Time Between Reality and Vengeance [2.2]

Time Between Vengeance and Reality

Title                  : Time Between Reality and Vengeance Part 2 -END-

Author              : EShyun

Genre               : Brothership, Tragedy, Action, Sad

Length              : Twoshot

Main cast          :

  • Kim Kibum
  • Choi Minho
  • Shin Heehyo

Other cast         :

  • Mr. Shin a.k appa Heehyo
  • Mr. Choi a.k appa Minho
  • Cho Kyuhyun

Cover by        : widhiadhisthania.wordpress.com

Part 2 its here, oke happy reading ne ^^

=========

Minho yang baru saja pulang mendapati sebuah pesan dari Appanya.

“Minho, Kibum kehilangan ingatannya karena sebuah kecelakaan. Sekarang aku pergi menemuinya untuk menjelaskan semuanya. Aku tak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, kau harus bersiap jika mendapatkan sebuah kenyataan yang pahit.”

“Mwo?? Pantas saja dia bertingkah seolah tak mengenalku.”ujarnya.

Minho meremas kertas itu lalu berlari, bermaksud untuk menyusul appanya. Sesampainya, dia sangat terkejut ketika melihat appanya terbaring dengan darah dimana-mana.

“Appa… ierona! Siapa yang membuatmu seperti ini huh? Appa…..!! Kau jangan mati, aku… aku masih belum siap untuk kehilanganmua. Bertahanlah appa, aku akan membawamua ke rumah sakit.”ujarnya lalu mengangkat tubuh appanya dan membawanya masuk ke dalam mobil.

Segera ia membawa appanya kerumah sakit, tapi saat diperjalanan semuanya terlambat. Nyawa appa sudah tak bisa tertolong lagi.

Minho sangat terpukul dengan kenyataan itu. Dia tak menyangka appanya akan mati secepat itu Seketika itu pula, bergegas ia mencari keberadaan Key. Ia menyusup masuk kedalam markas, dan melihatnya sedang berdiri di depan sebuah pintu besar. Minho menghampirinya lalu melayangkan tinjunya ke arah Key.

“Ya! apa yang telah kau lakukan? Kau membiarkan appa terbunuh, kau penjahat Kibum!”Minho emosi.

“Kau? Belum mati rupanya. Kibum? Sudah kubilang aku bukan Kibum, aku Key! ”dengan acuh dia berbicara pada Minho.

“Ya! kau sadarlah. Kau bukanlah Key, kau Kibum! Sadar bodoh!”Minho memukul kepala Kibum. “Kau disini karena ingin balas dendam atas kematian umma bukan untuk menjadi berandalan seperti ini. Aku tahu kau mengalami amnesia, dan sekarang kau harus sadar kau bukanlah Key! Kau Kibum!.”emosinya meluap.

“Ya! apa maksud perkataanmu itu? Sudah kubilang, aku ini Key bukan…. Aaarghh.”bayangan-bayangan berputar-putar di fikirannya, ia tiba-tiba terjatuh sambil memegang kepalanya lalu tak sadarkan diri. Minho panik melihat hal itu.

“Kibum, kau kenapa?! Kibum! Sadarlah…”terburu-buru Minho memapah Kibum. Ia lalu membawanya ke rumah sakit.

Di rumah sakit, Minho menunggu diluar ruangan sedangkan seorang dokter memeriksa Kibum. Tak lama dokter itu keluar dari ruangan.

“Dok, apa yang terjadi padanya? Apa dia baik-baik saja?”tanya Minho.

“Ne, dia baik-baik saja. Itu terjadi karena dia telah berhasil mengingat semuanya. Hanya saja karena itu sangat mendadak dan terlalu memaksa, ia jadi tak sadarkan diri. Tapi sebentar lagi ia akan siuman.”

Minho memasuki kamar Kibum, ia duduk disebelahnya sembari mengenggam tangan Kibum.

“Ya! kenapa kau bisa seperti ini huh? Kau terlalu ceroboh, jika saja saat itu kau tak terluka, pasti ini tak terjadi padamu. Cepatlah kau sadar, Kibum. Setelah ini kita akan membalas dendam bersama. Kau membalaskan dendam ummamu dan aku membalaskan dendam appaku.”ucap Minho perlahan.

Tak lama, Kibum terbangun dari tidurnya dan mendapati Minho tertidur disebelahnya ia lalu membangunkannya.

“Minho…”Minho terbangun. “Mianhae, aku menjadi seperti ini.”Kibum tertunduk menyesal. “Karenaku Appa meninggal… aku penjahat, aku bodoh!”rutuknya. “Aku sudah tak pantas hidup lagi, dengan santainya aku membiarkan orang yang sudah membesarkanku dan menjadikanku seperti ini dibunuh tepat didepan mataku. Aku bodoh, Minho. Aku pantas mati! Kau pasti menyesal mempunyai saudara sepertiku, aku saudara yang tak tahu diri Minho, aku sudah mengecewakanmu.”ia meluapkan semua emosinya. “Aku pabo! Pabo pabo!”ujarnya sembari memukul dirinya sendiri.

“Ya! Hentikan pabo, hentikan! Kau belum sepenuhnya pulih.”Minho menahan tangan Kibum. “Ya! kau pikir semua akan selesai jika kau mati hah?! Kau pikir dengan kau mati, appa bisa hidup lagi?  Jangan bodoh Kibum! Percuma kau seperti ini, tak ada gunanya sama sekali!”marah Minho.

“Aku memang bodoh Minho. Karenaku, appa….”Kibum menjatuhkan kepalanya didada Minho, menangis.

“Ya! tenangkanlah dulu fikiranmu itu. Jangan menggunakan emosi seperti ini. Kau fikir hanya kau yang menyesal? Aku juga, bahkan sangat menyesal.”Minho berusaha menenangkan Kibum. “Tapi menyesal untuk saat ini sudah sangatlah terlambat. Jadi sekarang kau pulihkan dulu kesehatanmu lalu setelahnya kita berdua akan membalaskan dendam pada orang yang bernama Mr. Shin itu.”lanjutnya.

“Ne Minho-ah… Mianhae…”

“Sstt, kau tak perlu meminta maaf padaku, sekarang beristirahatlah.”

Hari-hari berlalu, setelah keadaan Kibum membaik mereka segera merencanakan sesuatu untuk membalaskan dendam atas kematian orang tua mereka.

Tibalah hari dimana mereka akan menyelesaikan misinya kali ini. Pagi-pagi buta mereka pergi menuju markas Mr. Shin. Mereka bersembunyi di sebuah ruangan kecil yang terdapat di ruangan bos besar itu, tentu saja itu bukanlah hal sulit bagi mereka karena Kibum telah mengenal tempat itu dengan sangat baik. Dari dalam mereka memberikan kode kepada agen NIS lainnya yang telah mengepung tempat itu. Mereka menunggu saat yang tepat untuk menyerangnya.

Dari balik celah kayu mereka mengintip keadaan di luar, sampai suatu ketika mereka mendengar suara seorang yeoja yang terlihat sedang di paksa untuk memasuki tempat itu. Dan tak lama, Mr. Shin target mereka terlihat ikut memasuki ruangan itu. Betapa terkejutnya mereka, saat melihat yeoja itu adalah seseorang yang mereka kenali. Diam-diam menreka mencuri dengar percakapan yang terjadi di luar sana.

“Shin Heehyo… setelah sekian lama appa mencarimu akhirnya bisa kutemukan juga.”Mr. Shin berbicara pada yeoja yang ternyata adalah Heehyo. Dan keterkejutan mereka bertambah saat mengetahui bahwa dia adalah anak dari seorang pembunuh.

“Appa? Cih, sejak dulupun aku tak pernah menganggapmu sebagai appaku. Kau selalu berlaku kasar padaku, apa seorang appa akan terus-terusan menyiksa anaknya?”

“Hahaha, anak kecil sepertimu tahu apa? Aku bersikap selayaknya seorang appa. Bagaimanapun itu kau adalah anakku jadi terserah seperti apa aku akan memperlakukanmu. Dan kau tahu, aku sebenarnya muak sekali saat mengetahui ummamu melahirkan seorang yeoja, padahal aku sangat mengharapkan namja karena tentu saja dia bisa menjadi penerusku.”

“Ya! kau bukanlah seorang appa yang baik. Aku sudah tahu semuanya, kematian umma juga ulahmu kan? Kau memang pembunuh!”bentaknya.

“Ya! kau berani membentakku huh?”namja itu berjalan mendekat lalu menarik rambutnya membuat Heehyo meringis kesakitan.

“Lepaskan aku… aku sudah tak ada kaitannya denganmu.”

“Diamlah! kau mau aku bunuh hah? Jika kau diam dan menurutiku maka aku akan membiarkanmu hidup, tapi jika tidak aku akan…..”

“Ya! lepaskan yeoja itu.”tiba-tiba Kibum keluar dari tempat persembunyiannya lalu maju menendang Mr. Shin hingga tersungkur. Sedangkan Minho membawa Heehyo ke tempat yang lebih aman. Hal ini tentu membuatnya terkejut.

“Minho? Bagaimana bisa kau disini? Dan Kibum? Kau mengenalnya?”tanyanya heran.

“Tak ada waktu untuk menjelaskan hal ini sekarang. Kau tetaplah disini, ingat jangan mengambil tindakan bodoh.”perintahnya dan yeoja itu hanya bisa menggangguk mengiyakan.

Setelahnya ia segera berlari menuju Kibum.

“Hey, yeoja itu baik-baik saja kan?”tanya Kibum berbisik.

“Ne, kau mengenalnya??”

“Ya, aku mengenalnya.”

“Key… Kau??”Mr. Shin terkejut saat mengetahui orang yang baru saja menyerangnya adalah Key, orang kepercayaannya. “Cih, sudah kuduga. Pasti ada sesuatu yang kau rencanakan. Tak kusangka ingatanmu kembali secepat ini Key.”ia berkata dengan nada sinis. “Siapa kau sebenarnya?”tanyanya kemudian.

“Apa kau ingat kejadian 10 tahun silam. Seseorang telah membunuh ummaku tepat di depan mataku. Aku masih sangat kecil saat itu, jadi tak banyak yang bisa aku lakukan untuk menolong nyawanya. Kau tahu siapa pembunuhnya? KAU!”teriaknya emosi.

“Hahaha, jadi kau anak jaksa yeoja itu? Tak kusangka perbuatanku saat itu terlihat oleh orang lain. Betapa beruntungnya kau masih bisa bernafas hingga saat ini. Jika saja kau melihatmu, pasti nasibmu akan seperti ummamu itu.”ia berkata sembari tertawa. “Jadi sekarang kau disini untuk membalas dendam atas kematian ummamu? Hah! Kau fikir mudah untuk membalas dendam padaku anak muda? “ujarnya sinis.

“Ani, bukan hanya itu.”kali ini Minho yang berbicara. “Bukan hanya dia yang memiliki dendam padamu, tapi aku juga.”lanjutnya.

“Huh.. betapa terkenalnya aku hingga banyak sekali yang ini membalas dendam padaku. Ayo lakukanlah, aku sudah tak sabar untuk memulai permainan ini. Satu lawan dua?? Ini tidak adil, tapi karena aku tahu kalian pasti akan mati jadi untuk kali ini aku akan membiarkan kalian menyerangku. Ayo lakukan sekarang!”tantangnya.

Mereka berdua maju menyerangnya. Perkelahianpun tak dapat dihindari. Lawan yang tak seimbang memang, karena ilmu Mr. Shin jauh diatas mereka. Sementra itu Heehyo yang sedari tadi bersembunyi menjadi panik melihat perkelahian itu. Ia mencari cara agar bisa pergi dari situ dan meminta pertolongan dari luar. Namun ia tak menemukan caranya.

Suasana semakin tegang, mereka bertiga saling menyerang. Tak jarang Minho ataupun Kibum jatuh tersungkur karena lawan mereka sangatlah tidak imbang. Tenaga keduanya telah habis terkuras. Mereka mengubah posisi, untuk menyerang dari arah samping. Namun saat hendak kembalil menyerang mereka tidak menyangka bahwa Mr. Shin telah mengeluarkan sebuah pistol dari sakunya lalu dengan sekali gerakan ia mengarahkannya ke Minho dan tak lama itu terdengar suara tembakan.

Door! Sebuah peluru tepat mengenai dada Minho, menembus jantungnya. Dengan panik Kibum berlari lalu berdiri tepat di depan Minho menghadap kearahnya, berusaha melindunginya walaupun ia tahu itu terlambat.

“Andwae!!”teriaknya.

Door! Tembakan kedua lepas. Kali ini mengenai punggung Kibum. Door! Door! Door! Tembakan bertubi-tubi ia lepaskan ke arah Kibum, membuat namja itu jatuh tak sadarkan diri menimpa tubuh Minho.

Bruuk…

Minho sangat terkejut dengan kejadian itu. Ia tak menyangka Kibum akan melindunginya hingga seperti ini. Airmatanya jatuh, hatinya amat sakit melihat keadaan saudaranya itu seperti ini.

“Kibum-ah… Goma..wo…” ujarnya perlahan hingga tak lama kemudian pandangannya kabur, rasa sakitnya perlahan-lahan hilang dan semua menjadi gelap.

“Hahaha, hanya segitu kemampuan kalian? bahkan dengan mudah aku membuat kalian berdua mati!”tawa Mr. Shin meledak saat itu juga. “Aku memang akan selalu menang. Hahaha…..”tawanya terhenti saat sebuah timah panas menusuk punggungnya.

“Kau belum menang Mr. Shin. Masih ada aku disini.”Heehyo yang sedari tadi bersembunyi terlihat sedang memegang sebuah pistol yang entah dari mana ia dapatkan. Ia mengarahkan mulut pistol itu ke arah Mr. Shin.

“Neo….”Mr. Shin berusaha menahan rasa sakitnya. “Beraninya kau seperti ini pada appamu? Dasar anak kurang ajar!”marahnya.

“Mian, sudah sejak lama aku tak menganggapmu sebagai seorang appa. Mianhae, aku harus membunuhmu..”selesai berkata ia lalu melepaskan tembakan bertubi-tubi, hingga tubuh itu jatuh tersungkur. Mati.

Segera ia berlari menuju Minho dan Kibum. Airmatanya mengalir begitu saja. Dengan berbagai cara ia mencoba membangunkan kedua orang itu. Namun nihil. Tetap saja kedua tubuh itu tak bergeming sama sekali. Heehyo tertunduk pasrah, dalam hati ia merutuki kebodohannya yang bertindak lambat. Ia hanya bisa menangis disamping tubuh-tubuh tak bernyawa itu.

Pemakaman mereka di lakukan secara bersamaan. Semuanya berjalan dengan hening, tak sedikit yang menangisi kepergian mereka. Sebuah misi telah menghilangkan nyawa kedua orang yang sangat dibanggakan. Tentu saja banyak yang menyayangkan hal itu.

Heehyo juga terlihat di antara orang-orang itu. Ia memilih untuk sedikit menjauh. Setelah semua orang pergi, barulah ia berjalan perlahan mendekati kedua makam itu.

“Kibum-ah, aku tak menyangka kau akan berakhir seperti ini. Apa kau ingat janjiku dulu padamu? Bahkan hingga kau menghembuskan nafas terakhirmu, aku belum menepatinya. Maafkan aku Kibum-ah. Aku harap, di kehidupan selanjutnya kita bertemu lagi dan aku akan menepatinya saat itu.”ujarnya dengan terisak, lalu perlahan ia membelai nisan yang beruliskan nama Kim Kibum.

“Dan Minho-ssi. Kita memang belum lama saling kenal. Tapi pengakuanmu saat itu sangat mengejutkanku. Pertemuan kita sangat tak biasa bagiku, bagaimana bisa kau jatuh cinta pada orang yang baru saja kau kenal eoh? Aku fikir saat itu kau hanya menggodaku, tapi aku baru sadar kau tidak berbohong saat itu. Untukmu aku meminta maaf karena tak sempat membalas cintamu. Mungkin kita masih bisa bertemu di kehidupan selanjutnya, dan jika saat itu kau memintaku untuk menjadi kekasihmu aku akan mengiyakannya. Ingatlah ini Minho-ah.”kali ini ia berkata di samping nisan Minho dan juga membelai nisan itu.

Heehyo berdiri berniat meninggalkan tempat itu. Beberapa langkah, ia membalikkan badannya sembari berkata.

“Selamat tinggal Kibum-ah, Minho-ssi…. Aku harap kalian bahagia disana. Tenang saja aku akan sering mengunjungi kalian, tapi untuk sekarang aku harus pergi. Baik-baik disana, ne? Annyeong…”

Setelahnya iapun melangkah pergi, ia mencoba tersenyum menghadapi kenyataan ini. Dan ia akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka.

“Goodbye…”ia menengadahkan kepala lalu tersenyum sangat manis, berharap mereka berdua bisa melihat senyumannya itu dari surga….

-END-

 

Jeng jeng jeng…..

Kembali lagi ending yang mungkin sangat tidak memuaskan para readers sekalian. Tapi… RCL jangan lupa yak ^^

Coment dari kalian akan sangat membantu untuk memperbaiki karya-karya selanjutnya, ok.. kamsahamnida ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

18 thoughts on “Time Between Reality and Vengeance [2.2]”

  1. endinggggggggg~
    menurut aq sih alur nya agak terburu2 gt ya thor????tp endingnya bagus kok….
    😉
    😉
    🙂
    kibum mati krn nyelamatin minho & minho jg nyusul kibum….
    *teganya engkau thor membuat diriku menjanda*
    😥
    😥
    😥
    😥

    1. iya, author akui ini emang alurnya ngebut pake banget, huhu mianhae… maklum masih belajar2 🙂

      Ini ada sequelnya lho, cuma aku post di wp pribadi aku dan cast yeojanya disitu berubah, hihi silahkan kalau mau baca~
      gomawo ^^

  2. yaah~ aku pikir Key sama Minho tetap hidup.
    Kok gini sih endingnya, Demi tuhaaan!*gaya arya wiguna*
    lol ff-nya lumayan kok, cuman terus diasah terus yaa kemampuannya
    Fighting~

    1. Maaf ending nggak sesuai keinginan yaa~
      ini ada sequelnya kok, di wp pribadi aku kalau mau baca bisa main2 kesana..
      gomawo ^^

  3. kok kyak kecepatan ya jalan ceritanya….. tapi tetep bagus sih.., ta kira bakal da salah satu yang hidup entah itu minho atau kibum, tapi ternyta dua-duanya mati, kasian, hiks…hiks….
    sedih dehh…

    1. iya2, ini emang alur ngebut banget, mianhae ^^

      sequel ada, cuma di wp pribadi aku..
      silahkan berkunjung kesana ya~
      gomawo ^^

    1. iya chingu, mian yaaa ini alur ngebut banget 😦

      kalau mau baca sequelnya silahkan main2 ke wp aku yaaa, gomawo ^^

  4. Ga nyangka banget kalo minho-key bakal meninggal di endingny. Mrka juga blm sempet ngejelasin hubungan mrka ke heehyo. Minho-key so sweet bgt, saling melengkapi sbg sodara *pdhl kalo aslinya kan sering berantem ya*

    Nice fanfic, ditunggu karya selanjutnya^^
    Thanks^^

  5. Waaa… Mr. Choi gugur. Akhirnya ingatan Kibum pulih juga. Tapi ceritanya berakhir sedih. T^T

    Sama seperti sebelumnya. Alur cerita masih kecepetan. Apalagi untuk cerita ber-genre action yang juga dibalut kisah romance, seharusnya bisa lebih memunculkan ketegangan dan emosi perasaan.

    Sebenarnya kurang puas sama ending-nya. Minho dan Key udah meninggal duluan sebelum berhasil membunuh Mr. Shin. Mereka kan ceritanya mau balas dendam sama Mr. Shin. Jadi perasaannya tuh lebih puas dan terbayarkan kalau mereka bisa membunuh Mr. Shin dengan tangan sendiri. Kenapa nggak di saat-saat napas terakhir, mereka itu diceritakan masih memegang pistol, terus bareng-bareng deh nembak Mr. Shin. Menurutku lebih “wah” aja daripada Mr. Shin terbunuh oleh putinya sendiri. Jadi kebayang MV-nya “Happiness Left Shore”, di mana Kangin tetap berusaha nyelametin Siwon, walaupun udah kena tembakan. Tapi nggak tahu juga di drama Korea “Time Between Dog and Wolf” ending-nya gimana. Soalnya belum pernah nonton dramanya. Kkkk~

    Gimanapun ini keren. Tapi coba aja alurnya dibuat pelan-pelan. Unsur intrinsik sama penggunaan EYD lebih diperhatiin. Dijamin fanfic ini pasti jadi tambah keren.

    Nice story.

  6. gak nyangka key n mino meninggal T.T
    kirain salah satunya selamat paling nggak huuaaaaaaaaaaa

    sama ky yg lain, alurnya cepet hehehe
    pdhl bisa diceritain lbh lgi yg kematian appa mino itu soalnya kan itu terkesan gak diurus gtu.

    oh.. td jg bingung, kan klo g slh tadi ktbya agen NIS ya itu nunggu di luar kediaman pembunuhnya tp kok gak nolong? klo g slh nangkep hihihi

    keep writing yaaaa

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s