Hujan

Hujan

Author : Megian

Main Cast : Lee Taemin dan Choi Minji

Rating : PG 17

Genre : Life

Summary : Ya. In the end, we will get our happiness, even in our live full of sadness, the live must be happy ending.

Selamat Membaca^^

Rintik hujan turun satu – satu. Beberapa pejalan kaki mulai kelabakan membuka payung dan mengeluarkan jas hujan mereka. Dari tempatku berdiri sekarang aku bisa lihat halte dan pelataran toko yang teduh tidak terkena hujan penuh oleh orang – orang yang menunggu hujan reda. Tapi tampaknya hujan akan lama, maka dari itu beberapa juga memilih berteduh di kedai – kedai makanan yang baru buka.

Aku melirik jam di pergelangan tangan kiri, menyadari bahwa waktu masih sore tapi gelapnya hari sudah memasuki malam. Sesekali pandanganku mengarah ke kedai makanan, ternyata aku mulai lapar. Tapi hujan selalu saja berhasil melalaikan kebiasaan teraturku yang satu itu.

Bukan bermaksud apa – apa aku menolak beberapa teman, senior maupun junior yang menawari tumpangan payung atau mobil, hanya saja hujan yang semakin lama ini menahanku untuk tetap berdiri di teras lobi sekolah ini.

“Hei! Kau masih di sini, Taemin? Bukannya kau bilang ada janji?” tanyanya dengan ekpresi kaget, aku tersenyum mengangguk untuk 2 pertanyaannya itu.”Aku lupa jalan pulang,” jawabku yang membuat ekspresi wajahnya berubah jengkel.

“Kau mau aku celupkan ke genangan air itu Taemin? Itu akan baik untuk kesehatanmu apalagi ini hujan,” ancamnya penuh penekanan kesal.

“Ibu bilang dia pergi dengan ayah saja, beliau baru saja pulang dari luar kota saat hujan mengepungku,” jelasku yang dijawab dengan anggukkan olehnya.

Kami terdiam beberapa lama memperhatikan hujan dan rintiknya yang mengepung manusia. Aku menguap, reaksi dari rasa kantuk yang mulai menyergap itu membuat gadis disampingku ini menoleh horor padaku.

“Kenapa?”

“Kau mengganggu imajinasiku!”

“Sedang membayangkan apa memangnya?” dia tidak menjawabku, mungkin melanjutkan imajinasi yang aku rasa bakal seru. Dia ahli dalam bidang seni rupa dan untuk ukuran remaja seusianya itu bakat yang menjanjikan.

“Menurutmu hujan itu seperti apa?” tanyanya dengan wajah antusias ala bocah. Aku bingung mau menjawab apa, aku menyukai semua hal tentang hujan tapi untuk menggambarkannya dalam kata, aku tidak pandai.

“Buatku hujan adalah pengingatku untuk kembali ke asalku,” aku mengedikkan bahu, tidak yakin pada ucapanku sendiri.

“Asalmu? Maksudmu rumah?” dia bertanya lucu.

“Mungkin, bisa dibilang begitu. Ketika hujan kau akan dibuatnya termangu, membayangkan sesuatu yang kita anggap paling enak untuk dilakukan saat hujan. Dengan orang yang paling kita sayangi. Tanpa sadar, hujan telah menyadarkan bahwa manusia membutuhkan sesuatu yang biasa kita sebut keluarga. Bahkan kau tidak lagi peduli pada ambisi dan obsesimu, karena dia  hilang saat kau bersama keluargamu,” akhirku tersenyum, ingatanku beralih pada almarhum eomma, appa, dan ibu tiriku yang menganggapku lebih pada adik laki – lakinya. Aku bersyukur dengan keluargaku, aku bersyukur untuk semua itu.

“Kau benar, saat hujan aku ingat eomma, dengan segala keahlian memasaknya, appa dengan kemampuan musiknya yang tidak kalah dengan profesional -menurutku, meskipun sekarang aku harus sekolah dan tinggal dengan paman, bibi, dan Minho oppa. Aku selalu saja merasa tidak bisa berpisah dari appa dan eomma saat menunggu hujan turun,” dia terlihat ingin menangis, aku menyentuh bahu kanannya, memberikan semangat ala sahabat.

“Tapi kau tahu? Setiap hujan turun, kadang pelangi muncul. Dan saat aku melihatnya aku tahu bahwa semua yang telah aku lakukan dan semua yang sudah aku korbankan tidak akan pernah sia – sia, suatu saat nanti aku akan bersama appa eomma lagi, saat semua impian dan harapanku telah tercapai,” ujarnya penuh semangat dan keyakinan tinggi. Aku tersenyum percaya.

“Ya. In the end, we will get our happiness, even in our live full of sadness, the live must be happy ending,” dia mengangguk. Lalu menutup matanya dan tersenyum. Dan aku mengikutinya.

“Taemin,” panggilnya kemudian. Aku bergumam menyahut.

“Kau tahu apa yang aku bayangkan, saat kau menguap tadi?” suaranya terdengar aneh, aku membuka mataku dan menemukan dia sudah terguyur hujan, seragamnya sudah mulai basah. Untungnya dia menggunakan almameter yang bisa menahan rembesan air hujan agar tidak mengenai kemejanya.

“Aigoo Minji, apa sih yang kau pikirkan? Minggu depan kita ujian dan sekarang kau main hujan?”

“Tadi, aku membayangkan kalau aku dan kau akan berlarian di tengah hujan dengan pakaian pernikahan kita,” Tadinya aku ingin menariknya dari hujan itu, tapi karena dia bilang begitu itu membuatku jadi gugup dan salah tingkah, aku menutup mata dengan telapak tanganku. Dia benar – benar membuatku gila. Tapi ya, aku menyukainya dan aku berharap itu terjadi.

08 Desember 2012

Hi readers! Bagaimana dengan fanfic genre life edisi Taemin ini? Mungkin sudah ada yang baca edisi Key yang judulnya Scream, semoga ini sudah lebih baik dari edisi itu dan pesannya juga lebih sampai.


Terimakasih sudah membaca. Kritik dan saran akan sangat membantu.

..:megiannisa:..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

30 thoughts on “Hujan”

  1. komen pertama? woahahahahah di ff yang kece ini aku komen pertama ayeeee
    singkat padat muanissssss ahahahh Jinki ujan-ujanan yuuu mumpung di bandung juga lagi ujan nih #plak
    jjjang,,,^^

  2. So sweet!!!!! 🙂 cinta2an ala Abege SMA dgn impian smpe jenjang pernikahan #eaaaa ecieeee minji so sweet

  3. klo aku yang ujan2an terus ngomong gitu depan minho dijamin langsung ada geledek gede.. 😆 sweetnya… ini kasusnya mereka udah jadian ato masih temenan ya? ceweknya agresif juga ya berani ngomong gtu.. 😆 ditunggu versi selanjutnya ya.. sepertinya yang scream aku belum baca.. nanti aku cari deh.. 🙂

    1. Gledek? #menjauh
      Masih ttm Lumie. udah baca sekedar pengakuan? bisa dibilang ini intermezzo yg itu.
      thankyou ya

  4. Author, feelnya kurang dapat. Seperti datar gitu suasananya.
    Aku agak binggung dengan bagian sapa yang ngomong. Maklum otak ngadet. ^^V
    Jadi ngebayangin bagian hujan-hujanan dari Cinta pertama, filmnya BCL

  5. ahayde temin malu malu jadi pengen ngakak,jadi ujan artinya gitu ya,aku pikir ujan itu air yg turun dari langit #apaini

  6. Aciaaa, unyu sekali :3

    entah kenapa mereka berdua sweet banget. Aku juga sering sih bayangin pernikahan, tapi bedanya nggak ada groom *haha.

    Nice, and always nice. Waiting for your next fic ^^

  7. So Sweeet~
    Cuman bisa bayangin Taemin sama aku main ujan #fg galau
    Menurut aku ff-ini udah bagus kok, tapi masih ada sedikit yang perlu di asah lagi
    Keep Fighting Author!

  8. UWAAAAAAA si Temin langsung mematung dapet pernyataan yang tajem begitu wkwkwk!
    Coba kalo Minho yang imejnya bikin rusuh, waaaa langsung disamber tuh cewe! *Minho terus* #DUAGH
    Nice fic. Keep writing ^^

  9. WAAAAAA kali ini aku yang berimajinasi bagaimana mukanya Taemin waktu Minji ngomong begitu XD…entah mengapa menurutku, sweeetttttt…
    hahaha
    Keep writing!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s