Crush

Title: Crush
Author: HeartLess
Cast: Lee Taemin, Im Nana
Genre: Romance
Length: Ficlet
Rating: General

Note: Sebuah kisah nyata di dunia lain. Diketik sambil mendengarkan lagu “Crush – Sandeul B1A4” (yang menurut sang sumber cerita adalah lagu yang mempunyai makna istimewa dalam kisah ini) yang diputar berulang-ulang dari awal pengetikan sampai selesainya.

*****

Aku tidak suka berharap, karena menyakitkan ketika harapan itu ternyata tak terjadi sesuai dengan keinginan. Sama seperti ketika di dalam benakku membayangkan kau yang tak pernah keberatan dengan kehadiranku, kau yang memberikanku tempat istimewa di sampingmu ketika tidak semua orang bisa berada di sana. Kemudian pupus ketika tangan ini ingin menggenggam tanganmu tetapi tak bersambut.

Mata ini perlahan terpejam. Hanya bisa menghirup sebanyak mungkin oksigen ke dalam dada yang sesungguhnya sudah terasa sesak. Berharap rasa sesak itu hanya karena persediaan O2 yang menipis, bukan karena rasa sakit atas kenyataan bahwa ia yang selama ini selalu menjadi mimpi dalam tidurku—dan yang muncul dalam lamunan siang hariku—baru saja melangkah menjauh. Sosok punggungnya yang menjauh tak ingin kulihat. Karena ini seperti menghujam jantungku dengan berjuta kerikil tajam yang setiap butirnya dihempas dengan kuat hingga meninggalkan rasa perih luar biasa.

Aku tidak pernah menyukai hujan. Setiap tetesnya yang menyentuh kulit terasa dingin dan menusuk kulit. Bahkan untuk saat ini juga tidak lantas menjadi hal yang menyenangkan bagiku. Bulir-bulirnya seperti menyiram gores-gores luka, meninggalkan rasa perih yang semakin menjadi. Membawa pikiranku kembali pada jejak-jejak ingatan.

Gadis itu pertama kali menarik perhatianku. Langkah-langkah kaki yang percaya diri, rambut blonde panjangnya yang terlihat serasi dengan kulit putih terawatnya. Ia selalu terlihat sendirian dengan buku, tetapi bagiku tetap menarik. Dia adalah seseorang yang jarang memperhatikan orang-orang lainnya. Tak jarang ia larut dengan kesibukannya mengotak-atik ponsel. Seseorang yang hanya akan menjawab “ne” terhadap kalimat panjang-lebarku. Seseorang yang senyum indahnya tidak disadari oleh orang-orang lain, yang tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bertahan hidup di alam liar. Gadis yang membuatku jatuh cinta—entah sejak kapan—dengan pribadinya yang tangguh, tidak akan mudah dijatuhkan siapapun juga.

Mungkin ia tak pernah menyadari, bahwa ada sepasang mata yang selalu terpaku pada apapun yang ia lakukan. Ada seseorang yang hanya bisa mengaguminya dalam diam, terpesona pada pribadinya yang berbeda dari banyak orang di luar sana. Haruskah kuakui bahwa terhadap dirinya yang gemar akan segala sesuatu tentang alam aku terikat candu? Ia yang menguasai begitu banyak ilmu mengenai survival, bertahan hidup di alam liar dengan apapun yang ada di sekitar alam tersebut. Apakah aku bahkan pantas bersamanya? Apakah ia bahkan pernah sekali saja menganggap aku sebagai seseorang yang tak kecil keberadaannya? Kenyataannya aku menjadi semakin hari semakin ketagihan untuk berada di sekitarnya. Dan lambat-laun aku yang menjadi terbiasa dengan sosoknya. Aku sedikit demi sedikit terikat padanya, terbelenggu pada kebiasaanku untuk terus ada di dekatnya. Entah sejak kapan ia mulai menghadiri setiap malam dalam tidurku. Entah sejak kapan jantung ini susah berfungsi dengan normal di dekatnya.

Benar, entah sejak kapan dengan kehadirannya—tidak, dengan kehadiranku yang selalu mengganggunya—aku mulai lupa dengan patah hatiku terhadap cinta pertamaku. Entah sejak kapan juga aku mulai meninggalkan kebiasaanku berlarian seperti bocah. Mungkinkah itu yang disebut orang dengan bertumbuh dewasa? Aku mulai ingin menjadi lebih kuat, menjadi lebih seperti seorang pria. Aku ingin bisa menjadi seseorang yang bisa diandalkannya. Aku ingin menjadi pantas untuk bisa menggenggam tangannya, agar aku bisa melindunginya dari apapun juga. Aku tak pernah menyangka bahwa perlahan sosoknya mulai menjadi sesuatu yang mengganggu tidurku setiap malam. Rindu, setiap kali ada satu hari yang terlewat tanpanya terasa seperti sebuah hari yang tidak sempurna.

“Dia memang tidak akan pernah menyukaiku, Hyung. Hatinya sudah tertulis satu nama, yaitu namamu Hyung. Nama Kim Jonghyun yang pernah ada di masa lalunya dan mungkin takkan pernah tergantikan dengan nama Lee Taemin di sana.”

Ah, sial. Entah sejak kapan bulir air mata sudah tercampur dengan basahnya hujan yang satu-satu tetesnya membasahi permukaan bumi dan aku. Aku benci merasa seperti pecundang. Beberapa belas menit yang lalu sudah ia beranjak dari hadapanku. Sebuah lagu cinta yang kulantunkan untuk menyampaikan perasaanku kini hanya menggema dan seolah menjadi pisau yang menambah luka di hatiku. Terbayang kembali tatapan matanya yang tak bisa kuartikan, dan juga ia yang lantas berdiri dan berjalan menjauh tanpa kutau alasannya. Ia yang tak membiarkan tanganku meraih tangannya. Apakah cinta selalu menyakitkan seperti ini? Ini sudah kedua kalinya aku merasakan pahitnya perasaan yang tak berbalas. Haruskah aku berhenti saja bermain dengan romansa?

Kkwae orae doen geotman gata
Neol mollae johahaetdeon na

(It’s been so long
Me, liking you and you never know)
Hoksina deulkilkkabwa maeum jorimyeo
Mareul halkka malkka honja gomineul hae

(I worry that I might get caught
Keep thinking if I should say or not)

Nae mameul algo isseulkka
Moreun cheokhago isseulkka

(Do you know my mind?
Are you pretending like you don’t know?)
Jeokdanghi twinggidaga mot igineun cheok
Mae mam bada jwo geureom andoelkka

(Pretending like you can’t overcome it
Can’t you just accept my heart?)

Nae saranga nae saranga
Ijen naege mameul yeoreo jwo butakhae

(My love, my love
Please open up your mind)
Gidarime jichyeo beoryeoseo
Himdeureo jujeoantji
anke
Nae son jaba jwo

(I’ve been tired of waiting
So exhausted but so that I won’t fall
Please hold my hand)

Saramdeulgwa tteodeureodo
Onjongil ni saenggakppunya

(Even I’m talking with people
but I still think of you all day)
Eotteoke haeya nae maeumeul jeonhalkka
Ojik han saram neoppuninde

(How to do so I can tell you about my mind
You’re my only one)

Nae saranga nae saranga
Ijen naege mameul yeoreo jwo butakhae
(My love, my love
Please open up your mind)
Gidarime jichyeo beoryeoseo
Himdeureo jujeoantji anke
Nae son jaba jwo

(I’ve been tired of waiting
So exhausted but so that I won’t fall
Please hold my hand)

Neomu saranghanikka
Neomu johahanikka
Oemyeonhaji mara jwo
Ijen nae mam bada jwo

(Because I love you so much,
Because I like you so much,
Please don’t turn away
Please accept my heart)
Haengbokhage hae julge yeongwonhi
Hamkke hago sipeo
Naege wajumyeon andoeni
(I’ll make you happy forever
I want to be with you
Can’t you just come to me)

Nae saranga nae saranga
Ijen naege mameul yeoreo jwo butakhae
(My love, my love
Please open up your mind)
Nae moksumboda sojunghan saram
Saranghae i sesang kkeutkkaji
Hamkke haejullae
(You’re more important than my life
I love you, Until this world ends
Will you be with me)

 
Dan lagu itu kembali berputar di dalam pikiranku.

*****

“Hey, sudah lama?” Duduk aku tepat di sampingnya. Wanita ini, baru berapa lamakah aku tak menatap langsung pada parasnya yang bagiku tak tertandingi indahnya? Baru sebentar, mungkin beberapa hari. Tetapi sungguh aku merindukannya, sangat. Namun sebersit rasa tak nyaman itu masih ada, hingga aku merasakan sendiri apa yang selama ini orang bilang sebagai “serba salah ketika kau tak tau apa yang harus kau perbuat akan cintamu yang tak berbalas.” Ia tidak terlihat menggariskan senyumnya dengan wajar seperti biasanya. Apakah ia juga merasakan kurang nyaman dalam artian yang berbeda? “Baru saja”, begitu jawabnya padaku.

“Benarkah?” ingin rasanya kuraih tubuhnya saat ini juga. Rindu, aku sangat rindu padanya. Sudah berapa hari harus merasa asing satu sama lain? Mungkin salahku kekanakan. Jikalaupun ia tak bisa menyambut rasaku, haruskah aku meregangkan jarak seperti ini? Sudah berapa kali 24 jam? Aku sungguh merindukannya, boleh kusampaikan dengan baris kata-kata? “Hari ini kemana saja? Melakukan apa?  Apa hari ini banyak hal yang menyenangkan?” tatapku lembut padanya yang menyambutnya tak lebih dari dua detik lalu mengalihkan pandangannya, menunduk entah karena apa. Hey cantik, aku ingin melihat wajahmu, aku rindu, tidak tahukah?
“Ti-tidak kemanapun. Aku… duduk di bukit belakang sekolah dan… ah seperti itu.” Ia terdengar menjawab ragu dan pelan, kudengar ia menghentikan perkataannya sedetik dan kemudian melanjutkan, dan menatapku. “Kau?”
“Bukit belakang? Berlatih?” Kekehku pelan.

Hey, aku ingat. Kau, gadis yang menyukai berpetualangan lebih dari apapun. Kau dan latihan survival, entahlah bagaimana dengan banyak orang di luar sana. Tetapi bagiku itulah kau, Im Nana yang memiliki apa yang tidak dimiliki banyak yeoja di luar sana. Kau dan kegemaranmu bertahan hidup di alam liar, adalah sebuah keanggunan tersendiri di mataku, tahukah?

“Aku seharian bersama Jonghyun hyung” kutarik nafasku dalam, ada sebaris kalimat yang ingin kukatakan. Sangat ingin kukatakan, bolehkah? “Dan aku rindu padamu, noona.” Dan kulihat ia mengalihkan padangannya.
Mungkin… memang terlalu membebaninya?

Maaf, aku hanya tidak sanggup menyimpannya sendiri. Aku hanya ingin kau mengetahuinya.

Bibir mungil itu bergerak, tetapi terlalu samar suara yang dihasilkannya–aku tak sanggup menangkap perkataannya. Nafasku kuhela pelan. Kulihat tangan-tangannya sibuk mengeluarkan begitu banyak yoghurt drink dari dalam tas. Diletakkannya botol-botol kecil tersebut di atas meja. Aku menyukainya, setiap botol yoghurt pemberiannya entah bagaimana terasa beda, tetapi untuk kali ini ini tidak penting. Kusentuh pelan kedua pundaknya dengan tanganku, memutar pelan tubuhnya agar sepenuhnya menghadap padaku.

Hey, aku tak tahu bagaimana perasaanmu padaku. Tapi jikalaupun aku harus mendengar jawaban yang pahit, 10 kali, 20 kali, 90 kali. Aku baru akan menyerah ketika kau mengatakan padaku sebanyak sejuta kali. Satu juta kali….

Kulihat tatap matanya. Berarti apakah sinar mata itu? Tetapi kalaupun lagi-lagi harus kuterima bila ia tak menjawab apapun, maka aku siap menerimanya lagi, lagi dan lagi. Dan kuraih kedua telinganya, ku sentuh lembut, menangkup kedua indera pendengarannya dengan pelan dengan kedua telapak tanganku. Hey jangan biarkan aku gentar di saat ini.
“Noona….” Dan jantungku kembali berdegup lebih kencang. Apakah ini perasaan tegang? Ataukah takut?
“Maaf membuatmu bingung waktu itu. Tentang lagu itu dan….” ah, aku tak tau harus bagaimana menyusunnya dalam sebuah komunikasi verbal yang baik. Tatap matanya membuatku semakin gila. Jangan, rasa gugup tolong jangan menggangguku saat ini.
“Aku… aku seperti orang bodoh akhir-akhir ini….” kuhirup nafas “bergumam pada diri sendiri… dan aku tak gumaman itu takkan pernah sampai padamu, noona. Gumaman bahwa aku merindukanmu, sangat merindukanmu.”
“Aku suka padamu noona… sangat suka….”

Aku tak bisa mengartikan tatapan itu. Sama sekali tak terbaca olehku hingga akhirnya kulihat butir bening yang tiba-tiba menerobos dari matanya. Ia masih melekatkan tatapnya kepadaku. Tapi mengapa harus bulir air mata yang mengalir keluar dari sana? Apakah aku menyukainya adalah sesuatu yang terlalu memberatkan baginya? Terlalu menyusahkannyakah? Bahkan tak sepatah katapun kudengar, hanya tangis yang entah apa artinya. Hey, katakan sesuatu agar aku mengerti, kumohon nona.
“Apa ini membuat noona terluka?” lirihku. Kutatap dalam menelusup ke dalam sana, jendela hatinya. “Jika iya, aku siap untuk dilupakan. Lebih baik bagiku demikan.” ucapku, apa dia bisa mendengar nada getar dalam suaraku? “Lupakah aku, lupakan perkataanku, tapi tersenyumlah. Jangan biarkan air matamu menetes karenaku….” Karena sesungguhnya di dalam sini ada sesuatu yang lebih menyakitkan daripada sebuah penolakan. Yaitu harus kehilangan senyumnya, tergantikan oleh sebuah tangisan pedih. Aku tidak ingin, lebih baik akulah yang menghilang darinya daripada harus senyum itu yang terenggut darinya.

“Aku… takut…” dan dalam nada yang lirih itu kudengar suaranya. Di dalam mata beningnya kulihat sorot yang susah untuk kuartikan. “Aku takut bahwa ini semua adalah kebohongan… apakah ini sebuah ilusi atau ini adalah nyata?” jawabnya. Kuturunkan kedua tanganku dari sana–dari kedua telinganya. “Benar, aku berbohong….” seketika kulihat tatap miris dari matanya. Hey, bolehkah aku mengartikan tatapan itu sebagai ia yang mengharapkanku juga? Bolehkah aku menjadi percaya diri saat ini?
“Geurom, ternyata benar bahwa akulah yang terlalu percaya diri. Aku takut salah mengartikan semuanya. Aku takut menjadi percaya diri dan menganggap bahwa aku ini istimewa di matamu dan aku…” tertangkap oleh mataku ia yang bersusah payah menarik nafas dan kemudian berbalik. “Maaf aku…” dan ia mencoba melangkah menjauh dariku. Tidak, aku tidak akan pernah membiarkannya. Sudah kubilang bukan bahwa aku baru akan berhenti saat sudah ke-seribu kalinya ia beranjak dari hadapanku? Kuraih tangannya.

“Benar, aku memang berbohong… aku berbohong mengatakan aku menyukaimu. Aku tidak menyukaimu… tapi lebih dari itu, aku merindukanmu, aku memimpikanmu, aku menginginkanmu…” dan untuk kali ini, izinkan aku melibatkan segenap emosi dan gebu-gebu yang tertahan. Aku tidak ingin melihat air mata itu jatuh dari mata indahnya. “Aku tidak menyukaimu… aku mencintaimu Im Nana….”Benar, aku mencintainya. Gadis itu berbalik, menatapku dengan air matanya yang mengalir dengan semakin menjadi. Dan sungguh, bernafas adalah hal yang sungguh menyesakkan untuk saat ini. Hentikan tangis itu, aku tidak ingin melihat basah di wajah itu. Adakah hal lain yang bisa kulakukan lagi selain ini? Meraih dan merengkuh tubuhnya ke dalam pelukanku. Aku tidak lagi peduli dengan lancang, aku hanya ingin menyampaikan semuanya. Perasaan ini bisakah tersampaikan pula melalui sentuhan yang hangat?

Adalah sebuah kebohongan apabila kukatakan jantungku saat ini berdetak dengan normal. Aku mungkin akan meledak sebentar lagi. Atau mati dalam keadaan sesak nafas? Ini adalah sebuah keberanian, dan kali ini aku bersumpah takkan membiarkannya pergi. Ia adalah untukku, dan akan kupastikan ia takkan lagi beranjak dariku. Dan kala tangan itu membalas dekapku, tahukah rasanya seperti detik menjadi terdiam dan lupa untuk berjalan untuk beberapa saat. Boleh kuartikan ini sebagai sebuah sambut hangat atas tanganku yang sudah lama terulur namun tak kunjung pula diraih? Kurasakan basah di bajuku, kuraih wajahnya agar menatapku, dan kusapukan jariku lembut pada wajahnya.
“Jangan menangis, aku tak suka melihatmu menangis.” ucapku lembut, dan katanya kemudian padaku: “Aku tak pernah takut pada apapun, aku tak takut dengan hantu, serangga, reptil. Tapi kenapa ketika kau menjauhiku rasanya bahkan melebihi sebuah perasaan takut?” lalu kembali ia memelukku erat. “Karena itu jangan pernah lakukan itu lagi.”

Hey, nona benarkah? Jika benar demikian, berarti usap-usap lembut yang kini kudaratkan pada puncak kepalanya bukan lagi hal yang harus takut kulakukan? Berarti pula peluk erat yang saat ini kuberikan tak lagi menjadi masalah? Terutama perasaan rindu yang dulunya entah kemana harus kualamatkan kini sudah bisa kuungkap dengan terang-terangan? Dia, kini menyambutku-kah? “Harusnya di dahimu kutempelkan sticky note: ‘Im Nana milik Lee Taemin, jangan disentuh.'” tawaku ringan. Entahlah, dan kuharap waktu berjalan lebih lama kali ini. Aku ingin menikmati lebih lama perasaan hangat yang akhirnya berbalas ini. Menikmati degup jantung yang tadinya terasa getir dan kini telah berganti menjadi irama yang nyaman untuk dirasakan. Adakah rasa bahagia yang melebih ini?

Neomu saranghanikka
Neomu johahanikka
Oemyeonhaji mara jwo
Ijen nae mam bada jwo

(Because I love you so much,
Because I like you so much,
Please don’t turn away
Please accept my heart)
Haengbokhage hae julge yeongwonhi
Hamkke hago sipeo
Naege wajumyeon andoeni
(I’ll make you happy forever
I want to be with you
Can’t you just come to me)

[END]

Note: Kisah ini diambil dari salah satu scene di salah satu Roleplay berbasis Academy & Dorm. Thanks untuk dua orang rekan yang sudah mengizinkan untuk mengangkat cerita ini dan juga seorang rekan yang membantu menggali thread sebagai bahan acuan saya membuat adegan. Meskipun beberapa bagian tidak sesuai dengan cerita aslinya tetapi semoga setidaknya bisa merangkum secara garis besar.
Untuk all reader, mohon maaf kalau ceritanya kurang berkenan, maklumi saja udah lama gak nulis mungkin udah rada karatan haha.
Overall, thanks buat yang udah mampir dan luangin waktu untuk baca (terlebih kalau ninggalin comment).

©2012 SF3SI, Heartless.

Officially written by Vero, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

52 thoughts on “Crush

  1. I’m touched, eonni! ^^
    Alur yang sederhana dan ceritanya easy reading, di rombak sama author sedemikian rupa hingga jadi karya yang apik. Jjang! ^^

  2. Astagaaa taeminnnnn… berasa nyesek baca bagian awal *tendang si cinta pertama* #eh
    dan lebih nyesek lagi waktu inget taem nyanyi lagu itu dan nana pergi *melenceng dari cerita* #plaaaak hueeeeeeee bisa ubek thread nih aye… *brb*
    btw ditunggu yang situ bilang itu *bisik-bisik*

    1. *bantu tendangin* wkwk.. tng..tng..yg ntu lg dikerjain wkwk.. mudah2an bisa jadi 2/3 bagian..kk..
      prlu ane bikinin yg inisial K.K sm D.H jg?? XDXDXD

      thanks oksigennye *grin*

      1. Eitsss….
        Woooooo K.K sama D.H boleeehhhh bangeeetttt…
        Kangen sama K.K… Mereka berdua gak pernah bisa dapet titik temu buat happy ending, halangannya ada aja mulai dari hiatus sampai quit *peluk K.K* *curcol* #plaaakk

        Ditunggu semuaanyaaaaaaaa…..

    1. yuhuuu~!! hehe… iya si bocah ud gede ud bisa tau cinta2an..pdhl blm izin sm nuna iparnya (read: me) #plak
      kkk~

      gomawo gomawo..😄 ntr mampir lagi ya😄

  3. So sweet banget
    Rasanya langsung sampai ke hati, nusuk
    Bagus banget thor!!!
    Bikin ff lain yang so sweet juga kayak gini ya.

    Lagunya cocok banget, apalagi baca sambil dengerin lagunya
    Rasanya romantis banget

    Perasaan campur aduknya ngena banget!!

    Next ff please^^

    1. ciee yang hati2nya ditusuk2 #eh #plak
      wkwk maap maap maklumin aj authornya emang rada2 sarap (bbrp org psti ud tau ini wkwk…)

      iy..ntu lagunya jg refrensi(?)dari yg punya cerita kekeke..big thanks dah buat yg ud ngizinin ngangkat cerita ini hoho…

      eniwei, thanks yo udah nyinggah..yohoho~~~

  4. lirikya ngena banget! *langusng download*
    uuh dan ceritanya bener-bener bikin nyesek! tapi untunglah happy ending^^
    ditunggu kelanjutannya eon!

    1. lgunya jg bagus loh yakan? kekeke~~ <= baru nyadar jg #plak
      iye..untung happy ending..kl kgk ane cekek yeojanya.. #eh <= kambuh gilanya
      wkwk…jgn dipikirin authornya rada2…
      thanks yoo…hoohoohoo..

  5. joah*jay park* haha
    sweet bget.
    kta2ny jga bgus.
    Gak nyangka ternyta selama itu nana jga ada prasaan ma taemin, cuma ragu.
    Apa krna taemin lebih muda, jdi takut kalo cma bercanda ya.
    tapi gmana donk, skrg taemin nikahnya sma naeun*salah alamat*.
    kekeke~

    1. ciee ada jaypark #eh
      yoi.. (katanya sih) nana jg ada rasa..tp ragu2..
      wkwk..iye skrg sm naeun ya..brrti taem berkhianat dong #plak
      wkwk.. abaikan..abaikan…lg datang sarap..

      thanks for the support yuhuuuu~~

  6. AAAAAHHHHHHH…. VERRROOOOOOOO!!! miss U so Bad lah…. #Hugkenceng.

    Akhirnyaaa…. Kombek jugaaa…. Hahahaha

    dan seperti biasaaaa…. Ketipuuu…. Padahal udd nyiapin tissu buat ending yang menyanyat yg bakal diterima sama dedek Taemin…. Emang nihhh…. Hmm.. Gimana ya.. Mau bilang nih FF sweet tp suasananya dark… Khas Vero bangetlah…..

    Trims Verr….. Keep writing iyahhh!!!

    1. VIIII!!!! *hugback on the back(?)* kkk… ‘akhirnya’ kok rasanya smacam ud seabad ye? #dor

      wkwk aku bukan penipu vi #eh gmn crtanya bisa sweet tp dark? wkwk.. pie kabare toh mbak?? ane kangen jg sm situ kekeke…

      yeps..keep supporting😄 #maksa yohoho~~

      1. Kamu kangen juga sama akuuu???? Jinja, melting sayaaa…#lebay..heehehe

        Sweet tapi Dark… Mksdnya ini romance happy ending… Bersweet dan bahagia ria si dede Taemin tp dibalut dengan suasana hati yang menggalau, berdarah-darah, meranaaa…. Kan aku ngiranya bakal sad…hihihi

        TOP’lah….. #mehrong

  7. Aigo!!!!! Ini so sweet author! Smoga aq jg bisa jdi Im Nana yg bisa mndpatkan seseorg sperti Lee Taemin di ff ini T_T oh sigh! Sumpeh ni ff so sweetnya bikin mupeng!❤

  8. woaah😮 woaah😮 *diulang* woaah😮
    keren bzzzzzbzzzz vero eonie mah ajib lah kalo masalah FF. haduh ini kalo lelaki berinisial K.J. baca, pasti hatinya tersayat-sayat:/ cemungut jongie pasti kuat, jongie pasti bisa ‘-‘)9 /plaaak

    Satu, abis baca ini ingatanku melayang ke.. hmm.. F7M, pompom boys seketika buyaaarrr nananananana~

    1. haaow😮 haaow😮 haaow😮 (dibalik) wkwk..
      loha dadar guling😄 akhrnya kita brtemu jg .__. lelaki berinisial K.J? ckck..bhkan sblm epep ni dipublish die ud baca dluan..mknye kmrn statusnye galau wkwk… *bahagia bikin ybs mnderita* *dibunuh* jjongie pasti laku #eh

      wkwk..kl ingt ntu..ud pasti buyar smua wkwk… pompom boys and….. The Legend Of Chunhyang XDDDDD wkwkwk

  9. mba mba, jd bgni ya romance style *manggut2*
    kerasa… Sedih tp sweet, hualah, komen apaan toh ini. Tp bener kq gt.
    ah thanks eon, gegara ini aq jd paham sesuatu. Kmaren sempet stuck mau nulis sesuatu

  10. HeartLess Eonnie comeback!! ;;;A;;;; *puter lagu Why So Serious?*

    Aaaaaah, kangen FFnya HeartLess Eonnie, akhirnya ada juga =””3. Johaeyo Eon, sampe cengo aku bacanya, kkk ^.~

    Ditunggu FF lainnya Eon, fighting!

    1. hollaaa!!😄 *ngedance Standing Still* #eh

      woaaaa ada yg kangen juga Xo kirain gak ada .__.
      lah knp bisa cengo.. kkk~ saking anehnya ya??kkk..

      yoyoiii….fighting!😄
      thanks a lot yoo~~

  11. Taem udah dewasa, cie:)
    so sweet banget🙂
    Buat ff taem lagi ya thor:) soalnya aku paling seneng kalau main cast si tetem:)

    1. ciee yang udah gede XDD yohohoho~~
      ff taem? bolehbolehboleh… aku jg paling seneng kl bikin ff taem versi udah gede😄 berasa gimanaaa gitu yohhoho~~

      anyway thanks yoo~~

  12. Ya allaaaahhh ini mah luar biasa xD
    waktu aku baru log in terus liat new post eh liat ff ini. Baca note nya langsung histeris hahaha
    aku suka banget soalnya lagu Sandeul yang itu. Tahun lalu jadi song of the year ku xD. Maklum, sehati sama Sandeul hahhaha~
    Dan ini, oh my, andaikan… ya andaikan aku cowok, aku bakalan ngelakuin yang macem Taemin lakuin. Sayangnya aku cewek ya.. sedih banget ._.

    Btw, this is a real life story? Damn! So sweet abis!
    Gila, itu narasi awalnya badai banget laaaahhh~
    Terus aku sampe kebayang-bayang cintaku yang tidak terbalas. Hahahah
    Jadi ternyata si cewek ini mantannya Jonghyun, gitu ya? Terus dia ragu kalau Taemin sebenernya suka sama dia atau enggak? Aaaahhh begitu~
    kayaknya gak ada kritik yang bisa aku sampaikan hehe

    SEMANGAT! ^O^ *chu*

  13. uwaaah!!!
    speechless… kata-katanya bagus, eh bagus banget!
    gak tau harus bilang apa lagi saking bagusnya…
    DAEBAK!!! buat lagi ya eon, aku tunggu loh~
    Ganbarimasu…

  14. waaaa!!!
    speechless… kata-katanya bagus, eh bagus banget!
    gak tau harus bilang apa lagi saking bagusnya…
    SUGOI!!! buat lagi ya eon, aku tunggu loh~
    Ganbarimasu…

  15. cieeeeeeee. ceritanya manis anget loooh ini. suka deeeh.
    turut berduka atas cinta pertama taemin yang harus kandas. tapi akhirnya dapet yang terbaik, kan?😉

    ini vero eonni ngapain sih bikin ff beginian? kan aku jadi pengen banget ngasih oksigen, nih <– apa maksud komen ini? *ketularan sarapnya vero eonni*

    bikin lagi yang lain yaaaak. semangaaaat! ^^

  16. astagaaaaaaaaaaaaaaa….aku nangis masa’?
    ni ff dah ajib punya, narasinya mantap banget, ditambah lagi castnya Taemin (kenapa harus Taemin???!!!!), trus lagunya, alamaaak… soreku ini dibuat sendu olehnya.
    ni lagu prnah aku puter setaun yang lalu, trus prnah denger di radio lokal, tpi mndadak aku lupa siapa yg nyanyi, dan krna ff ini lah aku kmbali mndengarkannya. jleb!!! makjleeb!!!

    Taemin pantang menyerah. cieeeeeeee~~~~`
    aah..ah… makasi kak, kakak emang brhasil bikin romance gak trlihat klise di mataku *?*😀

  17. hiyaaaa suka akhirnya, pas bagian candaannya Taemin, hoho
    tapi sayang, aku ga punya lagu yang direkomennya, tapi tetep keren kok.
    Apalagi bahasanya itu loh, ngga biasa, lebih diperbanyak dengan deskripsi, yeah, aku tunggu karya selanjutnya ya Ka😀

    dan salam kenal😀

    keep writing!!

    1. kelewat, kok bisa sih ada narasi kece gitu waaaa. sedih banget bacanya, konflik terkeren yang pernah ada disanaa.pengen dibikiniin #eh

      vero eonni aku padamu~ #plak

  18. tjieeh berawal dari rp, kak vero mainannya rp(?) beneran ada ya yang gitu? sampe segitunya? hm . kisahnya jadi indah di tangan kakver(?) ,maap late comment

  19. sweet banget…., ni, thor…..
    Ceritanya simple, tp pengungkapan yang detail bikin aku bisa ngerasain
    perasaan 2 casts disini….
    Aduh… Nana, ternyata bukannnya mau nolak,
    tapi takut perasaan Taemin ke dia gak sungguh-sungguh…
    Rempong banget, ih…. gemessyyyyy……
    Tuh, kalimat, survival di alam liar, sering banget diulang…
    Tuh, maksudnya apa?
    Nana join Mapala (mahasiswa Pencinta Alam), gitu…????
    (gak penting bgt, pertanyaannya…)
    Udah, deh, thor… Pokoke suka… Ada lagu nggak
    tulisanmu yang main castnya JInki…???? mau baca….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s