Beautiful Stranger [Chapter Six]

Beautiful Stranger

AKU menguap lebar.

      Pagi-pagi sekali sudah ‘berteleportasi’ ke perusahaan. Mata berat, lingkaran hitam juga menghiasi kantung mata. Belum kering bibir ini mengatakan kalau kejadian kemarin ketika Jinki menciumku paksa di kotak telepon adalah kejadian biasa―aku sudah pernah melakukannya dengan Kris dulu. Tapi pada kenyataannya aku tidak bisa tidur. Bayangan wajah Jinki berputar di kepala membuatku muak. Dia gila! Er, tidak, akulah yang mulai gila.

Continue reading Beautiful Stranger [Chapter Six]

Advertisements