24 HOURS!

24 HOURS!

Author                         :           @RUOXIZHANG

Main Cast                    :

  • Lee Jinki
  • Jo Ji-Ra

Support cast                :

  • Kang Hara [Ibu Lee Jinki]
  • Han Dara         [Ibu Jo-Jira]

Length             :  One Shoot

Genre              : Tidak terdeteksi

Rating             : General.

huik

Morning.

.

.

.

            Dikala itu Jinki sedang berdiri dibalkon kamar miliknya,memperhatikan gadisnya berdiri  dan pandangannya bukan ke Jinki tapi tertuju kebawah ntah apa? Jinki tidak tahu.Hingga beberapa menit yang lalu dan sekarang posisi gadis itu masih sama.

3 Menit. . .

Jira berlari cepat meningalkan kamar miliknya dan pria bernama Jinki semakin binggung. Ada apa dengan gadisnya Jira?

Jinki yang kala itu masih binggung dan ingin tahu juga ikut meninggalkan kamarnya,Ibu Jinki yang melihat anak laki-lakinya berlari di pagi hari merasa cemas.

“Sayang,hati-hati”perasaan Kang Hara yang takut kebiasaan anak laki-lakinya terlalu suka jatuh hanya dianggap dengan iringan suara kuat Jinki yang berlari meninggalkan Ibunya “Aku tahu Ibu”Ibu Jinki sempat mengelus dada, anaknya tidak terjatuh.

Nah,Jinki menemukannya…

Jira berjongkok dan Jinki berdiri dibelakangnya,seraya Jinki memegang bahu Jira.Jira menarik tangan Jinki yang diam dipundaknya

“Kemari, kau harus lihat!” Suara Jira disaat itu terdengar senang,Perut Jinki terasa dikrumunin kupu-kupu.Syukurlah batin Jinki.

Jo Jira dan Lee Jinki sama-sama berjongkok,tangan Jinki ingin menyentuh makhluk hidup itu tapi Jira menepis tangan Jinki.Jelas saja Jinki binggung.

“Dia milik-ku Jinkinie” Jo Jira berkata ketus,Jinki menangkap tangan kecil Jira di saat tangan itu akan mendarat pukulan dipahanya.Tidak apa-apa batin Jinki,mengapa dia cemburu dengan makhluk kecil itu.

“Aku tahu,kita akan merawatnya”dengan lembut Jinki berujar pelan.Wajah Jiranya bersinar,Jinki mengerti apa maunya Jira.

“Lihat Jinki,dia lucu sekali” Makhluk kecil itu adalah seeokor anak anjing.Anjing yang lucu seperti tahu dua manusia didepan itu memperhatikannya seakan mencari simpati mengelus-ngelus kepalanya di tangan milik Jira yang terulur.

“Hippo” Saut Jira,Jinki hanya tersenyum jadi nama anjing ini adalah Hippo.

“Kita harus membuat rumah untuk dia”

“Tentu!”Jawab Jinki seakan semangat!

Jinki memeriksa waktu,sudah Jam 07 pagi. “Kau harus kekampus Jira dan aku akan ke kantor”seperti perintah.

Terdapat Kerutan dijidat Jira saat menengadah ke Jinki,bukankah Jinki setuju dengan Rumah Hippo.Tidak ingin Jira menjadi bad mood Jinki berucap lebih lembut “Kita akan membelinya setelah kau dan aku menyelesaikan pekerjaan hari ini”lebih tepatnya malam hari,Jinki pulang di malam hari sedangkan Jira di sore hari.

“Kenapa begitu,aku tidak mau! Aku mau disini menemaninya.kalau kau mau bekerja ya sudah pergi saja” Jira mengendong anjing itu.Jinki jadi binggung dikala itu,apalagi setelah melihat respon Jira terhadap anjing itu.rasa sayang yang berlebihan.Jira meninggalkan Jinki begitu saja.

Jinki hanya bisa berkaca pinggang dan binggung,abnormal Jira telah muncul.

“Jadi apa maumu”

Posisi Jira yang membelakangi Jinki,menyebabkan Jinki tak tahu bahwa Jira tersenyum senang.Jinkinya sangat pengertian.

“Kita beli jam makan siang bagaimana?” tawar Jira,Jinki tidak berpikir dan langsung menjawab “Baiklah” Suara riang dari bibir kecil Jira keluar dan juga kalimat yang membuat Jinki terbenggong “Lihat Hippo,Daddy mu sangat baik!”Jira menunjuk-nunjuk Jinki dengan kaki Hippo.Tawanya tidak lepas.

Dipagi itu Jinki mendapatkan senyum yang selalu membuatnya semangat,merasa gemas Jinki mendekati Jira dan mengambil anjing itu meletakkan atau melempar?Ntahlah.yang terjadi Jira hanya diam terkaget, Bibir Jinki menyentuh Bibirnya.tidak hanya itu Jinki seakan kurang puas dia memeluk Jira gemas dan memperdalam ciumannya.setelah merasa itu cukup untuk pagi itu Jinki berkata

“Ngomong-ngomong selamat pagi,sayang”

Noon

.

.

.

Jira berdiri didepan gerbang lemas,jelas saja di saat itu matahari terbit sangat panas.Memeriksa kembali smartphonenya Jira menjadi semakin frustasi,disaat itu pikiran Jira hanya pada Hippo.Apa anjing itu sudah makan? Bukannya tidak percaya pada Ibu Jinki.tapi Ibu Jinki takut anjing!

Sedan Mobil telah tiba,Jo Jira menghentakkan kaki sebel.Jinki yang tahu langsung keluar “Maaf,tiba-tiba saja Jeongmin Hyung meminta bantuan”

Jira menyilangkan tangannya dengan wajah ekspresi marah menatap Jinki,memasuki mobil begitu saja.Jinki tersenyum senang tidak berubah pikirnya.Jiranya tetap saja begitu.

Mobil itu berjalan dengan kecepatan minimum,belum ada percakapan karena diwaktu itu Jo Jira masih sangat sebel.Alasan tidak berbobot batin Jira,dia tahu pasti Jinkinya lebih suka berlama-lama di kantor.

“Soehyun bilang rumah anjing terbaik di Screet Gangnam” Huh.Jira makin murka disaat nama rivalnya diucapkan.cemburu?jelas,Soehyun terlalu jelas menunjukan minatnya pada Jinki.walaupun Jinkinya tidak merespon dengan langsung tapi Jinki selalu saja bersikap sopan pada Soehyun.

Jinki yang kala itu tidak tahu terus saja berucap nama Soehyun “Soehyun juga memiliki anjing,kau harus melihatnya Jira.lucu?”

Tidak ditanggapi!Jira bahkan lebih suka melihat keluar dari pada mendengar Jinki berucap.Ucapan Jinki membuat Jira berkesimpulan di otaknya bahwa Jinki pernah bertanggang kerumah Soehyun,kepalanya menjadi pusing apa Jinki menemuinya setelah pulang kerja dimalam hari atau mereka menghabiskan waktu makan siang dirumah Soehyun?

Jinki menjadi diam,suasana sunyi Jira tiba-tiba saja berkata “Sudah?Selesai!”

Jinki yang masih saja tidak mengerti menjadi kembali diam “Ah,kau tidak ingin bercerita dibagian kau dan dia menghabiskan waktu bersama ?”

Jinki tetap saja diam,sampai Jira melemparkan tas coklat kearah Jinki yang mengenai tangannya.”Dasar pria” terus memukul.Jinki yang kesakitan berkata kuat “Jira berhenti!”

“Tidak mau,terima ini” memukul lagi.Jinki menepikan mobilnya secara tiba-tiba dan yang terjadi jidat Jira mengenai kaca disampingnya.gadis itu jadi menringgis dan disertai tanggisan kecil

“Aku membenci mu”

“Aku mencintai mu,sungguh!”

“Bohong!Kau berbohong!” Teriak Jira

“Tidak!Heii~jangan seperti ini” Jinki membujuk pelan

“Aku tidak menyukai dia,kenapa kau selalu saja mengucapkan namanya!Mau pamer,oeh?”

Jinki hanya diam,Jira mengusap jidatnya.tidak sakit tapi karena Jinki tiba-tiba menghentikan sedan itu Jira menjadi emosional.

Jinki mengulurkan tanganya mengusap pelan jidat Jiranya yang sakit “Sakit yaa?”Jira mengganguk.

“Kemarilah” Jira mendekati tubuhnya ke sisi Jinki “Lebih dekat!”

Jinki mencium lembut Jidat Jiranya “Sudah!Nanti kita obati yaa”mengelus pelan jidat itu.

Selalu seperti itu,di saat terjadi pertengkaran kecil Jinki akan bersikap lembut dan Jira akan melupakan semuanya.

Night

.

.

.

Jira tidak berhenti-hentinya melihat anjing yang bernama Hippo.Bahkan Ibunya Jira juga sama,selalu mengangumi anjing itu.berkata imut,lucu,cantik semua kata-kata manis.

Rumah Hippo berada ditaman belakang rumah Jira,gadis itu tetap pada pendiriannya jika Hippo tidak tidur dengannya berarti ditaman bukan garasi atau di tempat mana pun.Ibunya Jira hanya bisa bekata Ia,tidak ingin membuat anak gadisnya sedih.

“Sudah malam,sebaiknya kalian berdua masuk sekarang”

“Sebentar lagi Mommy” Menggerakan tangannya Jira mengusir Ibunya.Han Dara hanya bisa menggelengkan kepala dan Jinki hanya mengedikkan bahu dengan tatapan Han Dara pada Jinki.Menepuk pundak Jinki,Han Dara memasuki kediamannya.

“Aku ingin eskrim,Jira”

“Ywdh,beli saja sana!” Jira berucap tanpa melihat Jinki dibelakangnya yang juga melihat bagaimana anak anjing itu tidur.

“Aku ngidam eskrim ini!!” Jinki merenggek,Jira menatap Jengkel “Kau kan bisa membelinya”

“Huh! Begini. .Kenapa kau selalu tidak mau mengerti aku! “ Jinki tidak berucap lembut melainkan kasar,Jinki sedang marah! Jira lebih memperhatikan anjing itu daripada dirinya.

“Kau,kenapa sih?Kau kan bisa membelinya! Pakek Mobil mu sana!!”

“Baiklah~” Jinki pergi,Jira berdumem “Dasar aneh!”

.

.

.

2 jam lamanya Jinki pergi membeli eskrim tapi tidak kembali-kembali.Jira jadi bingung kenapa lama sekali?apa dia marah? Masa sih? .Jira memutuskan untuk mencari Jinki menjalani setiap gang menuju minimarket didekat rumah.Tidak ada!Jinki tidak ada!Jira tidak menemukan Jinkinya.

“Apa Jinki di Play Group?”

Play Group Shinee,play group dimana Jinki dan Jira pertama kali bertemu.Play group Shinee terletak didekat rumah nya.

Dan benar Jinki disana duduk di ayunan kecil yang dulu ayunan itu sangat pas dengannya.

“Bagi. . “ Jira meminta eskrim itu,Jinki memakan banyak eskrim di kala itu.

“Kau benar-benar ngidam yaaa?” Jinki tetap diam.

“Aku mau satu”

“Kau kan punya uang,beli saja sana!”

“Kau marah yaa??” Jira berjongkong didepan Jinki meletakkan kedua tangannya di paha Jinki “Heei Lee Jinki,aku bertanya!”Terdengar manja,huh Jiranya marah dicuekin seperti itu.

“Iya aku marah!Puas?”Jira hanya tersenyum,Jira sangat tahu senyumnya sangat berpengaruh akan Hati Jinki.Kali ini tidak berhasil Jinki membuang muka.

Jira berjalan kebelakang Jinki,apa yang dilakukan Jira sangat mengejutkan Jinki.gadis itu memijat leher Jinki dengan pelan

“Jira~”

“Tadi Jeongmin oppa mengatakan aku tidak boleh membuat Lee Jinki capek,kau tahu kakak aku itu cerewet sekali.Memang aku membuat mu lelah?”

Jinki hanya tersenyum mendengarnya “Kau selalu membuat aku lelah!”

“Jeongmal??”Jira mengalungkan kedua tangannya dileher Jinki dan kalimat itu tersampai dengan bisikan ditelinga Jinki.

”Yasudah! Sampai disini saja!”

“Yakin?”

“Kalau kau lelah!”Jinki mengusap-ngusap tangan Jira.

”Tidak selelah itu kok,Masih sakit?” Jinki bertanya mengenai Jidat Jira.Jira menggelengkan kepala disela leher Jinki dan berucap

“Aku mencintai mu!”hanya terdengar seperti bisikan,meletakkan dagunya di pundak Jinki setelahnya.

Mereka tertawa berdua,melupakan kembali hal-hal yang membuat keduanya bertengkar.

Just Do It For Love 😀

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

 

23 thoughts on “24 HOURS!”

  1. Ada beberapa penulisan dan tanda baca yang buat bingung.
    Seperti sesudah tanda baca titik dan koma, sesudah tanda baca tersebut, untuk kata selanjutnya diberi spasi.

    Mian ya Ruo, saya masih agak bingung sama jalan ceritanya..

    Ok Ruo, ditunggu karya selanjutnya.. 🙂

    1. Aku akui memang banyak sekali kesalahan letak pada tanda koma (,) (.) sehingga ceritanya tidak tersampaikan 🙂 Makasih untuk sarannya ^^

  2. So sweet~ yah kalo org pacaran bgni smua psti ga ada yg putus .wkwkwkkk..oke nice ff~next ff saya tunggu author~

  3. Aku suka diksinya, tinggal tanda bacanya yang perlu dibenahin. Aah, this is too sweet. Entah kenapa menurutku kepribadiannya Jira-Jinki random banget, kayak anak kecil. Haha. Aneh, tapi malah lucu sih 😀

    sebenernya agak bingung di mana mereka tinggal. Serumah? Dua rumah yang mepet? Haha, nggak penting ya :3

    Keep writing ^^

    1. Mepet?? Hahaha Mereka tetanggaan. dimana kamar Jinki dilantai tiga dan Jira dilantai 2 .jadi Jinki bisa ngelihat kegiatan sehari-hari Jira sedangkan Jira tidak ^^

  4. Eee…
    Abaca sekali gag ngerti, musti ulang2. Sepertinya kepalaku bermasalah… Haha. Anio
    sama kyk lydiaeonni, yongie dan zaky. Kadang2 aku mnemukan beberpa tat bahsa yg susah dimengerti mungkin karena penempatan tanda baca atau pemilihan kata. Tidak tahu pasti.

    But, secara keselururhan sweet bgt. Ada 1 petanyaan, mengapa ibu jinki takut jingki jatuh? Dia penyakitankah? Hehe
    nice, next karua ditunggu

  5. so sweet.. romantis..

    wlopun sbnrnya agax bingung ma jalan ceritanya..kkekeke

    keep writing deh- ditunggu krya yg lain

  6. Ini kasusnya mereka berdua pacaran, tunangan, atau sudah menikah? Dan kenapa mereka tinggal 1 rumah beserta ibu mereka masing2?
    Yap, ceritanya sih lumayan manis. 🙂

  7. Sebenarnya ceritanya simple, manis, dan karakter mereka ini bikin gemes. Cuma agak bingung sama alurnya. Pertanyaanku sama dengan komen dari LiaGuk2 di atas. Jira dan Jinki itu masih pacaran atau sudah menikah? Kalau masih pacaran, apa rumah mereka berdekatan gitu, sehingga hanya dari balkon mereka bisa saling tahu aktivitas masing-masing? Atau mereka sudah menikah, tapi masih tinggal bersama ibu mereka?

    Koreksinya pada kalimat: “Dia milik-ku Jinkinie” Jo Jira berkata ketus,Jinki menangkap tangan kecil Jira di saat tangan itu akan mendarat pukulan dipahanya.
    Memangggil nama Jinki dengan Jinkinie itu sepertinya tidak tepat deh, karena sufiks ‘ie’ tidak digunakan untuk memanggil nama orang yang berakhiran huruf vokal. Sufiks ‘ie’ hanya boleh digunakan untuk memanggil nama orang yang berakhiran huruf konsonan. Misal: Kibumie atau Taeminie.
    Mungkin kalimatnya bisa diganti: “Dia milikku Jinki-ya.” Jo Jira berkata ketus. Jinki menangkap tangan kecil Jira di saat tangan itu akan mendaratkan pukulan di pahanya.

    Selebihnya buat penggunaan EYD, aku setuju sama komennya lydiaeonni.

    Nice story. ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s