Beauty Shine I – Part 3B

Beauty Shine I.3B

Tittle                : Beauty Shine

Author             : Lee Hana

Main cast         : Kichan and Kim Kibum, Cho Yeojung

Support Cast   : Lee Taemin.

Genre              : Humor, School Life, Frienship, and romance (dikit)

Type                : Kink

Length             : Sequel/Novel Length

Rating             : G

Inspired By     : Arai Kiyoko-Beauty Pop

Summary         : ‘gadis manapun ingin menjadi cantik. Mendapat sihir dari seseorang. Untuk menjadi cantik….’ *o*

Terusan dari part 3. Lagi-lagi Kibum dikejar cewek. Kali ini dia lebih keras kepala dari Yoon-ah. Dari pada dibilang keras kepala, mungkin lebih tepat dibilang bringas kali, ya? O,O #Hwoww! Kayaknya Hana udah ngebocorin karakter si pendatang yah.

Dan mulai part ini juga Jinki mulai menjalankan rencananya. Rencana apakah itu? Bagi yang penasaran silakan baca aja, yah!

Aku suka Seongsangnim… aku senang sekali… saat Seongsaengnim mengajariku dengan wajah ramah… tapi… manalah mungkin… gadis jelek sepertiku  menyukainya… aku suka Park Jiseon Seongsaengnim, guru privatku.

______

“Sudah lihat belum, majalah Hair Beauty bulan ini?”

“Sudah! Sudah! Ada Kibum Oppa, kan?”

“Model rambut yang didesain Kibum Oppa dapat penghargaan, ya!”

“Aku ingin rambutku dipotong Kibum Oppa.

“Kyaaa! Hebat banget.”

………

“Kibum Sunbae memang keren, ya?” puji Jeongsuk. “Aku juga bercita-cita ingin seperti dia.”

“Hah? Kau juga ingin jadi ahli kecantikan? Serius dong!” ujar Kichan tak yakin.

“Waktu menonton SP, aku sudah bertekad. Aku ingin menggunting rambut di bawah sorot lampu panggung. Itu sebabnya aku ingin jadi juara kedua setelah Kim Kibum,” ujar Jungseok begitu percaya diri kemudian seenaknya mengguting rambut temannya tanpa meminta izin terlebih dahulu.

“Kichan! Menurut majalah ini, sepulang sekolah Kibum belajar di sekolah kecantikan. Itu memang jalan pintas untuk ikut ujian negara,” ujar Misun setelah membaca majalah di tangannya.

“Oh!” jawab Kichan tak peduli. Masih dengan tampang datarnya.

“Kichan nggak mau belajar di sekolah seperti itu?”

“Aniyo.”

“Hah? Tapi kalau nggak ikut ujian negara kan nggak bisa jadi ahli kecantikan.”

“Aku nggak tertarik, dengan urusan seperti itu.”

______

Kibum memandangi penghargaannya dengan wajah bahagia. Ralat! Bangga.

“Penghargaanku bertambah lagi. Cita-citaku untuk menjadi ahli kecantikan nomer satu di Korea Selatan akan segera terwujud.”

“Kibumie banyak penggemar, ya? Lihat, kau dapat banyak hadiah dari para yeoja! Ada kue, cookies, cokelat dan masih banyak lagi,” ujar Taemin yang sangat senang karena bisa memakannya, yang sebenarnya semua itu milik Kibum. Tapi Kibum tampak tak bermasalah dengan semua itu.

“Ternyata dampak dari artikel itu besar juga, ya?” ujar Jinki.

“Suatu hari nanti, aku pasti jadi ahli kecantikan nomer satu di Korea Selatan,” ujar Kibum semangat.

“Maksudmu, melebihi ayahmu? Hebat dong,” tanya Jinki, seraya melirik Kibum jahil.

“Jangan sebut-sebut ayahku! Orang pengecut seperti itu hanya bikin malu dunia bisnis kecantikan! Dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan materi,” protes Kibum begitu murka ketika mengingat apa yang telah laki-laki yang membuatnya ada itu lakukan.

“Kibumie, masih belum rukun sama ayah, ya?” tanya Taemin sedikit khawatir dengan gelagat yang ditunjukkan Kibum.

“Sabar, Kibum! Mungkin ini tujuanmu,” ujar Jinki seraya memegang rambut yang berada di puncak kepala Taemin. “Orang yang menggunakan guntingmu untuk menggunting rambut Taemin. Orang misterius yang juga telah mengubah penampilah Han Yoon-ah anak kelas 1-A dan Goo Misun anak kelas 1-C. Mungkin dia sengaja pamer kemampuan di hadapanmu,” sambung Jinki.

“Aku ingin adu kehebatan dengannya,” ujar Kibum serius.

“Kita tak tahu dimana dia berada. Tapi aku akan mencari tahu tentang hal ini.”

“Memangnya siapa dia, Jin?” tanya Taemin antusias, karena baginya dia adalah super hero misterius yang telah menyelamatkan rambutnya dari permen karet.

“Masih dalam penyelidikan,” jawab Jinki agak kesal karena namanya di sebut seenaknya. “Akan kucari dia sampai ketemu, supaya kau bisa adu kehebatan dengannya di ajang festival budaya sekolah,” ujar Jinki lagi. Kali ini dia bicara pada Kibum.

“Ide yang bagus. Baiklah, aku setuju. SP untuk festival budaya tahun ini, kita adakan pertarungan menggunting rambut paling seru!”

______

“Saat ini semangatku sedang ada di puncak. Tangan kananku bergetar menggenggam gunting. Mungkinkah panggilanku untuk menjadi seorang ‘ahli penata rambut’?” ujar Jungseok lebay.

“Rambut Yeosun dipotong sampai pitak-pitak, ya?” ujar Kichan pada Misun. Kembali, dengan tampang datarnya.

Ne. Sekarang masih nangis, lho. Kasihan,” ujar Misun.

“Aku ingin bercita-cita ingin membuat saingan SP, namanya JP. Jeongsuk Project!” ujarnya dengan tampang sombong. Atau bodoh?

Misun dan Kichan tak menggubris teman sangtae-nya yang satu ini.

“Misun!” panggil seseorang dari belakang.

Misun memutar tubuhnya. Dilihatnya Jinki tengah berjalan menghampirinya, membuat Misun kaget setengah mati.

“Aku ingin bicara sebentar. Apa ada waktu?” tanya Jinki ramah. Atau mungkin pura-pura ramah?

N… n… ne. A… a… ada apa?” tanya Misun ketakutan.

“Lho? Jinki ada perlu apa dengan Misun?” tanya Jeongsuk pada Kichan. Ia bersembunyi di belakang Kichan.

Jeongsuk juga terlihat ketakutan, meski tak setakut Misun. Sedangkan Kichan. Yah. Kau tahu, masih datar.

“Sebetulnya aku ingin bilang, sepertinya disekolah ini ada yang ingin menantang SP,” ujar Jinki.

“Akuuuuu?!” gumam Jeongsuk makin ketakutan. Ia jadi merinding. “Ga… gawat! Jangan-jangan dia tadi mendengar apa yang aku katakan tadiiiii,” ujar Jeongsuk gemetaran.

“Hah?” tanya Kichan tak mengerti.

“Waktu aku bilang mau bikin JP menantang SP.”

“Hah?”

“Jangan-jangan orang itu pula yang menggunting rambutmu tempo hari,” ujar Jinki seraya mencondongkan tubuhnya melihat Misun. Ia meletakkan tangan kanannya pada dagunya. Berpura-pura berpikir.

“A…aku… aku… bu… bukan! A… aku nggak tahu. I… itu sebabnya aku…,” ujar Misun semakin ketakutan dan gugup.

“Aku ingin kau bicara jujur, Misun,” pinta Jinki seraya mendekatkan wajahnya pada Misun. Sangat dekat. Mungkin hanya berjarak lima senti saja. Membuat gadis itu membatu dan seketika pinsan.

“Waaa, Misun!” teriak Jeongsuk panik.

Keduanya, Jeongsuk dan Kichan segera menahan tubuh Misun saat ia hampir terjatuh. Sedangkan Jinki ekspresinya masih tak berubah. Ia terlihat biasa saja. Berdiri tenang di tempatnya.

“Orang susah, cepat bawa dia!” perintah Kichan pada Jeongsuk seraya meletakkan tubuh Misun di atas punggung namja itu.

“Lho?! Kok aku?!”

“Bawa dia ke ruang kesehatan!”

“Kichan,” panggil Jinki.

Kichan menoleh.

“Keluargamu punya usaha salon kecantikan, kan? Kau akan meneruskan salon itu?”

“Aku nggak pernah tertarik, untuk menjadi seorang ahli kecantikan,” jawab Kichan tenang.

“Tapi kau memang pandai menggunting rambut, kan? Aku ingin melihat keterampilanmu memegang gunting, sekali saja.”

“Jiiiiiiiiiiiiiiiin!” teriak Taemin seraya berlari ke arah Jinki yang tengah memunggunginya. “Cepat ganti baju! Pelajaran olahraga sudah dimulai,” ujar Taemin kemudian melihat Kichan. “Selamat siang, Kichan!” sapa Taemin riang.

“Selamat siang,” jawabnya datar.

“Orang susah, bagaimana kalau kau perlihatkan hasil guntinganmu pada Jinki?” ujar Kichan mengalihkan pembicaraan.

“Eh?!” Jeongsuk panik.

“Kamu bilang mau lebih hebat dibanding SP.”

“I… itukan cuma impianku saja,” ujar Jeongsuk gemetaran.

“Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu, Jinki Sunbae,” pamit Kichan dengan senyum tipis pada Jinki kemudian memapah Misun menuju ruang kesehatan.

Jinki tak menjawab, sedangkan teman di sebelahnyalah yang menyahut dengan riang seraya melambai tinggi, “dadaaaaah!”

“Hmmm, dia tak bisa dipancing,” gumam Jinki seraya melihat Kichan yang tengah berjalan.

“M-mian, Sunbaenim! Aku cuma bercanda. Tak serius ingin mengalahkan SP,” mohon Jungseok masih gemetaran.

“Hahaha, kok ngomong sendiri, sih?” ujar Taemin melihat Jeongsuk. Padahal kata-katanya itu tak ditanggapi oleh kedua orang itu, Jinki dan Taemin.

“Tapi kalau begini, aku malah penasaran ingin menguji kemampuannya. Jang Kichan.”

______

“Kau mau ikut bikin acara di festival kebudayaan?” tanya seorang temannya.

“Begitulah,” jawab Kibum optimis.

Tiba-tiba di tengah perjalanannya ia mendengar seelompok anak perempuan berteriak-teriak membuatnya kesal.

“Cih! Pagi-pagi sudah berisik,” gumam Kibum seraya memandangi kumpulan yeoja itu dengan pandangan kesal.

Tetapi sesaat kemudian ia melihat sesuatu. Sesuatu yang membuatnya shock seketika. Sebuah poster betuliskan, ‘SP diakan hari ini! Model kali ini: Cho Yeojung. Saksikan di ruang SP.’

Dengan cepat Kibum melepas poter itu dengan marah. Sedangkan yeoja-yeoja yang mengerubunginya terlihat begitu gencar bertanya pada Kibum, tetapi ia tidak peduli. Dengan cepat ia melesat menuju ruang SP. Tepatnya ruangan mereka bertiga.

BRAK!

Kibum membuka pintu dengan sangat kasar.

Yaah, Taemin! Kau menempel poster sembarangan di koridor, ya?!” teriak Kibum marah.

Tapi di sana tak ada Taemin, yang ada hanyalah seorang yeoja gendut, pendek dan jelek tengah menunggunya. Dia tersenyum manis kepada Kibum. Membutt Kibum terkejut.

“Nah, ayo potong!” ujar gadis itu, yang telah mempersiapkan dirinya. Duduk tenang sambil membaca majalah. Sedangkan tubuhnya telah ia balut dengan kain yang membuat rambutnya jika terpotong tak mengotori pakaiannya.

Sesaat Kibum membatu. Tak percaya ada yang berani menyuruh-nyuruhnya seperti ini.

“Dengar nggak, kibum? Kau sudah lihat posternya, kan?”

Kibum tersadar mendengar kata ‘poster’ dari yeoja jelek di hadapannya. Wajahnya seketika murka. “Ternyata kau yang menempel poster ngawur ini! Berani sekali kau seenaknya mencatut nama besar SP!” teriak Kibum, meremas poster di tanganya yang sudah ia bawa dari tadi.

“Majalah ini bilang kau hebat. Desain rambutmu memenangkan penghargaan segala,” ujar gadis itu santai.

“Memang benar!”

“Nah, cepat gunting rambutku! Aku sudah menunggu selama tiga puluh menit.”

“Aku nggak mau tahu! Cepat keluar dari siniiiiiiiii!”

Seketika wajah yeoja itu terlihat kesal. “Aku mau jadi cantik, tahuuuuuu!” teriaknya, kemudian dengan cepat ia menghampiri Kibum dan mengunci lehernya dengan lengan besarnya. Menekannya kuat membuat Kibum beteriak kesakitan.

“AAAAARGH!”

Kalau nggak ada bayangan, bayangin aja Kibum di smack down. Apa yang dilakukin sama tuh cewek nggak jauh beda dengan itu, cuma bedanya gadis itu melakukannya sambil berdiri.

“Kau harus buat aku jadi cantik!”

“Nggak mau!” tolak Kibum pantang mundur.

“Wah, ada kasus,” ujar Jinki yang mengintip dari balik pintu yang setengah terbuka.

“Kibumie dicekik, ya? Mukanya pucat,” imbuh Taemin yang berada di sisi lain pintu. Ngintip bareng-bareng sama Jinki. “Tapi gadis itu beringas sekali. Kibumie bisa mati kutu, nih,” sambung Taemin sedikit khawatir melihat temannya.

“Tapi Kibum tetap gigih mempertahankan pendiriannya,” balas Jinki.

Jinki mulai memperhatikan gadis itu beberapa saat, “Hmmm, itu kan Cho Yeojung murid kelas 2-B. Mungkin bisa dimanfaatkan,” pikir Jinki.

______

“Tumben, ya. Sebelum dimulai, SP sudah menentukan model yang mau dipakai duluan,” ujar Jeongsuk seraya melihat ke arah poster yang terpajang pada tembok di hadapannya.

“Masa sih?” tanya Kichan seraya menyedot kopi susu kemasannya dengan cuek.

“SP selalu memilih gadis-gadis cantik sebagai model. Aku yakin yang namanya Cho Yeojung ini pasti sangat-sangat cantik,” ujar Jeongsuk dengan mata berbinar-binar.

Tiba-tiba seseorang mengambil poster itu dan meremas-remasnya, kemudian melemparnya dengan wajah kesal.

“Ki… Kibum Sunbae?!” pekik Jeongsuk terkejut.

“Ini sudah poster yag ke berapa hah!” teriak Kibum emosi sambil terengah-engah karena kelelahan.

Tetapi tak lama kemudian ia melihat gadis jelek itu menempelkan poter lain tak jauh dari sana.

“Yeojuuuuuung!!!” teriak Kibum kesal. “Kau jangan sembarangan, ya!” bentaknya seraya melepaskan poster yang baru saja ditempel itu.

“Pokoknya kau harus menggunting rambutku!” ujar yeoja itu seraya berlalu dengan cueknya.

Mwo?! Yeoja gendut acak-acakan itu Cho Yeojung?!” ujar Jeongsuk super kaget.

“Jangan kejam dong, Jeongsuk,” ujar Misun yang berada di sampingnya.

“Kibumie pelit!”

Kibum tersentak, kemudian segera menoleh ke arah sumber suara. Ternyata itu Kichan yang sudah berada di belakangnya.

“Kenapa kamu nggak mau menggunting rambutnya?” tanya Kichan dengan wajah datar sambil membersihkan telinganya dengan kelingkingnya. Berbicara tanpa memandang Kibum. Sangat cuek.

Yaah! Panggil aku sunbae!” bentaknya.

Kichan menghentikan aktifitasnya dan mulai memandang lawan bicaranya itu. “Apa kau punya prinsip hanya ingin menggunting rambut gadis cantik saja?”

“Berisik! Jangan ikut campur urusanku! Aku paling tidak suka orang seperti itu! Memaksa orang lain mempercantik dirinya. Padahal dia sendiri tak berusaha apa-apa! Sebelum minta tolong orang harus urus diri dulu, dong! Diet, kek!”

“Sebetulnya aku setuju denganmu.”

“Memang benar, kan?!”

“Tapi… kalau tak bisa mempercantik orang jelek, itu artinya belum profesional, dong.”

“Apa?”

“Yah, pikirkan saja sendiri! Perjuanganmu untuk menjadi ahli kecantikan terbaik se-Korea Selatan masih panjang, Kibumie,” ujar Kichan seraya melambai. Berjalan memunggungi Kibum. Pergi meninggalkannya begitu saja, seperti kebiasaannya.

“Apa maksudmu, hah?! Kau menantangku?!” teriak Kibum, membaut dua orang yang mengekori Kichan ketakutan. Jeongsuk dan Misun.

“Pikirkanlah!” gumam Kichan.

______

‘gadis manapun ingin menjadi cantik. Mendapat sihir dari seseorang. Untuk menjadi cantik….’

“Jiseon Seongsaengnim…” gumam Yeojung seraya memandangi sebuah foto. Foto dirinya bersama laki-laki muda bernama Park Jiseon.

Ia tengah duduk di taman dan melamun. Memandangi foto itu dengan raut sedih. Tetapi ia melihat seseorang. Seseorang yang tengah berjalan menghampirinya, karenanya ia segara mengantongi foto itu.

“Jinki?”

Jinki tersenyum kecil. “Cho Yeojung. Akan kukabulkan keinginanmu.”

“Oh, jadi Kibum mau menggunting rambutku?!” ujar gadis itu penuh rasa syukur.

Ani. Bukan dia.”

“Hah?”

“Di sekolah ini, masih ada orang berbakat di bidang kecantikan.”

“Oh ya?! Jincha?!”

“Orang itu akan memulai debutnya di SP saat festifal kebudayaan bulan depan. Kaulah yang akan menjadi model pertamanya.”

Yeojung terlihat terkejut.

“Kemampuannya sudah terbukti. Dia sudah mempercantik beberapa orang. Buatlah janji dengannya agar dia mau mempercantik dirimu di festival kebudayaan bulan depan.”

Mata Yeojung berbinar-binar mendengar kata-kata Jinki.

…………

“Asyiiik! Aku bakal jadi cantiiiiiik!” teriak Yeojung seraya berlari di antara kerumunan orang.

“Masa Kibum betul-betul mau menggunting rambutmu?! Curang, ah!” protes seorang yeoja tak bisa terima.

“Bukan. Bukan Kibum.”

“Terus siapa?” tanya gadis-gadis itu.

“Akan ada orang yang memulai debut di SP bulan depan. Dia yang akan menggunting rambutku. Lagi pula dia sudah mempercantik banyak orang, lho!”

“Masa, sih?! Yang mana orangnya?” tanya gadis-gadis itu penasaran.

“Bukan cuma Kibum saja yang punya keterampilan seperti itu. Percuma saja punya bakat, masa harus pilih-pilih orang dulu siapa yang akan dibuat cantik. Tiru dong orang misterius ini,” ujar gadis itu bangga, dan juga senang.

Dan tak jauh dari sana, Kibum tengah berjalan bersama Taemin. Dan keduanya dengan sangat jelas mendengar percakapan itu. Sedangkan para yeoja itu tidak menyadarinya.

______

Tiba-tiba….

BRAAAK!

Pintu kelas terbuka lebar. Seseorang masuk begitu saja dengan kasar.

“Teman-teman ada berita menghebohkaaaaan!” teriak Jeongsuk dengan wajah senang hampir mati. Ralat! Setengah mati.

“Kabar heboh apaan, orang susah?” tanya salah seorang teman laki-lakinya.

“Selain Kibum Sunbae, di sekolah ini masih ada satu orang lagi yang punya keterampilan hebat menggunting rambut!”

“Masa, sih?!”

“Nggak percaya, ah!”

“Bener, kok! Dia yang memberi hair extention pada Yoon-ah, sampai jadi cantik! Kalian tahu kan HanYoon-ah anak kelas A? Penampilannya sampai beda total! Masih ada satu lagi, berita yang paling menggemparkan! Orang misterius itu akan adu kehebatan dengan Kibum Sunbae di festifal kebudayaan bulan depan!”

Seluruh kelas langsung heboh. Tapi ada dua orang yang memiliki reaksi berbeda.

“Ki… kichan, kenapa jadi begini?” tanya Misun ketakutan.

“Yah,” jawab Kichan cuek.

______

Ohohohoho…. kalian pasti penasaran gimana pertaruangan itu berlangsung. Tunggu bulan depan, # hahaha becanda, tunggu ajah.

 Di part selanjutnya, Jinki bakalan lebih agresif ngejalanin niatnya. Tapi itu nggak bakalan mudah. Tapi ada yang dipertanyakan nih. Apa bener orang misterius itu mau adu kehebatan sama Kibum? Itu adalah tugas terberat Jinki. Tapi kamu udah tahu kan siapa orang itu? tahu dong pastinya… kalo nggak tahu main tebak-tebakan aja yuk! # apaan sih, gajebo.

Jangan lupa komennya ya!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

10 thoughts on “Beauty Shine I – Part 3B”

  1. Keren banget, cepet di lanjutin ya thor. Aduh udah tegang nih. Kira-kira yang menang siapa ya? Atau ternyata gak ada yang menang.

    Aduh Kibumie jangan marah marah terus dong. Kapan romance nya thor?? Aku pikir pas kibum minjemin jaketnya ke Kichan?

    Lanjut terus thor
    파이팅!!!!

    Jangan lama-lama ya thor °^^°

    Sampai jumpa & Terima kasih

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s