah…^^v

  10. Thor, lebih baik tata penggunaan bahasa’a lebih diperhatiin lagi.
    Trus typo’a dikurangin yaa.. *plak* hehehe 😀
    Dan, last INI GANTUNG THOR!!! -_-
    Gmana kisah mreka dan cinta Hyosung?? o.O

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s