Beautiful Mushroom Tae Vs Lion Yong – Part 1

BMT Vs LY 2

Beautiful MushroomTae Vs Lion Yong

Tittle: Beautiful Mushroom Vs Lion Yong

Author: lyri

Main Cast: Lee Tae Min, Kim Yong Ri (OC)

Support Cast:You can find it after read this FF.

Length: Series

Genre: T

Note: 1) Semua K-idol yang ada di FF ini kebanyakan sifatnya OOC (Out of Character –real character). 2) Don’t bash me, don’t plagiat, don’t re-upload, and don’t claim as yours.

PART 1

            Dengan langkah yang santai seorang Kim Yong Ri masuk ke kelasnya. Ia tahu sekarang jam pelajaran sudah dimulai, dan ia juga tahu kalau guru jam pelajaran pertama ini ‘pasti’ belum datang.

Setelah sampai di kelas, ia langsung menyimpan tasnya dan mengeluarkan netbooknya. Teman sekelasnya memang tidak aneh dengan sikapnya. Karena, itu merupakan kebiasaanya. Lagipula, teman yang lainnya pun bermain dan berbuat kerusuhan saat tak ada guru yang masuk atau belum datang. Keadaan kelasnya sudah seperti pasar tradisional.

‘Krek’ bunyi gesekan pintu yang dibuka oleh Guru Lee. Dengan seketika, siwa-siswi itu pun kembali ke tempat duduknya masing-masing dan meninggalkan aktivitas yang tadi mereka lakukan.

‘Kring’ Akhirnya, setelah lama berada di sekolah, bel berbunyi tanda waktu pulang.

Tetapi, bukannya pulang murid kelas XII-A Jurusan Teknologi – dengan murid ber-IQ tinggi dan memiliki sipat yang unik, sehingga disebut kelas 4D – malah asyik bermain di kelasnya. Ada yang mengobrol, bermain kejar-kejaran, sampai yang sedang tidur pun ada. Kelas ini memang kelas yang berbeda dari kelas lain. Terkadang, anak kelas lain pun mampir ke sini. Begitu juga dengan sahabat Yongri, Hyunwoo dan Jesun.

“Annyeong.” Sapa Hyunwoo sambil mengetuk pintu kelas 4D yang tidak tertutup. Sebenarnya, percuma saja m

engucapkan salam. Jarang sekali ada yang menyapa. Ya, mereka sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

Tanpa mengharapkan jawaban, Hyunwoo dan jesun masuk ke kelas itu dan menghampiri Yongri yang sedang berdiskusi bersama dua temannya.

“Ayo pulang!” perintah Yongri yang sedang memberikan pendapat. Yongripun melirik Hyunwoo sejenak lalu kembali berbicara.

“Sepertinya kita harus pulang duluan lagi.” Kata Jesun sambil berbisik pada Hyunwoo yang sedang bergumam tak jelas.

Hyunwoo mengangguk lalu pergi meninggalkan kelas 4D dengan perasaan jengkel.

Yongti POV

“Ayo pulang!” perintah Hyunwoo yang pastinya padaku.

Sebenarnya dia tahu tidak sih, kalau aku sedang ber-dis-ku-si. Kenapa menggangguku? Tidak tahu saja orang sedang sibuk. Mungkin ia tak pernah merasa sibuk.

Aku memberi pendapat sambil melirik Hyunwoo dan jesun sekilas. Tiba-tiba Jesun berbisik lalu mereka keluar dari kelas kesayanganku, kelas 4D. Dan aku harus pulang sendiri lagi.

“Aku setuju dengan pendapatmu.” Kata Jiyeon menyetujui pendapatku.

“Jadi, kita hari membayar 20$ pertahun? Itu sih mudah.” Kata Onew yang sok kaya. Eh tapi, ia memang anak orang kaya. Jadi pantas saja ia menganggap 20$ itu sedikit. Dan lagipula itu dibagi oleh 18 orang. Memang sih itu murah.

“Sedang apa kalian?” tanya Taemin yang baru datang dan bergabung. Ia bergabung? Tak salah? Masalahnya ia aka pergi jika disuatu kelompok diskusi atau apapun ada aku. Aku itu musuhnya.

Musuh. Ya, musuh. Awalnya ia hanya lawan atau saingan dalam mendapatkan prestasi atau hal baru tentang teknologi. Tapi entah kenapa sekarang ia menggapku sebangai ‘musuh’ diberbagai hal. Seperti membenci. Mungkin ia iri padaku yang lebih berprestasi dari pada dia.

“Sedang berdiskusi.” Jawabku. Sengaja aku menjawabnya, agar ia sadar bahwa aku, ‘MUSUH’nya ada di sini!

“Aku tak bertanya padamu, bodoh.” Katanya sambil pergi menggalkan aku, Jiyeon, dan Onew. Sudah kubilang, ia pasti pergi setelah tahu kalau aku ada di sini.

Aku membantingkan mouse yang terhubung dengan laptop milik Chicken Jinki – Onew. Karena aku kesal sekali. Jika aku sedang kesal biasanya aku membanting barang milik Jiyeon atau Onew, sahabatku di kelas 4D.

“Sudah, lanjutkan saja diskusinya.” Kata Jiyeon yang merasa seram. Ya, dia bilang aku seperti singa jika sudah marah, walau hanya kesal. Di kelas pun aku dijuluki Lion Yong. Tak ada kerjaan sekali mereka menjulukiku seperti itu. Mungkin karena mereka fansku.

“Masalah dana kan itu mudah. Nah aku ingin nanti desainnya di desain dengan tema yang ada ayam-ayamnya.” Usul Onew. Dasar penggila ayam goreng. Usul macam apa itu!

“Kalau begitu kau buat saja sendiri.” Ucapku dengan agak dingin. Pengaruh datangnya si Jamur Taemin tadi.

Onew mendengus kesal. Keadaan yang tidak baik. Jiyeon segera bertindak.

“Ehm, diskusinya kita lanjutkan besok ya!” kata Jiyeon sambil tersenyum. Ku akui senyumannya itu sangat manis dan cantik. Pantas saja banyak namja yang suka padanya. Tapi sayang, senyumnya tak semanis senyum yang aku punya.

Youngri POV end

            Taemin POV

            Sungguh bodoh! Kenapa tadi aku tak menyadari keberadaan si Lion Yong tadi. Sial. Aku sungguh tak syka pada si singa yang terlalu pede, arogan, dan sok itu. Berani-beraninya dia menganggap seorang Lee tae Min sebagai musuhnya. Dasar yeoja bodoh.

Kenapa ia membenciku? Mungkin karena kau pintar dalam hal teknologi? Aku tahu. Ia pasti ingin semua orang tahu kalau ia adalah orang yang ‘paling hebat’dalam hal teknologi.

Entah kenapa, ia selalu ada dipikiranku. Biasanya, kebanyakan orang menggap hal seperti ini merupakan tanda-tanda jatuh cinta. Tapi sayang, bagiku tak berlaku. Ia selalu muncul dipikiranku karena ia adalah musuh yang ‘paling bodoh’yang pernah aku miliki.

“Aku pulang duluan, ya.” Yongri berpamitan pada Onew dan Jiyeon. Mereka pun mengangguk.

Tumben sekali ia pulang jam segini. Biasanya ia yang paling sore pulang. Entah lah musuh ku itu ebnar-benar aneh. Yap, tipe darah AB.

Sekitar jam empat sore, kelas sudah sepi. Teman-teman dan yang lain sudah pulang dan aku juga sudah dijemput.

Di mobil, seperti biasa aku bermain dengan iPhone ku. Masuk ke dalam dunia maya dan bergabung dengan jejaring sosial. Si sana aku sangat tertutup. Tak ada seorangpun yang tahu kalau aku bergabung di jejaring sosial yang masih baru itu.

Di jejaring sosial itu, aku tak memasang avatar dengan wajah asliku. Aku memasang foto ulzzang yang tak lebih tampan dariku. Jika aku memasang avatar dengan foto asliku, aku taku banyak yeoja yang terpesona dan meyukaiku. Intinya, aku terlalu tampan.

Aku juga tidak memberi tahu hal tentangku termasuk nama terkecuali bahwa aku adalah seorang laki-laki. Username yang aku pilih adalah tmleeyang artinya Tae Min Lee.

“Sudah sampai, tuan.” Kata supir padaku. Akupun segera turun dari mobil dan pergi menuju ruangan pribadiku – bukan kamar.

Rencananya, sekarang aku ingin membuat radio berbentuk seperti handphone yang tipis, minimalis, elegant, dan modern. Mungkin, hampir seperti iPhone 5.

Jika sudah jadi, pasti banyak sekali yang berminat. Dan akan limited edition. Sehingga aku bisa mnegalahkan Yongri. Lihat saja, aku pasti menang dari kau!

Taemin POV end

            Youngri POV

            “Aku pulang.” Kataku sambil membuka pintu rumah. Lalu aku mneghampiri oppa ku yang sedang duduk santai.

“Ada apa?” tanya Yesung oppa.

Ani. Aku hanya inign duduk saja. Lagi pula sekarang aku akan pergi ke kamar.” Jawabku lalu pergi meninggalkan kakau yang paling aneh.

Setelah sampai di kamarku dengan cat berwarna biru, aku membukan netbook-ku dan log in menuju jejaring sosial yang masih baru dengan usernam kyri. Ya, pasri kebanyakan orang membaca kyri itu kiri. Padahal itu singkatan dari Kim Yong Ri.

Di jejaring sosial itu aku tertutup/ aku tidak memberi tahu identitas lengkapku. Namapun, aku hanya memeberi tahu nama penaku. Avatarnya aku hanya memakai foto ulzzang yang jarang dikenali. Jika memakai foto asli, aku takut banyak yang akan suka padaku. Lol. Dan satu lagi, tak ada yang tahu kalau aku member di jejaring sosial ini.

“Bagaimana penemuanmu?” tanya Yesung oppa yang seenaknya masuk ke kamarku. Langsung saja aku menutup netbook-ku.

“Tinggal dibuat dan minta bantuan Ahjussi Kim.” Jawabku.

Ya! Kali ini aku akan mencoba membuat komopr tenaga matahari. Semoga hal ini cepat selesai, sehingga aku bisa mengalahkan si Jamur Cantik itu. Lihat saja, aku pasti menang! Jangan pernah meragukan kehebatanku.

Tok..Tok..’ Suara ketukan pintu. Yesung oppa meliriku, lalu mengisyaratkanku untuk membuka pintunya. Dasar kaka menyebalkan.

Akupun turun ke lantai bawah untuk membuka pintu. Dan ternyata yang datang adalah Jung Jin Young. Oppa-nya Jung Hyun Woo. Ada apa ia kemari? Apa ada masalah dengan Hyunwoo?

“Ada perlu apa, oppa?” tanya ku to the point.

“Emm, kau lihat Hyunwoo? Apa ia sudah pulang? Ia tak ada di rumah. Telponku juga tak diangkat.” Jawabnya khawatir.

Begitulah Hyunwoo. Ia selalu pergi dari rumah tanpa bilang-bilang. Ia tak tahu kalau kakanya, Jinyoung dan Jiyoung mengkhawatirkannya. Setelah aku beritahu/ ia tak [ercaya dan berkata kalau itu hanya akting.

“Paling ia ke rumah Jesun.” Jawabku. Jinyoung oppa pun terlihat tidak sekhawatir tadi.

Iapun mengangguk. “Ghamsahamnida.” Ucapnya sambil terseyum lalu berpamitan pulang.

“Yong, ayo kita belanja.” Ucap Yesung oppa sambil menarikku keluar rumah. Hey! Aku belum siap sekarang! Dengan segera aku melepaskan genggamannya.

Hello, Aku belum siap-siap. Tunggu dulu, oke!” ucapku sambil berlari menuju kamar.

Kali ini aku hari bersiap-siap dengan cepat. 10 menit, aku sudah selesai. Lalu aku menuju Yesung oppa yang sedang duduk di mobil.

“Hey, mau ke mana kalian? Aku ikut.” Kata oppa-ku yang kedua, Kim Jong Jin.

Terlihat Yesung oppa berbisik pada Jongjin oppa. Entah apa yang mereka bocarakan. Dan pada akhir acara bisik-bisik itu, mereka tertawa dengan girang tanpa aku. Sungguh kaka-kaka yang menyebalkan.

Setelah mereka sudah puas tertawa, aku masuk ke dalam mobil tanpa sepatah katapun. Yang ada hanya raut wajah jenhkel. Tanpa bicara juga, Yesung oppa dengan segera menghidupakn mobilnya dan menuju suatu tempat yang pastinya adalah mall.

“Sudah sampai.” Ucap Yesung oppa.

Tanpa basa-basi, ia mengajakku ke suatu tempat makan. Aneh sekali, baru saja datang masa langsung makan? Apa ia kelaparan? Mungkin saja. Lol

Taemin POV

“Taemin, antar aku jalan-jalan.” Ucap kakanamja-ku, Lee Tae Sun. Tumben sekali ia mau pergi keluar rumah bersamaku. Biasanya ia pergi bersama teman kampusnya.

Akupun mengangguk lalu menuju suatu tempat makan. Aneh sekali ia mengajaku ke sini. Apa aku akan disuruh mentraktirnya secara paksa? Baik, lupakan. Setelah itu ia mengajakku duduk di sebuah bangku yang sudah ditempati oleh satu orang namja dan yeoja.

“Yongri!” apa? Yongri? Apa yang ia lakukan di sini. Mimpi apa aku semalam sehingga kakaku mengajakku makan di tempat makan yang di dalamnya terdapat ‘seekor singa’ yang sok pede ini?

“Taemin!” ia pun nampak terkejut. Ada apa ini? Jangan-jangan kakaku dan kakanya di singa itu saling kenal? AIGO. Ini bencana besar.

“Kau sudah datang duluan ternyata. Ayo kita pesan makanan dulu, Jongwoon.” Ucap kakaku pada kakanya Yongri.

“Kalian diam di sini. Jangan ke mana-mana. Jika kalian ingin selamat, jangan pergi ke mana-mana.” Ancam Jongwoon hyung. Siapa dia? Aku saja tidak kenal tapi dia sudah mengancamku seperti itu? Sama menyebalkan seperti adiknya.

Hyung-ku pun mengiyakan perkataan Jongwoon hyung tadi, lalu ia tertawa evil. Sial. Aku tidak suka ketika ia tertawa evil seperti itu.

“Ish, semalam aku mimpi apa, sehingga harus bertemu dengan makhluk ini lagi.” Gerutu Yongri. Ya! Aku mendengarnya pabo.

“Ya! Harusnya aku yang bilang seperti itu.” Ucapku dengan sentakan. Ia pun tersenyum sinis.

“Kenapa kau ada di sini, eoh? Dasar jamur menyebalkan.” Ucapnya dingin dengan tekanan di kata ‘menyebalkan’. Sepertinya ia mengajakku bertengkar. Oke, aku tak akan kalah.

“Kau yang kenapa ada di sini? Pabo.”

“Hey! Bisa tidak kau tidak menyebutku dengan kata ‘pabo’, eoh! Kau ini sungguh menyebalkan.”

“Tidak bisa dan tidak mau. Karena, kau memang benar-benar pabo.”

Hello. Aku bisa membuat penemuan dan aku termasuk murid berprestasi di sekolah. Lalu kau bilang aku pabo? Sungguh tidak masuk akal.”

“Berprestasi di kelas? Pede sekali kau. Memang siapa bilang kalau kau berprestasi di sekolah?”

“Banyak sekali.”

“Jadi orang jangan terlalu pede.”

“Aku tidak pede. Tapi, itu adalah FAKTA.”

“Itu bukan fakta. Itu hanya OPINI yang kau buat saja.”

Author POV

            Dan bla, bla, bla. Pertengkaran adu mulut itu berlangsung cukup lama, selama satu jam. Dari meja lain kaka dari kedua anak yang bertengkar tadi sedangan berbicara santai.

“Coba kau lihat. Adik kita benar-benar akrab.” Ucap Taesun lalu meinum kopi moccacino yang ia pesan tadi. Yesung pun menoleh ke arah Yongri dan Taemin. Di mata mereka, Yongri dan Taemin terlihat sedang bercanda dengan asyiknya.

Yesung pun mengangguk dan tersenyum. “Kau benar. Aku rasa Yongripun akan tertarik pada Taemin. Karena, ia adalah seorang penemu juga dengan kata lain ‘cerdas’.” Kata Yesung yang sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka.

Setelah dua kakak itu selesai berbincang, mereka kembali menuju bangku Taemin dan Yongri. Lalu, mereka mengajak adiknya masing-masing pulang ke rumah. Memang kakak-kakak yang aneh.

Taemin POV

Seperti biasanya, aku bangun pagi-pagi dan berangkat ke sekolah diantar oleh supir pribadi. Setibanya di sekolah, baru ada satu orang orang di sana. Lee Jin Ki, murid yang paling rajin di kelasku bahkan di sekolah ini.

Segera aku menghampirinya, ia sedang sibuk membaca buku. “Apa kau nyaman berteman dengan Yongri?” tanyaku. Pertanyaan yang datang tiba-tiba. Pertanyaan yang aneh.

“Tentu saja.” Jawabnya singkat sambil fokus membaca buku sejarah.

“Kenapa bisa? Padahal dia itu orangnya terlalu suka percaya diri, sombong–“ belum selesai berbicara, omongan ku sudah dipotong oleh Onew.

“Jangan berbicara seperti itu! Bagaimanapun juga, dia sahabatku.” Katanya dengan tatapan yang dingin lalu pergi meninggalkanku. Oke, aku salah bicara.

Beberapa menit kemudian, kelas sudah mulai ramai. Yongripun – yang sering datang telat – sudah datang di jam pelajaran pertama. Eh? Tunggu! Sepertinya aku melupakan sesuatu? Ya! Aku kan punya janji akan online tepat jam tiga sore, kemarin. Dan, aku melupakannya? Ish, pabo. Kenapa bisa aku lupa? Ini gara-gara Yongri, Taesun, dan Jongwoon.

Lalu, aku mengambil iPhoneku dan mengirim pesan ke seseorang yang mungkin sudah menungguku online di jam tiga sore, kemarin. ‘Jeongmal Mianhae, kemarin aku tidak online. Ini semua salah kakaku. Maafkan aku ya?’ begitulah pesan yang aku kirim padanya. Semoga ia tak akan marah padaku. Tadinya, aku akan mengajaknya bertemu dengan ku. Bertemu di kehidupan nyata, bukan dunia maya.

‘Tok Tok Tok’ bunyi ketukan pintu. Tanpa diperintah untuk membuka pintu, orang yang mengetuk pintu tadi membuka pintu kelasku. Dan ternyata dia adalah ketua osis, Choi Min Ho dengan anak osis lainnya. Ketua osis sekaligus idola para yeoja di sekolah. Padahal, aku lebih tampan dari dia. Tapi, kenapa ia mempunyai fans yang banyak dari pada aku?

“Oke, semuanya. Aku hanya ingin memberi tahu, kalau lomba mendekorasi kelas akan selesai dua hari lagi.” Jelasnya tanpa basa-basi. “Dan, aku harap kalian memepersiapkannya dengan baik, terimakasih.” Lanjutnya lagi, lalu ia pergi meninggalkan kelas.

“Dia tampan sekali, kan!” bisik Soojung pada Yongri. Yongripun mengangguk kagum. Dasar yeoja-yeoja aneh, tidak bisa membedakan mana yang tampan dan mana yang kurang tampan.

“Biasa saja kali lihatnya.” Kata Onew sambil menyenggol Yongri yang masih terpesona oleh Minho. Pipi Yongripun memerah.

Yongri POV

Sial! Aku telat lagi. Ini sudah jam 06.45, sedangkan aku membutuhkan waktu 10 menit untuk menuju sekolah? Dan sekarang, aku belum siap-siap! Semoga saja, aku tidak telat untuk yang ke-lima kalinya.

Jam 06.55. Itulah yang aku baca dari jam di Handphone-ku. 5 menit lagi? Apakah bisa sampai ke sekolah tepat jam 07.00? aku tidak yakin.

‘Drt Drt Drt’ tiba-tiba suara klakson motor berbunyi. Seorang pengendara motor, Kim Ki Bum atau yang lebih akrab disapa Key mengajaku naik ke motornya dengan bahasa isyarat. Akupun menghampirinya.

“Ayo cepat naik, nanti telat.” Katanya lalu memberikan helm yang terdapat di motornya.

“Tidak apa-apa?” tanyaku. Ia pun mengangguk. Ya, apa boleh buat, aku naik saja. Daripada nanti aku telat lagi.

Setelah berpetualang naik motor secara ngebut bersama Key, akhirnya kami sampai di depan gerbang yang tertutup. Ya ampun, aku telat lagi. Karena aku telat lagi, aku tidak boleh ikut belajar dari jam pelajaran ke satu sampai ke lima – karena aku sudah telat lima kali dengan sekarang.

“Ayo masuk!” perintah Key sambil menarikku masuk ke sekolah.

“Eh? Bukannya kita telat?” tanyaku heran.

“Penjaga sekolah sedang tidak ada, jadi, ayo kita masuk saja! Sebelum dia datang.” kata Key sambil tertawa. Baiklah, aku ikuti saja. Lagi pula ini ide yang sangat bagus.

Di tengah perjalanan, kami berpisah aku pergi ke kelas XII A sedangkan Key pergi ke kelas XII B jurusan IPA. Untungnya aku tidak terlambat hari ini, berkat Key! Terimakasih Key. Dan untungnya pada jam pertama ini guru tidak hadir. Senang sekali aku.

‘Drt’ getaran dari Telepon Genggam Androidku. Ternyata, ada Notifikasi. Ada seseorang yang mengirimiku pesan. Dia tega sekali melanggar janjinya, aku paling malas berhubungan dengan orang yang pernah melanggar janji. Tapi, karena ia meminta maaf, kata maaf pun di terima.

‘Tok Tok Tok’ bunyi ketukan pintu. Setelah pintu terbuka, munculah sang ketua osis, Choi Min Ho dengan asistennya. Ia bukan hanya ketua osis tapi ia juga idola para yeoja di sekolah, bisa dikatakan aku juga fansnya. Entah kenapa aku bisa menyukainya?

“Oke, semuanya. Aku hanya ingin memberi tahu, kalau lomba mendekorasi kelas akan selesai dua hari lagi.” Jelasnya tanpa basa-basi. “Dan, aku harap kalian memepersiapkannya dengan baik, terimakasih.” Lanjutnya lagi, lalu ia pergi meninggalkan kelas. Hanya sebentar? Padahal aku masih ingin melihatnya lebih lama.

“Dia tampan sekali, kan!” bisik Soojung padaku. Akupun mengagguk. Ia memang tampan, bahkan sangat tampan.

“Biasa saja kali lihatnya.” Kata Onew sambil menyenggol aku yang masih terpesona oleh Minho. Ya, sial. Pipiku memerah. Melihat pipiku yang merah, secara otomatis Onew dan Soojung menertawakanku. Menyebalkan sekali.

Karena aku sedang malas berurusan dengan mereka, aku meninggalkan mereka yang sedang asyik menertawakanku. Biarlah saja mereka tertawa sampai puas. Lebih baik, aku menghampiri Jiyeon saja. Pasti ia sedang merapikan blog yang semalam aku buat.

Benar saja, blog kelasku semakin cantik karena design-nya. Tampilannya minimalis dan sangat enak untuk dipandang. Lalu, aku lihat kelasku. Cantik. Ya, kelasku juga sudah rapi dan penuh karya anak kelas 4D. Dan sepertinya, kami sudah siap untuk lomba yang diadakan osis itu.

**

‘Bagaimana kalau kita bertemu secara nyata? Apakah kau mau?’

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

7 thoughts on “Beautiful Mushroom Tae Vs Lion Yong – Part 1”

  1. yep.. Mereka berantem di dunia nyata tapi akrab di dunia maya..
    Ntar pas ktemu )eh udah ktemu ding) pada kna batunya..
    Kkk

  2. waah, berbau IT…keren nih..hahaa..
    nyahaha… musuhan di dunia nyata, tapi..eciee…
    lanjut yaa~~~

    btw, di part ini banyak typo berkeliaran, smpat bingung bacanya..tpi gapapa..mga di part berikutnya typo-nya gak ada lagi ato minimal lebih sedikit..hehe ^o^/

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s