[TEASERs & VOTE] Wrong Path

Wrong Path-Poster Text

Author: Yuyu

Main Cast:

  • Choi Minho
  • Hwang Jungmi

Genre: Romance, Sad, Frienship

Rating: PG

Length: Sequel

Published at:

  • Piece of My Imagination (wp)
  • SF3SI

Wrong Path

Suara pantulan bola basket menggema di lapangan indoor yang hanya diisi oleh dua orang mahasiswa pada sore hari ini. Deru napas mereka terdengar jelas, menyaingi suara pantulan bola. Masing-masing dari mereka berlomba-lomba untuk menormalkan udara yang mengisi paru-paru.

“Taruhannya, kuharap kau tidak lupa,” ujar salah satu dari mereka, seorang wanita dengan rambut dikuncir satu menyerupai ekor kuda.

Minho tertawa pelan, memunculkan satu lagi suara yang menyempurnakan harmonisasi yang telah tercipta. Peluh keringat yang membanjiri wajahnya mengalir turun, menuju rahangnya. Minho segera menyeka keringat tersebut sebelum menetes jatuh.

“Tentu, semangkuk ramyeon ukuran jumbo,” sahut Minho. “Tapi tidak hari ini, aku sudah ada janji.”

Minho berdiri sambil menyimpan handuk putihnya dengan sembarangan ke dalam ransel lalu berdiri. Ia mengulurkan tangan pada wanita yang masih duduk, membantunya berdiri setelah uluran tangannya digapai. Lalu dipakaikan salah satu tali ransel ke atas pundaknya sendiri dan membenarkan letaknya agar tidak terjatuh dan membuat isinya tercecer.

“Siapkan saja waktumu, Jungmi-ya, nanti akan kuhubungi saat aku ada waktu,” ujar Minho sambil berjalan keluar, meninggalkan Jungmi di belakang. “Dan jika pada saat itu kau tidak memiliki waktu luang, traktirannya kuanggap lunas.”

Minho melambaikan tangannya sebentar, lalu benar-benar menghilang dari padangan Jungmi. Sekali lagi ia membenarkan letak ransel di pundaknya saat tali ransel sedikit merosot turun. Langkah kakinya yang lambat berubah menjadi lari kecil saat melintasi koridor. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya, Han Younji.

***

“Kau ini kenapa?!” Sentak Jungmi dengan kasar.

Minho tak menggubris, ia bahkan enggan menatap Jungmi.

Lalu-lalang mahasiswa menjadikan mereka berdua sebagai fokus perhatian. Jungmi sedikit memalingkan wajahnya ketika menyadari hal tersebut. Jari-jari tangannya mencengkram erat lengan Minho.

“Kita harus bicara, di tempat lain,” tegasnya dengan suara tertahan, tak ingin lagi menjadi fokus perhatian.

“Berhentilah, Hwang Jungmi.” Suara Minho terdengar dingin. Akhirnya ia balas menatap wanita yang ia sebut namanya. “Sebaiknya kita tidak saling mengenal saja.”

***

Minho berdiri di samping jendela kelas, menatap jauh ke arah lapangan basket yang kini dipenuhi oleh klub basket wanita. Sosok seorang wanita yang berlarian penuh semangat di tengah lapangan menyita seluruh perhatiannya.

Wanita itu tertawa, meski Minho tak bisa mendengar suaranya. Raut wajahnya terlihat begitu segar meski pun harus bermandi keringat di tengah hari yang terik. Minho menghela napas yang panjang dan berat, lalu ia menunduk.

“Hei, sedang apa kau?” panggil salah seorang teman Minho.

Minho menoleh pada temannya, tersenyum kecil sambil menggelengkan kepala sebagai tanda bahwa tidak ada hal yang mengganggu pikirannya. Setelah melihat ke lapangan sekali lagi, Minho kembali ke mejanya.

“Kalian kenal Jungmi, tidak? Hwang Jungmi?”

Kepala Minho sontak terangkat. Ia menatap lekat pada temannya yang menyebut nama wanita yang baru saja ia perhatikan, menanti cerita apa yang akan dibagikan padanya. Sejak pernikahannya gagal, Minho nyaris tidak mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari Jungmi. Ia selalu menghindar, tidak ingin terlibat dalam bentuk apa pun. Bahkan berpura-pura tidak peduli saja rasanya percuma karena setiap hari Key selalu datang dengan laporan apa yang telah Jungmi lakukan, dengan siapa Jungmi berbicara, apa yang dimakannya, bahkan berapa kali Jungmi tertawa. Sekarang sejak Key sudah tidak kuliah di sini lagi, Minho seakan kehilangan mata-matanya yang spesial.

“Kudengar Taejun sunbae tertarik padanya.”

“Taejun sunbae? Tidak mungkin, dia kapten tim basket ‘kan?”

“Kudengar lagi, respon Jungmi padanya cukup bagus. Sepertinya sebentar lagi akan ada perkembangan.”

Tanpa ada yang menyadari, kepala Minho menoleh ke arah jendela, memperhatikan lapangan bakset yang tidak terlalu jelas dari tempat duduknya.

Marriage Vows-Banner Text

Marriage Vows

Yessa meletakkan sebuah amplop di atas meja, cukup berhati-hati agar tidak menyenggol dua cangkir kopi yang baru saja disajikan lima menit lalu. Amplop coklat tersebut lalu disodorkan pada wanita yang tengah menundukkan kepala di depannya.

“Anggap saja ini merupakan sebuah penawaran yang menguntungkan untukmu,” ujar Yessa tanpa ekspresi berarti.

Kepulan asap dari bibir cangkir membumbung rendah. Yessa mengangkat cangkir kopinya, ia menghirup aroma kopi dalam-dalam, mencari sedikit ketenangan.

“Aku yakin kau cukup pintar untuk tidak menolak isi di dalam amplop. Sekolah desain di Paris, itu mimpimu bukan?” tanya Yessa, mulai mendesak.

Wanita di depannya perlahan mendongak, beradu mata untuk kedua kalinya hari ini. Matanya terlihat tidak fokus. Sepasang bola matanya bergerak resah, berusaha membaca makna dari tiap kata yang baru saja dilontarkan.

“Maksudmu, ini adalah harga yang kuterima jika bersedia meninggalkan Key?”

Yessa mengatupkan rahangnya dengan erat saat nama suaminya disebutkan.

***

“Aku tidak bisa!” Teriak Yessa untuk melampiaskan kemurkaannya.

“Aku tidak bisa…” ulang Yessa, kali ini nada suaranya menurun, isakan pelan terdengar.

“Hentikan, Yessa-ya.” Yesung melangkah maju, membiarkan jaketnya bergulir turun dari pangkuannya hingga berbaring di atas karpet.

“Mengapa? Mengapa aku harus merestui Key bersama wanita itu?”

Yesung menghela napas pelan. Pembicaraan ini telah berlangsung berjam-jam dan sama sekali tidak mengalami kemajuan. Mereka terus berputar-putar di tempat, pembahasan mereka tidak menemui kesepakatan.

“Yessa-ya.” Suara Yesung terdengar lembut. Ia berjongkok di samping wanita itu. Telapak tangannya menyentuh punggung Yessa, mengusapnya dengan sangat pelan. “Aku tahu ini sulit bagimu, tapi inilah kenyataannya. Daripada kau menghindar dan justru melukai dirimu sendiri, satu-satunya hal tepat yang bisa kau lakukan hanyalah merestuinya–merestui mereka. Bukankah kita akan bahagia ketika melihat orang yang kita cintai bahagia?”

“Tidak,” sergah Yessa dengan cepat. Ia menoleh. Matanya menusuk tajam. “Mencintai itu adalah berkat dan dicintai adalah kebahagiaan. Kita bahagia karena diberkati dan kita diberkati karena bahagia. Mencintai dan dicintai itu seperti ikatan rantai yang jika dipisah maka akan buyar dan tak memiliki kekuatan. Aku tidak sebaik itu hingga bersedia mencintai tanpa dicintai, aku tidak sebaik itu, Oppa.”

***

“Dasar sial!” umpat Key geram. Ia melangkah maju dengan cepat, terlalu cepat hingga Yessa tak sempat melihat pergerakkan suaminya.

“Apa yang sebenarnya kau katakan pada Minhye hingga dia menjauhiku?”

Yessa mengerjapkan matanya. Key berada tepat di depan wajahnya, hanya terpisahkan oleh udara tipis yang lalu-lalang. Diam-diam Yessa meneguk air liurnya dengan agak kesusahan. Keberadaan Key yang membuat jantungnya nyaris melonjak keluar sangatlah tidak membantunya untuk bersikap tenang menanggapi semua amarah yang dilepaskan Key.

Yessa mundur beberapa langkah, memilih untuk menjaga jarak aman dan menenangkan diri sekaligus memberikan jawaban pada Key. Sayang, sang suami sepertinya tak berpikir demikian. Ia benar-benar tak berniat melepaskan Yessa kali ini. Key ikut melangkah maju bahkan ketika Yessa tak bisa mundur lagi karena punggungnya telah menabrak dinding.

“Jawab aku, yeoja,” desis Key tertahan. Kedua telapak tangannya mendarat mulus di sisi tubuh Yessa dengan satu kali hentakan., mengunci tubuh Yessa yang mulai kaku.

Lagi, Yessa meneguk air liur lebih keras dari sebelumnya. Namun Key yang telah diliputi amarah tetap saja tak menyadari kegugupan sang istri.

Kelopak mata Yessa memejam. Ia menghitung hingga sepuluh di dalam hati, hal itu tetap sukses untuk membuatnya tenang. Saat ia kembali membuka mata, kepercayaan diri seketika itu pula kembali ke dalam dirinya. Yessa menarik satu sudut bibirnya ke atas, menyeringai samar sebagai ejekan.

“Kau takut aku akan menerkam kucing kecilmu?”

“Kau…!” Key membelalakkan matanya, mencari kata-kata yang tergelincir dari otaknya.

A Blessing In Disguise-b

A Blessing In Disguise

“Lalu?”

Taemin menunduk saat suara yang merdu membelai indera pendengarannya. Ia menatap lekat-lekat wanita yang beradu pandang dengannya. Remaja itu menelan air liurnya dengan kentara saat sepasang bola mata di hadapannya seolah sedang menyentuh dirinya.

Shinyoung melemparkan sebuah senyum samar. Tangannya yang sejak semula melingkari leher Taemin kini justru semakin mengencang, memaksa pria itu melangkah maju dengan mata terbelalak.

“Lalu?” Ulang Shinyoung, menutupi kesenangannya karena berhasil mempermainkan si jamur jangkung.

Taemin mengeratkan kelopak matanya, geraman keluar dari sela-sela bibirnya yang terkatup rapat. Hanya dalam satu hentakan, posisi mereka berubah.

Dalam sepersekian detik, Shinyoung melihat seisi ruangan di sekitarnya berputar begitu cepat. Ia bahkan belum mampu mencerna apa yang terjadi ketika tubuhnya terbaring di atas benda empuk. Matanya melirik sekilas, mendapati kain seprai di bawah punggungnya.

Saat pandangan Shinyoung terarah lurus ke depan, ia kembali melihat pada pria berkulit seputih susu yang usianya terpaut beberapa tahun di bawahnya. Pandangan Taemin menyiratkan kekesalan, Shinyoung tak heran, pria itu merasa kesal padanya hampir dua puluh empat jam.

Nado namja-ya, Shinyoung-ah.” Kedua tangan Taemin terkunci rapat di sisi tubuh wanita itu ketika ia menggeram pelan.

***

Taemin melompat-lompat kecil selama perjalanan pulang menuju kediaman Kim. Tidak tahu karena apa, suasana hatinya begitu riang hari ini. Karena kejadian semalamkah? Pertanyaan itu lantas mengundang senyum yang lebih lebar di wajahnya.

Jari-jari Taemin menyentuh bibir bawahnya, lalu bergerak-gerak pelan untuk mengusap permukaan itu. Senyumnya berubah konyol.

“Oh!” Serunya, berhenti bertingkah bodoh saat ia melihat Shinyoung beberapa puluh meter di depannya. Satu tangannya terangkat naik, bersiap melambaikan tangan sembari menyerukan sapaan. Niat tersebut urung saat sosok asing muncul di samping Shinyoung.

“Siapa?” gumam Taemin pada dirinya sendiri. Guratan-guratan yang tercipta di keningnya menandakan ketidaksukaan pria itu terhadap adegan yang tersaji di depan matanya.

Shinyoung tak hanya tersenyum, wanita itu bahkan tertawa begitu manisnya pada pria yang menjadi lawan bicaranya saat ini. Mulut pria itu terbuka berkali-kali, mengucapkan rangkaian kata yang sepertinya sangat menarik minat Shinyoung.

Kaki Taemin bergeser ke samping dengan cepat sehingga tubuhnya tersembunyi di balik sebuah mobil berwarna putih yang sedang terparkir saat tubuh Shinyoung berputar ke belakang. Taemin tidak ingin terlihat.

“Sialan, siapa pria itu? Kenapa Shinyoung Noona tertawa pada pria lain dengan gampangnya padahal semalam kami….” Ucapan Taemin terhenti. Ujung jarinya kembali bertemu dengan permukaan bibirnya kala tombol replay mengulang gulungan memori di benaknya.

Tiga kali tarikan napas panjang diambil, Taemin menenangkan diri. Ia tak ingin bertingkah seperti pengecut dengan bersembunyi seperti ini. Siapa pun pria itu, ia akan menghadapinya.

Taemin keluar dari persembunyiannya. Kakinya melangkah mantap, tapi tidak sempat mengambil banyak langkah. Ia mematung di tempat. Matanya melotot. Tempat di mana Shinyoung dan pria asing tadi berdiri kini telah kosong. Mereka berdua lenyap, tak lagi di sana.

“Aaaargh!” geram Taemin. Ia terlambat. Sebuah mobil hyundai hitam telah melaju jauh.

***

“Woah,” decak Shinyoung, kehilangan kata-kata. Pria yang duduk di sampingnya hanya tergelak pelan.

Shinyoung melipat kedua tangannya di atas meja cafe. Tubuhnya sedikit condong ke depan untuk menikmati keindahan sungai Han yang ditampilkan melalui kaca jendela cafe. Warna-warni lampu dari jembatan Banpo memantul di atas permukaan air yang bergoyang pelan.

Alunan musik dengan tempo yang lebih lambat menggantikan lagu yang sebelumnya diputar untuk memanjakan telinga pengunjung cafe. Senandung pelan terdengar mengiring irama lagi, begitu indah.

Shinyoung mengubah posisi tangannya, membiarkan dagunya menopang. Kepalanya berputar ke samping, memperhatikan pria yang bersenandung tanpa berniat memindahkan penglihatannya dari permukaan sungai yang tak dijumpainya bertahun-tahun lalu.

“Aku selalu suka saat kau bersenandung seperti ini, Yunho Oppa,” aku Shinyoung.

Senandung Yunho berganti menjadi tawa pelan.

“Kau sedang menggoda pria beristri?” tanya Yunho bergurau.

Shinyoung tak tertawa, ia malah menatap Yunho kian lekat. Air mukanya sangat serius.

***

“Jangan bodoh, Lee Taemin! Jangan biarkan dirimu dibohongi lagi,” cetus Shinyoung dengan nada jengkel.

“Jangan mencampuri urusanku. Tidak ada satu titik spesial pun dalam hubungan kita yang mampu membuatku mendengarkan kata-katamu.”

Setelah mengucapkan kata-kata yang pahit itu, Taemin meninggalkan Shinyoung seorang diri di dalam ruangan bioskop yang gelap. Film yang mereka saksikan bahkan belum berjalan hingga setengah cerita.

Tinggallah Shinyoung seorang diri, menonton film yang bahkan tak akan pernah ia lirik jika bukan karena Taemin yang terus merecokinya untuk ditemani menonton. Setelah berbuat baik, lalu apa balasan untuk Shinyoung? Ia ditinggalkan begitu saja.

Kacamata 3D yang digunakan Shinyoung kini dilepas. Ia letakkan kacamata itu begitu saja di bangku kosong milik Taemin. Shinyoung tak lagi berniat mengikuti jalan cerita film tersebut. Ia juga belum berniat keluar sehingga ia putuskan untuk duduk diam di sana dan menghabiskan waktu dengan percuma.

“Dasar bodoh. Kau, Shinyoung, yang seharusnya jangan bertindak bodoh.” Shinyoung tertawa getir.

-End of Teasers-

An:

Hai, setelah MBA tamat, sekarang aku hadir dengan teaser untuk side story atau cerita lanjutan dengan pemeran utama Minho [Wrong Path]

Rencananya cerita ini gak akan sepanjang MBA atau IM, hanya sekitar 4 atau 5 chapter aja, untuk itu aku sengaja siapin teaser Taemin dan Key, sebagai project selanjutnya setelah [Wrong Path] tamat, dan karena agak sulit untuk menentukan yang mana yang mau aku kerjain duluan, jadi mohon bantuannya untuk vote antara [Marriage Vows] dan [A Blessing In Disguise] yah.. Batas tanggal vote-nya aku belum tentuin sih, hehe, selamat voting😀

©2011 SF3SI, Yuyu.

Officially written by Yuyu, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

32 thoughts on “[TEASERs & VOTE] Wrong Path

  1. aahhh… ni side storyx y?
    q harap minho jg dpet kbhagiaanya..
    btw, nama orang yg suka ama jungmi tuh taejun?
    kbyang minho d ttby.. ahahaha..

    n q suka dua2x!! gmna klo dua2x aja kluar breng?
    *maruk ahahaha
    dtunggu chap 1x!!

  2. Gubrakkkk beneran tiga-tiganya di post :O *cengo*
    awas aja kalau molor nulisnya yuuu *geplak* #ehh
    Btw yessa? nama yang nisa pakai buat pairing sama yesung lol
    semangaaat eonniieee!!!! wkwkwkwk

  3. Waahh… aku udah hampir setengah tahun (?) nggak baca FF, karena bingung nyari web FF yang bagus.
    Tapi aku jadi nyesel begitu baca teaser ini, bagus banget. Pasti di blog ini banyak FF yang sebagus ini juga.. Aduh lebay banget, tapi beneran aku suka tiga-tiganya.
    Ditunggu ya full partnya hehe.

    Emm.. apa aku boleh nanya2 tentang tulis menulis gitu kapan-kapan? ._.

  4. akku berharap sih msih ada lanjutan onew younji, hhee
    author, yg A Blessing In Disguise lnjutn dr MBA jg bkn sih? cz peran.a taemin am sinyoung jg ada kan d MBA
    akk pilih Marriage Vows yg dluan dpublish,, crita.a bkin penasaran

  5. kyaaaaaaa… minhooooo…😳 dr 3 teasernya minho malah paling gak jelas konfliknya menurutku.. -_- padahal kan minho yg paling aku tungguin yu.. btw aku baru baca MBA 9 sepintas.. ntar yeh pas udah gak butek sama skripsi aku baca pelan2 trus baru komen..😉
    btw, aku pilih TETEM!!!
    entah kenapa pas baca teaser key, aku inget salah satu ff yg dulu pernah aku baca (castnya kebetulan yeppa di situ).. ceritanya agak mirip sama teaser yg kamu kasih.. ceweknya agak antagonis.. menghalalkan segala cara buat dapetin namja yg dia suka termasuk hancurin yeoja yg disukain namja itu.. jd aku gak terlalu penasaran biarpun gak tau ceritanya bakal mirip ato gak..
    makanya aku pilih TETEM!!!!! HIDUP TETEM!!! HIDUP JAMUR!!!

  6. Woow.. Yuyu sudah siap memberikan reader cerita yg bakalan ditunggu-tunggu..😛

    pilihannya bikin bingung Yu.. Mmmm… Saya pilih cerita si Key, Marriage Vows, karena dia saudaranya Jinki, mungkin bisa diceritain lebih detail kenapa si Key gak suka ma Jinki..
    Tapi apapun cerita selanjutnya, saya oke-oke aja kok.. karena saya suka ff sebelumnya ttg Jjong n Jinki..

    Ok Yuyu, ditunggu cerita Wrong Path-nya..🙂

  7. .. daebak.. daebak.
    taeser na.. keren bngt .

    . ok. chingu ak mnunggu part slnjtnya ..stlh bca MBA n IM akhrnya bkl ad lg ff yg keren bwt dtungguin..keke
    . author daebak .
    keke

  8. aku vote lgi di siniii /siapa yg tanya?/
    btw aku baru baca teaser 2 ff lainnya di sini. di blog yuyu gak ada. eh kynya aku yg gak merhatiin bgt ya. soalnya langsung vote aj. hehehe. mian .__.v

  9. IIIIHHH Yuyu unni!! pengen baca semua hiks *nangis* pengen baca MBA, ffnya Diya unni, tapi…. ujian dulu huaaaaaa *nangis berember*
    Setuju nih sama Lumi unn. rada butek baca yang Minho. pasti ntar ceritanya njelimet huaaaaaah *tepar duluan* bukan njelimet alurnya, njelimet itu dua anak pasti bungkem-bungkeman huaduuh!!!! #apaini #lupakan!! (??)
    Aku vote yang Key nih, kayaknya seru ada adegan kekerasannya *pengen belajar feel hardcore* #duagh!
    Ditungguu yaa…. tapi kayanya habis ujian baru baca hiks T.T
    CEMUNGUDH YUYU UNN!!!!

  10. Aseeekkkk
    Yuyu comeback!!

    Aku pilih A Blessing in Disguise.
    Pilih Tetemmm
    haha
    kangen gitu sm rambut jamurnya*eh.

    Abisnya, FF si baby jarang.
    Si baby ajah yah?yah?yah?

    Tp kog hasil vote-nya banyakan punya Key yah…:(

    Fighting, Yuyu!
    Taemin yeongwonhi*eh

  11. Klo menurut pikiran n logika sih aku milih marriage vows…lebih dekat n bhub ma onew critanya…pastinya bakalan mjawab ptanyaan2 yg slama ini seliweran d mba …

    Tp ga tau knp…menurut perasaan…pengen a bleesing in disguise…penasaran ma hub. taemshinyoung…hehe..
    #plinplan

    Ahh…bingung jd nya….yg pasti aku nunggu ketiga-tiga nya^^

  12. hhooaaa…bru smpt vote skarg,.mian😦

    aku plh yg Key! !
    entah mengapa agak g sbel ama Minho di MBA,.kekeke
    lgian krakter Key disitu kan gmana gtuu,..(?)

    ah tp yg manapun yg mau di duluin g masalah, karya yuyu kan selalu ‘tak biasa’.😉

  13. Semuanya bagus-bagus! Tapi aku sedikit bingung dengan marriage vows ya hmm gapapa lah mungkin setelah full storynya keluar mungkin bisa nyambung hehe

    ditunggu ceritanya thor!

  14. votingnya kayaknya banyakan key ya? tapi gpp deh supaya langsung nyambung 3 cerita, brrti cerita taemin dan jjong sama2 diujung kalo gitu.

  15. Dari Teasernya udah keliatan pasti ceritanya bakal keren2…
    Penasarann sama Wrong Path,,,apalagi main castnya bias aku ‘Minho’
    Aku sih lebih milih Marriage Vows dulu setelah Wrong Path…

  16. Waduh.pilihh mnaa ya..bagus smua kyknya..tapi pnya taemin bakal lebih seru nih..waktu baca MBA da feeling sih kalau ada yg spesial antara taemin n shinyoung..bener ternyata..pokoknya keep writing ya..coz kita slalu nunggu lho..Pokoknya Hwaiting…!

  17. waaaaahhh…. Yuyounji… Yuyu….
    Eon baru ngeh ni, dengan 3 teasers ini…
    Wrong Path nya, tau2 udah ada Part 2 [END]
    Eon bahkan lom baca satu pun….!!!!!
    #kemana aja selama ini…????

    OKE, ni, votenya untuk FF Key ma Taemin, ya..
    Hmmm dua-duanya kayaknya bagus…
    Tapi, eon penasaran sama yang cerita Key…
    eon inget betapa ‘menjengkelkan’ Key di MBA…
    Pngen tau gimana kisah rumah tangganya
    Eon inget, dia kan, dijodohin ma ortunya..
    Dan key nyessek jengkel banget dengan kenyataan itu…

    Bakal seru, nih…
    jadi eon Vote FF Key aja…

    Nah, untuk wrong Pathnya…
    Berarti ketauan apa yg buat MInho goyah,
    padahal saat itu dia udah punya Younji dan mereka udah hampir nikah…

    Eon langsung baca, yah…
    Teaser Wrong Path nya jg udah kerrennn…
    eh, ntar… ambil cemilan dulu…
    #Jdeerrr…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s