Family Business – Part 1 : Pick Her Up

Title                : Family Business : Pick Her Up

Author             : Black Scratch

Main Cast        :

  • Choi Minna (OCs)
  • Choi ‘Minho’ (SHINee)
  • Lee ‘Taemin’ (SHINee)
  • Lee Jinki ‘Onew’ (SHINee)
  • Kim Taeyeon (SNSD)

Support Cast    :

  • The Others

Genre              : Horror, Fantasy, Mystery, Tragedy, Romance

Length             : Sequel Rating              : PG Inspired Film   : Supernatural

Ini author ngambil crita awal dr film serial supernatural. Gimana jalan ceritanya itu milik author. Jadi jangan bilang kalo kalian pernah baca, denger ato bahkan liat cerita ini. karena author udh ngasih tau ya.

Umur Minho sama Taemin juga critanya jauh beda. 4 tahunan gitu. Anggep aja taemin 18, dan minho 22.

FF ini udh author post di blog author. Siapa yg berbaik hati pen liat2 blog author, silahkan kesini http://sammylittlexotaemints.wordpress.com/

Family Business

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

“Apa yang harus kulakukan dengan dia? kau tahu ia tak ingin tahu soal ini semua. Itu alasan utama kenapa ia memilih berpisah dan hidup sendiri ketimbang bersama kita, bukan? Dan kau masih menginginkan ia kembali?! Ini negara orang, Appa, bukan negara kita! Dasar orang tua gila! “ Ketus seorang namja, matanya besar, posturnya tinggi sedang menggerutu dengan sebuah tape recorder kecil. “ Bagaimana aku mencarinya? Ini sudah lebih dari 4 tahun, Appa. “

Namja itu terlihat dengan wajah yang kusut sambil memakai jaket kulitnya. Namja bernama lengkap Choi Minho ini mengambil kunci mobil impalanya lalu pergi dari tempat dimana ia tidur, kemarin. Ya, dari hotel. Ia menyetir sambil mencari sesuatu di ponselnya.

“ Kuharap nomor ini masih kau pakai. “ Dengan cepat ia memencet tombol panggil dan menaruh ponselnya di telinganya. “ Angkatlah, babo. Angkatlah… “

“ Ini dia kau! Hai, adik kecil. Bagaimana kabarmu? Aku ingin berbicara sesuatu padam… Ya! Kenapa kau putus teleponnya?! Jinjja! Kau menyusahkanku! “ Gerutunya di mobil.

Di lain tempat, seorang yeoja sedang bersiap sesuatu di kamarnya. Dengan berbalut jaket hitam dan kemeja putih, wajahnya marah menahan sesuatu. Semua barangnya sudah rapih di tasnya.

“ Go! Sepertinya kau akan di jemput Kakak bodohmu itu! “ Yeoja itu mengerutkan dahinya dan menyipitkan matanya.

“ What? Brother? “ Tanyanya berhenti mengerjakan aktivitasnya.

“ Dia menelepon! Lebih baik kau pergi daripada aku harus di hajar olehnya! “ Usir namja yang bertengkar dengannya. Sang yeoja mendekati namja itu dengan pelan. Ia tersenyum dengan manisnya. Memeluk sang namja lalu mencium bibirnya. Namja itu tak melawan, malah membalas.

BUG

“ AU! Hei! Apa yang kau lakukan dengan adikku?! “ Bentak namja itu kemudian.

“ Aku hanya memberinya sedikit sentuhkan dari kaki kecilku. Itu untuk Kakakku. “ Balasnya kemudian pergi dengan tas beserta ponsel di tangannya.

Ia membuka daftar panggilan terakhirnya lalu menelepon Kakaknya.

“ Ya! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau menutup teleponnya?! “ Bentak Minho. Si yeoja, sambil menyetir motor menjauhkan ponselnya dan memundurkan kepalanya.

“ Bila kau ingin berbicara, kuharap kau bisa bertemu aku di Restaurant XXX. Aku tak ingin menunggumu lama, jadi lebih baik cepat. “ Dengan nada kesalnya, ia kemudian mengakhiri pembicaraannya bersama Minho.

Si yeoja menunggu di meja dekat dengan jendela yang memperlihatkan malam hari dengan lampu-lampu. Ia selalu melihat kepada jam tangannya akan pukul berapa sekarang.

“ Kebiasaan telatnya belum berubah meski sudah 4 tahun. “ Ucapnya. Tak lama kemudian terlihat Minho diseberang jalan yang terburu-buru menyebrang jalanan. “ Itu dia jagoan. “

“Hey, mian aku telat. “ Minho langsung duduk kemudian memesan beberapa makanan.

“ Apa kau sudah selesai dengan leluconmu ini? aku ingin pergi. Masih banyak yang perlu kuurus. “ Kata yeoja itu sambil mengambil kembali tas-tasnya.

“ Ya! Aku bahkan belum berbicara. Dengarkan aku dulu, Minna. “ Kata Minho lembut. “ Appa menghilang tadi malam. Dan dia hanya meninggalkan jurnal ini. “

Appa's Journal

“ Kau hanya ingin membicarakan itu? Kau tahu aku sibuk. Aku baru saja di usir. “ Jawab Minna. Ia menunduk dan menggeleng.

“ Diusir? Oleh namjachingumu itu? Dimana ia sekarang? “

“ Kkeumanae! Aku tak ingin berbasa basi lagi denganmu?! Apa yang kau inginkan?! “

“ Geu… Geurrae. Aku hanya ingin kau ikut denganku mencari Appa. Setelah mencari Appa, kau bebas untuk meninggalkan kami atau tidak. “

“ Aku sudah bilang bukan aku tak ingin ikut dengan kalian? Sudah cukup aku membahayakan nyawaku sendiri demi pekerjaan ini. Lagipula, lihatlah kalian. Tak punya rumah, hidup berantakan. Hanya impala itu yang tersisa dari kalian. “

“ Apakah kau punya rumah? Apa hidupmu lebih bahagia setelah meninggalkan kami? “ Minna terdiam. Ia memicingkan matanya kesal.

“ Dengar, setidaknya aku sudah diterima di salah satu sekolah seni di Korea. Dan aku akan pindah kesana bulan depan. Kau harusnya mencari pekerjaan yang menghasilkan uang bagimu! Bukan seperti sekarang. “ Minna lagi-lagi membentak Minho. Ia pergi meninggalkan Minho disana.

Minna kembali menuju rumah namjachingunya. Ia ingin mengambil barang-barangnya yang tertinggal di kamar.

“ Rick! Buka pintunya. Aku ingin mengambil barangku. “ Tak ada jawaban. Minna akhirnya membuka pintu dan masuk. Rumah sangatlah sepi. Tak ada suara. Lampu juga dimatikan. Yang Minna tahu bahwa namjachingunya ini tak pernah menyukai tempat gelap. “ Baiklah, keluarlah, Babe. Aku minta maaf ” Tak ada suara. Hanya ada suara detik berlalu di jam besar yang di pajang di dinding.

“ Baiklah, kalau kau memang ingin kita putus, itu berarti aku akan mengambil barangku har… Argh! “ Dalam gelap malam di rumah tak berlampu itu, Minna terpeleset ketika ia berniat untuk membuka pintu kamar. Ia merasakan basah dan lengket dilantai. Ia mencoba meraih saklar lampu di atas kepalanya. Ia membelalakkan matanya. Darah dimana-mana. Ia kemudian langsung berdiri dan melihat darimana asalnya darah itu. Kamar namjachingunya langsung ia buka.

“ Rick!! “ Teriak Minna langsung berlari menuju namjachingunya. Mata dendamnya terlihat begitu jelas. Ia mencium pipi namjachingunya yang tergeletak di lantai dengan luka besar di lehernya. Seperti tarikan yang begitu besar dari tali sehingga leher itu hampir putus. Minna mengambil ponselnya kemudian menelepon seseorang. “ Minho, kau masih disana? “

Minho menunggu Minna di Restaurant yang sama. Minho tadinya sudah kembali ke kamar hotelnya, namun ia mendengar Minna ingin bertemu dengannya dengan cepat ia kembali kesana. Minna datang 5 menit setelah Minho.

“ Segar, ha? Pasti kau baru saja mandi. “ Kata Minho memulai pembicaraan.

“ Kita buat kesepakatan. Kita cari Appa, asal kau bisa menemukan siapa yang membunuh Rick. “ Ucap Minna tak menghiraukan pembicaraan awal.

“Itu soal yang mudah. Kau bisa menemukannya dengan mudah. “

“ Bila kita tak menemukannya juga dengan cepat, aku yang akan membunuhmu. “

“ Geurrae, nae dongsaeng. “ Dan Minho menggandeng Minna. “ Kita tak pernah tinggal menetap, arra? “

“ Hmm. Tapi aku akan tetap dengan motorku. “

Di hotel, Minna menceritakan semua kejadian yang menimpanya dan namjachingunya hari ini. bagaimana ia melihat luka itu tak lagi asing di matanya. Namun ia tak mengerti dan tak tahu darimana dia begitu familiar dengan luka itu.

************************

Flashback

“ Eomma, lihat! Aku mendapatkan boneka ini dari Jinmi Ahjumma. “ Ucap Minna kecil. Eommanya tersenyum dan menggendongnya.

“ Ucapkan permohonanmu, sayang. “ Ujar Eommanya kemudian menurunkan Minna kecil. Minna mengatupkan matanya dengan serius kemudian membukanya kembali. “ Sekarang, tiup lilinnya.”

“ Huft… Yeeee!! “ Teriak Minna kecil. Semuanya bertepuk tangan. Minna berulang tahun untuk yang kelima tahun. Dan semua keluarga dari Minna berkumpul di rumah Harabeoji dan Halmeoninya yang tinggal di US. Ya, mereka sekarang di US.

 

Pesta itu sangat meriah, walau hanya pesta keluarga. Anak-anak kecil yang bermain di lantai, membuka hadiah baru dari ulang tahun Minna. Para orang tua yang bergembira dengan anggur-anggur mereka. Kala itu Appa Minho dan Minna sedang berada di dalam kamar mandi karena ia sudah terlalu banyak minum malam itu. Dan juga Eomma mereka yang sedang menyiapkan kasur untuk tidur anak-anaknya malam ini.

 

SRET

Ketika itu terdengar bunyi yang singkat namun kuat. Semuanya terdiam. Minho melihat sekitarnya. Ia tahu ada yang tak beres dengan mereka. Dia mencoba untuk mendekati Ahjussinya.

“ Ahjussi… Ahjus.. Argh! “ Dan Minho berteriak. Semuanya terlalu mengerikan. Sebuah kawat tali membelah para orang tua yang sedang berdiri. Tubuh dan kepala terpisah, kaki dan tubuh atas terpisah, dan hal mengerikan lainnya. Minna langsung berlari ke lantai atas.

“ Minho! Ambil Minna. Kita harus keluar sekarang! “ Teriak yeoja kecil berumur 13 tahun. Minho langsung berlari menyusul adiknya. Lalu kemudian ia menemukan adiknya terdiam di pintu kamar.

“ Minna! Kajja! “ Namun Minho juga berhenti. “ Eomma! “ Teriak Minho mendekati Eommanya. Minna hanya berdiri lalu menangis kencang.

“ Minho, Minna! Apa yang kalian berdua lakukan disini?! Ayo pergi! “ Bentak Appanya kemudian. Appanya menggendong kedua anaknya keluar dari rumah.

 

Namun belum sampai rencananya menuju lantai bawah, mereka sudah diserang oleh si jago merah yang entah datang dari mana. Appa mereka akhirnya menjatuhkan beberapa kasur keluar, lalu kemudian ia menjatuhkan anak-anaknya itu disana. Sedangkan ia mencoba melompat dan mematahkan kakinya sendiri.

 

Tak ada yang tersisa kecuali mobil impala tua. Keluarga, rumah, harta, semuanya. Anak-anak yang tadi berlari pun entah kemana. Mereka akhirnya memutuskan untuk membiarkan kejadian itu tanpa menelepon polisi.

 

Hingga akhirnya keesokan hari seseorang menemukan rumah itu telah terbakar habis. Semua mayat tak ditemukan. Hanya tumpukan abu.

 

Flashback End

Pagi hari, Minna tiba-tiba terbangun dan dengan air keringat di tubuhnya. Ia teringat masa lalu ketika ia masih berumur 5 tahun. Walaupun ia masih kecil kala itu, ia masih ingat bagaimana kejadian itu menimpanya. Kejadian yang merenggut banyak nyawa. Kejadian yang membuat keluarga besarnya menjadi terpisah, termasuk mereka bertiga, Minho, Minna dan Appa mereka.

 

Hari cerah. Minna menunggu Minho yang tidur pulas di kasurnya. Ini hampir tengah hari, dan Minho belum juga bangun dari tidurnya. Mereka tidur di kamar yang sama dengan kasur berbeda, seperti mereka kala mereka kecil dulu. Minna tak berani membangunkan Minho karena ia tahu Minho menjaganya semalaman setelah Minho mendengar cerita Minna semalam. Minna kemudian pergi dari kamar dan membeli sesuatu untuk dimakan.

Ia mengendarai motornya menuju ke restoran cepat saji. Ia memesan beberapa makanan untuknya dan saudaranya. Setelah dirasa cukup, ia kembali dan melihat Minho sudah berganti baju.

“ Aku belikan ini untukmu. Aku harus pergi. Sepertinya aku tak akan mampu pindah. “ Minna kembali keluar kamar dan mengendarai sepeda motornya berwarna merah. Minho mengikuti Minna yang membatalkan semua persiapannya untuk pergi.

Minho tahu harusnya ia menyesal dan membiarkan dongsaengnya itu pergi, namun keluarga adalah segalanya. Minho kemudian menyusul Minna.

“ Kau tak memakan makananmu? “ Tanya Minna sambil menandatangani sesuatu.

“ Aku membawanya untuk dimakan bersamamu. “ Kata Minho sambil menunjukkan plastik makanan yang tadi dibeli oleh Minna.

“ Mungkin aku akan disini lama sekali. Kau bisa menunggu di hotel. “ Balas Minna. Minho menggeleng.

“ Kupikir aku ingin menunggumu. “ Kata Minho. Minna melemparkan tatapan tanda tanya terhadap saudaranya itu. “ Terserah kau saja. Aku hanya mengingatkan bahwa aku akan lama disini. “

Beberapa jam terlewati. Satu persatu karyawan mulai pergi karena langit kemerahan sudah tak sabar menghilang.

“ Miss, kau yakin ingin menunggunya disini? Dokumen ini akan sangat lama sekali untuk di proses. “ Ujar salah seorang karyawan wanita.

“ Tak apa. Aku akan menunggunya. Aku harus pindah ketempat lain setelah ini selesai. “  Balas Minna. “ Jadi, bagaimana kta mencari Appa? “

“ Memburu apa yang harus kita buru. Seperti dulu. Ingat? “

“ Mian, aku tak ingat apapun. “

“ Hah, neo jinjja… Itu juga bisa membuat kita menemukan Taeyeon Noona dan Jinki Hyung. “

“ Mwo? Neo micheosseo? Mereka sudah mati. Untuk apa kita mencarinya lagi? “

“ Kita tak menemukan mayat mereka setelah kebakaran itu. “

“ Apa kita menemukan mayat yang lain? Ahjussi, Ahjumma, bahkan… Eomma? “

“ Itu berbeda. “

“ Mwo? Apa yang berbeda? Mereka semua mati, Minho. “

“ Coba panggil aku Oppa. “

“ Itu jika aku kembali ke masa lalu. “ Dan Minna pun berjalan menuju ruang sebelah meninggalkan Minho.

“ Bocah itu… Lebih dewasa rupanya. “ Gumam Minho sambil tersenyum.

 

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

TBC

Admin’s note:

Hai hai ^^

Ini ff sequel ya? Lain kali kasih keterangan ini part berapa ya say ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!  

14 thoughts on “Family Business – Part 1 : Pick Her Up

  1. hai,masih rada nggak ngerti sih hehe,tapi saran aja nih ya,tanda petiknya agak berantakan ^^ ,kalo aku nggak salah liat itu tanda petik awal semua. abis ngetik dialog setelah tanda titik langsung tanda petik aja jangan dispasi biar petiknya diawal dialog sama akhir dialog beda ^^ maap nih cerewet hehe ditunggu part 2 nya

  2. seru tapi, wktu baca awalnya sedikit bingung waktu Minna, Minho, and Rick (pacar Minna) lagi ngomong gk tau yg Minho mana yg Minna mana selebihnya bagus kok. aku bisa nangkep alurnya

  3. Tragis, umur 5 tahun melihat hal mengerikan seperti itu. TaeMin ga muncul T.T
    Author ga jelas pemilik dialog. Mungkin butuh …POV gitu.
    Saran aja sih. Trus dialog yang ini “Memburu, apa yang harus kita buru”
    Harusnya ada tanda koma, bukan karena reader nanti binggung, hanya penempatan yang tepat aja.
    •̃⌣•̃◦​‎​◦°◦нê◦нë◦нê◦◦°◦•̃⌣•̃ banyak banget yang aku komentari.
    Ditunggu lanjutannya author, sekalian request part TaeMin banyakin. •̃⌣•̃◦​‎​◦°◦нê◦нë◦нê◦◦°◦•̃⌣•̃. #bisa-bisa ditimpuk author.

    1. author masih bingung sendiri juga abis baca disini. padahal di doc author udah bener loh -_-
      kalo soal memburu itu, si minho smacem ngejelasin apa yang harus ia buru. dalam artian kata, memburu yang jadi terget mereka.
      makasih udah mau baca ya😀

  4. Bagus, cuma setuju aja sama komen yang paling atas, tanda petiknya agak kacau. Hehe. Terus, alurnya menurutku agak terlalu cepat sampe ga bisa napas (?) #apaini Yah, pokoknya dirapihin lagi deh😀
    Ide nya bagus, bakal jadi cerita yang seru nih. Keep writing, dan ditunggu part 2 nya ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s