Because of You – Part 2

Because Of You [2.4]

Title                                         : Because Of You [2.4]

Author                                     : MinKey (@innocent_key)

Main Cast                                : Taemin SHINee and Kim Ryu sung (OC)

Support Cast                            : Jonghyun SHINee,Luna f(x) as Park Sunyoung,Sulli f(x) as Jinri

Lengrt                                      : Chapter

Genre                                       : a little happy in first and second part, OOC in all parts, Mystery in three part

Rate                                         : Teen

NB                                           : Mian untuk semau typo yang ada di ff ini. Harap dimaklumi._.

***

Jonghyun –yang pas sekali di sebelah Taemin- langsung bangkit dari posisi duduknya dan merogoh sakunya. Ia langsung mengeluarkan sebuah jarum suntik beserta cairan aneh di dalamnya dan menyuntikkan di tangan Taemin.

“Taemin kenapa?”tanya Ryu mendorong sedikit badan Taemin yang menghalangi pergerakkan tubuhnya bagian kanan dan ketika ia bebas, ia langsung berdiri di samping Jonghyun. Semua orang yang disana langsung berdiri di samping Jonghyun.

“Aish, aku tau maksud Onew hyung untuk membantu Taemin agar cepat sembuh tapi bukan mengingat tentang kakaknya. Emosinya memucak, dia tidak pingsan tapi aku yang sebelumnya memberikannya obat bius yang bekerja beberapa menit setelah diminum. Untung saja.”jelas Jonghyun menggerutu pelan sedangkan Onew hanya tersenyum cengar-cengir menyadari kesalahan besarnya.

“Aku kira Taemin akan senang jika aku menceritakan kakaknya. Dulu dia kan sering senang begitu.”gumam Onew.

“Berarti masalah keluarga.”gumam Ryu memberi kesimpulan.

“Ryu jaga dia. Kita ke ruanganku saja.”ajak Jonghyun menepuk bahu Ryu lalu ia tersenyum saat Ryu menengok ke arahnya lalu ia pergi keluar kamar Taemin dengan teman-temannya.

“Tapi hyung, Taemin..”Key menoleh ke belakang sebelum Jonghyun menutup pintu kamar Taemin.

“Dia orang baik, biarkan mereka berdua.”jawab Jonghyun tersenyum penuh arti.

Di kamar Taemin…

Ryu mengelus rambut Taemin pelan setelah sekuat tenaga, ia mengangkat –ralat, menariknya- ke tengah tempat tidurnya.

Tangannya beralih dari rambut ke hidung Taemin yang gagal mancung *ditabok Taemintz*

“Dasar, begitu saja sudah tumbang.”ejek Ryu mencubit pelan hidung Taemin agar mancung (?)

***

“Jonghyun, kupikir ada yeoja itu malah membuat Taemin tidak bisa menghilangkan traumanya.”Ryu berhenti beberapa c dari ruangan Jonghyun. Awalnya dia ingin mendengarkan pembicaan mereka di depan pintu tapi takut ketahuan seperti sebelumnya.

“Tidak, Ryu bukan orang yang macam-macam. Bahkan sejak ada dia, cahaya mata Taemin masih seperti dulu saat awal debut kita.”

Ryu langsung mengangguk pelan, kata ‘debut’ sudah cukup baginya.

Dia langsung melepaskan sepatu yang ia pakai dan berlari santai tapi pelan menjauhi ruangan Jonghyun.

***

“Hey, Ryu Sung. Tidak biasanya kau sepulang rumah sakit sudah berdiri di depan laptop.”tegur Sun Young keluar dari kamar mandi dan melihat Ryu yang tidak biasanya bermain bersama laptop dengan posisi telungkup.

“Aku hanya mencari sesuatu.”kata Ryu singkat saking seriusnya.

“Oh ya, bagaimana dengan Taeminmu itu?”tanya Sun Young merapihkan posisi handuk yang menutupi rambutnya lalu ia ikut telungkup di samping Ryu. Sun Young tersenyum geli menyadari dirinya menekan kata ‘Taeminmu’ kepada Ryu.

“Oh dia semakin hari semakin aneh.Bertemu dengan teman lamanya dan tiba-tiba emosinya naik sedikit. Kuperhatikan cahaya matanya juga menjadi sedikit redup sejak kedatangan mereka. Dan tiba-tiba jatuh pingsan karna kelelahan. Dia aneh.”kata Ryu –tidak mempedulikan ledekan Sunyoung- dengan lihai mengetik ‘Lee Taemin’ di google dan mengklik ‘search’

“Mwo? Lee Taemin? Buat apa kau mencarinya di google? Kau kira dia orang terkenal yang tiba-tiba menjadi penghuni rumah sakit dan beritanya tentang itu masuk dunia maya?”tanya Sunyoung panjang lebar.

“Shht… Jangan berisik. Hm… tunggu sebentar lagi dan….. ketemu!”seru Ryu melihat layar laptopnya yang penuh dengan tag nama ‘Lee Taemin’

Ryu mengklik salah satu judul topik yang tertulis ‘Lee Taemin; Artis pendatang baru yang memasuki Rumah Sakit Jiwa’.

“What…. Kenapa pakai password?”tanya Ryu kesal lalu mulai mengetik asal password untuk memasuki situs web yang ia klik tapi semuanya inncored.

Ryu langsung mengklik satu-satu sebuah situs yang menyangkut Lee Taemin hingga banyak tab di laptopnya. Dan satu lagi, semuanya memakai password atau tidak bisa dimasuki.

“Yak!!!”

“Mungkin salah satu orang menghack semua web itu atau orang banyak menjadikan situs web itu spam.”kata Sunyoung.

“Tapi aku tidak percaya kalau Taeminmu itu seorang artis. Mungkin kau salah orang, banyak Lee Taemin di dunia ini.”kata Sunyoung berdecak pelan membayangkan seorang Lee Taemin yang diceritakan oleh Ryu sebagai orang freak di tubuh normal dulunya seorang artis.

“Tapi aku hanya mengenal satu Lee Taemin.”Ryu mengklik image dan muncul banyak foto Lee Taemin yang ‘mereka’ kenal.

“Lihat?”Ryu menyingkir sedikit dari depan laptopnya agar Sunyoung bisa leluasa membandingkan gambar wajah Lee Taemin yang ia cari dengan wajah Lee Taemin yang ia kenal.

“Sama, hanya saja cahaya matanya lebih bersinar dulu daripada sekarang. Lihat itu.”Sun Young menunjuk salah satu foto Lee Taemin dengan senyuman menawannya.

“Tidak. Menurutku, cahaya matanya yang dulu mulai kembali.”komentar Ryu pelan.

Ryu mengetik nama ‘Kim Jonghyun’ di google news setelah ia menghapus tab google yang memenuhi mozillanya.

“Kupikir kau percuma mencari nama Jonghyun oppa jika hasilnya dipakai password juga.”komentar Sunyoung melihat gerak-gerik Ryu.

“Aku hanya penasaran, dia tidak ada tampang seorang dokter. Oh well……-dia hanya berbekal senyuman menawan.”kata Ryu menambah kalimat pujian untuk Jonghyun dengan setiap penekanan disana ketika bibir Sunyoung terbuka untuk protes. Sunyoung yang mendengar pujian untuk Jonghyun hanya tersenyum cengar-cengir.

Seorang Kim Jonghyun menggantikan pilihan fakultasnya yang seni menjadi dokter kejiwaan ketika Lee Taemin terkena masalah.

 

“Tuh kan benar, dia memang pantas menjadi penyanyi!”seru Sunyoung cepat dan tiba-tiba dia mengambil ahli mouse dan mengklik ‘image’ lalu muncul foto-foto Kim Jonghyun yang sama dengan Kim Jonghyun yang mereka kenal.

Ryu tidak protes ketika ‘pengambilan hak’ secara tiba-tiba yang dilakukan Sunyoung, kalau menyangkut Kim Jonghyun Ryu hanya bisa angkat tangan dan mengandalkan Sunyoung.

Sunyoung baru saja mau menulis ‘teman satu grup Lee Taemin dan Kim Jonghyun’ jika saja mouse laptop tidak berpindah ke tangan Ryu.

“Ya! Aku baru saja mau….”

“Kalau bukan urusan Kim Jonghyun, aku tidak bisa menyerahkan laptop ini di ambil ahli olehmu.”kata Ryu menjulurkan lidahnya dan ia mulai mengetik kata yang baru saja mau di ketik Sunyoung sedangkan Sunyoung sendiri sedang mengomel-ngomel tanpa suara di belakang Ryu.

“Kim Kibum atau Key, orang yang tadi menyuruhku masuk. Choi Minho yang tadi bermuka datar dan cahaya matanya terlihat sedih. Lee Jinki atau Onew, yang tadi tersenyum cengar cengir hingga matanya hilang. Dan boyband mereka SHINee….”

“Oh, SHINee! Dulu beberapa tahun lalu ketika aku baru masuk banyak yang membicarakan SHINee! Aku tidak sempat dengar karena sibuk….”

“….. Mengurusi akselerasi yang kau lakukan bersamaku hingga kita sama sekali tidak pernah menonton tv.”lanjut Ryu dan Sun young hanya mengangguk semangat mendengarnya.

“Baiklah… Aku akan mencari semuanya.”Ryu berguling-guling kecil dan mereganggkan otot lengannya lalu mulai mencari satu-satu berita sejak kejadian Lee Taemin.

Key SHINee bersama Minho SHINee pergi ke USA untuk melanjutkan kuliah sebelum Lee Taemin terkena skandal

 

Onew SHINee hilang ketika Taemin SHINee terkena skandal tapi beberapa kali, terlihat Onew menjenguk Taemin.Dikabarkan, Onew mengambil

jadwal wamilnya lebih cepat tanpa alasan.

 

Jonghyun SHINee dikabarkan magang di tempat dimana Taemin SHINee dirawat.

 

Berita terbaru; Key kembali ke korea dalam keadaan menjadi designer. Selain itu, Minho SHINee kembali ke Seoul dan tidak memiliki perubahan sama sekali tapi dikabarkan ia menjadi Hacker hebat.

 

“Berarti tinggal alasan kenapa Taemin masuk ke rumah sakit khusus ini.”

***

Tik… Tik….. Tik…

Seorang namja mengibaskan poninya yang jatuh ke kiri dan ia kembali mengetik kembali.

Namja itu merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah IPhone 4S. Ia menekan nomor panggilan 1 dan me-loud speaker panggilannya.

“Ng, ada apa?”

“Yeoja itu membuka semua web yang membahas kita semua. Apa perlu rencana B?”

“Ani, kedatangannya untuk menyembuhkan maknae. Biarkan dia tau masalahnya. Aku yakin padanya, cahaya matanya sama seperti maknae saat masuk sini.”

“Kau serius? Apa kau tidak takut dia terkejut? Atau merusak mood maknae? Aku takut dia terluka.”

“Ahahahaha tidak biasanya orang sepertimu mengkhawatirkan seorang yeoja. Percaya padanya OK?”

Klik….

“Kebiasaan, dia selalu mematikan telepon tanpa izin.”decak namja itu meremas pelan IPhone 4S miliknya.

***

“Hoam… Dia seenaknya menelepon malam-malam begini disaat tugasku belum selesai.”keluh seorang namja berkaos hitam memutar kepalanya yang pegal dan mulai menulis kembali di ruangannya dengan cahaya remang-remang dari lampu ruangan yang kurang dan cahaya dari bulan di luar sana.

Tanpa namja itu sadari, diluar sana lebih tepatnya di belakang pintu ruangannya ada sepasang mata yang melihat dengan jeli melihat kegiatan namja berkaos hitam.

“Dia….”Pemilik sepasang mata yang tadi melihat aktivitas namja berkaos hitam terutama sejak ia ditelepon hanya menggenggam erat kedua tangannya hingga jari-jarinya memutih.

***

“Taemin-ssi….”Ryu mengintip dari celah pintu kamar Taemin dan melihat Taemin yang berdiri di depan jendela yang terbuka lebar hingga cahaya matahari mengenai Taemin dan menimbulkan efek silau.

Mungkin Taemin mendengar suara Ryu hingga ia menutup tirai jendela hingga ruangan 18 menjadi gelap kembali.

“Ada apa?”Nada dingin terdengar dari suara bass milik Taemin.

“Ah tidak ada apa-apa, apa kau baik-baik saja setelah kelelahan kemarin?”tanya Ryu canggung.

“Baik, mungkin sedikit baik.”kata Taemin masih memandang ke arah jendela yang tertutup tirai.

“Taemin-ssi, ada yang ingin aku tanyakan yaitu…..”

Brak….

Ryu meneguk air liurnya yang tiba-tiba menghalangi suaranya untuk keluar. Di depan Ryu sudah ada Taemin yang memandang Ryu datar dan tiba-tiba dia menundukkan kepalanya hingga rambutnya menutupi muka.

“Kenapa kau terlalu ingin tau?”tanya Taemin dingin.

“Kau itu tanggung jawabku, Lee Taemin.”

“Apa hakmu bicara begitu?”

“Tugasku disini untuk memberikan kebahagiaan agar kau bisa dengan mudah keluar dari sini sebagai manusia yang dianggap.”

“Ahahaha kedatanganmu kesini malah menghambat keluarnya aku dari sini.”

“Jonghyun sunbae tidak akan dengan gampangnya membiarkanmu keluar dari sini jika fisikmu normal tapi batinmu kosong. Jika sekarang kau diluar sana, dalam waktu dekat akan ada berita seorang Lee Taemin bunuh diri.”kata Ryu menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

“Kim Ryu Sung jaga emosimu. Emosi jangan dilawan dengan emosi.”

 

“Dari semua orang yang menjagaku disini hanya kau saja yang keras kepala.”

“Bukannya keras kepala tapi kau yang terlalu tertutup!”

“Cukup!”Taemin memukul dinding yang ada di belakangku.

“Apa alasanmu ingin membantuku keluar dari sini?”Ryu tersedak mendengar pertanyaan Taemin. Sesak. Rasanya seperti batu menyangkut di saluran pernapasannya.

Ryu menarik napasnya pelan dan mengeluarkannya dengan berat. Satu pertanyaan yang gampang diucapkan oleh Taemin tapi terlalu susah untuk ia jawab. Terlalu banyak memori yang terkunci rapat harus terbuka satu-persatu lagi.

“Wae? Susah menjawabnya nona Kim? Tidak ada perkataan bohong yang ingin kau usapkan lagi kan?”tanya Taemin mengangkat kepalanya dan menarik sudut bibirnya membentuk sebuah seringan.

“Karena…..”Ryu menundukkan kepalaku dalam-dalam. Hanya cara ini saja untuk membantu Taemin agar ia keluar dari sini.

Ryu mengusap kedua matanya yang terasa basah.”Tidak biasanya aku menangis seperti ini.”gumam Ryu.

Satu persatu potongan bayangan masa lalunya berputar-putar di otaknya seperti film. Bayangan-bayangan itu membuat kepala Ryu berputar-putar dan seperti tertusuk jarum. Perusahaan yang bangkrut, Rumah sakit jiwa, overdosis, stress, meninggal, tenggelam…

“Maafkan aku, aku…. tidak bisa.”Ryu berlari keluar kamar nomor 18 sambil menangis sedangkan Taemin yang tadi menyeringai perlahan ekspresi wajahnya menjadi datar kemudian pucat.

Bruk….

Kakinya dengan keras menyentuh lantai yang dingin.Taemin menggengam pintu kamar yang menjadi menyanggah tubuhnya yang sedikit lagi tumbang.

Tangannya terulur pelan ke tempat dimana jantung bersemanyam disana dan ia menggengam erat penghalang tangannya dengan bagian terluar tubuhnya yaitu baju putih. Bajunya yang putih bersih lama kelamaan bertotol karena tetesan cairan merah pekat dari bibir pemilik baju putih itu.

“Sakit…..Rasanya ada yang menusuk ulu hatiku.”Taemin mengusap-usap dadanya pelan. Entah kenapa dadanya sakit tiba tiba ketika melihat cairan bening dari mata Ryu padahal dia bukan siapa-siapa Ryu.

“Kenapa bibir ini terkadang berbicara tidak sesuai perintah otak?”

***

“Kau tidak kuat?”Jonghyun melepaskan kacamata yang bertengger di dekat hidungnya dan berdiri di dekat meja sedangkan di depan meja itu ada seorang yeoja yang bermuka sedatar mungkin meskipun mata sembabnya masih terlihat jelas di mata Jonghyun yang tajam .

“Sayang sekali, padahal ini sudah di tengah jalan.”gumam Jonghyun hingga tidak terdengar oleh yeoja yang tak lain adalah Ryu.

“Baiklah, apa besok kau tidak mau masuk sebentar? Maksudku mengambil cuti mungkin?”tawar Jonghyun sehalus mungkin tapi Ryu menggeleng pelan.

“Aku hanya magang disini. Sunbae terlalu baik hingga membiarkan aku boleh menyerah dengan satu pasien dan menjaga pasien lain. Di rumah sakit lain, mungkin aku akan gagal lulus tahun ini karena tidak kuat menjaga satu pasien saja. Kalau sunbae membiarkan aku cuti, rasanya tidak sopan dan seperti manja. Aku belum bekerja disini tapi sudah mendapatkan cuti.”jelas Ryu panjang lebar.

“Tidak apa-apa kalau kau ingin cuti. Aku tetap akan menulis kalau tugas magangmu disini sangat baik tanpa malas atau manja sedikitpun ahaha.”kata Jonghyun tertawa kecil.

“Tidak terima kasih.”Ryu tersenyum setulus mungkin meskipun masih terlihat palsu.

“Bolehkah aku err…. merawat pasien-pasien lain misalnya seperti Sunyoung?”tanya Ryu dan Jonghyun melihat kertas yang ada di pinggir mejanya.

“Tidak, kupikir kau masih cukup lelah setelah mengurusi Taemin yang sangat ‘aktif’ itu. Aku akan membiarkanmu merawa gadis kecil berumur 5 tahun di kamar nomor 17.”kata Jonghyun dan Ryu tertegun pelan mendengar angka ‘17’ yang berarti dia akan berada di dekat ruangan 18 yang sekarang cukup ia hindari.

“Baiklah. Kamsahamnida Jonghyun sunbae sudah membiarkanku menjaga pasien lain.”kata Ryu membungkukkan badannya 90 derajat.

“Ah, gwaechana. Sebaiknya kau pulang lebih awal, keadaanmu cukup…. berantakkan.”kata Jonghyun melihat baju Ryu yang terlihat sediki basah dan ia dengan sengaja mengecilkan kata terakhir di kalimatnya agar Ryu tidak tersinggung.

“Kamsahamnida sunbae. Aku permisi dulu.”Ryu menundukkan kepalanya dan keluar dari ruangan Jonghyun.

***

“Hey, pria kecil.”Seorang namja yang tidur meringkuk di bawah selimut langsung menyibakkan sedikit selimutnya agar bisa melihat orang yang seenaknya memanggilnya ‘Pria Kecil’

“Well, Aku tau kau sudah  tua hingga manggilku Pria Kecil.”sindir Taemin –namja tadi-kembali meringkuk ke dalam selimut.

“Hey, lain kali kau harus menjaga mulutmu itu. Kau tidak sadar, dia itu satu nasib denganmu.”kata namja yang tadi berkata ‘Pria Kecil’ duduk di kasur king size dan dengan sengaja menduduki kaki namja yang meringkuk di dalam selimut.

“Wajahnya tidak ada tampang keterpurukan , tidak sepertiku haha.”balas Taemin dari dalam di dalam selimut dengan tawa kakunya.

“Setidaknya dia lebih pintar darimu, dia sedikit terbuka tapi tetap tertutup dan kau tertutup saja. Satu lagi, kau lupa ya aku sudah bilang dia sama sepertimu. Sama-sama poker face. Wajah bisa berbohong tapi mata tidak.”kata namja yang duduk di tempat tidur king size dan pastinya dia itu Jonghyun.

“Kau… ketakutan bukan? Kau menyayanginya bukan? Kau….”

“Kau terlalu banyak bicara Kim Jonghyun. Aku bisa hidup TANPANYA.”potong Taemin menekan kata terakhirnya.

“Kau akan kehilangannya nanti, Lee Taemin. Ingat itu saja.”Jonghyun keluar dari kamar Taemin.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara benturan cukup keras dan retakkan suata benda di dekat tembok kamar.

“ARGH!!!”

***

Krek….

“APPA JAHAT! APPA JANGAN PUKUL EOMMA! BERHENTI!”Ryu yang baru masuk dengan wajah kantuknya tiba-tiba rasa kantuknya hilang ketika kepalanya terkena siraman air.

Ryu buru-buru menghampiri tempat tidur berukuran simple yang ditempati oleh seorang gadis kecil berumur kira-kira 5 tahun yang berguling-guling melempar apapun yang ada di sekitarnya meskipun matanya tertutup.

“Min Rae sayang…. Tenanglah…. Eonnie ada disampingmu. Itu hanya mimpi.”Ryu mendekap pelan gadis kecil yang dipanggil Min Rae itu yang masih meronta-ronta.

Ryu menyanyikan lagu tidur pelan di dekat telinga Min Rae dan perlahan-lahan ,teriakan dan gerakan meronta dari Min Rae melemah.

***

“Maafkan aku eonnie. Padahal ini hari pertama eonnie disini.”ucap Min Ra pelan menyembunyikan mukanya di belakang boneka kelinci biru -yang ia peluk sedaritadi-

“Tidak apa-apa. Eonnie jarang olahraga jadi anggap saja ini olahraga pagi yang keren….”kata Ryu sambil merapihakan serpihan beling kaca, boneka, guling, selimut, bantal, dan lain-lainnya yang berserakkan di lantai kamar Min Rae akibat aksi Min Rae tadi pagi.

“Eonnie tidak marah kan?”Cairan bening mulai menggenang di pelupuk mata Min Rae. Ryu yang melihat ekspresi Min Rae dari sudut matanya langsung berhenti membereskan barang-barang dan ia duduk di depan Min Rae dengan kedua tangannya yang memegang bahu Min Rae.

“Eonnie tidak akan marah asalkan Min Rae nanti malam jangan lupa berdoa ya sebelum tidur. Lalu saat tertidur, bayangkan saja Min Rae sedang bermain di dalam hutan bersama kelinci-kelinci manis seperti film alice in the wonderland. Nanti Min Rae tidak akan mimpi buruk lagi. Kalau masih mimpi buruk, eonnie akan mendongengkan cerita atau bernyanyi untuk Min Rae.”kata Ryu dan Min Rae tersenyum pelan. Ryu langsung mengusap pelan mata Min Rae yang ada genangan air mata disana lalu ia kembali membersihkan kamar Min Rae.

“Eonnie….”

“Ada apa?”tanya Ryu tidak sempat menoleh ke arah Min Rae.

“Eonnie, kenapa ya semalam penghuni kamar 18 itu berisik sekali. Aku tidak bisa tidur, makanya itu tadi pagi aku menangis. Ah ya apalagi saat tengah malam terdengar suara benturan cukup keras di tembok dan retakkan suatu benda lalu setelah itu penghuni kamar 18 berteriak kencang sekali tidak jelas lalu hening kembali. Kemarin siang penghuni kamar 18 juga begitu setelah percakapan yang seperti berdebat. Kalau tidak salah, penghuni kamar 18 itu namanya Lee Taemin oppa ya?”Ryu berhenti membereskan kamar Min Rae lagi dan berusaha mencerna ucapan Min Rae yang panjang lebar dengan suara kekanak-kanakkannya yang kurang jelas.

“Ssst… Min Rae tidak boleh bilang begitu ya. Nanti kalau Taemin oppa dengar nanti tidak enak.”kata Ryu pelan apalagi disaat ia memanggil Taemin dengan embel-embel oppa.Terasa aneh di lidahnya memanggilnya dengan oppa karena menyadari kelakukan Taemin jika tidak sedang emosi seperti seorang namja kecil.

“Ah, maaf. Habis aku penasaran. Eonnie kan dulu menjaga Taemin oppa kan? Oh ya kenapa eonnie sekarang malah menjagaku?”tanya Min Rae polos.

“Eonnie ada sedikit masalah dengan Taemin oppa. Hem, Min Rae tidak perlu tau ya Min rae masih kecil hehe.”Ryu menenteng kantong plastik berukuran sedang yang berisi serpihan barang-barang tadi lalu ia menghampiri Min Rae. Ia mencubit pelan pipi chubby Min Rae membuat Min Rae mengeluh pelan.

“Eonnie keluar sebentar ya, mau buang sampah. Min Rae disini ya jangan kemana-mana, oke?”Min Rae mengangguk pelan lalu Ryu keluar kamar 17 dengan tangan kanan yang menggengam kantong plastik.

***

Ryu mengintip pelan kamar nomor 18,memastikan penghuni kamar itu masih tertidur apa sudah bangun.

Masih tertidur rupanya.

Terlihat bercak darah di dekat tembok pemisah kamar nomor 18 dengan 17. Darah yanga ada di tembok itu berbekas di lantai kamar dan bekasnya berhenti di sebuah tangan yang sengaja terulur di sisi tempat tidur king size. Darahnya masih mengalir di bawah tangan itu bahkan membentuk sebuah genangan merah-hitam pekat.

Ryu memasuki kamar nomor 18 dan mencari kotak P3K di laci sebelah tempat tidur king size itu dengan hati-hati berusaha menghindari genangan darah.

“Dasar pabo. Melukai diri sendiri.”Ryu membersihkan darah yang menetes di dekat tangan Taemin dengan kain kasa yang ada di P3K. Dengan hati-hati, ia membersihkan luka di sekitar punggung tangan Taemin dengan obat merah dan memperbannya serapih mungkin.

“Jari tangannya ada yang patah.”batin Ryu memandang pelan tangan kanan Taemin yang terbalut indah dengan perban.

“Istirahat yang cukup ya ahahaha.”gumam Ryu geli sendiri menyadari kalimat yang begitu mahal ia ucapkan kepada orang lain malah dengan mudah keluar di depan Taemin -orang yang belum setahun ia kenal- lalu ia keluar dengan santainya –ralat, tapi lari- dari kamar nomor 18.

Taemin yang sedari tadi pura-pura tertidur langsung membuka matanya ketika pintu kamarnya tertutup rapat. Ia mengangkat lemas tangan kanannya yang rasanya tak bernyawa akibat jari tangannya yang patah, remuk, atau apalah itu dia tidak peduli.

“Kenapa kau terlalu baik?”Taemin mencium perban di punggung tangannya lalu ia bangkit dari tempat tidurnya dan berniat ke ruangan Jonghyun untuk merapihkan tangannya.

“Jangan salahkan aku jika aku semakin susah melepasmu dan kau akan semakin terluka.”

-TBC-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Because of You – Part 2”

  1. Aaaaa

    kirain ini alternative Universe… Ternyata Fanon yak..

    Msh blm ngeh sm latar belakang Taemin hingga bs masuk RSJ.

    Lanjuttt!

  2. Kyaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Aarrrrrgghhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!
    Bagus banget thor

    Semoga mereka happy ending

    Next chapter please ~

    Jangan lama lama ya udah gak sabar nih

    Fighting !!! ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

    Tapi kira kira di part berapa semuanya akan dijelasin ? ●_●

  3. TaeMin malang, semuanya skandal TaeMin yang aku baca. Malang sekali. Hebat apa MinHo yang menghack semua berita yang menyangkut TaeMin.

  4. Hey I know this is off topic but I was wondering if
    you knew of any widgets I could add to my blog that automatically
    tweet my newest twitter updates. I’ve been looking for a plug-in like this for quite some
    time and was hoping maybe you would have some experience with something like
    this. Please let me know if you run into anything. I
    truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s