Because of You – Part 3

Because Of You [3.4]

Title                                         : Because Of You [3.4]

Author                                     : MinKey

Main Cast                                : Taemin SHINee and Kim Ryu sung (OC)

Support Cast                           : Jonghyun SHINee,Luna f(x) as Park Sunyoung,Sulli f(x) as Jinri

Lengrt                                     : Chapter

Genre                                      : a little happy in first and second part, OOC in all parts, Mystery in three part

Rate                                         : Teen

NB                                           : Mianhae for all typo(s) ._.v Happy Reading ^^

***

Krek….

“Eonnie mianhae….”Ryu mengerutkan keningnya ketika melihat Min Rae berdiri di depan pintu dengan muka memelas.

“Waeyo?”Ryu mensejajarkan tinggi badannya dengan Min Rae dan…. terciumlah bau daging bulgogi dari mulut Min Rae. Ryu tersenyum tipis dan ia mengusap bibir Min Rae yang sedikit belepotan bumbu daging bulgogi dengan telunjuknya.

“Kau memakan semua daging bulgogi itu?”Min Rae tersenyum cengar-cengir dan Ryu hanya menggelengkan kepalanya.

“Orang-orang disini jahat ya, membiarkan anak kecil yang membutuhkan banyak nutrisi tidak makan daging. Doakan aku ya agar lulus kuliah dan bekerja disini. Akan kubelikan anak kecil sepertimu makanan bergizi!”seru Ryu dan Min Rae tersenyum simpul.

“Aku akan mendoakanmu eonnie! Fighting!”Ryu terkekeh pelan melihat Min Rae menganggap ucapannya yang ia jadikan lelucon –well,meskipun Ryu benar-benar ingin bekerja disini- malah dianggap serius.

“Kalau begitu, berarti Taemin oppa dan pasien lainnya tidak akan dibelikan daging ya?”tanya Min Rae polos.

”Biarkan saja,mereka kan sudah sering makan daging sebelum masuk sini. Lagipula perkembangan tubuh mereka sudah waktunya berhenti.”kata Ryu .

“Ah tunggu, Min Rae-ah tidak apa kan aku meninggalkanmu lagi? Sepertinya aku harus berbelanja terutama membeli daging. Hari ini biasanya aku membawakan daging untuk Jonghyun sunbae, Sunyoung, beberapa pasien yang cukup normal, dan… Taemin.”kata Ryu.

“Tidak apa-apa eon. Nanti aku akan bermain bersama pasien yang lain. Apa eonnie akan memasak daging itu di rumah? Sepertinya ada dapur disini tapi aku tidak tau dimana.”kata Min Rae.

“Oh, baiklah. Sepertinya di tasku ada beberapa cemilan seperti permen. Aku akan ke ruangan Jonghyun sunbae dulu. Annyeong!”Ryu melambaikan tangannya ke arah Min Rae dan Min Rae membalas lambaian tangan Ryu dan Ryu langsung berjalan ke ruangan Jonghyun.

***

“Ya! Jonghyun hyung! Sakit tau!”

“Siapa suruh memukul tangan ke tembok! Aku hanya bisa menyanggah tanganmu untuk sementara.Nanti sore kau akan kuantar ke rumah sakit untuk memasukkan gips ke tanganmu itu.”Ryu tanpa sengaja membuka pintu ruangan Jonghyun dan seketika Jonghyun yang ribut dengan Taemin langsung hening.

“Taemin-ssi, tanganmu kenapa?”tanya Ryu berusaha tidak tau apa-apa tapi Taemin hanya tersenyum kecut mendengarnya.

Jonghyun menyipitkan matanya dan melihat tangan kanan Ryu yang ada bercak darahnya.Jonghyun hanya berdecak pelan ketika menyadari keganjalan ini.

“Ah, Ryu. Kau kenapa kesini?”tanya Jonghyun mengalihkan pembicaraan.

“Oh, sunbae.Aku tidak apa-apa kan ke luar sebentar untuk membeli sesuatu buat Min Rae? Dia sepertinya lapar hehe.”kata Ryu tertawa kecil.

“Tidak apa-apa,jangan lupa beli banana milk yang banyak.”kata Jonghyun menekan kata ‘banana milk’ sedangkan Taemin yang berada di sebelahnya langsung meneguk air liurnya.

“Tentu saja! Ah,sunbae kau tau saja aku suka banana milk.Ah tidak,kupikir aku harus mencoba strawberry milk juga,sunyoung bilang aku terlalu maniak terhadap banana.”kata Ryu berbicara kepada dirinya sendiri.

“Ck, jodoh.”gumam Jonghyun berdecak pelan.

“Baiklah, aku berangkat dulu! Annyeong….”Ryu berlari keluar ruangan Jonghyun dengan riangnya sedangkan Jonghyun tertawa pelan.

***

“Banana milk, Strawberry milk, Pepero, Daging, bumbu-bumbu dapur, ah apa lagi ya…”Ryu memasukkan hal-hal yang ia sebukan tadi ke dalam sebuah keranjang belanja kemudian ia kembali berpikir.

“Kupikir ini saja sudah cukup, persediaan makanan di rumah masih cukup banyak kekekeke~”Ryu berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya.

Ting….

“Kamsahamnida, lain kali datang lagi.”ucap penjaga kasir ketika Ryu selesai membayar semua belanjaannya dan keluar dari mini market itu.

“Ke rumah dulu ya.”gumam Ryu melangkah ringan menuju ke arah rumahnya bersama Sunyoung.

***

“Oppa, kenapa melamun?”Taemin yang sedang memandang langit-langit kamarnya setelah beberapa jam yang lalu tangan kanannya diotak-atik oleh dokter kenalan Jonghyun.

“Ah, tidak.”elak Taemin karena menyadari ia melamun memikirkan ucapan Jonghyun  yang menyuruh Ryu membeli banyak banana milk yang katanya kesukaan Ryu –dan dirinya-

“Jangan sentuh itu, Min Rae-ah.”kata Taemin tegas ketika tangan mungil Min Rae melayang berusaha menyentuh pusat luka di tangan kanannya dan Min Rae hanya terkekeh pelan lalu menyembunyikan tangannya ke belakang punggung.

“Kenapa Ryu eonnie lama sekali…”gumam Min Rae memainkan ujung sepatunya ke sudut-sudut tempat tidur.

“Memangnya Ryu menjanjikan apa padamu?”tanya Taemin.

“Dia akan memasak daging panggang sebagai pengganti daging yang tadi aku makan hehe.”

Brak…

“Oh aigo, aku kira kau pergi kemana Min Rae.”Ryu yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar Taemin dengan tangan membawa sebuah kantong plastik yang berisi makanan.

“Habis eonnie lama sekali.”kata Min Rae polos dan Ryu langsung menghampiri Min Rae lalu ia duduk di depan Min Rae.

“Eonnie tadi mengurusi semua hal yang eonnie lupakan dirumah hehe.”jelas Ryu mengacak-acak pelan rambut Min Rae dan mengeluarkan sekotak daging dengan beberapa jajanan di atasnya.

“Ini untukmu, kembalilah ke kamarmu ya.”kata Ryu menyerahkan kotak bekal itu ke tangan Min Rae dan Min Rae dengan cepat lari keluar kamar Taemin.

“Oh Taemin-ssi.”gumam Ryu pelan ketika melihat tangan kanan Taemin yang diperban.

“Bagaimana? Rasanya sakit?”tanya Ryu dengan ringan menghempaskan kepalanya di atas tempat tidur Taemin dan memandang tangan kanan Taemin.

“Sedikit sakit, sisa rasa sakitnya menguap karena bius.”kata Taemin- entah sejak kapan- kepalanya memandang langit-langit kamarnya lagi.

“Oh, ini untukmu.”Ryu meletakkan sekotak bekal berisi daging dan disebelah kotak itu ada sejejer cemilan yang bagi Taemin hanya satu yang menggiurkan di matanya, Banana milk tentu saja.

“Aku tidak tau kau bisa memakan ini semua atau tidak tapi setidaknya,”Ryu menunjuk ke arah 5 banana milk yang berjejer itu.

“Kau masih bisa meminum ini.”lanjut Ryu mengocok-ocok salah satu banana milk dan Taemin meneguk air liurnya ketika melihat aksi Ryu itu.

Ryu yang melihat ekspresi Taemin hanya tersenyum cengar-cengir.

“Kau suka banana milk ya, Taemin-ssi?”tanya Ryu senyum-senyum sendiri tapi raut muka Taemin langsung berubah dan menatap datar Ryu yang ada di samping kanannya.

“Oh, oke. Gak suka ya?”Ryu mengambil salah satu banana milk dan ia mulai meminum banana milk itu hingga Taemin meneguk air liurnya terutama Ryu –yang sengaja- menslow motion cara minum banana milknya-_-

“YA! PERGI!”Ryu yang terkejut refleks memucratkan banana milk yang ada di mulutnya ke wajah Taemin. Melihat wajah Taemin yang masam dengan titik titik cairan banana milk disana membuat Ryu terkejut lalu berlari terbirit-birit menuju ke kamar Min Rae.

“KIM RYU SUNG!”

“TAEMIN! MAAFKAN AKU!”

***

“Jadi bagaimana ekspresinya tadi?”tanya Jonghyun menutup mulutnya dengan punggung tangan untuk menahan tawa meskipun aksi tahan tawanya tetap saja gagal karena mengingat dirinya itu….. Ya begitu.

“Ya begitu, merem masam.”jelas Ryu menggaruk-garuk kepalanya.

“Harusnya kau memotretnya saat itu! Dia jarang sekali berekspresi begitu!”seru Jonghyun.

“Aku sudah keburu lari duluan.”

“Hahahahahahaha….”tawa Jonghyun keras hingga ia memegangi perutnya, Ryu membiarkan Jonghyun tertawa sepuas mungkin agar tidak ada tawaan lagi nanti.

Makin lama tawa Jonghyun terhenti ketika tangan Jonghyun terulur mengambil sebuah map dan membaca isi map itu.

“Ehem….Ryu Sung-ssi.”panggil Jonghyun pelan yang dibalas dengan deheman pelan dari Ryu.

“Maaf tapi besok adalah hari terakhir kau magang disini….”Muka Ryu yang terlihat ceria tiba-tiba menjadi datar seperti muka Jonghyun.

Ryu POV

DEG

Aigo, bagaimana ini? Dulu awal masuk sini, aku ingin cepat keluar tapi saat magang mau selesai kenapa jadi begini? Bagaimana kalau Taemin membuat onar lagi, pingsan lagi, nanti ada darah lagi, kelelahan lagi, lalu kalau dia lapar dan ingin makan daging bagaimana? Lalu….

Pikiranku tiba-tiba gelap sementara dan merasa mulai jernih tanpa pikiran khawatir lagi. Kenapa aku harus mengkhawatirkannya? Memangnya dia siapanya aku?

Oh oke, Ryu kau mulai gila-_-

“Oh, baiklah.Besok ya? Aku harus mulai berbenah.”kataku masih memasang muka datar sedangkan Jonghyun samar-samar terlihat tersenyum.

“Baiklah, silahkan saja.”ujar Jonghyun ringan dan aku melangkah keluar dari ruangannya.

***

“Eonnie, kau sedang menulis apa?”Aku menoleh dan melihat seorang anak perempuan menatapku sambil menyedop isi strawberry milk dariku.

Aku menatap sebentar kertas yang ada di pangkuanku. Rasanya konyol sekali, membuat surat untuk seseorang padahal kita bisa menemuinya semau kita nanti.

“Hanya sebuah surat.”jawabku.”Untuk siapa?”tanya Min Rae.

“Untuk….. seseorang.”

“Seseorang? Surat cinta ya? Untuk Taemin oppa?”Uhuk. Gadis ini pintar sekali menebak.

“Tidak. Aku harus berpikir berkali kali untuk memberikan Taemin surat cinta.”ujarku.

“Kenapa eon? Banyak perawat disini yang bilang Taemin oppa itu tampan, tapi sepertinya tampan itu termasuk hal baik.”jelas Min Rae.

“Mereka tidak tau seberapa kekanak-kanakkannya Taemin.”sanggahku.

“Tapi kata mereka juga,meskipun Taemin itu sudah tua dan terlihat kekanak-kanakkan tapi dia terlihat manis dan imut.”kata Min Rae pelan.

“MWO?!”Pintu kamar terbuka dan terlihat seorang namja berpiyama dengan rambut acak-acakkan di balik pintu.

“Kau mengintip ya?! Dasar penguntit!”Aku melayangkan sebuah bantal ke kepalanya dan dia malah menangkap bantal itu.

“Aku hanya sekedar lewat lalu mendengar kalian berbicara tentangku jadi aku berhenti sebentar untuk mendengarkan. Siapa tau kalian membicarakan hal buruk tentangku. Ternyata malah soal noona noona yang ada disini.”jelas Taemin menguap pelan.

“Kau baru bangun tidur? Ini sudah jam 11! Mandi sana!”seruku.

“Aish, buat apa mandi kalau beberapa jam lagi kau akan mandi lagi? Buang-buang air.”tolak Taemin tiba-tiba duduk di sebelah Min Rae.

“Taemin oppa dan Ryu Sung eonnie seperti pemain drama korea yang pacaran itu.”

“Andwae! Aku tidak mau berpacaran dengan namja kekanak-kanakkan seperti dia!”seruku menutup mata, membayangkan kalau Taemin menjadi namja chinguku ><

Taemin yang biasanya cerewet jika diledek begitu –apalagi oleh seorang gadis kecil seperti Min Rae- tapi sekarang malah diam saja memasang wajah bingung.

“Aku kembali dulu ke kamarku.”kata Taemin singkat beranjak dari posisi duduknya dan keluar kamar Min Rae.

“Ada apa dengannya? Aneh sekali.”

Ryu POV End

***

Author POV

“Terlalu baik, mudah sekali tersenyum padahal Jonghyun hyung bilang dia senasib denganku.

Terkadang cuek tapi kadang kadang care dan cerewet juga. Yeoja itu aneh, pantas saja aku belum pernah berpacaran dengan mereka saking anehnya.

Terkadang wajahnya bikin senang juga tapi kalau melihat sikapnya seperti itu terutama terlalu ingin tau seperti eommaku saja, seharusnya dia tidak bersikap sok tua itu jadi dia tidak akan kena amarah dariku jika aku mengingat ibu dengan sikapnya saat aku masuk SHINee dulu dan….”

“Sekarang, seorang Lee Taemin menulis diary ya?”Taemin yang sedang menulis di atas sebuah buku pelajarannya –yang beberapa tahun yang lalu- di bagian daftar pusaka langsung menutup buku itu saat badan Jonghyun terlentang di sebelahnya.

“Isinya apa? Ryu?”Jonghyun tersenyum smirk menekan kata ‘Ryu’ dan Taemin hanya memutar kedua bola matanya lalu bangkit dari tempat tidurnya sambil memeluk bukunya.

“Ungkapan perasaanmu sebelum telat,Taemin!”seru Jonghyun sebelum pintu kamar Taemin tertutup lagi.

“Apa maksudnya. Masih ada waktu sangat banyak untuk itu.”

***

Keesokkan harinya…

“Kata Jonghyun, Taemin terbangun jika ada suara sedikitpun jadi bagaimana…”gumam Ryu memeluk sesuatu di dadanya sambil melangkah pelan menuju ke suatu tempat.

Ketika Ryu sampai di tujuannya, dia hanya menyelipkan sebuah surat kecil di bawah pintu kamar lalu tersenyum samar.

“Baiklah…”Ryu membetulkan letak tas kecilnya.

“Sunyoung-ah! Ayo pulang!”

“Ne! Ppali!”

“Annyeonghigaseyo~”

***

“HUAHHHHH!”

BRUK….

“IGE MWOYA? PAGI-PAGI BUTA BEGINI KENAPA BERISIK SEKALI?”omel Taemin kencang-kencang karena teriakkan itu sekarang dia sedang dalam posisi mencium lantai.

Bukannya tangisan anak kecil itu mereda, malah semakin menjadi-jadi.

Taemin yang merasa resah langsung memakai jaketnya yang bertengger di gantungan belakang pintu dan berjalan menuju ke kamar nomor 17. Oh well, suara siapa lagi kalau bukan dari kamar sebelah?

“Ryu, tolong diamkan Min Rae! Kau tau, tangisannya sangat berisik!”Bukannya suara Ryu yang terdengar tapi malah suara Min Rae yang meneriaki nama Ryu terus. Mata Taemin yang sedaritadi masih menutup perlahan membuka lalu ia melihat Min Rae guling-guling di atas kasurnya. Bukan hanya itu saja, di lantai itu berserakkan buku, guling, bantal, selimut, pecahan gelas, dll.

Taemin yang melongo melihat keadaan kamar itu seperti kapal pecah langsung tersadar dan menghampiri Min Rae.

Karena bingung mau melakukan apa, Taemin hanya terdiam saja –tampak seperti orang berpikir- di pinggiran tempat tidur.

Taemin mulai memutar memorinya saat SHINee Hello Baby dulu tapi ia langsung tersadar, biasanya yang menghentikkan Yoogeun menangis adalah Key dan Minho bukan dirinya. Sayangnya pasangan Minho-Key itu tidak ada di sampingnya dan satu lagi, dia termasuk bad appa di Hello Baby.

“Ah, sudahlah. Yang penting sekarang dia diam dulu lalu menjelaskan semuanya.”gumam Taemin menggendong Min Rae pelan-pelan.

Min Rae yang masih dalam keadaan ‘mengamuk’ itu langsung menendang-nendang badan Taemin. Taemin hanya mengabaikannya karena dia sudah kebal ditendang begitu karena dulu Yoogeun sering memukulnya (poor Taemin-_-v)

***

Brak…

“Jonghyun hyung!”Jonghyun yang sedang menyeruput secangkir teh paginya langsung kaget dan tidak sengaja menumpahnya seperempat isi cangkir itu.

“Ya, Taemin! Aish!”umpat Jonghyun gagal memarahi Taemin tapi malah sibuk mengusap pelan bekas tumpahan teh itu di kaosnya.

“Ryu kemana? Dia kan biasanya gak telat datang hyung.”tanya Taemin menggerak-gerakkan tubuhnya pelan untuk meredamkan tangisan Min Rae.

Jonghyun yang menyadari nama Ryu di sebut-sebut langsung menengok ke arah Taemin.

“Soal Min Rae ya? Carilah cara untuk menghentikkan Min Rae meskipun sebentar saja.”kata Jonghyun.

“Tapi bagaimana caranya? Hyung, kau kan dulu sering berurusan dengan bayi saat Hello Baby.”kata Taemin.

“Aku harus bagaimana? Biasanya Yoogeun akan senang jika aku memberikkannya poppo (?) Masa aku harus memberikan Min Rae poppo juga(?)?”tanya Jonghyun dan seketika muka Taemin menjadi datar dan suasana hening bung-_-

“Oke, jawab pertanyaanku dulu. Dimana Ryu?”tanya Taemin cepat.

“Waktu magangnya sudah selesai.”jawab Jonghyun singkat.

“Mwo? Bagaimana bisa?”tanya Taemin terkejut.

“Kenapa? Bukannya dulu kau bilang seorang Lee Taemin tidak memerlukan orang seperti Ryu? Makanya pikirkan dulu apa yang akan kau ucapkan, jangan main ceplas-ceplos aja. Kau ingat kan ucapanku semalam? Cepat ungkapkan perasaanmu sebelum terlambat tapi kau malah membantah.”ujar Jonghyun telak membuat Taemin tidak bisa berkata-kata lagi. Termakan ucapan sendiri itu kalimat yang cocok untuk Taemin.

“Aku akan mencari banana atau strawberry milk untuk Min Rae.”kata Taemin pelan lalu ia keluar ruangan Jonghyun masih tetap dalam keadaan menggendong Min Rae.

***

“Oppa, kau tau rumah Ryu eonnie? Ayo kita susul Ryu eonnie sekarang!”seru Min Rae yang sudah berhenti menangis karena tangisannya ditutup oleh banana milk yang tersisa di kamar Taemin.

“Kalau aku tau, aku juga sudah menyusulnya sedaritadi.”kata Taemin membanting tubuhnya ke atas tempat tidurnya lalu menghela nafas berat.

“Baiklah….”Min Rae meraih beberapa banana milk yang ada di lemari Taemin lalu melangkah keluar menuju ke luar kamar Taemin.

“Oppa, aku ambil beberapa banana milk ya.”kata Min Rae di luar kamar Taemin sebelum menutup pintu.

“Iya, ambil saja sesuka hatimu.”jawab Taemin asal.

“Di bawah pintu kamar oppa ada sebuah surat, cepat diambil sebelum terinjak-injak lalu rusak.”

Taemin langsung loncat dari tempat tidurnya dan mengambil surat yang tepat di bawah pintu.

“Dari siapa? Noona noona yang ada disini? Ya sudahlah, abaikan saja.”gumam Taemin memandang sejenak surat itu lalu membuangnya asal dan ia tiduran lagi di tempat tidur.

Taemin –yang sebenarnya penasaran untuk pertama kalinya- mulai melirik-lirik ke arah surat itu dan melihat tulisan di surat bagian depan yang tertulis: “To: Lee Taemin SHINee yang kekanak-kanakkan.”

“Tidak biasanya noona-noona itu memanggilku dengan nama lengkap ditambah SHINee-nya, apa itu dari….”Taemin mengulurkan tangannya dan menggapai surat itu lalu ia mulai membaca isi suratnya.

So Goodbye…..Don’t cry and smile…..

Hehehe, memangnya kau mau menangisiku? 😀 jadi nyanyi lagunya Jonghyun oppa kan hehe.

Hey Hey Hey, bagaimana keadaan Min Rae? Dia masih menangis pagi-pagi dengan kencangnya? Pasti dia membangunkanmu dan kau marah-marah. Jangan marahi dia, ini salahku -_-v Dan, apa kau Min Rae dan Jonghyun oppa akan bisa hidup tanpa masakanku? Aigo, aku terlalu berharap sekali ya x_x

Akhirnya aku memanggil Jonghyun dengan sebutan oppa. Dia baik –sangat baik membiarkan aku mengetahui tentangmu, dia sendiri, Key-ssi, Minho-ssi, Onew-ssi, dan grup kalian SHINee meskipun dia tidak memberitahukan soal masa lalumu. Kalau aku bertanya padamu aku bisa kena marah lagi-____- males

Kasian yah, Taemin sunbae gak aku panggil dengan sebutan ‘oppa’ :p habis sunbae jahat-_-

Ini aja yang pengen aku tulis, jangan kangen ya ._.v

Annyeong…higa…seyo…

“Dasar bodoh. Kim Ryu Sung pabbo! Bahkan kau pergi disaat aku belum mengatakannya!”

-TBC-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

7 thoughts on “Because of You – Part 3”

  1. Bagus banget thor cepet balik ya hehehe

    Next chapternya jangan lama lama lagi tegang nih hehe

    Go Go Fighting !!! ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO! └(^o^)┘

  2. Muahahhaha,,,,
    pengen ketawa ngakak pas insiden ‘banana milk’ ituh…
    Hahahahha
    LOL

    btw, smpe brp Part nih?

  3. tuh kan si Taemin baru nyesel.
    Tapi kok aku baru sadar kalo si Ryu itu pede gitu yah?
    Aku tunggu ya part berikutnyaa jangan lama-lama please*berlutut di kaki author*

  4. Pingback: The Ninety Nine
  5. Terkadang aku merasa TaeMin itu seperti manusia normal dan tidak ada kadar gila dalam dirinya.
    Begitu juga dengan MinRae. Ga ada kadar gila, yang ada pasien stress bukan gila.
    Baca dan comment. Lanjut baca

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s