My Life With You, Lee Taemin Sequel – Part 4

My Life with you, Lee taemin (sequel part 4)

Author: Lee mincha

Main cast: choi Nara and  Lee taemin

Support cast:  jinki, chichi, nara umma, key dll….

Length: sequel

Genre: romantic and fullsadness

Rating: general

Summary: asalakan bisa selalu bersama dan saling memiliki, kita tidak akan pernah merasa bosan.

Ini sequel dari ff pertamaku yang judulnya sama, kalau g sebagus yang pertama mian ya readers….

Ff ini terinspirasi dari songnya SHINee yang “graze” . jadi aku memutuskan memakai lagu itu sebagai soundtracknya kekekekekeke

Nara: oemma….

Ia langsung menarikku dalam pelukannya…

Oemma: aku tahu ini berat untukmu. Jangan terlalu memaksakan dirimu untuk menerima semuanya sekaligus. Lakukanlah secara perlahan… oemma akan sabar menantimu…

Aku semakin membenamkan wajahku dalam pelukan oemma yang terasa begitu nyaman dan hangat.

Nara: oemma, kenapa semuanya sangat menyakitkan?

Oemma: sudahlah, jangan terlalu difikirkan semuanya baik-baik saja. Kau hanya perlu mengingatnya secara perlahan.

Aku terus menangis dan terisak di pelukan oemmaku,

Kami hanya menghabiskan waktu di rumah, oemma sibuk membersihakan taman dan aku sibuk memasak. Malamnya saat kami baru saja selesai makan malam, seseorang mengetuk pintu. Awalnya aku berniat membukanya tapi oemma melarangku,jadi aku hanya duduk di sofa menanti kira-kira siapa yang datang berkunjung.

Nara: jinki oppa…

Aku melihat senyuman manisnya yang semakin hari rasanya semakin manis saja. Ia kemudian duduk di sebelahku.

Jinki: huh… kau membuatku cemas saja. Pakai acara kabur dari rumah sakit segala. Kau membuat kami semua khawatir…

Nara: lalu apa?

Aku menatapnya dengan tatapan angkuhku, dulu aku sering melakukannya saat kami bermain dan aku tahu ia selalu marah dan kemudian akan menceramahiku panjang lebar. tapi sekarang reaksinya jauh berbeda…

Jinki: aigo… keopta..

Ia mengacak rambutku pelan dan aku hanya terdiam akan reaksinya.

Nara: kau bawa apa untukku?

Aku penasaran dengan benda dalam kantong yang sedari tadi ia tenteng kemana-mana.

Jinki: igo… coklat.. aku tahu perasaanmu sedang tidak stabil. Dan coklat selalu ampuh membantumu…

Nara: jeongmalyo??

Tanpa basa-basi kuraih kantongnya dan kudapati banyak sekali coklat di sana.

Nara: dari mana kau dapat uang sampai bisa membeli coklat sebanyak ini? Jangan-jangan kau mencuri uang oemmamu ya?

Jinki: anyio… itu dari uangku sendiri

Nara: cih… masih mau berbohong padaku, oh iya… aku ingin bertemu orang tuamu, rasanya sudah lama sekali kita tidak main di rumahmu dan makan sandwich masakan ahjumma

Jinki: tidak bisa, mereka sedang di kanada sekarang. Aku juga tidak tinggal di sana lagi.

Nara: oppa jhebal jangan mulai membuatku pusing lagi

Aku memanyunkan bibirku dan memohon padanya, ia hanya tersenyum.

Nara: kenapa dari tadi kau hanya tersenyum? Aku tidak akan tergoda dengan gigi kelinci jelekmu itu.

Jinki: terserah kau saja ayam…. Karena sebentar lagi aku akan memakanmu!

Dulu kami sering sekali bermain ayam dan sapi sehingga orang tua kami memanggil kami seperti itu.

Jinki: apa kau bosan?

Nara:hmm….

Jinki: kajja.. kita makan es krim, biar aku traktir…

Nara: kan kau sudah belikan coklat…

Jinki: itu untuk nanti, sekarang aku sedang ingin mentraktirmu makan es krim…

Nara: aigo… sepertinya kau sedang banyak duit sekarang…

Jinki: kaja….

Nara: oemma! Aku pergi dulu, aku tidak akan pulang larut.

Kulihat oemma segera menghampiri kami

Oemma: jinki,  jaga nara baik-baik. Jangan buat dia pusing. Arraso…

Dan namja itu mengangguk tanda setuju.

Kami berjalan menyusuri jalanan komplek perumahan . Tak lama kemudian kami berhasil mencapai tempat es krim favoriteku. Aku menghabiskan 2 porsi es krim coklat kesukaanku.

Jinki: kau sama sekali tidak berubah, memangnya kau tidak takut gendut?

Nara: aku tidak peduli yang penting aku bahagia hahahahahaha

Jinki: apa kau sudah selesai?

Nara: ne…

Jinki: ayo kita ke taman, sudah lama tidak datang ke sana.

Nara: baiklah…

Kami pergi ke taman tempat dulu kami biasa main, cukup banyak yang berubah tapi aku tak peduli. Aku langsung menyambar ayunan yang kosong dan mengayunnya kencang.

Jinki: YA! hentikan! Kau bisa jatuh

Nara: merong 😛

Jinki: aish….

Jinki oppa memberhentikan ayunanku secara paksa, aku manyun-manyun dibuatnya.

Nara: arraso…. Aish… kau semakin tua saja. Suka melarang-larang

Jinki: bukan itu maksudku, aku hanya takut kau jatuh.

Nara: arraso…..

Jinki oppa duduk di ayunan sebelah ayunanku dan ia melamun. Aku hanya diam.

Jinki: apa kau benar-benar tidak mengingat taemin?

Nara: berhenti menyebut namja itu dihadapanku!
jinki: apa tidak ada sedikitpun perasaan tentangnya yang kau ingat?

Nara: eobso… kenal saja tidak, bagaimana bisa aku jatuh cinta dengannya apalagi sampai menikah…

Jinki: apa kau menyukai seorang namja saat ini?

Nara: oppa, bisa tidak kita berhenti membicarakan namja? Kau membuatku kesal

Jinki: apa itu berarti aku punya kesempatan?

Nara: apa maksudmu? Kenapa pembicaraan kita tidak nyambung? Sepertinya kau sudah terkena virus tua oppa. Sudahlah, kurasa kau butuh tidur untuk menstabilkan pemikiranmu lagi.

Akhirnya aku memaksanya pulang.

**************************

 

Nara pov

Hari ini oemma dan jinki oppa mengajakku pergi ke makam appa dan yougun, awalnya aku menolak mati-matian. Alasannya, karena aku tidak percaya dan belum sanggup menerima semua kenyataan ini.

Akhirnya dengan semua rasa penasaran terhadap semua ini kuberanikan diri untuk pergi dengan mereka. Kami sudah sampai di sebuah pemakaman keluarga, tak banyak makam di sini, hanya beberapa dan semuanya masih ada ikatan keluarga denganku.

Aku melihat dua makam yang berdampingan, aku mengenal nama keduanya. Aku duduk diantara makam itu, seperti separuh dariku berada di dalamnya. Dua orang yang sangat aku cintai di dunia ini. Appa yang selalu memanjakanku, dan yeougun yang selalu membuat hari-hariku berwarna. Kakiku lemas, saat aku hampir terjatuh kurasakan jinki oppa menangkapku dan membantuku berdiri. Aku menatapnya sesaat menyampaikan betapa sedihnya aku saat ini. Ia balik menatapku kemudian memelukku, aku menangis di pelukannya.

Chichi: nara…

Aku mendengar suara lirih chichi menyapaku, aku melepaskan jinki oppa beralih menatap chichi dan memeluknya. Di dalam pelukan chichi aku menangis lebih keras, entahlah rasanye lebih lepas menangis pada chichi. Ia mengusap kepalaku dan entah kenapa aku rasanya sangat sering melakukan ini. Menangis dan memeluknya, tapi kapan saja aku mengalami semua kesedihan itu?

Aku melihat oemma yang menghindar, aku tahu ia pasti juga sedih sekarang. Oemma mianhae… aku seharusnya membuatmu selalu bahagia…

Chichi: jangan menangis lagi, kau sudah janji tidak akan menangis di hadapan appamu lagi…

Nara: kapan aku pernah berjanji seperti itu?

Chichi: disaat dulu, saat di mana kau sangat kuat menghadapi semuanya, saat di mana kau begitu tegar melawan kerasnya dunia. Ini bahkan belum seberapa.

Ia tersenyum manis membuatku ikut tersenyum bersamanya.

*************************

Taemin pov

Aku dengar nara kabur dari rumah sakit dan kembali ke rumahnya lagi. aku ingin sekali menyusulnya tapi aku takut kehadiranku hanya akan merusak harinya.

Aku duduk di sofa rumahku, rumah kami yang dulu terasa sangat nyaman dan penuh kebahagiaan. Kini terasa begitu menyakitkan terus menggerus luka dihatiku. Aku berjalan menuju kamarku, aku berhenti tepat di depan foto pernikahanku bersama nara. fikiranku kembali mengulang memori pernikahanku dengan nara dan semua yang telah kami hadapi. Melihat fotonya membuatku semakin merindukannya, membuat hatiku juga semakin sakit. Aku menyentuh gambar wajah nara, hanya itu yang bisa kulakukan sekarang. Jangankan memeluknya, menyentuh tangannya saja aku tak bisa sekarang. Kenapa rasanya begitu menyakitkan?

Aku mundur beberapa langkah hingga langkahku terhenti karena kasur yang berada di belakangku. Aku berbalik dan duduk di sisi ranjangku. Ranjangku dan nara, dulu…

Aku mengusap kasur itu, tempat di mana nara merebahkan tubuhnya dikala yeoja itu mengantuk, tempat di mana kami menghabiskan malam bersama. Melakuan semuanya dengan begitu manis dan indah. Aku teringat saat dimana setiap pagi kami pasti akan bercekcok kecil karena masalah morning kiss dan berujung pada keegoisanku yang memaksanya untuk menciumku.

Aku tersenyum miris di sela air mata yang mulai membasahi pipiku. Kemanapun aku pergi bayangan nara selalu menghantuiku. Aku tidak mau bayangan itu semakin memudar dan pergi, yang kuinginkan bayangan itu semakin jelas dan menjadi nyata. Aku merebahkan tubuhku di ranjang king size ini, rasanya begitu luas untukku sendiri, dan rasanya juga tak sehangat biasanya.

“taemin, irrona”

Sebuah suara membangunkanku…

Taemin: 5 menit lagi yeobo…

Oemma: taemin….

Aku terjaga dan mulai menyadari itu bukan nara, aku segera duduk dan mendapati oemmaku duduk dihadapanku menatapku sayang

Taemin; oemma…. Kenapa rasa rindu itu begitu menyakitkan?

Wanita itu langsung memelukku membuatku selalu sukses kehilangan rasa tegarku

Taemin: oemma… aku tak sanggup terus seperti ini…

Oemma; oemma akan selalu di sisimu

Aku melepaskan tubuhku dari oemma…

Oemma: mandilah, oemma akan buatkan sarapan untukmu.

Aku mengagguk tanda setuju, oemma segera menuju dapur dan aku segera memasuki kamar mandi. Aku berendam di bathupku menikmati hangatnya air yang membasahi tubuhku. Kupandangi jemariku yang kukunya sudah mulai memanjang. Biasanya nara akan memotongnya di saat aku berendam seperti ini, memberiku secangkir teh hangat yang nikmat. Sebenarya Aku bisa dapatkan di tempat bodycare manapun hanya saja yang berbeda adalah nara, wajah seriusnya yang terlihat lucu dan senyumnya yang begitu manis. Naraku……………

Aku duduk di meja makan memandangi sarapan yang oemma buat untukku.

Oemma: kenapa hanya memandang saja? Makanlah, hari ini kau harus bekerja bukan?

Taemin: ne oemma….

Taemin: oemma… siang ini apa kau sibuk?

Oemma: kebetulan hari ini oemma hanya di rumah saja. Wae?

Taemin: oemma, bisakah antarkan makan siang untukku?

Oemma: wae? Kau tidak suka masakan yang dibuat OB kantor?

Taemin: anyia… aku bahkan tak pernah memakan masakan kantor, nara selalu mengantarkan makan siang untukku.

Oemma; arraso… oemma akan mengantarkan makan siang untukmu setiap hari.

Oemma tersenyum manis padaku

Taemin: gumawo oemma…

**********

After 2 weeks

Nara pov

Bip…Aku baru saja menutup ponselku, menutup pembicaraanku dengan jinki oppa . oemma duduk di sampingku menatapku aneh.

Nara: wae oemma?

Oemma: nara, kita perlu bicara….

Nara: bicara apa?

Oemma: oemma lihat belakangan ini kau dekat sekali dengan jinki. Apa kalian menjalin hubungan special?

Nara: hmmm….

Aku mengagguk tanda mengiyakan…

Oemma: apa kau benar-benar sudah melupakan taemin?

Nara: oemma wae? Kenapa selalu membicarakan namja itu?

Oemma: karena dia suamimu. Kalian sudah menikah setahun lebih. Bukan hal yang mudah memutuskan ikatan pernikahan begitu saja.

Nara: tapi aku tidak mengingatnya. Aku bahkan tidak  mengingat bagaimana aku mengenalnya. Bagaimana bisa aku menjalankan pernikahan dengannya?

Oemma; oemma tidak memintamu mengingatnya atau apapun itu karena ini hidupmu, kau berhak menentukan hidupmu. Tapi bagaimana denga taemin? Apa kau tidak memikirkan perasaannya? Apa kau tidak pernah memikirkan betapa terlukanya dia? Betapa ia sangat merindukanmu?

Nara; lalu aku bisa apa? Ayolah oemma, aku tidak mencintainya. Lagipula jika memang dia suamiku dan mencintaiku, kenapa ia tidak pernah muncul setelah aku keluar dari rumah sakit?

Oemma: karena ia tidak mau membuatmu tertekan. Ia lebih baik terluka dari pada harus melihatmu menderita. Oemma tidak peduli kau mau apa dengan jinki, mau berpacaran atau bahkan menikah. Tapi kau harus tahu, taemin mencintaimu dan ia tidak main –main dengan itu. mengertilah meski kau tak mengingatnya.

Oemma menutup pintu kamarku dengan paksa, aku terkejut dengan sikap oemma, baru kali ini aku melihatnya seperti itu.

***

Author pov

Key berjalan cepat menuju ruangan taemin, ia tak menghiraukan karyawan yang sedari tadi menyapanya. Wajahnya garang, marah dan kecewa. Ia membuka pintu ruanga taemin paksa, di sana ia bisa melihat taemin sedang menatap kosong berkas didepannya.

Taemin: hyung…

Key: ada apa denganmu?

Taemin: ne?

Key menghempaskan beberapa file di meja taemin.

Taemin: apa ini?

Key: perusahaan kita, ah tidak lebih tepatnya perusahaanmu saja. Kau tahu omsetmu terus menurun dan harga sahammu ambruk. Ada apa denganmu? Dimana semua inovasi hebatmu? Dimana ide-ide brilianmu? Kau bahkan tidak memeriksa semua berkasmu dengan benar.

Taemin : mianhae hyung…

Key: aku tahu kau sangat berat dengan keadaan nara saat ini, tapi taemin, pekerjaan tidak bisa kau biarkan begitu saja. Kau tetap harus bekerja meski keadaanmu sedang tidak baik. Kau bisa mengecewakan nenek jika terus seperti ini.

Taemin hanya diam…

Key: sekarang perusahaanmu dalam keadaan kritis, aku juga harus menyelamatkan perusahaanku. Aku sudah berusaha membantumu, aku bahkan sudah mengorbankan setengan investatiku untuk membantu perusahaanmu. jika pada rapat bulan depan semua pemegang sahammu pindah atau meninggalkan perusahaanmu maka perusahaanmu tamat.

Key keluar dan menghempaskan pintu ruangan taemin keras.

Taemin: aaaaaaaaaaaa…………….

Taemin melempar semua benda yang ada di dekatnya. Semuanya berkecamuk di otaknya.

Taemin: nara…

Taemin berucap lirih…

Taemin: aku bahkan tak bisa berfikir tanpamu.

*****

Taemin berjalan menuju restoran milik chichi, meski tak bisa menyapa nara setidaknya melihatnya saja sudah menjadi lebih baik.

Taemin sampai di depan pintu restoran chichi dan melihat chichi juga baru sampai di restorannya.

Chichi : taemin…

Taemin: apa nara di sini…

Chichi: ne, barusan ia menelfonku makanya aku bergegas ke sini. Ayo masuk….

Taemin dan chichi memasuki restoran

taemin  mengikuti chichi menuju tempat di mana nara sedang duduk. Tiba-tiba langkahnya terhenti terlihat tangan nara sedang di pegangi oleh jinki

nara pov

malam ini jinki oppa mengajakku dinner di restoran chichi. Kami makan malam seperti biasanya. Aku sempat menelfon chichi memberitahukan bahwa aku ada di restorannya.

Jinki: nara…

Nara: ne oppa. Ada apa? Kenapa wajahmu berubah serius begitu?

Jinki: aku harus segera kembali ke kanada, pekerjaanku sudah menunggu. Aku libur terlalu lama, lagi pula oemma dan appa sudah menelfonku terus  menyuruhku kembali.

Nara: jeongmalyo?

Jinki: tapi, aku masih ingin menghabiskan  waktuku denganmu. Hari-hari bersamamu terasa begitu singkat.

Nara: aku juga, jika oppa pergi aku sendiri, dan chichi terlalu sibuk dengan restorannya.

Jinki: kalau begitu ikutlah denganku, kita mulai cerita kita. anggap saja tidak terjadi apapun sebelum ini agar kau tidak merasa terbebani. Kita mulai kisah kita, aku sudah bilang pada orang tuaku, dan mereka setuju.

Nara: ne???

Jinki oppa mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Ia menarik tanganku lembut dan memasangkan sebuah cincin padaku.

Namun sebelum sempat aku menjawab pertanyaannya aku merasakan sebuah tangan menarikku paksa

Taemin pov

Aku melihat nara sedang dinner bersama jinki hyung. melihatnya saja sudah membuatku sangat panas. Kulihat namja itu menarik lembut tangan nara dan memasangkan sebuah cincin untuknya. aku sudah tidak bisa bersabar lagi, ini sungguh sudah keterlaluan.

Aku menarik paksa nara sehingga yeoja itu sekarang berdiri dan berhadapan denganku

Nara: YA! apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!

Taemin: bagaimana bisa kau menerima tunangannya? kau masih istriku!
jinki: lepaskan dia!

Taemin: jangan ikut campur urusan rumah tanggaku!

Plakk….

Sebuah tamparan melekat dipipiku, rasanya sangat perih tapi hatiku lebih perih. Nara tidak hanya menampar pipiku tapi juga cintaku.

aku menatapnya

Nara: berhentilah menganggapku istrimu! Aku bahkan tidak mengetahui siapa kau!

Taemin: tapi kita memang sudah menikah! Kita sudah berjanji!

Nara: kalau begitu sekarang aku sedang mengingkari janjiku! Aku tidak akan kembali padamu! Jika kau tidak mau pergi dari hidupku maka aku yang akan meninggalkanmu!

Nara pergi meninggalkanku dan semua rasa sakit dari ucapannya.

Jinki: kau bilang kau mencintainya, tapi kau bahkan tidak bisa menjaganya dengan baik. Kau sendiri yang membuat nara melupakanmu dengan kecerobohanmu! Sekarang dia bukan milikmu lagi! dia milikku! Jangan ganggu dia lagi !

Taemin: BR*****K!!!

Kulayangkan tinjuku di wajahnya yang sangat menyebalkan.

Jinki: hanya ini yang bisa kau lakukan untuk nara? menyedihkan!

Saat aku hendak meninjunya lagi chichi sudah menahannku.

Chichi: keumanhae!

Namja itu pergi, nara pergi… naraku….

Taemin: NARA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Aku berteriak sekeras-kerasnya meski demikian aku yakin ia tidak mendengarnya. Aku menangis seketika tak peduli orang sekeliling yang memperhatikanku. Aku merasa sangat sakit di dadaku, aku tidak bisa menahan sakit ini. Aku terhempas di lantai menumpu tubuhku dengan lututku yang sudah bergetar.

You gave me, you gave me heartbreak

Seuchyuhganda murujyuganda

She grazes past me drifting further away

numoo jogahaettdun geunyuhga

The one I like so much, that girl

deungeul dollin chaero

With her back turned

dorasuhburyuh

She looks back at me

chorahan giboon mwo gata

This miserable feeling is like

ajiro samkyuh Naboda mutjyuh boyuh nee yupeh geunamja

Is that guy by your side better looking than me?

ujjum geuri dareun geunyuh moseubdo

Even the way you look is so different now

Seuchyuhganda geu saram soneul jabeun chae

She grazes past tightly holding that’s person hand

SHINee_graze

 

Chichi: taemin…

Taemin: apa semua ini memang salahku?

Chichi: anyio… ini bukan salah siapa-siapa. Ini semua memang kehendak tuhan

Taemin: kehendak tuhan? Apa ia mengkehendaki  aku terluka? Apa ia tidak tahu betapa terlukannya aku sekarang?

Aku berdiri dan bergegas ke luar restoran menuju mobilku. Aku memegang geram stir mobilku.

Taemin: apa aku harus berakhir seperti ini?

Aku melajukan mobilku sekencang yang aku bisa, dan berhenti di sebuah tempat yang dulu sangat aku benci. Yah…. Sekarang aku ada di sebuah club. Aku duduk di sebuah meja dan meminum sebanyak yang aku bisa… melampiaskan semua rasa sakitku

Author pov

Chichi berusaha menahan taemin tapi namja itu sudah tak bisa di kendalikan lagi. taemin memasuki mobilnya dan tak lama kemudian ia melaju dengan kecepatan tinggi. chichi segera menghubungi key oppa, chichi khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada taemin

Key: yeoboseo?

Chichi: key oppa ini aku.

Key: ada apa chichi?

Chichi: taemin baru saja dari restoranku, terjadi sesuatu yang buruk di sini barusan. Nanti akan aku ceritakan, sekarang kita harus mencari taemin, ia sedang dalam keadaan yang tidak baik.

Key: baiklah, sekarang kebetulan aku ada di dekat restoranmu, aku akan menjemputmu.

Tak lama kemudian key datang dan dengan segera chichi memasuki mobilnya.

Key: kemana taemin pergi?

Chichi: aku tidak tahu, ia terlihat sangat mengerikan….

Key: apa karena nara? ada apa lagi sekarang? Apa tidak cukup ia menghancurkan perusahaan taemin?

Chichi: apa maksudmu?

Key: perusahaan taemin sedang di ujung tanduk, jika pada rapat pemegang saham bulan depan taemin tidak bisa membujuk para pemilik saham, maka perusahaannya akan berakhir.

Chichi: aish… chincha…

Key: apa yang terjadi?

Chichi: jinki oppa melamar nara, dan mereka akan pergi ke kanada.

Key: mwo?

Chichi: lebih parahnya lagi nara menampar taemin dengan tangan dan perkataannya.

Key: aish………………..

Key  mengacak rambutnya frustasi dengan sebelah tangannya, dan tangan yang satunya masih sibuk menyetir.

Chichi: kemana kita bisa mencarinya?

Key: jangan khawatir, aku sudah menghubungi orang-orangku.

Benar saja tak lama kemudiann ponsel key berdering, salah satu dari orangnya memberitahu bahwa taemin sedang berada di sebuah bar di dekat kantor. Dengan sigap key melajukan mobilnya ke sana.

Key dan chichi memasuki bar yang ramai, mereka melihat seorang namja yang sudah mabuk berat duduk di sudut ruangan. Tanpa banyak Tanya mereka langsung menghampirinya..

Key: taemin…

Taemin tak menggubris, ia masih saja meneguk alcohol itu.

Key: taemin! Keumanhae!

Key menarik gelas itu dari tangan taemin…

Key: ayo kita pulang….

Taemin: dimana nara?

Sebelum menjawab pertanyaan taemin key sudah mengangkat tubuh taemin dibantu beberapa pegawai di sana membawanya ke mobil taemin.

Key: chichi, kau yang menyetir !

Chichi mengangguk dan langsung membukankan pintu membantu key memasukkan taemin ke bangku belakang disusul key yang duduk di sebelah namja itu. chichi segera pindah ke depan dan melajukan mobil itu ke rumah taemin.

Chichi dan key membawa taemin masuk, key mengganti baju taemin yang penuh alcohol dan chichi segera ke dapur mencari iar hangat untuk taemin.

Taemin sudah tertidur, sementara itu key dan chichi masih berada di ruang tengah rumah taemin.

Key: sebaiknya sekarang kuantar kau pulang…

Chichi: ne…

Di perjalanan Chichi dan key masih hening, tak ada yang berani berbicara sampai akhirnya chichi memulai pembicaraan mereka.

Chichi: apa mereka memang tidak jodoh?

Key: entahlah, aku tidak bisa berkomentar lagi. aku juga bingung

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

9 thoughts on “My Life With You, Lee Taemin Sequel – Part 4”

  1. kenapa begini, kenapa hanya berisikan kesedihan T.T sisipkanlah sedikit kesenangan sebagai intermeso. Kelanjutannya ditunggu loh 🙂

  2. aisshhh nara pabbo………… Taemin itu SUAMIMU….

    nyesek,,, Taemin dilupakan oleh ISTRInya sendiri,,,,

    penasaran,,

    lanjut… 🙂

  3. Poor Taemin (ku).. TT_TT
    Onew Oppa, kok kamu gitu sih?
    Dah tau Nara udah nikah sama Taemin.
    Jadi kasihan Taeminnya..huhu

  4. Malangnya nasib TaeMin, menangis dan mengingat kenangannya sendiri. Hanyut di dalamnya.
    Nara melupakan TaeMin bahkan tidak mau mengingat TaeMin.
    JinKi menjadi pihak ke-3.
    Lupakan Nara, jalankan perusahaan dengan baik. Jangan sampai kehilangan semuanya TaeMin (ʃ˘̩̩̩╭╮˘̩̩ƪ) (っ‾̣̣̣﹏‾̣̣̣)っ (۳º̩̩́.̮.̮º̩̩̀)۳

  5. Ya ampunnn Nara sampe segitunya… tapi dia gak salah… dia amnesia…
    Yang kelewatan itu Jinki…. kyaa…. Jinki ku.., yeobo, kenapa kamu egois???
    Ini bukan dirimu…. Ini salah author, Minchan, udah buat Jinki jd namja brengsek…

    #ups!!! KHPI…. jangan cekal aku, ya…. gak ngmog kasar lagi, deh,,, janji…

    Tapi, bener, dah, Jinki kebangetan… Dia mengambil ksempatan dari situasi ini
    Dia gak sadar, apa, sewaktu2 Nara bisa sadar, dan kembali pada Taemin…
    Dan yang paling buruk, dia akan membenci Jinki, sangat membencinya
    karena telah menjadi opportunis di sela2 penderitaan suaminya….

    Author, Minchan….
    Ceritanya buagus buangett!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s