Life for Die – Part 1

Title  (*)                      : LIFE FOR DIE (Part 1)

Author (*)                    : Sung Tae Jin

Main Cast(*)               :

Samantha Sung [Sung Ji Jae] (OCs),Lee Jin Ki ‘ Onew’ (SHINee) ,  Lee Taemin (SHINee) , Kim Jonghyun (SHINee), Kim ‘Key’ Bum (SHINee), Choi Minho ( SHINee)

Support Cast                :

Kim Tae Yeon (SNSD), Sandara Park (2NE1), Jessica Jung (SNSD), Dongho ( U-Kiss)

Length(*)                     : Sequel

Genre(*)                      : AU (School), Fantasy, Friendship, Mystery, Romance

Rating(*)                     : PG – 13

Summary                     : Saat darah telah menyatu dengan air mata, saat tubuh sudah bersatu dengan tanah, saat nyawa sudah tak berbentuk raga, dimanakah kita dan dimanakah semua orang?

life for die

Author aneh kembali.. Ini 1st partny.. Mian buat kmaren. Sumpah demi apa juga, my lovely laptop rusak selama berbulan – bulan yang mengharuskan smua dok yg ad d my dok sma d local disk hrus d apus.. moga2 suka y..

Ff ini udh ak post d funfiction vlub, grup fb FanFiction Kpop World + Me. Jd klo ad kesamaan, liatin dl nma authorny y..

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

Sammy menemui D.L.F alias Dear little Friend – nya di kelas Xa Ghost Proffesional. Ia melambaikan tangan pada Dara yang tengah belajar masalah telekinesis untuk ulangan harian minggu depan. Dara melihat arloji pinknya dan ia tersentak, baru pertama kalinya ia melihat kelas yang lebih dulu keluar. Bel memang berbunyi, tapi bukannya itu berarti pergantian pelajaran? Dara bertanya – tanya. Namun kembali pada fakta yang pertama, bel memang sesuka hatinya berdering, jadi Dara mengabaikannya.

Kau duluan saja. Pelajaran selesai masih lama dan kau sudah pulang. Jadi, duluanlah. ‘ Terlihat tulisan itu di buku Dara. Sammy mengambil buku tulisnya berniat untuk membalasnya. Namun guru telekinesis yang terkenal killer itu memandangnya seolah mengajak Sammy untuk berduel. Sammy lekas memasukkan apa – apa yang menjadi bahan niatnya tersebut dan mengurungkannya dengan cara berlari.

“ Eits.. Wae, sangie? “ Tanya Taeyeon, teman sekamarnya yang lebih tua. “ Aigo, eonnie! Jangan mengagetkanku seperti itu. “ Keluh Sammy sembari menghentakkan kakinya yang mungil. “ Bukankah kau yang terlalu terburu – buru seperti tadi? “ “ Aish! Terserah eonnie saja. “

“ jadi, apa kau akan menceritakan apa yang terjadi ? Kau pulang 1 jam lebih awal. “ Tanya Taeyeon sesudah melihat Sammy mengambil beberapa lollipop dari dalam laci dapur. “ Molla, eonnie. Bel tiba – tiba berbunyi dan kami sudah ada di luar kelas. “ Sambil memilih lollipop – lollipop beraneka warna itu, Sammy menjawab Taeyeon tanpa memalingkan pandangan dari benda berwarna – warni itu.

“ Setahuku, yang pernah mengalami ini hanya ada dua kelas, kelasmu dan kelas Xa Angel Proffesional. “ Taeyeon berlaga seperti Inspector Parker yang sedang menyelidiki kasus pembunuhan. “ Memang aneh sih.. Tapi, aku ‘kan tak tahu apa – apa. “ Ujar Sammy yang tengah selesai memilih lollipop mana yang baik untuknya .

“ Sammy, ini eonnie.. Buka pintunya, saeng! “ Terdengar suara Taeyeon yang kekanak – kanakkan dari pintu luar kamar asrama nomor 666 itu. “ Eonnie..?? “ Sammy berbisik dan terlihat tidak berani memandang siapa yang sedari tadi berbicara dengannya. Ia memberanikan diri untuk melihat kebelakangnya dan yang ia temui hanyalah beberapa kristal dan surat lusuh. Ia terdiam sesaat dan sangat amat super duper kaget tanpa berpikir lagi langsung memasukkan semua barang – barang yang ia ketahui adalah Taeyeon tadi kedalam tas kecilnya lalu berlari membuka pintu.

“ Saengi, kau datang lebih dulu? Bukannya semua orang harusnya pulang jam 6 sore? “ Tanya sang eonnie kepada Sammy. “ Ini Taeyeon eonnie ‘kan? Ini Kim Taeyeon yang asli ‘kan? “ Tanya Sammy seolah menutup jalan pintu masuk ke kamar asrama. “ Tentu saja ini eonnie. Wae? “ Taeyeon melepaskan tangan Sammy yang menghalangi jalan masuk kamar dan bergegas masuk.

“ Huft.. Syukurlah ini benar – benar eonnieku. Aku sangat takut tadi eonnie. Kau tahu, tadi ada seseorang yang berada dalam kamar dan menanyaiku. Dan yang membuatku takut adalah itu eonnie! “ Taeyeon yang sedang minum tersedak dan terdiam sesaat. “ Mworago ?! “ Taeyeon berteriak dan duduk disebelah Sammy yang warna bibirnya sudah seperti warna lollipop.

“ Apakah itu kurang jelas eonnie? Iya, itu eonnie. “ Kata Sammy. Taeyeon terdiam sesaat. “ Sudahlah.. Nanti kau cari tahu dengan oppamu itu. “ Ujar Taeyeon mendorong Sammy ke tempat tidurnya.

*****************

Suara pasir terdengar dari luar jendela kamar Sammy. Sammy yang masih ingin menikmati hari minggu dengan bermalas – malasan itu sepertinya tidak di dukung meskipun dengan kasurnya sendiri. Ia jatuh dari kasurnya dengan kepala yang mendarat duluan. Sammy tidak merasa begitu sakit karena sebagian nyawanya belum terkumpul. Sammy baru menyadari suara pasir yang terdengar sangat membisingkan itu. Ia memutuskan untuk bangun dan bergegas menuju atap. Disana udara agak segar dengan sedikit mendung. Entah kapan hujan akan datang. Namun yang pasti, hari tidak begitu mendung seperti biasanya.

“ Kau memandangi apa? “ Tanya seorang namja dari balik punggung Sammy yang membuatnya terkejut setengah mati. Suara berat namun halus itu berjalan ke sebelah Sammy. “ Kaget?  Taemin imnida. Aku dari kelas Xa Angel Proffesional. “ Katanya lagi. Namja yang mengaku bernama Taemin itu menarik mata Sammy untuk melihat anak itu. Sammy meliriknya sedikit. Sammy teringat akan sesuatu, namun ia tak tahu apa itu. Jadi ia hanya mengabaikannya dan kembali memandang dedaunan yang basah akibat hujan semalam.

“ Choneon Sammy imnida. Aku dari Xe Ghost Proffesional. Kau sering datang kesini juga? “

“ Juga? Bukankah kau yang baru datang kesini beberapa minggu terakhir? “

“ Bagaimana kau tahu itu? “

“ Setiap aku ingin kesini, jam berapa pun itu, kau pasti ada disana. Sejujurnya itu sangat mengganggu. Namun kembali pada faktanya, tempat ini bukan milikku. Hanya saja tempat ini yang menyuruhku kemari. “

“ Mian jika itu mengganggumu. Aku tidak akan datang kesini lagi setelah ini. Aku janji. “

“ Tak apalah. Hitung – hitung, kau menjadi teman pertamaku. “

“ Pertama? Aku?  Bukankah mereka yang berada di kelasmu itu adalah orang – orang yang bersahabat? “

“ Mereka ya mereka. Bukan aku. Bila kau tidak mau, tak apa. “

“ Tentu saja aku mau. Aku sekaligus bisa belajar denganmu kau 2 tingkatan lebih tua daripadaku atau lebih tepatnya sunbae 4 bulanku.. “

“ Tentu saja. Kenapa tidak. Bawa saja daftar pelajaranmu setiap hari sebelum kau memulai pelajaran. Anggap saja aku guru privatmu. “

“ Ne, oppa. “

“ Oppa? “

“ Aku tahu kau lebih tua daripada aku. “

“ Memang.. Tapi.. “

“ Stttt.. Turuti saja. Jalgayo, annyeong!! “ Sammy berlari tanpa melihat Taemin yang ditinggalkannya itu. Sammy kembali ke kamarnya untuk segera mandi dengan semangat yang datang tiba – tiba. Entah kenapa, saat berbalik arah membelakangi Taemin, ia langsung bersemangat dan ingin melakukan berbagai kegiatan yang seharusnya tidak ia lakukan hari ini.

“ Wae? Semangat sekali kau hari ini? Biasanya harus aku yang membangunkanmu. “ Taeyeon yang melihat teman sekamarnya sudah rapi dan bersih itu keluar dari kamar mandi. “ Anni, eonnie. Hanya ingin merubah hidup malasku saja. “ Dengan nada suara tinggi bersemangatnya, ia keluar kamar 666 dan bukannya berlari ke lift, ia malah berlari menuju tangga darurat dan dengan itu ia harus berlari 15 lantai atau lebih daripada 2.000 anak tangga.

Anak aneh ini terus bernyanyi ditemani dengan ipodnya menuju ke sekolah. Sekolah terlihat sepi. Hanya ada sedikit bau amis tercium. “ Darah lagi? Pembunuhan lagi? Setelah setidaknya 2 tahun area ini tidak terdengar kabar pembunuhan lagi? “ Sammy melompati pagar sekolah yang sebenarnya tidak boleh ia lewati. Ia seorang diri dengan beralatkan dengan sebuah ipod, ponsel, dan laptop itu membesarkan volume lagu di ipodnya untuk menutupi rasa takutnya yang terkalahkan oleh rasa penasarannya.

“ Hello! Anybody?! “ Sammy berteriak dengan jawaban yang ia buat sendiri. Sekolah berbentuk seperti kastil vampir ini sepertinya menyuruh Sammy mencari tahu ada apa dibalik semua ini. Hujan turun dengan derasnya yang membuat seluruh ruangan menggema seperti teriakkan. Sammy semakin tak tenang. Tadinya ia kesini untuk berkeliling di sekitar tamannya saja. Tapi kenapa ia malah berani masuk? Tapi karena sudah setengah jalan, ia tidak berniat lagi untuk kembali. Ia meneruskan penyelidikannya (?) itu. Ia terus mengikuti intuisi yang mengatakan apa yang akan terjadi. Walaupun ia baru belajar sedikit tentang intuisi, namun ia tahu persis bagaimana cara mengendalikannya.

“ Sedang apa kau disini? “ Seorang namja berhasil membuat jantung Sammy hampir terpisah raganya. “ Nuguya? “ Sammy melihat kebelakang dan melihat namja yang hampir sepantar dengannya. Namun ia sedikit lebih tinggi dari pada Sammy. “ Aku? Anggap saja aku pengunjung. “ “ Namamu siapa? “ Sammy dengan polosnya bertanya pada namja berkulit putih itu. “ Kim Jonghyun. Sekarang.. Bisakah kau jelaskan bagaimana caraku untuk keluar? “ Kata Jonghyun dengan santainya. “ Tentu saja. Lurus ke arah belakangmu hingga ujung, dan belok kiri. Kau akan langsung bertemu taman. Disitulah jalan keluarnya. Dan satu lagi. Kau harus melompati pagarnya. “ Jelas Sammy sambil menunjuk ke arah belakang Jonghyun.

“ Ksu tidak mau ikut ? “ Tanya Jonghyun sebelum kakinya melangkah menjauh. “ Ada hal yang harus keselesaikan. Bila kau ingin keluar lebih baik keluarlah sekarang. “

“ Jadi kau mengusirku… “

“ Sammy. Hanya itu kalimat terakhir yang ingin kau tahu jawabannya ‘kan? Sudah, pergi sana. “

“ Terserah dirimu saja. “

Sang namja itu menjauh seiring dengan derapan kakinya yang terdengar berlari. Sammy melanjutkan perjalanannya menyusuri kastil penuh misteri yang belum pernah terpecahkan itu. Pikirannya mulai melayang memikirkan apa yang akan terjadi kali ini. Intuisi mengatakan, seseoarang akan datang padanya dan mencoba untuk mengambil sesuatu darinya. Tapi ia mengabaikannya dan terus memaksakan berjalan.

“ Seseorang mengambil sesuatu dariku? Hmm.. Namja itu! “

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

8 thoughts on “Life for Die – Part 1”

  1. Siapa namja itu? taemin kah? Ckckck asal tebak -_-

    bagus kok thour, hanya saja aku kurang ngerti alur ceritanya, gak ngerti gitu sih..tapi gwenchana 🙂

    Nextt…..

  2. Author..cpet2 lanjutin ceritanya ya…penasaran, apalagi genrenya fantasy mistery gini
    author….fighting

  3. Pas pertama baca, agak bingung sama alurnya gimana eonn ._. Tapi lama-lama lumayan ngerti ._. Aku emang kurang mudeng kalo FF genrenya fantasy ._.
    Overall ffnya bagus ^^
    Cepet lanjutin yaa eonn ^^

  4. Aaaaaa,,
    Kemana ajah aku,,
    FF sebagus ini jd kelewat kan #efek kelamaan hiatus

    Bagusssss, suka sama idenya,
    Td ada istilah telekinetik disebut,
    Jd keinget Lulu EXO.

    Ditunggu part 2-nya, ne?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s