Beauty Shine I – Part 5

Beauty Shine I.5

Tittle                : Beauty Shine

Author             : Lee Hana

Main cast         : Kichan and Kim Kibum, Lee Jinki.

Support Cast   : Lee Taemin, Cho yeojung, Goo Misun, dan Joo Jeongsuk.

Genre              : Humor, School Life, Frienship, and romance (dikit)

Type                : Kink

Length             : Sequel/Novel Length

Rating             : G

Inspired By     : Arai Kiyoko-Beauty Pop

Summary         : “Tenang saja! Aku akan memberimu sihir agar jadi cantik.” *o*

BANZAAAAAAAAAAI! Part paling ditunggu sudah dataaaaaaang! Ini part yang paling aku suka, dan aku harap kalian juga suka. Dari part tiga yang jadi dua sampai part ini, jadi khusus konflik yang luar biasa ini menghabiskan 4 part yah! Fiuh. Padahal kan cuma satu ya?

Seperti biasa. Happy reading, readers!

“Aku datang. Nah, ayo dimulai!”

“Hiiiiiii! Itu kan Kichan! Ya ampuuun, dia yang muncul ke panggung!” pekik Jeongsuk yang terlalu terkejut hingga berdiri dari tempatnya duduk.

Kiri datang seperti biasanya. Ketika ia ingin menggunting rambut ia pasti akan berpenampilan berbeda. Berpenampilan sporty. Memakai topinya yang bertuliskan BS, jaket, celana training dan membawa sebuah tas yang ia tenteng. Berpakaian layaknya seorang laki-laki.

Kichan berjalan menghampiri Kibum.

“Yaah! Apa yang….” bentakkan Kibum terhenti ketika Kichan tak berhenti melangkah dan melewatinya begitu saja.

“Yaaah! Tunggu duluuuuu!” teriak Kibum seraya membalikkan tubuhnya ke arah Kichan. “Siapa sebenarnya kau ini?!”

“X,” jawab Kichan dengan tampang datarnya.

“Apa?”

Jinki tersenyum, Taemin terlihat sangat senang melihat pahlawan rahasianya, sedangkan si gendut yang Kichan seret memandang tak percaya. Mungkin lebih tepatnya tak bisa mempercayai kemampuannya karena penampilannya. Dan Jeongsuk, “Kichan ngomong apaan sih?!” itu yang ia katakan dengan wajah ketakutan.

“Maaf telah lama menunggu para penonton! X yang kita nanti-nanti sudah datang!” ujar Taemin yang sangat bersemangat. Seperti biasa, menjadi MC-nya.

Gemuruh kembali terdengar dari bangku tribun. Kali ini tak lain dan tak bukan adalah karena X. Yang sebagian besar adalah kalimat tanya. Tentang semua kemisteriusannya. Bahkan ada yang mempertanyakannya jenis kelaminnya karena pakaian yang ia pakai, ditambah lagi rambutnya ia kuncir. Jadi bukannya tak mungkin identitasnya benar-benar terjaga.

Kibum terdiam sejenak dan terlihat tenang. “Kalau begitu, kau kan orangnya? Yang menggunting gadis berkacamata itu? Yang memberi hair extention pada gadis berambut pendek itu? Yang menggunting rambut Taemin ketika kena permen karet? Yang… YANG SEENAKNYA SAJA MEMAKAI GUNTING MILIKKUUUUUUUUUUU!!!” teriak Kibum yang sejak tadi menahan amarahnya.

“Oh, gunting itu… Kurang diasah tuh,” olok Kichan dengan cueknya.

Kibum langsung kayak orang kesetanan. “Kau iniiiiiiiii….”

“Sabar, Kibum! Jangan habiskan napasmu sebelum bertanding!” ujar Jinki tenang seraya memegang bahu Kibum.

Jinki tersenyum tipis pada Kichan lalu menghampirinya. Memberikan tangannya untuk berjabat. Tapi… Kichan buang muka. Membuat Jinki serasa jadi orang bloon dalam sekejap. Memalukan.

“Kibumie, ayo kita mulai!” ujar Kichan sambil pegang-pegang topinya dengan wajah datarnya.

“Memangnya siapa kau, hah?! Aku takkan meladeni orang nggak jelas kayak kamu!”

“Kenapa? Kuarang pede?”

“Jangan sembarangan, ya! Aku tak pernah kurang pede! Aku pasti akan memenangkan pertandingan ini! Lihat saja! Kau pasti pakai topi untuk menyembunyikan rambutmu! Pasti berantakan!”

Kichan terlihat nggak peduli, atau nggak ngederin sama sekali.

“Sepertinya seru juga, nih,” gumam Jinki dengan senyum kecil.

“Kita buat pertandingan ini lebih menarik. Siapa yang menang boleh memotong rambut lawan sesuka hati, bagaimana?” tanya Jinki pada Kibum, yang seketika membuat mata namja itu bersinar-sinar.

“Wah, itu ide bagus!” ujar Kibum penuh senyuman lebar.

Batle pun dimulai. Dan Taemin pun dengan semangatnya memperkenalkan dua orang yang akan di-make over oleh kedua peserta.

“Model yang akan dipotong oleh Kibum adalah, Kim Shin Ai dari kelas 2-A. Sedangkan model yang dipakai oleh X adalah, Cho Yeojung dari kelas 2-E. Sedrastis apa penampilan kedua orang ini akan berubah?! Batas waktu bagi X dan Kibum adalah tujuh puluh menit! Para penonton sendiri yang akan memilih model yang penampilannya paling menggemparkan! Mari kita mulai hair batle ini!”

Gemuruh sorak sorai menggelegar membahana badai di ruangan besar itu.

“Eit… Kibum mulai beraksi menggunting rambut! Penampilannya tetap anggun dan mempesona! Sungguh berbakat! Semua orang di sini pasti bisa menangkap aura kehebatannya!” teriak Taemin yang nggak kalah lebay sama authornya, tapi nggak bisa disangkal yang ia katakan memang benar.

“Sedangkan X… Lho? Si X masih bengong memandangi rambut modelnya?” ujar Taemin heran. Bukan memandang biasa, pandangan penuh…. pokoknya gini deh. Yang saya baca dari ekspresinya ‘nih rambut kok bisa begini jelek’ sambil memegangi rambut panjang kasar tebal dan tak terurus itu.

“Yaaah! Kamu nggak apa-apa, X?” tanya Yeojung seraya melirik ke arah X. “Kibum sudah gunting rambut, tuh! Kau juga harus cepat!” ujar Yeojung mulai panik.

“Hmmm….” gumam X yang masih saja melihat rambut gadis itu, tapi kali ini ekspresinya terlihat berpikir.

Yaah! Kau ini kenapa? Jangan-jangan kau jadi nggak pede melihat reambutku?”

“Memang aku kecewa, tapi apa boleh buat.”

“Kukira hari ini kau tak akan muncul. Tapi kau malah menyeretku ke sini tanpa bilang apa-apa!” bentak Yeojung yang tiba-tiba menengok ke arah X dan menarik jaketnya dengan keras hingga X membungkuk.

“Pokoknya kau harus tanggung jawab! Kau harus buat aku jadi cantik!” bentak gadis itu lagi.

Kichan tersenyum dan membisikkan sesuatu di telinga gadis kasar itu, “Tenang saja. Aku akan memberimu sihir, agar kau bisa jadi cantik.”

Mata Yeojung terbelalak. Ia terlihat cukup terkejut dengan jawaban X yang tidak lain adalah Kichan.“Sihir? Agar menjadi cantik?” pikirnya.

“Tapi rambutmu ini tebal dan susah diatur. Kulitmu juga kering dan bersisik,” sambung X yang masih saja melihat dengan tampang datarnya.

“Yaaah!” bentak Yeojung marah. Ia benar-benar tidak terima.

“Rambut seperti ini lebih baik di-treatment dulu kali ya,” pikir Kichan. Aduh! Ni orang pas mikir aja ekspresi datarnya nggak ilang-ilang.

“Masih mikir apa lagi, sih?” tanya Yeojung yang ngliat X lagi pegang-pegang pelipisnya dengan jari telunjuknya yang kanan.

“Apa boleh buat. Pakai saja,” pikir X lagi yang sejak tadi mikir dan kali ini udah ambil keputusan. BANZAIIIII!#authornya apaan sih. Hihihi…

“Waktu yang tersisa tiga puluh menit lagi! Maaf, para model akan duduk membelakangi penonton. Silakan menantikan kejutan besar para hadirin!” ujar Taemin membuat wajah semua orang yang menonton terlihat kecewa. Tak sedikit juga yang melempar teriak-teriakan protes.

“Sepertinya Kibum sudah selesai menata rambut modelnya. Sekarang tinggal merias saja. Bagaimana dengan X? Lho? Nampaknya dia sedang mencatok rambut modelnya. Padahal tinggal tiga puluh menit lagi. Dia bahkan belum menggunting rambut, juga belum merias. Apa bisa keburu waktu?” sambung Taemin lagi.

Sebuah opini langsung terlontar di antara bibir para Lockets, yang tidak lain adalah kata-kata meremehkan X, serta berbagai pujian yang diberikan untuk Kibum.

“Hancur sudah kesempatannya. Kau pikir dia betul-betul punya kemampuan di bidang ini?” tanya Kibum pada Jinki dengan wajah meremehkan ketika melihat yang tengah X lakukan.

“Jang Kichan. Apa aku salah menilaimu?” gumam Jinki yang sama-sama memperhatikan gadis bertampang datar itu.

Yah, Kichan! Kaja Kichan!” suara seseorang mengusik X dan membuat pandangannya kepada rambut itu teralih dan membuatnya menengok.

“Waktumu tinggal dua puluh menit lagi! Cepat!” sambung Misun lagi yang terlihat sangat panik. Di sampingnya ada si orang susah yang juga tak kalah gugup. Meski ia begitu memuja SP, ternyata dia setia kawan juga.

“Eh, Orang Susah,” ujar Kichan yang menyadari keberadaan sahabatnya yang tiba-tiba muncul itu..

“Kau kan nggak pernah menggunting rambut orang!” ujar Jeongsuk.

“Mungkin guntinganku lebih bagus darimu,” jawab Kichan santai.

“Baru kali ini aku lihat kau menggunting rambut! Mana mungkin kau bisa menang dari Kibum Sunbae yang jagoan itu!”

Ah ni orang. Sebenarnya niat nggak sih dukung sahabatnya?

______

Seorang lelaki paruh baya tengah melihat rentetan rambut manekin di hadapannya sambil menghisap putung rokoknya.

“Anak itu. Rekorku adalah memotong dua puluh rambut menekin dalam waktu empat puluh menit. Aku harus bisa dalam waktu tiga puluh lima menit!” ujarnya serius dengan tampang kesal ke arah kepala-kepala boneka itu.

“Meski ujung potongannya masih kurang rapi, tapi dia lulus ujianku,” sambungnya lagi.

“Meong!”

Itu suara Shampoo. Kucing itu sejak tadi tidur di atas bantal yang terletak di lantai. Bergeliat dan menikmati waktu tidur siangnya.

“Apa? Hari ini ya, festival budaya di sekolahnya?”

“Meong!”

“Oh, begitu. Yah, apa si Kichan akan tampil di acara hair batle itu?”

Waaaaah! Keluarga Kichan selain jago gunting rambut juga bisa ngerti bahasa kucing, ya? Aku aja yang pecinta kucing dari kecil sampe sekarang nggak sejago itu, loh. Paling cuma ngerti ‘meong’, itu doang. Hehehe….

______

“Baiklah! Waktu yang tersisa tinggal lima manit lagi! Sepertinya Kibumie sudah selesai dengan pekerjaannya! Tapi X… Masih menggunting rambut modelnya!”

“Dasar payah! Pasti guntingannya berantakan!”

Ani. Gaya guntingannya biasa-biasa saja. Tapi kurasa waktu empat menit tak akan cukup baginya untuk menyelesaikan guntingan itu,” ujar Jinki menanggapi omelan Kibum. “Tapi….”

“Dia malah bersiul-siul dengan tenang,” potong Kibum heran.

“Jangan permainkan aku, Brengsek! Kau pasti kalah! Waktumu sudah habis!” teriak Kibum yang semakin tersulut emosinya. Ya, kau tahu kan karena apa.

“Waktu tinggal tiga menit lagi!” ujar Taemin.

“Tinggal tiga menit, ya,” gumam Kichan kemudian mengambil sebuah gunting yang ada dalam sebuah tas kecil yang terpasang pada lingkar celananya.

“Saatnya beraksi.”

Untuk kesekian kalinya ia memainkan gunting itu, lalu dengan cepat menggunting rambut modelnya memakai tangan kirinya setelah lama menggunakan tangan kanannya dan bersantai-santai.

Kresh! Kresh! Kresh!

Semua yang melihat terperanjat dengan kecepatan menggunting yang diperlihatkan Kichan, termasuk Kibum.

“Dia mulai menggunting menggunakan tangan kiri?!” ujar Kibum terkejut.

“Hah, pakai tangan Kiri?!” timpal Jinki yang juga terkejut.

“Luar biasa, X! Gerakan tangannya cepat sekali!” ujar Taemin dengan wajah super kagum.

Dan Jeongsuk malah panik, sedangkan teman disampingnya, Misun terlihat tenang-tenang saja.

“Sebetulnya, siapa dia?!” ujar Kibum masih dengan tatapan yang lekat pada apa yang Kichan lakukan.

“Waktu tinggal sedikit lagi! Tiga puluh detik lagi!” ujar Taemin.

“Misun, tolong ambilkan colour spray. Ada dalam kotak riasku!” ujar Kichan.

“N-nde.”

“Lima detika lagi! Empat! Tiga! Dua! Satu! Selesaaaaaaaaaaai!”

“Fiuh!” Kichan menghela seraya duduk sambil membungkukkan tubuhnya.

“Ki-kichan,” ujar Misun.

Yaah, Kichan! Untung keburu waktu, ya?” timpal Jeongsuk.

“Keburu waktu, ya?” tanya seseorang membuat perhatian mereka berdua teralih pada seseorang yang berada tak jauh dari mereka berdua. “Apa aku jadi cantik?” tanyanya lagi.

Misun dan Jungseok terbelalak, bahkan Jungseok mulutnya sampai terbuka lebar.

“Nah, silakan penonton memberikan penilaian! Tekan tombol yang ada di dekat kalian! Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang?!”

______

Admin’s note: Halo Hana, ini udah selesai ya? Di bawah sih bilangnya udah selesai, tp ga yakin karena kamu bilang masih ada lanjutannya. Lain kali kasih keterangan “End” atau “TBC” ya ^^

Fiuh! Dah selesai, nih. Sekarang aku tinggal tunggu respon kalian gimana. Yah, kalo responnya baik kemungkinan besar aku terusin. Semoga suka, ya? Maaaaaaaaaaaaaaaaaaaf banget kalo nggak seru atau pun nggak lucu sama sekali. Tapi seperti author lainnya, bagaimanapun karyanya, bagus jeleknya, aku tetep berharap para readers mau kasih komentar, kritik dan juga saran. Semua itu sangat membantu para writers baru kayak aku untuk jadi lebih maju.

Nggak usah ngomong panjang-panjang. Satu kalimat buat kalian yang menyisihkan waktunya untuk membaca ff payah yang nggak jauh lebih baik buatnya dari Arai Ajumma. #GOMAWEOOOOOOOOOO!!!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

12 thoughts on “Beauty Shine I – Part 5”

  1. Aaaa,,,, part sebelumnya aku belom bacaaa…..

    Tp gpp ya Hana,
    abisnya aku lama ga mampir, sekalinya mampir baca yg keliatan di home aja: V

    lanjut dong; lanjut!
    Masih ngambang nih hasil hair battlenya…

  2. sebelumnya mian krn part seblumnya gk komen abis modemnya ngjak ribut sih ‘.’v
    yah lanjjjuttt dong penasaran nih

  3. i’m so so so and so sorry!!!
    buat readers yang kecewa atau penasaran kemungkinan besar saya nggak lanjutin. saya juga lagi galau nie. bingung mau lanjut apa nggak. coz part selanjutnya itu pake bahasa ingris semua gtu, jadi agak ribet, hana kan nggak terlalu piter bahasa inggris, terus kalo kalian pengen baca komik onlinenya juga nggak ada yang bahsa indo lagi. trus pas cek ternyata partnya itu sampe ratusan. ayo, gimana cobak aku? aslinya ini cuma buat iseng aja. saya benar-benar menyesal, mungkin saya akan menggantinya dengan ff yang jauh lebih kece. saya janji deh! sekali lagi maaf#bungkuk dalam
    buat admin saya juga minta maaf ya!

  4. Aaarggghhh saya ikutan tegang karna festival battle hair nyaaa….part ini emang yg terkeren! Kurangnya cuma agak pendek gitu…di panjangin lah thouuuuur….

    Next next next yaaaaa!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s