Beauty Shine I – Part 3A

Beauty Shine I.3A

Tittle                : Beauty Shine

Author             : Lee Hana

Main cast         : Kichan and Kim Kibum.

Support Cast   : Lee Taemin and Lee Jinki

Genre              : Humor, School Life, Frienship, and romance (dikit)

Type                : Kink

Length             : Sequel/Novel Length

Rating             : G

Inspired By     : Arai Kiyoko-Beauty Pop

Summary         : “Kau mau? Mau disihir jadi cantik?” *o*

Bagi yang baru baca, kalian nggak perlu baca part sebelumnya untuk mengerti konflik di part ini. Insyaallah, kalian pasti ngerti kok. Oh ya! pada bingung ya kenapa di atas ada A-nya? Coz, part ini dibagi jadi dua.

Mulai dari part ini rahasia Kichan perlahan mulai terungkap oleh Jinki. Rahasia? Kemampuan yang ditutup-tutupi atau tidak suka di perlihatkan pada orang. #sama nggak sih?

Happy Reading….!

“Akhir-akhir ini, aku merasa sangat emosi. Sepertinya ada orang yang mau menyaingiku,” ujar Kibum.

“Itu, lho. Orang yang sengaja menentang Kibum dan mempercantik gadis-gadis itu,” ujar Taemin yang sedang sibuk menghaluskan kukunya.

“Teknik potongan rambut dan hair extensionnya (rambut pasangan) sangat mengagumkan,” timpal Jinki yang juga sedang sibuk dengan laptopnya.

“Jangan-jangan ini, tantangan untukku. Baiklah, akan kuberi pelajaran. Apa jadinya kalau berani menantang Kibum si jenius kecantikan rambut! Kita adakan SP (Special Project) hari ini!”

______

“HOAAHM!”

“Nguapnya gede banget. Tutup pake tangan, kek,” protes Jeongsuk.

“Kichan, kurang tidur ya?” tanya Misun.

“Hmmm.”

“Kichan tidur setahun juga nggak puas-puas. Hehehe…” ledek Jeongsuk.

“Ah, orang susah berisik!” balas Kichan.

“Lagi-lagi orang susah,” gumam Jeongsuk dengan wajah pasrah dan sebal.

Saat ini mereka tengah berjalan di sebuah koridor yang ramai. Di sana banyak orang yang tengah membicarakan tentang SP, dan tak kalah sedikit yang mempercantik diri mereka agar terpilih menjadi model. Di koridor tersebut terdengar cukup ribut.

Di sana, tak jauh dari tempat Kichan berdiri ia mendengar seorang gadis yang tengah berusaha menjepit rambut yang ia lipat menjadi bulat. Dan yang sekarang harus ia lakukan hanyalah menjepitnya.

“Aduh, aku nggak bisa! Padahal menurut majalah hanya perlu dijepit dengan jepitan kecil.”

“Yang mana? Oh, yang ini.”

Dan tak jauh dari sana, ada Jinki yang secara tak sengaja melihat Kichan.

Di saat kedua orang gadis itu tengah sibuk menjepit rambut, tiba-tiba sebuah tangan memutar rambut itu dan menjepitnya dengan gerak yang sangat cepat.

“Eh?!” gadis itu terkejut ketika tiba-tiba rambutnya telah terjepit.

“Wah, Yuri hebat! Itu bisa,” puji temannya yang sejak tadi membantunya.

A-aniya. Tadi ada seseorang yang membantuku,” ujar gadis itu seraya mengedarkan pandangan. Mencari sosok manusia yang membantunya secara misterius. “Siapa tadi yang menjepit rambutku?”

Dan dengan jelas Jinki bisa melihat kejadian itu. Ia tersenyum. Setidaknya ia sekarang sudah tahu sedikit kemampuannya. “Hmmm.”

______

Seperti biasa, setiap SP diadakan pasti bangku tribun akan penuh sesak dengan manusia yang dengan antusias menantikan aksi ketiga namja itu. Kibum, Jinki dan Taemin.

Di sana sangat ramai. Dan kali ini juga Kichan di paksa ikut oleh Jeongsuk seperti terakhir kali SP diadakan. Kali ini model yang terpilih adalah seorang siswi dari kelas I-B. Dan kali ini, mereka akan memberikan kecantikan total bagi gadis itu. Dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Mereka bertiga melakukannya sesuai kemampuan yang mereka miliki. Kibum memotong rambut dan me-make up wajahnya. Taemin mempercantik kuku-kukunya, dan Jinki menangani total beauty.

Semua terperangah dan begitu antusias. Sekali lagi, yah, kecuali Kichan. Ia hanya berkomentar pendek, “sok jago.”

Semua selesai dalam waktu sepuluh menit dua puluh satu detik, dan semua terkagum-kagum dengan perbedaan yang mereka buat. Menjadikan gadis itu jauh lebih cantik dari sebelumnya. Sekali lagi, kecuali Kichan.

“Sempurna. Aku memang jenius,” ujar Kibum dengan begitu percaya diri seperti biasanya.

Ne, ne. Kau memang jenius,” jawab Jinki tak peduli sambil sibuk mengisi data.

Yaah, anak ingusan! Apa kau sudah lihat betapa suksesnya SP kali ini? Mana mungkin kau bisa mengalahkan aku, si jenius berbakat, Kim Kibum. Hahaha…” ujarnya sombong ke arah para penonton. Sedangkan para siswa yang menonton pun menjadi bingung siapa orang yang Kibum maksud.

“Omong kososng,” gumam Kichan.

______

Hari sudah sore, dan anak-anak pun mulai berjalan menuju gerbang sekolah.

“Dah, Kibum Oppa!

“Nde.”

“Kibumie, lain kali buat aku cantik, ya?” gurau seorang anak laki-laki.

“Aku juga mau,” timpal anak laki-laki lain di sebelahnya.

Yaah! Jangan tiru yeoja-yeoja itu!” omel Kibum pada teman-temannya.

Tiba-tiba dalam perjalanannya ia tak sengaja melihat seseorang. Seorang gadis yang tengah berjalan tak jauh darinya.

“Si rambut riap-riapan?”

“Oh, Kibumie.”

“Siapa yang kau panggil Kibumie, hah?! Panggil aku Sunbae!” protes Kibum kesal.

“Ne. Kibumie Sunbae,” jawab Kichan asal.

Kibum menyerah. “Ehem. Ngomong-ngomong, kamu lihat SP kali ini?”

“Yah… dipaksa nonton.”

“Luar biasa, kan? Tangan dinginku berhasil menyulap gadis itu menjadi putri yang sangat cantik dan anggun. Aku tahu keluargamu punya salon kecantikan. Jadi sedikit-sedikit kamu pasti punya keterampilan. Tapi yang pasti, aku akan tetap jadi yang nomer satu,” ujar Kibum bangga, optimis, dan penuh semangat. Atau mungkin dikatakan sombong?

Ne, ne. Selamat berjuang tuan jenius,” ujar Kichan seraya melangkah meninggalkannya. Begitu tak peduli.

Kibum sedikit shock karena gadis itu pergi begitu saja, tetapi dengan cepat ia menarik tas Kichan hingga langkahnya tertahan. “Yaah, tunggu dulu!” bentak Kibum.

“Meski orang-orang bilang kau punya kemampuan menggunting yang cukup tinggi. Tetapi kau tak akan bisa mengalahkanku,” sambung Kibum dengan wajah serius.

“Aku ini… HAAAAACHU!” Kichan bersin tepat di hadapan Kibum membuat namja itu sontak menjauh dan memandang jijik.

“Hiii, jorok!” bentak Kibum kesal. “Hari ini dingin. Kenapa kamu pakai baju biasa? mana sweater-mu?” tanya Kibum yang melihat Kichan hanya memakai kemeja putihnya.

“Tadi ketumpahan kopi susu. Baru dicuci, jadi masih basah,” jawab Kichan dengan tampang datarnya.

“Hah? Kalau blazer?”

“Belum kuambil, masih dibinatu.”

“Malas banget nih yeoja,” pikir Kibum.

Tanpa aba-aba Kibum meletakkan jaketnya pada tubuh gadis itu, membuat Kichan sedikit terkejut.

“Tuh kupinjamkan.”

“Nggak usah, deh.”

“Bilang terima kasih, kek! Itu kupinjamkan dengan tulus. Jangan sampai kau masuk angin!”bentak Kibum kesal. “Lagi pula, hari ini aku sudah pakai baju berlapis-lapis,” sambung Kibum lagi.

“Kau cowok tapi takut dingin,” ledek Kichan dengan tampang datarnya.

“Bukannya bilang makasih malah ngeledek!” omel Kibum semakin geregetan.

“Gomaweo.”

Sesaat Kibum terdiam mendengarnya, tetapi ia segera menghela. “Bilang terima kasihnya kok begitu? Nggak ada manis-manisnya,” ujarnya kecewa.

“Wah, Kibumie lagi ngerayu Kichan!” ujar Taemin yang tiba-tiba datang dengan Jinki. Taemin menunjuk-nunjuk Kibum dengan tawanya.

“Siapa yang sudi merayu si rambut riap-riapan ini, hah?!” teriak Kibum marah.

“Ah, Kibumie jadi malu,” ujar Taemin lagi.

Kichan berjalan meninggalkan mereka, dan di saat itu Misun datang kepadanya sambil berlari.

“Lho? Kau pakai jaket siapa?”

“Dipinjami Kibumie.”

“Hah?! Kibumie?!” pekik Misun.

“Jangan salah paham! Nggak ada apa-apa kok,” jawabnya santai.

Kichan melirik ke arah tiga namja itu. Terlihat Kibum masih saja marah-marah dengan ledekan yang ia terima dari kedua sahabatnya itu. “Orang aneh,” pikirnya.

______

Di Salon Jang….

Seorang laki-laki paruh baya yang kepalanya ia ikatkan sebuah kain tengah sibuk memotong rambut pelanggannya. Sedangkan anaknya yang memakai baju kodok panjang dengan topi yang ia pakai terbalik tengah sibuk menyapu lantai yang penuh dengan potongan rambut.

Eonni, Eomma akan jadi cantik ya?” tanya seorang anak perempuan yang menarik-narik baju Kichan.

“Ya, pasti. Tangan sang penata rambut penuh dengan keajaiban sihir,” jawab Kichan dengan lembut.

Anak itu memandang kagum.

“Senang ya, Eomma bisa jadi cantik? Di sekolah, Hana selalu diejek sama anak-anak cowok. Katanya rambut Hana kayak helm. Hana juga mau jadi cantik karena sihir,” ujar gadis kecil itu sedih.

Kichan tersenyum lembut memandang anak itu, kemudian membungkuk dan mendekatkan wajahnya pada Hana. Menatapnya. “Kau mau?”

“Hah?” Hana memandang tak mengerti.

“Mau disihir jadi cantik?”

Di saat yang sama, tak jauh dari sana sebuah mobil jaguar berhenti. Dan keluar seorang wanita dari sana. Meninggalkan anak laki-lakinya yang masih saja berkutat dengan laptopnya seperti biasa.

“Hmmm, usaha ayah Kibum makin sukses ya,” gumamnya.

Ia melirik ke luar kaca mobil mewahnya. Terbaca ‘Salon Jang’ dengan jelas dari tempatnya duduk. Ia pun keluar dan tak sengaja melihat seorang gadis tengah memotong rambut seorang anak perempuan di luar salon. “Kichan?”

“Waktu seumurmu aku punya banyak impian. Salah satunya ingin jadi ahli kecantikan, supaya bisa menolong anak-anak seperti Hana yang tak puas dengan penampilannya agar bisa terlihat lebih cantik,” ujar Kichan pada gadis yang tengah memperhatikan cermin di hadapannya.

Kichan teringat dengan masa kecilnya, dan wajahnya terlihat sedih. Saat itu ia tengah berjalan bersama kedua orang tuannya. Dengan kedua tangan yang dipegang erat dari kanan dan kirinya dengan hangatnya. Saat itu ia terlihat sangat bahagia.

‘Appa, Eomma! Kalau besar nanti Kichan mau jadi penata rambut. Lalu membuat semua orang di dunia ini jadi cantik’

“Ya, dulu aku pernah punya impian seperti itu,” pikirnya dengan sedikit senyum yang terukir di wajahnya.

“Nah, selesai,” ujar Kichan seraya mengambil kain yang menutupi tubuh gadis itu agar potongan rambut yang jatuh tak mengotori pakaian Hana.

Hana terlihat takjub dengan pemandangan di hadapannya. Pantulan dirinya yang terlihat berbeda.

“Bagaimana?” tanya Kichan dengan pandangan lembut.

Seketika wajah gadis itu dipenuhi senyum yang merekah lebar di wajah mungilnya. Benar-benar senang. Tanpa menjawab gadis kecil itu segera berlari ke dalam salon. “Eomma! Eomma, lihat!” teriaknya riang.

Kichan diam di tempatnya duduk, sedangkan orang yang sejak tadi memperhatikannya tersenyum kecil. “Hngeh. Jang Kichan. Pantas,” gumamnya.

Pertanyaan dari author. Siapakah orang yang melihat Kichan itu? Dah pada tahu kan? hehehe….

Clue: laptop.

______

K’club Talk.

 

Kalian ranking berapa di sekolah?

  1. Jinki: tentu saja ranking 1. (sombong)
  2. Kibum: yah… aku ranking 2. Aku kalah. (sebel)
  3. Taemin: kalau aku sih memang nggak terlalu suka belajar. (sambil senyum)

Wah ternyata Kibumie pintar juga ranking dua…

Kibum: aku nggak puas cuma 2! Aku mau rangking 1! #Kibum marah-marah.

Taemin: Kibumie selalu ingin jadi yang terbaik.

______

Taemin berlinang air mata menunjukkan permen karet yang menempel pada puncak rambutnya. Pada awalnya Kibum menahan tawa, tapi pada akhirnya tawanya keluar juga. Ia terbahak-bahak seraya memukul pintu di hadapannya sambil memegangi perutnya yang mulai sakit.

“Jangan ketawa! Tolongin aku, dong!” omel Taemin yang mulai menangis sambil memukul-mukuli punggung Kibum dengan satu tangannya, sedangkan tangan satunya lagi ia gunakan untuk mengucek matanya yang terus mengeluarkan air mata.

“Salahmu sendiri kenapa selalu makan sambil tiduran,” ujar Jinki yang pasrah dengan keadaan meja yang selalu berantakan karena Taemin. Meja yang penuh dengan sisa makanan atau pun bungkus camilan. Jinki hanya menghela.

Tiba-tiba pintu terbuka dan sebuah kepala muncul dari sana. “Kibum, kau dipanggil kepsek.”

Aaaa, nde. Aku segera ke sana.”

Yaah, tunggu! Selamatkan rambutku dulu!” protes Taemin sambil menunjuk-nunjuk permen karet yang menempel di rambutnya.

“Itu hukuman buatmu karena kamu selalu memanggilku kibumie.  Tunggu sampai aku kembali!” ujar Kibum seraya keluar dari ruangan SP.

“Jahat! Kibumie, kejaaaaaaam!” teriak Taemin kesal.

“Jin, tolongin aku dong!”

“Jin?” gumam Jinki kesal, kemudian….

BRAKKK!

Jinki keluar dari ruangan itu meninggalkan Taemin sendiri dengan kesal.

“Apa-apaan sih mereka berdua? Dasar tega!” teriak Taemin masih berlinang air mata.

Taemin melihat dua buah kotak. Kotak camilan Jinki dan kotak camilan Kibum. Karena kesal akhirnya ia mengambil keduanya dan melahapnya dengan penuh dendam. Hehehe… tuh anak busung lapar kali. Nggak pernah kenyang. Makan mulu.

Setelah kekenyangan Taemin tertidur. Tertidur dengan posisi tangan dan kepala yang ia letakkan di atas meja. Meja yang kotor dan penuh dengan sisa makanan serta sampah camilan. Kebiasaan buruk seorang Taemin yang lain selain menyebut nama orang seenaknya.

Seseorang mengetuk pintu beberapa kali lalu memasukinya. Di sana ia melihat sesuatu tengah menempel di rambut Taemin. dan tak lama kemudian orang itu keluar. Menutup pintu sedikit keras membuat Taemin terbangun. Ia masih terlihat sedikit mengantuk, kemudian melihat benda kotak yang memiliki tiga jarum yang terpasang di dinding ruangan itu.

“Gawat! Pelajaran sore sudah selesai. Ah! biarin aja deh,” ujarnya seraya menggaruk-garuk kepalanya. “Eh?!”

Sekali lagi ia mencari-cari sesuatu di kepalanya.

“Permen karetnya nggak ada! Kok bisa, ya?!” tanyanya terkejut.

Dan, ia menyadari hal aneh lain. Ada seseorang yang menyelimutinya dengan jaket. Dan ia kenal jaket siapa itu.

“Kibumieeeee!” teriaknya meggema di ruangan itu, menyambut datangnya Kibum dan Jinki bersamaan.

Taemin segera berlari menghampiri Kibum dengan wajah bahagia penuh syukur. “Gomaweo!” teriaknya seraya menabrak Kibum.

“Aduh! Apaan sih nabrak-nabrak!” omel Kibum.

“Kamu udah selamatkan rambutku dari permen karet.”

“Aku nggak gunting rabutmu, kok.”

“Ah, masih pura-pura aja,” ujar Taemin seraya menyikut pelan perut Kibum sambil lirik-lirik.

“Wah, potongannya rapi sekali,” ujar Jinki yang memperhatikan puncak kepala Taemin. “Jangan-jangan guntingan ini….” sambung Jinki.

Mendengar kata-kata Jinki wajah Kibum berubah serius. “Taemin, siapa yang memotong rambutmu? Siapa yang datang ke ruangan ini?”

“Aduh, masih nggak mau ngaku, ya? Waktu aku tidur Kibumie memotong rambutku, kan?”

Kibum diam dan memperhatikan kotak miliknya. Sebuah benda khusus yang Kibum gunakan untuk menyimpan gunting-guntingnya. Wajahnya terlihat sangat serius. Dan ketika Taemin melihat ekspresi Kibum, ia sadar bahwa itu bukanlah gurauan.

Kibum menghampiri gunting-guntingnya. “Posisi gunting-guntingku berubah. Tadinya tidak seperti ini. Cih! Ada orang yang memakai guntingku. Sepertinya orang ini menantangku,” ujarnya penuh pemikiran.

“Siapa kau?! Cepat keluar! Ayo, hadapi akuuuuuuuuu!” teriak Kibum penuh amarah.

“Kurasa dia masih ada di dekat sini. Masih dalam lingkungan sekolah ini,” ujar Jinki.

______

Siapa tahu orang baik hati yang menggunting rambut Taemin? Pasti jawabannya udah nempel di otak para readers sekalian. Gampang kan? Tapi si Kibum lola banget ya? Padahal clue-nya kan udah jelas banget. Jaket! Jadi atas semua ini jangan ada yang bertanya kenapa Kibum nggak tahu. Karena saya hanya traslater. Traslate dari gambar ke tulisan. Jadi bagi yang masih penasaran silakan tanya sama Kiyoko Ajumma, Ok?”

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

10 thoughts on “Beauty Shine I – Part 3A”

  1. Bagus banget thor ^√^ hehe lanjut terus ya.
    Ini harus lebih cepat dari chapter lainnya ya.

    Fighting !!! ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO! └(^o^)┘

    Sabar ya Kibumie ^^ hehe

  2. Usaha ayah kibum semakin maju?
    Yg ngomong eommanya kibum???
    Tp kog komentar gitu setelah liat Salon keluarganya Kichan?
    Apa Kibum+Kichan sodaraan?

    Ditunggu part akhirnya, ne…….
    Kiyoko ahjumma siapa?
    Mian, lupa….

    1. wah, nuna berarti nggak nangkep dan nggak bisa nebak ya? Itu JINKI.
      kiyoko itu komikus pembuat beauty pop.

  3. Haha tetem dirimu bgt imut kkk
    Okeh aku yakin it kichan..
    dan org yg ngeliat Kichan dr luar salon it pasti Jinki..
    Tp knp Kichan hrs nyembunyiin kemampuannya?knp g dtunjukin?
    lanjuttt

  4. Haha tetem dirimu bgt imut kkk
    Okeh aku yakin it kichan..
    dan org yg ngeliat Kichan dr luar salon it Jinki kn?
    Tp knp Kichan hrs nyembunyiin kemampuannya?knp g dtunjukin?
    lanjuttt

  5. hahahaha…… bagus, bagus,..
    kenapa si kibum lola bgt sih? bukannya dia ranking 2 ya? trz knapa jinki g langsung bilang aja tentang kichan? wah bikin tambah penasaran nih…
    next part ku tunggu..
    Keep writing!! 🙂

  6. kok aku ngga konek ya thor??
    mungkin karena otakku lagi lola
    tapi tetep kereeeeeen kok 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s