Beautiful Stranger [Chapter Four]

Beautiful Stranger

TIGA pasang sepatu hitam dan sepasang sepatu abu-abu tertata rapi di atas meja. Begitupula dengan beberapa cincin, gelang, kalung berikut sarung tangan kulit hitam yang ujung-ujung jarinya telah “dikebiri”. Empat pasang pakaian di hanger telah raib, anak-anak sedang menuju ruang ganti untuk mengenakan pakaian mereka.

Aku mengambil cincin dan kalung milik Chanyeol, aku bertugas membantunya sedangkan Hyojin menangani Suho.

Hari ini adalah SM Town Global Package Welcome Party mengingat besok konser akan digelar. Suho, Chanyeol, Lay, dan Kris menjadi perwakilan dari EXO.

Meski aku berusaha keras bersembunyi di balik tubuh besar Chanyeol, sayangnya kami satu ruangan dengan kedua member EXO-M. Aku tak berhenti pura-pura menyibukkan diri ketika menyadari Kevin menghampiriku. Sampai saat ini pun aku masih belum siap menghadapinya padahal semalam sudah berjanji akan bicara.

Chanyeol sudah selesai dan ini membuatku panik.

“Sena.” Aku menoleh. Sebenarnya tanpa menoleh pun aku sudah tahu siapa yang memanggil. “Setelah acara selesai kita harus bicara.”

Mulutku terkatup rapat, hanya anggukan sebagai jawaban.

Kevin tersenyum lembut seperti yang selalu ia lakukan padaku dulu. Aku takkan pernah melupakannya. Seumur hidupku.

Setelah acara selesai kami tidak langsung pulang, kami bukan karyawan biasa yang memiliki jam kantor tetap, melainkan kembali ke perusahaan untuk memastikan seluruh persiapan untuk konser besok benar-benar matang.

Setelah selesai memeriksa seluruh kebutuhan, aku meninggalkan ruangan dan memanjat ke atap. Kali ini aku tidak bisa menghindar untuk bicara dengannya.

Angin meniupkan poniku. Rambut ekor kudaku bergoyang diterpa angin malam musim panas yang sejuk. Bersandar di beranda menunggu Kris datang.

“Menunggu lama?”

Aku menoleh, dia datang dengan dua kaleng minuman ringan di kedua tangannya.

“Hai Kris,” sapaku canggung.

Dia berjalan mendekat dan ikut bersandar juga ke pagar beranda.

“Perasaanku saja atau memang benar kau satu-satunya orang yang terdengar aneh memanggilku dengan nama itu?” Dia terkekeh, suara tawanya renyah.

“Aku akan memanggilmu Kris mulai sekarang.”

“Kau bisa memanggilku apapun selama itu nyaman untukmu.”

Aku mengangguk.

Kami diam, menikmati pemandangan malam gedung-gedung di daerah Gangnam yang mulai menyalakan lampu-lampu mereka.

“Apa kabar?” Lagi-lagi aku melayangkan pertanyaan basi.

Kris tetap tersenyum. “Sangat baik, terutama ketika mendapati kenyataan aku menemukanmu.”

Aku menunduk.

Dia menarik napas panjang, mungkin cukup frustrasi dengan hubungan kami yang terlalu asing saat ini. Tidak ada tawa, humor, rayuan, skinship. Semuanya berlangsung hambar, canggung, kaku, dan membosankan.

“Maaf kemarin terlalu berlebihan.”

It’s okay…,” dia memberiku soda, “…omong-omong ini pertama kalinya kita mengobrol menggunakan bahasa Korea.”

“Yah, bahasa Koreamu lebih baik dariku, padahal pada kenyataannya aku Korean.”

Kris tertawa. Aku bisa melihat kerutan-kerutan lembut di sudut matanya. Dia selalu terlihat kejam jika diam, tetapi akan menghangatkan hati siapapun yang mendapatinya tersenyum.

“Kau belum menjawab. Kenapa kau pergi begitu saja?”

Aku merenung sebentar, berpikir kenapa ia bertanya karena pada kenyataannya ia yang memiliki jawabannya. Aku mendesah sambil menarik kail kaleng dan membukanya.

“Mewujudkan cita-cita.”

Kris menatapku. “Itu bukan masalah, aku bisa mengerti. Tapi kenapa kau tidak memberitahu aku dan Mama sebelumnya?”

Mama adalah sebutan Kris pada ibunya. Sosok ibu yang membuatku iri setengah mati karena kelembutannya.

Aku meneguk soda, berpikir memilih kata-kata yang tepat.

“Kalau aku bilang, kemungkinan besar aku takkan pergi.” Aku menoleh untuk menatapnya. “Kalian akan menahanku pergi.”

Kris berdecak kesal dan mengalihkan tatapannya dariku. Matanya kembali ia layangkan ke gedung-gedung di hadapan kami dan meminum sodanya.

Kepribadian Kris tidak berubah, dia tetap hangat seperti dulu. Secara fisik juga tidak berubah kecuali warna rambutnya yang pirang dan kulit yang semakin pucat. Tatapan matanya juga lebih tajam, seperti tersimpan luka di sana. Secara keseluruhan garis tubuhnya lurus, sempurna, dan kaku.

“Kemungkinan besar aku akan mengikutimu…,” Kris menahan omongannya, seperti berpikir dan kembali melanjutkan, “…aku kemari karena mencarimu, saat itu kupikir kau kembali kemari. Aku mengikuti sebuah audisi meskipun tak tahu audisi itu untuk apa, diadakan oleh siapa, dan bagaimana prosedurnya, yang kutahu jika lolos aku bisa ke Seoul. Itu satu-satunya cara meyakinkan Mama. Aku bilang memiliki sebuah mimpi yang hanya bisa diwujudkan di Seoul. Aku tidak bisa bilang tujuanku adalah untuk mencarimu karena Mama akan melarangku pergi.

Saat menginjakkan kaki di gedung ini, semua trainee terang-terangan memasang tampang menolak kehadiranku. Jadi aku mulai bekerja keras menyesuaikan diri dan mencarimu ke seluruh kota di sela-sela waktu latihan. Hal itu berlangsung selama tiga tahun hingga akhirnya seorang staf yang baru kembali dari Paris membawa sebuah majalah dan melihat wajahmu di sana. Kau di Paris, sedangkan aku di kota yang salah. Keinginan menyusulmu tertahan oleh kontrak yang sudah kutandatangani untuk persiapan debut. Sehingga aku memiliki rencana lain, aku mulai berharap kau mendengar tentang kelompokku yang baru menetas di dunia ini dan datang padaku. Awalnya aku menolak dimasukkan ke dalam kelompok M karena perhatian dunia lebih tertuju pada musik Korea, bukan China, khawatir kau tidak bisa menemukanku. Lagipula pada kenyataannya K lebih unggul dalam hal popularitas di dunia maya. Untuk itulah aku berusaha keras mengumpulkan popularitas atas nama Kris agar kau mengetahui keberadaanku. Meski entah alasan yang mana malam ini kau bisa berdiri di sampingku, aku sangat lega, senang bertemu lagi denganmu.”

Kantung mataku memberat menahan gunungan air mata. Aku tersenyum. Senyum pertamaku di  Seoul.

Tinjuku melayang ke lengan kanannya. “Bodoh, kau melakukannya sejauh ini.”

Ia mendesah dan berbalik menghadapku. “Kenapa? Aku tidak menyesal sama sekali. Selalu ada hal positif dalam kejadian apapun.”

“Benarkah?”

“Ya. Terima kasih, Kim Sena, berkatmu aku menemukan passion lain dalam hidup.” Nada suaranya berubah menjadi riang. “Aku menikmati pekerjaan ini. Mimpiku saat ini adalah menjadi aktor.”

“Lalu pemain basket nasional?”

“Basket? Yang kutahu hanya bagaimana cara menari,” candanya.

Aku meninju lengannya sekali lagi.

“Aku harus kembali ke dalam atau Juyoung akan membidikku dengan sindiran tajamnya.”

“Ya, aku juga harus latihan untuk besok. Kuharap kita masih bisa mengobrol di masa depan.”

Aku berjalan lebih dulu dan hanya menjawabnya dengan lambaian tangan tanpa menoleh. Ini malam yang… entahlah, tenang mungkin. Aku tidak bisa memberitahu alasan sebenarnya mengapa aku pergi. Melarikan diri karena kecemburuan itu terdengar bodoh. Jadi biarkan saja seperti ini.

***

Taemin mengaleng bahuku sedangkan Kai melingkarkan lengannya di pinggangku, mereka memaksaku untuk berpose pada kamera polaroid yang Jonghyun bawa. Kami sedang berada di ruang tunggu besar yang memuat hampir seluruh artis dan staf. Konser SM Town Live in Seoul telah dijadwalkan hari ini dan EXO sudah selesai tampil jadi aku sedikit santai.

Noona, ayo senyum!” pinta Jonghyun, tetapi aku tidak mengabulkan permintaannya.

Kemudian dua anak yang kupikir kembar ini mengganti pose mereka namun masih sangat ‘menyiksaku’.

“Hentikan, dance battle tampil selanjutnya!” seruku.

Bukannya melenggang pergi, Taemin malah menggelayuti lenganku dan berakting imut. Aku hampir mati saat itu juga. Berkali-kali menghela napas untuk menstabilkan jiwa penggemar yang kutanam hidup-hidup jauh di dalam diriku. Dalam situasi seperti ini mempertahankan keprofesionalan sangatlah sulit.

Noo~na~,” panggil Taemin dengan nada menggemaskan, “kenapa tidak jadi stylist SHINee?”

I wish I can, Taemin-ah.

Ya! Lepaskan!” seru Kai berusaha melepaskan cengkeraman Taemin dari lenganku.

“Apa urusanmu sih?” lawan Taemin.

Kedua anak ini berkutat di lengan kiriku. Bahkan Taemin menggigit jari-jari Kai. Padahal beberapa menit sebelumnya mereka sangat akur seperti mustahil dipisahkan.

“Uh, aku muak melihatmu sok manis,” umpat Kai.

“Aku juga muak melihatmu sok seksi,” balas Taemin.

Si maknae SHINee sudah tidak lagi mencengkeram lenganku, Kai berhasil melepaskannya. Tetapi mereka mulai beradu mulut di hadapanku seperti dua anak anjing berebut freesbee.

Kai mendorong Taemin ke arah pintu masuk.

“Itu noona-mu. Sana kembali padanya!”

Aku mengikuti arah telunjuk Kai dan mendapati Jira memasuki ruangan ditemani Minho. Pasangan yang sempurna, Jira sangat cantik dengan model rambutnya yang anggun. Gaun sederhana berwarna putih dengan lengan pendek berenda yang memiliki panjang hingga setengah paha terlihat sangat elegan. Semua yang melekat di tubuhnya terlihat sangat mahal. Aku sangat iri.

“Jira-noona~”

Taemin berlari dan memeluk erat Jira hingga gadis itu hampir terjungkal. Minho mulai mengomel dan memukul punggung si maknae berkali-kali. Mereka lebih terlihat seperti ayah, ibu, dan anak. Sempurna ketika bersama.

Heol, kadar aegyo anak itu mengerikan.” Aku lupa kalau Kai masih ada di sisiku. “Istirahat dulu, Noona.” Ia menarikku ke sofa terdekat.

“Kau bersiaplah. Giliranmu segera tiba,” ujarku sambil merapikan rambutnya.

Kai memainkan jari-jarinya. “Noona, boleh aku seperti Taemin?” Aku mengerutkan dahi sehingga ia buru-buru menambahkan, “Aku iri dengan kemampuannya menarik perhatian orang-orang. Aku juga iri dia memiliki noona…”

“Kudengar kau punya dua noona.”

“Ya, di rumah. Tapi ini dua hal yang berbeda. Aku ingin―”

“Seperti Taemin yang memiliki Jira?” selaku. Kai mengangguk perlahan, ia tertunduk malu. “Tapi aku tidak secantik Kim Jira. Apa tidak apa-apa memiliki noona sejelek ini?”

Kai mengangkat kepalanya dan memandangku dengan ekspresi tidak percaya.

“Yang benar saja, Noona, kenapa mengatakan dirimu jelek? Semiskin itukah kau sampai tidak mampu membeli cermin?”

Ya! Kenapa menaikkan nadamu?!” Kupukul kepalanya.

“Kau cantik, Noona, sangat cantik. Asal kau tahu aku memiliki selera yang tinggi dan kau termasuk di dalamnya.”

Tsk! Aku bahkan tidak tahu harus bangga atau tidak.”

Aku menatapnya lekat yang ia balas dengan tampang serius.

“Saat noona ke Jepang sebenarnya aku khawatir, takut Lee Taemin berhasil mendapatkan hatimu. Sepanjang hari aku tak berhenti menanyakan kabarmu melaluinya karena aku lupa tidak meminta nomormu sebelumnya. Tapi anak itu malah bermain-main menjawab semua pertanyaanku dengan asal!”

Nada bicaranya kembali meningkat. Aku diam-diam menahan tawa. Kai memang jauh lebih dewasa dibandingkan Taemin. Namun akan berubah kekanakan jika menyangkut sahabatnya itu.

I’m yours, Kim Jongin.”

“Apa artinya?”

Aku memutar bola mata. “Aku milikmu. Aku milik EXO, oke?”

Kai tersenyum riang. Ia menghamburku dengan pelukan sambil tak berhenti mengucapkan ‘terima kasih’. Seorang staf memanggilnya, ia berlari menuju tangga yang terhubung ke panggung untuk perform.

Aku kembali duduk.

Noona!” Jonghyun berlari kecil menghampiri. “Kerjaanmu selesai?”

Aku menggeleng. “Masih ada ‘Hope’ untuk ending.”

“Eiii, itu masih lama. Ayo ikut aku!” Jonghyun langsung menggamit tanganku dan menyeretku keluar ruangan. Genggamannya sangat erat hingga membuatku sedikit kurang nyaman. Orang-orang melihat kami terutama ketika menyusuri koridor. Tatapan mereka mengerikan. Ini sangat tidak nyaman, aku tidak suka menjadi pusat perhatian.

Jonghyun menarikku hingga melewati pintu utama stadium. Udara di luar cukup panas. Lampu sorot di ujung jalan membuat kami menyipitkan mata karena menyilaukan pandangan. Ia masih terus menggenggam tanganku sampai halaman belakang parkiran. Ia menghentikan langkahnya, kami berhenti di belakang sebuah van hitam milik perusahaan, kemudian ia melepas tanganku.

“Mau apa kemari?” tanyaku dengan kedua tangan terkepal, siap dilayangkan jika ia berbuat macam-macam.

Bukannya menjawab, dengan santainya ia malah duduk di bagian belakang van dengan punggung bersandar ke pintu dan kedua tangan bertumpu di pahanya.

Tangannya terjulur. “Noona, bisa aku minta sebatang?”

“Apa?”

“Jangan pura-pura! Aku sudah tahu kalau kau merokok ―”

“―kau merokok?” selaku terkejut.

“Tidak,” jawabnya nyengir. “Hanya memastikan. Jadi benar?”

Aku berjalan menjauhinya menuju sebuah pohon rindang dan bersandar di batang besarnya.  Tanganku merogoh saku belakang untuk mendapatkan kotak rokok kemudian melemparkannya pada Jonghyun. Ia terkejut ketika berusaha menangkapnya.

“Jinki yang menyuruhmu?”  tanyaku malas. Jonghyun menautkan alisnya. “Dia menyuruhmu untuk meminta rokok padaku ‘kan?”

Kerutan di dahinya semakin bertambah.

“Kenapa Onew-hyung harus minta padamu, memangnya untuk apa?”

“Dia kan merokok.”

“Eh?”

Hyung-mu… leader kebanggaanmu itu merokok juga. Jangan berakting seolah-olah kau tidak tahu!”

“Aku memang tidak tahu!” Matanya membulat dua kali lipat. Itu artinya aku baru saja membocorkan rahasia Jinki. “Noona, kau tahu dari mana?” tanyanya.

“Aku melihatnya.”

Jonghyun mendengus. “Mana mungkin. Dia bagian dari main vocal, pernafasan adalah nyawa dalam kariernya.”

“Dia melakukannya,” ucapku memastikan.

Dia terlihat berpikir sejenak. Dahinya membentuk kerutan kasar.

“Sepertinya dia melakukannya baru-baru ini. Setahuku Onew-hyung tidak pernah merokok.”

“Bukan urusanku,” desahku malas dan beranjak dari tempatku untuk kembali ke dalam stadium.

“Tunggu, Noona…” cegah Jonghyun sambil mencengkeram tanganku, “…ada yang ingin kubicarakan. Sebentar saja.”

Awalnya aku ragu, tetapi akhirnya kembali bersandar ke batang pohon. “Apa?”

“Semalam Onew-hyung pulang terlambat. Kemarin aku sempat melihatnya mengikutimu keluar gedung. Apa ia bersamamu?”

Aku menelan ludah.

“Dia tidak cerita?”

Jonghyun menggeleng. “Onew-hyung adalah member paling tertutup di antara kami. Tidak ada yang tahu isi kepalanya. Dia terlalu misterius,” tuturnya nampak frustrasi. “Kami semua sangat cemas semalam mencarinya ke berbagai tempat.”

Aku mengubah posisi dan melipat kedua tangan di perut. “Dia bukan anak kecil lagi ‘kan?”

“Bukan, kami cemas bukan karena takut dia diculik atau semacamnya. Dia sedang memiliki banyak masalah saat ini. Kami hanya takut ia melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Tetapi kalau itu adalah merokok kurasa bukan perkara berat.”

“Banyak masalah? Apa itu?”

Kupikir Jonghyun akan menolak menceritakan, tetapi kebalikan dari ekspektasiku, rahasia-rahasia internal SHINee meluncur begitu saja dari mulutnya.

“Onew-hyung sedang tidak stabil. Awal tahun lalu ia merelakan gadis yang sangat dicintainya selama bertahun-tahun pada pria lain. Aku tahu itu sangat tidak mudah menyembunyikan semua yang dirasakannya di balik wajah pokerface-nya. Tidak ada salah satu member pun yang menjadi labuhan curahan hatinya. Kami frustrasi melihatnya hidup seperti zombi dalam satu setengah tahun ini. Belum lagi perusahaan yang menuntutnya dalam berbagai hal sebagai seorang leader. Aku tidak tahu permasalahannya, ia juga tidak cerita pada kami mengenai hal itu.

Kami ingin membantunya tetapi ia selalu menolak dan berakting bisa melakukan semuanya sendiri. Aku juga tidak pernah melihatnya tersenyum ketika kamera mati. Dia menjadi aneh, jiwanya hampa. Aku tidak suka melihatnya seperti ini.”

Jonghyun berusaha mengacak rambutnya yang keras akibat hairspray.

“Kemarin… dia di rumahku,” aku mengaku. Jonghyun menatapku tidak percaya, jadi aku buru-buru menambahkan, “Tidak seperti yang kau pikirkan. Dia mengekoriku, kehadirannya sangat tidak diinginkan.”

Bibirnya menyungging dan bangkit dari duduknya.

“Itu bagus!”

Aku mendelik. “Itu mengganggu!”

“Maksudku… kau perempuan pertama yang ia temui!” Jonghyun nyengir, semakin mirip hewan purba. “Ini perkembangan yang mengejutkan.”

“Kemarin adalah mimpi buruk bagiku. Sudah hentikan, kita harus kembali ke dalam―”

Noona!” Jonghyun lagi-lagi menarik tanganku. “Kumohon… dekati Onew-hyung…”

Kami diam sepersekian detik. Angin berhembus sedikit kencang meniupkan poni dan menggoyangkan rambut ekor kudaku.

Jonghyun melanjutkan, “…hidupkan dia lagi.”

“Dia sedang hidup. Hentikan, aku tidak tertarik.”

Aku melepaskan cengkeramannya dan berlari menuju stadium. Pembicaraan singkat tadi berputar di kepala memberikan efek lain pada detak jantung. Debarnya tidak wajar.

***

Konser telah usai, seluruh staf di masing-masing tim berbenah merapikan barang-barang. Keadaan cukup semrawut sama sekali tak ada waktu untuk berbincang. Para artis dan manajer bersiap meninggalkan lokasi menuju sebuah tempat makan yang sudah ditunjuk perusahaan sebelumnya untuk mengadakan perayaan kecil pasca konser. Sedangkan kami, para coordi, masih banyak yang harus dirapikan di sini.

Persediaan staminaku masih cukup untuk bekerja hingga larut sekalipun. Melihat senyum anak-anak yang gembira telah menyelesaikan konser pertama mereka di Seoul memberiku banyak kekuatan. Aku mulai mencintai pekerjaan ini.

“Selesai. Ayo kita susul mereka!” ajak Juyoung yang disambut teriakan riang dari Hyojin.

“Oh, kupikir kita akan pulang,” sahutku.

“Kau pikir terdapat diskriminasi staf di sini?!” seru Juyoung galak.

Aku memutar bola mata jengkel dan menyampirkan dua tas besar ke bahuku. Kami berjalan menyusuri koridor menuju lahan parkir. Bahuku seperti mau terlepas. Dua tas berisi aksesoris dan sepatu kedua belas member ini sangat berat!

Bunyi ‘bruk’ pelan menggema di koridor. Aku menurunkan tas-tas tersebut dan mengambil istirahat sejenak. Beberapa staf produksi masih berlalu-lalang, setidaknya aku tidak sendirian. Juyoung dan Hyojin sepertinya sudah sampai di lahan parkir, aku akan di sini sampai bahuku sedikit membaik.

Di koridor yang agak gelap ini aku berjongkok sambil bersandar ke dinding, memeluk kedua lutut dan menundukkan kepala mencoba meredakan sakit di kedua bahu. Rasanya sangat sepi.

“Kenapa mereka membiarkanmu membawa tas-tas berat ini sendirian?”

Aku mendongak dan menemukan Kris berdiri di hadapanku. Ia mengambil tali kedua tas dari lantai dan menyampirkannya ke bahu.

“Kris…”

Let’s go!” ajaknya sambil melenggang keluar gedung. Aku mengikutinya di belakang.

“Bukannya kau sudah pergi?”

“Aku diminta kembali untuk melihat keadaan kalian,” sahutnya tanpa menoleh dan terus berjalan, “Kenapa kau tidak meneleponku? Bahumu bisa remuk membawa ini semua.”

“Aku baik-baik saja.”

“Berhenti mengatakan itu!”

Setelah sampai di lahan parkir dan menaruh seluruh barang ke dalam bagasi, kami berangkat menuju restoran tempat SM Town berkumpul. Juyoung mengendarai van dengan Kris duduk di sampingnya, sedangkan aku dan Hyojin berada di belakang mereka.

Perjalanan kami cukup hening. Di menit-menit awal mataku terpejam tetapi telinga masih bisa mendengar suara obrolan Kris dan Juyoung. Namun setelah itu aku benar-benar tertidur.

Suara gemuruh obrolan semakin jelas terdengar walau mataku masih tertutup rapat. Kantuk ini membunuh!

“Oh, dia bergerak!” pekik suara berat yang kuyakini milik Chanyeol.

“Tapi masih belum sadar,” imbuh suara lainnya.

Noona!” Kali ini suara Jonghyun.

Perlahan-lahan aku membuka mata. Samar-samar mendapati beberapa pasang mata di dekat wajahku. Aku terkesiap dan spontan menyeret tubuhku ke belakang. Wajah-wajah mereka semakin jelas setelah mataku terbuka 100%. Mereka semua histeris dan berusaha memelukku.

Kris datang membawa segelas air dan membantuku untuk minum.

“Akhirnya siuman,” ucap Jonghyun lega.

Dahiku mengerut. “Siuman? Aku hanya tidur.”

Mereka semua berdecak tak percaya.

“Dia memang tidur. Kalau kelelahan Sena memang seperti ini, tidur nyenyak tanpa bergerak. Aku menyebutnya ‘Dead-Sleep-Syndrom’,” ujar Kris tertawa geli. Aku menyodok rusuknya.

“Hei, panggil dia ‘noona’!” protes Jonghyun.

“Kau tahu dari mana, Hyung?” tanya Taemin pada Kris.

“Mereka dulu pacaran,” celetuk Kai membuatku hampir tersedak saat air mengalir di kerongkongan. “Ini pertemuan pertama mereka setelah lima tahun terpisah.”

Aku menatap Kai tak percaya. Dari mana anak ini mengetahui semuanya?!

Seluruh mata tertuju padaku dan Kris. Hyunkyun, manajer EXO-M, menarik bagian belakang baju Kai dan menyeretnya ke toilet. Nah, sekarang aku tahu dari mana ia mengetahuinya.

Aku berdiri menuju meja dan menatap kagum pada makanan yang tersaji, begitupula dengan mereka. Meja panjang segera terisi penuh oleh kedua belas EXO, aku berjalan menuju meja para staf di sisi ruangan dan duduk di samping Juyoung.

“Apa aku tidak salah dengar?” tanyanya tiba-tiba. “Kau dan Kris pernah pacaran?”

“Hm.”

“Jadi kau bekerja di SM untuk menyusulnya?” tuduh Hyojin sembarangan.

“Tidak!” jawabku tegas. “Aku sama sekali tidak tahu dia ada di sini.”

Juyoung tidak langsung menimpali ucapanku. Dia diam, terlihat berpikir. “Jadi dia hantu tempo hari itu?”

Aku menoleh, kemudian mengangguk.

What a small world,” gumamku.

Malam semakin larut, beberapa dari kami mulai meninggalkan restoran, termasuk aku. Rencananya malam ini aku akan menginap di kantor. Terlalu larut untuk pulang ke rumah. Juyoung dan Hyojin tidak bergabung, mereka lebih memilih untuk pulang karena besok kami tidak memiliki jadwal. Libur sehari sangat berharga bagi kami.

Driver mengantarku juga beberapa staf kembali ke kantor. Lampu-lampu jalanan di sekitar SM agak temaram, gedung juga terlihat sangat gelap dari luar. Mereka memang sedang menerapkan sistem hemat energi akhir-akhir ini.

Melalui pintu belakang aku memasuki gedung yang senyap menuju ruangan coordi di lantai dua. Terdengar suara musik dari ruang latihan di lantai tiga, sepertinya ada yang sedang menyiksa diri berlatih pada jam segini setelah menuntaskan konser SM Town yang melelahkan.

Aku menaruh tas di atas meja, menyatukan beberapa kursi dan tidur di atasnya. Ruangan hanya diterangi cahaya dari luar jendela. Sunyi… hanya ada suara dentuman musik dari lantai atas.

Tidak lama kemudian musik berhenti digantikan dengan suara pijakan sepatu memenuhi koridor di luar ruangan. Kemudian suara knop pintu terdengar begitu keras dari biasanya, pintu mengayun ke dalam. Sosok tubuh berbentuk siluet menampakkan dirinya, deru napasnya sangat cepat.

Apa-apaan ini? Jadi benar di gedung ini terdapat hantu? Sial!

Dia memasuki ruangan semakin dalam sedangkan aku masih berbaring di kursi, mencoba tidak bergerak dan bernapas. Sialnya, dia berjalan ke arahku. Aku mulai mengkeret di tempat, nyaliku menciut tetapi tetap bertahan di posisi semula.

Sosok pria itu berhenti dan berdiri di sampingku. Aku menangkupkan kedua tangan di wajah, tidak ingin melihatnya. Kemudian sesuatu terjatuh di atas perutku. Aku menjerit tanpa suara, bibirku bergetar hebat. Sebelum aku berhasil mendorongnya, ia bergerak ke atas menuju wajahku. Napasnya sangat cepat seperti kelelahan. Bau kuat alkohol dan nikotin mencuat dari mulutnya.

Aku mengintip dari sela-sela jari. Cahaya dari luar jendela menerpa wajahnya.

“J-Jinki?”

-to be continued

Author’s Note:

Mengapa Jinki mengikuti Sena di chapter sebelumnya?

Terlihat sangat pucat dan tidak melawan sama sekali ketika diserang membuat Jinki sedikit khawatir dengan keadaan Sena. Itulah mengapa secara tidak sadar ia mengikutinya. Kakinya melangkah begitu saja meski sebenarnya hatinya tidak ingin melakukan itu. Ini adalah pertama kalinya Jinki peduli pada perempuan setelah merelakan Kim Jira bersama Minho. Bukankah ini disebut menguntit? Lalu siapa saat ini yang berperan sebagai sasaeng? Jinki seharusnya menyebut dirinya itu.

©2011 SF3SI, Diya.

sf3si-signature-diya

Officially written by Diya, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

114 thoughts on “Beautiful Stranger [Chapter Four]”

  1. Kyaa…ceritanya makin seru. Next chapter juseyo~
    Author-nim jjang!!! Ini ceritanya makin lama makin seru dan bikin penasaran…kyakyakya~

  2. kyaak..
    .. it TBC rsana ingin ku bom..
    mengganggu…

    daebaaaak… nie ff.
    . mkin seru . jinki neol waeire.
    kekeke

    min jng lma2 post part slnjtnya..
    . ku tunggu.
    heee

  3. jya… tebakanku bener. ternyata alasannya Jinki mulai tertarik sama sena…
    tapi aku nggak tahu ternyata yeoja itu jira… #otak lamban
    lanjut dah thor….

  4. oh yeaaah ada lanjutannya

    “Jonghyun nyengir, semakin mirip hewan purba.” apaan ini.. wakakaka

    dikira td jjong juga ngerokok. trnyata cuma mau ngebuktiin aja.

    part kali ini lbh banyakan exo-nya ya drpd shinee.. hehehe

    anw.. ditunggu part selanjutnya..
    jinki yg stalker nih. hohoho

  5. astaga… Taemin-Kai, spt Tom n Jerry, si Jjong nyengir spt hewan purba, ini bagian yang bikin saya ketawa 😀
    dari tadi bacanya sambil mikir, di mana Jinki? pas nongol bikin deg2an, mo ngapa2in si Sena. eeeh, udah TBC aja…
    Ok, Diya ditunggu part selanjutnya.. 🙂

  6. huah.. Lega..
    Ga ada yg aneh2 di part ini.. Padahal tadi sempet takut pas mau baca.. Hehe..
    Jjong memang mirip binatang purba.. Hahaha..
    Dan,, kris.. Aku suka dia..
    TaeKai.. Aigoo.. Liat taem beraegyo sudah biasa.. Tpi kalau kai… Hwa.. Bisa pingsan aku..
    Next ditunggu..

  7. Akhirnya pub jg ff ini, bnr-bnr ditunggu”..
    Jinki nya muncul di akhir,, knapa mabuk? Stres kah? Plaaaakkk

    sesaeng tertukar,emang Jinki yg lebih pas dapat predikat itu *dicekek*
    Kris kayanya masih suka ma Sena, dilihat perhatiannya.. So’ tau aku hihi
    woaaa makin seru aja ceritanya Eonni, konfliknya mulai kecium(?)
    lanjuuttttkann..

  8. kyaaaaa Chapter 4!
    intermezzo dikit yah, Diya.

    Part kemarin benar2 Wow ya! ,
    pas keluar skandal Jinki with e-cigarrettte ituh, aku lgsg nyeletuk ginih,”Nah loh! FF Diya jadi kenyataan!!!
    ituh jd tema obrolan aku ke sesama SSF seharian penuh, dan rata2 mereka berharap gini:
    “Semoga Diya gak nulis ttg biasku di part selanjutnya, aamiin”
    kkk~
    Kebayang gak bakal jadi gini Di?pasti gak dong.
    alhasil aku juga jadi agak2 takut pas tau Chapter 4 di post tadi pagi,
    “hadeh, si Diya nulis apaan lagi yah?ttg Baby Tae gak yah?”
    dan … Tadaaaa, di sini Baby aman2 ajah, “kadar aegyo berlebihan” itu emang real, xD.

    hahaha, sumpah, Chapter ini penyegaran banget, seger sama kelakuan si Kkamjong.
    dan ada special scene Sena-jjong juga!
    huwaaa, jd kangen Jjongie!
    sempet khawatir klo si JJongie km bikin sbg smoker juga,
    ANDWAE, Cukup abang Jinki ajah.

    dan,,,,,, Jinki, mau apah gitu?mau poppo yah?#ahaha,imajinasiku liar. xD

    sekian komen drabbleku inih

    ditunggu Jinki-Sena scene-nya*LMAO

    1. KAMU KIRA AKU NGGAK STRES! AKU STRES PAKE BANGET DAN MIKIR JUMPALITAN KENAPA FF AKU JADI KENYATAAN.
      lol mari matikan capslock untuk Earth Hour (?)

      Kaget BANGET pas ada berita Jinki ngerokok.
      Dia di situ sama Jungah sedang sebagai Jinki kan bukan Onew.
      Nah… sudah terlihat kan 2 kepribadian para seleb?
      Yang selama ini kita lihat di media bukan 100% mereka 🙂

      1. ya ampun, tuh capslock pasti jebol!! xD

        iyah, makanya aku bilang itu si Jinki, bukan Onew.
        Aku baru ngeh omongan Key pas di Hello Baby,”Yang kau lihat di TV semuanya adalah kebohongan”
        hoh,
        sudahlah yah,
        yg penting masih ada Onew yg sangtae, innocent dan bertampang magnae,,

        Diya!!!
        adain KISS scene Jinna yaaaa!!!
        *lol

  9. Oh My Ghost… ^^
    Makin ketagihan aku nih…Akh
    Keren dan suka banget lah. Plus iri sama sena… aduh digleyutin Taem sama Kkamjong. Terus akan mengalami cinta segitiga dengan Kris ge dan Onew pa? Aigoo… mupeng

  10. ini.. keren.. sekali!!!!
    btw, knpa q ngerasa kepribadian dua abang itu ketuker y?
    abang ayam beerkpribadian naga, n abang naga berkepribadian ayam?
    ahahaha..*ngawur tingkat tinggi..!
    pokoknya apapun yg terjadi, dtunggu chap 5x!! soalnya bkal ada yg terkuak di chap itu kn??
    omo!!! sya pnsaran tingkat akut…

  11. buru2 baca lewat hape temen..dan perasaan langsung campur aduk.
    dari bagian kai-taemin, udahlah yaaa =____=”
    ternyata si Kai pengen punya noona kayak Sena..hoalaah, dan si Kai mulutnya ember banget, yg lain pada ngeh gak ya klo Sena-Kris itu udah prnah pacaran dulunya? .___.”

    dan pas Jjong narik Sena itu aku kira di van ada si Jinki trus mereka ngintrogasi si Sena mati2an..trnyata..huuft..syukurlah.. Tapi aku ikutan shock pas tau si Jjong juga gatau klo si Jinki nyemok *?*. Dan, ya..ya..aku sehati banget sama pendapatnya si Jjong mengenai Jinki :3

    trus…aduh..aduuh.. TBCnya minta dipites ==”
    ayo lanjutkan kaaak…ditunggu! 😀

  12. omeigat!
    daebak!
    keren thor,aku selalu nunggu lanjutannya nih thor,bikin deg-deg an
    lee jinki mau ngapain sena?

  13. Aa.. diya-ssi ini lanjutan ff km yg We Walk itu yaa? Huwaa daebakk!
    Aku setuju ama Nunadk-ssi chapter sebelumnya itu bener² WOW!! krn skandal kmrn itu, ff ini jd mkin trsa nyata. Aku mlh sempet mikir klo karakter Jinki bnr² sm kyak d ff ini. Trutama yg dbilang Jonghyun -kecuali bagian jiranya- aku mrsa klo jinki emg kyak gt. banyak pikiran tp trtutup. selalu masang topeng brakting seolah² dia baik² sj, padahal… aku nyesek klo mikirin ini #mian curcol ._.v
    Okey back to story..
    aku setuju ama Kai tingkat aegyo uri taeminnie emang udah tingkat kronis(?) kkk #bayangin tetem dSWD
    Jinki mabuk?wae? chagiya apa yg trjadi padamu eoh? #plaakkk :p
    Apa krn jira? atau krn ada mslh lain? Dan kenap dia mendatangi Sena? huwaaa makin seru..
    Lanjuuuttt!!!

    1. Iyaaa ini lanjutannya ~
      Pokoknya karakter Jinki di sini cuma pemikiran dan khayalan aku aja ya. Aku juga emang mikir Jinki dan Onew itu beda. Jinki dewasa cuma ya gitu sedangkan Onew berasa childish…

      Kenapa Jinki mabuk? Di chapter 5 ~

  14. aigoooo~ yg bagian taemin-kai gak nahaaaaan! huwaaaa suka banget sm kelakuan 2 bocah ini… si kkamjong iri sama taem itu! ‘kadar aegyo berlebihan’ kkk~ ini bener banget 😀

    jjong prihatin banget ini sama jinki, ternyata dia gak tau kalo leader tersayangnya ngerokok… ahhh kata2 jjong jg bikin gimana gituuu, berasa real banget eon ffnya

    haha asli ngakak pas kkamjong bocorin rahasia kris-sena! huahaha ini anak ember banget, itu jg manajer knp mslh kyk gini diceritain cobaaaaa?!
    gyaaa! itu abang ayam mau ngapain itu? huaaa imajinasiku mulai liar xD
    next chapter juseyooo~ :mrgreen:

  15. tambah seru aja ceritanya.. itu kai sama taemin lucu deh rebutan sena kkkk..
    ditunggu banget kelanjutannya, penasaran tingkat dewa nih..

  16. annyeong haseyo… tes 1.. 2…3
    yeoboseyo.. hello.. hellooooo…..
    AHJUMMAA… AKHIRNYA JUMMAAA… AKU BISA KOMEN JUM… AYO TEBAR MENYAN JUM.. SYUKURAN KITA DI DORM EXO… WASEEEEEKKKK
    aku tau pasti dari sekian banyak komen, kamu paling nantikan komen dari aku kan???
    huaaaaaahahahahahaha
    akhirnya aku bisa komen jum… elahh… sekian abad gak nyentuh komenan wp, rumit bener ya pake login segala… riwet kayak hidupnya sena nih!!!

    nah,aku komen ya jum…
    begini komen aku…
    AKU CINTA BANGET SAMA KRIS DISINI SUMPAH… UDAH SENA BALIKAN MA KRIS AJA… PULANG KE KANADA… JINKI BUAT AKU AJA HUOOOOOOOO
    Tapi kagak ding…
    KRIS YA AMPUUNN KRIS… YA AMPUN… MENDERITA BANGET KAMU NAK ENTAR…
    AKU TAU ENTAR KAMU BAKAL DI BUAT PATAH ARANG KAYAK JINKI DI WE WALK…
    TRAGIS.. SAMPAI AKHIRNYA KAMU BERTEMU DENGAN AKU YG JADI OBAT LUKAMU.. elahh
    ihh sumpah jumma… aku iri banget ma sena…. biar di ff aku cemburu buta jum…. enak bener ihh jadi coordi exo trus deket sama anak shinee…
    nih ceo SM gak sadar apa hubungan kyk gini berbahaya?? toh coordi exo yang tante tante aja dicemburui setengah mati sama fangirls diluar sana…. apalagi yang cantik kayak sena??dipeluk… peluk…. huaa… huaaaaa…. #mati
    “Kau cantik, Noona, sangat cantik. Asal kau tahu aku memiliki selera yang tinggi dan kau termasuk di dalamnya.”
    itu si ARANG,, SUMPAH MODUS BANGET SIH LO DEKK…
    trus apalagi ya???
    hemm…..
    pokoknya aku request dichapter depan JINKI-SENA WAJIB KISSUE…
    wkwkwkw…
    bye bye…

    1. MASYA ALLAH PANJANG BENJEUT !!!!!

      Kris baik yah di sini. Kalo aku buat jahat boleh gak? keke.

      Aku juga sama CEMBURU BUTA!!!!!
      INI OBSESI AKU SEMUA!!!!! LOL
      Iyaya si ahjumma coordi itu aja dijelesin, apakabar Sena. CEMBURU MEMBABI BUTA KELEUS.

      KENAPA MANGGIL JONGIN “ARANG” DI SINI?
      JAHAAATTTTTT *lari cantik*

      Jinki-Sena kisseu? Aw ~
      KODE ITU KODE SYEKALIIIII !!

  17. sama kayak koment-nya Nona eonni…. Huwaaahhhh sempet shock denger rumor abang ayam ganteng itu. kalimat pertama yang muncul : Kok kayak baca FF-nya diya eonni ya! hahaha.

    dan padahal aku masih berharapnya Sena belum bisa maafin Kevin… tapi ternyata langsung baikan.hehehe

    Dan… Suka banget di bagian Kkamjjong sama Taemin. ternyata, Taemin punya sangan dalam hal ke-chaldish-an nya yang selama digdaya.heheehehe

    Dan endingnya… huwah… pasti Jinki mau melakukan hal yang “iya-iya” sama Sena tuh……. Harapanku, Key makin sering muncul… *jiwalokcetskumat

    Gumawo Diya Eonnn!!!!! wait for the next chapter. ^_^

  18. MissKyu-Hee-onnie aku ngakak baca komennya…lol~
    bener banget onn, pasti kris nanti tragis banget hidupnya, patah arang bukan patah lagi tapi arangnya jadi abu. lol~
    kasihan.. sekarang dibikin senang bisa ngobrol sama sena habis itu HANCUR!
    kris kan kemaren2 ngilang juga, sapa tw dia balik ke kanada gegara patah hati, lmao.

    diya onn aku masih bertanya-tanya, onew yang tadinya lagi diruangan latihan dan mabuk kenapa bisa pas banget nyasar ke tempat sena???
    bener ini sesang itu si onew bukan sena,
    next-next part juseyo~

    1. Aku juga ngakak di kantor. haha. betapa bangganya dia ngomen di ff aku /diinjek

      HANCUR nanti bagai butiran semen.
      biarin deh. kasian 3 tahun lalu si jinki yg ancur 😐

  19. Waktu baca yang part kemaren benerbener shock banget…
    Kok berita Onew ngerokok bisa sama dengan yang di FF ini.
    Benerbener spechless deh. hahaha 😀
    “Kumohon… dekati Onew-hyung…”
    Jonghyun melanjutkan, “…hidupkan dia lagi.” === Aku suka dialog ini!!! 😀
    dan aku akan dukung ide Jonghyun tersebut. kekeke :p
    Hahaha 😀 Setuju sama komen MissKyu-Hee* : JINKI – SENA KISSEU… yeay 😀

  20. Merelakan gadis yang disukainya bersama MinHo. MinHo siapa yang dimaksud, MinHo SHINee?
    TaeMin Kai, benar” sangat lucu dan seperti Tom & Jerry. Kai harus banyak belajar aegyo dari TaeMin. Skala aegyo TaeMin sangat mengerikan, membuat yeoja melting. ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​
    Keep writing author (งˆ▽ˆ)ง

  21. hhoaaa!!! rame bgt trnyata ne ff!!
    aku brasa ktggalan ..:(

    bc ff ne kayak real aja,,abang ayam kau kenapa sebenarnya~??

  22. Hhha stuju…. yg pantass jd sesaeng ituu Jinki……
    Ohhh, jdcewe yg. Disukain onew ituuu Jiraaa ??? Astaga u,u
    Sumpahhh ituu si Kai nyablakk banget -.-
    Dgn santainya dia blg mreka dulu pacaran ==”
    .

  23. Jinjja daebakkkkkkkkkkkkkkkkk! OMO!!!! Arrrrrrgh!!!!! Demiapa tiap baca FF2 mu ini saya pngn nangis thor!!!! Sperti real!!!! T_T dan itu trnyata jira yeoja yg dcintai jinki dlu dn skrg malah ama suamiq#plakk T,T nyesekkkkkkkkkkkkk…….! Lanjut thor! Please jgn lama2 >.< ekekekkk^.^

  24. huaaa..
    aku readers baru, perkenalkan..^^
    mian karena komennya langsung di chapter ini, karena kebelet pengen baca sampai chapter ini makanya…
    pertama-tama aku mau bilang, kalau aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaa pake ‘banget’ sama karakter Jinki nya,
    sedikit banyak aku juga berfikiran seperti itu, bahwa image Onew dan Jinki bertolak belakang, dan sekarang ada author yg mewujudkan fantasy itu kedlm FF,
    otomatis saya akan sangaatttt suka..^^

    dan lagi karena ada Kris nya, namja yang belakangan ini saya BIAS banget (?)…

    ceritanya bagus, alurnya rapih dan yang pasti kalimatnya menarik
    keep writing yah…
    ditunggu chapter berikutnya…

  25. sempet kaget, kirain jonghyun ngerokok juga.
    Envy deh sama sena, direbutin taemin dan kai.
    Suka scenenya mereka, it’s so funny 😀
    Jinkinya kok cuma nongol di akhir?
    Part ini kayaknya selingan ya? ga terlihat konfliknya.
    Penasaran apa yang akan dilakukan jinki.
    Sukaaa, lanjut 😀

  26. daebak! daebak!
    ceritanya makin seru dan bikin penasaran. tapi aku bener2 gak nyangka kalo jinki ku yg manis itu ngerokok T-T
    Fighting author!

  27. asdfghjkl greget thooor xD sumpah baca ff nya greget(?)
    alurnya ga ketebak..
    tapi itu beneran ngerokok apa engga thor?.__.v
    next chapternya ditunggu hehehe:D

  28. Aku juga mau jadi Sena dong. Direbutkan 2 cowok cute Taemin & Kai. Sebenarnya kaget juga ya pas liat berita kalo Jinki merokok tp mungkin dia senang dan bahagia dgn kehidupan begitu.
    Berharap ada adegan Taemin & Kai lbh banyak. Jinki-Sena semoga cepat baikan. (ˇʃƪˇ)
    Thankyou for nice story

  29. Daebak tor ceritanya…. itu jinkinya mau ngapain…. q jd tambah penasaran????? Q tunggu lanjutannya..
    Kenalin pendatang br… salam kenal

  30. Jincha! Betapa beruntungnya para coordi noona itu!#banting meja
    Aku ketinggalan jauh nih author~
    Sekarang aku udah mulai curiga sama Jinki ahahahahahaha#ketawa gaje
    Dan kemudian apa yang akan dilakukan Jinki pada Sena selanjutnya? Kenapa ia berbau alkohol dan nikotin? Kenapa dia mendekati Sena?
    Dan kenapa dia sangtae?—maaf sistem sedang error–
    Lanjut terus Author! Fighting!

  31. Sori eonnie (koment dipart ni, hehehehe annyeong aku reader baru
    Wuahhhhhhhh, liat koment kg banyak jd capcus baca ngebut mai awal
    DannnNnnnnnnnnnnnnnnnnn
    KYAKKKKKKKK debaek eonnie, entah baca ni buat perutq ky digelitiki huhuhuhu slu suka onew yg ky gt, cool terkesan cuek pelit perhatian tp peduli
    Huhuhuhuhu next chaptr yg cepat y eonnie
    Terakir slm kenal

  32. duuh, baru bayangin “j-jinki…” udah tbc-_- nyesek thor *huaaa, mewek di pojokan*
    pengen bgt liat kalo taemin sama kai debat kayak apa yaa, hahaa berasa pengen jadi sena, deket sama exo&shinee *envy pol*
    next partnya di tunggu ya, author diyawonnie yg kece^^

  33. Hai hai….. aq pendatang baru….
    Autor ceritanya baguuuuuussss bangeeeeeeeet….
    Q mau dong jadi coordy nya,,kai sini sm noona saja….
    Plak…. wk wk wk
    Itu jinki nya mau ngapain sena…
    Jangan lama2 part selanjutnya…

  34. haduh haduh jinki kok stress banget gitu jadinya (?) kesannya jinki berubah jadi bad boy gitu 😦

    pokoknya ditunggu kelanjuttannya eon~~

  35. seru seru banget !!!!
    jadi jira cewek yg dulu disukain jinki
    jinki jd stress gitu
    disini jinki ngerokok jd inget gosip2 yg baru2 ini beredar
    lanjutannya jangan lama2 ya thor

  36. Pas buka SF3SI dan nge-scroll FF nemu FF ini dan berasa “Jackpot!” xDDD

    Aduh makin seru aja ini FF TTT~TTT

    Chap 5nya kapan Eon? Nggak minggu depan ‘kan? Aku UTS soalnya T^T

    Ditunggu (sangat) chap 5nya!

  37. Omo Kris, gak nyangka loh onn kalo dia ikut audisi karena sena? Karena dia pikir sena di seoul?
    Persis bget m sena, mengorbankan mimpi demi seseorang.
    Bner2 salut plus sedih.
    Knapa dulu sena g nany lgsung ke kris, knapa dia ciuman ma jiyul.
    Kalo dtanykan sena g bkalan naksir onew #plakk hihi.
    Lebih setuju Sena-Kris, onn.
    Secantik itukah Sena??
    Kenapa byk bget namja cakep yg nempel2 gtu ma Sena?
    Iri onn….
    Apaan itu d akhir??
    Mabuk2an diany. Otw next chapter

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s