Scream – Part 5 (End)

Title (*)           : Scream (End)

Author (*)        : Sung Tae Jin

Main Cast(*)   :

  • Jang Eunra (OCs)
  • Lee Taemin (SHINee)
  •  Lee Jinki ‘Onew (SHINee)
  • Kim Taeyeon (SNSD)
  • Kevin Woo (U-KISS)

Support Cast    :

  • Lee Gikwang (B2ST)
  • Yang Yeosob (B2ST)
  • Shin Dongho (U-KISS)
  • Kim Heechul (Super Junior)

Length(*)         : Sequel

Genre(*)          : AU, Horror, Mystery, Romantic

Rating(*)         : PG – 13

Summary         : You Scream, You Die..

Disclaimer       : Jang Eunra is OCs.. SHINee, B2ST,U-KISS, SNSD, they not mine.. they belong to god..

Author’s Note : Dan inilah part terakhir.. Akankah terjadi sesuatu jika part ini berakhir? Baca aj ndiri! :p

Klo gtu langsung aj kita Cekidot..

Happy reading^^

scream (part 1)

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

Eunra yang sudah menanggalkan kunci demi kunci dari gantungannya itu mengikuti namja yang ia cari. Namja itu pergi ke pintu yang sepertinya sangatlah baru dengan warna putih. “ Sangat steril. Apa dibalik pintu itu terdapat boneka – boneka baru? “ Bisiknya sambil mengeluarkan evil smirknya. Melihat namja paruh baya yang bungkuk itu masuk, Eunra tak ingin ketinggalan dengannya. Perlahan namun pasti, ia berjalan tepat di belakang namja itu. Ruangan begitu terang, lain halnya yang ia lihat di ruangan lain. Ia rasa ia tak begitu teliti melihat pintu. Seperti cermin, ketika namja itu berbalik, bergerak ke kanan maupun kiri, Eunra selalu cekatan dan pas mengikuti namja itu. Ternyata di luar dugaan Eunra, pintu yang satu ini mempunyai banyak pintu. Eunra terus mengikuti namja itu hingga ke pintu terakhir yang mereka lewati dari pintu steril itu.

Ternyata ruangan ini lebih steril, namun aneh rasanya karena hanya ada lilin – lilin disana sebagai penerang. Eunra memiringkan kepalanya ketika melihat kedua chingunya yang masih dalam keadaan terakhir saat Eunra melihat mereka. Terduduk rapi di ruangan serba putih. Bukan hanya mereka berdua, ruangan ini penuh dengan mayat dengan keadaan sama. Namja itu bergerak cepat meninggalkan ruangan. Eunra memutuskan untuk tinggal disini mencari sesautu sebelum membawa jasad Taeyeon dan Yeosob pergi. Banyak laci dan lemari yang ingin diperiksa. Dan tak mungkin ia periksa sekarang. Ada satu meja kecil yang sangat menarik perhatiannya. Meja dengan lilin kecil yang tak be gitu terlihat jelas apa saja yang berada di sana. “ Akankah.. “ Melihat seisi ruangan yang gelap, lalu memeriksa meja yang menariknya sejak pertama kali ia masuk. Tak jauh dari jasad kedua chingunya, lebih tepatnya bersebelahan dengan jasad Teyeon yang ada di sebelah kiri meja. Begitu banyak kertas dan juga alat perkakas disana. Lembaran yang ada disana terlihat sangat lusuh dan tua. Ia membacanya sekilas.

“How to make a perfect ventrilloquist doll.. Sepertinya ia tidak begitu mahir ya dalam bahasa inggris.. “ Gumam Eunra ketika membaca judul yang di artikan ke hangul dari lembaran itu. Ia membuka lembaran pertama dari buku itu. Halaman pertama berkisah tentang suara ventrilloquist itu sendiri.

Eunra’s POV

Sejarah

 

Awalnya, ventrilloquist adalah praktek keagamaan. Nama berasal dari bahasa Latin untuk berbicara dari perut. Orang – orang Yunani menyebutnya dengan gastromancy. Suara – suara yang dihasilkan oleh perut dianggap menjadi sura – suara arwah/ orang mati yang mengambil tempat tinggal di perut ventrilloquist. Ventrilloquist kemudian akan menafsirkan suara, karena mereka dianggap mampu berbicara kepada orang mati, serta meramalkan masa depan. Saat itu, para penganut animisme tersebut mempercayai jika para pendeta kuil itu dapat membuat orang mati berbicara.

Apa maksud dari semua ini? Aku memang mengetahui bagaimana cara kerja seorang ventrilloquist dengan bonekanya, namun kenapa cara kerja namja ini dengan boneka ventrilloquist ini berbeda? Benakku trus berputar menanyakan hal yang sama. Aku membuka halaman kedua dari buku itu.

Boneka ventrilloquist

 

Boneka ventrilloquist umumnya dibuat dari kayu yang kokoh. Boneka ventrilloquist ini haruslah menyerupai manusia seutuhnya. Sebuah boneka ventrilloquist memiliki majikan atau pengendali yang akan membuat boneka ini seolah – olah bicara. Satu boneka biasanya memiliki suara sendiri untuk membuat ciri khasnya sendiri. Semua boneka haruslah mempunyai suara yang berbeda.

 

Apa lagi ini? Ini hanya dasar dari pengetahuan boneka itu. Tak mungkin ia belajar menggunakan hal semacam ini. Aku memutuskan untuk menggeledah laci dari meja tersebut. Aku menggeledah semua laci meja itu. Tak ada yang spesial ataupun mencurigakan. Hanya laci – laci yang berisi perkakas. Satu laci terdengar sangat kopong ketikaku ketuk. Aku menyingkirkan semua perkakas – perkakas itu dan akhirnya membuka laci itu. Sebuah buku yang sederhana tersimpan disana. Lagi – lagi aku harus membaca di kegelapan. Apalagi buku ini sangatlah tebal.

Day 1

 

Aku baru saja menemukan satu lembaran lusuh di lorong saat aku hendak mandi. Entah kenapa aku sangat tertarik pada lembaran itu. Yang ternyata itu adalah cara pembuatan boneka ventrilloquist. Aku begitu tertarik membuat boneka ventrilloquist ini. Setidaknya aku mempunyai teman untuk diajak berbicara.

 

Jadi ini sebuah diary. Maksudnya dia akan berbicara pada, apa? Boneka? Untuk apa? Kesepian? Kenapa tak mencari teman keluar saja? Kenapa harus disini? Dasar namja gila!

Day 2

 

Aku baru saja memulai membuatnya. Kukira aku menyukai boneka pertamaku ini yang kuberi nama Goerge. Akan kubuat pasangannya esok hari. Untung saja aku mempunyai banyak kertas. Aku membuatnya dari bubuk kertas. Dia sungguh lucu. Ia akan menjadi teman namjaku pertamaku.

 

Goerge. Arwah boneka yang memakai Yeosob untuk hidup. Apa alasannya namja ini? Kenapa ia bisa – bisanya membunuh orang? Bukankah dengan boneka saja cukup? Aku melewatkan halaman – halaman yang tak penting.

Day 7

 

Aku berhasil membuat pasangan untuk Goerge. Ia akan kunamai Rebeca. Nama yang lucu. Seperti bonekanya. Sudah sekitar 5 hari aku ingin membuat boneka yeoja. Tapi selalu gagal. Akhirnya, boneka lucu ini lahir. Kau akan menjadi teman baruku dan juga pasangan Goerge.

 

Jadi ini boneka pertamanya? Lalu, bagaimana mungkin bisa hidup? Ia membuatnya memakai apa?! Aku asal membuka halaman.

Day 30

 

Sudah 1 bulan aku bersama mereka! Namun mereka tak memberiku apapun! Mereka tak bisa menjadi temanku! Dasar boneka tak berguna! Aku ingin mempunyai teman! Ini salah orang luar karena membunuh istri dan juga kedua anakku! Salah mereka karena harus membunuh keluargaku! Salah mereka! Akan kubunuh mereka semua!

 

Ini alasannya kenapa ia mulai membunuh? Ini alasannya kenapa dia mencari teman di lorong ini? Mungkin namja ini memang benar – benar gila..

Day 35

 

Tadi malam aku bermimpi. Goerge dan Rebeca menghampiriku. Mereka hidup. Aku tak berani mengambil mereka dari gudang. Mereka berdua bilang, bila mereka tak dihidupkan, mereka akan mengambil mata dan lidahku untuk mereka agar mereka hidup. Mereka memintaku untuk membunuh siapapun orang yang kesini. Siapapun itu. Atau mereka akan memberontak. Dan hadiahnya untukku, mereka akan mengundang arwah istri dan kedua anakku untuk kembali kesini bersamaku. Mereka bahkan memberitahu bagaimana caraku membunuh orang – orang. Aku bingung. Apakah ini benar – benar mereka? Atau hanya diriku saja yang gila karena tak punya teman?

 

Jadi ini mulanya.. Mengapa ia tak keluar saja dari sini? Dengan begitu dia bisa terbebas dari kedua boneka bodoh itu. Aku menggelengkan kepalaku. Aku melewati lagi halaman – halaman yang menurutku tak penting.

Day 47

 

Ini berhasil. Mereka hidup! Kemarin ada dua orang pekerja yang ingin menutup lorong ini. Aku mencoba melakukannya. Ternyata sangat mudah. Aku tinggal membuat mereka berteriak. Goerge dan Rebeca sekarang hidup, walaupun berwujud kedua pekerja itu. Namun aku senang mereka hidup. Aku jadi tak takut lagi melihat wujud boneka mereka itu.

 

Day 90

 

Ini menyenangkan. Villa yang sudah lama tak terpakai itu akhirnya dijual. Aku bisa mencari yang lain untuk para arwah yang menunggu. Mereka semua bisa menjadi temanku, bukan? Hahaha.. Aku ketagihan! Aku membuat mereka setiap hari!

 

Mwo? Setiap hari? Dasar namja gila! Aku tak bisa biarkn ini. Aku membereskan apa – apa yang harusnya berada di tempatnya, kecuali.. Buku diary itu. Kusimpan di kantung mantelku.

Eunra’s POV End

“ Eunra! Apa yang kau lakukan disana? “ Tanya seseorang dari balik punggung Eunra. Eunra mengambil pisau kecil yang ada di meja lalu memasukkannya kedalam kantung mantel. “ Gikwang-ah.. Bagaimana kau bisa ada disini? “ Tanya Eunra. “ Aku? Aku dsini.. “ Ia berhenti berbicara. Bahkan berhenti bergerak. Eunra menusukkan pisaunya ke perut Gikwang. Lalu memasukkan pisaunya kembali ke mantelnya. “ Dasar orang gila! Siapapun itu, ia pasti sudah gil.. “

DUG

Eunra pingsan seketika itu juga karena sesuatu menghantam dirinya.

**************************

“ Argh.. Mwoya?! Lepaskan aku sekarang juga bodoh! “ Eunra yang baru bangun itu langsung memberontak. “ Kau sudah bangun? Ingin melihat pertunjukkan? “ Tanya seorang namja. Yang pasti namja itu bukanlah namja pemilik diary. Tirai yang ada di depan Eunra terbuka.di depannya, ada kaca tembus dan juga.. Taemin dan Onew yang sedang tersiksa sekarang. “ Sabar. Kau selanjutnya. “ Ujar namja itu. Eunra mengerutkan keningnya. Ia mengenal suara itu. Namun.. Siapa? “ Kevin Woo. Kau mengingatku ‘kan? “ Ujar namja itu lalu menampakkan dirinya di depan Eunra. “ Kau? Bagaimana bisa? “ Tanya Eunra.

“ Kau ingin mendengar cerita sebelum tidur? Baiklah.. Ya, aku arwah yang mati 5 tahun lalu. Sejujurnya, aku diundang oleh kedua boneka bodoh itu! Orang yang bernama Kevin ini, berlibur kesini saat itu. Dan majikanku membunuhnya. Lalu dia memberikan lidah dan matanya padaku. Awalnya aku menyukainya, namun aku benar – benar dianggap sebagai pembantu disini! Aku tak bisa menerimanya. Namun karena keinginanku untuk menemui kedua yeodongsaengku yang kutinggal mati, akhirnya aku memutuskan untuk terus bertahan disini. Niatku baik. “

“ namun terkadang, sebagian niat baik dilandasi dengan niat buruk. “

“ Diam kau! Kau tak tahu bagaimana rasanya meninggalkan keluargamu sendirian. Hanya bersama anjing kecil di rumah yang kecil dan lusuh. “

“ Kenapa kau tidak langsung keluar saja? Kenapa kau harus menetap disini? Lalu Gikwang?“

“ Aku? Karena aku belum selesai dengan pekerjaanku. Aku akan menjadi boneka yang sempurna, jika aku sudah membantunya. Dan lihat sekarang! Bahkan aku sekarang menjadi boneka sempurna! Bahkan aku makan bersama dengan kalian. Sementara kedua boneka bodoh itu? Mereka tidak! Karena mereka bukan sempurna! Akulah yang sempurna! Gikwang, aku memancing kalian supaya curiga padanya. Ternyata itu berhasil. Dan setelah ini, tenang saja, tidak akan ada yang membunuh demi mendapatkan teman lagi. Karena aku akan membunuh namja tua itu! “

“ Kalian semua sama saja! Kalian semua gila! Kalian semua tak waras! “

“ Aku waras, babo! Alasanku cukup waras untuk menjadi tidak waras sepeti ini! Sekarang, tonton, dan tunggu giliranmu! “

Kevin meninggalkan Eunra yang terikat disana. Eunra melihat sekelilingnya. Hanya ada ruangan kosong, Taemin dan Onew yang menahan suaranya untuk keluar, dan dirinya yang terikat di kursi. “ Pisau. “ Ujarnya pelan kemudian mencoba mencari akal untuk meraih kantung mantelnya. Ia menggerakkan seluruh badannya. Mantel itu memang terlalu panjang untuknya. Pantas saja bila kantung mantelnya menyentuh lantai. Eunra yang memakai sepatu itu menanggalkan sepatunya sebelah kanan dimana pisau disimpan. Ia menanggalkan juga kaos kakinya yang ia pakai. Ia menarik kantung mantel itu dan mendorong pisau untuk keluar. Ia menjepit ujung dari pisau itu untuk diberikannya pada tangan. Dengan mudahnya ia terlepas dari simpul tali yang mengikatnya.

“ Kau mencari sesuatu, nak? “

“ Kau! Ternyata kau selama ini?! Ahjussi! Ini alasanmu keluar dari pekerjaanmu di kantor appa?! Lepaskan mereka sekarang! “

“ Percayalah, nak. Aku tak bermaksud. Ini karena keluargaku habis terbunuh. Tadinya aku ingin begitu. Melepaskan mereka. Namun, percayalah padaku.. Kau dan aku takkan bisa. “

“ Maksudmu? “

“ Aku tak kuat lagi akan hal ini. Tapi, bila aku keluar dari sini, orang jahat akan mebunuhku. “

“ Kau lebih memilih mana? Dibunuh oleh manusia, atau dengan boneka? “

“ Aku tak bisa, nak. Selama ini aku selalu mengurung diriku disini. Aku sebenarnya ingin keluar dari sini. Namun jika aku keluar, boneka – boneka ini aka marah padaku. Dan juga, phobiaku akan dunia luar mendukungku untuk tetap tinggal disini. Aku selalu dipaksa untuk membuat boneka baru yang nantinya akan diisi oleh arwah – arwah. Aku selalu menangis ketakutan ketika aku melakukannya, nak. “

“ Jadi maksudmu.. “

“ Ne.. Mereka yang memegang kendali dari semua ini. Aku hanya ingin Goerge dan Beca menjadi temanku. Karena phobiaku terhadap dunia luar.. sudah 5 tahun aku tidak keluar, nak. Karena semua keluargaku di bunuh. Lebih baik sekarang, kau yang keluar. Jangan sampai kau tertangkap.“

“ Tapi, Heechul ahjussi.. Mereka chingu – chinguku. Aku tak mungkin meninggalkan mereka sendiri disini. Aku tak mungkin mengkhianati mereka karena egoku sendiri. “

“ Tapi kau harus keluar, nak. Atau kau selanjutnya. “

“ Ahjussi akan ikut aku menyelamatkan mereka, atau ahjussi menderita disini selamanya? “

“ Hidupku sudah tak lama lagi, nak. Lebih baik kau pergi. Kau memang sama seperti dulu, setia. “ Ujar Heechul kemudian menghilang di balik bayang – bayang lampu.

Eunra’s POV

Kau harus bisa, Eunra. Kau harus bisa! Hilangkan rasa takutmu. Bila kau mati hari ini, pastikan kau mati disamping Taemin, orang yang selama ini selalu disampingmu. Aku berbicara pada diriku sendiri. Aku begitu dekat dengan pintu dimana Taemin dan Onew masih menahan teriakkannya. Aku menarik napas sedalam – dalamnya dan menghembuskannya sekaligus, melihat ke kanan dan kiri lorong, dan membuka pintu itu dengan perlahan. Tidak ada siapapun kecuali Onew yang disiksa seperti tadi, ditetesi lilin dan dirinya yang terjahit. Sementara Taemin, berhasil membuatku menangis karena ia di gantung dengan posisi tidur dan talinya terbuat dari tambang yang sudah dilumuri oleh kaca – kaca yang mulai masuk ke dalam kulit Taemin. Dan dibawahnya sudah menunggu papan yang ditancapkan paku. Tanpa banyak bicara aku melepaskan Onew yang sudah 2 kali merasakan ini dan kubiarkan tergeletak ia tersandar di dinding lalu berlari ke arah Taemin. “ Taemin-ah.. Jakkamanyo.. Kau harus kuat! Aku akan memutuskan tali yang menggantung kakimu. Jadi, kau jangan bergerak, arra? “ Ia hanya mengangguk. Aku semakin tak bisa menahan tangisku ketika melihatnya sudah melemah. Aku menyingkirkan papan itu kemudian mulai menggesekkan pisau yang tadi kuambil ke tali yang menggantung Taemin. Kaki pertama sudah terlepas. Betapa pun aku menahan tangisku, air mata selalu keluar melihat keadaan Taemin. Aku melepaskan Taemin sambil menangis. Aku tak kuat melihatnya seperti itu.

“  Done. Kau bisa berjalan ‘kan? “ Lirihku. Ia kembali mengangguk pelan. “ Onew-ah. Apapun yang terjadi, jangan berteriak. Arra? Aku akan mengantar Taemin keluar dari sini lalu aku akan menjemlutmu. “ Tanyaku. Ia mengangguk pelan. ia sudah betambah lemah sekarang.

“ Taemin-ah.. Jebal.. Kau kuatkan sedikit. “ Lirihku lagi padanya. “ Gwenchana, chagiya. Lagipula, aku masih kuat. “ Ia mulai mendekatkan wajahnya padaku. Aku sembari menangis menutup mataku perlahan. Perlahan itu juga bibir Taemin menyentuh bibirku. Aku membalasnya. Ia terus melumatnya, walaupun aku tak kuat lagi membalasnya karena air mataku jatuh lagi. Ia melepaskannya. Memberikan kekuatan lagi padaku. Ini 1st kissku. Ia memberiku kekuatan lagi rupanya! “ Kau bisa melakukannya ketika kita keluar nanti! “ Bentakku sambil menangis. “ Aku berjanji, bila kita selamat nanti, aku akan melakukannya lagi. “ Balasnya lemah. Aku segera membantu Taemin berjalan keluar pintu.

Setelah lama berjalan. pintu gudang mulai terlihat. Aku dan Taemin mempercepat kecepatan berjalan kami. “ Taemin-ah. Kau bisa berjalan sendiri kesana ‘kan? Lalu jangan lupa telepon polisi sesudah ini. Aku akan menjemput Onew. “

“ Chagiya, saranghae.. “

“ Arrasso.. Nado saranghae.. “ Tangisku lagi – lagi keluar. Aku berlari ke dalam lorong lagi. Berlari walaupun kakiku sudah berteriak meminta berhenti. Meskipun napasku sudah tak kuat lagi karena melakukan dua pekerjaan sekaligus, menangis dan berlari.

Apa yang kau lakukan, babo?! Kau tak boleh menyerah sekarang. Kau harus terus berlari atau waktu yang akan mengejar kau. Onew mengandalkanmu! Jangan membuat Taeyeon kecewa Jang Eunra! Kau sudah berjanji ‘kan?! Aku tetap menyemangati diriku sendiri walaupun sebenarnya aku tak mampu. Aku ini hanya yeoja lemah yang seketika berubah menjadi seorang evil demi chingu bila aku tetap menangis sekarang. Kuputuskan untuk berhenti, atau lebih tepatnya menahan tangis.

ARGH!!

“ Onew.. Aish.. Eunra! Neommu neommu baboya! Kenapa kau tak bisa menjaga hal kecil seperti ini saja?! “ Bentakku pada diri sendiri. Namun suaraku putus – putus karena tangisan yang kutahan tadi. “ Kau tak mau pingsan dua kali ‘kan? “ Kevin datang dari kegelapan di depanku. “ Kevin-ah.. Biarkan aku lepas sekarang. “ Lirihku. “ Lepas? Kaulah inti dari masalahnya.. Kau, lidah dan matamu itu berguna. Kau tahu? Sebenarnya kami tak perlu mereka semua. Kami membutuhkanmu untuk membuat pasangan untukku. Karena lidah dan matamu yang sangat cantik dan sempurna.” Ia mengelus pipiku perlahan. Kutepis tanganya dengan kasar. “ Sekarang, kau ikut denganku! “ Paksanya. Aku tidak berteriak, melainkan diam seribu bahasa sambil menangis dan menolak. Walaupun aku tahu aku tak bisa.

Aku sampai di sebuah ruangan gelap dan kotor. Aku di dorong dan di ikat di sebuah kursi. Aku tak tahu kursi apa, karena semuanya terlihat gelap. Mantelku yang menjadi tempat barang – barang berharga itu masih ada. Namun aku terlalu lemah untuk berpikir. Aku hanya bisa menangis dan menutup mataku. “ Chagiya.. Mianhae.. Saranghae.. “ Bisikku. Lalu aku merasakan sesuatu mulai menusukku di bagian wajah dan perut. Mereka sangat banyak namun kecil. Sangat memnyakitkan. Namun aku hanya bisa menangis. Karena sekarang aku hanya yeoja lemah yang tak bisa apa – apa. Entah itu jarum atau apapun, namun ia terus masuk ke dalam tubuhku. Semakin dalam. Ingin rasanya aku teriak. Namun aku tak mau mati karena mereka. Aku ingin mati karena pengorbanan. Dadaku juga mulai ditusuk perlahan. Pandanganku memudar. Walaupun aku tahu aku tak bisa melihat apapun. Aku tersenyum. “ Saranghae.. Taemin-ah.. Saranghae.. Chingudeul.. “ Sesaat setelah aku mengucapkannya. Pandanganku yang memudar melihat setitik cahaya. Lalu teriakkan orang kesakitan.

Eunra’s POV End

**************************

“ Chagiya.. Gwenchana? “ Tanya Taemin yang sudah 3 hari tinggal di rumah sakit karena kekhawatirannya akan chaginya yang belum juga sadar sejak terakhir kali mereka bertemu. “ Hmm.. Rumah sakit? Hah.. Jadi aku masih hidup. Kau membawa semua jasad yang ada di lorong? “ Tanya Eunra yang baru sadar. “ Ne.. pemakaman sudah dilaksanakan tanpa kau. Mianhae.. “

“ Lebih baik seperti itu. Mana Dongho? “

“ Dongho? Kami tak menemukannya dimanapun. Aku sudah berkeliling rumah dan juga lorong disana. Namun tak kutemukan Dongho. Sampai sekarang kami masih mencari mereka. “

“ Kevin?”

“ Boneka itu? Kepalanya sudah putus akibatku pukul saat mencoba menyelamatkanmu.”

“ Bagaimana dengan Heechul ahjussi? “

“ Ia sudah berada di penjara sekarang. Walaupun ia dipaksa, namun ia tetap bersalah. “

“ Huft.. “

“ Tenanglah chagi.. Ini semua sudah berakhir. “

“ Mantel? “

“ Aku menjaganya.. Ini. “

Eunra langsung mengambil buku diary lusuh yang ia dapat di meja di ruangan mayat di lorong. Betapa terkejutnya ketika ia melihat dengan jelas nama pemilik buku ini. Ia ternganga.

“ Kukira aku sudah membaca semuanya.. “

“ Eunra? “

“ Ini miliknya.. Bukan milik Kevin, bukan milik Heechul ahjussi.. Ini miliknya! Semuanya belum berakhir! Semuanya.. Belum berakhir! “ Teriak Eunra histeris. Sangat jelas tertera nama yang tertulis di buku itu.

~Shin Dongho~

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

END

G sru y trakhirny? Abisny pikiran author lg kacau.. jd buatnya ngaco

Tolong RCL y^^ tp author lbih suka komenny lohh..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

26 thoughts on “Scream – Part 5 (End)”

  1. yah~ em~ gimana ya? bagus ceritanya kok. tapi kayaknya kurang gtu tegangnya. coba pas bagian Taemin nolong itu ditulis juga. tapi bukannya Taemin lagi lemah, kok bisa nolong?
    keep writing, ya~

  2. Jadi kurang mengert kapan TaeMin datang menolong, perasaan dia dibawa keluar oleh EunRa, dalam keadaan lemah pula. Mendadak dia yang menyelamatkan EunRa.
    Mengerikan
    Bagus author kalau dibuat sequelnya lagi. DongHo harus ditemuin.
    Kasihan Hechul berakhir dipenjara, dalangnya kan DongHo.
    Yang pasti end (งˆ▽ˆ)ง FF yang seru nih author

  3. Aaa hebat thor ‘o’
    Cuma kurang dapet feelnya. Dan kurang rinci ==)/
    Jadi penasaran kan =3=
    Sequel juseyo ‘-‘)/

  4. Ff bagian ini memang sedikit ngaco
    Aku bingung bingung ngerti

    Aku masih bingung dengan george dan rebbecanya, trus arwah yoseob kemana ??

    Aaahhhh masih banyak pertanyaan. Heheh

  5. Kyaaa, masih bnyk yg ngambang author……
    Seru sih,,,
    tp rasa penasaranku sm seperti komen2 di atasku…

    Epilog ya author?
    Hehehe

  6. Annyeong author~ mian baru sempet komen sekarang._.v
    menurutku ide ffnya keren banget, tapi ada beberapa alur yang aku kurang paham karena penjelasan yang kurang mendetail, kalo untuk part ini menurutku seharusnya klimaksnya lebih dibikin tegang lagi thor, biar emosi readersnya naik turun, dan disini pas onew mati itu gak dikasih penjelasan, sama kenapa tiba2 taemin bisa nolong eunra, padahal keadaan taemin juga lagi sekarat(?) dan juga penekanan kata2nya lebih diperdalam lagi ya thor 😀 pokoknya keep writing deh„ FIGHTING! ~^^

  7. Heechul itu Dongho?
    Jangan Kevin U-KISS dong!!
    Jangan berani berhadapan sama Fans Kevin ‘TULEN’ kayak aku!
    Ceritanya juga ngawur!
    Author ngaco!!

  8. what? Q ngebut dan bca ni part akhir,

    Kurang nendang thoorr.. Tendang lgi ya? Ya? Hhee

    Btw shin dongho itu sp? Q jdi kurang ngerti, part nya dia dmna? Please penjelasannya

  9. WAAA AKHIRNYA MUNCUL JUGA /caps jebol/ tapi masih ada yang kurang 😦 epilog epilog epilog /bawa banner 1 m/ (?) seru sih ^^

  10. woaah, mian baru baca ^^” daebaak dee! tpi masih belom tau shin dong ho itu sapa??
    onyu nya kasiiaaan, itu bias guee TTTT kok bisa matii!! *nunjuk”onyu
    tapi sumveh sangaar

  11. ceritanya hampir mirip kayak film Death Silent
    part boneka bagaimana cara membuat boneka sama part bagian jgn teriak klo gk mau dipotong lidahnya. gue benerkan?
    tapi gua suka sm ceritanya bikin tegang ~kkk

  12. Anyeong ^^
    Whoaaaa ceritanyaaa seru bgdh thor,,,
    Hmm….
    Mianhae aku commentny d part 1 sm part 5,,abis aku ngebut bacany saking penasaran 😀
    Btw,,
    Aku agak sedikit bingung ďє̲̅čћ…..
    Disitu heechul and donghojd apa ato syapa ÿ̲̣̣̣̥ɑ̤̥̈̊α̇̇̇̊???
    Trs trs,,kabarny gikwang gmn??? Khan dia d tusuk sm eunra khan????
    Trs trs,,,ini khan sie dongho ny msh blm diketemuin ÿ̲̣̣̣̥ɑ̤̥̈̊α̇̇̇̊,,, ad sequelny ƍäª thor???
    😀

    Aduuhhh mav ÿ̲̣̣̣̥ɑ̤̥̈̊α̇̇̇̊ thor aku kebanyakan nanya…abis aku penasaran bgdh…. 😀
    Emnk agak ngebingungin sie ceritanya,,,, tpi deg2anny dpt apalgi aku bacany jam stngh 3 pagii berhubung aku lg insom *g ad yg nanya ._.”

    Keep writing and fighting yaaa author (ง’̀⌣’́)ง

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s