Beauty Shine I – Part 1

Beauty Shine I.1

Tittle                : Beauty Shine

Author             : Lee Hana

Main cast         : Kichan and Kim Kibum, Lee Jinki, Goo Misun.

Support Cast   : Lee Taemin.

Genre              : Humor, School Life, Frienship, and romance (dikit)

Type                : Kink

Length             : Sequel/ Novel Length

Rating             : G

Inspired By     : Arai Kiyoko-Beauty Pop

Summary         : “Kau mau… kuberikan sihir?” *o*

Ini  cerita bukan hasil imaginasi aku sendiri, tapi bukan kopas juga bukan plagiat. Ini adalah cerita dari komik yang aku jadiin ff dengan mengganti nama-nama pemerannya. Membaginya kepada pembaca yang  mungkin nggak suka cerita bergambar kayak komik. Jadi… happy reding, readers!

***

“HWAAAA, JANGAAAAN!”

Tampak beribu helai rambut tergeletak di atas tanah dan tak beraturan.

“Nah itu model rambut yang pantas buat anak jelek!” olok seorang anak laki-laki yang memakai topi dengan terbalik.

“Harusnya kau berterima kasih pada kami, Yura jelek!” imbuh seorang anak yang memegang gunting dan mengangkatnya dengan wajah senang.

“Jelek ya jelek aja!” ujar yang lainnya.

Setelah senang mengerjai teman mereka, ketiga anak laki-laki nakal itu pergi dengan wajah bahagia. Sedangkan anak perempuan yang rambutnya terlihat begitu berantakan, ia berjongkok dan menangis seraya menutupi wajahnya.

Sesosok manusia tampak berdiri tepat di belakang anak itu. Memakai topi yang bertuliskan B.S ( Beauty Shine), celana training, serta kaus panjang yang yang ia double dengan kaus lengan pendek. Pakaian yang benar-benar sporty.

“Hei!” panggilnya.

Anak itu menoleh dengan wajahnya yang menyedihkan.

“Kau mau… kuberikan sihir?”

“Si-sihir?”

“Iya. Sihir.”

______

“Selamat pagi!” sapa seorang nenek dengan ramah yang tengah menyapu jalan di kawasan pertokoan itu.

“Selamat pagi!” balas seorang kakek berkepala botak yang tengah berjoging ria.

“Hari ini sepertinya cuaca cerah, ya?”

“Iya. Hahaha…”

Seorang gadis berjalan tak jauh dari mereka dengan raut datar seperti biasa.

“Eh, Kichan. Selamat pagi! Sehat-sehat saja?” tanya si nenek tadi ramah.

“Iya. Selamat pagi,” jawabnya lemas.

“Aduh! Anak ini nggak pernah berubah! Selalu saja loyo. Ayo cepat, nanti kamu terlambat ke sekolah!” ujar si nenek lagi seraya memukul bahu Kichan keras karena semangatnya.

Kichan pun memulai perjalanan kembali dengan raut datarnya, seraya menyumpalkan headset pada telingannya seperti biasa. Mendengarkan lagu.

Seorang anak perempuan berjalan bersama seorang temannya. Anak yang kemarin menangis karena dijahili teman-temannya. Kini ia tertawa riang. Rambutnya tak lagi berbentuk tak teratur. Kini bahkan ia telah berubah menjadi lebih cantik dengan model rambut barunya. Sebuah sihir yang telah diberikan oleh seseorang.

“Eh, itu kan si Yura jelek?” tanya anak laki-laki yang kemarin memakai topi dengan keadaan terbalik. Dan pagi ini pun ia memakai topinya dengan cara yang sama.

“Iya, si jelek, tapi….” anak yang berambut cepak yang kemarin memegang gunting pun tak melanjutkan kata-katanya. Ia sadar dengan perubahan gadis itu, dan ia sama sekali tak terlihat jelek.

Yura dan temannya berlalu tanpa memperdulikan mereka bertiga. Berlalu seperti tak ada yang terjadi. Berlalu dengan riang.

Sedangkan ketiga anak tadi hanya melihatnya dengan tampang bingung.

______

Di sekolah….

“Kyaaaa! Itu kan Kibum Oppa!

“Keren banget ya?”

Tiga orang namja melewati segerombolan yeoja yang tengah histeris memuja mereka dengan raut biasa saja.

Oppa, scissors Project (SP)-nya belum di mulai ya?” teriak seorang yeoja di antara puluhan yeoja bersamanya.

“Tuh, Kibum Oppa,” ujar Jinki.

“Ne. Dimulai saja. Lagi iseng nih,” imbuh Taemin yang sejak tadi menyedot banana milk kemasannya.

“Berisik! Aku yang menentukan SP akan diadakan! Kalian diam saja!” bentak Kibum kesal, kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua dengan wajah kecut.

“Kibumie lagi bete nih. Maklum, pangeran egois,” rutuk Taemin kesal kemudian mendesah dan Jinki pun ikut mendesah, sedangkan para yeoja itu masih saja berteriak-teriak histeris meski melihat sikap Kibum yang kasar. Benar-benar sikap yang bodoh!

Di antara puluhan yeoja, ada seorang yeoja yang dengan cueknya berjalan melewati mereka sambil menyedot kopi susu kotaknya. “Scissors Project? Apa itu?”

“SP itu kegiatan klub kecantikan yang diadakan secara acak,” ujar seorang anak laki-laki dengan wajah polos dan tampak sedikit bodoh. Muncul dengan tiba-tiba di belakang Kichan.

“Eh, orang susah.”

“Jangan panggil aku begituuuuu!” protes namja bernama Joo Jeongsuk itu.

“Klub ini dipimpin oleh putra pemilik salon De Key yang tenar di dunia kecantikan, Kim Kibum. Lalu ada Lee Taemin yang menangani kecantikan kuku. Dan Lee Jinki, untuk menangani total beauty. Siapa pun gadis mereka poles akan jadi cantik sekali. Kalau menyatakan cinta, seratus persen pasti diterima. Tapi gadis yang terpilih oleh mereka cuma satu. Begitu. Lho! Kichan?”

Kichan hilang dengan tiba-tiba dari samping Jeongsuk, hingga membuat namja itu celingak-celinguk kebingungan.  Mungkin lebih tepat jika dikatakan meninggalkannya karena tidak peduli dengan apa yang ia terangkan. Padahal Jeongsuk sudah menerangkan panjang lebar, tapi karena terlalu serius bicara ia pun tak sadar bahwa gadis itu meninggalkannya.

“Kichan!” Jeongsuk masih saja mencari gadis bertampang datar itu.

______

“SP ya. Hmmm… omong kosong,” gumam Kichan.

Kichan tengah duduk di taman seraya menikmat roti dan kopi susu kotaknya dengan lahap. Di sela acara makannya ia mendengar sesuatu, “Sunbae! Mi-mian, Jinki Sunbae,” ujar gadis itu gugup.

Kichan menoleh ke arah suara. Sebuah gedung sekolah yang berada tepat di belakangnya. Di dalamnya ada tiga orang namja yang tengah berjalan di koridor gedung itu, dan seorang yeoja yang mengekor dari belakang. Yeoja berkacamata dan berambut kepang dua bernama Goo Misun. Kichan dapat melihat mereka dari balik kaca jendela yang terpajang di sepanjang tembok luar gedung.

“Kau…”

“Aku Goo Misun dari kelas 1-c.”

“Ada perlu apa denganku?”

“Eh… aku… ini book cover! Silakan dipakai kalau tak keberatan!” ujar gadis itu dengan lantang setelah beberapa lama tergugup. Menyodorkan benda di tangannya. Padahal sebenarnya ia begitu ketakutan.

Jinki mengambilnya tanpa ragu dan tersenyum, membuat Misun sedikit terkejut. Tidak menyangka bahwa namja itu akan menerimanya dengan senang hati seperti ini. Sedangkan kedua namja lain hanya menonton.

“Mungkin ini… sogokan di bawah tangan?” tanya Jinki seraya memandangi book cover tersebut.

“Hah?”

“Sebenarnya kami akan memilihmu untuk SP selanjutnya. Iya, kan?” tanya Jinki kepada kedua sahabatnya. Mungkin lebih tepatnya itu hanyalah sebuah gurauan nakal untuk Misun.

Mwo?!” pekik Kibum.

“Ti-tidak mungkin.”

“Tapi sayang sekali…” ujar Jinki seraya membenarkan posisi kacamatanya. “Kau tak pantas. Keseimbangan totalmu terlalu buruk,”sambung Jinki seraya melempar pelan benda di tangannya ke arah gadis di hadapannya dengan sombongnya.

“Kalau memang ingin menyatakan perasaan pada kami, poles dulu dirimu sedikit. Keadaanmu parah sekali. Sebagai perempuan, nilai kecantikanmu nol besar,” sambung Kibum dingin.

Misun terbelalak. Ia begitu terguncang. Dan itu sangat menyakiti hatinya.

“Bodoh sekali,” olok seseorang dari jendela yang tengah terbuka lebar, membuat Kibum sedikit terkejut. Seseorang yang sejak tadi menonton mereka dari luar jendela. Memandang mereka dengan wajah santai.

“Bisa-bisanya kalian mengeroyok seorang gadis kecil. Memangnya kenapa? Kalian tak yakin bisa membuat gadis ini jadi cantik? Wahai para SP,” olok gadis itu lagi dengan remeh seraya menyanggah kepalanya dengan salah satu tangannya pada jendela yang tengah terbuka itu. Membuat mereka berempat dengan jelas melihatnya.

“Kau siapa?” tanya Kibum.

“Aku Jang Kichan, murid kelas 1-c.”

“Hmmm… anak kelas satu ya.”

“Aku belum pernah melihatmu,” ujar Jinki seraya memperhatikan Kichan dari balik kacamatanya.

“Kau seenaknya saja bermulut besar. Lihat saja rambutmu, riap-riapan, padahal perempuan,” olok Kibum seraya menunjuk-nunjuk wajah Kichan yang masih menatapnya tanpa ekspresi. Mengolok-olok rambut lurus layer bob milik Kichan dengan tampang yang sangat menyebalkan.

“Nggak usah ikut campur!” ujar Kichan seraya membuang muka, membuat Kibum seketika menjadi shock dengan mulut menganga.

“Baru kelas satu sudah sombong!” teriak Kibum, sedangkan Kichan memasuki koridor dari jendela tanpa peduli dengan omelan Kibum yang menggelegar.

“Yuk! Waktu istirahat sudah selesai,” ajak Kichan pada Misun. Mengacuhkan ketiga namja di belakangnya dan menyeret Misun dari sana.

“Hei, kau! Tunggu!” teriak Kibum kesal merasa diacuhkan.

Kichan menoleh.”Hei, rambut di tengkukmu itu, yang sebelah kiri lebih panjang lima mili meter.”

Kibum terkejut seraya memegang rambut sebelah kirinya dengan malu, sedangkan Kichan dan Misun yang teman satu kelas segera berlari karena bel telah berbunyi.

Kibum melihat mereka dari tempatnya berdiri dengan wajah super dongkol.

“Kibum kena batunya,” ujar Jinki senang.

“Berisik!”

“Eh, iya. Lebih panjang lima mili meter,” ujar Taemin seraya mengukur panjang rambut Kibum dengan penggaris.

“Jangan diukuuur!” teriak Kibum. “Baiklah! sudah kuputuskan. Besok kita adakan SP!”

______

Di rumah Kichan yang juga sebuah salon….

Misun dan Kichan duduk di teras rumah bersama seekor kucing. Kucing hitam gemuk bernama Shampoo. Mencari udara segar di sela angin yang berhembus lembut  sore itu.

“Shampoo sudah besar ya?” tanya Misun.

“Tapi kegendutan,” jawab Kichan.

“Dia datang ke sini waktu Kichan kelas tiga SD. Waktu itu Shampoo baru saja lahir.”

“Aku ganti baju dulu ya?” pamit Kichan yang ternyata masih memakai baju seragam sekolah. Beranjak dari tempatnya dan masuk ke dalam rumahnya.

“Iya. Aku sama Shampoo aja.”

Misun mengelus-elus puncak kepala Shampoo, sedangkan Shampoo terlihat sangat menikmatinya.

“Hei Shampoo. Begitu SMU, aku sama sekali nggak punya teman. Kerjaku cuma baca buku terus. Sampai pada suatu hari….”

FLASHBACK ON

BRUKKK!

“Mian. Mian. Kau tak apa-apa, kan?” tanya seorang namja berkaca mata seraya memunguti buku-buku yang berserakan itu.

“I-iya aku baik-baik saja,” jawab Misun yang juga memunguti buku-bukunya.

Namja itu mengambil sebuah buku dan melihat sebuah tulisan. “Park Jongseok,” gumam namja itu.

“Aduh… pasti kesannya tua banget deh,” desis Misun malu.

“Karyanya hebat-hebat lho. Aku juga suka baca,” ujar si namja dengan senyum manisnya.

Wajah Misun seketika memerah. Ia terkejut melihat reaksi namja itu yang tak umum, dan ia menyukainya.

FLASHBACK OFF

“… aku langsung jatuh cinta padanya pada pandangan pertama,” ungkap Misun kepada Shampoo yang kini duduk di pangkuannya.

“Miauuu…”

“Ta-tapi aku nggak pernah berpikir untuk menjadi pacarnya!” bantah Misun gugup seperti tahu apa yang dikatakan Shampoo. Ia melihat Shampo memandanginya seperti tahu apa yang ada di kepalanya.

“Tapi ketika berpapasan dengannya di koridor, ingin sekali mengobrol meski sebentar,” aku Misun sedih. “Tapi, itu cuma mimpi saja.”

“Kau mau kuberi sihir?”

Misun mendengarnya dan segera menengok ke belakang.

“Kuberikan sihir padamu.”

______

Keesokkan harinya SP pun dimulai. Seperti biasa Taeminlah yang menjadi MC. Di sebuah ruangan besar acara itu dimulai. Dengan panggung besar, lengkap dengan kursi dan tata panggung. Yah, hanya sebuah kursi dan meja di atas sana, serta benda-benda lain yang digunakan untuk memotong rambut.

Semua siswa berlari menuju tempat itu, dan dalam sekejap ruangan itu menjadi penuh sesak. Gemuruh teriakan menggema di sana. Benar-benar meriah.

Dan Kichan sendiri. Ia diseret paksa oleh Jeongsuk untuk menonton itu.

Dan di sana terpilih seorang gadis yang akan di make over oleh Kibum. Apa hanya dia? Tentu saja. Taemin menjadi MC, dan tugas seorang total beauty hanyalah memberi tahu letak kekurangan Kibum agar dia dapat memperbaikinya dan menjadikan perkerjaannya lebih baik.

SP dimulai. Kibum memiliki waktu untuk me-make over gadis itu dalam waktu sepuluh menit. Sedangkan para menonton berteriak dengan histerisnya, tentu kecuali Kichan yang bertampang bosan dan sebal.

Sepuluh menit kemudian Kibum sudah menjadikan gadis itu tampak seperti putri yang cantik. Mungkin lebih tepatnya sembilan menit, empat puluh dua detik. Semua terperangah dan menatap kagum pada mereka. Sekali lagi, kecuali Kichan.

Kibum tanpa sengaja melihat Kichan tak jauh dari tempatnya. “Yeoja riap-riapan,” oloknya seraya melirik kesal ke arah gadis itu.

Kichan menyadarinya tetapi ia seperti biasa, tak perduli. Tapi sedetik kemudian Kibum memamerkan tampang kemenangan di wajahnya ketika sadar Kichan melihatnya. Wajahnya terlihat sombong. Tetapi Kichan hanya mendelik sebal.

SP telah selesai dan ruangan itu telah kosong. Menjadi sepi kembali seperti sebelumnya. Namun masih ada beberapa orang yang enggan melangkah meninggalkan tempat itu. Salah satunya adalah seorang gadis dengan rambut hitam nan indahnya. Ia tengah berdiri di sebuah tangga di antara bangku tribun.

Jinki melihatnya, dan dua orang lain yang ada di dekatnya juga menyadari keberadaannya.

“Lho, siapa tuh?” tanya Taemin.

“Aku lapar nih,” ujar Kibum tak peduli.

“Tak ada dalam dataku. Siapa dia?” tanya Jinki seraya memperhatikan gadis itu, yang seingatnya ia pun tak pernah melihatnya. Sedangkan gadis itu sendiri tengah menghampiri mereka. Tepatnya Jinki.

“Lee Sunbae,” sapa gadis itu.

Jinki masih menatap gadis itu bingung, tetapi sesaat kemudian ia menyadari sesuatu. “Jangan-jangan kau….”

“Aku Goo Misun.”

Jinki terdiam.

“Seperti saran Sunbae, aku memoles diri sendiri. Sebenarnya, aku mendapat sihir, dari seseorang,” ungkap Misun tenang. Atau mungkin itu bisa dibilang sebagai balasan kata-kata kasar yang pernah diterimanya dari Jinki.

“Seseorang?”

“Aku senang bisa berubah seperti ini. Jadi lebih percaya diri. Mulai sekarang aku akan melihat orang dengan cara yang berbeda pula,” ujar Misun riang, atau lebih tepat sebagai sindiran halus. “Selamat tinggal,” pamitnya dengan seulas senyum merekah dan melangkah pergi.

Sedangkan Jinki terdiam dengan keadaan sedikit terkejut dengan kata-kata yang Misun ucapkan.

Misun berjalan melewati Taemin dan Kibum, dan secara tidak sengaja Kibum melihat rambutnya yang membuat namja itu sedikit terkejut.

“Hebat. Potongan rambutnya jatuh dengan indah. Sempurna,” gumam Kibum kagum. “Siapa yang melakukannya?”

______

“Kichaaaaaan!” teriak Misun yang tengah berlari menghampiri Kichan yang tengah berjalan. “Aku sudah katakan pada Jinki Sunbae, semua kekesalan yang aku pendam selama ini,” ujarnya menggebu-gebu.

“Bagus dong,” ujar Kichan dengan senyuman bercampur raut datarnya. Yang benar-benar terlihat aneh.

“Ini berkat kamu Kichan. Gomaweo!” ujar Misun seraya berhambur ke arah Kichan dan memeluk sahabatnya itu.

***

‘Mau kuberikan sihir?’#kata-kata kesukaan author. Kereeen!

Humor? Nggak pantes ya? Nggak ada lucu-lucunya kan? Padahal pas baca komiknya aku sampe terbahak-bahak. Tapi semoga saja masih bisa menghibur ya. Oh iya! Jangan lupa komen ya! Bilang jelek juga nggak apa-apa# kenyataan kok T.T

 Yang penting komen. Tapi jangan bashing! Aku cuma mau belajar bikin ff humor aja kok. Sekali lagi maaf jika kecewa….

“Mau kuberikan sihir?” #hehehe….

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

24 thoughts on “Beauty Shine I – Part 1”

  1. Aaaa!!! Keren !!! Author daebak!! Tapi siapa yang jadi penyihir itu ?? Minho kah atau jjong ??? Lanjut thor ^^ I like it!!

  2. Jadi pengen mbaca komiknya, bagus,,, tapi ngebyangin onew jd bgn yg ngurusin total beauty kq gimnaaaa…. gitu??!! habis biasanya kn dia bergulatnya ma ayam, hehehehe….
    tpi bagus kok, msih penasaran ma yg jd penyihirnya…
    nex part ta tggu…
    keep writting!!!

    1. sekali-kali jangan jadi maniak ayam ngak papa lah, di sini Jinki juga nggak sangtae. cuma sifatnya aja rada nyebelin…
      ok, tunggulah…
      thx

  3. Wahhh jarang bgt aku nemu ff yg unik kyk gini..kichan saingan key nih..ckckckck seru lhooo suka banget! Ff yg unik kyk gini harus di pertahankan ide ceritanya juga lain dr pd yg lain..Ah neomu johaa deeh !! 😀

  4. hehe, aku pernah baca komik yg jalan ceritanya kayak gini. tapi ini agak sedikit berbeda sama yg di komik. fighting author!

  5. Kyaaa~ Kibummie jadi Narumi XD
    Kichannya dibuat lebih cool dong, soalnya di ff ini jadi agak beda sama Kiri yang sebenarnya .___.

  6. waaaaaaa thoooor
    ini sumpah keren bangeeeeeet
    ceritanya juga seruuuuuu
    ahhh aku mau baca lanjutannya 😀
    daebak thor 😀

  7. Ini ringan dan cukup unik, thor….
    Waduh…. Jinki-ku dapet pelajaran berharga hari ini dr MIsun….
    “Mulai sekarang, pandanglah orang dengan cara yang berbeda, oppa…”
    Mulai dari aku juga boleh…. kekekekeee…
    #ditampar Kichan……

Leave a Reply to aufa pasuma Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s