Beauty Shine I – Part 2

Beauty Shine I.2

Tittle                : Beauty Shine

Author             : Lee Hana

Main cast         : Kichan and Kim Kibum, Han Yoon-ah.

Support Cast   : Lee Taemin and Joo Hyunseok.

Genre              : Humor, School Life, Frienship and romance (dikit)

Type                : Kink

Length             : Sequel/ Novel Length

Rating             : G

Inspired By     : Arai Kiyoko-Beauty Pop

Summary         : “Aku akan memberimu sihir, agar keinginanmu terwujud.” *o*

Emmm… ini chapter 1 part 2 dan aku akan bikin sampe part…. ntar dulu. Wait a minute, please!

Yey. Part 5… jadi jangan bosen-bosen bacanya, ya! Kelebihan di ff ini adalah kalian akan ngerti ceritanya walau nggak baca part sebelumnya #kayaknya sih gitu. Karena biasanya konflik akan habis di part yang sama# biasanya loh! Nanti akan datang yang luar biasa.  Jadi… happy reading  ya!

Oh sampe lupa. Di sini main cast setiap part biasanya berubah, tentu selain Kichan dan Kibum. Itu karena konfliknya udah beda. Jadi jangan bertanya-tanya.

“Hah?” gadis berambut pendek itu sangat terkejut, bahkan ia menjatuhkan bola basket di tangannya hingga beberapa kali memantul kecil menjauhinya.

“Pindah sekolah?!” pekiknya.

______

08.04 am….

Yaah, Kichan! Sudah jam delapan. Nanti kau terlambat!” ujar seseorang dari luar kamar Kichan dengan nada suara sedikit tinggi.

Nde, ara,” jawab Kichan dengan tampang tak peduli seraya merapihkan kerah seragamnya.

Ia berjalan beberapa langkah menuju pintu kamarnya dan melewati sebuah cermin besar, tetapi ia mundur lagi dan melihat dirinya di cermin. Ia memperhatikan rambutnya.

“Panjang sendiri,” pikirnya seraya memegang rambut bagian samping kirinya kemudian dengan cepat mengambil gunting dan memutarnya dengan jari manisnya. Memainkannya, lalu dengan cepat mengguntingnya.

Srek… srek…

Hingga beberapa helai rambut jatuh tepat di atas kepala kucingnya, Shampoo.

“Hmmm, sempurna,” ujarnya dengan senyuman seraya bercermin. Senyuman yang manis, tanpa tampang datarnya yang pasti.

“Dah, Shampoo,” ujar Kichan seraya mengusap kepala kucingnya, atau mungkin lebih tepatnya membersihkan rambut-rambut yang masih berada di kepala kucing yang tertidur lelap itu.

Kichan pergi melewati pintu kamarnya dan menutupnya.

______

Di sekolah….

“Mohon bantuannya, Kibum Sunbae. Aku ingin ikut Special Project (SP). Aku sudah tak punya banyak waktu lagi. Tolong aku!” mohon gadis berambut pendek dengan wajah yang terlihat sangat cemas. Mengikuti  Kibum dengan langkah cepatnya dan terlihat kesal. Dan karena gadis itu juga, semua orang yang Kibum lewati memperhatikan mereka.

Kibum berhenti melangkah dan melirik ke arahnya. “Yaah, sudah berapa kali kubilang. Yang ingin kupotong itu rambut semi long! Makanya kau nggak bisa dipakai!” teriak Kibum marah, membuat yeoja itu sedikit kecewa. “Jangan ganggu aku lagi!”

“Ta-tapi…” tangan yeoja itu meraih Kibum yang sudah berlalu dengan wajah tak rela.

“Berisik!!!” teriak Kibum.

“Kibum! Rambutku semi long, nih,” ujar seorang yeoja dengan rambut kuncir satu.

“Aku juga mau ikutan SP,” ujar yeoja lain yang berada di sebelahnya.

Sedangkan Kibum hanya berlalu dengan perasaan teramat kesal.

BRAK!!!

Sebuah pintu Kibum tutup dengan kasar setelah ia memasukinya. Sedangkan yeoja-yeoja di luar memandang pintu itu dengan kecewa.

Kibum memotong sebuah wig yang terpasang pada sebuah kepala boneka yang diletakkan di atas mejanya. Memotongnya dengan menahan kesal.

“Wah, mood Kibumie lagi jelek, nih,” ujar Taemin yang sedang mengemut permen batangnya.

“Jangan panggil aku Kibumieeeeee!”

“Kalau begitu Kibum chan,” ujar Taemin dengan senyuman lebar dan begitu polos.

“Ngawur!” teriak Kibum tak kalah emosi.

“Kenapa, Kibum? Hari ini Han Yoon-ah anak kelas 1-A mengejarmu lagi?” tanya Jinki seraya membaca buku Total Beauty miliknya.

“Dia bawel sekali,” gumam Kibum seraya mendelik kesal ke arah Jinki.

“Kibumie marah banget, ya. Kelihatan tuh dari auranya,” ujar Taemin ngeri melihat sesuatu yang gelap mengelilingi Kibum.

Jinki menutup bukunya. “Dia pasti masih penasaran, teringat gaya layer Goo Misun yang sempurna itu,” ujar Jinki yang sengaja membuat Kibum semakin emosi. Menjahilinya.

“Keterampilan yang luar biasa, mungkin lebih hebat dibanding Kibum,” imbuhnya lagi yang membuat Kibum terlihat sangat marah.

“Tutup mulutmu!” teriak Kibum ke arah Jinki. “Aku ini, akan menjadi ahli kecantikan nomer satu di korea selatan. Lihat pialaku!” ujar Kibum yang tiba-tiba tenang sambil menunjuk-nunjuk segudang piala yang tersimpan rapi di lemari kacanya yang besar.

Ne, ne. Kau menang sejak umur tujuh tahun. Kejuaraan kecantikan amatir, kan? Kau sudah cerita berkali-kali,” ujar Jinki bosan. Menghela napas.

“Tapi pialanya nggak lengkap. Piala waktu kelas empat nggak ada. Berarti kamu kalah, ya?” tanya Taemin polos seraya melihat deretan piala itu.

Kibum langsung memandang Taemin dengan raut shock.

 

“Jangan bodoh, Taemin. Itu adalah aib terbesar dalam hidup Kibum yang tak boleh diutak-atik,” ujar Jinki pada Taemin seraya memegang bahu Taemin. Mungkin itu lebih tepat menjadi hujaman bagi Kibum. Padahal saat ini Kibum tengah meringkuk di pojok kamar dengan aura hitam di sekelilingnya. Ia benar-benar kesal sekaligus terpukul.

“Sebal. Musim panas kelas empat SD yang tak terlupakan,” guman Kibum.

FLASHBACK ON

Kibum tengah berada di tengah kumpulan orang. Tepatnya kumpulan peserta lain, karena saat ini ia tengah mengikuti kontes kecantikan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini aku pasti jadi juara lagi,” gumam Kibum percaya diri.

Di tempat itu ia melihat seorang gadis. Seorang gadis cantik dengan rambut panjang bergelombang yang ia kuncir dua, di dadanya tergatung pin bernomor tujuh belas, dan di saat yang sama dada Kibum berdebar dengan wajah memerah.

“Dia salah satu peserta. Akan kupamerkan kehebatanku padanya,” gumam Kibum seraya  mengepalkan tangannya di depan dada  dengan wajah penuh semangat dan penuh percaya diri tentunya.

Dan ketika pemenang diumumkan….

“Pemenangnya peserta nomor tujuh belas.”

“Peserta nomor tujuh belas kan baru kelas tiga SD! Dan bla, bla, bla….”

Sontak Kibum serasa terhisap dalam lubang hitam. Ia benar-benar schok. Ia bahkan terjatuh karena kakinya serasa lemas, dan rasanya di punggungnya tertulis kata ‘pecundang’ yang membuatnya begitu malu.

“Hancur sudah impianku jadi juara setiap tahun.”

Sedangkan gadis itu, ia mengangkat dagunya dengan sombongnya, dan Kibum menatap gadis itu dengan kesal. Seakan-akan ia berkata ‘aku akan balas dendam’ dari ekspresi wajahnya itu.

FLASHBACK OFF

“Aku akan balas dendam! Tak ada orang yang bisa mengalahkan aku!” ujar Kibum emosi seraya menggunting-gunting wig yang tadi ia gunting dengan bringasnya.

“Cinta pertama, ya?” ujar Jinki.

“Kayaknya,” jawab Taemin.

______

Pelajaran sudah dimulai. Saat ini Kibum tengah melihat ke luar jendela yang berada tepat di sampingnya. Dari sana ia bisa melihat sekelompok anak tengah berlari di lapangan, dan salah satu dari mereka adalah seorang gadis dengan rambut layer bob-nya, yang tidak lain adalah Kichan.

“Hmmm, yeoja riap-riapan itu. Dasar sok tahu! Dari jauh saja aku bisa lihat gaya rambutnya yang asal-asalan itu,” gumam Kibum.

Kibum melihat angin tengah berhembus dengan kencangnya. Membuat rambut orang-orang yang tengah berlari menjadi berantakan.

“Hehehe, rasakan. Rambutnya pasti makin berantakan dihembus angin kencang,” pikirnya dengan wajah puas.

Tapi….

Mwooooo?!!! Kenapa rambutnya bisa….?!”

“Memangnya rambutnya kenapa?” potong seorang guru laki-laki yang sudah berumur di depan kelas. Di kedua pelipisnya tertempel koyo.

“Eh!” Kibum menyadari kesalahannya dan terlihat sangat malu, karena tidak hanya sang guru yang memperhatikannya, tetapi juga seluruh teman sekelasnya. Terlihat dari wajahnya yang merah itu.

“Ma-maaf, Seongsaengnim,” ujar Kibum seraya membungkuk, kemudian duduk dengan tenang kembali di kursinya.

“Dasar!” gumam Jinki yang duduk di sebelah meja Kibum, kemudian menghela.

“Cih! Kena marah gara-gara dia,” pikir Kibum seraya melirik ke arah Kichan yang baru saja berhenti berlari.

Kau tahu kenapa Kibum terkejut? Jawabannya adalah… karena rambut Kichan sama sekali tak berantakan meskipun tertiup angin kencang dan melambai-lambai tak beraturan, karena seharusnya rambutnya menjadi acak-acakan seperti teman sekelasnya yang lain.

“Ngomong-ngomong menurut informasi yang aku dapatkan, sepertinya keluarga Jang Kichan memiliki usaha salon kecantikan,” ujar Jinki pada Kibum.

______

Di kantin. Semua siswa tentu sedang istirahat, sekedar memberi asupan pada tubuh mereka agar otak mereka dapat bekerja kembali dengan baik pada pelajaran selanjutnya. Tentu di sana juga ada Kichan and friends, Misun dan Jeongsuk.

“Bantu aku, Kibum Sunbae! Aku mohon padamu!” pinta seseorang membuat pandangan seisi kantin tertuju pada mereka. Lagi, tentu kecuali Kichan.

“Ada apa ribut-ribut, tuh?” tanya Jeongsuk yang biang gosip. Yang begitu tertarik dengan hal-hal seperti ini. Maklum, nggak mau ketinggalan berita.

“Kumohon berikan kekuatan padaku!”

“Maaf ya, Kibum ini ahli kecantikan paling top di Korea, harga dirinya terlalu tinggi,” sindir Jinki seraya berbicara pada gadis berambut pendek itu.

“Jangan sembarangan!” omel Kibum.

“Nggak apa-apa, Kibumie. Kayaknya dia benar-benar butuh kita. Kita tolong saja, ya?” pinta Taemin iba.

“Jangan banyak mulut! Dan jangan panggil aku Kibumie!”

“Eh, kenapa tuh si Yoon-ah? Lagi ngejar-ngejar cowok cakep, ya?” ejek seorang anak laki-laki yang tak jauh dari sana, membuat teman-teman di sampingnya tertawa.

“Cewek jelek kayak kamu nggak mungkin jadi cantik meski ikut SP,” imbuhnya lagi membuat wajah Yoon-ah merah padam. Entah malu atau marah.

Yoon-ah pun menghampiri anak laki-laki itu dan berteriak sekencang-kencangnya di telinganya, “Hyunseok kejam! Nggak punya perasaaaaaaaaaaaaaaaaan!”

Setelah berteriak sekencang itu ia berlari menjauh sambil menangis. Membuat namja bernama Hyunseok itu terheran-heran.

“Dia nangis, tuh!” ujar teman di sampingnya.

“Kasihan sekali Yoon-ah,” ujar Misun yang sejak tadi menonton dari tempatnya duduk.

“Itu Han Yoon-ah dari kelas 1-A, kan? Kita satu SD dengannya dulu, Kichan,” ujar Jeongsuk yang duduk di samping Kichan, yang juga menonton mereka sedari tadi.

“Oh ya? Nggak ingat, tuh,” jawab Kichan tidak memperdulikan orang-orang itu dan sibuk menghabiskan makanannya.

“Anyeong, rambut berantakan!” sapa Kibum yang tiba-tiba muncul di sampingnya. “Yaah! Kudengar keluargamu punya salon kecantikan. Coba lihat rambutmu,” ujar Kibum seraya memegang ujung rambut lurus Kichan.“Sepertinya salon keluargamu tak terlalu bagus.” Tapi….

“Hah? Potongan rambut ini….” pikir Kibum dengan terkejut.

PLAAAAK!

“Jangan pegang-pegang rambut orang!” bentak Kichan kembali dengan tampang datarnya. Membuat Kibum terkejut dengan punggung tangan yang merah.

“Ka-kau! Tanganku sakit banget, tahuuuu!” teriak Kibum kesakitan sambil melihat tangannya dengan panik.

Kichan berdiri dari tempatnya duduk dan perhatiannya teralihkan pada sesuatu. Pada rambut Kibum. Tanpa aba-aba ia langsung saja memegang ujung rambut belakang namja itu. Membuat Kibum serasa tersengat listrik yang mejalar cepat ke seluruh tubuhnya melalui tangan Kichan.

Deg’

Kibum kaku seketika. Rasanya seluruh tubuhnya jadi merinding semua, hingga ia tak bisa bergerak.

“Ternyata potongan rambutmu cukup rapi. Boleh juga,” bisik kichan di telinga Kibum dari belakang. “Dengan keterampilan seperti ini, kau ingin menjadi ahli kecantikan nomor satu di Korea?” tanyanya remeh.

Jeongsuk dan Misun yang tak jauh dari mereka sudah super ketakutan melihat tingkah temannya yang super aneh itu. Wajah mereka menjadi super cemas.

“Apa-apaan kau!” omel Kibum yang telah sadar dari membatunya.

“Tapi aku kenal orang yang lebih hebat darimu. Daaaah!” ujar Kichan seraya melambai dalam perjalannya meninggalkan Kibum dengan cueknya.

Wajah Kibum merah padam dengan rahang mengeras. Ia terlihat benar-benar marah. Berdiri membelakangi  Jinki dan Taemin yang tengah duduk melihatnya.

“Hahaha, Kichan benar-benar bikin Kibum marah besar,” ujar Jinki senang.

“Kuping Kibumie sampai merah!” imbuh Taemin yang juga menertawai Kibum.

Kibum segera berbalik dan memukul meja di belakangnya. “Berisik! Jangan makan kroketku!”

“Kok tahu aku makan kroketmu?” tanya Taemin bingung. Padahal harusnya Kibum tak melihatnya.

“Huh! Jang Kichan, anak kelas satu yang menyebalkan! Dia kira dia bisa mengalahkan aku,” ujar Kibum geram.

‘tapi aku kenal orang yang hebat darimu’ kata-kata itu terus saja muncul di kepala Kibum membuatnya semakin kesal. “TAK ADA ORANG YANG LEBIH HEBAT DARIKUUUUUUUUUUUUUU!”

______

Di sebuah toko. Tepatnya toko milik keluarga Jungseok yang menyediakan keperluan anak perempuan seperti shampoo, ikat rambut, jepitan dan lain-lain. Di sana Jungseok sedang menawarkan barang-barang baru di tokonya kepada Kichan dan Misun yang tengah berkunjung ke sana.

Tiba-tiba seorang gadis muncul….

Mi-mianhae. Shampoo ini, betul bisa memanjangkan rambut?” tanyanya penuh harap.

“Lho! Yoon-ah,” ujar Jeongsuk.

“Bisa memanjangkan rambut dalam waktu satu hari, nggak?” tanya Yoon-ah masih berharap.

“Aduh. Mana mungkin bisa panjang dalam waktu sehari,” jawab Jeongsuk logis.

“Aku… aku ingin rambutku panjang besok. Soalnya besok Hyunseok mau pindah sekolah,” ungkap Yoon-ah sedih.

Inget anak laki-laki yang bikin Yoon-ah nangis di kantin? Itu Hyunseok. Sekedar ngingetin.

Mereka pindah tempat ke sebuah taman. Taman yang tak jauh dari kawasan pertokoan tempat rumah Jeongsuk dan Kichan berada.

“Hmmmm, begitu ya? Selama ini Hyunseok selalu bawa foto Yoon-ah kemana-mana, tapi waktu itu rambut Yoon-ah masih panjang,” ujar Jeongsuk.

Ne. Tapi, sejak rambutku kupotong Hyunseok selalu iseng padaku,” ungkap Yoon-ah sedih.

“Aku ingin berambut panjang seperti dulu. Aku ingin mengutarakan perasaanku pada Hyunseok sebelum dia pindah sekolah, dengan rambut panjang yang ia sukai. Tapi sebenarnya aku tahu, hal itu sangat tidak mungkin. Tak ada sihir yang dapat membuat rambutku menjadi panjang secepat itu. Mungkin aku harus memakai wig saja.”

______

Yoon-ah keluar dari rumahnya. Telah siap dengan seragam serta tas punggungnya. Wajahnya terlihat sangat sedih, dan ia juga terlihat begitu tak bersemangat.

“Hari ini, aku harus berpisah dengan Hyunseok,” pikirnya.

“Meong!”

Deg’

Suara kucing yang tiba-tiba dari belakang membuat Yoon-ah terkejut.

“Ku-kucing?!” gumamnya heran, tapi kemudian ia menyadari sesuatu. Benda yang tertempel di atas kepala kucing itu. Sebuah surat.

‘Han Yoon-ah, datanglah ke salon Jang!’ lengkap dengan petanya.

“Salon Jang?”

______

Kreeeek!

Pintu terbuka.

“Se-selamat pagi,” sapa Yoon-ah gugup. “Permisi!” ujarnya seraya mencari-cari orang di dalam salon tersebut.

“Selamat datang,” sapa seseorang dengan nada dingin dan berat.

Deg’

Yoon-ah seketika terkejut ketika tiba-tiba seseorang muncul dan menyapanya, padahal ia melihat salon itu kosong melompong. Orang dengan pakaian sporty-nya. Lengkap dengan topi bertuliskan, B.S ( Beauty Shine ) miliknya. Kali ini rambutnya ia kuncir ke belakang.

“Aku akan memberimu sihir, agar keinginanmu terwujud.”

“Si-sihir?”

______

Pagi yang riang di halaman sekolah….

Anyeong, Hyunseok!” sapa seorang anak laki-laki beramput cepak, Jeosun.

“Anyeong!”

“Hari ini aku harus berpisah denganmu. Hiks, hiks….”

“Jangan macam-macam, ah!”

“Tapi kalau nggak ada kamu, pasti sepi.”

“Hyungseok!” panggil seseorang dari belakang.

“Yo-Yoon-ah!” ujar Hyunseok terkejut. Teman di sebelahnya juga terkejut.

Terkejut? Terkejut karena kini rambut Yoon-ah telah menjadi panjang.

“Hyunseok, aku… aku ingin mengatkan sesuatu padamu sebelum kau pindah sekolah, dengan rambut panjang yang kamu sukai,” ujar Yoon-ah dengan wajah yang merah.

“Eh?”

“Aku suka kamu Hyunseok!” ujarnya mantap, sontak membuat Hyunseok terkejut, dan orang-orang yang mendengarnya, tentu saja.

Wajah Hyunseok seketika memerah.

“Aku suka kamu dari dulu!” ujar Yoon-ah lagi tak kalah mantap meskipun sangat malu.

“Yang… yang benar?! Tadinya kukira kamu patah hati gara-gara seseorang, makanya kamu potong rambut sampai sependek itu. Makanya aku kesal!” ungkap Hyunseok yang masih malu-malu.

A-aniyo! Aku kan masuk klub basket, anggotanya nggak boleh berambut panjang, jadi….”

“Duuuuuh! Ternyata itu asalannya. Kenapa aku baru tahu sekarang?” ujar Hyunseok begitu menyesal. Berjongkok dan menutupi wajahnya yang merah karena malu, kemudian segera berdiri kembali dan memeluk Yoon-ah.

“Kau cantik sekali! Aku jadi nggak mau pindah sekolah,” ungkap Hyunseok.

“Kalau begitu jangan pindah.”

“Maunya sih begitu, tapi mana mungkin.”

Hyunseok melepas pelukannya. “Aku akan kirim surat.”

“Ne.”

 

“Kuusahakan sering mampir ke sini.”

“Ne.”

“Panjangkan rambut lagi, ya?”

“Ne.”

Ketika para siswa melihat mereka dari dekat, Kichan dan Misun malah melihat mereka dari balik semak. Tepatnya hanya Misun sendiri. Kichan lagi tidur tuh.

“Kichan memang hebat. Bisa memberi sihir yang luar biasa!” ujar Misun kagum seraya menggenggam kedua tangan Kichan tiba-tiba hingga gadis itu terbangun.

“Hah?”

‘suit, suit! Mesra banget nih!’ teriak-teriak itu terdengar jelas oleh kichan. Teriak-teriak bahagia dari teman-teman Hyunseok dan Yoon-ah. Sedangkan Kichan hanya tersenyum melihatnya.

“Hmmm, hair extension ya (rambut sambungan)?”  gumam Jinki yang ternyata melihat pemandangan itu juga. Mereka berdua kini tengah berdiri tak jauh dari pasangan itu. Kibum dan Jinki.

“Sama sekali tak ada bagian yang tak terlihat alami. Pekerjaan yang benar-benar sempurna. Siapa yang melakukannya?” gumam Jinki seraya berpikir dengan memegangi dagunya. Memperhatikan rambut Yoon-ah dari tempatnya.

“Jangan-jangan sama dengan orang yang memotong rambut Misun,” sambungnya lagi.

“Terus siapa orangnya?” pikir Kibum yang sejak tadi mendengarkan gumaman Jinki seraya mendelik sebal ke arah sahabatnya itu.

______

K’club Talk

 

Waktu rambut Kibum dipegang Kichan, kenapa dia kaku kayak batu?

Taemin: soalnya Kibumie paling geli kalau rambut belakangnya di pegang. Hehehe…

Kibum yang melihat Taemin membongkar rahasianya segera mengambil camilan Taemin.

“Taemiiiiin,” panggil Kibum tepat di belakang Taemin seraya membawa kotak camilan Taemin dengan tampang devil.

Mian, Kibumie! Jangan hancurkan cemilanku!” teriak Taemin panik seraya berlari ke arah Kibum yang tengah berniat menginjak-injaknya.

______

Hwaaaaa! Kayaknya part dua ini nggak sebagus part satu, ya?   nggak papa yah? Saya hanya mencoba menghibur dengan cerita santai kayak gini. Lumayan buat ngilangin stress dikit # pede.

Sebelum meninggalkan ff yang nggak lucu ini. Please kasih koment ya!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Beauty Shine I – Part 2”

  1. Wkwkwkwk

    Lucu kog Hana,
    ya ampunn,, Kibummie… Marah2 mulu kyk cewe lg pms
    *waks

    ini lg baby Tae sok innocent bgt ngomen2 piala si Kibum yg gak lengkap, haha

    okeh, yg ngasih sihir siapaaaaa,,,,
    penasaran to the max nih!

    Next part yaaaa

  2. Lucu kok lucuuuuuuuuu!!!!!!!! Banget hehe

    Cepetan next part nya gak sabar ngeliat ceritanya lagi
    Tapi boleh nanya gak? Ini dari komik apa ya ? ^^

    Yang ngasih sihir itu Kichan ya? Tapi kok suaranya berat? Suara Kichan berat ya?

    Tapi ini sampai chapter berapa ya?

    Next part please

    Jebal └(^o^)┘
    ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

  3. kwkwkwkwkwkwkwkwkwkw
    lucu kok lucu
    pas bnget deh
    semakin penasaran sama ‘seseorang’ itu deh
    lanjutttt

  4. bagus kok
    seru kok
    keren kok
    pokoknya mah yaaaaahh kereeen pisan
    bikin aku ngga berenti senyum 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s