Follow Your Heart [1.2]

Follow your heart

Title                : Follow your heart Part 1

Author            : EShyun

Genre             : Friendship, romance

Length            : Twoshot

Rating             : PG – 15

Main cast        :

  • ·         Lee Taemin
  • ·         Choi Minho
  • ·         Shin Heehyo
  • ·         Shin Minrin

Cover by : Cafe Poster (http://cafeposterart.wordpress.com)

Annyeong readers ^^

Sebelumnya cuma mau ngasih info kalau ni ff udah pernah di publish di blog sebelah. Jadi kalau ngerasa udah ngebaca ini memang hasil karya aku ^^

Warning : Typo Gaje!

 Udah deh, capcus… happy reading..

 

Follow Your Heart

Hamparan rumput hijau terbentang luas. Seorang yeoja berdiri di tengahnya dengan wajah bingung, seakan tak mengenali sekitarnya. Perlahan kakinya mulai melangkah mencari jalan keluar dari tempat asing itu. Tiba-tiba sebuah sinar menyilaukan matanya. Dari arah sinar itu, dia melihat seorang namja tengah berdiri membelakanginya. Dia seakan mengenali sosok itu dan kemudian menghampirinya lalu membuka suaranya.

“Taemin.. Kaukah itu?”

Namja itu tak menghiraukannya, dan melangkah menjauh namun yeoja itu mengejarnya.

“Taemin.. Kau mau kemana? Tunggu aku. Aku tak mau kau pergi lagi dariku. Taemin… Taemin….”

Heehyo terbangun dengan nafas yang tak teratur, ia kembali bermimpi bertemu dengan sahabat kecilnya, Taemin.

“Ah, aku mimpi dia lagi. Taemin… Kau dimana sekarang? Apa kita bisa bertemu lagi?” gumam Heehyo. Setelah merasa tenang, Heehyo mandi lalu pergi ke kampusnya.

“Hey Minho..” sapa Heehyo.

“Hey, hmm, siang nanti kau ada acara? Aku ingin mengajakmu makan siang, mau?”tanyanya.

“Ok, nanti aku akan menghubungimu lagi,.” Jawabnya lalu pergi.

“Iya, aku tunggu.”

Minho berjalan menuju lokernya lalu membukanya, kembali ia menemukan sebatang coklat yang dihiasi dengan pita biru dan selembar kertas yang berisi kata-kata penyemangat. Seperti biasa, ia selalu mendapati hadiah-hadiah kecil seperti itu. Ia tak tahu siapa yang memberikannya, tapi ia merasa bahwa itu adalah pemberian dari Heehyo. Karena setiap setelah ia bertemu dengan yeoja itu, ia akan menemukan hadiah-hadiah.

“Heehyo, lagi-lagi kau memberikan hadiah kecil untukku. Kali ini apa ya isi pesan darimu?” Minho bergumam sambil membuka kertas kecil.

“Nice morning^^ hope you always happy and enjoying your day. Keep smile, ok”

“Tentu saja Heehyo, aku akan selalu mengingat semua pesan darimu. Ahh, sepertinya kau telah membuatku jatuh cinta. Aku harus segera mengungkapkan perasaan ini, harus!” gumamnya sembari tersenyum.

Dari kejauhan seseorang sedang mengamati Minho. Sebuah senyum terukir indah di wajahnya saaat ia melihat namja itu tersenyum. Setelah memastikan Minho hilang dari pandangannya, diapun pergi.

Siang harinya, Minho dan Heehyo pergi makan siang di sebuah cafe yang tak jauh dari kampus mereka. Tawa tampak menghiasi wajah keduanya, seakan sangat menikmati saat-saat itu.

“Setelah ini kau mau kemana? Langsung ku antar pulang atau kau ingin ke suatu tempat?” tanya Minho.

“Terserah kau saja, Minho.”

“Hmm, bagaimana kalau kau menemaniku ke suatu tempat? Aku ingin membelikan hadiah untuk sepupuku, kebetulan lusa adalah hari ulang tahunnya. Tapi aku tak tau harus memberikan apa, mungkin kau ada saran?”

“Dia yeoja atau namja? Dan berapa usianya?”

“Dia yeoja, usianya 12 tahun. Dia sangat manja dan penyuka warna Hijau.”

“Bagaimana kalau kau memberikannya boneka? Yeoja sepertinya pasti sangat menyukai boneka.”.

“Oke, kita bisa pergi sekarang?”

“Yah, tentu saja.”

Setelah percakapan itu selesai, mereka berdua lalu pergi menuju kesebuah toko boneka. Mereka memilih-milih boneka sembari bercanda. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk membeli boneka keropi berukuran besar. Setelahnya Minho pun mengantarkannya pulang kerumah.

“Terima kasih kau telah menemaniku membeli ini.” Ujarnya saat mereka telah sampai di depan rumah Heehyo.

“Yah, kau tak perlu sungkan. Kalau kau butuh bantuan, aku dengan senang hati akan membantumu, jika aku bisa tentunya.”

“Ah iya, ini untukmu Heehyo.”Minho menyodorkan sebuah bungkusan pada yeoja itu.

“Apa ini Minho?”

“Hadiah. Untukmu. Karena kau telah menemaniku.”

“Wow, ini lucu sekali.”ujarnya setelah membuka bungkusan dari Minho. “Kapan kau membelinya, Minho?”

“Tadi, tanpa sepengetahuanmu yang pasti.”jawab Minho. “Syukurlah kau menyukainya, jaga dia baik-baik ya. Ah, ini sudah sore, aku harus pulang. Sampai jumpa besok, Heehyo.”

“Iya, tentu saja aku akan menjaganya. Kau berhati-hatilah. Sampai jumpa besok, Minho.”ujar Heehyo sembari melambaikan tangannya. Setelah memastikan Minho hilang dari pandangannya, iapun segera masuk kerumah.

Sejak saat itu, hubungan Heehyo dan Minho menjadi sangat dekat. Mereka selalu terlihat bersama-sama. Hingga suatu hari, ada seorang anak baru di kampus mereka. Seorang namja tampan dan sangat imut. Dia terlihat sangat friendly, terbukti dia telah mendapatkan banyak teman disana, padahal dia baru beberapa hari di kampus itu.

Saat Heehyo sedang bersama teman-temannya di kantin, anak baru itu menghampirinya. Heehyo merasa aneh dengan kedatangannya.

“Hai.”Anak baru itu membuka suara ketika sampai di dekatnya. “Bolehkah aku duduk disini?”tanyanya kemudian.

“Ya, silahkan.” Jawab Heehyo sekenanya.

“Heehyo, Shin Heehyo. Benarkan?”tanya anak baru itu yang berhasil membuatnya terkejut.

“Iya, bagaimana kau mengetahui namaku? Sepertinya kita tidak saling kenal.” Tanyanya heran.

“Haha, tentu saja aku tahu. Benarkah kita tak pernah saling kenal?”

“Maaf, aku tak mengerti maksudmu. Memangnya kita pernah kenal?” ia kembali bertanya dengan penuh rasa penasaran.

“Heehyo, benarkah kau melupakanku?”namja itu memasang wajah sedih. “Ah, apa kau juga melupakan ini?”namja itu kemudian menunjukkan ekspresi muka yang sangat lucu, dan seketika itu pula Heehyo mengingat semuanya.

“Taemin? Kau Taemin kan, Oppa…?”jerit Heehyo histeris, lalu memeluk namja yang ternyata adalah sahabat kecilnya.

“Hey, kau mengingatku. Yah, aku Taemin.”ujarnya sembari membalas pelukan Heehyo.

“Kau, jahat. Kenapa kau meninggalkanku begitu lama? Kenapa saat itu kau tak memberitahuku kemana kau akan pergi? Apa kau tak tahu selama ini aku selalu mencarimu? Aku selalu memimpikanmu, aku sangan merindukanmu Oppa.”ia terisak di pelukan Taemin.

“Mianhae, Heehyo. Saat itu kita masih sangat kecil. Tak terfikir olehku untuk memberitahu kemana aku akan pergi. Dan kenapa aku meninggalkanmu terlalu lama, itu karena orang tuaku yang tak ingin aku jauh dari mereka. Kau kan tahu, aku ini anak tunggal. Mereka takut merasa kesepian, sehingga aku harus mengikuti kemanapun mereka pergi. Aku juga merindukanmu, Heehyo. Sangat merindukanmu. Makanya sekarang aku ada disini, hanya untukmu.”jelasnya sambil membalas pelukan Heehyo.

“Tapi tetap saja kau jahat padaku, aku sangat tersiksa sejak kepergianmu. Tak ada lagi teman bermainku, tak ada lagi yang akan membelaku jika aku di ganggu, dan tak ada lagi yang menghiburku ketika aku sedang sedih. Aku selalu menyendiri dirumah menunggu kau datang, tapi kau tak pernah datang oppa.” ia masih terisak dipelukan Taemin.

“Ya, aku tahu itu Heehyo. Mianhae, jeongmal mianhae. sekarang aku disini dan berjanji tak akan meninggalkanmu lagi. Aku akan selalu ada untukmu, akan selalu menemanimu, membelamu, dan menghiburmu. Jadi sekarang kau tak perlu bersedih lagi, arasseo?”Taemin melepas pelukannya lalu menghapus air mata Heehyo. “Heehyo, ternyata kau masih cengeng seperti dulu.” Ujar Taemin sambil tertawa.

“Oppa…. Aku tak cengeng, aku hanya  sedikit terharu karena bertemu lagi denganmu, oppa.”Heehyo kembali memeluk Taemin.

“Iya, iya aku tahu. Sudahlah, orang-orang melihat kita.”

“Biarlah, aku tak peduli. Yang penting aku bertemu denganmu lagi oppa. Aku benar-benar merindukanmu.”

“Haha, ternyata kau memang tak berubah sedikitpun. Baiklah, terserah kau saja” ia membalas pelukan Heehyo.

Setelah mereka saling melepas kangen, merekapun memutuskan untuk pergi ke pantai, tempat favorit mereka saat kecil dulu.

“Waaaah, ini masih terlihat sama seperti dulu, hanya saja ada lebih banyak rumah disekitar sini sekarang.”Ujarnya setelah mereka sampai di tempat tujuan. “Apa kau mau bermain air Heehyo?”tanpa jawaban Heehyo, ia memercikkan air ke arah Heehyo dan alhasil merekapun bermain air bersama.

Merasa lelah, mereka memutuskan untuk beristirahat. Duduk di tepi pantai sambil memandangi ombak yang sangat indah.

“Oppa, tapi bagaimana kau masih mengenaliku?”

“Itu.”Taemin menunjuk suatu benda yang tergantung di tas Heehyo. “Dan naluri tentunya.”lanjutnya.

“Ah iya, ternyata kau melihat ini dan masih mengingatnya?”

“Bagaimana aku bisa lupa? Dulu disini aku membuat ini dan kau merengek memintaku untuk membuatkannnya juga tapi aku menolak. Akhirnya kau menangis dan tak mau diam sampai aku melakukan aegyo andalanku. Padahal itu hanya kerang yang dilekatkan dengan lem dan di bentuk seperti kura-kura. Aku tak menyangka kau masih menyimpannya, aku kira itu akan rusak setelah beberapa bulan kemudian.”

“Ini entah sudah berapa kali aku perbaiki. Karena ini satu-satunya kenangan darimu, aku bertekad untuk menjaganya sampai kapanpun itu. Dan bukannya saat kau pergi aku memberikanmu sebuah cincin oppa?”

“Yah, ini.”ia mengeluarkan kalung yang tertutup oleh kemejanya. “Karena ukurannya sangat kecil, makanya aku menjadikannya mainan kalung. Ini akan aman jika diletakkan disini.”lanjutnya.

“Oppa, aku kira kau sudah membuangnya.”ujarnya lega.

“Haha, tentu saja tidak Heehyo.” Jawabnya sembari tersenyum. “Ini sudah sangat sore, bagaimana kalau aku mengantarkan kau pulang sekarang?”

“Baiklah, ayok oppa.” Heehyo menarik tangan Taemin menuju mobil sport white milik Taemin. Dan merekapun bergegas pulang.

Tak lama, mereka telah sampai.

“Oppa kau tidak mau singgah dulu? Umma pasti senang jika melihatmu.”

“Baiklah, lagian aku juga sudah sangat merindukan umma. Bagaimana dengan appa?”

“Appa sedang tugas di luar, jadi hanya ada umma dirumah. Silahkan masuk, oppa.” Heehyo mempersilahkan Taemin masuk. “Umma.. ummaaaa…”panggil Heehyo.

“Ne, ada apa Heehyo? Kenapa kau teriak-teriak seperti itu?”tak lama umma Heehyo datang.

“Umma, lihat siapa yang datang.”

“Siapa?”umma melihat ke arah Taemin dan seketika itu pula langsung mengenalinya. “Taemin? Ya ampun, kau sudah besar nak. Bagaimana kabarmu, dan keluargamu apa mereka disini juga?”Umma memeluk Taemin yang telah dianggapnya sebagai anaknya sendiri.

“Ne, umma. Aku Taemin, ternyata kau masih mengenaliku.”Taemin membalas pelukan umma. “Aku baik-baik saja, dan keluargaku juga. Tapi sekarang mereka tak disini, appa sangat sibuk dengan pekerjaannya di Cina dan aku sendiri disini. Aku pindah kesini umma, karena aku merindukan kalian.”

“Umma juga merindukanmu nak. Jadi kau tinggal dimana?”

“Aku menyewa sebuah apartement, tak jauh dari kampus.”

“Umma.. bagaimana bisa kau langsung mengenali Taemin? Aku saja awalnya tak tahu, kalau bukan dia yang menghampiriku, pasti aku tak mengetahuinya.”Heehyo cemberut melihat ummanya mengenal Taemin dengan cepat.

“Bagaimana bisa aku melupakan Taemin yang sudah aku anggap sebagai anakku sendiri, Heehyo..”ujar umma. “Taemin-ah, malam ini kau harus makan malam disini, umma akan membuatkanmu makanan yang enak, arasseo?”

“Ne, umma. Tentu saja. Aku merindukan masakan umma juga, hehe.”ujar Taemin sambil terkekeh.

“Nah, sekarang kau bisa beristirahat dulu. Heehyo, kau bisa menemani Taemin kan?”

“Tentu saja umma, lagian masih banyak lagi yang ingin aku tanyakan padanya, aku sangat merindukannya umma. Kau tahu itu kan?”

“Ya, kau tahu Taemin, sebulan setelah kepergianmu dia selalu menangis dan tak mau makan. Dia selalu menggenggam foto kalian berdua, bahkan sampai saat ini pun dia masih sering melihat foto itu. Dan juga selalu menyebut namamu disaat tertidur.”ujar umma yang berhasil membuat pipi Heehyo merona, malu. “Sudah, sekarang umma masak dulu ya.”

“Ne, umma.” Jawab mereka serempak.

Heehyo mengajak Taemin ke kamarnya. Taemin duduk disudut tempat tidur lalu mengambil sebuah foto yang terletak di meja sebelah tempat tidur.

“Hey, inikah foto yang dimaksud oleh umma? Kau beruntung sekali masih mempunyainya, sedangkan aku sama sekali tak memiliki foto kita berdua.”ujarnya sambil memperhatikan foto itu.

“Ne, oppa.”Heehyo duduk disebelah Taemin. “Rasanya aku ingin kembali pada saat kita kecil dulu, oppa. Jika itu bisa terjadi, pasti saat itu aku tak akan membiarkanmu pergi meninggalkanku, karena aku ingin kita tumbuh besar bersama, dan kau akan selalu menjadi oppa terbaikku.”lanjutnya sembari meletakkan kepalanya di bahu Taemin.

“Ya, jika itu bisa terjadi mungkin aku juga tak akan pernah meninggalkanmu seperti dulu. Tapi kau tak perlu khawatir, mulai sekarang aku akan selalu ada bersamamu dan tak akan pernah meninggalkanmu lagi.”Taemin sambil membelai rambut Heehyo.

“Yaksok?”

“Ne, yaksok.”

Tak lama, umma memanggil mereka turun untuk makan. sambil makan, sesekali mereka bersenda gurau membuat suasana menjadi sangat hangat.

Selesai makan, Taemin berpamitan pulang. Sebelumnya ia tak lupa untuk bertukar nomor handphone dengan Heehyo.

“Oppa, berhati-hatilah.”

“Ne, tentu saja.”

Heehyo masuk ke rumah dengan hati gembira. Bertemu lagi dengan Taemin adalah keinginan terbesarnya sejak dulu dan ia berfikir bahwa itu hanya bisa terjadi didalam mimpi. Tapi ia salah, buktinya sekarang mereka bertemu lagi dan bisa kembali menjalin persahabatan mereka.

Saat hendak memasuki kamar, tiba-tiba handphone Heehyo berbunyi menandakan ada panggilan masuk.

“Yeoboseo.”

“Yeoboseo.”

“Ada apa Minho?”

“Hmm, aku hanya ingin meneleponmu saja. Ah, tadi aku mencarimu dikampus tapi aku tak bisa menemukanmua. Tadi kau kemana?”

“Oh, tadi aku pergi dengan temanku. Maaf sebelumnya karena tak memberitahumu. Ada apa kau mencariku?”

“Hmm, besok kau ada kegiatan apa? Aku bermaksud untuk mengajakmu ke taman bermain. Kau mau?”

“Taman bermain? Baiklah, kebetulan sudah lama aku tak kesana.”

“Oke, besok jam sepuluh akan ku jemput. Sekarang sudah malam, kau beristirahatlah.”

“Ne, sampai jumpa besok Minho.” Ujarnya lalu mematikan sambungan telepon.

“Sepertinya ini adalah hari keberuntunganmu Heehyo. Pertama kau bertemu kembali dengan Taemin oppa, dan yang kedua Minho mengajakmu berkencan besok. Ahh, aku tak sabar menanti hari esok.”batinnya lalu beranjak tidur.

 

-TBC-

Aduh, kok kayaknya alur kecepatan ya? ini juga agak maksa sepertinya TT

Mianhae readers, author hanya bisa menyuguhkan (?) FF gaje ini. Tapi coment dari kalian tetap dibutuhkan, supaya nantinya author bisa memperbaiki kesalahan ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Follow Your Heart [1.2]”

  1. Udh aku duga anak barunya Taemin. Kke.

    Iya sih, alurnya agak kecepatan. Narasinya juga agak kurang… ._.v Ejaan jg banyak yg salah… Tapi peduli amat,ceritanya oke kok 😉

    Ditunggu lanjutannya~~ ^^

    1. emang ni FF masih perlu banyak perbaikan lagi -.-
      mian yaa chingu 🙂

      tapi gomawo dah baca + komen ^^

      Oh iya, aku mau promo xD
      main2 ke WP aku ya walaupun masih baru dan belum banyak isinya 😀
      https://eshyunya.wordpress.com/
      aku tunggu ya~ sekali lagi, gomawo ^^

  2. Hmm.. Menurutku keren sih, cuma alurnya kecepetan seriusan deh, tapi aku tetep nunggu lanjutannya kok ^^ lanjutkan ne ^^9

  3. wihiii 2min moment nih:3
    minho atau taemin ya yg dapet hatinya heeyo?? penasaran nih kkk~
    lanjut ya thoooor~ paigthing!!

  4. Wah, Heehyo menganggap jalan-jalan bersama Minho nanti sebagai kencan. Hmm, apa Heehyo juga sebenarnya suka sama Minho? Terus rasa sayangnya ke Taemin cuma sebatas karena Heeyo menganggap Taemin sebagai kakaknya, ya?

    Tapi Minho punya penggemar rahasia nih. Siapa, ya? Mungkinkah orang itu Heehyo seperti dugaan Minho atau… orang lain? Kkk~

    Nice story.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s