Beauty Shine I – Part 4

Beauty Shine I.4

Tittle                : Beauty Shine

Author             : Lee Hana

Main cast         : Kichan and Kim Kibum, Lee Jinki.

Support Cast   : Lee Taemin, Cho yeojung, Goo Misun, dan Joo Jeongsuk.

Genre              : Humor, School Life, Frienship, and romance (dikit)

Type                : Kink

Length             : Sequel/Novel Length

Rating             : G

Inspired By     : Arai Kiyoko-Beauty Pop

Summary         : ‘di dunia ini sungguh banyak gadis yang ingin menjadi cantik. Kita harus memberikan sihir kepada gadis-gadis seperti mereka’ *o*

 

Biasanya konflik habis di part yang sama. Alias satu konflik satu part. Tapi  buat part ini luar biasa karena ini masih kelanjutan part sebelumnya. Jadi yang nggak baca part sebelumnya mian. Tapi klo ngebaca insyaallah ngerti kok nanti. Jadi… happy reading!

 

“Tuan muda, teh sudah siap,” ujar seorang wanita paruh baya tengah memasuki sebuah ruangan. Di tempat itu ada seseorang namja tengah sibuk menggambar desain rambut.

Gomapseumnida. Taruh saja di sana!”

Wanita itu menaruh tehnya di atas meja, kemudian meninggalkan namja yang masih serius berkutat dengan buku bergambarnya.

“Tuan muda sedang apa?”

Kibum seketika membatu. Kenapa? Karena sebuah boneka tiba-tiba muncul di depan mejanya dan berbicara padanya.

“Sedang mendesain model rambut buat festival budaya, ya? Aih, kerennya! Kibumie memang hebat! Ngomong-ngomong, aku lapar nih. Bagi makanan, dong!”

PRAAAK!

Pensil yang ada di tangan Kibum langsung terbelah dua. Kibum sangat marah sekarang, karena tangan boneka wanita itu mencolek-colek pipi Kibum seenaknya. Di tambah kata-kata yang ia ucapkan membuatnya sadar, bahwa itu adalah Taemin.

Sekejap mata tampang bloonnya berubah seperti tampang hantu yang siap membunuh seseorang.  “Taemiiiiiiiiin!”

“Ketahuan, ya? Hahaha…!” ujar Taemin ceria yang sedari tadi bersembunyi di bawah meja dan menggerak-gerakkan boneka itu. Kini ia memunculkan dirinya sambil tertawa riang.

“Sudah berkali-kali kubilang, JANGAN SENTUH BONEKA INIIIIIIIII!” teriak Kibum marah.

Nde. Tapi aku lapar,” jawabnya polos.

“Kau dengar nggak omonganku?!” bentak Kibum.

“Tapi….”

“Yah, bagi Kibum boneka itu adalah aib terbesar sepanjang riwayat hidupnya,” ujar Jinki seraya menuangkan teh yang tadi diantarkan oleh pelayan Kibum.

“Kau juga datang, Jinki,” ujar Kibum seraya  memandang kesal.

“Jin, aku juga mau minum teh,” ujar Taemin yang ingin mengisi perutnya yang sudah kukuruyuk. Ralat. Kruyuuuuk! Kruyuuuuuk!

“Waktu kalah kontes menata rambut kelas empat SD. Saking kesalnya, dia merebut boneka peserta pemenang kontes itu, lalu lari meninggalkan tempat acara. Dan setiap malam dia menusukkan jarum ke boneka ini sambil bersumpah akan balas dendam,” ujar Jinki sambil memandang boneka itu dengan senyum devil. Sedangkan Taemin memakan cemilan yang ada di mangkuk yang entah sejak kapan ada, sambil mendengarkan cerita Jinki dengan wajah takut.

“Jangan ngarang!” bentak Kibum.

“Setiap melihat boneka itu, aku bertekad tak akan pernah kalah lagi. Apalagi di festifal kebudayaan nanti ada acara hair cut battle. Akan aku hancurkan si amatiran itu dengan kedua tangaku ini!” ujar Kibum berapi-api.

“Harus menang!”

______

“Hari ini capek banget, ya? Bereskan ruangan, Kichan!” ujar seorang laki-laki paruh baya dengan kepala dilapisi, eh salah! Dibalut dengan kain seperti biasa.

“Oh, iya. Guntingmu sudah diasah,” ujar laki-laki itu dengan tampang datar.

Kichan mengambil gunting miliknya dan melihatnya. Ia memperhatikannya.

“Sebelum makan malam kau punya waktu satu jam untuk memotong rambut manekin  dengan potongan layer cut,” ujar orang itu seraya berjalan menuju pintu dan melambai tak peduli.

Kayaknya kita udah tahu deh, sikap cuek Kichan turun dari siapa. Iya kan?

“Hah?!” pekik Kichan kesal.

“Kalau hasilnya bagus kau dapat lima ratus won untuk setiap kepala,” sambungnya lagi kemudian benar-benar menghilang di balik pintu.

“Satu buah lima ratus won, dikali dua puluh buah, sepuluh ribu won,” gumam Kichan seraya melihat kumpulan rambut manekin beserta kepala boneka di belakangnya.

Kichan menghela napas pelan kemudian mulai memainkan gunting yang sejak tadi belum ia lepaskan. Ia memutarnya di jari manisnya seperti biasa, kemudian dengan cepat memotong kumpulan rambut palsu itu.

Kresh! Kresh! Kresh!

Note: Kalo hair Stylish itu menggunting pake jari manis sama jempolnya. Beda ya sama kita. Udah ada yang coba motong kayak begitu?

……….

“Mungkin waktu satu jam terlalu sedikti untuknya. Aku saja butuh waktu empat puluh menit untuk menggarap dua puluh kepala,” gumam Tuan Jang.

“Uang sepuluh ribu Won,” cetus seseorang seraya melewati sebuah pintu yang di dalamnya ada orang yang tengah makan malam dengan santainya.

Laki-laki itu tersenyum geli mendengar kata-kata anaknya. “Dasar.”

Kichan memasuki kamarnya dan melempar dirinya di atas kasur empuknya.

“Capek banget, mau tidur aja deh. Padahal aku sudah bilang tak mau jadi penata rambut, masih juga dipaksa. Tapi asyik juga sih, bisa dapat sepuluh ribu won.”

Shampoo terbangun dari tidurnya karena guncangan yang tiba-tiba dibuat Kichan. Akhirnya ia berjalan mendekati Kichan dan tidur di dekatnya.

“Meong.”

Kichan tersenyum melihat kucingnya.

______

“Wah semuanya sibuk, ya? Semuanya repot bikin persiapan festival kebudayaan,” ujar Misun melihat orang-orang yang tengah sibuk mempersiapkan semuanya untuk acara yang mereka buat masing-masing.

Kichan hanya menggaruk-garuk kepalanya dan menguap lebar. Tak terlalu peduli dengan yang ada di sekitarnya.

“Untung kelas kita nggak bikin acara apa-apa, ya? Jadi nggak usah repot-repot,” imbuh Misun.

“Betul sekali,” ujar Kichan dengan tampang masih ngantuk.

“Jangan begitu, dong!” teriak Jeongsuk yang tiba-tiba nongol.

“Harusnya Joo Jeongsuk ini unjuk kebolehan. Maklumlah, calon pemilik salon De Jeongsuk,” ujarnya bangga pada diri sendiri. Nih anak nggak ada kapok-kapoknya ya? #author geleng-geleng.

“Pasti nggak ada pengunjungnya,” cetus Kichan, tapi tiba-tiba perhatiannya teralih pada sebuah poster bertuliskan, ‘Hair Battle. Kim Kibum VS X.’

“Terserah dia deh mau apa,” gumam Kichan masa bodoh.

“Lho, X?” ujar Misun seraya melihat poster tersebut.

Dan tak jauh dari poster terdengar sekumpulan yeoja sedang mengobrol.

“Kira-kira siapa yang bakal menjadi pemenang di pertarungan ini, ya? Kibum VS X.”

“Tentu saja Kibum Oppa yang akan menang!”

“Mana mungkin ada orang yang bisa mengalahkan Kibum Oppa!”

“Ini akan jadi pertaruangan yang nggak seimbang. Hahaha….”

“Kibum Oppa kan jenius.”

“Tapi orang tak akan pernah tahu apa yang terjadi beberapa tahun lagi, kan?” ujar Jeongsuk yang biasa dipanggil orang susah. Ikut nimbrung tiba-tiba di antara yeoja-yeoja itu.

“Aku menjadi penata rambut paling hebat se-Korea Selatan dan mengalahkan Kibum Sunbae. Hahaha….” sambungnya lagi.

Kalau aku boleh komen nih ya. Ni orang otaknya kebalik kali ya? Yang baca dari awal pasti ngerti kenapa aku bilang begitu. Setuju kan? Setuju? Setujulah. Hidup setujuuuuuu!

“Pergi, yuk!” ajak Kichan yang mulai melangkahkan kakinya pergi. Tetapi seseorang malah datang menghampirinya. Menghentikan langkahnya.

“Anyeong. Selamat siang, Kichan,” sapa Jinki.

Seperti biasanya, Misun kalo udah ngeliat orang satu ini bawaannya pasti ketakutan.

“Selamat siang,” jawab Kichan datar.

“Bagaimana? Kau sudah siap?”

“Hah? Siap apaan?” tanyanya tak kalah datar.

“Yaaaah, Leeeee!” teriak yeoja gendut yang tiba-tiba lari ke arahnya dengan begitu bersemangat.

“Oh, Yeojung,” ujar Jinki.

“Tiga hari lagi festival kebudayaan, kan?”

“Ne.”

“Aku seneng banget, deh. Hari itu akan menjadi hari yang sangat istimewa bagiku.”

“Hari istimewa?” tanya Jinki.

“Aaaaah! Kamu ini pura-pura nggak tahu!” ujar Yeojung seraya memukul wajah Jinki. Tepatnya jidad.

“Ukh!” Jinki kesakitan, tapi tetep pura-pura. Pura-pura nggak sakit padahal jidadnya udah merah. hehehe…

“Tolong bilang sama X supaya buat aku jadi secantik mungkin, ya!” ujar Yeojung seraya pergi dari sana dengan cerianya. Pergi dengan sejuta harapan. Harapan yang belum tentu akan terjadi. Dan melihat keadaan sekarang, sepertinya itu takkan terjadi.

“Nah, begitulah,” ujar Jinki seraya memegang jidadnya. “Kutunggu aksimu di festival kebudayaan… Kichan.”

“Jidadmu kayaknya sakit. Nggak apa-apa?” tanya Kichan dengan wajah datarnya.

“Ki-Kichan,” ujar Misun yang dibuat semakin ketakutan oleh aksi Kichan itu, sedangkan Jinki hanya diam.

“Aku lapar nih. Minta makanan sama orang susah, ah,” ujar Kichan seraya berjalan pergi dari sana dengan cueknya. Kebiasaannya.

“Eh?! Tu… tunggu! Kichan Tunggu!” teriak Misun yang ditinggalkan. Gadis itu berlari menyusul sahabatnya itu.

Jinki tersenyum sambil membenarkan posisi kacamatanya. “Sungguh keras kepala. Apa boleh buat, aku coba dengan cara lain.”

______

C’lub Talk

Ini ada kuis. Coba kamu tebak siluet siapa sajakah ini!

  1. Choco #1
  2. Choco apa saja
  3. Choco ABC
  4. Choco macam-macam
  5. Choco ikan sarden

Gampang, kan?

______

Cring! Cring!

“Selamat datang! Silakan duduk!”

“Tidak usah. Hari ini aku datang untuk menyampaikan permintaan khusus. Di festifal kebudayaan nanti akan ada hair battle. Kami masih belum menemukan seorang peserta lagi.”

Yaah, yaah! Aku ini sudah terlalu tua. Nggak pantas bersaing dengan kalian.”

“Eh? Kami ingin anak anda ikut serta.”

“Maksudmu Kichan?”

“Aku pernah melihat dia menggunting rambut beberapa hari lalu. Keterampilannya sangat mengagumkan. Pantas diberi pujian. Hanya dia yang pantas maju di acara hair battle di festifal kebudayaan nanti,” ujar Jinki cari-cari muka, padahal Tuan Jang nggak terlalu nggubris tuh. Ayah sama anak nggak jauh beda.

Tuan Jang mematikan rokok yang sejak tadi ia hisap dalam asbak. “Terus terang saja, aku tak pernah tahu kalau dia hebat di bidang itu,” ujar Tuan Jang bohong, mungkin lebih tepatnya dibilang tak ada ketertariakn di bidang itu kali yah?

“Kumohon, Ajumma! Tolong bujuk dia agar mau ikut pertandingan itu!” ujar Jinki seraya membungkuk dalam.

“Wah, aku tak yakin dia mau mendengarkan omonganku. Maaf ya, Dik. Kau saja yang minta padanya,” ujar Tuan Jang tak enak hati.

Arraseoyeo. Aku permisi,” pamit Jinki penuh kekecewaan.

Setelah kepergian Jinki, Tuan Jang kembali menghisap rokoknya. Tentu rokok yang baru. Ia menghisap rokoknya dengan raut sedih.

______

Kichan dan ayahnya duduk di teras rumah mereka. Duduk santai setelah pulang sekolah. Menikmati udara sore hari.

“Ngomong-ngomong, kau yang menggunting rambut Hana tempo hari? Tadi aku melihatnya. Dia terlihat ceria berjalan bersama teman-temannya. Sedangkan teman laki-lakinya memandangnya dengan mata berbinar-binar.”

“Hmmm, begitu ya.”

“Di dunia ini, sungguh banyak gadis yang ingin menjadi cantik. Kita harus memberikan sihir pada gadis-gadis seperti mereka.”

Kichan terdiam mendengar kata-kata ayahnya. Wajahnya terlihat tanpa ekspresi, tapi Tuan Jang tahu, anaknya peduli dengan apa yang ia katakan.

______

Kichan sedang meminum kopi susu kemasannya, Misun sedang memakan bekalnya, sedangkan Jeongsuk sedang asyik memotong rambut boneka yang kribo sambil siul-siul. Dasar sangtae -.- kini mereka sedang duduk-duduk di bawah pohon beralaskan rumput, seperti biasa.

“MWOOOO?!!!”

Teriakan itu sontak membuat ketiganya terkejut dan menghentikan aktifitas masing-masing. Mengganti aktifitasnya menjadi mengintip orang dari balik semak-semak. Ya, tentu kecuali Kichan yang terlihat tak pernah tertarik pada apapun.  Tapi cuma ngelirik aja dia.

“Kenapa jadi begini?!” teriak Yeojung marah.

Mian, dia bilang batal tampil di pertandingan itu,” ujar Jinki tenang.

“Memangnya dia siapa, sih?! Biar aku sendiri yang bicara dengannya!” bentak Yeojung emosi seraya menarik kerah baju Jinki hingga kepala namja itu tertarik ke depan dan ke belakang berkali-kali, karena dahsyatnya guncangan yang gadis itu buat.

“Percuma. Kau tak mungkin bisa membujuknya. Selama ini, dia memang mempercantik banyak orang, tapi lihatlah dirimu sendiri! Kau gemuk dan tak terurus. Rambut juga kasar dan berantakan tak karuan. Tak mungkin kau bisa jadi cantik,” ujar Jinki dingin seraya merapihkan kerahnya yang dibuat berantakan Yeojung.

Mendengarnya hati gadis itu serasa mencelos seketika. Karenanya ia berlari dari sana sambil menangis.

“Kasihan juga, ya?” ujar Misun.

“Aku jadi ikut nangis,” imbuh Jeongsuk.

Mungkin mereka tak sadar, atau kalian juga. Tapi semua ini adalah bagian dari rencana Jinki. Ia benar-benar tahu bahwa Kichan ada di dibalik semak itu, dan dia sengaja mendengarkan semua ini untuk meluluhkan pendirian gadis itu. Tapi asal kalian tahu saja, gadis itu sama sekali tak terpengaruh. Sedangkan Jinki yang berdiri di tempatnya dengan senyum kemenangan.

______

“Mian ya Kichan, terpaksa menemaniku belanja,” ujar Misun.

“Gwenchanayo.”

“Eh, Kichan. Itu kan….”

Misun menunjuk seseorang. Tepatnya yeoja gemuk bernama Yeojung. Saat itu dia tengah mengintip dari balik rak buku, membuat orang-orang disekitarnya melihatnya. Dia benar-benar terlihat sangat aneh.

“Dia sedang apa?” tanya Misun.

“Ngintip apa, sih?” pikir Kichan.

Terlihat dari tempat mereka berada, Yeojung tengah memperhatikan seorang namja yang tengah membaca buku di depan rak besar. Melihat dengan pandangan berbinar-binar.

“Yeojung naksir namja itu, ya? Makanya dia ingin jadi cantik,” ujar Misun.

Entah kenapa, karena kata-kata sahabatnya itu Kichan teringat kata-kata ayahnya, ‘di dunia ini sungguh banyak gadis yang ingin menjadi cantik. Kita harus memberikan sihir kepada gadis-gadis seperti mereka’.

______

Hari ini festifal kebudayaan akan diadakan. Banyak sekali yang membuat acara sendiri. Tepatnya sebuah tempat untuk menarik tamu. Seperti, rumah hantu, cafe, tempat ramal dan lain-lain. Dan salah satu acara yang paling ditunggu adalah hair cut battle yang diadakan oleh SP.

Di tempat SP biasa diadakan, ruangan sudah penuh sesak dengan manusia yang sudah tidak sabar melihat pertunjukkannya. Tetapi kebanyakkan mereka sudah merasa bosan dan gusar karena pertunjukkannya tak kunjung dimulai. Bukannya apa-apa. Si X yang dinanti-nanti kibum dan lainnya belum juga datang. Orang misterius itu belum juga menampakkan dirinya. Akibatnya pertunjukkan mundur dari jadwal yang seharusnya.

Kibum wajahnya sudah tampak sangat kesal. “Lawanku belum datang juga, ya?! Si gendut berantakan itu juga belum muncul!” gerutu Kibum dalam hati. Ia benar-benar emosi. Terlihat urat-urat itu sudah memenuhi wajahnya.

“Jinki, mereka benar-benar mau datang nggak, sih?!” bentak Kibum.

Jinki terlihat sangat gusar. Mungkin dialah yang paling gusar diantara semuanya san kini ia sudah terlihat sangat pasrah. “Sudahlah. Kita batalkan….”

BRAAAAK!!!

Pintu terbuka dengan tiba-tiba. Terlihat seseorang memasuki ruangan itu bersama dengan yeoja gendut itu.

“Aku datang.”

Semua terperangah. Perhatian mereka tertuju pada satu orang. Orang yang tengah berdiri di pintu masuk. Si X.

“Nah, ayo dimulai.”

______

 

KYAAAAA! Lagi seru-serunya, ya? Penasaran, ya? Mohon harap sabar! Part selanjutnya full Hair cut battle edition. Cuma satu pesanku. Please komennyaaaaa! Kalo nggak komen, saya akan buat anda sekalian penasaran seumur hidup karena saya nggak akan bikin lanjutannya. #ditabok sama reader. Bercanda yah!

 

Advertisements

19 thoughts on “Beauty Shine I – Part 4”

  1. Loh kok abis sih. part 5 nya cepetan ya. Bagus banget.

    Kira-kira yang menang siapa ya? Tebakan aku sih Kichan, betul gak?
    Kibum-ie jangan marah-marah terus dong ㅠㅠ

    Next next next

    Next part please ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO! └(^o^)┘  (o^^)o o(^^o) °^^°

  2. wah gak sabar bgt untuk part 5….
    pst nya makin seru amir kan????
    apakah Si X adalah kichan,apakah dia menampakkan wajah aslinya at dengan penyaran?????
    🙂
    😉
    🙂
    gak sabaran bgt nih u part lanjutannya…
    mohon di percepat dong thor….
    ya ya ya ya ya
    😉
    😉
    😉
    😉

    1. wah, jahat? maaf, sengaja sih saya, pengn si reader pada penasaran.
      nggak bs ya, cuy! mian!!!
      tapi gomaweo dah mau koment, ya, meski bilang saya jahat sih. c:

  3. mmbaaaakkkkk hhhhaaaannnaaaaaa ceepeeettaaannnn keeeluuuaaarriiinnn paaarrrttt LIIIIIIIIIIIIIMMMMMMMMMMMMMMAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!! #pingsaaannn
    huuuaaa ngapa lagi seruu d cut.. pasti kichannya nyamarr kan hayo hayoo bener kan.. #pedetingkatdewa
    aku pernah ni mbak baca komik yg beginian, tapi lupa jdulnya apa~ hehe d tungguu yooo mbak part limanya ^0^

  4. uouououuoooo… Kichan nya dibuat lebih cool dan dialognya pendek-pendek lagi thor, biar sama BP jadi pas
    btw, ga sabar nunggu part 5!! XD
    udah lupa sama komiknya sih ._.

  5. Hahaha..udah seru ff ini juga lucu ^^.
    Key kerjaannya marah marah mulu..yah biasalah di part sebelumnya
    kichan juga cueeek melulu
    taemin yg hobi makan melulu..hahaha pokoknya menghibur san seruu!

    tinggal baca part 5 nya aja

    joah!joah! ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s