Follow Your Heart [2.2]

Follow your heart

Title                : Follow your heart Part 2

Author            : EShyun

Genre             : Friendship, romance

Length            : Twoshot

Rating             : PG – 15

Main cast        :

  • ·         Lee Taemin
  • ·         Choi Minho
  • ·         Shin Heehyo
  • ·         Shin Minrin

Cover by : Cafe Poster (http://cafeposterart.wordpress.com)

 

            Ini part duanya chingudeul ^^

Warning! Typo masih bertebaran..

Selamat menikmati (?)….

 

Heehyo terjaga dari tidurnya, senyuman menghiasi wajahnya. Hatinya sangat senang, mengingat hari ini ia akan kencan dengan Minho. Ia segera mandi dan bersiap-siap.

Tepat jam 10 Minho sudah berada dirumah Heehyo. Setelah meminta izin dengan umma, mereka segera pergi menuju taman bermain.

Disana mereka mencoba setiap wahana yang ada. Terlukis raut kegembiraan diwajah keduanya. Mereka saling bercanda dan tertawa bersama. Mungkin orang-orang yang melihat, akan menganggap mereka sebagai sepasang kekasih.

Merasa lelah, mereka memutuskan untuk beristirahat. Heehyo mengajak Minho untuk membeli ice cream. Saat menunggu pesanan, tanpa sengaja mata Heehyo menangkap sosok yang ia kenali lalu berlari menghampiri orang tersebut.

“Oppa…” panggilnya pada orang itu yang ternyata adalah Taemin. “Oppa, bagaimana bisa kau disini? Kau sendirian?”Heehyo bertanya setelah sampai didekatnya.

“Hey, akhirnya aku menemukanmu. Tadi aku kerumah, tapi umma bilang kau pergi kesini dengan temanmu jadi aku menyusulmu. Dari tadi aku mencarimu, bahkan aku meneleponmu berkali-kali namun kau tidak mengangkatnya.”jelas Taemin.

“Mianhae oppa. Sepertinya aku meninggalkan handphoneku dirumah.”

“Heehyo, kau kenapa meninggalkanku?”Minho datang dengan membawa 2 buah ice cream. “Ini punyamu.”lanjutnya sambil menyodorkan sebuah ice cream.

“Gomawo.”Heehyo mengambil ice cream yang disodorkan Minho. “Mianhae Minho, tadi aku melihat dia jadi aku menghampirinya. Minho, kenalkan ini Taemin oppa, sahabatku dari kecil.”

“Taemin? Bukankah kau anak baru itu?” tanya Minho.

“Iya, dia anak baru di kampus kita. Dulu saat aku masih kecil kami tinggal bersebelahan, dialah orang yang selalu bersamaku. Hingga suatu hari dia harus pindah bersama keluarganya dan akhirnya kami kembali bertemu lagi.”jelas Heehyo. “Dan oppa, ini Minho. Temanku.”

“Hey.”sapa Taemin. “Kau teman Heehyo? Benarkah? Aku fikir tadi kau adalah namjachingunya.”ujarnya.

“Haha, itu tak seperti yang kau fikirkan. Saat ini kita hanya berteman kok.”jawab Minho.

“Minho, bagaimana kalau Taemin oppa ikut bersama kita? Bukankah kalau lebih ramai akan semakin seru?”

“Hmm, tentu saja. Ayo.”

Mereka bertiga menghabiskan waktu bersama hingga tak terasa hari sudah semakin sore dan mereka memutuskan untuk pulang. Awalnya Minho ingin mengantarkan Heehyo pulang, namun ditolak dengan alasan dia akan pulang bersama Taemin karena setelah itu Taemin akan bermain dirumahnya. Minho tentu saja menerima alasan itu walau dengan berat hati. Dan disitulah mulai muncul rasa cemburu Minho pada mereka.

Hari berganti hari, hubungan Taemin dan Heehyo semakin dekat. Bahkan Heehyo lebih sering terlihat bersama Taemin daripada Minho. Hal ini membuat Minho sedikit marah dan cemburu. Namun ia tak mau memperlihatkan kemarahan dan rasa cemburunya itu dihadapan Heehyo.

“Annyeong Heehyo-ah.. ”sapa Minho pada saat mereka bertemu di dekat parkiran. “Hmm, kau nanti malam ada acara tidak?”

“Annyeong Minho-ah. Nanti malam? Hmm kenapa memangnya?”

“Rencananya aku ingin kerumahmu ada pelajarang yang tak kumengerti. Kata teman-teman kau byang paling mengerti tentang itu, jadi aku ingin kau mengajariku.”pintanya.

“Aduh, mianhae Minho-ah. Bukannya kau tak mau, hanya saja nanti malam aku sudah berjanji akan menemani Taemin oppa mencari bahan untuk tugasnya.”

“Taemin? Huh… baiklah.”ujarnya lemas.

“Jeongmal mianhae, tapi aku…”

“Ne, aku mengerti kok. Mungkin lain kali saja aku memintamu mengajariku. Yasudah, aku duluan ne. Annyeong.”pamitnya lalu pergi.

Seperti itulah, ia selalu lebih mementingkan Taemin daripada Minho.

Malam harinya, seperti yang telah ia rencanakan, jam 7 mereka berdua pergi keluar. Setelah selesai mencari bahan tugas, Taemin mengajaknya singgah ke sebuah cafe.

“Heehyo-ah, kau mau pesan apa?”

“Hmm, cappucino latte oppa.”

“Baiklah, kalau begitu aku juga.”ujarnya lalu ia mengatakan pesanannya itu pada seorang pelayan.

“Heehyo-ah…  Kau tahu saat-saat seperti ini membuatku merasa sangat senang.”

“Maksudmu oppa?”

“Maksudku, ketika aku bersamamu entah mengapa hatiku terasa sangat tenang. Hanya dengan melihat senyummu, itu rasanya seperti aku merasakan kebahagian. Enathlah, akupun tak mengerti mengapa aku seperti ini.”ujarnya yang membuat Heehyo tersenyum malu.

“Kau ini.. jangan menggodaku seperti itu. Aku kan jadi malu, oppa.”

“Haha… kenapa kau malu? aku mengatakan apa yang aku rasakan. Ini memang dari hatiku, Heehyo-ah.”

“Walaupun… tetap saja itu membuatku malu.”

“Ya.. kau ini aneh. Baru dipuji seperti itu saja wajahmu langsung memerah.”

“Jeongmal?”ia terkejut, menundukkan kepala berusaha menyembunyikan semburat merah di pipinya.

“Hey, kau tak perlu menunduk seperti itu. Aku suka kau apa adanya, apalagi ketika kau merasa malu seperti ini.”ujarnya sambil mengangkat kepala Heehyo.

“Gomawo oppa.”ujarnya lalu tersenyum dan dibalas pula dengan senyuman oleh Taemin.

Beberapa jam kemudian, merekapun memutuskan untuk pulang. Malam itu terasa indah bagi keduanya.

Setelah malam itu, Taemin dan Heehyo mulai merasakan perasaan yang berbeda. Setiap bersama, jantung mereka berdetak lebih cepat dan mereka merasakan kenyamanan yang sebelumnya tak pernah mereka rasakan. Dan akhirnya mereka sadar, kebersamaan membuat mereka saling jatuh cinta.

Taemin akhirnya memantapkan diri untuk mengungkapkan perasaannya itu. Sebelumnya ia telah memberitahu umma tentang keinginannya dan itu disambut baik oleh umma.

Keesokan harinya, Taemin datang kerumah Heehyo. Didapatinya rumah itu kosong dan dengan mudah Taemin masuk kedalam karena ia telah mendapatkan kunci dari umma. Ini adalah salah satu dari rencana mereka. Umma mengajak Heehyo keluar, sementara Taemin menyiapkan semuanya.

Sorenya Heehyo dan umma telah pulang. Heehyo agak terkejut karena melihat Taemin sedang duduk di luar pagar, seakan sedang menunggu sesuatu. Melihat kedatangan Heehyo, Taemin berdiri dan mendekati Heehyo.

“Hey, bagaimana dengan jalan-jalannya? Apakah menyenangkan?”tanya Taemin sambil tersenyum.

“Oppa, bagaimana kau bisa tahu? dan apa kau sudah lama menunggu disini? Mengapa kau tak menghubungiku?”Heehyo menjawab dengan pertanyaan pula. Ia sedikit khawatir.

“Apa yang tak aku ketahui darimu, Heehyo? Aku sudah menyiapkan sebuah kejutan untukmu. Sekarang kau harus memejamkan matamu.”Taemin lalu menutup mata Heehyo dengan sehelai kain.

“Kejutan? Tapi inikan bukan ulang tahunku oppa.”

“Sudahlah, ikuti saja perkataanku.”

Setelah menutup mata Heehyo, Taemin membawanya ke taman yang telah ia sulap menjadi tempat yang sangat indah. Bunga mawar putih menghiasi setiap sudutnya, dan di tengah-tengah beberapa lilin disusun membentuk sebuah hati. Taemin mengarahkan Heehyo menuju lilin-lilin itu.

“Nah, sekarang kita sudah sampai.”Taemin membuka penutup mata Heehyo. “Its just for you, Heehyo. I hope you like it..”

“Oppa, apa ini? Kau…??”Heehyo terkejut melihat pemandangan sekitarnya. Taemin berlutut didepannya lalu mengeluarkan sebuah kotak mungil dari kantung celananya.

“Shin Heehyo, would you be my girlfriend?”ujar Taemin sambil menyodorkan kotak mungil yang berisi sebuah cincin berlian yang sangat indah.

“Oppa, kau…. benarkah ini? Apa aku tak bermimpi?”Heehyo kembali terkejut dan masih tak percaya dengan apa yang baru saja dia alami.

“Tidak Heehyo, ini kenyataan. Baiklah aku akan mengulanginya lagi. Shin Heehyo, would you be my girlfriend?”ulangnya.

“Ne oppa, I do…”ujar Heehyo lalu menyuruh Taemin berdiri dan seketika itu pula ia langsung memeluk Taemin. “Oppa, aku sangat bahagia.. Aku kira hanya aku saja yang merasakan hal ini, ternyata kau juga.”

“Iya, aku juga merasa sangat bahagia. Karena mulai sekarang kau adalah milikku..”Taemin membalas pelukan Heehyo. “Saranghae, Heehyo.”

“Nado oppa.”

“Ini cincin untukmu, aku membelinya bersama umma semalam.”

“Umma? Berarti ini semua sudah kau rencanakan? Dan umma tahu tentang hal ini?”

“Ya, tentu saja. Sini aku pakaikan.” Taemin menarik tangan Heehyo lalu memakaikan cincin itu. “Pas, kau terlihat lebih cantik Heehyo.”Taemin membelai rambut Heehyo.

“Gomawo oppa. Aku berjanji akan selalu menjaganya seperti kau menjagaku.”

“Ne, aku pasti akan menjagamu dan tak akan membiarkan kau merasa sakit sedikitpun.”Taemin mengakhiri perkataannya dengan ciuman lembut di dahi Heehyo. “Kau berjanjilah tak akan meninggalkanku dan akupun tak akan meninggalkanmu.”

“Ne oppa. Aku berjanji.”Heehyo meletakkan kepalanya di bahu Taemin.

Sore itu terasa sangat indah bagi keduanya. Sore berganti malam, Taemin akhirnya memutuskan untuk pulang walaupun Heehyo masih enggan untuk berpisah dengannya.

Hari-hari mereka jalani sebagai sepasang kekasih. Namun Minho yang masih menaruh hati pada Heehyo tak mengetahui hal itu. Dia memang merasa kalau Heehyo mulai menjaga jarak padanya, namun hal itu tak terlalu ia hiraukan karena ia berfikir bahwa Heehyo sedang sibuk dengan kuliahnya.

Hari ini adalah ulang tahun Minho. Dia bermaksud untuk mengajak Heehyo berjalan-jalan dan akan mengungkapkan perasaannya. Ia tahu sangat kecil kemungkinannya untuk Heehyo menerima ajakannya, tapi ia tetap akan mengajak Heehyo. Selesai kuliah saat ingin menemui Heehyo, ia tak sengaja melihat sesuatu yang berbeda di depan lokernya. Karena penasaran iapun berjalan mendekat.

 

“Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday… happy birhday to you.. Selamat ulang tahun Minho, semoga apapun yang kau inginkan dapat tercapai^^“ Ah, aku memiliki hadiah untukmu, aku berharap kau menyuMinhonya. Itu ada di dalam lokermu.”

“Huh, mungkin ini saatnya aku untuk menunjukkan siapa aku sebenarnya. Temui aku sore nanti di taman dekat kampus dan paMinholah apa yang aku berikan. Aku akan menunggumu sampai kau datang. See you, Minho”

 

Setelah membaca pesan itu, Minho membuka loker dan menemukan sebuah bungkusan kemudian membukanya. Ia mendapati sebuah kemeja didalamnya. Ia tersenyum senang lalu memasukkan kemeja itu kedalam tasnya dan berjalan menuju motornya.

“Heehyo, ternyata kau mengingat ulang tahunku. Baiklah, nanti aku akan mengungkapkan semuanya padamu. Tunggu aku, Heehyo.”guman Minho.

Sore hari ditaman dekat kampus, Heehyo dan Taemin bermain-main disana. Mereka saling bersenda gurau dan tertawa bersama, memperlihatkan kemesraan mereka berdua.

Sementara ditempat lain, seorang yeoja tengah duduk sendirian. Ia seperti sedang menunggu seseorang, itu terlihat dari raut wajahnya.

Tak lama Minho datang dengan mengenakan kemeja yang ia dapat tadi dengan membawa sebuket bunga. Ia mencari-cari keberadaan Heehyo, lalu matanya menangkap sosok Heehyo dan ia bermaksud mendekatinya. Tapi langkahnya terhenti saat melihat orang yang bersamanya, Taemin. Ia merasa ada yang berbeda, kemesraan terpancar dari keduanya. Minho terdiam melihatnya, kakinya seakan enggan melangkah mendekati mereka sampai ia melihat pemandangan yang tak seharusnya ia lihat. Taemin dan Heehyo berciuman. Refleks, buket bunga itu terjatuh dari tangannya, dengan fikiran yang kacau ia berjalan mendekat lalu memukul Taemin hingga tersungkur.

“Minho, apa yang kau lakukan?”Heehyo terkejut melihat kelakuan Minho, lalu ia membantu Taemin berdiri.

“Kau… apa yang kau lakukan bersamanya ha? Apa maksud semua ini? Kau bilang dia hanya sahabatmu, tapi apakah sahabat saling berciuman seperti yang kalian lakukan tadi?”Minho berkata dengan emosi.

“Ya, kami memang bersahabat. Tapi itu dulu, sekarang hubungan kami adalah sepasang kekasih. Apa hakmu untuk melarang kami?”jawab Heehyo. “Lihatlah apa yang telah kau perbuat.”lanjutnya.

“Aku tak kenapa-kenapa Heehyo, kau tak perlu marah seperti itu. Pasti ada alasan kenapa Minho melakukan ini.”Taemin menengahi pertengkaran mereka.

“Tidak kenapa-kenapa gimana oppa? Lihatlah bibirmu berdarah oppa.”ujar Heehyo.

“Huh, dasar kau namja lemah.”Minho meremehkan Taemin.

“Ya! Apa maumu Minho? Kenapa kau tiba-tiba datang dan malah mengacaukan suasana?”tanya Heehyo.

“Apa mauku? Harusnya aku yang bertanya padamu apa maumu Heehyo. Apa maksudmu melakukan ini padaku? Kau selalu memberiku hadiah-hadiah kecil dan kata-kata penyemangat, kau seakan memberikan harapan padaku. Dan kau lihat, seperti permintaanmu aku datang menemuimu disini dengan mengenakan kemeja pemberianmu. Tapi apa yang aku dapati? Kau malah bermesraan dengan dia, apa ini maksudmu menyuruhku datang kesini? Untuk pamer kemesraan dan menyakitiku seperti ini?”Minho meluapkan emosinya.

“Hadiah? Kata-kata? Dan kemeja? Kau tak mengerti maksudmu Minho. Aku sama sekali tak pernah melakukan apa yang kau katakan. Dan aku juga tak ada menyuruhmu untuk datang ketaman ini. Memang dulu akau sempat mempunyai rasa padamu, tapi itu dulu sebelum Taemin oppa datang.”

“Tunggu, kau bilang kau tak pernah melakukan semuanya? Apa kau bercanda Heehyo? Kemeja ini, bukankah tadi kau memberikannya padaku sebagai hadiah ulang tahunku?”Minho terkejut mendengar jawaban Heehyo.

“Kemeja? Ulang tahun? Hey, bahkan aku tak mengetahui kalau hari ini ulang tahunmu Minho.”jawab Heehyo.

“Tapi, aku tadi…”Minho terdiam. “Heehyo, benarkah selama ini bukan kau yang melakukan itu?”

“Iya Minho, aku sama sekali tak melakukan apa yang kau sebutkan itu.”

“Minho, aku fikir kau telah salah sangka.”Taemin yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara. “Kau menyangka semua itu dilakukan oleh Heehyo, padahal sebenarnya kau tak mengetahuinya kan? Hmm, aku tahu bahwa orang yang kau cintai itu bukanlah Heehyo, tapi yeoja yang melakukan itu. Selama ini kau hanya mengikuti fikiranmu bukan hatimu.”lanjut Taemin.

“Tidak, aku yakin kalau rasa ini memang untuk Heehyo.”bantah Minho.

“Minho, apa yang kau rasakan saat menerima hadiah-hadiah itu dan apa yang kau rasakan saat sedang bersama Heehyo?”tanya Taemin kemudian.

“Tentu saja aku merasa senang, aku…”Minho terdiam. “Hanya saja itu sedikit berbeda.”lanjutnya.

“Nah, itulah yang  kumaksud Minho. Kau tak sepenuhnya mencintai Heehyo, separuh hatimu menginginkan yeoja itu.”

“Jadi maksudmu selama ini aku salah?”

“Ikutilah kata hatimu Minho, dan kau akan menemukan kebenarannya. Sebaiknya kami pergi, aku tahu kau butuh waktu untuk sendiri.”ujar Taemin lalu pergi bersama Heehyo.

Minho hanya bisa menatap kepergian Taemin dan Heehyo. Dia merasa perkataan Taemin itu benar. Minho terduduk di bawah pohon lalu memejamkan matanya, mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.

“Minho,”terdengar suara seorang yeoja, lalu Minho membuka matanya dan melihat yeoja itu duduk disampingnya. Dia merasa tak mengenali yeoja itu.

“Siapa kau?  Kau mengenalku?”tanya Minho heran.

“Ya, tentu saja aku mengenalmu bahkan sangat mengenalmu. Hanya saja kau yang tak mengenalku.”jawab yeoja itu sambil memperhatikan Minho lalu tersenyum.

“Hmm, apa yang kau lihat? Apa ada yang salah dariku?”

“Ani, aku hanya merasa senang. Ternyata kemeja itu sangat pas denganmu.”

“Kemeja?”Minho terkejut. “Jadi yeoja itu, kau?”lanjutnya tak percaya.

“Ya, itu aku. Semua yang kau temukan di loker adalah pemberianku. Jujur, sudah lama aku menaruh rasa padamu, Minho. Tapi aku terlalu malu untuk mengungkapkannya, bahkan untuk menyapamu saja aku tak memiliki keberanian. Aku takut kau mengabaikanku dan akhirnya aku merasa sakit, makanya kau melakukan ini. Maaf kalau kau merasa terganggu, aku tak bermaksud. Aku hanya ingin membuatmu tersenyum bahagia. Karena bagiku bahagiamu adalah bahagiaku.”jelas yeoja itu lalu menundukkan kepalanya.

“Hey, tatap aku.”pinta Minho. “Semua yang kau bilang, apakah benar?”tanya Minho dan dijawab dengan anggukan oleh yeoja itu. “Mianhae, jeongmal mianhae…”Minho tiba-tiba memeluk yeoja itu. “Maafkan aku….”

“Maaf untuk apa Minho?”tanya yeoja itu heran.

“Kau tahu, selama ini aku telah salah. Aku menyangka bahwa Heehyo yang melakukan itu. Karenamu aku merasa bahagia, setiap kata-kata darimu seakan menjadi mantra untukku menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Ternyata benar yang dikatakan Taemin, hati tak akan salah. Dan kau tahu, sekarang aku sadar bahwa yang aku cintai bukanlah Heehyo, tapi kau…”

“Minho…”yeoja itu sangat terkejut mendengar perkataan Minho. “Kau tidak sedang bercanda kan?”

“Tentu saja tidak. Aku mungkin memang tak mengenalmu, tapi dengan apa yang telah kau lakukan padaku itu telah membuatku jatuh cinta padamu.”Minho melepas pelukannya. “Hey, tapi aku tak mengetahui namamu.”lanjutnya yang sukses membuat yeoja itu tertawa.

“Aku Minrin, Shin Minrin.”

“Minrin.”Minho tersenyum. “Saranghae Shin Minrin.”Minho mencium dahi Minrin.

“Nado, Minho.” ujarnya lalu memeluk Minho.

Minho dan Minrin menghabiskan sore itu dengan saling mengenal satu sama lain. Rasa bahagia terpancar dari keduanya. Minho menceritakan semuanya pada Minrin, termasuk peristiwa yang baru terjadi antaranya dengan Heehyo dan Taemin. Dia berkeinginan untuk meminta maaf dan berterima kasih kepada mereka.

Besoknya Minho dengan Minrin menemui Heehyo dan Taemin. Mereka mencari dikampus dan akhirnya menemukan mereka di kanti. Minho lalu menghampiri mereka.

“Hey.”sapa Minho. “Apa aku boleh duduk disini?”

“Hey. Ya tentu saja, silahkan.”jawab Heehyo. “Minho itu siapa?”sambungnya sambil menunjuk yeoja yang disampingnya.

“Ah, kenalkan ini Shin Minrin. Dia yeojachinguku.”jawab Minho.

“Yeojachingu?”tanya Taemin dengan senyum penuh arti.

“Ne, ini semua berkatmu Taemin. Semua yang kau katakan itu benar, selama ini aku hanya mengikuti fikiran, bukan hatiku. Tapi sekarang aku sadar kalau dialah yang aku cintai, yeoja yang selalu memberiku hadiah-hadiah itu.”

“Jadi, dialah yeoja itu? Bagaimana bisa kau menemukannya?”tanya Heehyo.

“Setelah kepergian kalian semalam, aku masih terus berfikir hingga dia tiba-tiba menghampiriku dan mengatakan semuanya padaku. Saat itulah aku sadar, aku mencintainya.”jawab Minho sambil tersenyum. “Taemin, soal semalam aku ingin meminta maaf padamu, dan juga berterima kasih. Karenamulah aku bisa menemukan cintaku.”lanjutnya lalu merangkul Minrin.

“Iya, aku sudah melupakan kejadian semalam. Aku ikut senang karena kau telah menemukan yeojamu, aku harap hubungan kalian akan bertahan selamanya.”ujar Taemin.

“Iya Minho, aku juga senang mendengarnya.”lanjut Heehyo. “Minrin, kau jagalah Minho dan bahagiakanlah dia.”kali ini Heehyo berkata pada Minrin.

“Iya, tentu saja Heehyo.”

“Berarti sekarang kita sudah punya pasangan masing-masing? Hmm sepertinya sesekali kita bisa double date.”ujar Heehyo yang disambut oleh tawa mereka.

Akhir yang indah, walaupun tidak dengan awal yang indah. Tapi sekarang semuanya telah mendapatkan kebahagiaan masing-masing. Ingatlah untuk menggunakan hati, bukan fikiran. Karena hati tak akan pernah membohongimu…

END–

Uwaaa, sebenarnya author bingung mau buat endingnya gimana, dan jadilah meng-gaje gini. Mian, kalau ff nya nggak bagus TT, author masih dalam masa pembelajaran.. komen… komen… jangan lupa yak^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

4 thoughts on “Follow Your Heart [2.2]”

  1. sarapan pagi bersama epep…
    iyeeeeeeeeeee hore ternyata jd yg pertama nongol
    iya jg sih cinggu…
    typo nya bnyk bgt,tp gak pa2 kok
    crt nya bgs,ending nya juga….
    🙂
    🙂
    🙂
    ditunggu karya2 membahana selanjutnya ya…….

  2. uhh.. So sweet..
    Btw, heehyo manggil taemin pake oppa tapi ke minho ngga.. Taemin lbh tua? Haha.. Dan lebih bijak..

  3. Wah TaeMin dengan karakter dewasa, keren
    Akhir yang indah, artinya selama ini HeeHyo menyukai MinHo karena tidak ada TaeMin disampingnya
    Intinya akhir bahagia
    (ʃƪ˘˘ﻬ)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s