Beautiful Mushroom Tae Vs Lion Yong – Part 3

BMT Vs LY 2

Beautiful MushroomTae Vs Lion Yong

Tittle: Beautiful Mushroom Vs Lion Yong

Author: lyri

Main Cast: Lee Tae Min, Kim Yong Ri (OC)

Support Cast: You can find it after read this FF.

Length: Series

Genre: T

Note: 1) Semua K-idol yang ada di FF ini kebanyakan sifatnya OOC (Out of Character –real character). 2) Don’t bash me, don’t plagiat, don’t re-upload, and don’t claim as yours.

PART 3

“Jadi,kaumautidakjadiyeojachingu-ku?” tanyanya.Ya! Bagaimanaini?Barusajabulanlaluakumengalamihalbodohinidansekarangterjadilagi?Ish.“Ohya, penemuankusudahlebihbanyakdiminati orang kok.Lihatsajadariberita-berita.”Lanjutnyalalumenjulurkanlidahnya.Aigo, yeppeo, kekeke.

Taemin POV

“Masakaumauberpacarandengan orang yang tidakmenyukaikamu?” tanyanya.Jadi, maksudnyadiatidakmenyukaiku?Lalu, usaha yang sudah lamaakulakukanbagaimana?Aish, mengapadiasusahsekaliuntukjatuhcinta.

“Hei, apakaubenar-benartakmenyukaiku, eoh?Apamengirimimupesan –tiappagidanmalam– lalumengirimusuratdanbungakurangromantis?” tanyaku yang membuatiameletakantelunjuknyakekepalanyadanmatanyamenatapkeataslangit –sepertiberpikir.

“Tapi, akubenar-benartidakpunya rasa apa-apapadamu.”Katanyapolos.

“Ish, kaumemangsusahuntukjatuhcinta, ya! Lalu, bagaimanacara agar kaumenyukaiku?” tanyaku yang terdengar bodoh.

Ia pun tertawasampaimebuatmatanyahampirtenggelam. “Pikirkansajasendiri!Lagi pula manamungkinakusukapadamu.”Katanyasambilmenjulurkanlidahnya.Ish, yeojaini.

Baik, baik, akuakancaricarasendiri. Akubisa tanyakanbagaimanacaranyapadaTaesundanYesunghyung, ataupada Key, Onew, Hyunwoo, Jesun, dan Jiyeon, merekakansahabatnyaYongri. SiapatahumerekamendukungkuuntukmendekatiYongri.

“Hei!Kenapamelihatkusepertiitu?Cepat! Antarakupulang!” perintahYongriseenaknya.Sikapnyainimemangtidakpernahberubahdaridulu.Iasukasekalimemerintah –yang akutahu.

Cih, pedesekaliia.Diapikirakumaumengantarnyapulang?Tapi,sial.Diamenarikusampai di tempatparkir, padahalbiasanyaaku yang melakukaninipadanya.

“Mobilmumana?”TanyaYongrianehketika –mungkin– tidakmelihatmobilberwarnaputihkuparkir.

“Tentusaja, Karena aku membawa motor, bodoh.”Katakusambilmenarikbalikiaketempatparkir motor.

“YA!Akutidakmaukalaunaik motor! Sudah, akuduluan!” katanyasambalmarah-marahlalumeninggalkanku.Segerasajaakupaksaiauntuktidakpergiwalauiatakhenti-hentinyaberusahauntukkabur –memberontak.

Hanyabutuhwaktutigamenit –karenamengebut– akusudahsampai di toko ice creamterbesar di Seoul. Iatampakanehketikaakumemparkirkanmotorku di depantoko itu. Tapi, tiba-tibaiatersenyumevil danmenarikkumasukketoko itu. Entahapa yang iarencanakan.

“Akumaupesanice cream itu, Taemin!” katanya yang terdengarsepertimemerintah.

Iamenunjuksebuahice cream denganinovasibaru. Ukurannyalumayanbesardanpenuhhiasan.“Apakauakanmenghabiskannya?” tanyaku.Manamungkiniabisa menghabiskannya? Ice creamitubanyaksekaliwalauhanyasatuporsi.Iamenganggukbahagia. Baiklah, sepertinyaakumemangharusmembelikannya.

Beberapamenitkemudian, seorangpelayandatangmemberikanduaice cream.Satuice cream miliku dansatulagimilikYongri.

“Cih, manamungkinkaubisa menghabiskannya.”Katakumeledeknya yang barusajaakanmenyuapkansuapanpertamanya.

“Tentusaja, bahkanmungkinsekali, Jamur.”Katanyasambilmengurucutkanbibirnyalalumemakanice cream denganporsi –yang bisa dikatakan– super miliknya.

“Beginisaja, kalaukautidakmenghabiskannyakauharusmenurutiapa yang akumau.Sedangkan, jikakauberhasilmenghabiskanice creamitu, makaakuakanmelakukanapasaja yang kaumau. Bagaimana?” tanyaku yang hanya 1% percayakalaudiaakanmenghabiskanice cream itu.

Ialangsungmenganggukdengancepat lalu membentuktangan yang mengisyarakan kata oke. Ish, diapercayadirisekalikalauiaakanmenang. Akuyakin, kautidakakanmenghabiskanice cream itu, Lion.

Beberapamenitkemudian, akusudahmenghabiskanice cream.Sekilas, akumelirikYongri.Aigo, iamenghabiskanice cream-nya? Matilahaku.

“Taemin!”Katanyasambilmemegangiperutnya.Ya, ampun, akutidakbisa menahantawasekarang.“Hei!Jangantertawa! Akulapar tau! Ayo kitakeRestaurant!” perintahnyalagi.Mwo?Masihlapar?Yeojainibenar-benar. Ku kiraiakekenyangantadi. Padahalperutnyaitutidak ‘gendut’ tapi, makannyabanyaksekali.

Akumenggarukkepalakubingung.Yasudahlah, mungkinkalauakubaiksepertiini iaakanmenyukaiku. Kekeke.

Aku pun mengangguklalumembayarice cream tadi.Aku yang membayarsemuanya.Ya, diabilangaku yang mengajaknyakesini, jadi, aku yang harusmembayarnya, ish.

“AYO CEPAT, TAEMIN!” kata Yongrisambilberteriak.Padahaldiaada di belakangku.Sungguhyeoja yang sangat..sangataneh.

Sesuaikeinginannyaakumengendarakan motor dengancepat. Sehingga, hanyamembutuhkanwaktusatumenituntuksampai disuatutempatmakan.

“Kita pesanapa, ya?” tanya Yongri padaku yang sedangmelihat-lihat menu makanan.

“Kalauaku spaghetti saja, akusudahlumayankenyang.”Jawabku. Aku sih sudah cukup kenyang, dia? Mungkin belum.

Tanpa disangka-sangka, ia mengangguk dan berkata, “Aku juga.” Ya sudahlah, mungkin ia tahu kalau aku yang akan membayarnya, ish.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya datang seorang pelayan memberikan kami pesanan. Yongri menghabiskan makanannya dengan waktu yang singkat –karena, ia bilang tadi kalau ia sedang lapar. Aku hanya geleng-geleng kepala melihatnya. Benar-benar, yeoja aneh, AB-line.

“Kau bilang kalau aku menghabiskan ice cream tadi, kau akan mengabulkan a-pa-sa-ja yang aku mau, kan? Jadi aku mau, kau menemaniku jalan-jalan hari ini.” katanya. Rupanya ia tak lupa dengan janjiku tadi. Tapi, keinginannya mutualisme –saling menguntungkan– sekali. Ia cerdas, tapi bodoh. Ya, mana mungkin aku menolak pernyataan itu.

“Ya sudah, mau ke mana?” tanyaku.

Tanpa menjawab pertanyaanku tadi, ia langsung menyuruhku membayar lalu menuju tempat parkir. Hei, kita pergi kemana?

“Kita ke toko buku.” Katanya seolah menjawab pertanyaan yang berasal dari dalam diriku.

Jarak dari restaurant tadi ke toko buku tidak cukup jauh, walau tidak ngebut hanya membutuhkan watu sekitar dua menit untuk sampai ke sana. Dekat sekali, bukan?

Setelah sampai di depan toko itu, ia langsung menariku masuk. Toko buku ini memang sangat lengkap. Tidak salah aku mengajak Yongri –yang katanya suka membaca buku tapi bukan kutubuku– ke sini.

Ia sudah mengambil buku sebanyak tiga untuk dibayar. Isinya, tentang pengetahuan umum. Dia memang anak yang cerdas –tapi pabo. Tipeku sekali, haha.

Hampir seharian ini aku berpergian bersamanya. Yang pertama, kami pergi ke Green Park, lalu toko Ice Cream, tempat makan, toko buku, dan yang paling lama kami kunjungi adalah mall. Di sana ia membeli banyak pakaian dan aksesoris.

Ia belanja di sana sekitar tiga jam-an. Tapi, aku hanya diam saja. Karena, ini semua keperluannya –perempuan. Jadi, hampir saja aku bosan menemaninya jalan-jalan dan hampir saja aku tidak mau jalan-jalan lagi dengannya. Ya, mungkin karena aku menyukainya, rasa itu hilang ketika aku melihatnya tersenyum bahagia.

“Taemin, aku sudah capek. Ayo kita pulang!” kata Yongri yang sudah puas berbelanja. Akupun mengangguk lalu mengantarnya pulang ke rumah.

**

Yongri POV

Aigo. Aku baru sadar dengan apa yang terjadi tadi. Baru saja tadi. Beberapa jam yang lalu. Aku pergi jalan-jalan bersama seorang Lee Taemin. Kami hampir menghabiskan waktu bersama berdua. Apa yang aku pikirkan? Pabo. Apa yang terjadi padaku? Ish, aku benar-benar aneh. Apa yang terjadi padaku? Argh.

‘Drt’ tiba-tiba suara getaran ponsel milikku berdering.

From: Minho

Yongri, boleh kah aku meminta nomber temanmu, Jesun? ^^ Ghamsa.

Oh, jadi waktu itu ia mendekatiku karena ingin dekat dengan Jesun. Ish, dasar, harusnya ia harus bilang sendiri. Untung saja sekarang sudah tidak menyukainya, jadi aku tidak sakit hati. Langsung saja aku mengirimkan nomber milik Jesun pada Minho.

‘Drt’ tiba-tiba getaran yang berasal dari ponselku berdering lagi. Kini ada panggilan masuk dari kontak bernama Taemin. Aku baru saja menyimpan nombernya tadi –saat pulang. Entah kenapa, aku itu mungkin sedang gila menyimpan nombernya.

Yoboseyo.” Kata orang yang jauh di sana. / “Yoboseyo.

“Selamat malam, mimpi indah.”

Klik. Ia langsung memutuskan sambungannya. Ya ampun, Taemin. Kau ini kenapa? Dan aku ini kenapa? Ish, kenapa aku jadi begini? Jangan bilang kalau aku menyukainya. Tidak mungkin. Tapi, itu benar-benar tidak mungkin.

**

Yak! Ini sudah jam 07.02 tapi erbang masih terbuka. Mungkin, memang belum masuk, ya? Dari pada telat memang lebih baik aku masuk saja sebelum penjaga sekolah datang.

Setelah sampai di kelas aku langsung duduk di samping Jiyeon yang sedang mengobrol bersama Onew. Capek sekali berlari-lari dari gerbang sekolah hingga kelas 4D ku ini. Memang memerlukan perjuangan yang sangat besar.

Rasanya, ada seseorang yang sedang memperhatikanku. Aku melirik ke sebelah kanan, tetapi tidak ada. Aku melirik lagi ke kiri dan aku melihat sosok Taemin yang ternyata benar memperhatikanku. Ketika ia menyadari aku menatapnya juga, ia tersenyum padaku. Kenapa aku jadi melting? Taemin! Jangan buat aku seperti ini.

“Ehm.” Onew berdehem. Mungkin, ia melihatku tadi. Aigo, matilah aku.

“Onew, biarkan dia!” kata Jiyeon sambil melihat ke arahku dan tertawa kecil. Begitu juga dengan Onew, tertawa sehingga matanya tenggelam. Ish, dasar.

Tiba-tiba, Taemin menghampiri aku, Jiyeon, dan Onew. Kini, ia ada tepat di depanku dan di samping Onew. Lalu, ia berkata, “Aku ingin bertemu kau pulang sekolah, di toko ice cream waktu itu, ya.” Katanya lalu pergi meninggalkan kami.

Ya! Dia mempermalukan aku di depan Jiyeon dan Onew. Baru saja Taemin pergi, dan sekarang Jiyeon dan Onew sudah siap memojoki aku karena perkataan Taemin tadi. Ish, Lee Taemin, kau benar-benar ya!

**

Entah apa yang membuatku hingga aku pergi ke toko ice cream. Dan di sana aku mendapati Taemin sedang duduk. Sepertinya, ia menungguku. Langsung saja aku menghampirinya.

“Ada apa?” tanyaku.

Ia pun terlihat gugup lagi, tapi ia mencoba untuk tersenyum. Taemin! Jangan terus senyum seperti itu. Tolong jangan buat aku menyukaimu.

“Ini yang ketiga kalinya aku bertanya, apakah kau mau jadi yeojachingu-ku?” ya! Kata-kata ini lagi. Apa yang harus aku jawab? Aku jawab iya, atau tidak? Aku tidak tau. “Jangan bohong, aku tahu kau suka padaku, pabo.” Ish, disaat seperti ini ia masih menyebutku pabo.

“Aku mau jadi yeojachingu-mu apabila kau tidak memanggilku dengan sebutan pabo terus.” Jawabku. Mwo? Aku tidak sadar aku menjawab seperti itu. Apa aku menyukainya? Ya, Taemin ini semua salahmu!

Mwo? Hahaha. Kau ini aneh sekali. Tentu saja itu bisa aku lakukan. Jadi, mau kan?” tanyanya lagi memastikan. Aigo, aku ingin cepat-cepat keluar dari peristiwa ini.

Baiklah, aku mengambil balpoin dan robekan kertas dari buku, lalu aku menuliskan sebuah kata.

Taemin POV

Ya ampun. Yongri, apa susahnya bilang ‘iya’? ish, lama sekali. Dan sekarang, apa yang kau lakukan dengan robekan kertas itu? Benar-benar AB-liner.

Setelah sekian lama menunggu, ia memberikan robekan kertas itu padaku. Lalu, ia berkata, “Mm, salin saja tulisan itu.”

Mwo? Sebanyak ini? Oke, kau kan cerdas, jadi, kau harus bisa menyusunnya.

“Aku pulang, ya!” katanya lalu bersiap-siap untuk pulang. Tapi, aku menahannya.

“Tunggu sampai aku menyelesaikan robekan kertas ini.” Kataku, lalu ia pun kembali duduk dengan perasaan gugup yang terlihat.

Sekitar hampir satu jam aku menyelesaikan ini, tapi belum juga terpecahkan. Yongri benar-benar cerdas. Tapi, seketika aku langsung senang ketika aku melihat Yongri tertidur. Lalu, aku menyobek-nyobek kertas dan menulis kata. Tepat, 19 suku kata. Sama seperti yang ia berikan.

“Yongri, bangun!” kataku membangunkannya. Ia pun langsung terbangun. “Ini aku sudah menyalinnya!” kataku sambil meperlihatkan robekan kertas palsu milikku. Kertas itu menyusun kata ‘Jika kau menyukaiku, maka aku juga menyukaimu’.

Mwo? Kenapa kau bisa menyusunnya?!” protesnya lalu mengacak-acak kertas tadi. Eh, jadi itu benar-benar yang ia susun?

“Jadi, itu benar-benar yang kau susun?” tanyaku. Ia pun mengangguk kecil. “Jinja? Padahal, itu buatan ku sendiri. Wah, kita benar-benar jodoh.” Lanjutku. Ternyata, Yongri menulis kata yang sama juga, yaitu ‘Jika kau menyukaiku, maka aku juga menyukaimu’. Aku tidak menyangka ini!

Mwo?” Yongri yang baru bangun tidur itu nampak terkejut.

“Taemin oppa! Sedang apa kau disini bersama Yongri Eonni! Ayo ikut aku sekarang! Key oppa bilang hari ini kau akan mengajakku jalan-jalan!” kata Soohyun yang tiba-tiba datang sambil menarik-narik tanganku agar pergi dari toko ini. Ish, dasar anak ini menganggu saja. Lagipula, siapa yang buat janji seperti itu! Aku tidak membuatnya!

Dengan sebal aku melepaskan tangannya. Namun, ia terus-terusan menarikku. “Jung Soo-hyun! Apa yang kau lakukan, eoh!” kataku sebal. Tapi, ia masih terus menarik-narik.

Yongri yang tampak seperti patung sejak tadi itu memutarkan bola matanya lalu berdiri dan menggendong tasnya. “Sebaiknya aku pergi.” Katanya lalu ia meninggalkan aku dan Soohyun.

Ish, padahal tinggal sebentar lagi. Yak, Soohyun dan Key! Kalian sungguh keterlaluan.

Yongri POV

“Taemin oppa! Sedang apa kau disini bersama Yongri Eonni! Ayo ikut aku sekarang! Key oppa bilang hari ini kau akan mengajakku jalan-jalan!” tiba-tiba ada seseorang yang memecahkan –sedikit– keheningan dan kecanggungan yang terjadi.

Pemilik suara tadi adalah Jung Soo Hyun, yeoja yang Key kenalkan pada Taemin. Ia tiba-tiba datang lalu menarik-narik tangan Taemin agar pergi dari sini.  Kenapa Key harus memperkenalkan yeoja itu pada Taemin, sih?

Lalu, aku berdiri dan menggendong tasku –bersiap-siap akan pulang. “Sebaiknya aku pergi.” Kataku lalu pergi meninggalkan mereka.

Eh tunggu. Apa yang aku katakan tadi? Seharusnya, tadi aku bilang pada mereka, ‘Oh, kalian punya acara? Ya sudah pergi saja sana.’ Nah, seperti itu. Kalau aku pergi begitu saja, aku terlihat seperti menyukai Taemin. Eh, tapi bukannya aku menyukainya? Atau, tidak menyukainya? Aish, aku tidak tau. Memikirkannya membuat aku pusing saja.

Tapi, bagaimana kalau aku benar-benar menyukainya? Ish, Kim Yongri. Sudah, jangan pikirkan dia terus.

**

Huee. Bagaimana ini, aku malas pergi ke sekolah. Aku malu bertemu dengan mantan musuhku sendiri. Aigo. Kemarin itu benar-benar, ya. Andai itu tidak pernah terjadi aku tidak akan malu untuk pergi ke sekolah sekarang. Tapi, kalau aku tidak pergi ke sekolah harga diriku akan turun. Dan, mana mungkin aku dapat gelar siswa berprestasi lagi? Siswa berprestasi tidak pernah tidak sekolah karena sakit.

**

Ternyata, tidak ada hal aneh yang terjadi tadi saat di kelas. Ya untung saja. Tadi pagi, Yesung oppa bilang ia akan menjemputku. Jadi, sekarang aku masih ada di sekolah. Ia tak kunjung menjemputku.

“Ngg, hai Yongri.” Sapa seseorang dari arah belakang. Bisa ku tebak, ini suara Taemin. Mau apa lagi dia.

Aku berbalik dan tersenyum padanya. “Ada apa?” tanyaku.

“Maafkan aku, ya.” Katanya sambil melihat ke arah siswa-siswi yang sedang ada di lapangan sekolah.

“Maaf apa?” Tanyaku. Ia benar-benar aneh, minta maaf tanpa sebab. Apa ia seorang AB-liner yang tidak diketahui, eoh?

“Ish, yang kemarin itu.” Jawabnya. Mm, mungkin.. ya! Kejadian kemarin, kejadian yang bersangkutan dengan Soohyun, anak yang menyebalkan. Ish, Taemin. Lupakan kejadian itu. Kalau aku bisa sihir, aku sihir kau sekarang!

“Oh, memang kenapa? Tidak apa-apa kok. Lagian kalau memang ada acara yang tidak apa-apa.”

“Tidak kok, tidak. Kau cemburu, ya!”

Mwo? Cemburu? Kenapa harus cemburu?”

“Ya sudah, jawabanmu apa? Jawaban yang kemarin itu, loh.”

“Tidak tahu, aku lupa. Jangan tanyakan itu lagi. Aku pulang.” Kataku sambil berusaha kabur darinya. Tapi, ia malah menahan tanganku. Sial.

“Aku tahu kok kalimat yang kau tulis di kertas kemarin. Kalimatnya, aku menyukaimu jika kau menyukaiku, benarkan?” katanya sambil tersenyum evil. Mwo? Darimana dia tahu? Padahal kalimat itu cukup panjang untuk disusun. Ya, Taemin kau terlalu cerdas rupanya.

Mukaku mulai memerah. Daripada Taemin tahu kalau mukaku memerah dan nanti aku ditertawakan, jadi aku memilih segera pergi dari sana setelah dengan cepat berhasil melepaskan tanganku dari tahanan tangan Taemin.

Tapi, ia mengejarku lagi. Tak mau kalah, aku juga berlari berusaha menjauh darinya. Pada akhirnya, ia tetap ada di depanku. Entah bagaimana caranya, ia sudah ada di depanku lagi. Padahal tadi ada dibelakangku.

“Kau mau ke mana, eoh? Kalimat itu benar, kan?” tanyanya lagi. Ish, dasar namja yang menyebalkan.

Aku berusaha untuk bilang ‘iya’ dan mengangguk, tapi rasanya sulit. “I.. iya.” Akhirnya kata itu terucap. Aku sangat, sangat malu dengan pengakuanku ini. Kenapa aku bisa sampai menyukainya? Ish.

“Yak! Jangan pegang-pegang, aku!” kataku saat ia mencoba menyentuh atau lebih tepat menggenggam tanganku.

“Hahaha, pabo. Sekarang kau yeojachingu-ku Yongri.” Katanya sambil menggenggam tangganku. Aigo, aku lupa kalau aku pernah bilang jawabannya adalah kata-kata itu. Anehnya, tidak ada rasa ingin memberontak untuk kali ini. Kekeke. Aku pun tersenyum pada ‘namjachinguku’.

Taemin POV

Pada akhirnya, ia bisa jadi yeojachingu-ku. Aku tidak tahu kalau ia benar-benar suka padaku atau tidak. Yang penting, aku harus bisa membuatnya menyukaiku atau semakin menyukaiku.

“Yak! Jangan pegang-pegang, aku!” katanya saat aku mencoba menyentuh atau lebih tepat menggenggam tangannya.

“Hahaha, pabo. Sekarang kau yeojachingu-ku Yongri.” Katanya sambil menggenggam tangganku. Anehnya sekarang ia tidak memberontak. Sifat singanya tidak keluar, kekeke.

Saranghae Kim Yong-ri. Saranghae Lion Yong. Saranghae kyri. Saranghae my ex-enemy. Saranghae yeoja-ku.

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

9 thoughts on “Beautiful Mushroom Tae Vs Lion Yong – Part 3”

  1. aah..
    Jalan ceritanya lumayan bagus… Tapii.. Alurnya ngebut banget.. Jadi feel-nya susah didapat..
    Keep writing!!

    1. Wa~ gomawo^^
      Alurnya aku buat ngebut soalnya waktu itu udah gak ada ide lagi ._. ada nya segitu, mau ditunda tapi takut makin ancur -_-

  2. kenapa ada tulisan yang dempetan, susah bacanya.
    hahahaha akhirnya jadian juga. Setuju ama commentnya Hyora Kim, jalur ceritanya ngebut banget.
    Like sikap TaeMin
    Keep writing author

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s