Scream – Part 3

Title (*)           : Scream (Part 3)

Author (*)        : Sung Tae Jin

Main Cast(*)   :

  • Jang Eunra (OCs)
  • Lee Taemin (SHINee)
  •  Lee Jinki ‘Onew (SHINee)
  • Kim Taeyeon (SNSD)
  • Kevin Woo (U-KISS)

Support Cast    :

  • Lee Gikwang (B2ST)
  • Yang Yeosob (B2ST)
  • Shin Dongho (U-KISS)

Length(*)         : Sequel

Genre(*)          : AU, Horror, Mystery, Romantic

Rating(*)         : PG – 13

Summary         : You Scream, You Die..

Disclaimer       : Jang Eunra is OCs.. SHINee, B2ST,U-KISS, SNSD, they not mine.. they belong to god..

Author’s Note : Ini blom ada unsur horrorny krn hrus d jlasin dl.. part ini bru dimulai.. Ini nih part 3ny.. Something sekali y? Lngsung sajalah klo bgitu..

Happy reading^^

scream (part 1)

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

Eunra terus berjalan sambil mengecek satu persatu dari pintu itu, walaupun ia tahu itu semua mempunyai kunci yang bila ia berjalan ke tempat kunci itu, itu berarti mengharuskannya menempuh jarak sepanjang 15 km. Karena setidaknya, dari villa ke pantai kurang lebih jaraknya 15 km. Setidaknya yang tertulis di papan pinggiran jalan. Hembusan angin lembut di dalam ruangan yang entah berasal dari mana itu seperti mengajak Eunra untuk terus berjalan ke dalam. Suara lampu yang mengedip serta hentakkan kaki Eunra menambah suasana seram. Eunra terus menerus memanggil nama Yeosob. Dan bertekad tak akan kembali sebelum menemukan chingunya itu. Walaupun sebenarnya ia tahu, bahwa inilah jalan untuk kembali. Sinyal di ponsel Eunra sudah mulai menunjukkan bahwa dirinya sudah tak lagi berada di daerah jangkauan.

Entah ia berjalan sampai mana, tapi yang jelas pasti sudah berada di tengah atau mungkin baru seperempat jalan kembali ke villa. Mengecek satu persatu pintu dan tak ada juga hasilnya, ia memilih untuk istirahat. Duduk di lantai lusuh bersandarkan dinding dengan berhiaskan pintu – pintu lapuk dan lampu – lampu penerang yang berkedip.

AAAARRRGGGHHH!!

Eunra yang baru saja mengedipkan mata itu terlonjak kaget. Suara teriakkan yang cukup memekakan telinga itu membuat rasa penasaran Eunra bangun. Ia kembali mengecek satu persatu pintu – pintu yang berada di lorong itu. Beberapa pintu dari tempatnya duduk untuk beristirahat, satu pintu terbuka. Eunra membukanya dengan perlahan, dengan celah yang kecil dilihatnya dua orang namja.

Yang satu sedang berdiri dan yang satunya lagi terduduk. Namja yang sedang berdiri, dengan kupluk sweaternya yang hitam yang menutupi kepalany serta boneka ventrilloquist yang berada di tangan kirinya, berdiri di sudut ruangan yang sangat kosong yang hanya berisi satu kursi yang duduk di tengah. Namja yang sedang berdiri itu tertawa melihat namja yang sedang duduk.

Entah kenapa keberanian muncul dan ia membuka sedikit dari pintu itu. Semakin jelas terlihat kegiatan di dalam. Boneka ventrilloquist yang bergender namja itu berjalan sambil mengatakan sesuatu yang tak didengar baik oelh Eunra. Suaranya sama persis seperti Yeosob. Ia berjalan menemui namja yang sedang terduduk itu. Namja yang di sudut pintu menyusul mendekat pada namja yang sedang terduduk seperti tak bernyawa lagi. Lalu dengan kasar, digeretnya namja itu mendekat pada pintu keluar. Sontak Eunra kaget setelah melihat namja yang digeret itu ternyata Yeosob dengan mulut yang menganga dan lidahnya yang telah hilang.

Ingin rasanya ia berteriak namun suaranya terlalu takut untuk keluar. Jadi ia hanya menjauh perlahan sebelum berlari sebelum namja itu melihatnya. Ia tak berani lagi melihat ke belakang dan terus berlari sambil menangis. Penglihatannya kabur, hanya tangisan dalam yang terdengar. Ia menutup mulutnya sambil menangis dan terus berlari menjauhi pintu demi menemukan jalan keluar. Hentakkan kakinya yang menggema seolah menuntut dirinya untuk berlari sekuat mungkin bila takingin bernasib sama seperti Yeosob.

Suara keramaian pantai semakin terdengar jelas setiap kali kakinya mendekat selangkah menuju tangga yang dari matanya sudah terlihat bentuknya dengan perlahan itu. Ia tak kuat lagi berlari namun ia memaksakan diri hingga akhirnya ia harus menutup matanya sembari berlari.

BRUK!

Ia tahu ia menubruk seseorang. Ia menutupi wajahnya dan menangis. “ Jebal.. Jangan lakukan itu padaku. “ Eunra memohon pada orang yang baru saja ditsbraknya. “ Eunra-ah? Gwenchana? “ Suara yang lembut yang sepertinya ia kenal. “ Taemin? “ Ia membuka wajahnya perlahan yang tertutupi dengan tangan yang berdebu. Ia spontan memeluk Taemin dan menangis sepuasnya di dada Taemin hingga baju Taemin sepertinya sudah bisa di peras. “ Wae chagiya? “ “ Yeosob.. “

“ Aku disini.. Wae? “ Eunra terlonjak kaget ketika melihat orang yang baru saja ia lihat digeret oleh seseorang itu sekarang utuh dengan lidah sempurna. Ia hanya terdiam dn memori yang baru saja ia niatkan untuk melupakannya selamanya itu kembali terulang. “ Eunra? “ Suara lembut namun terdengar panik itu terdengar dari mulut Taeyeon. Mulut Eunra menganga, lidahnya kelu, gerakannya terhenti, semuanya niatnya terurungkan. Dengan beribu pertanyaan di balik kemisteriusan Eunra, Taemin dan yang lainnya membawa Eunra kembali ke villa. Eunra msih saja dengan aksen yang sama, mematung. Dirinya yang tak tahu ingin berbuat apa itu masih memutar dan mengingat bahwa yang ia lihat memang benar – benar Yeosob.

Eunra’s POV

Aku terdiam, terpaku melihat siapa yang berada di depanku sekarang. Suara – suara panik yang menghujamiku sedari tadi dengan pertanyaan tak kugubris. Orang yang menganga dengan lidah yang menghilang dan digeret dengan seorang namja yang tak terlihat wajahnya itu masih kuingat sampai sekarang. Tak mungkin aku salah melihat orang.

Di mobil pun, aku masih memutar memori tadi yang belum sampai setengah jam kucoba cecerkan di jalan. Tapi tetap saja, memori itu tetap mengejar mobil yang melaju cepat yang dipegang oleh Yeosob. Entah itu Yeosob atau bukan. Aku ingin memberitahu semua orang apa yang terjadi tadi, namun tenggorokkanku seperti tercekat oleh bola golf. Aku tak bisa mengendalikan diriku sendiri secara tiba – tiba, napasku sesak, entah kenapa jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Seakan ada yang mencekikku dengan sengaja dsini. Seketika itu juga semuanya berputar, lalu kemudian.. Gelap.

Eunra’s POV End

“ Eunra sedari tadi seperti mematung tanpa gerakan bahkan lirikan mata sekalipun. Hanya airmata yang keluar. Bagaimana ini? “ Tanya Taeyeon yang sedaritadi tak menyerah menanyakan pertanyaan sama. “ Kita harus membawanya kembali ke villa. Mungkin dia shock melihat sesuatu. “ Ujar Gikwang lalu meminta Yeosob mempercepat laju mobilnya.

*********************

Angin malam dan suara malam menyapa lembut yeoja yang beberapa jam menjadi putri tidur itu. Ia melihat sekeliling dan bernapas lega. “ Chagiya, gwenchana? “ Tanya Taemin yang baru masuk. “ Gwenchana. Aku lapar. Feed me! Atau aku saja yang ke bawah. “ Ia melompat dari kasur dan berlari ke ruang makan. Belum beberapa menit ia bangun, ia sudah seperti anak kecil yang tidak mau diam. Taemin hanya menggeleng dan menyusul aeginya itu. “ Makan!! “ Teriak Eunra berhenti sejenak di tengah – tengah anak tangga lalu kembali berlari dan duduk. Sontak semua yang sedang menunggu Taemin untuk segera makan kaget bercampur senang. “ Eunra-ah. Kau sudah sadarkah? “ Onew bertanya sambil melirik pada Taemin yang baru duduk. Taemin hanya mengangguk dan tersenyum. “ Yeosob mana? “ Tanya Eunra melihat bangku chingunya yang kosong.

“ Ia menolak untuk makan. Kenapa dengan yeobomu Kevin? “ Goda Onew. “ Entahlah.. Istriku yang satu ini sungguh tak bisa dimengerti. “ Kevin memimpin semuanya untuk makan. Eunra masih berpikir walaupun makannya sangat lahap. Mengingat dirinya yang tertidur seharian itu tanpa diisi bahan bakar apapun.

Taemins POV

Aku sebenarnya mulai khawatir dengan Eunra semenjak ia ditemukan di lorong villa yang ternyata panjangnya sangat amat panjang itu yang bahkan aku, pemiliknya pun tak tahu. Kami makan dengan diam. Tidak ada suara kecuali suara ribut khas makan. Eunra, nae aegi, walaupun makannya sangat lahap, ia terlihat masih bingung. Apa sebenarnya yang terjadi disana? Kenapa ia begitu shock sampai – sampai ia hanya bisa terdiam setelah melihat Yeosob? Memang ada apa dengannya? Bukankah Yeosob baik – baik saja? Bahkan ia sempat bersama Yeosob saat malam hari kemarin.. Mereka bahkan bercanda bersama di kamarku, bukan? Aku semakin khawatir pada kesehatan.. Kau tahu, mentalnya.

“ Eunra-ah.. Sebenarnya, apa yang terjadi tadi? “ Yeosob, yang tanpa rasa bersalahnya itu pun, menanyai Eunra yang membuat Eunra memberhentikan aktivitas makannya. Aku menyenggol Yeosob yang ada disebelah kananku. Yeosob dengan wajah innocentnya bertanya pada yang lain. Bagaimana bisa ia menanyakan Eunra yang masih belum benar betul otaknya itu? Dasar babo! “ Hmm.. Aku hanya bermain pagi – pagi di pantai. Aku bosan melihat kalian semuanya sedang tidur disana. Aku tak menyangka kalau lorong kendali sepanjang itu. “ Dengan senyum yang kutahu bukan dari dirinya itu, ia mencoba menjawab sebisanya. Pasti ada hal yang ia tutupi. Ini bukan dirinya. Aku tahu ini bukan nae aegi.

Taemin’s POV End

*********************

Malam harinya, Eunra terbangun karena adanya mimpi buruk yang terus menghantuinya. Dan bagusnya lagi, mimpi itu adalah Yeosob. Ia mengetahui ia merasakan chingunya sudah datar. Saat ia menyalakan lampu dan melihat, hanya ada bantal dan guling yang menemaninya. Tak bisa tidur, Eunra memutuskan untuk kembali menelusuri lorong terkutuk itu. Dengan bermodalkan senter yang ia temukan di laci kamar, ia pergi membawa serta ponselnya untuk mengecek sejauh mana dia masuk kedalam menggunakan sinyal ponselnya.

Masuk kedalam merupakan suatu mimpi buruk bagi Eunra. Namun rasa tak terimanya yang lebih besar ketimbang rasa takutnya itu mendorong dirinya untuk memasukki kembali lorong itu dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mengingat lebih mudahnya Eunra untuk mengecek satu persatu pintunya karena kunci – kunci pintu tinggal ia ambil di pintu masuk lorong. Sudah sekitar jam 2 dini hari ia bersiap dengan ponsel dan senter yang berada di tangan kanan dan kirinya.

Setiap hentakan kaki Eunra itu berarti secepat itulah degupan jantung dari Eunra. Ia berjalan seperti bersemangat karena hari ini mendapat lotere. Namun langkahnya tak seirama dengan perasaan takutnya yang tadinya masih bisa tertutupi oleh rasa penasarannya kali ini, berkembang dan mulai menimbulkan rasa ragu. “ Bila aku berhenti sekarang, aku tak akan menemukan apa yang kucari. Tapi bila aku meneruskannya, bisa saja aku yang selanjutnya. “ Ia berhenti sejenak. Berpikir, dan melihat ponselnya. “ MWO?! Sudah setengah jalan? “ Ia tersontak kaget melihat sinyal yang ditunjukkan di ponselnya. Yang tadinya penuh, sekarang berkurang tiga sinyal dari lima sinyal yang tersisa. Ia memutuskan untuk terus berjalan. Ia mulai mengeluarkan kunci yang tadi ia ambil di pintu masuk lorong. Lampu berkedip sudah mulai terlihat. Senter pun siap menerangi jalan. Eunra mengecek ponselnya, kelima sinyal sudah tak lagi muncul.

Ia berhenti berjalan dan memulai petualangan misteri di lorong sempit namun panjang itu. Hembusan napas menjadi pembuka. Derapan kaki menjadi irama. Degupan jantung menjadi kawan saat ini. Kumpulan kunci yang menggunduk di satu lingkaran besar membuat sedikit kebisingan di lorong. Membuka pintu dengan kunci yang menggunduk bukanlah hal yang mudah. Itulah sebabnya Gikwang memberi warna pada pintu serta kuncinya. Setiap pintu maupun kunci memiliki warna yang berbeda. Kalian tahu sendirilah bagaimana membayangkannya. Dengan keadaan senter di mulut dan tangan memegang gundukan kunci sambil mencarinya. Seperti itulah setiap pintu. Namun ia hanya menemukan ruangan – ruangan aneh. Seperti kamar tidur, kamar mandi, ruangan lemari, dan ruangan lainnya seperti rumah. Ia hanya menemukan satu fakta, bahwa setiap ruangan memiliki cairan yang entah itu mengering ataupun belum cairan merah pekat yang ada di dinding maupun lantai ruangan. Entah itu hanya bercaknya atau bahkan sampai genangan. Eunra hanya bergidik ngeri melihatnya.

ARGH!!

Kali ini teriakkan seorang yeoja. Eunra berlari mendekati suara teriakkan yang seakan memanggilnya. Ia lelah. Tak mampu lagi untuk melangkahkan kakinya. Ia menyetujui dirinya yang ingin beristirahat sejenak. Bersandar di dinding seperti yang ia lakukan pagi tadi mungkin menjadi ide yang bagus. Namun suara tawa mengurungkan semua niatnya kepada dinding itu. Ia mendekati pintu dimana suara tawa terdengar lebih jelas. Pintu abu – abu yang sedikit terbuka. Namun bagaimana bisa? Kuncinya bahkan ada ditangan Eunra. Ia sedikit mengintip. Kali ini kasusnya berbeda. Namja yang kemarin menggeret Yeosob itu membawa boneka ventrilloquist yang lain. Boneka ventrilloquist yeoja yang cantik dengan rambut yang terurai sebahu.

Di tengah ruangan yang berkeadaan sama seperti ruangan dimana ia temukan Yeosob kemarin, kosong tanpa ada satu pun barang, tergantung terbalik seorang yeoja yang diketahui pasti oleh Eunra adalah Taeyeon sahabatnya. Matanya terbelalak, tangan kanannya menutupi mulut yang hendak berteriak, kakinya gemetar saat mengetahui kenyataan bahwa itulah sahabatnya. Yeoja yang tergantung itu tak jauh beda keadaannya dengan Yeosob, mulut menganga, mata yang terbelalak dan lidahnya yang sudah berlari entah kemana. Tiba – tiba, boneka ventrilloquist yeoja itu hidup dan berjalan bersama namja yang membawanya ke arah Taeyeon yang nyawanya sudah tak bersatu dengan raganya lagi. Namja itu memutuskan tali yang menggantung Taeyeon terbalik dan ia biarkan terjatuh lalu menggeretnya keluar dari ruangan itu. Eunra kali ini bisa lebih tenang. Ia membuka salah satu pintu berwarna biru lalu menutupnya dan menguncinya. Ia menutup rapat mulutnya sampai – sampai napasnya ia berhentikan sejenak.

Hentakkan kaki yang lamban namun berhasil membuat Eunra gemetar itu perlahan menjauh. “ Run.. “ Suara itu terdengar jelas oleh Eunra yang sedang menutup mulutnya. Mulutnya bergetar. Ia memutuskan untuk mengiyakan suara yang menyuruhnya berlari. ia melihat ponselnya sejenak dan menyalakan senter lalu segera berlari menjauhi area menyeramkan itu sambil menangis. Sudah dua kali ia melihat hal yang seperti ini. Dan ia masih belum bisa membicarakannya kepada yang lain. Sembari berlari ia terus saja melihat ponselnya. Eunra berhenti. Melihat sinyal yang ada di ponselnya itu sudah terisi penuh. Ia berjalan sambil mengatur napasnya yang ia habiskan untuk berlari dan menangis.

Di luar lorong, tepatnya di gudang, ia melihat sosok yeoja dengan rambut yang terurai panjang. Mendekatinya perlahan. Kali ini Eunra tidak bisa menahan tangisnya akibat rasa ketakutannya. Yeoja itu berhenti sekitar 5 langkah dari tempat Eunra berdiri sekarang. “ Eunra-ah.. Aku titip Onew. Bicara padanya apa yang sebenarnya terjadi dan apa saja yang kau lihat. Bila kau tak bisa selamatkan aku maupun Yeosob, setidaknya kau masih bisa selamatkan yang lain. Bawa mereka semua pulang. Oh.. Dan juga, tolong temukan jasadku dan Yeosob ya.. “ Suara lembut seperti bisikan itu membuka mata Eunra. Ia tahu siapa yang sedang berbisik. Tangisnya meledak tak lama setelah angin berhembus dan sosok yeoja itu tiba – tiba menghilang. “ Aku berjanji akan membawa jasad kalian kembali.. “ Sambil menangis, Eunra mengepalkan tangannya begitu erat dan kencang. Ia kembali ke kamarnya dan melihat pukul berapa sekarang di ponselnya. Ternyata sudah dua jam ia meninggalkan villa demi petualangan di area kematian itu. Ia melihat Taeyeon yang tidur di ranjang. Ia tersenyum sinis. “ Aku akan melihat seberapa pintar kau membohongiku. “ Ia lalu berjalan dan tidur di sebelah Taeyeon. Tersenyum sekali lagi, lalu terlelap.

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

TBC

Ottokae? Msih g sru y? y stidaknya ini msih murni dri pemikiran author. Minta RCLny bleh y? kan kalian reader2 yg baek hati dan tidak sombong serta rajin menabung..^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

23 thoughts on “Scream – Part 3”

  1. Hah?
    Lalu YooSeob dan TaeYeon palsu? Atau EunRa mulai berhalusinasi, atau temannya bermaksud mengerjainya.
    Binggung siapa dalang dalam masalah ini. Kevin ditemukan dalam keadaan masih hidup. Mungkinkah Kevin?
    Lanjutin author (งˆ▽ˆ)ง

  2. Yoseob sama Taeyeon palsu?? Duh makin penasaran sama FF satu ini, rada ngeri sih pas bagian Yoseob sama Taeyeon lidahnya ilang, gak bisa ngebayangin lagi.
    Good job thor! Di tunggu next partnya!^^

  3. Aaaagggghhhh
    Daebak thor.
    Gag ada kalimat yg buat bingung, trus yg aku suka semakin di baca semakin menarik.

    .LANJUTKAN.

  4. aku bingungnya apa hubungannya boneka sama taeyon dan yeosob,tapi semuanya bagus kok,part selanjutnya buruan dirilis ya,aku udah gak sabar nunggu part selanjutnya,semangat buat author

  5. seru thor, next chapternya di tunggu…
    aku kira pertamannya eunra gila/berhalusinasi/cuman mimpi dan sejenisnya, ternyata.
    “eunra ayo bongkar rahasianya”0^◇^0)/

  6. Aku ngerti jalan critanya..seru banget serem juga..makin lama ff ini makin menegangkan, penasaran bgt siapa yg tega membunuh yoseob ama taeyeon..jangan sampe taemin deh.kasian

    Lanjut ya thour !

  7. Aduh… Aku deg2an tau! Seru bngt ceritanya! Maaf bru komen, aku kadang males komen-__- tp bkn berarti aku siders. Fighting chingu!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s