Time Between Reality and Vengeance [1.2]

Time Between Vengeance and Reality

Title                  : Time Between Reality and Vengeance Part 1

Author              : EShyun

Genre               : Brothership, Tragedy, Action, Sad

Length              : Twoshot

Main cast          :

  • Kim Kibum
  • Choi Minho
  • Shin Heehyo

Other cast         :

  • Mr. Shin a.k appa Heehyo
  • Mr. Choi a.k appa Minho
  • Cho Kyuhyun

Cover by          : widhiadhisthania.wordpress.com

 

FF ini terinspirasi dari komik yang di adaptasi dari sebuah drama korea judulnya Time Between Dog and Wolf. Pada tau nggak…? Tapi yang ini author sengaja buat alurnya sedikit berbeda.

Warning, typo and gaje!!!

Happy reading…

 

-Thailand-

Sore yang cerah, seorang namja sedang berjalan bersama teman-temannya. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar namanya dipanggil dengan suara yang sangat familiar.

“Kibum-ah, naiklah. Umma akan mengantarkanmu.”dari dalam mobil ummanya berbicara.

“Tidak usah umma, aku ingin pergi bersama temanku.”tolaknya.

“Baiklah, kau hati-hati ya.”

“Ne, umma juga.”

Diperjalanan tanpa sengaja Kibum bertemu dengan seorang yeoja yang sedang dikerjai oleh beberapa orang namja.

“Ya! kalian jangan hanya berani dengan yeoja.”Kibum datang lalu menarik tangan yeoja itu. “Hey, kau dengarkan aku. Hitungan ketiga kita lari. Satu… dua… tiga.. lari…”seketika itu mereka berdua kabur dari gerombolan namja itu.

Setelah merasa aman, mereka berhenti berlari sembari mengatur nafas. Mereka berhenti di sebuah danau yang sangat indah, lalu duduk di tepinya.

“Kau orang korea? Ah… gomawo karena sudah menyelamatkanku.”ujar yeoja itu. “Aku, Shin Heehyo. Kau siapa?”

“Ne, aku orang Korea. Aku Kim Kibum. Ya, sama-sama. Makanya lain kali kau harus berhati-hati. Dimana rumahmu? Aku akan mengantarkanmu.”

“Andwae, aku tak mau pulang kerumah.”tolaknya. “Aku benci appa, dia orang yang kasar. Ingin rasanya aku kabur dari rumah dan tak bertemu dengan appa lagi seumur hidupku.”lanjutnya. “Ah, aku merasa senang berada disini, pemandangan yang indah membuatku sedikit melupakan semua kehidupan membosankanku. Bagaimana menurutmu?”tanyanya.

“Ne, tempat ini memang sangat indah.”jawabnya. “Sepertinya aku harus pergi sekarang.”ujarnya lalu berdiri.

“Tunggu, apakah kita akan bertemu lagi? Aku harap jawabannya iya. Aku berjanji akan mengajakmu ketempat ini lagi.”ujarnya.

“Entahlah.”Kibum berkata sambil pergi dari tempat itu. Dalam hati dia berharap juga agar bisa bertemu lagi dengannya.

Kibum pulang kerumah dan disambut oleh ummanya. Ummanya adalah seorang jaksa dan karena pekerjaannya itu membuatnya jarang berada dirumah. Otomatis Kibum sedikit terkejut melihat ummanya.

“Umma, tumben sekali kau ada dirumah.”

“Wae? Aku tak boleh berada dirumah?”

“Ani, hanya saja aku…”

“Sudahlah, hari ini umma ingin menghabiskan waktu bersamamu. Ayo kita pergi makan diluar.”ajak umma.

Mereka berjalan menuju mobil. Kibum memasuki mobil, sedangkan umma masih diluar menjawab sebuah telepon. Kibum memainkan i-padnya,  seperkian detik kemudian ia mendengar suara tembakan dan melihat ummanya jatuh bersimbah darah. Ia ingin keluar, namun ketika melihat seseorang memegang pistol tak jauh dari mobilnya ia mengurungksn niatnya itu. Ia bersembunyi, mencoba mengenali orang itu namun sia-sia karena ia menutupi wajahnya dengan topeng. Tapi ada sebuah tato naga di pergelangan tangan yang sempat tertangkap oleh matanya.

Setelah memastikan orang itu pergi ia lalu berlari keluar menghampiri ummanya. Tapi dia terlambat, umma telah kehilangan nyawanya. Nafas Kibum tercekat melihat kenyataan itu.  Fikirannya kacau dan perasaan menyesal menghampirinya.

10 Tahun kemudian…

-South Korea-

Setelah kepergian ummanya, Kibum diangkat anak oleh Mr. Choi, teman baik ummanya. Mr. Choi memiliki seorang anak laki-laki bernama Choi Minho, mereka berdua sebaya. Mereka tumbuh dewasa bersama, dan itu membuat keduanya menjadi sangat dekat.

Mereka berdua menjadi agen NIS. Bersama mereka selalu mengungkap kejahatan dan selalu menyelesaikan sebuah kasus dengan akhir yang sempurna. Sampai suatu hari, saat mereka sedang menjalankan misi mengintai di markas besar gangster yang dipimpin oleh Mr. Shin, tanpa sengaja Kibum melihat tato naga dipergelangan tangan Mr. Shin. Seketika itu bayangan saat kematian ibunya berputar-putar di ingatannya.

“Ya, kau kenapa berkeringat seperti itu?”tanya Minho sedikit panik.

“Dia.”Kibum menunjuk Mr. Shin. “Yang membunuh umma.”lanjutnya.

“Mwo? Dia orangnya? Bagaimana kau mengetahuinya?

“Tato itu, aku sangat mengingatnya. Minho, aku akan membunuhnya saat ini juga.”Kibum mengambil pistol lalu berjalan hendak mendekati orang itu.

“Andwae.”Minho menarik tangannya. “Kau tidak boleh bertindak gegabah seperti ini.”ujarnya.

“Lepaskan aku. Aku harus membunuhnya saat ini juga.”Minho tak menindahkan perkataannya. “Ya! aku bilang lepaskan aku.”

“Jangan gegabah, michin! Kau pikir bisa melawannya sendirian?! Kalau malah kau yang mati bagaimana dengan aku dan appa?”

“Choi Minho! Lepaskan aku!”

“Aku tak akan melepaskanmu, dasar egois! Cobalah sedikit bersabar, kita akan mencari jalan untuk melawannya tolong diam untuk saat ini!

“Choi Minho!”bentak Kibum marah. “Ibuku mati di hadapanku! Jatuh… di depan mataku. Ingatan itu masih tersimpan jelas, seakan enggan pergi dari pikiranku… aku tak tahan lagi..tolong… aku.”suara Kibum melemah. Pistol ditangannya terjatuh, tubuhnya lemas lalu menjatuhkan kepalanya di dada Minho sembari meremas kemejanya. ”Dia harus kubunuh dengan tanganku sendiri.. setelah itu barulah aku bisa… tenang..”suasana hening sesaat.

“Aku mengerti dengan perasaanmu. Dia pembunuh ibumu… kau pasti mau balas dendam! Aku tahu, sangat sulit memang. Tapi… tetap tidak boleh, sekarang…” Kibum terdiam masih dengan posisinya tadi. Minho membiarkannya. Setelah tenang, Kibum melangkahkan kakinya, pergi.

Kibum berjalan dibawah hujan, dia melangkahkan kakinya tanpa arah sampai ia tiba disebuah tempat. Dari kejauhan ia melihat sebuah lukisan yang sangat familiar baginya, karena penasaran ia mendekati lukisan itu lalu ingin menyentuhnya. Namun terhenti, saat mendengar teriakan seorang yeoja.

“Ya! Kau mau menyentuh lukisan ini dengan tanganmu yang basah itu? Andawe!”seorang yeoja yang tiba-tiba berada didekatnya mengomelinya.

“Siapa yang melukis ini?”tanya Kibum.

“Aku. Wae?”tanya yeoja itu.

“Tunggu, apakah kita akan bertemu lagi? Aku harap jawabannya iya. Dan aku berjanji akan mengajakmu ketempat ini lagi.”

“Kau Shin Heehyo?”tanya Kibum kemudian

“Ne, dan kau Kim Kibum?”tanya yeoja itu tak percaya. “Aku tak menyangka kita bertemu lagi, di Korea? Apa yang membuatmu bisa kesini?”

“Aku hanya tak sengaja melihat gambar yang sangat ku kenal.”jawabnya. “Kau kenapa bisa di Korea?”

“Aku kabur, dari appaku. Lega rasanya bisa jauh dari appa yang selalu menyiksaku.”jawabnya sambil tersenyum. “Akhirnya kita bertemu lagi.”ujarnya gembira.

“Ne.”ujarnya lalu pergi. Heehyo mengejarnya ditengah hujan.

“Kibum, kau mau kemana? Tunggu aku…”Ia sudah berada didekatnya, lalu dengan tiba-tiba Kibum menariknya ke dalam pelukannya.

“Senang bertemu denganmu, Heehyo.”ia mempererat pelukannya. “Tapi… anggap saja kau tak melihatku.”ujarnya lalu melepaskan pelukan itu. “Dan begitupula denganku.”lanjutnya sambil melangkah pergi

Heehyo terdiam, tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Pertemuan yang sangat ia inginkan sejak dulu terjadi begitu singkat. Dan sikap Kibum padanya sangat membuatnya terpukul. Jika tahu akhirnya akan menjadi seperti ini, lebih baik dia tak pernah bertemu dengannya sama sekali… Selamanya…

Keesokkan harinya, Minho mengajak Kibum ke sebuah cafe. Mereka akan membicarakan bagaimana cara untuk membalas dendam pada orang itu. Mr. Choi juga ikut bersama mereka.

“Appa, jadi kau punya rencana apa?”tanya Kibum.

“Ini kartu identitas dan paspor barumu. Kau dianggap sudah mati pada kasus yang lalu. Kau akan menyamar menjadi salah satu dari mereka. Mulai sekarang kau bukanlah Kibum, tapi kau adalah Key. Arraseo?”

“Ne, arraseo appa.”

“Appa, bagaimana kalau ada yang mengetahui penyamarannya itu?”tanya Minho sedikit khawatir.

“Maka dari itu dia harus sedikit mengubah penampilan, pakailah kontak lens ini dan bersikaplah seperti seorang berandalan.”jawab appa. “Besok kau akan memulainya. Begitu tiba disana, akan ada orang yang mengantarkanmu ke Mr. Shin. Ingat, hal ini hanya kita bertiga yang tahu.”

Keesokkan harinya, Minho dan Mr. Choi melepas kepergian Kibum di bandara.

“Aku pergi dulu, inspektur Jung.”

“Kita tidak sedang di kantor, panggil saja aku appa… Aku akan terus mengecekmu.”

“Ne appa.”jawabnya. “Minho kau jaga appa baik-baik dan jangan membuat ulah selagi aku tak disini. Arraseo?”

“Ne, arraseo. Kau jaga dirimu baik-baik, jangan sampai tertangkap oleh mereka.”

“Tentu saja. Aku pergi dulu ya.”ia memeluk Minho sekilas.

“Ne…”

“Kibum tunggu.”tiba-tiba Mr. Choi memegang tangannya. “Tangan kecil ini telah berubah, bahkan menjadi lebih besar dari tanganku. Kibum, ingat jaga dirimu baik-baik, kalau ada kesulitan hubungi aku.. kapanpun itu. Kau, masuklah sana.”ujar Mr. Choi.

Kibum melangkahkan kakinya, namun sebelum memasuki ruang tunggu dia membalikkan badannya lalu memberi hormat pada appanya itu, sambil berkata…

“Terima kasih sudah merawatku dengan baik…. Appa.”

Hari berganti hari, berdasarkan info yang diterima, Kibum atau yang sekarang dikenal dengan Key telah berhasil menjadi salah satu dari mereka. Untuk awal, ia mendapat tugas melindungi istri simpanan Mr. Shin. Saat sedang menjalani tugasnya itu, tiba-tiba ia diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Dengan sedikit panik, ia berusaha melindungi istri bossnya. Suara tembakan terdengar dimana-mana. Saat ia lengah, sebuah peluru mengenainya kepalanya. Ia jatuh tak sadarkan diri.

“Anak ini…”Key samar-samar mendengar suara. Ia membuka matanya. “Kau sudah sadar?”kembali suara itu terdengar olehnya.

“Untung peluru itu hanya menyerempet kepalamu saja, sebentar lagi juga sembuh.”kali ini Kyuhyun, teman sesamanya yang berkata. “Ayo beri salam, Key… Dia langsung datang setelah mendengar ceritaku. Kau harus berterima kasih, jarang sekali seorang boss menemui anak buahnya secara langsung. Dia Mr. Shin, boss kita.”lanjutnya namun tak ada jawaban dari Key. “Eh?”

“Apa maksudmu? Aku… aku menyelamatkan siapa?”ia terlihat bingung. “Dan siapa kalian?”

Ternyata Key terkena Dissociative Amnesia, hal itu karenakan stress psikologis yang tak tertahankan atau efek samping dari luka tembak yang ia derita. Key tak mengingat apapun. Ia berfikir, siapakah dia sebenarnya? Apa benar ia adalah anggota gangster? Dan apa dia memiliki keluarga atau bahkan pacar? Semakin ia mencoba untuk mengingat semuanya semakin ia tak menemukan jawaban dari pertanyaannya itu.

Key yang awalnya hanya berpura-pura jahat, karena kehilangan ingatannya ia menjadi benar-benar jahat. Bahkan setelah ia berhasil melindungi istri bossnya, ia diangkat menjadi tangan kanan bossnya itu.

Sementara di tempat lain, Mr. Choi dan Minho merasa cemas karena mereka kehilangkan kontak dengannya. Sampai saat mereka mendengar bahwa Mr. Shin dan anak buahnya kembali ke Korea, setelah mendengar kabar itu Minho langsung mencari keberadaannya.

Saat sedang menyelidiki, mata Minho menangkap sosok Kibum. Dengan cepat ia menariknya lalu membawa ke suatu tempat yang menurutnya aman.

“Kibum, kau kemana saja ha? Kenapa tak ada memberi kabar kepada kami?”

“Kibum? Aku bukanlah Kibum, aku Key. Kau siapa?”tanyanya heran.

“Hey, ini aku Minho. Kau tak perlu berakting, mereka semua tak akan melihat kita disini.”

“Minho siapa? Aku tak mengenalmu.”jawabnya acuh, tentu saja Minho kaget melihat perubahan dari sahabatnya itu.

“Kibum, apa maksudmu kau tak mengenalku? Kita agen NIS, kau menyamar menjadi salah satu dari mereka untuk membalas dendam. Apa kau lupa dengan tujuan utamamu itu?”

“Balas dendam? NIS? Hey, kau mata-mata.”ia tiba-tiba memukul Minho. “Kau sendirian ingin menangkapku? Kau mau mati hah?”ia kembali memukuli Minho hingga Minho tak sadarkan diri lalu ia pergi meninggalkan Minho.

Tak sengaja Heehyo melewati tempat itu, ia mendengar suara rintihan orang karena penasaran ia lalu mencari sumber suara itu dan menemukan Minho terbaring lemah dengan luka di sekujur tubuhnya.

“Hey, apa yang terjadi padamu? Kau tidak apa-apa? Bertahanlah aku akan memanggil bantuan.”Heehyo bermaksud berdiri namun ditahan oleh Minho.

“Hand…handphone…”Minho berusaha berbicara. “Ap… appa, hubungi appa…ku.”ujarnya lagi lalu kembali tak sadarkan diri.

Dengan panik Heehyo mencari handphone Minho lalu menghubungi appa Minho. Mendengar hal itu, appa sangat terkejut dan dengan tergesa-gesa pergi menyusulnya.

Minho dibawa kerumah sakit oleh Mr. Choi, tak berapa lama kemudian ia sadar.

“Appa.”panggil Minho.

“Ne, aku disini. Kau sudah sadar?”tanya Mr. Choi. “Hey, apa yang membuatmu menjadi seperti ini?”

“Kibum.. tadi aku menemuinya. Tapi dia seakan tak mengingatku bahkan tak mengetahui siapa itu Kibum dan… dia yang melakukan ini padaku.”

“Mwo? Kibum yang melakukannya?”Mr. Choi terkejut.

“Ne, sepertinya sesuatu telah terjadi padanya. Kau harus mencari tahu semuanya appa.”ujarnya. “Appa, siapa yeoja itu?”ia melihat seorang yeoja tertidur tak jauh dari tempatnya.

“Dia Heehyo, dialah yang menolongmu. Sebenarnya aku sudah menyuruhnya pulang, tapi dia menolak. Dia ingin memastikan kau selamat dan dia yang menungguimu dari tadi. Aku rasa dia kelelahan sehingga dia tertidur.”jelasnya. “Kau beristirahatlah, besok aku akan mencari tahu apa yang telah terjadi.”ujarnya lalu pergi.

Paginya Minho terbangun ketika seorang perawat datang untuk mengganti perbannya. Dilihatnya Heehyo masih tertidur pulas. Perlahan ia berdiri dan berjalan menghampirinya. Diperhatikannya wajah Heehyo sambil tersenyum simpul.

“Hey, ireonayo…”Minho mencoba membangunkannya. “Ireona..”

“Hmm.”Heehyo perlahan membuka matanya, ia terkejut ketika melihat seorang namja dihadapannya. “Ah, sepertinya aku ketiduran.”dengan cepat ia berdiri. “Kau sudah sadar? Sukurlah. Karena kau terlihat baik-baik saja, aku akan pergi sekarang. Annyeong.”pamitnya.

“Tunggu.”Minho menarik tangan Heehyo. “Gomawo. Kalau bukan karena kau, aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kau, Heehyo kan? Aku Minho. Semoga kita bisa bertemu lagi.”

“Ne.”ujarnya lalu meninggalkan tempat itu.

Beberapa hari kemudian, Minho sudah keluar dari rumah sakit dan memulai kembali aktivitasnya seperti biasa. Saat sedang melewati sebuah cafe, tak sengaja ia melihat Heehyo. Dia tersenyum lalu menghampirinya.

“Kita bertemu lagi disini, Heehyo-ssi.”ia duduk disamping Heehyo.

“Kau, Minho?”Heehyo kaget. Bagaimana bisa kau disini?”tanyanya.

“Tentu saja untuk menemuimu. Kau tahu, sejak hari itu sepertinya aku merasakan sesuatu yang berbeda padamu.”ujar Minho.

“Mwo?”

“Aku mencintaimu.”perkataan Minho membuat Heehyo terkejut. “Haha, kau tak perlu terkejut seperti itu. Aku bukanlah tipe orang yang mudah jatuh cinta, tapi setelah melihatmu aku seperti tersihir oleh pesonamu. Aku tak butuh jawaban darimu, aku hanya ingin kau mengetahui bagaimana perasaanku padamu. Sekarang kau sudah tahu, aku harus pergi. masih banyak pekerjaan yang harus aku selasaikan, annyeong.”ia berjalan pergi meninggalkannya. Sedangkan Heehyo hanya bisa terdiam mencoba mencerna apa yang baru dialaminya.

Mr. Choi telah mengetahui bahwa Kibum sempat mengalami kecelakaan dan kehilangan ingatannya. Ia menuliskan sebuah pesan untuk Minho mengenai itu, lalu pergi bermaksud menemui Kibum.

Mr. Choi telah sampai di markas Mr. Shin. Perlahan ia masuk dan mendapati Kibum sedang bersama Mr. Shin, lalu ia mendekatinya.

“Aku ingin mengatakan sesuatu tentangmu, bukan untuk melukaimu.”

“Cih, kau bukannya salah satu agen NIS. Sial, kita dikepung polisi?!”Mereka secara serentak mengeluarkan pistol lalu saling menodongkan senjata. Dan tanpa di sadari, Mr. Shin menodongkan pistolnya ke arah Mr. Choi.

“Hey, tenanglah! Aku hanya sendirian dan aku tak akan melukai kalian.”Mr. Choi berusaha menenangkan suasana.

“Bagaimnana bisa aku mempercayai orang sepertimu, pergi kau ke neraka.”seketika itu juga Mr. Shin menembak Mr. Choi hingga tersungkur.

“Biarkan dia mati disini, ayo kita pergi.”ujar Mr. Shin lalu beranjak pergi. Namun saat Key akan pergi, tangannya ditahan oleh Mr. Choi.

“Tangan ini… seharusnya aku tak melepaskannya saat itu.. seharusnya aku tak membiarkanmu pergi.”Mr. Choi berkata perlahan. “Kibum…. saat kau telah mengingat semuanya, aku harap kau tak menyesal telah melakukan ini. Jangan sampai kau melukai dirimu sendiri karena hal ini. Kibum….”

-TBC-

Gimana chingudeul? Gaje ya T.T

Sekedar info, FF ini pernah di publish di blog sebelah tapi dengan cast yang berbeda. Walaupun nggak bagus, tapi tetap coment ya, kritik dan saran pasti akan sangat membantu, kamsahamnida ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

19 thoughts on “Time Between Reality and Vengeance [1.2]”

  1. Wah! Seru nih!!

    Cma alurnya agak cepet aja. Feel waktu Minho nyatakan cinta ama Heehyo juga kurang. Tapi gapapa deh, peduli amat ceritanya seru kok 😉

    Ditunggu next partnya ya ^^

  2. Bagus banget thor tapi kecepetan

    Hehe sebenarnya aku udah baca semuanya di blog pribadi author

    Dan disini namanya berubah kan klo disini namanya Shin Heehyo dan disana Kang Jihwa

    Nah aku mau nanya sebenarnya Heehyo itu suka sama Minho atau Kibum?

    Awalnya keliatan kalo dia suka Kibum tapi kok akhirnya dia bilang dia mau jadi pacarnya Minho?

    Jadi bingung?

    Dan kenapa mereka harus mati? Hiks hiks hiks ~ ㅠㅇㅠ ~

    1. eh ketemu lagi kita ^^

      Iya disitu yeojanya Jihwa 😀

      Dia tu sukanya sama kibum tapi minho juga, ya intinya dia bimbang mau milih siapa.
      Oh iya ini ada sequelnya kok, cek aja di wp aku judulnya Love After Incident.

      Kamsahamnida ne? 🙂

  3. Wah, agen NIS yang keren! Sedih waktu Kibum melihat ibunya tertembak di depan mata kepalanya sendiri.

    Hanya saja alurnya memang kecepetan. Setting waktu, tempat, penokohan, kurang dijelaskan. Jadi berasanya kayak baca sinopsis. Tapi aku berharap sih yang aku baca ini emang baru sinopsisnya dulu, terus suatu saat nanti Author-nya mau buat cerita utamanya yang bisa bikin emosi pembaca teraduk-aduk *eh? haha…

    Aku lumayan tersentuh di bagian akhirnya. “Tangan ini… seharusnya aku tak melepaskannya saat itu.. seharusnya aku tak membiarkanmu pergi.”Mr. Choi berkata perlahan. “Kibum…. saat kau telah mengingat semuanya, aku harap kau tak menyesal telah melakukan ini. Jangan sampai kau melukai dirimu sendiri karena hal ini. Kibum….”

    Ditunggu part 2 nya, ya. Nice story. ^^

  4. Wah.. Daebak, daebak..
    Ga nyangka kalo key nya bakal jd anak angkatnya bapaknya minho.
    Trs juga kasian bgt minhonya di pukulin gitu sm key.
    Kyaaa~ minho-key suka heehyo, klo mrka tau mr.shin yg mrka buru itu bpknya heehyo gmn ya?
    Lanjut next part, thanks^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s